“Keutamaan Sepuluh Malam Terakhir Ramadan”
🎙️: Syekh Abdussalam Asy-Sywai’ir.
✅ Mayoritas ulama (jumhur) menyatakan bahwa sepuluh malam terakhir Ramadan dimulai dari malam ke-21.
Jika Ramadan berjumlah 29 hari, maka sepuluh malam terakhir tersebut berjumlah 9 malam, namun tetap dinamakan “sepuluh malam terakhir” secara istilah.
✅ Malam-malam ini adalah malam yang paling mulia dalam setahun, karena di dalamnya terdapat Lailatul Qadr.
✅ Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau bersabda: “Apabila masuk sepuluh malam terakhir, Rasulullah ﷺ menghidupkan malamnya, membangunkan keluarganya, dan mengencangkan sarungnya.”
(HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Makna hadis ini:
✅ شَدَّ مِئْزَرَهُ
Ditafsirkan oleh para ulama dengan dua makna:
• Makna majazi: beliau bersungguh-sungguh dalam ibadah.
• Makna hakiki: beliau menjauhi hubungan dengan istri karena fokus beribadah.
✅ أَحْيَا اللَّيْلَ (Menghidupkan malam)
Yaitu dengan berbagai ibadah seperti:
• Salat malam (qiyam Ramadan / tarawih)
• Tilawah Al-Qur’an
• Doa dan dzikir
• I’tikaf
✅ Rasulullah ﷺ melazimi masjid (i’tikaf) pada sepuluh malam terakhir Ramadan. Para sahabat pun dahulu menetap di masjid pada malam-malam ini untuk menjaga ibadah dan puasa mereka.
✅ Di antara motivasi terbesar dalam ibadah adalah rasa syukur kepada Allah.
✅ Bentuk syukur itu mencakup:
• Mengingat nikmat Allah
• Menyebutkan dan memuji nikmat Allah
• Menghadirkan syukur dalam hati
• Menggunakan nikmat tersebut untuk ketaatan
✅ Di antara nikmat besar yang patut disyukuri:
• Allah memilih kita masih hidup hingga Ramadan
• Allah memberi kesempatan menjumpai sepuluh malam terakhir
✅ Pada malam-malam ini hendaknya menjaga seluruh salat sunnah:
• Salat tarawih
• Salat witir
• Salat rawatib
✅ Tidak sepantasnya seorang muslim meremehkan salat-salat ini.
✅ Nabi ﷺ membangunkan keluarganya agar mereka ikut beribadah.
✅ Hal ini menunjukkan bahwa keluarga adalah orang pertama yang harus kita perhatikan dalam ketaatan.
✅ Allah berfirman:
﴿وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا نَحْنُ نَرْزُقُكَ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَى﴾
“Perintahkanlah keluargamu untuk mendirikan salat dan bersabarlah dalam menjaganya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu.
Dan akibat yang baik adalah bagi orang yang bertakwa.” (QS. Taha: 132)
Makna Ayat Ini:
✅ وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ
Perintah pertama dalam pendidikan keluarga adalah salat.
Yang paling prioritas adalah:
• istri
• anak
• kerabat dekat
Perintah ini mencakup:
• salat wajib
• salat sunnah yang ditekankan
✅ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا
Salat membutuhkan kesabaran yang besar, karena:
• panjangnya bacaan imam
• perjuangan untuk khusyuk
• mengalahkan rasa malas dan lelah
Karena itu Allah menggunakan kata اصطبر yang menunjukkan kesabaran yang kuat.
✅ لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا نَحْنُ نَرْزُقُكَ
Salat adalah sebab datangnya rezeki.
✅ Sebagian ulama salaf menyebutkan bahwa mereka jika memiliki hajat, maka mereka memperbanyak salat dan sujud.
✅ Waktu terbaik untuk berdoa adalah ketika sujud.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Keadaan paling dekat seorang hamba dengan Rabbnya adalah ketika ia sedang sujud, maka perbanyaklah doa.”
(HR. Muslim)
✅ Ketika seorang hamba berdoa kepada Allah, maka Allah akan memberikan salah satu dari tiga hal:
• Allah mengabulkan langsung apa yang ia minta
• Allah menyimpannya sebagai pahala di akhirat
• Allah menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik
✅ Betapa banyak orang yang bermunajat kepada Allah dalam kesempitan hidup, lalu Allah membukakan jalan keluar.
✅ Betapa banyak orang yang bersujud kepada Allah dalam kesulitan, lalu Allah memberi rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.
✅ Karena itu, pada malam-malam yang mulia ini:
• perbanyaklah salat
• perbanyaklah sujud
• perbanyaklah doa
✅ Datanglah kepada Allah dengan penuh kerendahan hati.
Farhan Fadilat Syah
Masjid Nabawi
08 Maret 2026 | 20 Ramadan 1447 H
🎙️: Syekh Abdussalam Asy-Sywai’ir.
✅ Mayoritas ulama (jumhur) menyatakan bahwa sepuluh malam terakhir Ramadan dimulai dari malam ke-21.
Jika Ramadan berjumlah 29 hari, maka sepuluh malam terakhir tersebut berjumlah 9 malam, namun tetap dinamakan “sepuluh malam terakhir” secara istilah.
✅ Malam-malam ini adalah malam yang paling mulia dalam setahun, karena di dalamnya terdapat Lailatul Qadr.
✅ Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau bersabda: “Apabila masuk sepuluh malam terakhir, Rasulullah ﷺ menghidupkan malamnya, membangunkan keluarganya, dan mengencangkan sarungnya.”
(HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Makna hadis ini:
✅ شَدَّ مِئْزَرَهُ
Ditafsirkan oleh para ulama dengan dua makna:
• Makna majazi: beliau bersungguh-sungguh dalam ibadah.
• Makna hakiki: beliau menjauhi hubungan dengan istri karena fokus beribadah.
✅ أَحْيَا اللَّيْلَ (Menghidupkan malam)
Yaitu dengan berbagai ibadah seperti:
• Salat malam (qiyam Ramadan / tarawih)
• Tilawah Al-Qur’an
• Doa dan dzikir
• I’tikaf
✅ Rasulullah ﷺ melazimi masjid (i’tikaf) pada sepuluh malam terakhir Ramadan. Para sahabat pun dahulu menetap di masjid pada malam-malam ini untuk menjaga ibadah dan puasa mereka.
✅ Di antara motivasi terbesar dalam ibadah adalah rasa syukur kepada Allah.
✅ Bentuk syukur itu mencakup:
• Mengingat nikmat Allah
• Menyebutkan dan memuji nikmat Allah
• Menghadirkan syukur dalam hati
• Menggunakan nikmat tersebut untuk ketaatan
✅ Di antara nikmat besar yang patut disyukuri:
• Allah memilih kita masih hidup hingga Ramadan
• Allah memberi kesempatan menjumpai sepuluh malam terakhir
✅ Pada malam-malam ini hendaknya menjaga seluruh salat sunnah:
• Salat tarawih
• Salat witir
• Salat rawatib
✅ Tidak sepantasnya seorang muslim meremehkan salat-salat ini.
✅ Nabi ﷺ membangunkan keluarganya agar mereka ikut beribadah.
✅ Hal ini menunjukkan bahwa keluarga adalah orang pertama yang harus kita perhatikan dalam ketaatan.
✅ Allah berfirman:
﴿وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا نَحْنُ نَرْزُقُكَ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَى﴾
“Perintahkanlah keluargamu untuk mendirikan salat dan bersabarlah dalam menjaganya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu.
Dan akibat yang baik adalah bagi orang yang bertakwa.” (QS. Taha: 132)
Makna Ayat Ini:
✅ وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ
Perintah pertama dalam pendidikan keluarga adalah salat.
Yang paling prioritas adalah:
• istri
• anak
• kerabat dekat
Perintah ini mencakup:
• salat wajib
• salat sunnah yang ditekankan
✅ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا
Salat membutuhkan kesabaran yang besar, karena:
• panjangnya bacaan imam
• perjuangan untuk khusyuk
• mengalahkan rasa malas dan lelah
Karena itu Allah menggunakan kata اصطبر yang menunjukkan kesabaran yang kuat.
✅ لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا نَحْنُ نَرْزُقُكَ
Salat adalah sebab datangnya rezeki.
✅ Sebagian ulama salaf menyebutkan bahwa mereka jika memiliki hajat, maka mereka memperbanyak salat dan sujud.
✅ Waktu terbaik untuk berdoa adalah ketika sujud.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Keadaan paling dekat seorang hamba dengan Rabbnya adalah ketika ia sedang sujud, maka perbanyaklah doa.”
(HR. Muslim)
✅ Ketika seorang hamba berdoa kepada Allah, maka Allah akan memberikan salah satu dari tiga hal:
• Allah mengabulkan langsung apa yang ia minta
• Allah menyimpannya sebagai pahala di akhirat
• Allah menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik
✅ Betapa banyak orang yang bermunajat kepada Allah dalam kesempitan hidup, lalu Allah membukakan jalan keluar.
✅ Betapa banyak orang yang bersujud kepada Allah dalam kesulitan, lalu Allah memberi rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.
✅ Karena itu, pada malam-malam yang mulia ini:
• perbanyaklah salat
• perbanyaklah sujud
• perbanyaklah doa
✅ Datanglah kepada Allah dengan penuh kerendahan hati.
Farhan Fadilat Syah
Masjid Nabawi
08 Maret 2026 | 20 Ramadan 1447 H
❤21
Menjemput Malam Terbaik
Malam-malam ini adalah malam terbaik dan paling mulia dalam setahun, karena di dalamnya terdapat Lailatul Qadr.
Mari kita siapkan diri dan keluarga untuk menyambutnya dengan sebaik-baiknya.
Cobalah menonaktifkan media sosial sejak Maghrib hingga pagi hari, agar waktu dan hati lebih fokus untuk beribadah.
Maksimalkan malam-malam ini dengan doa, tilawah Al-Qur’an, dan berbagai amal kebaikan.
Semoga Allah mempertemukan kita dengan Lailatul Qadr.
Farhan Fadilat Syah
Masjid Nabawi, 09 Maret 2026 | 20 Ramadan 1447 H
Malam-malam ini adalah malam terbaik dan paling mulia dalam setahun, karena di dalamnya terdapat Lailatul Qadr.
Mari kita siapkan diri dan keluarga untuk menyambutnya dengan sebaik-baiknya.
Cobalah menonaktifkan media sosial sejak Maghrib hingga pagi hari, agar waktu dan hati lebih fokus untuk beribadah.
Maksimalkan malam-malam ini dengan doa, tilawah Al-Qur’an, dan berbagai amal kebaikan.
Semoga Allah mempertemukan kita dengan Lailatul Qadr.
Farhan Fadilat Syah
Masjid Nabawi, 09 Maret 2026 | 20 Ramadan 1447 H
❤12🔥2
Faidah Kajian: *“Hukum-Hukum Seputar Iktikaf”*
🎙️ Syekh Abdussalam Asy-Sywai’ir
⸻
✅ Di antara dalil tentang pencarian Lailatul Qadr adalah hadis Abu Bakrah radhiyallahu ‘anhu:
“Carilah Lailatul Qadr pada sembilan malam yang tersisa, tujuh malam yang tersisa, atau lima malam yang tersisa.” (HR. Al-Bukhari)
✅ Ini menunjukkan bahwa malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir memiliki perhatian khusus.
✅ Hari ini adalah hari pertama dari sepuluh malam terakhir Ramadan, dan pada waktu inilah Rasulullah ﷺ mulai beri‘tikaf.
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha:
“Nabi ﷺ beri‘tikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadan hingga beliau wafat.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
✅ I’tikaf membuat seorang hamba banyak menetap di masjid.
✅ Dengan menetap di masjid, seorang muslim akan:
• Menjaga dirinya dari banyak kelalaian
• Lebih mudah berada di atas ketaatan
• Lebih dekat dengan ibadah
✅ Ada amal yang Allah sembunyikan besar pahalanya.
Contohnya: puasa.
Dalam hadis qudsi:
“Setiap amal anak Adam untuknya, kecuali puasa. Puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya.”
(HR. Al-Bukhari dan Muslim)
✅ I’tikaf juga termasuk ibadah yang besar pahalanya meskipun tidak banyak disebut kadarnya secara rinci.
✅ Orang yang menetap di masjid biasanya akan:
• Menyempurnakan wudhu
• Menunggu waktu salat
• Memperbanyak ibadah
✅ Semua ini menjadi sebab diangkat derajat dan dihapus dosa.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Maukah kalian aku tunjukkan sesuatu yang dengannya Allah menghapus dosa dan mengangkat derajat?
Menyempurnakan wudhu dalam keadaan sulit, banyak berjalan menuju masjid, dan menunggu salat setelah salat.” (HR. Muslim)
✅ Menjaga salat menjadi sebab datangnya berbagai bentuk rezeki:
• Rezeki ilmu
• Rezeki keturunan saleh
• Rezeki dunia yang halal
Allah berfirman:
﴿وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا نَحْنُ نَرْزُقُكَ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَى﴾
“Perintahkan keluargamu untuk salat dan bersabarlah dalam menjaganya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu.” (QS. Taha: 132)
✅ Para ulama menjelaskan definisi i’tikaf:
لُزُومُ الْمَسْجِدِ لِطَاعَةِ اللَّهِ
“Menetap di masjid untuk beribadah kepada Allah.”
✅ Pendapat ulama berbeda tentang minimal i’tikaf.
✅ Mazhab Malikiyah
Minimal i’tikaf adalah satu malam.
✅ Jumhur ulama berpendapat
I’tikaf sah walaupun sebentar, selama ada niat.
✅ Para ulama menyebutkan beberapa tingkatan:
• Aqallul kamal: satu malam
• Akmalul kamal: sepuluh hari terakhir penuh
✅ Masjid yang sah untuk i’tikaf adalah tempat yang:
• Memiliki tempat salat
• Memiliki batas yang jelas
Contoh:
Seluruh area perluasan Masjid Nabawi, termasuk rooftop, terhitung bagian dari masjid.
✅ Adapun fasilitas yang terpisah dari bangunan masjid, seperti toilet, tidak termasuk area masjid.
✅ Mu‘takif tidak keluar dari masjid kecuali karena kebutuhan.
Contoh kebutuhan:
• Buang hajat
• Makan dan minum
• Kebutuhan lain yang mendesak
Hal ini berdasarkan praktik Nabi ﷺ ketika i’tikaf.
✅ I’tikaf terbagi dua:
1. I’tikaf Sunnah
Dilakukan tanpa nazar.
2. I’tikaf Wajib
Menjadi wajib jika dinazarkan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa bernazar untuk taat kepada Allah maka hendaklah ia menunaikannya.” (HR. Al-Bukhari)
✅ Di antara yang membatalkan i’tikaf adalah jima’.
✅ Banyak orang bersungguh-sungguh dalam ibadah, tetapi lisannya merusak pahala amalnya.
Contohnya:
• Ghibah
• Namimah
• Mencela orang lain
✅ Mu’takif tidak boleh melakukan jual beli di dalam masjid.
✅ Mu’takif berusaha menjaga pandangan selama di dalam masjid.
✅ Berhati-hati dengan penggunaan gadget agar tidak menyia-nyiakan waktu ibadah.
Amalan yang Dianjurkan Saat I’tikaf
✅ Memperbanyak nawafil (ibadah sunnah)
✅ Mengurangi hal-hal mubah yang tidak bermanfaat
✅ Membaca Al-Qur’an
✅ Tadabbur ayat
✅ Mendengarkan bacaan Al-Qur’an jika lelah membaca
✅ Memperbanyak salat
✅ Qiyamullail di sepuluh malam terakhir bisa dimulai sejak setelah Maghrib hingga fajar.
Farhan Fadilat Syah
Masjid Nabawi, 09 Maret 2026 | 21 Ramadan 1447 H
🎙️ Syekh Abdussalam Asy-Sywai’ir
⸻
✅ Di antara dalil tentang pencarian Lailatul Qadr adalah hadis Abu Bakrah radhiyallahu ‘anhu:
“Carilah Lailatul Qadr pada sembilan malam yang tersisa, tujuh malam yang tersisa, atau lima malam yang tersisa.” (HR. Al-Bukhari)
✅ Ini menunjukkan bahwa malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir memiliki perhatian khusus.
✅ Hari ini adalah hari pertama dari sepuluh malam terakhir Ramadan, dan pada waktu inilah Rasulullah ﷺ mulai beri‘tikaf.
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha:
“Nabi ﷺ beri‘tikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadan hingga beliau wafat.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
✅ I’tikaf membuat seorang hamba banyak menetap di masjid.
✅ Dengan menetap di masjid, seorang muslim akan:
• Menjaga dirinya dari banyak kelalaian
• Lebih mudah berada di atas ketaatan
• Lebih dekat dengan ibadah
✅ Ada amal yang Allah sembunyikan besar pahalanya.
Contohnya: puasa.
Dalam hadis qudsi:
“Setiap amal anak Adam untuknya, kecuali puasa. Puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya.”
(HR. Al-Bukhari dan Muslim)
✅ I’tikaf juga termasuk ibadah yang besar pahalanya meskipun tidak banyak disebut kadarnya secara rinci.
✅ Orang yang menetap di masjid biasanya akan:
• Menyempurnakan wudhu
• Menunggu waktu salat
• Memperbanyak ibadah
✅ Semua ini menjadi sebab diangkat derajat dan dihapus dosa.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Maukah kalian aku tunjukkan sesuatu yang dengannya Allah menghapus dosa dan mengangkat derajat?
Menyempurnakan wudhu dalam keadaan sulit, banyak berjalan menuju masjid, dan menunggu salat setelah salat.” (HR. Muslim)
✅ Menjaga salat menjadi sebab datangnya berbagai bentuk rezeki:
• Rezeki ilmu
• Rezeki keturunan saleh
• Rezeki dunia yang halal
Allah berfirman:
﴿وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا نَحْنُ نَرْزُقُكَ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَى﴾
“Perintahkan keluargamu untuk salat dan bersabarlah dalam menjaganya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu.” (QS. Taha: 132)
✅ Para ulama menjelaskan definisi i’tikaf:
لُزُومُ الْمَسْجِدِ لِطَاعَةِ اللَّهِ
“Menetap di masjid untuk beribadah kepada Allah.”
✅ Pendapat ulama berbeda tentang minimal i’tikaf.
✅ Mazhab Malikiyah
Minimal i’tikaf adalah satu malam.
✅ Jumhur ulama berpendapat
I’tikaf sah walaupun sebentar, selama ada niat.
✅ Para ulama menyebutkan beberapa tingkatan:
• Aqallul kamal: satu malam
• Akmalul kamal: sepuluh hari terakhir penuh
✅ Masjid yang sah untuk i’tikaf adalah tempat yang:
• Memiliki tempat salat
• Memiliki batas yang jelas
Contoh:
Seluruh area perluasan Masjid Nabawi, termasuk rooftop, terhitung bagian dari masjid.
✅ Adapun fasilitas yang terpisah dari bangunan masjid, seperti toilet, tidak termasuk area masjid.
✅ Mu‘takif tidak keluar dari masjid kecuali karena kebutuhan.
Contoh kebutuhan:
• Buang hajat
• Makan dan minum
• Kebutuhan lain yang mendesak
Hal ini berdasarkan praktik Nabi ﷺ ketika i’tikaf.
✅ I’tikaf terbagi dua:
1. I’tikaf Sunnah
Dilakukan tanpa nazar.
2. I’tikaf Wajib
Menjadi wajib jika dinazarkan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa bernazar untuk taat kepada Allah maka hendaklah ia menunaikannya.” (HR. Al-Bukhari)
✅ Di antara yang membatalkan i’tikaf adalah jima’.
✅ Banyak orang bersungguh-sungguh dalam ibadah, tetapi lisannya merusak pahala amalnya.
Contohnya:
• Ghibah
• Namimah
• Mencela orang lain
✅ Mu’takif tidak boleh melakukan jual beli di dalam masjid.
✅ Mu’takif berusaha menjaga pandangan selama di dalam masjid.
✅ Berhati-hati dengan penggunaan gadget agar tidak menyia-nyiakan waktu ibadah.
Amalan yang Dianjurkan Saat I’tikaf
✅ Memperbanyak nawafil (ibadah sunnah)
✅ Mengurangi hal-hal mubah yang tidak bermanfaat
✅ Membaca Al-Qur’an
✅ Tadabbur ayat
✅ Mendengarkan bacaan Al-Qur’an jika lelah membaca
✅ Memperbanyak salat
✅ Qiyamullail di sepuluh malam terakhir bisa dimulai sejak setelah Maghrib hingga fajar.
Farhan Fadilat Syah
Masjid Nabawi, 09 Maret 2026 | 21 Ramadan 1447 H
❤15🔥3🏆2
Selamat hari raya, teman-teman semua ✨
تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ صَالِحَ الْأَعْمَالِ
Ramadan mungkin telah berlalu, tapi semoga amal-amal yang kita bangun di dalamnya tidak ikut pergi.
Mari kita jaga apa yang sudah mulai kita biasakan yaa.
Pertahankan tilawahnya, jaga salat witirnya, dan jangan lupakan puasa sunnahnya.
Semoga Allah senantiasa menjaga dan memberkahi setiap langkah kita.
تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ صَالِحَ الْأَعْمَالِ
Ramadan mungkin telah berlalu, tapi semoga amal-amal yang kita bangun di dalamnya tidak ikut pergi.
Mari kita jaga apa yang sudah mulai kita biasakan yaa.
Pertahankan tilawahnya, jaga salat witirnya, dan jangan lupakan puasa sunnahnya.
Semoga Allah senantiasa menjaga dan memberkahi setiap langkah kita.
❤11🔥3
Menjaga Diri Setelah Ramadan
Bismillah, hari ini ana ingin menyampaikan nasihat sederhana. Sebagai bentuk kasih sayang dan saling menjaga, agar apa yang telah kita bangun di Ramadan tidak perlahan runtuh setelahnya.
Ada beberapa perkara yang sering dianggap ringan, padahal sejatinya perlu kita jaga.
Pertama, menjaga kehormatan dan pandangan.
Termasuk di dalamnya kebiasaan mengunggah foto wanita ke media sosial. Ini bukan perkara yang sepatutnya dianggap ringan, karena di dalamnya ada batasan syariat yang perlu kita jaga. Allah berfirman:
﴿وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا﴾
“Dan janganlah mereka menampakkan perhiasan (kecantikan) mereka, kecuali yang (biasa) tampak darinya.” (QS. An-Nur: 31)
Para ulama menjelaskan bahwa wanita tidak boleh menampakkan perhiasan dan kecantikannya kepada lelaki ajnabi. Termasuk di dalamnya foto yang diunggah di media sosial lalu tersebar dan dilihat banyak orang, meskipun saat itu bersama mahram.
Kedua, menjaga batasan dalam interaksi.
Bersalaman dengan yang bukan mahram sering dianggap sebagai bentuk sopan santun, padahal ada batas yang harus kita jaga.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sungguh, jika salah seorang di antara kalian ditusuk kepalanya dengan jarum dari besi, itu lebih baik baginya daripada ia menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (HR. Ath-Thabrani, dinilai hasan oleh Syekh Al-Albani)
Kita bisa menolak dengan cara yang lembut, cukup dengan isyarat, senyuman, dan adab yang baik.
Ketiga, menjaga hati dari penyakit yang halus.
Momen silaturahmi terkadang membuka ruang untuk berbangga diri, merasa lebih atau merasa hebat. Padahal Allah mengingatkan:
﴿فَلَا تُزَكُّوا أَنْفُسَكُمْ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقَى﴾
“Maka janganlah kalian menganggap diri kalian suci. Dia (Allah) lebih mengetahui siapa yang bertakwa.”
(QS. An-Najm: 32)
Hati ini mudah tergelincir. Apa yang kita anggap sekadar cerita, bisa berubah menjadi ujub tanpa kita sadari.
Keempat, menjaga salat di tengah kesibukan.
Jangan sampai kunjungan dan perjalanan membuat kita lalai dari kewajiban yang paling utama.
Nasihat ini lahir dari keinginan untuk saling mengingatkan. Ramadan telah melatih kita, dan hari-hari setelahnya adalah bukti apakah kita benar-benar berubah.
Semoga Allah menjaga langkah kita, menetapkan hati kita di atas ketaatan, dan menjadikan kita termasuk hamba yang istiqamah setelah Ramadan.
Semoga bermanfaat. Baarakallahu fiikum.
Farhan Fadilat Syah
Madinah, 21 Maret 2026 / 02 Syawwal 1447 H
Bismillah, hari ini ana ingin menyampaikan nasihat sederhana. Sebagai bentuk kasih sayang dan saling menjaga, agar apa yang telah kita bangun di Ramadan tidak perlahan runtuh setelahnya.
Ada beberapa perkara yang sering dianggap ringan, padahal sejatinya perlu kita jaga.
Pertama, menjaga kehormatan dan pandangan.
Termasuk di dalamnya kebiasaan mengunggah foto wanita ke media sosial. Ini bukan perkara yang sepatutnya dianggap ringan, karena di dalamnya ada batasan syariat yang perlu kita jaga. Allah berfirman:
﴿وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا﴾
“Dan janganlah mereka menampakkan perhiasan (kecantikan) mereka, kecuali yang (biasa) tampak darinya.” (QS. An-Nur: 31)
Para ulama menjelaskan bahwa wanita tidak boleh menampakkan perhiasan dan kecantikannya kepada lelaki ajnabi. Termasuk di dalamnya foto yang diunggah di media sosial lalu tersebar dan dilihat banyak orang, meskipun saat itu bersama mahram.
Kedua, menjaga batasan dalam interaksi.
Bersalaman dengan yang bukan mahram sering dianggap sebagai bentuk sopan santun, padahal ada batas yang harus kita jaga.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sungguh, jika salah seorang di antara kalian ditusuk kepalanya dengan jarum dari besi, itu lebih baik baginya daripada ia menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (HR. Ath-Thabrani, dinilai hasan oleh Syekh Al-Albani)
Kita bisa menolak dengan cara yang lembut, cukup dengan isyarat, senyuman, dan adab yang baik.
Ketiga, menjaga hati dari penyakit yang halus.
Momen silaturahmi terkadang membuka ruang untuk berbangga diri, merasa lebih atau merasa hebat. Padahal Allah mengingatkan:
﴿فَلَا تُزَكُّوا أَنْفُسَكُمْ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقَى﴾
“Maka janganlah kalian menganggap diri kalian suci. Dia (Allah) lebih mengetahui siapa yang bertakwa.”
(QS. An-Najm: 32)
Hati ini mudah tergelincir. Apa yang kita anggap sekadar cerita, bisa berubah menjadi ujub tanpa kita sadari.
Keempat, menjaga salat di tengah kesibukan.
Jangan sampai kunjungan dan perjalanan membuat kita lalai dari kewajiban yang paling utama.
Nasihat ini lahir dari keinginan untuk saling mengingatkan. Ramadan telah melatih kita, dan hari-hari setelahnya adalah bukti apakah kita benar-benar berubah.
Semoga Allah menjaga langkah kita, menetapkan hati kita di atas ketaatan, dan menjadikan kita termasuk hamba yang istiqamah setelah Ramadan.
Semoga bermanfaat. Baarakallahu fiikum.
Farhan Fadilat Syah
Madinah, 21 Maret 2026 / 02 Syawwal 1447 H
❤26❤🔥7
Kisi-Kisi Soal Kuis THR 1447 H.pdf
131.4 KB
Kisi-Kisi Resmi Kuis THR Idulfitri 1447 H
Berikut ini adalah kisi-kisi Kuis THR Idulfitri 1447 H yang insyaAllah akan kita selenggarakan.
1. Kuis ini bertujuan sebagai sarana edukasi dan bahan murojaah.
2. InsyaAllah akan ada hadiah dari para sponsor bagi peserta yang menang di masing-masing kategori.
3. Kategori pemenang dibagi berdasarkan jenjang pendidikan dan rentang usia. Pembagian kategori ini dibuat agar kompetisi lebih adil dan fair.
4. Seluruh soal kuis akan diambil 100% dari kisi-kisi ini. Karena itu, silakan dipelajari dengan baik, dimurojaah, dan dijadikan sebagai referensi belajar.
5. Referensi yang bisa digunakan untuk belajar adalah kitab-kitab para ulama dan website Ahlussunnah yang tepercaya.
🔗 Link Kisi-Kisi Kuis:
https://s.id/kuisthr1447
Link pengerjaan kuis akan dibagikan dalam waktu dekat, InsyaAllah.
Selamat Belajar dan Murojaah!
Berikut ini adalah kisi-kisi Kuis THR Idulfitri 1447 H yang insyaAllah akan kita selenggarakan.
1. Kuis ini bertujuan sebagai sarana edukasi dan bahan murojaah.
2. InsyaAllah akan ada hadiah dari para sponsor bagi peserta yang menang di masing-masing kategori.
3. Kategori pemenang dibagi berdasarkan jenjang pendidikan dan rentang usia. Pembagian kategori ini dibuat agar kompetisi lebih adil dan fair.
4. Seluruh soal kuis akan diambil 100% dari kisi-kisi ini. Karena itu, silakan dipelajari dengan baik, dimurojaah, dan dijadikan sebagai referensi belajar.
5. Referensi yang bisa digunakan untuk belajar adalah kitab-kitab para ulama dan website Ahlussunnah yang tepercaya.
🔗 Link Kisi-Kisi Kuis:
https://s.id/kuisthr1447
Link pengerjaan kuis akan dibagikan dalam waktu dekat, InsyaAllah.
Selamat Belajar dan Murojaah!
❤27
Farhan Fadilat Syah
Photo
🌙 KUIS THR SPESIAL IDULFITRI 1447 H, TOTAL HADIAH UNTUK LEBIH DARI 90++ ORANG!
🚀 Link Pengerjaan Kuis:
https://kuisthr.pages.dev/
Total Hadiah yang Akan Dibagikan!
🎁 Saldo E-Wallet
1. Senilai Rp 1.500.000 (30 Orang)
🎁 Hadiah Uang Tunai:
1. Uang Tunai Total Rp. 2.500.000 (25 Orang)
🎁 Hadiah Produk/Barang:
1. 10 Pasang Kaos Kaki Muslimah Premium by Zafiyya Indonesia (5 Akhwat)
2. 6 Sticker Pack Islami By Katabtoe (3 Akhwat)
🎁 Hadiah Buku Spesial:
1. Buku “Sandiwara Langit” (1 Orang)
2. Buku “102 Kiat Membakar Semangat Belajar Agama” (1 Orang)
3. Buku “Menuntut Ilmu Jalan Menuju Surga” (1 Orang)
4. Buku “Berlatih Makhraj dan Sifat Huruf Al-Qur'an” (2 Orang)
5. Buku “Mengupas Sunnah Membedah Bid'ah” (1 Orang)
🎁Program Belajar/Ecourse:
1. Program Kelas Tahsin Reguler by Faheema Academy (1 Orang)
🎁 Jasa Bimbingan Tazkiyah MUI Untuk Daftar Kuliah by Haromain Project (20 Orang):
Include: Pembuatan CV, surat permohonan, surat izin orang tua, pengiriman berkas ke MUI, modul persiapan wawancara.
🎁 Template Notion Premium By Arihna: All-in-one Catatan Kajian, Muslim Habit Tracker, dan Muslim Journaling (10 Orang))
Deadline Pengerjaan Kuis:
🟢 Mulai: Rabu, 25 Maret 2026
🔴 Akhir: Selasa, 31 Maret 2026 (Jam 23.00 WIB)
Pengumuman Pemenang:
Kamis, 02 April 2026 (Jam 21.00 WIB)
📍 Melalui Instagram & Telegram @fadilatsyah
📢 Yuk ajak teman dan keluarga untuk ikutan kuis ini!
Siapa tahu mereka yang jadi pemenangnya 🎉
Selamat mengerjakan, semoga Allah berikan kemudahan!
🚀 Link Pengerjaan Kuis:
https://kuisthr.pages.dev/
Total Hadiah yang Akan Dibagikan!
🎁 Saldo E-Wallet
1. Senilai Rp 1.500.000 (30 Orang)
🎁 Hadiah Uang Tunai:
1. Uang Tunai Total Rp. 2.500.000 (25 Orang)
🎁 Hadiah Produk/Barang:
1. 10 Pasang Kaos Kaki Muslimah Premium by Zafiyya Indonesia (5 Akhwat)
2. 6 Sticker Pack Islami By Katabtoe (3 Akhwat)
🎁 Hadiah Buku Spesial:
1. Buku “Sandiwara Langit” (1 Orang)
2. Buku “102 Kiat Membakar Semangat Belajar Agama” (1 Orang)
3. Buku “Menuntut Ilmu Jalan Menuju Surga” (1 Orang)
4. Buku “Berlatih Makhraj dan Sifat Huruf Al-Qur'an” (2 Orang)
5. Buku “Mengupas Sunnah Membedah Bid'ah” (1 Orang)
🎁Program Belajar/Ecourse:
1. Program Kelas Tahsin Reguler by Faheema Academy (1 Orang)
🎁 Jasa Bimbingan Tazkiyah MUI Untuk Daftar Kuliah by Haromain Project (20 Orang):
Include: Pembuatan CV, surat permohonan, surat izin orang tua, pengiriman berkas ke MUI, modul persiapan wawancara.
🎁 Template Notion Premium By Arihna: All-in-one Catatan Kajian, Muslim Habit Tracker, dan Muslim Journaling (10 Orang))
Deadline Pengerjaan Kuis:
🟢 Mulai: Rabu, 25 Maret 2026
🔴 Akhir: Selasa, 31 Maret 2026 (Jam 23.00 WIB)
Pengumuman Pemenang:
Kamis, 02 April 2026 (Jam 21.00 WIB)
📍 Melalui Instagram & Telegram @fadilatsyah
📢 Yuk ajak teman dan keluarga untuk ikutan kuis ini!
Siapa tahu mereka yang jadi pemenangnya 🎉
Selamat mengerjakan, semoga Allah berikan kemudahan!
kuisthr.pages.dev
Kuis THR Idul Fitri
Uji wawasan keislaman Anda dan menangkan hadiah THR Idul Fitri. 50 soal pilihan ganda, gratis dan terbuka untuk semua.
❤38
Farhan Fadilat Syah
🌙 KUIS THR SPESIAL IDULFITRI 1447 H, TOTAL HADIAH UNTUK LEBIH DARI 90++ ORANG! 🚀 Link Pengerjaan Kuis: https://kuisthr.pages.dev/ Total Hadiah yang Akan Dibagikan! 🎁 Saldo E-Wallet 1. Senilai Rp 1.500.000 (30 Orang) 🎁 Hadiah Uang Tunai: 1. Uang Tunai Total…
📢 Update Kuis THR Idulfitri 1447 H
Alhamdulillah, berikut update sementara:
• Total peserta terdaftar: lebih dari 4.100+ orang
• Yang sudah mengumpulkan (submit): lebih dari 2.700+ orang
*⏳ Batas akhir pengerjaan:*
Selasa, 31 Maret 2026
Pukul 23.00 WIB
Bagi yang belum menyelesaikan, silakan segera dikerjakan dan dituntaskan sebelum batas waktu.
🔗 Link pengerjaan kuis:
https://kuisthr.pages.dev/
📊 Pengumuman kunci jawaban & nilai:
InsyaAllah akan diumumkan pada Kamis, 02 April 2026.
Selamat mengerjakan, semoga Allah mudahkan! Baarakallahu fiikum.
Alhamdulillah, berikut update sementara:
• Total peserta terdaftar: lebih dari 4.100+ orang
• Yang sudah mengumpulkan (submit): lebih dari 2.700+ orang
*⏳ Batas akhir pengerjaan:*
Selasa, 31 Maret 2026
Pukul 23.00 WIB
Bagi yang belum menyelesaikan, silakan segera dikerjakan dan dituntaskan sebelum batas waktu.
🔗 Link pengerjaan kuis:
https://kuisthr.pages.dev/
📊 Pengumuman kunci jawaban & nilai:
InsyaAllah akan diumumkan pada Kamis, 02 April 2026.
Selamat mengerjakan, semoga Allah mudahkan! Baarakallahu fiikum.
kuisthr.pages.dev
Kuis THR Idul Fitri
Uji wawasan keislaman Anda dan menangkan hadiah THR Idul Fitri. 50 soal pilihan ganda, gratis dan terbuka untuk semua.
❤2
📢 Pengumuman Nilai Peserta Kuis THR Idulfitri 1447 H!
Alhamdulillah, nilai seluruh peserta Kuis THR Idulfitri 1447 H telah diumumkan. Silakan cek melalui link berikut:
https://kuisthr.pages.dev/
(Klik: Lihat Hasil dan Skor)
Peserta dapat melihat:
✅ Total skor
✅ Jumlah jawaban benar
✅ Durasi pengerjaan
✅ Peringkat di tiap kategori
✅ Kunci jawaban beserta pembahasan
Catatan Penting:
1. Gunakan device dan browser yang sama seperti saat mengerjakan kuis untuk melihat hasil.
2. Jika nilai tidak muncul, kemungkinan disebabkan oleh:
* Data tidak berhasil tersubmit atau terkirim (terutama saat maintenance).
* Terjadi double submit (mengirim lebih dari satu kali dengan data/email yang sama).
* Cache atau cookies pada browser telah dihapus.
* Data dihapus karena terindikasi adanya kecurangan, dan sebab lainnya.
Terimakasih sudah mengerjakan kuis ini, terus semangat dalam belajar dan murojaah. Baarakallahu Fiikum!
Farhan Fadilat Syah
Kamis, 02 April 2026 / 14 Syawwal 1447 H
Alhamdulillah, nilai seluruh peserta Kuis THR Idulfitri 1447 H telah diumumkan. Silakan cek melalui link berikut:
https://kuisthr.pages.dev/
(Klik: Lihat Hasil dan Skor)
Peserta dapat melihat:
✅ Total skor
✅ Jumlah jawaban benar
✅ Durasi pengerjaan
✅ Peringkat di tiap kategori
✅ Kunci jawaban beserta pembahasan
Catatan Penting:
1. Gunakan device dan browser yang sama seperti saat mengerjakan kuis untuk melihat hasil.
2. Jika nilai tidak muncul, kemungkinan disebabkan oleh:
* Data tidak berhasil tersubmit atau terkirim (terutama saat maintenance).
* Terjadi double submit (mengirim lebih dari satu kali dengan data/email yang sama).
* Cache atau cookies pada browser telah dihapus.
* Data dihapus karena terindikasi adanya kecurangan, dan sebab lainnya.
Terimakasih sudah mengerjakan kuis ini, terus semangat dalam belajar dan murojaah. Baarakallahu Fiikum!
Farhan Fadilat Syah
Kamis, 02 April 2026 / 14 Syawwal 1447 H
❤10
🎁 Nama-Nama Pemenang Kuis THR Idulfitri 1447 H!
🔗 Lihat nama pemenang, kategori & hadiahnya:
https://www.instagram.com/p/DWoGhgJCAhe/?igsh=MWRwODZxMm4xanI2aQ==
Keterangan:
1. Pemenang ditentukan dari nilai tertinggi pada tiap kategori
2. Jika nilai sama, maka durasi pengerjaan tercepat yang diprioritaskan
3. Setiap peserta hanya dapat memenangkan satu kategori
4. Jumlah pemenang menyesuaikan total hadiah dari sponsor
5. Hadiah tidak dapat diuangkan atau dialihkan
6. Peserta yang terbukti tidak jujur (menyontek, AI, double submit, dll) → kemenangan tidak sah
7. Ketentuan ongkir dikonfirmasi langsung dengan sponsor
8. Keputusan panitia bersifat final
⏳ Batas klaim hadiah:
Jumat, 10 April 2026
Selamat bagi peserta yang menjadi pemenang. Baarakallahu Fiikum!
🔗 Lihat nama pemenang, kategori & hadiahnya:
https://www.instagram.com/p/DWoGhgJCAhe/?igsh=MWRwODZxMm4xanI2aQ==
Keterangan:
1. Pemenang ditentukan dari nilai tertinggi pada tiap kategori
2. Jika nilai sama, maka durasi pengerjaan tercepat yang diprioritaskan
3. Setiap peserta hanya dapat memenangkan satu kategori
4. Jumlah pemenang menyesuaikan total hadiah dari sponsor
5. Hadiah tidak dapat diuangkan atau dialihkan
6. Peserta yang terbukti tidak jujur (menyontek, AI, double submit, dll) → kemenangan tidak sah
7. Ketentuan ongkir dikonfirmasi langsung dengan sponsor
8. Keputusan panitia bersifat final
⏳ Batas klaim hadiah:
Jumat, 10 April 2026
Selamat bagi peserta yang menjadi pemenang. Baarakallahu Fiikum!
❤7😢1
Kabar Gembira!
Bagi yang sudah menyelesaikan (submit) kuis namun terkendala melihat hasil atau skor, seperti:
• Double submit
• Cache/cookies terhapus
• Menggunakan device yang berbeda
Alhamdulillah, sekarang sudah bisa dicek kembali melalui link berikut:
https://kuisthr.pages.dev/recover
Catatan:
✅ Pastikan sudah benar-benar melakukan submit
✅ Gunakan email yang sama seperti saat mendaftar / submit kuis
Silakan juga share hasil dan keseruan kuis ini ke media sosial, dan tag @fadilatsyah ya 🤍
Baarakallahu fiikum!
Bagi yang sudah menyelesaikan (submit) kuis namun terkendala melihat hasil atau skor, seperti:
• Double submit
• Cache/cookies terhapus
• Menggunakan device yang berbeda
Alhamdulillah, sekarang sudah bisa dicek kembali melalui link berikut:
https://kuisthr.pages.dev/recover
Catatan:
✅ Pastikan sudah benar-benar melakukan submit
✅ Gunakan email yang sama seperti saat mendaftar / submit kuis
Silakan juga share hasil dan keseruan kuis ini ke media sosial, dan tag @fadilatsyah ya 🤍
Baarakallahu fiikum!
kuisthr.pages.dev
Pulihkan Hasil Kuis — Kuis THR Idul Fitri
Uji wawasan keislaman Anda dan menangkan hadiah THR Idul Fitri. 50 soal pilihan ganda dan terbuka untuk semua.
👍4❤2👌1🆒1
📢 REKAMAN WEBINAR BEDAH SOAL KUIS SUDAH TERSEDIA!
Alhamdulillah, rekaman Webinar Bedah Soal Kuis THR Idulfitri 1447 H sudah bisa diakses.
1. Kerjakan kuis terlebih dahulu (bagi yang belum sempat mengerjakan).
NB: _Kuis ini bisa langsung dikerjakan tanpa mengisi identitas, dan hasilnya akan keluar langsung setelah selesai._
📝 https://kuisthr.pages.dev/
2. Lihat pembahasan dan bedah soalnya.
Setelah mengerjakan, silakan lanjut menyimak pembahasannya di sini:
🎥 https://youtu.be/1rwHrvVrl_c?si=68-WqSyWGEN45keF
Semoga bermanfaat dan menjadi tambahan ilmu untuk kita semua.
Baarakallahu fiikum.
Alhamdulillah, rekaman Webinar Bedah Soal Kuis THR Idulfitri 1447 H sudah bisa diakses.
1. Kerjakan kuis terlebih dahulu (bagi yang belum sempat mengerjakan).
NB: _Kuis ini bisa langsung dikerjakan tanpa mengisi identitas, dan hasilnya akan keluar langsung setelah selesai._
📝 https://kuisthr.pages.dev/
2. Lihat pembahasan dan bedah soalnya.
Setelah mengerjakan, silakan lanjut menyimak pembahasannya di sini:
🎥 https://youtu.be/1rwHrvVrl_c?si=68-WqSyWGEN45keF
Semoga bermanfaat dan menjadi tambahan ilmu untuk kita semua.
Baarakallahu fiikum.
kuisthr.pages.dev
Kuis THR Idul Fitri
Uji wawasan keislaman Anda dan menangkan hadiah THR Idul Fitri. 50 soal pilihan ganda, gratis dan terbuka untuk semua.
❤4
Doakanlah Orang Tuamu!
Kesuksesan yang kita rasakan hari ini, sering kali tidak lepas dari doa tulus orang tua kita.
Kita bisa memahami agama, belajar dengan baik, serta mendapatkan banyak kemudahan dan kebaikan dalam hidup. Semua itu bisa jadi merupakan jawaban Allah atas doa-doa orang tua kita di waktu yang mustajab.
Doa yang mungkin sederhana di lisan mereka, namun besar dampaknya bagi kehidupan kita: “Ya Allah, jadikanlah anak-anakku anak yang saleh.”
Maka sebagai anak, jangan pernah lelah untuk mendoakan mereka.
Mohonkan ampunan kepada Allah atas segala dosa dan kekhilafan mereka. Panjatkan doa agar Allah memuliakan mereka dengan surga yang tertinggi.
Berusahalah menjadi anak yang berbakti. Karena sejatinya, kita adalah investasi paling berharga bagi mereka.
Mereka tidak menuntut banyak dari kita. Doa yang tulus, perhatian yang lembut, dan hati yang tetap terhubung, sering kali menjadi hal yang sangat berharga bagi mereka.
Semoga Allah senantiasa menjaga orang tua kita semua.
Dan ingatlah satu pesan ini:
Farhan Fadilat Syah
Madinah, 20 April 2026 / 03 Zulkaidah 1447 H
Kesuksesan yang kita rasakan hari ini, sering kali tidak lepas dari doa tulus orang tua kita.
Kita bisa memahami agama, belajar dengan baik, serta mendapatkan banyak kemudahan dan kebaikan dalam hidup. Semua itu bisa jadi merupakan jawaban Allah atas doa-doa orang tua kita di waktu yang mustajab.
Doa yang mungkin sederhana di lisan mereka, namun besar dampaknya bagi kehidupan kita: “Ya Allah, jadikanlah anak-anakku anak yang saleh.”
Maka sebagai anak, jangan pernah lelah untuk mendoakan mereka.
Mohonkan ampunan kepada Allah atas segala dosa dan kekhilafan mereka. Panjatkan doa agar Allah memuliakan mereka dengan surga yang tertinggi.
Berusahalah menjadi anak yang berbakti. Karena sejatinya, kita adalah investasi paling berharga bagi mereka.
Mereka tidak menuntut banyak dari kita. Doa yang tulus, perhatian yang lembut, dan hati yang tetap terhubung, sering kali menjadi hal yang sangat berharga bagi mereka.
Semoga Allah senantiasa menjaga orang tua kita semua.
Dan ingatlah satu pesan ini:
“Tidak ada yang terasa sulit dan berat di dunia ini, ketika rida dan doa orang tua telah kita raih.”
Farhan Fadilat Syah
Madinah, 20 April 2026 / 03 Zulkaidah 1447 H
❤32
Belajar Memahami di Balik Perubahan Sikap
Syekh Prof. Dr. Abdurrazzaq bin Abdil Muhsin Al-Badr bercerita, suatu ketika saat beliau sedang mengajar di kelas, ada seorang murid dari Afrika yang pada hari-hari biasa sangat antusias dan selalu menunjukkan sikap positif ketika mengikuti pelajaran.
Syekh pun menyukai karakter dan semangatnya dalam menuntut ilmu.
Namun, pada suatu hari, murid ini tampak berbeda. Ia tidak menunjukkan sikap seperti biasanya. Syekh merasa ada sesuatu yang janggal.
Setelah pelajaran selesai, Syekh bertanya kepada murid yang lain, “Apa yang terjadi dengan Fulan hari ini? Mengapa ia terlihat berbeda?”
Murid tersebut menjawab, “Apakah engkau tidak mengetahui bahwa ibunya baru saja meninggal dunia?”
Dari kisah ini, Syekh mengambil pelajaran yang sangat berharga.
Boleh jadi perubahan sikap seseorang bukan tanpa sebab, tetapi karena masalah yang sedang ia hadapi.
Maka, kita perlu bijaksana dalam menyikapi perubahan tersebut. Kita berusaha untuk memaklumi dan memahami kondisi yang ada.
Tetaplah mengingat kebaikan-kebaikannya. Jangan sampai satu kesalahan atau perubahan sesaat menghapuskan begitu banyak kebaikan yang pernah ia lakukan.
Perlakukanlah orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan. Ingat, muamalah yang baik tidak akan melahirkan kecuali kebaikan pula.
— Faidah dari Syaikh Prof. Dr. Abdurrazzaq bin Abdil Muhsin Al-Badr (Pembahasan kitab “Bahjatu Qulūbi al-Abrār”)
Syekh Prof. Dr. Abdurrazzaq bin Abdil Muhsin Al-Badr bercerita, suatu ketika saat beliau sedang mengajar di kelas, ada seorang murid dari Afrika yang pada hari-hari biasa sangat antusias dan selalu menunjukkan sikap positif ketika mengikuti pelajaran.
Syekh pun menyukai karakter dan semangatnya dalam menuntut ilmu.
Namun, pada suatu hari, murid ini tampak berbeda. Ia tidak menunjukkan sikap seperti biasanya. Syekh merasa ada sesuatu yang janggal.
Setelah pelajaran selesai, Syekh bertanya kepada murid yang lain, “Apa yang terjadi dengan Fulan hari ini? Mengapa ia terlihat berbeda?”
Murid tersebut menjawab, “Apakah engkau tidak mengetahui bahwa ibunya baru saja meninggal dunia?”
Dari kisah ini, Syekh mengambil pelajaran yang sangat berharga.
Boleh jadi perubahan sikap seseorang bukan tanpa sebab, tetapi karena masalah yang sedang ia hadapi.
Maka, kita perlu bijaksana dalam menyikapi perubahan tersebut. Kita berusaha untuk memaklumi dan memahami kondisi yang ada.
Tetaplah mengingat kebaikan-kebaikannya. Jangan sampai satu kesalahan atau perubahan sesaat menghapuskan begitu banyak kebaikan yang pernah ia lakukan.
Perlakukanlah orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan. Ingat, muamalah yang baik tidak akan melahirkan kecuali kebaikan pula.
— Faidah dari Syaikh Prof. Dr. Abdurrazzaq bin Abdil Muhsin Al-Badr (Pembahasan kitab “Bahjatu Qulūbi al-Abrār”)
❤36✍4🏆3
Iman yang Kita Tanam Hari Ini, Akan Menemani Kita di Alam Kubur
Hari ini, dalam kajian kitab At-Tanbihaat As-Sanniyyah ’alal ’Aqiidah Al-Wasithiyyah, ada sebuah faidah indah yang disampaikan oleh Syekh Prof. Dr. Abdurrazzaq Al-Badr.
Ketika membahas tentang azab kubur, beliau menyampaikan:
Nasihat ini ringkas, tapi maknanya sangat dalam jika kita renungi.
Alam kubur bukan ujian yang datang tiba-tiba. Ia adalah hasil. Cerminan dari apa yang telah kita bangun selama hidup di dunia.
Seberapa teguh kita menjaga salat, seberapa istiqamah kita dalam kebenaran, seberapa konsisten kita berjalan di atas sunnah.
Semua itu bukan sekadar amal yang dicatat, tapi karakter yang terbentuk.
Dan karakter itulah yang akan hadir bersama kita ketika tak ada lagi yang bisa menolong selain bekal amal saleh yang kita bawa sendiri.
Orang yang terbiasa teguh di dunia, akan diberi keteguhan saat pertanyaan Munkar dan Nakir datang.
Sebaliknya, orang yang hidupnya penuh guncangan, mudah tergoyah dari kebenaran, mudah meninggalkan kewajiban, maka guncangan itu pula yang menantinya di alam sana.
Maka pertanyaannya bukan “Apakah kita siap menghadapi kubur?” Tapi “Apakah kita sedang membentuk diri untuk teguh di sana?”
Karena alam kubur hanya memanen apa yang kita tanam hari ini.
Semoga Allah meneguhkan kita di atas kebenaran, di dunia hingga di alam sana. Baarakallahu fiikum.
Farhan Fadilat Syah
Masjid Nabawi, 21 April 2026 | 05 Zulkaidah 1447 H
Hari ini, dalam kajian kitab At-Tanbihaat As-Sanniyyah ’alal ’Aqiidah Al-Wasithiyyah, ada sebuah faidah indah yang disampaikan oleh Syekh Prof. Dr. Abdurrazzaq Al-Badr.
Ketika membahas tentang azab kubur, beliau menyampaikan:
اَلْمَرْءُ عَلَى قَدْرِ ثَبَاتِهِ وَاسْتِقَامَتِهِ فِي الدُّنْيَا، يَكُونُ ثَبَاتُهُ فِي الْقَبْرِ وَمَا بَعْدَهُ
*“Seseorang, sesuai kadar keteguhan dan istiqamahnya di dunia, demikian pula keteguhannya di alam kubur dan setelahnya.”*
Nasihat ini ringkas, tapi maknanya sangat dalam jika kita renungi.
Alam kubur bukan ujian yang datang tiba-tiba. Ia adalah hasil. Cerminan dari apa yang telah kita bangun selama hidup di dunia.
Seberapa teguh kita menjaga salat, seberapa istiqamah kita dalam kebenaran, seberapa konsisten kita berjalan di atas sunnah.
Semua itu bukan sekadar amal yang dicatat, tapi karakter yang terbentuk.
Dan karakter itulah yang akan hadir bersama kita ketika tak ada lagi yang bisa menolong selain bekal amal saleh yang kita bawa sendiri.
Orang yang terbiasa teguh di dunia, akan diberi keteguhan saat pertanyaan Munkar dan Nakir datang.
Sebaliknya, orang yang hidupnya penuh guncangan, mudah tergoyah dari kebenaran, mudah meninggalkan kewajiban, maka guncangan itu pula yang menantinya di alam sana.
Maka pertanyaannya bukan “Apakah kita siap menghadapi kubur?” Tapi “Apakah kita sedang membentuk diri untuk teguh di sana?”
Karena alam kubur hanya memanen apa yang kita tanam hari ini.
Semoga Allah meneguhkan kita di atas kebenaran, di dunia hingga di alam sana. Baarakallahu fiikum.
Farhan Fadilat Syah
Masjid Nabawi, 21 April 2026 | 05 Zulkaidah 1447 H
❤10😭3👍1🔥1
Penuntut Ilmu dalam Menyikapi Persoalan Kontemporer
Sebagai penuntut ilmu, ada beberapa sikap yang perlu kita jaga ketika menghadapi persoalan-persoalan kontemporer.
✅ Tenang dan tidak terburu-buru dalam menghukumi sebuah masalah.
✅ Berani mengatakan, “Aku tidak tahu,” pada perkara yang memang belum jelas bagi kita.
✅ Bertanya kepada orang yang lebih memahami gambaran dan hakikat masalah yang sedang dibahas.
✅ Bertanya kepada ulama Ahlus Sunnah yang memang berkompeten di bidangnya.
✅ Berlapang dada dan menghormati adanya perbedaan, terlebih dalam masalah-masalah kontemporer yang di dalamnya ada ruang ijtihad.
✅ Menjunjung tinggi kelemahlembutan dan hikmah ketika berdakwah serta saat menjelaskan suatu permasalahan.
Seorang penuntut ilmu harus mencerminkan sikap dewasa dalam menyikapi persoalan.
Kedepankan sikap ilmiah dalam berargumen, disertai bahasa yang baik ketika menjelaskan.
Farhan Fadilat Syah
Sebagai penuntut ilmu, ada beberapa sikap yang perlu kita jaga ketika menghadapi persoalan-persoalan kontemporer.
✅ Tenang dan tidak terburu-buru dalam menghukumi sebuah masalah.
✅ Berani mengatakan, “Aku tidak tahu,” pada perkara yang memang belum jelas bagi kita.
✅ Bertanya kepada orang yang lebih memahami gambaran dan hakikat masalah yang sedang dibahas.
✅ Bertanya kepada ulama Ahlus Sunnah yang memang berkompeten di bidangnya.
✅ Berlapang dada dan menghormati adanya perbedaan, terlebih dalam masalah-masalah kontemporer yang di dalamnya ada ruang ijtihad.
✅ Menjunjung tinggi kelemahlembutan dan hikmah ketika berdakwah serta saat menjelaskan suatu permasalahan.
Seorang penuntut ilmu harus mencerminkan sikap dewasa dalam menyikapi persoalan.
Kedepankan sikap ilmiah dalam berargumen, disertai bahasa yang baik ketika menjelaskan.
Farhan Fadilat Syah
❤13❤🔥2
Reels Terbaru: “Mengapa Kita Harus Belajar Ilmu Akidah dengan Benar?”
https://www.instagram.com/reel/DXlPi8ok9rw/?igsh=MWZqcXViZzdiejYzMQ==
https://www.instagram.com/reel/DXlPi8ok9rw/?igsh=MWZqcXViZzdiejYzMQ==
❤2
Cinta yang Diuji, Bakti yang Abadi
Setiap perjalanan selalu membawa kisah dan pelajaran. Setiap obrolan menghadirkan makna dan hikmah.
Manusia diuji dengan kadar yang berbeda-beda, dan dari situlah tampak siapa yang bersabar, siapa yang bertahan, dan siapa yang memilih untuk tetap berbakti di tengah badai.
Hari ini, ana bertemu dengan seseorang yang menyimpan kisah hidup yang begitu dalam.
Namanya Rizky.
Ia telah kehilangan ayahnya sejak usia yang sangat kecil, sekitar usia satu tahun.
Sejak itu, ia tumbuh hanya bersama ibunya. Ia adalah anak tunggal, dan sang ibu memilih untuk tidak menikah lagi, meskipun saat itu usianya masih tergolong muda.
Ia memilih satu hal: fokus membesarkan dan mendidik anak satu-satunya.
Pengorbanan itu tidak sia-sia. Rizky tumbuh menjadi anak yang berprestasi. Ia diterima melalui jalur SNMPTN di jurusan Teknik Sipil, Universitas Sriwijaya (UNSRI). Tidak hanya itu, ia juga diterima di salah satu kampus di Malaysia.
Hubungan mereka bukan sekadar ibu dan anak. Itu adalah ikatan yang dibangun dari kehilangan, perjuangan, dan kebersamaan sejak kecil.
Sang ibu sangat mencintainya, karena hanya dia anak satu-satunya. Dan sang anak pun mencintai ibunya, karena ia telah lama hidup tanpa sosok ayah.
Hingga suatu hari, saat ia sedang menjalani masa kuliahnya di perantauan, kabar yang tak pernah diharapkan datang.
Menurut penjelasan dokter, ibunya mengalami stroke hemoragik, yaitu kondisi ketika pembuluh darah di otak pecah sehingga menyebabkan perdarahan di dalam otak.
Kondisi ini sangat serius karena dapat merusak jaringan otak secara cepat dan mengancam nyawa.
Semua ini terjadi dengan tiba-tiba dan tanpa isu kesehatan yang signifikan sebelumnya.
Ia segera dilarikan ke rumah sakit di Batam dan masuk ruang ICU.
Tanpa berpikir panjang, Rizky langsung pulang, meninggalkan aktivitas kuliahnya.
Namun kondisi ibunya semakin kritis. Rumah sakit di Batam tidak mampu menangani, sehingga harus dirujuk ke Jakarta.
Dalam kondisi genting, Rizky mengambil keputusan besar, ia membooking sembilan kursi pesawat sekaligus, agar ibunya bisa diterbangkan bersama dokter dan perawat dalam pengawasan intensif.
Ibunya terbang dalam kondisi yang sangat mengkhawatirkan.
Setibanya di Jakarta, perjuangan belum usai. Sang ibu harus menjalani beberapa kali operasi otak. Bahkan, lehernya dilubangi sebagai jalur pernapasan.
Di titik ini, Rizky membuat keputusan yang tidak mudah: ia memilih berhenti kuliah. Bukan karena menyerah, tapi karena ingin sepenuhnya hadir untuk ibunya.
Ia menyewa apartemen di Jakarta selama beberapa bulan.
Ia merawat ibunya dengan tangannya sendiri, memandikan, menyuapi, dan membersamai setiap proses pengobatan.
Ia tidak sekadar menjadi anak, tapi menjadi penjaga, perawat, dan saksi dari panjangnya perjuangan seorang ibu melawan sakit.
Hingga pada hari Jumat, setelah sekian lama berjuang, sang ibu menghembuskan napas terakhirnya.
Kesedihan itu tentu tak terlukiskan. Hati seorang anak hancur.
Namun, di balik itu, ia meyakini bahwa kasih sayang Allah jauh lebih luas dibandingkan semua rasa kehilangan.
Setelah itu, ia kembali ke Batam. Ia melanjutkan studinya yang sempat terhenti, hingga akhirnya menyelesaikan S1 di bidang Manajemen di Batam.
Perjalanannya belum berhenti. Ia melanjutkan menuntut ilmu agama hingga ke Yaman.
Dan hari ini, ia telah menetap di Madinah bersama istri dan dua anaknya.
Setiap perjalanan selalu membawa kisah dan pelajaran. Setiap obrolan menghadirkan makna dan hikmah.
Manusia diuji dengan kadar yang berbeda-beda, dan dari situlah tampak siapa yang bersabar, siapa yang bertahan, dan siapa yang memilih untuk tetap berbakti di tengah badai.
Hari ini, ana bertemu dengan seseorang yang menyimpan kisah hidup yang begitu dalam.
Namanya Rizky.
Ia telah kehilangan ayahnya sejak usia yang sangat kecil, sekitar usia satu tahun.
Sejak itu, ia tumbuh hanya bersama ibunya. Ia adalah anak tunggal, dan sang ibu memilih untuk tidak menikah lagi, meskipun saat itu usianya masih tergolong muda.
Ia memilih satu hal: fokus membesarkan dan mendidik anak satu-satunya.
Pengorbanan itu tidak sia-sia. Rizky tumbuh menjadi anak yang berprestasi. Ia diterima melalui jalur SNMPTN di jurusan Teknik Sipil, Universitas Sriwijaya (UNSRI). Tidak hanya itu, ia juga diterima di salah satu kampus di Malaysia.
Hubungan mereka bukan sekadar ibu dan anak. Itu adalah ikatan yang dibangun dari kehilangan, perjuangan, dan kebersamaan sejak kecil.
Sang ibu sangat mencintainya, karena hanya dia anak satu-satunya. Dan sang anak pun mencintai ibunya, karena ia telah lama hidup tanpa sosok ayah.
Hingga suatu hari, saat ia sedang menjalani masa kuliahnya di perantauan, kabar yang tak pernah diharapkan datang.
Menurut penjelasan dokter, ibunya mengalami stroke hemoragik, yaitu kondisi ketika pembuluh darah di otak pecah sehingga menyebabkan perdarahan di dalam otak.
Kondisi ini sangat serius karena dapat merusak jaringan otak secara cepat dan mengancam nyawa.
Semua ini terjadi dengan tiba-tiba dan tanpa isu kesehatan yang signifikan sebelumnya.
Ia segera dilarikan ke rumah sakit di Batam dan masuk ruang ICU.
Tanpa berpikir panjang, Rizky langsung pulang, meninggalkan aktivitas kuliahnya.
Namun kondisi ibunya semakin kritis. Rumah sakit di Batam tidak mampu menangani, sehingga harus dirujuk ke Jakarta.
Dalam kondisi genting, Rizky mengambil keputusan besar, ia membooking sembilan kursi pesawat sekaligus, agar ibunya bisa diterbangkan bersama dokter dan perawat dalam pengawasan intensif.
Ibunya terbang dalam kondisi yang sangat mengkhawatirkan.
Setibanya di Jakarta, perjuangan belum usai. Sang ibu harus menjalani beberapa kali operasi otak. Bahkan, lehernya dilubangi sebagai jalur pernapasan.
Di titik ini, Rizky membuat keputusan yang tidak mudah: ia memilih berhenti kuliah. Bukan karena menyerah, tapi karena ingin sepenuhnya hadir untuk ibunya.
Ia menyewa apartemen di Jakarta selama beberapa bulan.
Ia merawat ibunya dengan tangannya sendiri, memandikan, menyuapi, dan membersamai setiap proses pengobatan.
Ia tidak sekadar menjadi anak, tapi menjadi penjaga, perawat, dan saksi dari panjangnya perjuangan seorang ibu melawan sakit.
Hingga pada hari Jumat, setelah sekian lama berjuang, sang ibu menghembuskan napas terakhirnya.
Kesedihan itu tentu tak terlukiskan. Hati seorang anak hancur.
Namun, di balik itu, ia meyakini bahwa kasih sayang Allah jauh lebih luas dibandingkan semua rasa kehilangan.
Setelah itu, ia kembali ke Batam. Ia melanjutkan studinya yang sempat terhenti, hingga akhirnya menyelesaikan S1 di bidang Manajemen di Batam.
Perjalanannya belum berhenti. Ia melanjutkan menuntut ilmu agama hingga ke Yaman.
Dan hari ini, ia telah menetap di Madinah bersama istri dan dua anaknya.
❤9😭7
Farhan Fadilat Syah
Cinta yang Diuji, Bakti yang Abadi Setiap perjalanan selalu membawa kisah dan pelajaran. Setiap obrolan menghadirkan makna dan hikmah. Manusia diuji dengan kadar yang berbeda-beda, dan dari situlah tampak siapa yang bersabar, siapa yang bertahan, dan siapa…
Pelajaran dari Kisah Ini
Kisah ini mengajarkan bahwa bakti kepada orang tua bukan sekadar kata-kata, tetapi pengorbanan nyata yang sering kali menuntut kita untuk melepaskan sesuatu yang kita cintai.
Ujian hidup bisa datang tiba-tiba, tanpa menunggu kita siap, dan di saat seperti itulah keimanan dan keteguhan hati benar-benar diuji.
Rizky menunjukkan bahwa keputusan yang diambil karena Allah (meskipun terasa berat) tidak akan pernah sia-sia.
Apa yang ia tinggalkan demi merawat ibunya, Allah gantikan dengan perjalanan hidup yang lebih indah, lebih bermakna, dan lebih dekat dengan-Nya.
Dari sini kita belajar bahwa kehilangan tidak selalu berarti akhir, terkadang justru menjadi jalan untuk Allah angkat derajat seorang hamba.
Tidak semua orang diberi kesempatan untuk berbakti dalam bentuk yang besar.
Dan tidak semua orang mampu bertahan ketika ujian datang bertubi-tubi.
Kisah ini bukan hanya tentang kehilangan, tapi tentang cinta yang dibuktikan dengan tindakan, tentang kesabaran yang dijaga, dan tentang keyakinan bahwa setiap takdir Allah selalu membawa hikmah dan kebaikan.
Farhan Fadilat Syah
Changi Airport, Singapura
27 April 2026 | 10 Zulkaidah 1447 H
Kisah ini mengajarkan bahwa bakti kepada orang tua bukan sekadar kata-kata, tetapi pengorbanan nyata yang sering kali menuntut kita untuk melepaskan sesuatu yang kita cintai.
Ujian hidup bisa datang tiba-tiba, tanpa menunggu kita siap, dan di saat seperti itulah keimanan dan keteguhan hati benar-benar diuji.
Rizky menunjukkan bahwa keputusan yang diambil karena Allah (meskipun terasa berat) tidak akan pernah sia-sia.
Apa yang ia tinggalkan demi merawat ibunya, Allah gantikan dengan perjalanan hidup yang lebih indah, lebih bermakna, dan lebih dekat dengan-Nya.
Dari sini kita belajar bahwa kehilangan tidak selalu berarti akhir, terkadang justru menjadi jalan untuk Allah angkat derajat seorang hamba.
Tidak semua orang diberi kesempatan untuk berbakti dalam bentuk yang besar.
Dan tidak semua orang mampu bertahan ketika ujian datang bertubi-tubi.
Kisah ini bukan hanya tentang kehilangan, tapi tentang cinta yang dibuktikan dengan tindakan, tentang kesabaran yang dijaga, dan tentang keyakinan bahwa setiap takdir Allah selalu membawa hikmah dan kebaikan.
Farhan Fadilat Syah
Changi Airport, Singapura
27 April 2026 | 10 Zulkaidah 1447 H
❤10❤🔥2