#. Dimensiku setelah kedatanganmu adalah salah satu cerita favoritku. Aku masih bisa mengingat dengan jelas memori itu. Bagaimana saat pertama kali kau datang menyapaku dengan tingkahmu yang begitu menyebalkan. Beralasan ingin menjadi teman dan menyibukkanku dengan berbagai macam permintaan.
Sungguh, saat itu aku sangat membenci dirimu.
Bagiku, kamu hanyalah aligator yang sibuk menebar perangkap hanya untuk sekedar mencari mangsa. Namun, entah mengapa, justru pada sosokmu lah pada akhirnya aku terjatuh.
Konyol bukan?
Selanjutnya, hampir setiap hari aku gunakan keahlianku untuk stalking segala hal tentang dirimu. Mencari tahu siapa-siapa saja yang hari ini menyapamu atau sekedar berbalas emoticon di kolom komentar. Memantaumu online adalah hobi baruku yang jika dilegalkan aku pasti sudah memiliki banyak uang sekarang.
Huft..
Dan lucunya, saat aku mencoba untuk tidak peduli, disitulah rindu justru semakin menarikku untuk terus menerus mencintai lagi dan lagi.
Aku tidak terlalu suka memanjakan rasa cemburu. Aku hanya ingin mencintaimu dengan sederhana. Tanpa kata, tak perlu terungkap namun akan selalu ada.
#MSM145
Sungguh, saat itu aku sangat membenci dirimu.
Bagiku, kamu hanyalah aligator yang sibuk menebar perangkap hanya untuk sekedar mencari mangsa. Namun, entah mengapa, justru pada sosokmu lah pada akhirnya aku terjatuh.
Konyol bukan?
Selanjutnya, hampir setiap hari aku gunakan keahlianku untuk stalking segala hal tentang dirimu. Mencari tahu siapa-siapa saja yang hari ini menyapamu atau sekedar berbalas emoticon di kolom komentar. Memantaumu online adalah hobi baruku yang jika dilegalkan aku pasti sudah memiliki banyak uang sekarang.
Huft..
Dan lucunya, saat aku mencoba untuk tidak peduli, disitulah rindu justru semakin menarikku untuk terus menerus mencintai lagi dan lagi.
Aku tidak terlalu suka memanjakan rasa cemburu. Aku hanya ingin mencintaimu dengan sederhana. Tanpa kata, tak perlu terungkap namun akan selalu ada.
#MSM145
#. Aku Si Penakut
Ini aku, aku yang tidak suka menyadari bahwa aku sudah besar, sudah bukan anak kecil yang bisa haha-hihi tanpa beban.
Ini aku, aku yang menolak menyadari bahwa aku sudah harus beranjak dari zona nyamanku, harus bersegera melaju menggapai segala serta-merta impian.
Ini aku, aku yang takut menjadi dewasa, takut akan segala realita kehidupan yang nantinya tak sesuai, takut berjalan seorang diri.
Ini aku, aku yang terlalu banyak kekhawatiran, karena katanya dewasa itu tidaklah menyenangkan, karena katanya dewasa itu dihiasi kesedihan-kesedihan.
#MSM145
Ini aku, aku yang tidak suka menyadari bahwa aku sudah besar, sudah bukan anak kecil yang bisa haha-hihi tanpa beban.
Ini aku, aku yang menolak menyadari bahwa aku sudah harus beranjak dari zona nyamanku, harus bersegera melaju menggapai segala serta-merta impian.
Ini aku, aku yang takut menjadi dewasa, takut akan segala realita kehidupan yang nantinya tak sesuai, takut berjalan seorang diri.
Ini aku, aku yang terlalu banyak kekhawatiran, karena katanya dewasa itu tidaklah menyenangkan, karena katanya dewasa itu dihiasi kesedihan-kesedihan.
#MSM145
#. Perlu diketahui, sebenarnya orang yang sering kamu ledek, “halah, gitu doang kok baperan.” itu juga merasakan muak akan perasaan baper yang bersarang dan menjadi sifatnya.
Terkadang kami mengesampingkan perasaan kami dan berpikir,“Dia cuma bercanda kok” “Jangan baper, dia memang orangnya seperti itu” “Jangan menangis, dia kalau ngomong memang kayak gitu” Dan lain-lain lagi.
Kami mungkin bisa tertawa dengan candaanmu dan terlihat biasa saja bahkan baik-baik saja. Tetapi kamu tidak pernah tahu, betapa gemuruhnya pikiran dan perasaan yang kami rasakan. Betapa air mata tumpah sejadi-jadinya kalau kami berada dalam kamar. Betapa kami terjaga sepanjang malam karena memikirkan kalimat yang kamu ucapkan.
Sedangkan kamu, mungkin sudah lupa akan setiap kata yang keluar dari mulutmu. Mungkin tidak pernah menyadari bahwa kata-katamu mengusik hati.
Iya, tentu saja aku paham bahwa setiap kita memiliki sifat dan watak masing-masing. Maka dari itu, bisakah kita berimbang? Tidak hanya memberatkan sifatmu atau sifatku semata? Bisakah kita saling menjaga satu sama lain? Aku sih berharap kita bisa melakukannya.
#MSM145
Terkadang kami mengesampingkan perasaan kami dan berpikir,“Dia cuma bercanda kok” “Jangan baper, dia memang orangnya seperti itu” “Jangan menangis, dia kalau ngomong memang kayak gitu” Dan lain-lain lagi.
Kami mungkin bisa tertawa dengan candaanmu dan terlihat biasa saja bahkan baik-baik saja. Tetapi kamu tidak pernah tahu, betapa gemuruhnya pikiran dan perasaan yang kami rasakan. Betapa air mata tumpah sejadi-jadinya kalau kami berada dalam kamar. Betapa kami terjaga sepanjang malam karena memikirkan kalimat yang kamu ucapkan.
Sedangkan kamu, mungkin sudah lupa akan setiap kata yang keluar dari mulutmu. Mungkin tidak pernah menyadari bahwa kata-katamu mengusik hati.
Iya, tentu saja aku paham bahwa setiap kita memiliki sifat dan watak masing-masing. Maka dari itu, bisakah kita berimbang? Tidak hanya memberatkan sifatmu atau sifatku semata? Bisakah kita saling menjaga satu sama lain? Aku sih berharap kita bisa melakukannya.
#MSM145