INFO DUNIA
12 subscribers
112 photos
62 videos
129 links
Artikel Terpercaya Dan Selalu Terupdate Di Setiap Berita Yang Di Butuhkan Bagi Para Pembaca Dan pengulik Informasi

Link Website ==>>> https://infodunia.love/
Download Telegram
Mengapa Drone Iran Menjadi Mimpi Buruk Pertahanan Udara AS?

WASHINGTON D.C. – Di balik pilar-pilar kokoh Capitol Hill, sebuah pengakuan mengejutkan mengguncang rasa aman para pengambil kebijakan Amerika Serikat. Dalam rapat tertutup yang berlangsung pada Selasa (3/3/2026), pejabat senior pemerintahan Presiden Donald Trump mengungkapkan kenyataan pahit: sistem pertahanan udara paling canggih di dunia sekalipun ternyata memiliki “titik buta” yang mematikan terhadap armada drone serang Iran.

Baca selengkapnya disini
Mengapa AS Remehkan Bocoran Intelijen Rusia ke Tangan Iran?

WASHINGTON D.C. – Di tengah berkecamuknya perang di Timur Tengah, sebuah poros kekuatan baru mulai menunjukkan taringnya secara terang-terangan. Laporan intelijen terbaru mengungkap bahwa Rusia telah memasok data satelit dan informasi penargetan real-time kepada Iran untuk membantu Teheran menghantam aset-aset militer Amerika Serikat (AS). Namun, alih-alih panik, Washington justru memberikan respons yang sangat dingin—sebuah sikap yang mencerminkan kepercayaan diri sekaligus pesan psikologis bagi lawan-lawannya.

Baca selengkapnya disini
Timur Tengah di Ambang Bara: Ambisi Iran Mengusir AS Lewat Hujan Rudal

TEHERAN – Stabilitas keamanan di kawasan Timur Tengah kini berada di titik nadir yang paling mengkhawatirkan. Ketegangan diplomatik berubah menjadi serangan fisik masif setelah Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, melontarkan ultimatum keras terhadap kehadiran militer Amerika Serikat (AS) di kawasan tersebut. Pernyataan ini sekaligus menghapus kesan melunak yang sempat muncul setelah Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyampaikan permohonan maaf kepada negara-negara Teluk.

Baca selengkapnya disini
Dilema Selat Hormuz: Strategi “Tahan Diri” Washington di Tengah Ledakan Harga Minyak Dunia

WASHINGTON D.C. – Di tengah eskalasi konflik yang kian membara di Timur Tengah, pemerintah Amerika Serikat mengambil posisi krusial untuk menjaga stabilitas ekonomi global. Menteri Energi AS, Chris Wright, menegaskan bahwa Washington tidak memiliki rencana untuk menargetkan sektor energi Iran, meskipun ketegangan militer terus meningkat antara Teheran dan sekutu utama AS, Israel.

Baca selengkapnya disini
Selat Hormuz: Titik Nadi yang Berhenti Berdenyut

Pemicu utama dari kekacauan ini adalah lumpuhnya lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz. Jalur sempit yang memisahkan Teluk Oman dan Teluk Persia ini merupakan jalur air paling strategis di dunia. Hampir 20 persen dari total pasokan minyak global kini terhenti total selama sembilan hari terakhir akibat eskalasi militer di kawasan tersebut.

Baca selengkapnya disini
Guncangan Selat Hormuz: Strategi “Nol Liter” Iran dan Ancaman Kelangkaan Energi Global

TEHERAN – Dunia kini berada di ambang krisis energi paling mencekam dalam satu dekade terakhir. Garda Revolusi Iran (IRGC) secara resmi mengumumkan kebijakan drastis pada Selasa (10/3/2026) dengan menyatakan akan memblokir total ekspor minyak dari kawasan Timur Tengah menuju negara-negara yang bersekutu dengan Amerika Serikat dan Israel. Pernyataan ini bukan sekadar gertakan diplomatik, melainkan sebuah proklamasi perang ekonomi yang bertujuan melumpuhkan stabilitas energi global selama konflik bersenjata masih berkecamuk.

Baca selengkapnya disini
Selat Hormuz Membara: Kapal Kargo Thailand “Mayuree Naree” Diserang

MUSCAT – Jalur perdagangan maritim paling vital di dunia kembali mencekam. Sebuah kapal kargo berbendera Thailand, Mayuree Naree, dilaporkan menjadi target serangan brutal saat melintasi perairan sempit Selat Hormuz pada Rabu (11/3/2026). Insiden ini memicu alarm tanda bahaya bagi keamanan energi global dan memperuncing ketegangan geopolitik di kawasan Teluk.

Baca selengkapnya disini
FBI Endus Rencana Serangan Drone Iran di California dan Ancaman Kartel Meksiko

LOS ANGELES – Bayang-bayang konflik Timur Tengah kini mulai mendekat ke daratan Amerika Serikat. Biro Investigasi Federal (FBI) secara resmi mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh departemen kepolisian di wilayah California mengenai potensi serangan drone (pesawat tanpa awak) yang diduga direncanakan oleh Iran. Ancaman ini menjadi sinyal merah bagi keamanan domestik AS di tengah eskalasi militer yang kian memanas di kancah internasional.

Baca selengkapnya disini
Meski Digempur Hebat, Intelijen AS Sebut Rezim Iran Tetap Solid

WASHINGTON D.C. – Kampanye militer besar-besaran yang dilancarkan oleh koalisi Amerika Serikat (AS) dan Israel selama hampir dua pekan terakhir ternyata belum mampu meruntuhkan pilar kekuasaan di Teheran. Berdasarkan laporan intelijen terbaru AS yang bocor ke publik, struktur kepemimpinan Iran dinilai masih sangat utuh, terkendali, dan jauh dari risiko keruntuhan dalam waktu dekat.

Baca selengkapnya disini
Zona Hijau Membara: Kedutaan Besar AS di Baghdad Digempur Drone

BAGHDAD – Situasi keamanan di ibu kota Irak, Baghdad, mencapai titik kritis pada Sabtu (14/3/2026) pagi setelah kompleks Kedutaan Besar Amerika Serikat menjadi sasaran serangan pesawat tak berawak (drone). Insiden ini menandai babak baru ketegangan asimetris di wilayah tersebut, yang kian terjepit di antara persaingan pengaruh global antara Washington dan Teheran.

Baca selengkapnya disini
Horor di Langit Timur Tengah: Debut Rudal Sejjil dalam Prahara “True Promise 4”

Eskalasi konflik di Timur Tengah telah mencapai titik didih yang belum pernah terlihat dalam dekade terakhir. Memasuki minggu ketiga konfrontasi terbuka yang melibatkan kekuatan besar, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) memutuskan untuk menarik “kartu as” dari bunker bawah tanah mereka. Pada Minggu (15/3/2026), dunia dikejutkan dengan peluncuran perdana rudal balistik strategis Sejjil dalam rangkaian serangan gelombang ke-54 yang dikenal dengan sandi Operation True Promise 4.

Baca selengkapnya disini
Mengapa Eropa Kompak “Tutup Pintu” bagi Permintaan Kapal Perang Trump di Selat Hormuz?

Dunia internasional tengah menyaksikan sebuah pergeseran geopolitik yang dramatis di awal tahun 2026. Ketegangan yang membara di Timur Tengah sejak akhir Februari lalu kini memicu percikan keretakan di internal aliansi Barat. Di tengah kebuntuan militer dan tertutupnya Selat Hormuz akibat konflik terbuka antara koalisi AS-Israel melawan Iran, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melayangkan permintaan bantuan kepada sekutu Eropa untuk mengerahkan kekuatan angkatan laut mereka.

Baca selengkapnya disini