The camera rolls in a beautiful setting and a visible scene, with the retro camera now being held by the man who is filled with bad black and white stories that turn the colors of the pictures captured by him into black and white— on a beach that is rarely inhabited by people become a place at the same time a place to shed bad memories that they experienced. The sound of beach waves that continue to wet the sand on the land and look at the blue sky with white clouds that show the beautiful weather that day but everything is silent in a black and white picture that does not see the beauty of a color of a picture. There is only a scene with black and white that symbolizes the feeling of the moment, there is no cheerfulness, anger, sadness or anything, just flat and cannot be explained in a rigid image without a color.
The sea waves were so calm in the morning atmosphere, the sun was shining so bright, many pictures were captured silently and without color, the perfection in a work of story is invisible. It looks stiff and unenthusiastic, it is clear that the photographer is in a very complicated phase, somehow in what way can describe a broken mood and no enthusiasm, black and white will only bring someone's lack of enthusiasm. The colors are so old school with these retro cameras, the picture taker just smiles faintly enjoying the natural beauty that is given by him and the pictures he captures depict him being crushed but trying to be saved by the beautiful scenery, but he can only see black and white– no efficiency.
The sea waves were so calm in the morning atmosphere, the sun was shining so bright, many pictures were captured silently and without color, the perfection in a work of story is invisible. It looks stiff and unenthusiastic, it is clear that the photographer is in a very complicated phase, somehow in what way can describe a broken mood and no enthusiasm, black and white will only bring someone's lack of enthusiasm. The colors are so old school with these retro cameras, the picture taker just smiles faintly enjoying the natural beauty that is given by him and the pictures he captures depict him being crushed but trying to be saved by the beautiful scenery, but he can only see black and white– no efficiency.
Kepadamu yang aku kenal sebatas ketikan.
Mungkin tidak ada yang salah, cinta bisa tumbuh dimana pun, kapan pun dan siapa pun, tak terkecuali padamu.
Seseorang yang kukenal dari ketikan, tangan ku tak pernah bisa menggapaimu disana, mataku juga tak bisa melihat mu sedang apa disana, begitu pun jari jemari ku tak bisa menggenggam mu ketika kamu mulai jatuh.
Memeluk melalui ketikan. Kamu tau rasanya? Ingin sekali memeluk tubuhmu namun jarak sekian kilometer terbentang antara kita. Ingin sekali memeluk mu dikala kamu mulai kedinginan, namun lagi lagi yang bisa ku lakukan hanya memeluk mu sebatas ketikan, tidak lebih. Ketika ponselku berdering selalu saja ku harapkan itu dari mu. Nama mu juga tertera dibarisan obrolan paling atas.
Aku suka berbicara dengan mu walaupun lagi lagi sebatas ketikan. Aku nyaman. Gdk salahnya kan nyaman sama orang yang belum pernah ku temui?
Aku tau, cepat atau lambat semuanya pasti berakhir.
Maksudku, perkenalan yang hanya lewat ketikan ini pasti akan berakhir juga. Entah nantinya seperti salah satu diantara kita menemukan seseorang lain di kehidupan kita, atau bisa jadi diantara kita mulai sibuk mengurusi dunia nyata dan tak sempat memegang ponsel lagi. Entahlah, aku belum bisa membayangkan jika nanti kita berpisah sudah tidak lagi saling menatap melalui layar ponsel.
Tetap kenang aku sebagai seseorang yang begitu dalam menyayangi mu.
Walau hanya bisa diutarakan dengan ketikan.
Kepada kamu yang ku kenal sebatas ketikan.
Aku sayang kamu, sekarang, besok, dan entah sampai kapan.
[Salah satu orang dari sekian banyaknya orang yang menyayangi mu]
Mungkin tidak ada yang salah, cinta bisa tumbuh dimana pun, kapan pun dan siapa pun, tak terkecuali padamu.
Seseorang yang kukenal dari ketikan, tangan ku tak pernah bisa menggapaimu disana, mataku juga tak bisa melihat mu sedang apa disana, begitu pun jari jemari ku tak bisa menggenggam mu ketika kamu mulai jatuh.
Memeluk melalui ketikan. Kamu tau rasanya? Ingin sekali memeluk tubuhmu namun jarak sekian kilometer terbentang antara kita. Ingin sekali memeluk mu dikala kamu mulai kedinginan, namun lagi lagi yang bisa ku lakukan hanya memeluk mu sebatas ketikan, tidak lebih. Ketika ponselku berdering selalu saja ku harapkan itu dari mu. Nama mu juga tertera dibarisan obrolan paling atas.
Aku suka berbicara dengan mu walaupun lagi lagi sebatas ketikan. Aku nyaman. Gdk salahnya kan nyaman sama orang yang belum pernah ku temui?
Aku tau, cepat atau lambat semuanya pasti berakhir.
Maksudku, perkenalan yang hanya lewat ketikan ini pasti akan berakhir juga. Entah nantinya seperti salah satu diantara kita menemukan seseorang lain di kehidupan kita, atau bisa jadi diantara kita mulai sibuk mengurusi dunia nyata dan tak sempat memegang ponsel lagi. Entahlah, aku belum bisa membayangkan jika nanti kita berpisah sudah tidak lagi saling menatap melalui layar ponsel.
Tetap kenang aku sebagai seseorang yang begitu dalam menyayangi mu.
Walau hanya bisa diutarakan dengan ketikan.
Kepada kamu yang ku kenal sebatas ketikan.
Aku sayang kamu, sekarang, besok, dan entah sampai kapan.
[Salah satu orang dari sekian banyaknya orang yang menyayangi mu]
Old monkeys via @MasterPollOSBot
📝 Whatever@ 👤 hi? how ru?? 👤 Akun gua ilang sat, ni ch sayang amat 👤 suka kamu suka kamu, dia pacar gua tot 👤 #Csc Can we get to know each other? 👤 #rachel resubs dong kak🙏, @Rachelmenn 👤 Udah makan belum? 👤 #Rakha gws bro! Moga bsa melek 👤 kang php…
Gua yg php apa lu yg terlalu berharap
Old monkeys via @MasterPollOSBot
📝 Whatever@ 👤 hi? how ru?? 👤 Akun gua ilang sat, ni ch sayang amat 👤 suka kamu suka kamu, dia pacar gua tot 👤 #Csc Can we get to know each other? 👤 #rachel resubs dong kak🙏, @Rachelmenn 👤 Udah makan belum? 👤 #Rakha gws bro! Moga bsa melek 👤 kang php…
Gws juga sayang, semoga kedepannya lebih sibuk biar gak ngurusin hidup orang lain
👍1
