IHSG hari ini berpotensi teknikal rebound. Manfaatkan momentum ini untuk :
- Exit strategy : buat yg putusin cash on hand. Ini saatnya exit krn selama IHSG belum bisa break di atas 7600. IHSG masih dalam fase down trend.
- trader : bisa manfaatkan untuk buy on weakness
Saham² yg sudah di share saat ini posisinya banyak yg di support. Silahkan di analisa kembali
https://t.me/chikoinvest/453
- Exit strategy : buat yg putusin cash on hand. Ini saatnya exit krn selama IHSG belum bisa break di atas 7600. IHSG masih dalam fase down trend.
- trader : bisa manfaatkan untuk buy on weakness
Saham² yg sudah di share saat ini posisinya banyak yg di support. Silahkan di analisa kembali
https://t.me/chikoinvest/453
Telegram
Chiko Invest Channel Public
Update IHSG hari ini di tutup candle hijau. Tapi belum ada konfirmasi lanjut turun atau kembali naik. Perlu adanya konfirmasi moga-moga minggu depan sudah ada candle konfirmasi. Nanti kita update lagi ya.
Copas dari group sebelah,
MENARIK ANALISANYA
Akhir Amerika
Selat Hormuz mungkin menjadi akhir bagi Amerika.
Ray Dalio, seorang peneliti sejarah imperium selama 500 tahun dan pengelola dana miliaran dolar, menerbitkan sebuah artikel hari ini.
Ada satu kalimat di dalamnya yang merangkum segalanya:
“Hilangan kendali atas Selat Hormuz bagi Amerika bisa seperti hilangnya kendali Inggris atas Terusan Suez pada tahun 1956.”
Sebelum memahami kalimat ini, kita harus membahas tahun 1956.
Karena apa yang terjadi saat itu bisa saja terulang hari ini.
⸻
1956: Akhir Inggris
Selama 200 tahun, Inggris adalah kekuatan terbesar di dunia. Pound sterling adalah mata uang global, dan angkatan lautnya menguasai lautan.
Titik terpenting kekuatannya: Terusan Suez
Sebagian besar perdagangan dunia melewati kanal ini. Siapa yang menguasainya, menguasai perdagangan global.
Pada tahun 1956, Mesir menasionalisasi kanal tersebut dan berkata:
“Sekarang ini milik kami.”
Inggris mengancam:
“Buka kanal itu, atau kami akan datang.”
Mesir tidak membukanya.
Inggris bersama Prancis dan Israel kemudian melancarkan serangan.
Namun kemudian terjadi sesuatu:
Amerika berkata: “Cukup.”
Uni Soviet berkata: “Cukup.”
PBB berkata: “Cukup.”
Inggris pun terpaksa mundur.
Dan pada hari itu, dunia melihat sesuatu:
Inggris bukan lagi kekuatan besar.
Apa yang terjadi setelahnya?
Nilai pound sterling jatuh. Sekutu menjauh. Negara-negara jajahan mulai merdeka. Modal keluar dari Inggris. Dalam 20 tahun, Inggris menjadi negara biasa.
Sebuah imperium 200 tahun runtuh karena satu kanal.
Sebenarnya bukan hanya kanal, tetapi karena satu persepsi:
“Negara ini tidak lagi kuat.”
Begitu persepsi itu tertanam, uang lari, sekutu mundur, dan sistem runtuh.
Ray Dalio mengatakan: hal yang sama bisa terjadi pada Amerika sekarang.
⸻
Mengapa Selat Hormuz begitu penting?
Sekitar 20% pasokan minyak dunia melewati selat ini.
Minyak dari Arab Saudi, UEA, Kuwait, dan Irak semuanya melewati Hormuz.
Apa yang terjadi jika selat ini ditutup?
Harga minyak akan melonjak. Ekonomi global bisa berhenti. Negara-negara Teluk tak bisa mengekspor. Eropa akan mengalami krisis energi. Industri Asia bisa lumpuh.
Bayangkan seperti ini:
Ada satu terowongan di jalan tol. Semua truk melewati terowongan itu—makanan, bahan bakar, bahan baku.
Lalu seseorang berdiri di pintu masuk dan berkata:
“Tak ada yang boleh lewat tanpa izin saya.”
Itulah posisi Iran saat ini.
Dalio mengatakan: jika Amerika tidak mampu “membuka terowongan” ini, maka segalanya akan berubah.
⸻
Persamaan sejarah versi Dalio
Dalio mempelajari 500 tahun sejarah dan menemukan pola:
Akhirnya selalu sama.
Sebuah kekuatan besar menguasai keuangan dunia dan jalur perdagangan, lalu muncul kekuatan lebih kecil yang menantangnya di jalur vital.
Kekuatan besar mengancam:
“Buka jalur itu, atau kami akan bertindak.”
Dunia menunggu.
Jika jalur dibuka → kekuatan itu semakin kokoh.
Jika gagal → segalanya berbalik.
Kepercayaan runtuh. Sekutu mundur. Modal keluar. Krisis utang dimulai. Imperium runtuh.
Begitulah Portugal berakhir. Begitulah Belanda berakhir. Begitulah Inggris berakhir.
Dalio berkata:
“Ketika kekuatan besar tenggelam dalam utang dan kehilangan kendali militer serta finansial, maka mereka kehilangan kepercayaan sekutu dan kreditur, kehilangan status mata uang cadangan, dan mata uangnya melemah—terutama terhadap emas.”
⸻
Kondisi Amerika saat ini
Utang: 38 triliun dolar.
Pembayaran bunga: lebih dari 1 triliun dolar per tahun.
Amerika kalah di Vietnam. Mundur dari Afghanistan. Menghabiskan 20 tahun di Irak dengan hasil kekacauan.
Dunia mulai melihat Amerika tidak sekuat dulu.
Sekarang berhadapan dengan Iran.
Trump mengatakan:
“Jika mereka menanam ranjau dan tidak segera dihapus, konsekuensinya akan sangat besar.”
Dalio mengatakan:
Banyak pejabat dunia bertanya:
“Trump bisa berbicara, tapi saat krisis—apakah dia benar-benar bisa menang?”
⸻
Titik krusial
Dalio menekankan:
Dalam perang, kemampuan menahan rasa sakit lebih penting daripada kemampuan menyakiti.
⸻
Strategi Iran
MENARIK ANALISANYA
Akhir Amerika
Selat Hormuz mungkin menjadi akhir bagi Amerika.
Ray Dalio, seorang peneliti sejarah imperium selama 500 tahun dan pengelola dana miliaran dolar, menerbitkan sebuah artikel hari ini.
Ada satu kalimat di dalamnya yang merangkum segalanya:
“Hilangan kendali atas Selat Hormuz bagi Amerika bisa seperti hilangnya kendali Inggris atas Terusan Suez pada tahun 1956.”
Sebelum memahami kalimat ini, kita harus membahas tahun 1956.
Karena apa yang terjadi saat itu bisa saja terulang hari ini.
⸻
1956: Akhir Inggris
Selama 200 tahun, Inggris adalah kekuatan terbesar di dunia. Pound sterling adalah mata uang global, dan angkatan lautnya menguasai lautan.
Titik terpenting kekuatannya: Terusan Suez
Sebagian besar perdagangan dunia melewati kanal ini. Siapa yang menguasainya, menguasai perdagangan global.
Pada tahun 1956, Mesir menasionalisasi kanal tersebut dan berkata:
“Sekarang ini milik kami.”
Inggris mengancam:
“Buka kanal itu, atau kami akan datang.”
Mesir tidak membukanya.
Inggris bersama Prancis dan Israel kemudian melancarkan serangan.
Namun kemudian terjadi sesuatu:
Amerika berkata: “Cukup.”
Uni Soviet berkata: “Cukup.”
PBB berkata: “Cukup.”
Inggris pun terpaksa mundur.
Dan pada hari itu, dunia melihat sesuatu:
Inggris bukan lagi kekuatan besar.
Apa yang terjadi setelahnya?
Nilai pound sterling jatuh. Sekutu menjauh. Negara-negara jajahan mulai merdeka. Modal keluar dari Inggris. Dalam 20 tahun, Inggris menjadi negara biasa.
Sebuah imperium 200 tahun runtuh karena satu kanal.
Sebenarnya bukan hanya kanal, tetapi karena satu persepsi:
“Negara ini tidak lagi kuat.”
Begitu persepsi itu tertanam, uang lari, sekutu mundur, dan sistem runtuh.
Ray Dalio mengatakan: hal yang sama bisa terjadi pada Amerika sekarang.
⸻
Mengapa Selat Hormuz begitu penting?
Sekitar 20% pasokan minyak dunia melewati selat ini.
Minyak dari Arab Saudi, UEA, Kuwait, dan Irak semuanya melewati Hormuz.
Apa yang terjadi jika selat ini ditutup?
Harga minyak akan melonjak. Ekonomi global bisa berhenti. Negara-negara Teluk tak bisa mengekspor. Eropa akan mengalami krisis energi. Industri Asia bisa lumpuh.
Bayangkan seperti ini:
Ada satu terowongan di jalan tol. Semua truk melewati terowongan itu—makanan, bahan bakar, bahan baku.
Lalu seseorang berdiri di pintu masuk dan berkata:
“Tak ada yang boleh lewat tanpa izin saya.”
Itulah posisi Iran saat ini.
Dalio mengatakan: jika Amerika tidak mampu “membuka terowongan” ini, maka segalanya akan berubah.
⸻
Persamaan sejarah versi Dalio
Dalio mempelajari 500 tahun sejarah dan menemukan pola:
Akhirnya selalu sama.
Sebuah kekuatan besar menguasai keuangan dunia dan jalur perdagangan, lalu muncul kekuatan lebih kecil yang menantangnya di jalur vital.
Kekuatan besar mengancam:
“Buka jalur itu, atau kami akan bertindak.”
Dunia menunggu.
Jika jalur dibuka → kekuatan itu semakin kokoh.
Jika gagal → segalanya berbalik.
Kepercayaan runtuh. Sekutu mundur. Modal keluar. Krisis utang dimulai. Imperium runtuh.
Begitulah Portugal berakhir. Begitulah Belanda berakhir. Begitulah Inggris berakhir.
Dalio berkata:
“Ketika kekuatan besar tenggelam dalam utang dan kehilangan kendali militer serta finansial, maka mereka kehilangan kepercayaan sekutu dan kreditur, kehilangan status mata uang cadangan, dan mata uangnya melemah—terutama terhadap emas.”
⸻
Kondisi Amerika saat ini
Utang: 38 triliun dolar.
Pembayaran bunga: lebih dari 1 triliun dolar per tahun.
Amerika kalah di Vietnam. Mundur dari Afghanistan. Menghabiskan 20 tahun di Irak dengan hasil kekacauan.
Dunia mulai melihat Amerika tidak sekuat dulu.
Sekarang berhadapan dengan Iran.
Trump mengatakan:
“Jika mereka menanam ranjau dan tidak segera dihapus, konsekuensinya akan sangat besar.”
Dalio mengatakan:
Banyak pejabat dunia bertanya:
“Trump bisa berbicara, tapi saat krisis—apakah dia benar-benar bisa menang?”
⸻
Titik krusial
Dalio menekankan:
Dalam perang, kemampuan menahan rasa sakit lebih penting daripada kemampuan menyakiti.
⸻
Strategi Iran
Iran berusaha memperpanjang konflik dan menaikkan eskalasi secara bertahap.
Karena mereka tahu: Amerika lemah dalam perang panjang.
Strateginya sederhana:
buat perang cukup lama dan cukup menyakitkan → Amerika akan mundur.
Seperti di Vietnam dan Afghanistan.
Bagi Iran, ini soal eksistensi, kehormatan, dan balas dendam.
Sementara bagi Amerika: harga BBM dan politik domestik.
Perbedaan ini yang dikhawatirkan Dalio.
⸻
Apakah bisa ada kesepakatan?
Dalio menjawab: Tidak.
Apa pun yang terjadi, fase berikutnya akan lebih buruk.
Iran menyatakan:
“Infrastruktur energi dan ekonomi yang terkait Amerika akan dihancurkan.”
Ini bisa menjadi perang besar yang membentuk ulang dunia.
⸻
Jika Amerika menang
• Kepercayaan pada dolar meningkat
• Permintaan obligasi naik
• Sekutu semakin dekat
• Dominasi Amerika berlanjut
⸻
Jika Amerika kalah
• Dolar melemah
• Obligasi dijual
• Emas melonjak tajam
• Sekutu menjauh
• BRICS menguat
• China naik lebih cepat
⸻
Kesimpulan
Ray Dalio menyatakan dengan jelas:
Selat Hormuz adalah ujian terakhir bagi Amerika.
Jika menang → dominasi berlanjut
Jika kalah → skenario Inggris 1956 terulang
Sejarah 500 tahun menunjukkan:
Imperium runtuh saat kehilangan jalur perdagangan vital.
Portugal runtuh. Belanda runtuh. Inggris runtuh.
Apakah kini giliran Amerika?
Jawabannya ada di Hormuz.
Karena mereka tahu: Amerika lemah dalam perang panjang.
Strateginya sederhana:
buat perang cukup lama dan cukup menyakitkan → Amerika akan mundur.
Seperti di Vietnam dan Afghanistan.
Bagi Iran, ini soal eksistensi, kehormatan, dan balas dendam.
Sementara bagi Amerika: harga BBM dan politik domestik.
Perbedaan ini yang dikhawatirkan Dalio.
⸻
Apakah bisa ada kesepakatan?
Dalio menjawab: Tidak.
Apa pun yang terjadi, fase berikutnya akan lebih buruk.
Iran menyatakan:
“Infrastruktur energi dan ekonomi yang terkait Amerika akan dihancurkan.”
Ini bisa menjadi perang besar yang membentuk ulang dunia.
⸻
Jika Amerika menang
• Kepercayaan pada dolar meningkat
• Permintaan obligasi naik
• Sekutu semakin dekat
• Dominasi Amerika berlanjut
⸻
Jika Amerika kalah
• Dolar melemah
• Obligasi dijual
• Emas melonjak tajam
• Sekutu menjauh
• BRICS menguat
• China naik lebih cepat
⸻
Kesimpulan
Ray Dalio menyatakan dengan jelas:
Selat Hormuz adalah ujian terakhir bagi Amerika.
Jika menang → dominasi berlanjut
Jika kalah → skenario Inggris 1956 terulang
Sejarah 500 tahun menunjukkan:
Imperium runtuh saat kehilangan jalur perdagangan vital.
Portugal runtuh. Belanda runtuh. Inggris runtuh.
Apakah kini giliran Amerika?
Jawabannya ada di Hormuz.
Hari ini Cut Loss di ANTM dan ARCI yang sebelumnya sudah di review BOW. Alasan cut loss karena konfirm membentuk double top, amankan modal dulu sebelum turun lebih dalam.
$ANTM -> https://t.me/chikoinvest/463
$ARCI -> https://t.me/chikoinvest/458
$ANTM -> https://t.me/chikoinvest/463
$ARCI -> https://t.me/chikoinvest/458
Telegram
Chiko Invest Channel Public
$ANTM sudah di area buy BOW
https://t.me/chikoinvest/441
https://t.me/chikoinvest/441
$MEDC ikut di cut loss BEP, konfirm membentuk double top dan posisi saat ini kembali ke area buy, aman modal terlebih dahulu.
https://t.me/chikoinvest/466
https://t.me/chikoinvest/466
Telegram
Chiko Invest Channel Public
$MEDC
https://t.me/chikoinvest/441
https://t.me/chikoinvest/441
Gencatan Senjata Gak Ngaruh! Israel Bom 100 Titik Lebanon Dalam Sehari
https://www.cnbcindonesia.com/news/20260408231310-4-725128/gencatan-senjata-gak-ngaruh-israel-bom-100-titik-lebanon-dalam-sehari
https://www.cnbcindonesia.com/news/20260408231310-4-725128/gencatan-senjata-gak-ngaruh-israel-bom-100-titik-lebanon-dalam-sehari
CNBC Indonesia
Gencatan Senjata Gak Ngaruh! Israel Bom 100 Titik Lebanon Dalam Sehari
Serangan Israel menghancurkan Beirut, memicu krisis. Lebih dari 1.500 tewas, gencatan senjata yang diumumkan Iran dibantah Israel.
Gencatan Senjata Terancam Bubar, Iran Ngamuk Israel Serang Lebanon
https://www.cnbcindonesia.com/news/20260409061211-4-725130/gencatan-senjata-terancam-bubar-iran-ngamuk-israel-serang-lebanon
https://www.cnbcindonesia.com/news/20260409061211-4-725130/gencatan-senjata-terancam-bubar-iran-ngamuk-israel-serang-lebanon
CNBC Indonesia
Gencatan Senjata Terancam Bubar, Iran Ngamuk Israel Serang Lebanon
Iran marah pada Israel setelah serangan udara di Lebanon. Negosiator Iran menilai gencatan senjata tidak masuk akal
China-Rusia Kompak Bela Iran, 'Kubur' Ambisi Trump di Selat Hormuz
https://www.cnbcindonesia.com/news/20260408073257-4-724738/china-rusia-kompak-bela-iran-kubur-ambisi-trump-di-selat-hormuz
https://www.cnbcindonesia.com/news/20260408073257-4-724738/china-rusia-kompak-bela-iran-kubur-ambisi-trump-di-selat-hormuz
CNBC Indonesia
China-Rusia Kompak Bela Iran, 'Kubur' Ambisi Trump di Selat Hormuz
China dan Rusia veto resolusi PBB untuk melindungi Iran di Selat Hormuz. Tindakan ini mendapat pujian dari Teheran dan kritik dari AS.
Berita masih begitu-begitu aja. Damai sebentar lalu serang lagi dan dibalas dgn selat hormus ditutup kembali.
Market masih belum stabil untuk saat ini strategi yg terbaik day trade / cuan bungkus. Swing masih bisa asal atur money management.
Market masih belum stabil untuk saat ini strategi yg terbaik day trade / cuan bungkus. Swing masih bisa asal atur money management.
Hari ini IHSG mungkin merah lagi. Fokus ke saham² energi ya untuk day trade
Trump Menyerah, AS Sepakat Cairkan Aset Iran di Qatar Rp 102 Triliun
https://www.cnbcindonesia.com/news/20260411180012-4-725981/trump-menyerah-as-sepakat-cairkan-aset-iran-di-qatar-rp-102-triliun
https://www.cnbcindonesia.com/news/20260411180012-4-725981/trump-menyerah-as-sepakat-cairkan-aset-iran-di-qatar-rp-102-triliun
CNBC Indonesia
Trump Menyerah, AS Sepakat Cairkan Aset Iran di Qatar Rp 102 Triliun
Presiden AS Donald Trump setuju mencairkan aset Iran senilai Rp 102 triliun di Qatar. Simak selengkapnya!
Wapres AS Sebut Perundingan dengan Iran Gagal Capai Kesepakatan!
https://www.cnbcindonesia.com/news/20260412091754-4-726022/wapres-as-sebut-perundingan-dengan-iran-gagal-capai-kesepakatan
https://www.cnbcindonesia.com/news/20260412091754-4-726022/wapres-as-sebut-perundingan-dengan-iran-gagal-capai-kesepakatan
CNBC Indonesia
Wapres AS Sebut Perundingan dengan Iran Gagal Capai Kesepakatan!
Wapres AS JD Vance ungkap perundingan dengan Iran di Pakistan
Kondisi perang AS-IRAN saat ini di fase tarik ulur. Perang masih belum selesai.
Negosiasi AS Iran yang gagal ini mungkin akan membuat market IHSG minggu depan volatil. Ada 3 kemungkinan di IHSG untuk minggu depan.
📈 IHSG spike naik lalu turun
📉 IHSG turun pelan tapi konsisten
IHSG sideways di range 7200 - 7400
Negosiasi AS Iran yang gagal ini mungkin akan membuat market IHSG minggu depan volatil. Ada 3 kemungkinan di IHSG untuk minggu depan.
📈 IHSG spike naik lalu turun
📉 IHSG turun pelan tapi konsisten
IHSG sideways di range 7200 - 7400