Forwarded from Radical Graffiti
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Anti-Colonial activists in Magandjin set alight liberated flags on Invasion Day 2025
Forwarded from Radical Graffiti
Media is too big
VIEW IN TELEGRAM
"The Colonies Will Fall"
Huge anti-colonial graff piece painted in Naarm on the eve of Invasion Day
Huge anti-colonial graff piece painted in Naarm on the eve of Invasion Day
Forwarded from WEST PAPUA UPDATE
Kamis 18 Desember 2025. Walau pun banyak aktivis lingkungan di Indonesia terutama aktivis dari LSM Wahli dan JATAM menilai bahwa banjir bandang di Sumatra dan Aceh di penghujung bulan November adalah banjir ekologis akibat alih fungsi lahan hutan menjadi kebun sawit secara besar-besaran, tapi Presiden Indonesia, Prabowo Subianto tidak mau belajar dari banjir ekologis tersebut.
Dihadapan kepala-kepala daerah (Bupati, Wali Kota dan Gubernur) di Tanah Papua yang mengemis ke Jakarta agar dinaikannya transfer anggaran Otonomi Khusus Papua dari Jakara ke Papua. Prabowo Subianto menginstruksikan agar di Papua juga harus ditanami kelapa sawit agar menghasilkan Bahan Bakar Minyak (BBM) dari kelapa sawit. Hal ini disampaikan langsung oleh Prabowo dalam arahan bersama kepala-kepala daerah seluruh Papua di Istana Negara, Jakarta pada, Selasa 16 Desember.
βDan juga nanti kita berharap di daerah Papua pun harus ditanam kelapa sawit supaya bias menghasilkan juga BBM dari kelapa sawitβ kata Prabowo. CNN Indonesia (16/12/2025).
Intruksi Prabowo agar di Tanah Papua ditanami sawit padahal di Tanah Papua sudah ada ratusan ribu hektar hutan yang menjadi benteng alam telah dirubah menjadi kebun-kebun kelapa sawit oleh perusahan-perusahan perkebunan kelapa sawit seperti PT. Tandan Sawita dan PT. Raja Wali di Kabupaten Keerom dan PT. Sinar Mas di Kabupaten Jayapura hingga perkebunan kelapa sawit raksasa di Merauke, menguatkan ketakutan pada isu pelanggaran HAM terhadap masyarakat adat Papua yang tidak akan pernah selesai-selesai akibat kebijakan Negara Indonesia di Papua yang sangat kolonialis.
Tapi juga menguatkan ketakutan sekaligus menguatkan kebenaran pada isu telah terjadinya Ekosida besar-besaran Papua yang beberapa tahun belakangan ini tidak saja menjadi konsen NGO-NGO di Papua, tapi juga menjadi kampanye organisasi-organisasi perjuangan pembebasan Papua seperti United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) bahwa, di Papua telah terjadi Etnosida, Genosida dan Ekosida.
Disisi yang lain, kami menilai intruksi Prabowo kepada kepala-kepala daerah Se-Papua di Istana Jakarta (16/12) yang pergi mengemis agar dinaikannya nilai transfer dana otonomi khusus ke Papua mengisyaratkan bahwa, Jakarta sejak Prabowo Subianto menjadi Presiden Indonesia tidak hanya mau memberi uang ke Papua. Tapi ingin agar Program-Program Strategis Nasional Indonesia di Papua seperti alih fungsi lahan dari hutan menjadi perkebunan kelapa sawit, dll harus dilakukan. Serta gunung-gunung di Papua harus dirubah menjadi wilayah pertambangan untuk menguatkan ekonomi Indonesia menuju Indonesia Emas di tahun 2045.
Dan hal itu harus bisa dijalankan oleh kepala-kepala daerah di Tanah Papua dengan membebaskan lahan-lahan yang akan dijadikan lahan perkebunan berskala raksasa dan gunung-gunung yang akan dikeruk tambangnya, apapun konsekuensi pelanggaran HAM dan dampak lingkungannya.
Dihadapan kepala-kepala daerah (Bupati, Wali Kota dan Gubernur) di Tanah Papua yang mengemis ke Jakarta agar dinaikannya transfer anggaran Otonomi Khusus Papua dari Jakara ke Papua. Prabowo Subianto menginstruksikan agar di Papua juga harus ditanami kelapa sawit agar menghasilkan Bahan Bakar Minyak (BBM) dari kelapa sawit. Hal ini disampaikan langsung oleh Prabowo dalam arahan bersama kepala-kepala daerah seluruh Papua di Istana Negara, Jakarta pada, Selasa 16 Desember.
βDan juga nanti kita berharap di daerah Papua pun harus ditanam kelapa sawit supaya bias menghasilkan juga BBM dari kelapa sawitβ kata Prabowo. CNN Indonesia (16/12/2025).
Intruksi Prabowo agar di Tanah Papua ditanami sawit padahal di Tanah Papua sudah ada ratusan ribu hektar hutan yang menjadi benteng alam telah dirubah menjadi kebun-kebun kelapa sawit oleh perusahan-perusahan perkebunan kelapa sawit seperti PT. Tandan Sawita dan PT. Raja Wali di Kabupaten Keerom dan PT. Sinar Mas di Kabupaten Jayapura hingga perkebunan kelapa sawit raksasa di Merauke, menguatkan ketakutan pada isu pelanggaran HAM terhadap masyarakat adat Papua yang tidak akan pernah selesai-selesai akibat kebijakan Negara Indonesia di Papua yang sangat kolonialis.
Tapi juga menguatkan ketakutan sekaligus menguatkan kebenaran pada isu telah terjadinya Ekosida besar-besaran Papua yang beberapa tahun belakangan ini tidak saja menjadi konsen NGO-NGO di Papua, tapi juga menjadi kampanye organisasi-organisasi perjuangan pembebasan Papua seperti United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) bahwa, di Papua telah terjadi Etnosida, Genosida dan Ekosida.
Disisi yang lain, kami menilai intruksi Prabowo kepada kepala-kepala daerah Se-Papua di Istana Jakarta (16/12) yang pergi mengemis agar dinaikannya nilai transfer dana otonomi khusus ke Papua mengisyaratkan bahwa, Jakarta sejak Prabowo Subianto menjadi Presiden Indonesia tidak hanya mau memberi uang ke Papua. Tapi ingin agar Program-Program Strategis Nasional Indonesia di Papua seperti alih fungsi lahan dari hutan menjadi perkebunan kelapa sawit, dll harus dilakukan. Serta gunung-gunung di Papua harus dirubah menjadi wilayah pertambangan untuk menguatkan ekonomi Indonesia menuju Indonesia Emas di tahun 2045.
Dan hal itu harus bisa dijalankan oleh kepala-kepala daerah di Tanah Papua dengan membebaskan lahan-lahan yang akan dijadikan lahan perkebunan berskala raksasa dan gunung-gunung yang akan dikeruk tambangnya, apapun konsekuensi pelanggaran HAM dan dampak lingkungannya.
Forwarded from WEST PAPUA UPDATE
Pernyataan Komandan Operasi TPNPB Yahukimo Tolak Rencana Tambang di Distrik Obio dan Suru-Suru
Yahukimo, nirmeke.com β Komandan Operasi Kopi Tua Heluka, KODAP 16 Yahukimo, menyampaikan pernyataan sikap resmi kepada masyarakat suku Gezing, khususnya di Distrik Obio dan Suru-Suru, terkait kegiatan pertambangan di wilayah tersebut.
Dalam pernyataannya, Komandan Operasi menegaskan larangan pembukaan tambang nikel, emas, dan batu bara oleh pihak-pihak yang disebutnya sebagai aktor pengelola tambang, termasuk Ones Pahabol, Didimus Yahuli, Elai Giban, dan Atias Matuan.
βMulai hari ini, tidak boleh ada yang membuka tambang di Distrik Obio. Semua aktivitas pertambangan harus dihentikan,β tegasnya.
https://nirmeke.com/2025/12/17/pernyataan-komandan-operasi-tpnpb-yahukimo-tolak-rencana-tambang-di-distrik-obio-dan-suru-suru/
Yahukimo, nirmeke.com β Komandan Operasi Kopi Tua Heluka, KODAP 16 Yahukimo, menyampaikan pernyataan sikap resmi kepada masyarakat suku Gezing, khususnya di Distrik Obio dan Suru-Suru, terkait kegiatan pertambangan di wilayah tersebut.
Dalam pernyataannya, Komandan Operasi menegaskan larangan pembukaan tambang nikel, emas, dan batu bara oleh pihak-pihak yang disebutnya sebagai aktor pengelola tambang, termasuk Ones Pahabol, Didimus Yahuli, Elai Giban, dan Atias Matuan.
βMulai hari ini, tidak boleh ada yang membuka tambang di Distrik Obio. Semua aktivitas pertambangan harus dihentikan,β tegasnya.
https://nirmeke.com/2025/12/17/pernyataan-komandan-operasi-tpnpb-yahukimo-tolak-rencana-tambang-di-distrik-obio-dan-suru-suru/
Adil Untuk Perubahan
Pernyataan Komandan Operasi TPNPB Yahukimo Tolak Rencana Tambang di Distrik Obio dan Suru-Suru - Adil Untuk Perubahan
Komandan Operasi Kopi Tua Heluka, KODAP 16 Yahukimo, menyampaikan pernyataan sikap resmi kepada masyarakat suku Gezing, khususnya di Distrik Obio dan Suru-Suru, terkait kegiatan pertambangan di wilayah tersebut.
Forwarded from CrimethInc. Ex-Workers Collective
At the Turning of the Tide: How to Fight Our Way out of the Trump Era
https://crimethinc.com/TurningTide
A year into the second Trump era, authoritarians are in control of the federal government, but they have yet to gain control of society at large. They have done tremendous harm, but their assault has hit a plateau, if not yet an impasse. They have to project strength at all times precisely because they are not invincible. It is finally possible to imagine how we might not only defeat them but take advantage of the situation to make more profound changes than were thinkable before.
In this analysis, we revisit the structural forces behind Trumpβs return to power, review the events of 2025, and propose a strategy for how to fight our way out of the Trump era together.
https://crimethinc.com/TurningTide
A year into the second Trump era, authoritarians are in control of the federal government, but they have yet to gain control of society at large. They have done tremendous harm, but their assault has hit a plateau, if not yet an impasse. They have to project strength at all times precisely because they are not invincible. It is finally possible to imagine how we might not only defeat them but take advantage of the situation to make more profound changes than were thinkable before.
In this analysis, we revisit the structural forces behind Trumpβs return to power, review the events of 2025, and propose a strategy for how to fight our way out of the Trump era together.
Forwarded from AFA Alerts Naarm (Uncensored)
Solidarity to everyone that attended invasion day and focussed on de-escalation.
Today is a day of mourning, not antifa bravado.
That being said, two overly confident newbies to creatine and weights attempted to storm through the rally, assaulted multiple blackfullas and migrants unprovoked and tried to take some Aboriginal flags whilst yelling antisemitic and racist nonsense.
These two rodents sharing one brain cell, lost said shared brain cell when community self defence ensued.
After a bit of night night time on the intersection opposite flinders station, reports suggest their faces looked completely altered and one was missing a shoe.
We care about lost and found here, if this is your shoe please contact us with your full name, contact information and a picture of the other shoe so we can complete the pair.
Thank you for your attention on this matter.
P.S the lost boys of the NSN lost more boys π’
Today is a day of mourning, not antifa bravado.
That being said, two overly confident newbies to creatine and weights attempted to storm through the rally, assaulted multiple blackfullas and migrants unprovoked and tried to take some Aboriginal flags whilst yelling antisemitic and racist nonsense.
These two rodents sharing one brain cell, lost said shared brain cell when community self defence ensued.
After a bit of night night time on the intersection opposite flinders station, reports suggest their faces looked completely altered and one was missing a shoe.
We care about lost and found here, if this is your shoe please contact us with your full name, contact information and a picture of the other shoe so we can complete the pair.
Thank you for your attention on this matter.
P.S the lost boys of the NSN lost more boys π’
Forwarded from Radical Graffiti
"The Colony Will Fall!"
Seen in Magandjin / so-called Brisbane, Australia
Seen in Magandjin / so-called Brisbane, Australia
Forwarded from AFA Alerts Naarm (Uncensored)
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
βRedback Network β’ Naarm
NSN is dead, Fascism is not.
The hunt is on.
Expect us.
RBN 161β
NSN is dead, Fascism is not.
The hunt is on.
Expect us.
RBN 161β
Forwarded from Radical Graffiti
Graffiti seen in Melbourne denouncing the Israeli President Issac Herzog who is on an official State visit to Australia
Forwarded from Radical Graffiti
Radical Queer posters seen along Smith St in Fitzroy, Victoria during the Midsumma Pride festival.
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Jan 26
"Autonomous actionists have vandalised the Eltham war memorial: the memorial was graffitied, covered with red paint, and its plaque smashed to pieces.
To the so-called 'australian' settlers whose monuments stand as bloody reminders of the violent foundations upon which this colony was built and as symbols of ongoing imperial bloodshed: may you be struck with the violent weight of your shame.
This colony is built on the graves of Aboriginal martyrs. Lest we forget the frontier wars.
Glory to resistance by all means necessary. Glory to ongoing militancy in defence of Country. Tear down the colony. Death to 'australia'. The colony will fall."
"Autonomous actionists have vandalised the Eltham war memorial: the memorial was graffitied, covered with red paint, and its plaque smashed to pieces.
To the so-called 'australian' settlers whose monuments stand as bloody reminders of the violent foundations upon which this colony was built and as symbols of ongoing imperial bloodshed: may you be struck with the violent weight of your shame.
This colony is built on the graves of Aboriginal martyrs. Lest we forget the frontier wars.
Glory to resistance by all means necessary. Glory to ongoing militancy in defence of Country. Tear down the colony. Death to 'australia'. The colony will fall."
Forwarded from Redback Network
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
In the dark we weave our web. The sun is shining as we hunt our prey. Expect us.
Redback Networkπ·οΈ
RBN161
Redback Networkπ·οΈ
RBN161