── Kamaratih : The Enchantress of Shadows.
48 subscribers
58 photos
22 videos
12 links
﹙. . 🧸﹚made verses be a symphony of refined grace. 𝜗𝜚 dibuat dengan cinta @officialfemale
Download Telegram
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
@soraipuisi 🧜🏻‍♀🧜🏻‍♀🧜🏻‍♀
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
── Kamaratih : The Enchantress of Shadows.
Photo
           — | WHAT'S ACTUALLY UNDER
                  THE SEA?! 🧜🏻‍♀🥽

"Dive in the ocean, Leave and let the sea be you."

hii semuaa, pandita disinii. kali ini aku mau ceritain gimana serunya selama perjalanan dan mengenal laut bersama femalee hihii. okeii kitaa mulai yaa ....

pertamaa, kita mulai bergerak dari POS 1: The Surface Call. di pos ini kita dapet ilmu, yang mungkin baru kita tahuu yaituu soal The Radiant Secrets of Bioluminescence, dimana di kedalaman melebihi 1.000 meter ini dikenal dengan Midnight Zone. sekitar 90%, organisme laut dalam berevolusi untuk memproduksi cahaya mereka sendiri melalui reaksi kimia antara zat luciferin dan enzim luciferase. bukan sekedar hiasa, ini alat bertahan hidup bagi predator maupun mangsa di dunia yang gelap abadi itu. ternyata menurut studi , bioluminesensi berfungsi sebagai bahasa komunikasi di bawah laut.

setelah kita tahu ada insight baru soal itu, kita lanjut ke pos 2: Beneath the Waves. disini dijelasin kalau ada fenomana yang namanya Deep-sea Gigantism, dimana fenomena ini ngejalasin gimana hewan yang biasanya kecil di perairan yang dangkal bisa tumbuh raksasa di laut dalam. tentang kondisi lingkungan yang ekstrem, seperti suhu yang nyaris membeku dan tekanan tinggi ini yang jadinya memaksa makhluk hidup memiliki metabolis gang lambat tapi efisien. contoh hewan nya itu Cumi-cumi raksasa atau Isopoda raksasa. ukuran besar ini merupakan bentuk adaptasi untuk menjaga suhu tubuh dia tetap stabil.


seru kan, nahh di pos 3 kita ga kalah seru sihh. di pos 3: Hidden Lives, soal air terjun di dalam air dsn ternyata ada fenomena nyata nya. disini kita bahas, gimana air terjun bawah laut bisa terbentuk dann ternyataa ituu karena perbedaan massa jenis: air dingin Laut Nordik bertemu dengan air lebih hangat di Laut Irminger. Karena air dingin nya jauh lebih padat dan berat, ia jatuh di bawah air hangat, jadi tercipta lah aliran vertikal setinggi 3.500 meter, fenomena ini berlokasi di Selat Denmark.

the last onee, post 4: Echoes of the Ocean yang ga kalah amat seru nyaaa, kita tau kalau di dunia biologi, ada satu makhluk yang menantang hukum alam tentang kematian, yaitu ubur-ubur Turriptopsis dohrnii. ketika dapet ancaman mereka ini menyerap kembali tentakelnya, dan berubah jadi gumpalan sel, dan kembali jadi bayi di laut. aneh kann? tapi ituu nyataa adanyaa.

lihatt? di setiap pos diperjalanan ini, aku jadi banyak insight baru tentang laut. yang awalnya tidak tau sekarang jadi tauuu. jadi kali ini, super duper seruu bisa banyak explore laut dalam barengg kakaa kakaa semuaa 🧜🏻‍♀🧜🏻‍♀
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Forwarded from FEMALE
ㅤㅤㅤ
I,      ON KARTINI DAY.
        ( 1964 )        21 APRIL

ㅤ𖤝 ㅤOn Kartini Day, we remember a
ㅤㅤㅤwoman who turned her thoughts into
ㅤㅤㅤwords, and her words into a path for
ㅤㅤㅤothers.🎏

What she began was not just a movement,
but a becoming one that continues to live
within every woman today.

ㅤ( 𝒊. ) From her courage to think, to her
ㅤbravery to write, we learn that growth
ㅤis a journey we are all allowed to
ㅤembrace. And through that journey,
ㅤwe continue to become.  ( & ,    )
ㅤSHE BEGAN IT, WE CONTINUE IT
ㅤFROM HER VOICE, WE FOUND OURS
.

ㅤㅤ(─── LXII. @OFFICIALFEMALE.) 🌺
ㅤㅤ  “In honor of Kartini Day 2026.”

ㅤㅤㅤㅤ
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
   Tentang Perempuan dan Ruang yang Layak
                          #FEMINISM
Hari Kartini mengingatkan bahwa perjuangan perempuan tidak pernah benar-benar berhenti.
Bukan hanya tentang mengenang sosok Kartini, tetapi tentang melanjutkan keberanian yang pernah ia suarakan.

Menurutku, feminism bukan tentang perempuan yang ingin lebih tinggi dari laki-laki, melainkan tentang bagaimana perempuan akhirnya memiliki hak untuk berdiri sejajar tanpa harus merasa bersalah menjadi dirinya sendiri.

Padahal, menjadi perempuan seharusnya tidak pernah berarti hidup dalam batas yang dibuat orang lain. Perempuan boleh bermimpi setinggi mungkin, berbicara sekeras yang ia mau, karena suara perempuan layak didengar dan pikiran perempuan layak dihargai.

Dari feminism, aku belajar bahwa menjadi perempuan bukan sesuatu yang harus diperjuangkan untuk diterima, melainkan sesuatu yang pantas dihargai sejak awal.


"Karena feminism bukan tentang menjadi lebih tinggi dari siapa pun, tetapi tentang berdiri tanpa harus direndahkan."
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Forwarded from FEMALE
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
                               
   'Katanya perempuan kini sudah bebas
   memilih. Namun, mengapa setiap pilihan
     masih terasa berat untuk dijalani?


             A  STORY IS ABOUT TO  BEGIN

             AT FEMERA                           🌟:
             Sesuatu yang baru akan segera
             hadir di Ruang Femera.

  (FEMERA.)  Kami  membuka  ruang  untuk
  suara,  sudut   pandang,  dan   percakapan
  yang lebih jujur tentang realita perempuan
  hari ini.

                        EDISI PERDANA:
          PILIHAN YANG TERASA BERAT.
          MENJADI PEREMPUAN HARI INI


݁ II, Sebuah cerita tentang kebebasan
  perempuan yang tidak selalu terasa ringan.
Sebuah awal baru hadir pada:
                 24 APRIL 2026
             DI
@FEMERASPACE

  
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Forwarded from Ceyina, El
                                                                           —  Leaving a little piece of myself here.

Hai, kenalin aku Elite Pandita Neena Lachandra yang sering dipanggil dengan panggilan dita. Aku dari Generasi Agriche Era Heritage dengan menggunakan Liz sebagai muse ku, dan Feminine Archetype ku yang aku punya itu The Maiden.

Selama di Female, banyak hal yang aku lakuin. Di Female aku ngerasa mereka ini ga cuman rumah biasa tapi rumah dimana aku bisa dengan leluasa jadi diriku sendiri, bertumbuh sama sama dan lingkungan yang betul betul supportif bikin aku ngerasa kayak diterima apa adanya.

Menurutku, women empowerment yang dijarin di Female itu bukan sekedar gimana jadi manusia kuat, tapi juga tentang gimana kita bisa menghargai diri kita sendiri, saling mendukung satu sama lain untuk tumbuh bareng barengan dan yang pasti support women for women.


Aku juga siap untuk dampingi calon member selama proses seleksi nanti. Semoga aku bisa bantu mereka merasa lebih nyaman dan ngerasain hal positif yang juga aku dapet selama di Female.
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
              Selalu Bisa, Selalu Kuat, Selalu Lelah: Burnout Perempuan di tengah Tuntutan yang Tak Pernah Selesai.
                    #RUANGDIRI

Setelah aku baca artikel ini, aku rasa pembahasannya cukup untuk aku buka sudut pandang baru tentang gimana tuntutan yang terus menerus bisa punya dampak ke kesehatan mental perempuan.

Menurutku, artikel ini berhasil angkat kenyataan kalau masih banyak dan sering hal ini dialami banyak perempuan. Mereka dituntut untuk bisa nyeimbangin pekerjaan, keluarga, dan berbagai ekspektasi dari lingkungan sekitar. Akibatnya, banyak yang milih untuk memendam rasa lelah karena merasa harus selalu kuat. Kalau kondisi kayak gini terus terjadi tanpa ada waktu untuk istirahat atau banyaknya beban, wajar kalau akhirnya bisa sampai ngalamin burnout.

Tapi menurutku, burnout juga gak selalu disebabkan sama tuntutan tentang peran perempuan aja. Tekanan dari pekerjaan, kondisi ekonomi, atau lingkungan kerja yang kurang sehat juga bisa bikin seseorang ngalamin burnout. Karena yang aku lihat, burnout bisa dilihat dari banyak faktor yang bisa jadi pengaruhnya bukan cuman satu sudut pandang aja. Dan ternyata, burnout pun gak cuman dialami perempuan tapi laki laki pun bisa ngalamin dengan tekanan yang berbeda menurutku.

Terlepas dari itu, aku setuju sama pesan yang disampaikan di artikel ini. Kadang kita terlalu terbiasa lihat seseorang yang kelihatannya kuat, sampai lupa kalau mereka juga bisa capek dan butuh istirahat. Dan menurutku, ngatasin burnout ini bukan cuma tanggung jawab diri sendiri, tapi juga butuh dukungan dari keluarga, pasangan, dan lingkungan supaya beban yang dirasain gak terus terusan jadi menumpuk.


Aku belajar dari bacaan ini kalau "Selalu bisa bukan berarti harus terus dipaksa kuat."
4
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM