🀍
3 subscribers
5 photos
3 links
Download Telegram
Channel created
γ…€γ…€γ…€γ…€
β™‘. π—Œπ—’π–Ίπ—‚π—‹ 𝗃𝗂𝗐𝖺 𝗒𝖺𝗇𝗀 π—π–Ίπ—…π—Žπ—Œ : 𝗄𝖾𝗍𝗂𝗄𝖺 𝗅𝗂𝗋𝗂𝗄 𝖽𝖺𝗇 𝗇𝖺𝖽𝖺 π–½π—‚π—π—Žπ—†π—‰π–Ίπ—π—„π–Ίπ—‡ π–»π–Ύπ—‹π—Œπ–Ίπ—†π–Ί 𝖽𝖾𝗇𝗀𝖺𝗇 π—‹π—‚π—‡π–½π—Ž, π—‹π–Ύπ—…π—Žπ—‡π—€ π—„π–Ίπ—…π–»π—Ž π—π–Ύπ—‹π—π—ˆπ—π—ˆπ—„ π—π—Žπ—„ 𝗆𝖾𝗇𝗀𝗀𝖾𝗇𝗀𝗀𝖺𝗆 π—‹π–Ίπ—Œπ–Ί 𝖽𝖾𝗇𝗀𝖺𝗇 𝗍𝖾𝗇𝖺𝗇𝗀.  ೄྀ
γ…€γ…€γ…€γ…€
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
🀍
Photo
α… γ…€   
         Mei, 1.20 [renja's] rumah ternyaman.   tuk berpulang, pada kau;     sang rembulan  | .. βœ’οΈ

                                                    πŸ“Ό


lentera malam yang indah. surat ini, ku tulis untuk kau yang memiliki nama paling indah. ku suguhkan beribu-ribu kata dipenuhi dengan maknaβ€”karena kau lebih dari kata ('pantas') kita usahakan segala keindahan itu, penuh akan cinta; warna yang mencolok. dengan berbagai frasa kata penuh akan lambang ketulusan. cerita ini, akan dipenuhi dengan lembaran yang menceritakan setiap detail keindahan mu, senyuman mu.  βœ‰οΈ's.


      &. mencolok penuh pesona,
          lugas mu dibawah
           cakrawala
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
β€œmungkin nanti” tapi nyata nya dibawah pelangi yang hilang, tak ada kabut menemani \ t.me/fleudr ...


penulis diksi yang kembali
mencari jati diri, lewat tulisan
yang konon katanya :
bercerita.
Channel name was changed to Β«perayaan kecilku–di sela sepi, merajut diksi jadi harmoni.Β»
Channel name was changed to «suara tenang mengeja sepi, dalam bait doa yang tak bertepi. ✿»
Channel name was changed to Β«Tinta rindu β€Žκ«‚α­ͺ݁»
rindu apa yang kau maksud?
rindu yang indah,
rindu yang menyiksa
,
atau rindu sendiri?
ruang hampa nan sunyi
aku tak ingin senyap

aku tak lenyap oleh rindu
lantas mengapa tidak pecahkan saja
kacanya?
supaya jadi ramai,
supaya jadi ribut
Biarlah jadi berisik,
asal rindu ku lupakan
asal rinduku diam.
Lalu, bagaimana kupeluk perasaanku ini,
yang bahkan tak mampu kuterjemahkan maknanya?
Maka tamparlah aku dengan kenyataan yang membisu,
tanpa tirai ilusi dan tembok-tembok semu
sebelum benang keraguan
merambat di relung hatiku.
Karena memang pada akhirnya,
bukan waktu yang paling menyakitkan,
bukan pula rindu yang tak terbalaskan,
melainkan perasaan yang terlalu lama diabaikan,
hingga kehilangan jalannya untuk pulang.
Dan jika suatu hari
seluruh puisi ini kehilangan huruf-hurufnya,
seluruh bait ini kehilangan rimanya,
dan seluruh kertasnya lenyap diterbangkan waktu,
barangkali akan tetap tersisa satu hal yang tak mampu dihapus apa pun–
bahwa pernah ada sosok insan purnama,
sang Adam dengan jiwa sunyinya
maka tolong berterimakasih lah padanya
yang diam-diam menjadi alasan
bagi begitu banyak puisi untuk tercipta.
Dan,
ketika aku bersamamu,
aku menjadi seutuhnya diriku.
omong-omong soal kamu,
ku kirim terima kasihku padamu,
karena telah menerima
segala riuh dan seluruh kacauku,
juga setiap bahagia
yang tumbuh di dalam diriku.
bahkan di palung paling muram,
di sisi paling menyebalkan,
dan pada hari-hari penuh tawa itu,
di hadapanmu,
aku tak pernah perlu menjadi
siapa pun selain diriku.
Forwarded from legally fine. (Rich Message Builder)
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM