“mungkin nanti” tapi nyata nya dibawah pelangi yang hilang, tak ada kabut menemani \ t.me/fleudr ...
penulis diksi yang kembali
mencari jati diri, lewat tulisan
yang konon katanya :
bercerita.
penulis diksi yang kembali
mencari jati diri, lewat tulisan
yang konon katanya :
bercerita.
Lalu, bagaimana kupeluk perasaanku ini,
yang bahkan tak mampu kuterjemahkan maknanya?
Maka tamparlah aku dengan kenyataan yang membisu,
tanpa tirai ilusi dan tembok-tembok semu
sebelum benang keraguan
merambat di relung hatiku.
Karena memang pada akhirnya,
bukan waktu yang paling menyakitkan,
bukan pula rindu yang tak terbalaskan,
melainkan perasaan yang terlalu lama diabaikan,
hingga kehilangan jalannya untuk pulang.
yang bahkan tak mampu kuterjemahkan maknanya?
Maka tamparlah aku dengan kenyataan yang membisu,
tanpa tirai ilusi dan tembok-tembok semu
sebelum benang keraguan
merambat di relung hatiku.
Karena memang pada akhirnya,
bukan waktu yang paling menyakitkan,
bukan pula rindu yang tak terbalaskan,
melainkan perasaan yang terlalu lama diabaikan,
hingga kehilangan jalannya untuk pulang.
Dan jika suatu hari
seluruh puisi ini kehilangan huruf-hurufnya,
seluruh bait ini kehilangan rimanya,
dan seluruh kertasnya lenyap diterbangkan waktu,
barangkali akan tetap tersisa satu hal yang tak mampu dihapus apa pun–
bahwa pernah ada sosok insan purnama,
sang Adam dengan jiwa sunyinya
maka tolong berterimakasih lah padanya
yang diam-diam menjadi alasan
bagi begitu banyak puisi untuk tercipta.
seluruh puisi ini kehilangan huruf-hurufnya,
seluruh bait ini kehilangan rimanya,
dan seluruh kertasnya lenyap diterbangkan waktu,
barangkali akan tetap tersisa satu hal yang tak mampu dihapus apa pun–
bahwa pernah ada sosok insan purnama,
sang Adam dengan jiwa sunyinya
maka tolong berterimakasih lah padanya
yang diam-diam menjadi alasan
bagi begitu banyak puisi untuk tercipta.
Dan,
ketika aku bersamamu,
aku menjadi seutuhnya diriku.
omong-omong soal kamu,
ku kirim terima kasihku padamu,
karena telah menerima
segala riuh dan seluruh kacauku,
juga setiap bahagia
yang tumbuh di dalam diriku.
bahkan di palung paling muram,
di sisi paling menyebalkan,
dan pada hari-hari penuh tawa itu,
di hadapanmu,
aku tak pernah perlu menjadi
siapa pun selain diriku.
ketika aku bersamamu,
aku menjadi seutuhnya diriku.
omong-omong soal kamu,
ku kirim terima kasihku padamu,
karena telah menerima
segala riuh dan seluruh kacauku,
juga setiap bahagia
yang tumbuh di dalam diriku.
bahkan di palung paling muram,
di sisi paling menyebalkan,
dan pada hari-hari penuh tawa itu,
di hadapanmu,
aku tak pernah perlu menjadi
siapa pun selain diriku.
Forwarded from legally fine. (Rich Message Builder)
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM