Chiko Invest Channel Public
141 subscribers
249 photos
2 files
142 links
Chiko Invest Channel Public

Diskusi : https://t.me/diskusichikoinvest
Entry : https://t.me/chikoinvest/202
Tradingview : chiko_investasi
Download Telegram
IHSG hari ini berpotensi teknikal rebound. Manfaatkan momentum ini untuk :
- Exit strategy : buat yg putusin cash on hand. Ini saatnya exit krn selama IHSG belum bisa break di atas 7600. IHSG masih dalam fase down trend.
- trader : bisa manfaatkan untuk buy on weakness

Saham² yg sudah di share saat ini posisinya banyak yg di support. Silahkan di analisa kembali

https://t.me/chikoinvest/453
Selamat Hari Raya Idul Fitri
Taqabbalallahu minna wa minkum, mohon maaf lahir dan batin 🙏

Di hari yang suci ini, semoga kita semua kembali fitrah, diberikan hati yang bersih, pikiran yang jernih, serta langkah yang lebih bijak dalam menjalani hidup dan investasi.
Copas dari group sebelah,
MENARIK ANALISANYA

Akhir Amerika

Selat Hormuz mungkin menjadi akhir bagi Amerika.

Ray Dalio, seorang peneliti sejarah imperium selama 500 tahun dan pengelola dana miliaran dolar, menerbitkan sebuah artikel hari ini.

Ada satu kalimat di dalamnya yang merangkum segalanya:

“Hilangan kendali atas Selat Hormuz bagi Amerika bisa seperti hilangnya kendali Inggris atas Terusan Suez pada tahun 1956.”

Sebelum memahami kalimat ini, kita harus membahas tahun 1956.

Karena apa yang terjadi saat itu bisa saja terulang hari ini.



1956: Akhir Inggris

Selama 200 tahun, Inggris adalah kekuatan terbesar di dunia. Pound sterling adalah mata uang global, dan angkatan lautnya menguasai lautan.

Titik terpenting kekuatannya: Terusan Suez

Sebagian besar perdagangan dunia melewati kanal ini. Siapa yang menguasainya, menguasai perdagangan global.

Pada tahun 1956, Mesir menasionalisasi kanal tersebut dan berkata:
“Sekarang ini milik kami.”

Inggris mengancam:
“Buka kanal itu, atau kami akan datang.”

Mesir tidak membukanya.

Inggris bersama Prancis dan Israel kemudian melancarkan serangan.

Namun kemudian terjadi sesuatu:

Amerika berkata: “Cukup.”
Uni Soviet berkata: “Cukup.”
PBB berkata: “Cukup.”

Inggris pun terpaksa mundur.

Dan pada hari itu, dunia melihat sesuatu:

Inggris bukan lagi kekuatan besar.

Apa yang terjadi setelahnya?

Nilai pound sterling jatuh. Sekutu menjauh. Negara-negara jajahan mulai merdeka. Modal keluar dari Inggris. Dalam 20 tahun, Inggris menjadi negara biasa.

Sebuah imperium 200 tahun runtuh karena satu kanal.

Sebenarnya bukan hanya kanal, tetapi karena satu persepsi:

“Negara ini tidak lagi kuat.”

Begitu persepsi itu tertanam, uang lari, sekutu mundur, dan sistem runtuh.

Ray Dalio mengatakan: hal yang sama bisa terjadi pada Amerika sekarang.



Mengapa Selat Hormuz begitu penting?

Sekitar 20% pasokan minyak dunia melewati selat ini.

Minyak dari Arab Saudi, UEA, Kuwait, dan Irak semuanya melewati Hormuz.

Apa yang terjadi jika selat ini ditutup?

Harga minyak akan melonjak. Ekonomi global bisa berhenti. Negara-negara Teluk tak bisa mengekspor. Eropa akan mengalami krisis energi. Industri Asia bisa lumpuh.

Bayangkan seperti ini:

Ada satu terowongan di jalan tol. Semua truk melewati terowongan itu—makanan, bahan bakar, bahan baku.

Lalu seseorang berdiri di pintu masuk dan berkata:
“Tak ada yang boleh lewat tanpa izin saya.”

Itulah posisi Iran saat ini.

Dalio mengatakan: jika Amerika tidak mampu “membuka terowongan” ini, maka segalanya akan berubah.



Persamaan sejarah versi Dalio

Dalio mempelajari 500 tahun sejarah dan menemukan pola:

Akhirnya selalu sama.

Sebuah kekuatan besar menguasai keuangan dunia dan jalur perdagangan, lalu muncul kekuatan lebih kecil yang menantangnya di jalur vital.

Kekuatan besar mengancam:
“Buka jalur itu, atau kami akan bertindak.”

Dunia menunggu.

Jika jalur dibuka → kekuatan itu semakin kokoh.
Jika gagal → segalanya berbalik.

Kepercayaan runtuh. Sekutu mundur. Modal keluar. Krisis utang dimulai. Imperium runtuh.

Begitulah Portugal berakhir. Begitulah Belanda berakhir. Begitulah Inggris berakhir.

Dalio berkata:
“Ketika kekuatan besar tenggelam dalam utang dan kehilangan kendali militer serta finansial, maka mereka kehilangan kepercayaan sekutu dan kreditur, kehilangan status mata uang cadangan, dan mata uangnya melemah—terutama terhadap emas.”



Kondisi Amerika saat ini

Utang: 38 triliun dolar.
Pembayaran bunga: lebih dari 1 triliun dolar per tahun.

Amerika kalah di Vietnam. Mundur dari Afghanistan. Menghabiskan 20 tahun di Irak dengan hasil kekacauan.

Dunia mulai melihat Amerika tidak sekuat dulu.

Sekarang berhadapan dengan Iran.

Trump mengatakan:
“Jika mereka menanam ranjau dan tidak segera dihapus, konsekuensinya akan sangat besar.”

Dalio mengatakan:
Banyak pejabat dunia bertanya:
“Trump bisa berbicara, tapi saat krisis—apakah dia benar-benar bisa menang?”



Titik krusial

Dalio menekankan:

Dalam perang, kemampuan menahan rasa sakit lebih penting daripada kemampuan menyakiti.



Strategi Iran
Iran berusaha memperpanjang konflik dan menaikkan eskalasi secara bertahap.

Karena mereka tahu: Amerika lemah dalam perang panjang.

Strateginya sederhana:
buat perang cukup lama dan cukup menyakitkan → Amerika akan mundur.

Seperti di Vietnam dan Afghanistan.

Bagi Iran, ini soal eksistensi, kehormatan, dan balas dendam.

Sementara bagi Amerika: harga BBM dan politik domestik.

Perbedaan ini yang dikhawatirkan Dalio.



Apakah bisa ada kesepakatan?

Dalio menjawab: Tidak.

Apa pun yang terjadi, fase berikutnya akan lebih buruk.

Iran menyatakan:
“Infrastruktur energi dan ekonomi yang terkait Amerika akan dihancurkan.”

Ini bisa menjadi perang besar yang membentuk ulang dunia.



Jika Amerika menang
• Kepercayaan pada dolar meningkat
• Permintaan obligasi naik
• Sekutu semakin dekat
• Dominasi Amerika berlanjut



Jika Amerika kalah
• Dolar melemah
• Obligasi dijual
• Emas melonjak tajam
• Sekutu menjauh
• BRICS menguat
• China naik lebih cepat



Kesimpulan

Ray Dalio menyatakan dengan jelas:

Selat Hormuz adalah ujian terakhir bagi Amerika.

Jika menang → dominasi berlanjut
Jika kalah → skenario Inggris 1956 terulang

Sejarah 500 tahun menunjukkan:

Imperium runtuh saat kehilangan jalur perdagangan vital.

Portugal runtuh. Belanda runtuh. Inggris runtuh.

Apakah kini giliran Amerika?

Jawabannya ada di Hormuz.
Hari ini Cut Loss di ANTM dan ARCI yang sebelumnya sudah di review BOW. Alasan cut loss karena konfirm membentuk double top, amankan modal dulu sebelum turun lebih dalam.

$ANTM -> https://t.me/chikoinvest/463

$ARCI -> https://t.me/chikoinvest/458
$MEDC ikut di cut loss BEP, konfirm membentuk double top dan posisi saat ini kembali ke area buy, aman modal terlebih dahulu.

https://t.me/chikoinvest/466
Berita masih begitu-begitu aja. Damai sebentar lalu serang lagi dan dibalas dgn selat hormus ditutup kembali.

Market masih belum stabil untuk saat ini strategi yg terbaik day trade / cuan bungkus. Swing masih bisa asal atur money management.
Hari ini IHSG mungkin merah lagi. Fokus ke saham² energi ya untuk day trade
List saham day trade hari ini
Update List Day Trade

Yang pada cuan kasih jempol 👍 dipost ini.
👍1
Kondisi perang AS-IRAN saat ini di fase tarik ulur. Perang masih belum selesai.

Negosiasi AS Iran yang gagal ini mungkin akan membuat market IHSG minggu depan volatil. Ada 3 kemungkinan di IHSG untuk minggu depan.
📈 IHSG spike naik lalu turun
📉 IHSG turun pelan tapi konsisten
IHSG sideways di range 7200 - 7400
Update $IHSG
Pagi ini OIL gap up dan EMAS gap down. Kalau begini IHSG bisa gap down. Cocok ini buat cari saham² investing buy di area pullback.

Cari saham² di sektor energi dan emas untuk buy pullback. Lalu saham² perbankan cocok untuk investing jangka panjang
Tips day trade : resiko batasin maks 3%. Take Profit 3-5%

#DoYourOwnResearch