Al Kahfi 's Chat
42 subscribers
2 links
Catatan biar gak hilang, Alhamdulillah kalau lebih bermanfaat
Sumber ©quranreview17
Download Telegram
💬 Al Kahfi's Chat Eps 37 💬

Ada insight menarik di ayat ke-20 surah al kahfi kali ini;

إِنَّهُمْ إِنْ يَظْهَرُوا عَلَيْكُمْ يَرْجُمُوكُمْ أَوْ يُعِيدُوكُمْ فِي مِلَّتِهِمْ وَلَنْ تُفْلِحُوا إِذًا أَبَدًا
"Sesungguhnya jika mereka dapat mengetahui tempatmu, niscaya mereka akan melempar kamu dengan batu, atau memaksamu kembali kepada agama mereka, dan jika demikian niscaya kamu tidak akan beruntung selama lamanya"

Kita sudah belajar bareng di episode kemarin-kemarin alkahfichat bahwa pemuda Ashabul Kahfi, adalah orang-orang yang terpilih, orang-orang yang keimanannya terjaga. Mereka memilih untuk menjadi asing dari masyarakat sekitar pada umumnya, di sekitar mereka yang pada berbuat syirik.

Mereka ngambil tindakan untuk sembunyi di dalam Gua, sebab ada konsekuensinya, jika mereka sampek ketahuan kalau mereka beriman kepada Allah, maka para pengikut Daqyanus yg kejam, akan merajam mereka atau memaksa mereka untuk ikut kepada kesyirikan.

FYI: Daqyanus tuh nama raja yang kejam & syirik pada masa Ashabul Kahfi. Coba deh kak cek di tafsir Ibnu Katsir atau tafsir Ath Thabari, asik banget dijelasin ceritanya. 😍

Okay lanjut.... 🙂
Dan kita tahu bahwa cerita selanjutnya adalah para pemuda ashabul kahfi tetap teguh pada keimanannya.

Nah, insight menarik di ayat ini adalah...
Notice ndak kak? 🤔 Tentang konsekuensi saat seseorang itu beriman kepada Allah: resikonya pada cerita Ashabul Kahfi, kalau ketahuan mereka bakalan di rajam, dan dipaksa tuk kembali kafir.

Pada kisah Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam juga, kita dapati gimana perlawanan, ancaman, tindakan kejam orang-orang kafir kepada Rasulullah, dilempari batu, diludahi, dilempari kotoran ternak, diperangi.

Kemudian dipaksa dengan berbagai macam tawaran agar kembali pada kesyirikan.

Kak, this is the reality Gak cuman di jaman ashabul kahfi, di jaman nabi, dari dulu hingga sekarang, selalu ada konsekuensi saat kita beriman kepada Allah.

Entah itu berupa ancaman keras atau tawaran halus; setan selalu berupaya agar manusia jatuh pada kesyirikan.

Maka, jika kita mengambil hikmah dari kisah Ashabul Kahfi; terhadap godaan keimanan yang ada di dunia ini, temukan "gua keimananmu" sendiri, berlindunglah disana, dari godaan keimanan dunia ini.

Maksudnya?

Temukan tempat berlindung yang baik, temukan lingkungan yang baik, circle yang selalu menjaga keimanan kita. Ini penting banget, jangan sampai kita tuh jadi sombong dengan keimanan kita, dengan mengatakan, "aku mah circle apa aja bebas, gak pilih-pilih temen, semuanya bisa jadi temen aku" 😱 waw, bahaya banget tentunya.

Gak ada yang bisa menjamin keimanan kita. Pilih temen, apalagi pilih pasangan. Selektif, bisa nggak dengannya, diri jadi semakin dekat dengan Allah? 🙂

Semoga bisa menjadi reminder bareng, semoga Allah ngejaga iman kita selalu, ngejaga hati, lindungin kita. Barakallah fik 🙂 Semoga Allah melimpahkan keberkahan buat kaka dan keluarga. Selalu 😊 Aamiin
💬 Al Kahfi's Chat Eps 38 💬

ragu diantara dua pilihan?

🌸🌸🌸🌸🌸🌸

Pernah ndk kak ngerasa ragu diantara dua pilihan?
Kayak sama-sama seimbang gitu diantara kedua pilihannya, keduanya nilainya sama, dan kita tuh kayak ngerasa susah buat condong ke salah satu sisi nya, nguatin satu sisi tuh, kayak jadi berat banget dengan sisi lainya.

Nah, keraguan semacam itu dalam bahasa arab disebut dengan syakkun

Ada lagi nih, dalam bahasa arab yang kalau di translate ke indonesia, artinya juga keraguan.

Yapp, yaitu roibun.
Familiar banget tentunya dengan kata ini,
kayak di awal surah al baqarah;

ذٰلِكَ الْكِتٰبُ لَا *رَ يْبَ ۛ* فِيْهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِيْنَ
"Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada *keraguan* padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,"
(QS. Al-Baqarah Ayat 2)

Syakkun & Roibun sama-sama keraguan nih artinya.
Tapi beda loh kak.

Bedanya?
Kalau kita cek di kitab al Furuq al Lughawiyah

Wa amma r-raibu fa huwa syakkun ma`a t-tuhmah”
keraguan (syak) yang disertai dengan tuduhan.

Oke kita cek dulu ayatnya di episode Chat Al Kahfi kali ini


وَكَذٰلِكَ اَعْثَرْنَا عَلَيْهِمْ لِيَـعْلَمُوْۤا اَنَّ وَعْدَ اللّٰهِ حَقٌّ وَّاَنَّ السَّا عَةَ لَا *رَ يْبَ* فِيْهَا ۚ اِذْ يَتَـنَا زَعُوْنَ بَيْنَهُمْ اَمْرَهُمْ فَقَا لُوْا ابْنُوْا عَلَيْهِمْ بُنْيَا نًـا ۗ رَبُّهُمْ اَعْلَمُ بِهِمْ ۗ قَا لَ الَّذِيْنَ غَلَبُوْا عَلٰۤى اَمْرِهِمْ لَـنَـتَّخِذَنَّ عَلَيْهِمْ مَّسْجِدًا

”Dan demikian (pula) Kami perlihatkan (manusia) dengan mereka, agar mereka tahu, bahwa janji Allah benar, dan bahwa (kedatangan) hari Kiamat tidak ada *keraguan* padanya. Ketika mereka berselisih tentang urusan mereka maka mereka berkata, Dirikanlah sebuah bangunan di atas (gua) mereka, Tuhan mereka lebih mengetahui tentang mereka. Orang yang berkuasa atas urusan mereka berkata, Kami pasti akan mendirikan sebuah rumah ibadah di atasnya.”
(QS. Al-Kahf Ayat 21)

Nah, notice ndak ada kata roiba di ayat ini. So, ada keraguan yang disertai dengan tuduhan.

Kalau kita cek di Tafsir Imam Ath Thabari, pada tahun ashabul kahfi dibangunkan dari tidurnya, ada sekelompok kaum, namanya adalah kaun Tidzusis yang mereka itu meragukan, berselisih, nuduh bahwa ajaran islam itu salah, gak mungkin ada hari kiamat ada kebangkitan setelah kematian.

Lalu ma syaa Allah, keraguan mereka dijawab oleh Allah, dengan membangkitkan, membangunkan tidurnya ashabul kahfi yang tidur selama 309 tahun.

Kayak, “tuh…yang tidur selama 309 tahun aja, bisa Allah bangkitkan, Allah bangunkan dari tidurnya, terus apa susahnya bagi Allah, buat membangkitkan kalian setelah mati”

Storynya keren banget, di tafsir Imam Asy Syaukani, diceritain tuh kak.

Saat salah satu dari Ashabul kahfi pergi ke pasar, dengan membawa uang dirham kuno, uang dirham yang berlaku 309 tahun yang lalu di masa raja Diqyanus, para penjual di pasar pada bingung dong.

Bahkan ada yang menuduh si pemuda ini telah menemukan harta karun kuno, peninggalan 309 tahun yang lalu. Dan finally, pemuda ini dibawa ke kerajaan.

darimana engkau mendapatkan uang driham ini?” kata Raja.

Dijawablah, ”aku mendapatkan kemarin ketika menjual kurma

Kemudian diceritain deh semuanya kisahnya ke raja. Kemudian sang raja dan pembantunya pergi ke gua tersebut, untuk melihat yang lain.

وَّاَنَّ السَّا عَةَ لَا *رَ يْبَ* فِيْهَ

Dan itu menjadi jawaban dari tuduhan keraguan mereka bahwa ada hari kebangkitan setelah kematian.

Keren banget deh kak story Ashabul Kahfi kalau kita baca di kitab-kitab tafsir.

Nah, Alhamdulillah, hari ini kita belajar banget kak, dari ashabul kahfi, ngingetin lagi bahwa hari kebangkitan adalah sebuah kepastian.

Hari akhir itu pasti terjadi, setelah mati, pasti ada kehidupan setelahnya. Kematian kita di dunia ini, itu bukan akhir dari kehidupan kita.

Maka, ini tuh nenangin hati banget deh kak.

Kalau kita ngerasa, saat taat kepada Allah tuh terasa berat banget, jadi orang bertaqwa kok sulit, pengen jadi muslim yang taat kok malah dijauhin, dicaci, dibenci, disakitin.

yaa Allah, aku pengen taat kepada-Mu, tapi kok sakit gini sih rasanya🥺

Saat ngerasa kayak gitu, baca deh ayat ini. Itu rasanya tenang banget “tenang…hidup di dunia ini hanya sebentar, nanti pasti ada balasan yang baik dari Allah setelah kematian”

Kalau tubuh kita terasa sakit di dunia ini, coba deh letakkan akhirat di hati.🙂

Semangat terus yaa kak untuk taat ke Allah nya. Barakallah fik. Semoga Allah kuatkan selalu iman di hati. Allah mudahkan kaki untuk melangkah. Allah ringankan lisan untuk selalu bersyukur. Semoga Allah selalu lindungin dan jaga selalu kaka dan keluarga. 😊 Aamiin 🙏
💬 Al Kahfi's Chat Eps 39 💬

misteri di ayat ke 22

🔍🔍🔍🔍🔍🔍

Ada kayak “misteri” gitu loh kak di ayat ke 22 surah al kahfi ini 🧐

Jadi, di ayat yang ke 22 ini adalah menceritakan tentang beberapa kelompok orang yang beradu argument tentang berapa jumlah para ashabul kahfi.

Baca bentar deh, ada 3 pendapat 👇

سَيَـقُوْلُوْنَ ثَلٰثَةٌ رَّا بِعُهُمْ كَلْبُهُمْ ۚ وَيَقُوْلُوْنَ خَمْسَةٌ سَا دِسُهُمْ كَلْبُهُمْ رَجْمًا بِۢا لْغَيْبِ ۚ وَيَقُوْلُوْنَ سَبْعَةٌ وَّثَا مِنُهُمْ كَلْبُهُمْ ۗ قُلْ رَّبِّيْۤ اَعْلَمُ بِعِدَّتِهِمْ مَّا يَعْلَمُهُمْ اِلَّا قَلِيْلٌ ۗ فَلَا تُمَا رِ فِيْهِمْ اِلَّا مِرَآءً ظَاهِرًا ۖ وَّلَا تَسْتَفْتِ فِيْهِمْ مِّنْهُمْ اَحَدًا

”Nanti (ada orang yang akan) mengatakan, (Jumlah mereka) *tiga (orang), yang keempat adalah anjingnya, dan (yang lain) mengatakan, (Jumlah mereka) lima (orang), yang keenam adalah anjingnya, sebagai terkaan terhadap yang gaib; dan (yang lain lagi) mengatakan, (Jumlah mereka) tujuh (orang), yang kedelapan adalah anjingnya. Katakanlah (Muhammad), Tuhanku lebih mengetahui jumlah mereka; tidak ada yang mengetahui (bilangan) mereka kecuali sedikit. Karena itu janganlah engkau (Muhammad) berbantah tentang hal mereka, kecuali perbantahan lahir saja dan jangan engkau menanyakan tentang mereka (pemuda-pemuda itu) kepada siapa pun.”
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 22)

Nah, ada 3 pendapat nih kak. Kita coba breakdown yaa

ثَلٰثَةٌ رَّا بِعُهُمْ كَلْبُهُمْ
tiga (orang), yang keempat adalah anjingnya

خَمْسَةٌ سَا دِسُهُمْ كَلْبُهُمْ
lima (orang), yang keenam adalah anjingnya

سَبْعَةٌ وَّثَا مِنُهُمْ كَلْبُهُمْ
tujuh (orang) dan yang kedelapan adalah anjingnya

Notice ndak kak, kalau pendapat yang terakhir tuh, ada huruf وَّ nya? 🙂

Pendapat satu dan dua, itu ayatnya langsung aja, roobi’uhum…yang ke empat anjingnya, saadisuhum…yang ke enam anjingnya, tapi pendapat yang ketiga itu beda, nggak langsung tsaaminuhum, tapi ada huruf wa nya dulu, jadi wa-tsaaminuhum… dan yang ke delapan adalah anjingnya.

Maa syaa’ Allah, ini tuh keren banget, kalau dibahas. 😍

Lalu kalau kita cek ayatnya lagi, setelah pendapat satu dan dua, itu tuh Allah ndak langsung nyebutin pendapat ketiga. Tapi Allah kasih “space” dengan رَجْمًا بِۢا لْغَيْبِ baru nyebutin pendapat yg ketiga.

Why? 🧐🤔

Nah, hal-hal yang kayak gini, kita harus banget buka tafsirnya dari para ulama tafsir, ndak bisa sembarangan memaknainya. Keren banget dah kalau kita cek tafsirnya.

Kalau kita cek di Tafsirnya Imam Ibnu Katsir misal, maka dijelaskan; pendapat pertama dan kedua, yg nyebutin 3 orang, nyebutin 4 orang itu adalah pendapat orang-orang yang ngacoo, pendapat orang2 yang kalau bahasa kita sekarang tuh, main asal ngomong aja, tanpa ilmu.

Hingga Allah selipkan رَجْمًا بِۢا لْغَيْبِ , itu ibarat orang yang melempar batu ke tempat yang gelap, yang gak tau lemparannya itu kenain apa, main lempar aja.

Nah, pendapat yang ketiga, inilah pendapat yang mendekati kebenaran, yaitu jumlah ashabul kahfi adalah 7 orang dan yang ke 8 adalah anjingnya. wallahu’alam

Tau ndk kak, siapa nama anjingnya ashabul kahfi? 😊

Disebutkan dari Syu’aib Al Jubai’ di dalam Tafsirnya Imam Ibnu Katsir, nama anjingnya adalah Hamran.

Seruu banget gitu kalau kita belajar Al Quran dengan tafsirnya.

Kalau kita cek di Tafsirnya Imam Asy Syaukani, ada nya huruf wawu yang ada di pendapat, yang ketiga adalah sebagai penegas. Seolah pendapat yang ketigalah yang mendekati kebenarannya.

Kalau kita cek di Tafsirnya Imam Al Qurthubi lebih seru lagi tuh kak 😊
Tentang kelompok pertama yang bilang 3 orang tadi tuh, adalah kelompok dari Yacobus. Lalu kelompok yang kedua, yg bilang 5 orang, adalah kelompok Nestoria. Kedua kelompok ini adalah dari orang-orang Nasrani.

Sedangkan kelompok yang ketiga, adalah dari kaum muslimin.

Dan kalau di Tafsirnya Imam Al Qurthubi, disebutkan nama anjingnya adalah Qithmir.

Keren keren gitu kalau kita baca tafsirnya. 😊 Baca deh kak, serius makin asik buat belajar Quran.

Okay, kita cek lagi ayatnya.

Ini adalah pelajaran saat orang itu ditanyakan akan sesuatu hal. Dimana ada 3 kelompok, kelompok satu dan dua, itu jawabannya ngasal, main ngomong aja, tanpa dasar pengetahuan yang jelas. Sedangkan kelompok yang ketiga adalah yang berbicara dengan dasar pengetahuan.

Serius, ini sering banget terjadi di zaman sekarang. Apalagi di sosmed, main asal sebar berita aja. Ditanya orang, mudah banget main asal jawab, padahal dia belum tau ilmunya.

Reminder lagi nih, ngingetin kita tuk jangan mudah nyebar berita yang belum jelas kebenarannya, jangan mudah ngejawab pertanyaan, kalau belum paham akan ilmunya.

قُلْ رَّبِّيْۤ اَعْلَمُ بِعِدَّتِهِمْ مَّا يَعْلَمُهُمْ اِلَّا قَلِيْلٌ

Balikin kesemuanya ke Allah, yang manusia tau itu hanya sedikit. Meskipun kita udah belajar nih, pengetahuan kita tuh cuman sedikit banget. Jangan ngerasa kayak tau akan semuanya. Be humble 😊

Serius, bagi para penuntut ilmu, ini penting banget; jangan sok tau.

Dan hal-hal lainya, hindari banget rasa “merasa lebih” dalam hati. Kembalikan kesemuanya ke Allah aja, biar aman, biar tenang hati kita.

Semangat terus yaa kak untuk belajar qurannya, untuk taat ke Allah nya. Barakallah fik. Semoga Allah kuatkan selalu iman di hati. Allah mudahkan kaki untuk melangkah. Allah ringankan lisan untuk selalu bersyukur. Semoga Allah selalu lindungin dan jaga selalu kaka dan keluarga. 😊 Aamiin 🙏
💬 Al Kahfi's Chat Eps 40

15 hari lamanya

📆📆📆📆📆📆

15 hari lamanya, wahyu tidak turun, Malaikat Jibril ’alaihissalam tidak juga turun menemui Rasulullah shalallahu’alaihi wassalam

Begitulah menurut Ibnu Abbas radhiallahu’anhu dalam Kitab Asbabul Nuzul karya Imam Asy Syuyuthi rahimahullah.

Nah, apa sebabnya? 🤔

Adalah orang-orang yahudi yang menanyakan kepada Rasulullah tentang kisah Ashabul Kahfi. Kemudian saat ditanya, Rasulullah langsung menjawab, “Besok akan kuceritakan”

Dan ternyata, besok Rasulllah tidak menceritakan, sebab Rasulullah sendiri belum tau kisah Ashabul Kahfi, sebab pada esoknya, Malaikat Jibril tidak menemui Rasulullah membawa wahyu tentang kisah Ashabul Kahfi.

Selama 15 hari tuh, Rasulullah nungguin, mana udah ditagih orang-orang yahudi, bahkan beredar nyinyiran kalau Rasulullah udah ditinggalin Tuhannya, gegara tidak turun wahyu lagi.

Akhirnya, setelah 15 hari, Malaikat Jibril pun turun menemui Rasulullah, membawa wahyu kisah Ashabul Kahfi.

Nah, kenapa coba wahyu nya tuh delay sampai 15 hari? 🤔


وَلَا تَقُوْلَنَّ لِشَايْءٍ اِنِّيْ فَا عِلٌ ذٰلِكَ غَدًا
”Dan jangan sekali-kali engkau mengatakan terhadap sesuatu, Aku pasti melakukan itu besok pagi,
(QS. Al-Kahf Ayat 23)


اِلَّاۤ اَنْ يَّشَآءَ اللّٰهُ ۖ
”kecuali (dengan mengatakan), In syaa Allah …”
(QS. Al-Kahf Ayat 24)

Yapp, jawaban nya adalah, gegara Rasulullah lupa ngucapin ”in syaa Allah”🙂

Bayangin Rasulullah aja ditegur segitunya loh sama Allah, gegara gak bilang in syaa Allah.

Nah kak ini reminder nih, jangan sampai kita mudah banget gitu, apa lagi saat lagi janji sama temen,

“Oke, besok yaa”

“Siap, besok kita ketemu”

“2 hari lagi deh selesai, aku kerjain”

“Hari Ahad, aku kerumah yaa”

Tanpa disertai in syaa Allah 😭 Sungguh itu seolah-olah kita tuh tau akan hal yang ghaib, tau yang bakal terjadi pada hari esok, padahal hari esok adalah milik Allah, bukan milik kita.

Sekali lagi, Rasulullah aja, ditegur loh sama Allah. Maka ini adalah bukan masalah yang sepele bagi seorang muslim. Ini adalah masalah yang serius.

Maka ini adalah sebuah pelajaran, biasain ngucapin “In syaa Allah”

Tapi…tapi….tapi…
jangan juga memaknai, kata “in syaa Allah” tuh sama dengan kata “mungkin”

In syaa Allah tuh bukan, 50:50, bisa iya, bisa enggak 🥲

In syaa Allah itu, adalah 100% iya + disandarkan pada ketetapan Allah.

Jadi, kalau ragu yaa, bilang ragu aja, “Maaf yaa, kayaknya aku gak bisa deh” Jangan bilang “In syaa Allah deh yaa” 😁 hehe, Soalnya kadang ada yang salah dalam menggunakan kata ini.

Lalu hikmah yang lebih manis di ayat ini adalah….

Hmm… Maa syaa Allah 😍

Tau ndak kak kalau ayat yang turun ke Rasulullah itu, adalah ayat tentang kisah Ashabul Kahfi dulu, baru ayat ke 23 ini, ayat yang menegur Rasulullah.

Rasulullah kan dalam 2 keadaan nih ceritanya;
1. Butuh jawaban kisah Ashabul Kahfi buat ngejawab orang2 yahudi
2. Kondisi “lupa” gak bilang “in syaa Allah”

Misal nih kaka punya anak, lalu si anak kecil itu lagi ambil gelas, buat ambil minum, haus ceritanya dia tuh. Karena tempatnya yang tinggi, saat ambil air, eeh gelasnya jatuh, pecah.

Normalnya, orang-orang tuh mungkin, bakal ngingetin anaknya dulu, baru ngebantuin ambilin minum, ”Makanya, hati-hati yaa nak kalau bawa gelas, sini aku bantuin ambil minumnya”🙂

Allah itu sayang banget dengan Rasul-Nya. 🙂

Dalam kondisi seperti tadi, Allah tuh gak ngingetin “lupanya” Rasulullah dulu, baru bantuin Rasulullah ngasih jawaban ttg kisah Ashabul Kahfi.

Tapi lihat deh, Allah tuh bantuin Rasulullah dulu, baru ngingetin “lupa”nya Rasulullah 😍 Indah banget sayang-Nya tuh, betapa Allah tuh sayang banget dengan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam 🥰

Yuk kak kita juga sayangin Rasulullah, mulai dari menjalankan sunnah beliau, atau mulai dari perbanyak bershalawat kepada beliau shalallahu ‘alaihi wassalam. Semoga kita kelak mendapatkan syafaat beliau di akhirat nanti 🙏 Aamiin
💬 Al Kahfi's Chat Eps 41

perfectionist

Spesial banget nih kak, di episode al kahfi chat kali ini kita akan sedikit bahas tentang orang-orang yang sukaknya tuh perfectionist 😎

Gak ada 99,99% adanya tuh 0 atau 100%

Bagi dia 99,99% tuh sama dengan 0 %, ora perfek ora kepenak 😁hehe

Bahkan nih kak saat dia bikin target tuh, yaa harus 100%, ”pokoknya dalam 100 hari, aku harus hafal 30 juz”

”pokoknya, aku harus paham, bisa bahasa arab, dan tau arti semua kata dalam Al Quran, harus tau semua tafsirnya”

Apakah salah kalau kayak gitu? 🤔 Tentu tidak dong, oke kita akan sedikit belajar nahwu dulu yaa. Satu huruf aja, yaitu huruf لِ ”Li😊yapp, satu huruf aja.

Nah, kalau kita belajar bahasa arab, ada salah satu fungsi dari “Li”, yaitu dia punya makna Intihaul Ghoyah: menunjukkan arti/makna batas akhir, ngegambarin suatu ending, ceritain hasil akhir, baik dari waktu maupun tempat

Contoh di surah Al A’raf ayat 43, yaitu ayat tentang orang-orang yang sudah pada akhir perjalanan hidupnya, udah berada di ending, tempat akhir, yaitu dalam surga.

Saat udah sampai garis finish kehidupan ini, dah di ending tuh, mereka bilang,

وَقَا لُوا الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ هَدٰٮنَا لِهٰذَا ۗ

“Segala puji bagi Allah yang telah menunjukkan kami ke (surga) ini.”

ada kata Li-hadzaa = ke-ini

Kata “ini” disitu ditafsirkan sebagai surga.

So, dalam konteks ini, secara bahasa “Li” tuh artinya bisa; ke, menuju, pada. Lagi, intinya menunjukan suatu ending, hasil akhir.

Nah, sekarang kita coba lihat Al Kahfi ayat yang ke 24 ini.


اِلَّاۤ اَنْ يَّشَآءَ اللّٰهُ ۖ وَا ذْكُرْ رَّبَّكَ اِذَا نَسِيْتَ وَقُلْ عَسٰۤى اَنْ يَّهْدِيَنِ رَبِّيْ *لِاَ قْرَبَ* مِنْ هٰذَا رَشَدًا

”kecuali (dengan mengatakan), Insya Allah. Dan ingatlah kepada Tuhanmu apabila engkau lupa dan katakanlah, Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepadaku agar aku (ke/menuju) menjadi lebih dekat (kebenarannya) daripada ini.”
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 24)

Di episode kemarin kita udah review bareng tentang, pentingnya mengucapkan kata in syaa Allah untuk segala hal yang bersangkutan dengan hari esok, atau masa depan.

Sebab kita gak bisa menjamin, gak bisa ngasih garansi akan masa depan atau hari apa yang terjadi pada hari esok. Oleh karena itu, kita harus libatkan Allah, dengan mengucapkan kata “in syaa Allah”

Dan kalau kita lupa ngucapin in syaa Allah, di ayat ini udah ngasih panduan, saat kita lupa, maka ucapkanlah

عَسٰۤى اَنْ يَّهْدِيَنِ رَبِّيْ *لِاَ قْرَبَ* مِنْ هٰذَا رَشَدًا

Nah, notice ndak kak ada kata “li” disitu, dan itu disandingkan dengan kata aqroba, closer, lebih dekat kepada petunjuk-Nya.

Kata “Li” itu kan punya makna ending yaa, menunjukkan hasil akhir.

Nah, aqroba, closer, lebih dekat, itu menunjukkan sebuah hasil akhir atau sebuah proses?
yapp, proses.

Better, lebih baik, itu proses. Kalau hasil akhir, itu Best, paling baik.

Aqroba, lebih dekat.

Ayatnya tuh “Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepadaku agar aku menjadi lebih dekat (kebenarannya) daripada ini.”

bukan ”aku aku menjadi paling dekat dengan (kebenaran daripada ini”

Kak, ayat ini ngajarin kita banget, bahwa ending dari mengingat Allah, deket dengan quran, deket dengan petunjuk-Nya, itu bukan agar diri kita jadi paling dekat dengan Allah, tapi lebih dekat dengan Allah.

Kalau kita udah lebih dekat artinya penjalanan kita tuh dah nyampek.

Di jalan Allah ini, kita tuh tidak dituntut untuk sampai sampai garis finish, sebab Allah tau kita gak bakal mampu. Kita tuh hanya dituntut apapun yang terjadi tetaplah di jalan-Nya; mau ngesot, merangkak, berjalan tertatih-tatih, terseok-seok, tetaplah berjalan, tetaplah berprogress.

Di jalan ini, abaikan orang lain, yang harus kita kalahkan adalah diri kita yang kemarin, yang harus kita lawan adalah diri kita sendiri di masa lalu.
Jangan bikin target terlalu tinggi, yang itu hanya membuat diri kita kecewa, sakit hati, bahkan sampai kapok, jika tidak bisa mencapainya.

Gak usah jadi yg “BEST”, cukup “BETTER” aja.

Catat apa yang sudah kita lakukan pada hari ini, evaluasi sebelum tidur, muhasabah, lalu bikin improve, lakukan lebih baik dari yang kemarin, meskipun perubahannya hanya 1%.

Keberhasilan itu bukan saat kita bisa raih 100%, tapi saat kita bisa raih 1% dalam setiap progressnya.

Ubah mindset kita menjadi lebih sederhana dan mudah, agar tidak lain yaitu, biar kita semakin mudah juga untuk bersyukur kepada Allah. 😊

Semangat ber-proses-nya yaa kak 😊💪🏻 Semoga Allah selalu juga berikan kekuatan tuk menjaga keistiqomahan, konsistensi, kesabaran dalam setiap langkahnya. Barakallah fik, semoga Allah selalu memberikan keberkahan, melapangkan dada, kemudahan rizki, sehat penuh manfaat selalu buat kaka dan keluarga 😊 Aamiin
💬 Al Kahfi's Chat Eps 42

"esensi dari kisah adalah..."

🎞️🎞️🎞️🎞️🎞️🎞️

Saat kita belajar sejarah jaman sekolah dulu nih kak Hmm.., “angka” itu serasa penting banget kan yaa. Tangal apa lagi, dan kadang orang yang belajar sejarah itu, ngerti ceritanya, tapi lupa sama tanggal terjadinya. 😁hehe

Padahal esensi dari sebuah cerita sejarah adalah, bukan pada angkanya, tapi pada hikmah yang bisa kita ambil untuk pelajaran, agar kita bisa menjadi lebih baik.

Di dalam Al Quran, itu banyak banget kisah-kisah, tapi pernah ndak kak, nemuin redaksi dalam quran, ayat di dalam quran yang menyebutkan tanggal terjadinya, Kapan Maryam salamun’alaiha melahirkan putranya misal. Ndak disebutin kan yaa. Dan banyak kisah lainnya, itu gak disebutin tanggal terjadinya.

Bukan karena belum ada kalender, soalnya mudah bagi Allah jika ingin menyebutkan tanggal kejadiannya. Tapi esensi dari kisah, adalah hikmah dibalik kisah itu.

Pada episode Al Kahfi’s Chat kali ini, kita sampai pada ayat yang ke 25, sedikit review tentang ayat ini ada di postingan ig quranreview yg ini: https://www.instagram.com/p/CW-C3UpBYsO/

Nanti bisa dibaca-baca 😊

Nah, dalam kisah ashabul kahfi, kalau kita baca dari ayat 9 sampai ayat 26, kalau kita belajar tafsirnya juga, adalah orang-orang terdahulu, sebelum ayat ini turun, yang diperdebatkan dari kisah ini adalah berapa jumlah pemuda yang tidur di dalam gua, dan berapa lama mereka tidur disana.

Ibarat ada seorang profesor nih, lagi nerangin, ngisi seminar tentang penemuan terbarunya, yang mutakhir banget dah. Ehh, tiba-tiba ada orang yang namanya 🙋🏻 “Prof, nomor sepatunya brp ya?”

Allah udah kisahkan kisah yang amat sangat menakjubkan nih, kisahnya Ashabul Kahfi

‎اَمْ حَسِبْتَ اَنَّ اَصْحٰبَ الْـكَهْفِ وَا لرَّقِيْمِ ۙ كَا نُوْا مِنْ اٰيٰتِنَا عَجَبًا

"Apakah engkau mengira bahwa orang yang mendiami gua, dan (yang mempunyai) Ar-Raqim itu, termasuk tanda-tanda (kebesaran) Kami yang menakjubkan?"
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 9)

Menurut kaka apa sih yang menakjubkan dari kisah Ashabul Kahfi? Dan apa yang harus paling kita ingat dari kisah Ashabul Kahfi? 🙂

Nih 🙂👇


‎اِذْ اَوَى الْفِتْيَةُ اِلَى الْـكَهْفِ فَقَا لُوْا رَبَّنَاۤ اٰتِنَا مِنْ لَّدُنْكَ رَحْمَةً وَّهَيِّئْ لَـنَا مِنْ اَمْرِنَا رَشَدًا
"(Ingatlah) ketika pemuda-pemuda itu berlindung ke dalam gua lalu mereka berdoa, Ya Tuhan Kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan kami."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 10)

Dan pada ending kisah ini, dalam Quran tuh closingnya….


‎قُلِ اللّٰهُ اَعْلَمُ بِمَا لَبِثُوْا ۚ لَهٗ غَيْبُ السَّمٰوٰتِ وَا لْاَ رْضِ ۗ اَبْصِرْ بِهٖ وَاَ سْمِعْ ۗ مَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّلِيٍّ ۗ وَلَا يُشْرِكُ فِيْ حُكْمِهٖۤ اَحَدًا
"Katakanlah, Allah lebih mengetahui berapa lamanya mereka tinggal (di gua); milik-Nya semua yang tersembunyi di langit dan di bumi. Alangkah terang penglihatan-Nya dan alangkah tajam pendengaran-Nya; tidak ada seorang pelindung pun bagi mereka selain Dia, dan Dia tidak mengambil seorang pun menjadi sekutu-Nya dalam menetapkan keputusan."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 26)

Ayat ini tuh kak, kek serasa bilangin ke orang-orang yg kurang tepat dalam meng-highlight sebuah cerita, yang mereka itu malah debatin angkanya doang, ayat ini tuh,

“Udah deh…gak usah kalian bahas angkanya lagi, Allah lah yang paling tahu, yang harus kalian perhatiin itu….

‎ لَهٗ غَيْبُ السَّمٰوٰتِ وَا لْاَ رْضِ
Allah lah yang paling mengetahui segala apa yang terjadi di langit dan bumi, bahkan kisah ashabul kahfi, Allah juga tau semunya, maka kamu mau nyembunyiin apa dari Allah?

‎ اَبْصِرْ بِهٖ وَاَ سْمِعْ
Betapa Dahsyat penglihatan dan pendengarannya Allah, meskipun semua orang tidak melihat ashabul kahfi yang sembunyi dalam Goa, Allah melihatnya, meskipun semua orang tidak bisa mendengar apa yang diobrolin para pemuda itu dalam goa, Allah mendengarnya, maka ketahuilah, apa yang kamu lakukan, apa yang kamu ucapkan, kesemuanya dalam pengawasan Allah.

‎مَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّلِيٍّ
Tidak ada seorang pelindung pun bagi mereka selain Dia,
Gak ada satu orang pun yang bisa melindungi ashabul kahfi, saat mereka menjadi buronan kerajaan, tapi bagi Allah, tentu itu hal yang mudah, Allah yang menjadi pelindung mereka, maka apa yang kamu takutkan, jika Allah menjadi pelindungmu?

‎وَلَا يُشْرِكُ فِيْ حُكْمِهٖۤ اَحَدًا
dan Dia tidak mengambil seorang pun menjadi sekutu-Nya dalam menetapkan keputusan. Gak ada yang bisa menginterferensi Allah dalam ketetapan-Nya untuk mengabulkan doa para ashabul kahfi, untuk memberi mereka petunjuk dan menolong mereka. maka kak 🙂 kisah Ashabul Kahfi adalah kisah yang penuh teladan yang indah.

Mereka bukan nabi, bukan rasul, mereka orang-orang biasa, sama seperti kita. Jadi gak ada lagi kata, “kan mereka nabi, makanya ditolong Allah” Nope 🙂

Mereka adalah teladan dalam keistiqomahan untuk selalu taat di jalan-Nya, apapun yang terjadi.

Mereka adalah teladan saat kondisi terasa dah kayak jalan buntu, maka berdoalah, gantungkan semuanya kepada Allah, husnudzan, penuh keyakinan, Allah pasti akan menolong.

Ndak tau apa yang sedang kaka hadapi saat ini, seberat apapun, sesusah apapun, gak ada istilah jalan buntu bagi seorang mukmin. Tawakkal. Serahin semuanya ke Allah, pasti Allah akan kasih jalan, kasih solusi, kasih pertolongan-Nya. Semangat selalu yaa kak 😊

Barakallah fik, semoga Allah selalu memberikan keberkahan, kelapangan hati, ketenangan jiwa, kemudahan langkah buat kaka dan keluarga. 🙂Aamiin

Jangan lupa perbanyak shalawat dan baca Al Kahfinya yaa 🙂 Happy Jummu’ah Mubarrak 🤍
💬 Al Kahfi's Chat Eps 43

Apa bedanya Iqra’ sama Utlu? 🤔

Seru nih kak episode kali ini. 😊 Notice ndak kalau kita lagi baca quran tuh, ada kata iqro sama utlu, yang keduanya kalau ditranslate ke bahasa indonesia, artinya tuh sama bacalah.

Kita coba cek, kayak di surah Al ‘Alaq ini 👇

اِقْرَأْ بِا سْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَ
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan,”
(QS. Al-'Alaq Ayat 1)

Lalu coba kita bandingin dengan ayat di Al Kahfi yang akan kita bahas di Al Kahfi Chat episode kali ini 👇


وَا تْلُ مَاۤ اُوْحِيَ اِلَيْكَ مِنْ كِتَا بِ رَبِّكَ ۗ لَا مُبَدِّلَ لِكَلِمٰتِهٖ ۗ وَلَنْ تَجِدَ مِنْ دُوْنِهٖ مُلْتَحَدًا
”Dan bacakanlah (Muhammad) apa yang diwahyukan kepadamu, yaitu Kitab Tuhanmu (Al-Qur'an). Tidak ada yang dapat mengubah kalimat-kalimat-Nya. Dan engkau tidak akan dapat menemukan tempat berlindung selain kepada-Nya.”
(QS. Al-Kahf Ayat 27)

So, apa bedanya Iqro’, Qiro’ah dengan Utlu, Tilawah.

Simplenya gini, kalau qiroah, itu yaa sekedar baca, tapi kalau tilawah itu levelnya lebih plus plus dibandingkan qiroah. Jadi ndak sekedar baca tapi juga + mengikuti.

Yapp, asal kata dari tilawah, secara bahasa artinya mengikuti.
So, Al Quran itu bukan hanya sekedar bahan bacaan, tapi juga harus difollow, diikutin, ditaatin, diterapin dalam kehidupan kita setiap waktunya.

Lalu kemarin kita udah sharing, di episode2 yang lalu, sebelum ayat ini, adalah tentang gimana orang2 tuh pada berdebat tentang kisah ashabul kahfi. Jelas meskipun sudah diturunkan Al Quran, mereka gak dengan mudah meyakininya begitu saja dong, apa lagi orang2 Yahudi dan Nasroni.

Tentu mereka membantah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam, ngajakin debat, gak percaya, nuduh pendusta, bikin berbagai macam argument, menggiring opini, seolah pendapat mereka paling benar.

Lalu ayat inii tuh epic banget dah, Masyaa’Allah 😍

Bayangin mereka tuh pada berdebat, ngomong panjang lebar, BLA…BLA..BLA..BLA…BLAA…cerewet deh, ngeyel.

Tau ndak kak di sosmed tuh, pernah nggak lihat orang yang posting, ”udah lah, omongan haters tuh gak usah dihiraukan, abaikan aja”

Tapi, begitu dia posting, kemudian ada haters nya dia nih pada comment, ngata2in, hate speech gitu. Hmmm….
Sedikit banyak, kemungkinan orang itu akan terpengaruh sama omongan haters, kalau dia baca comment nya terus, dengerin haters terus.

Nah, ayat ini tuh adalah tips buat ngatasin haters.

Saat orang-orang musyrik itu comment fitnah ke Rasulullah, ngatain bahwa cerita dari Rasulullah itu gak valid, ayatnya tuh 👇


وَا تْلُ مَاۤ اُوْحِيَ اِلَيْكَ مِنْ كِتَا بِ رَبِّكَ
”Dan bacakanlah (Muhammad) apa yang diwahyukan kepadamu, yaitu Kitab Tuhanmu (Al-Qur'an).”

Ayatnya tuh nggak, “Yaa Rasulullah, balesin comment an haters itu” enggak, tapi “keep going yaa Rasulullah” Bacakanlah Quran yaa Rasulullah. Tetep baca aja Al Qurannya, gak usah peduliiin mereka bilang apa, comment apa, tugasmu hanyalah membacakan Al Quran dan mengikuti apa yang ada di dalamnya.

Lalu kak
Hikmah lain yang manis, yang bisa kita petik dari ayat ini adalah, bahwa Al Quran is enough. Cukuplah Al Quran bagi hidup kita, cukuplah Al Quran yang harus kita ikutin, gak usah ditambah-tambahin. Jadikanlah Al Quran menjadi prioritas dalam hidup kita.

Bismillah, semoga kita di istioqmahkan oleh Allah untuk selalu bisa mengikuti Al Quran. Barakallah fik, semoga Allah selalu memberikan keberkahan, kemudahan rizqi, kelapangan hati, kuatnya iman untuk kaka dan keluarga 🙂🙏 Aamiin

Jangan lupa perbanyak shalawat dan baca al kahfi yaa kak 😊
💬 Al Kahfi's Chat Eps 44

Pernah ndak kak lihat orang yang suka maksiat tapi hidupnya kelihatan enak di dunia ini?

Lalu kadang membandingkan diri nih, mungkin dengan diri kita yang taat, tapi hidup kok kerasa susah mulu, ekonomi seret. hutang belum lunas, tagihan banyak, kerja susah, bisnis macet.

Pengen teriak gitu, "yaa Allah, hidup aku kok gini amat yaa?"

Kemudian kita lihat lagi, tetangga habis renov rumah, temen-temen kuliah dah pada nikah, ada yang beli mobil baru, hidup dunianya terlihat indah, bisa liburan kesana kemari.

Lalu bandingin diri lagi, udah shalat, udah ngaji, udah hijrah, udah usaha biar jadi hamba yang taat, tapi hidup kok rasanya makin susah.

Iya, sih semua memang harus dikembalikan kepada Allah, harus ikhlas, harus ridha, tapi gimana yaa.....

Kadang hati tuh kerasa iri aja, kerasa kesel, "kok gini yaa Allah"

Kak, di episode Al Kahfi Chat kali ini, kita sampai ke ayat yang reminder banget buat kita:


وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ ۖ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطًا


"Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas."
Al Kahfi ayat 28

Ayat ini ngingetin kita, biar kita tuh gak gampang iri dengan orang yang mengejar dunia aja dalam hidupnya.

Dan kalau kita cek di Kitab Ashbabul Nuzul karya Imam Asy Syuyuthi, kita bisa belajar tuh kak.

Pas peristiwa apa ayat ini turun kepada Rasulullah shalallahu 'alaihi wassallam.

Kata Ibnu Abbas, ayat ini tuh turun berkenaan dengan Umayyah bin Khalaf Al Jumahi. Pas dia tuh ngajakin Rasulullah untuk melakukan perbuatan yang dibenci oleh Allah, yaitu menolak orang-orang fakir, yang miskin-miskin tuk masuk islam. Dan mendekati aja para pembesar-pembesar penduduk kota Makkah.

Dia ngerayu Rasulullah, biar yang masuk islam tuh orang-orang kaya aja, lalu gak usah ngajakin orang-orang miskin tuk masuk islam.

Tapi Allah tuh menyayangi hamba-hambanya yang selalu taat kepada-Nya.

Allah langsung belain mereka, dengan turun ayat ini

"Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas."

Kebersamaan Rasulullah dengan shahabatnya itu bukan karena harta atau kedudukan, tapi karena ketaatan, selalu ridha dengan ketetapan Allah.

Kalau kaka sekarang ini lagi berat dalam proses taat, sungguh ayat ini itu nenangin banget, bikin hati kita jadi mudah tuk ridha, "hamba ridha yaa Allah dengan ketetapan-Mu"

Dan ayat ini tuh seolah jadi penjamin bahwa, selama kita taat, selama kita selalu mengharapkan ridhanya Allah, maka Rasulullah kan selalu bersama kita, selalu nemenin kita.

Bismillah, semangat terus yaa kaka dalam proses taat mendekat ke Allah nya, Barakallah fik, semoga Allah selalu memberikan keberkahan, kesehatan, kelapangan dada, kelancaran rizqi, dan kemudahan dalam setiap urusan kebaikannya.
💬 Al Kahfi's Chat Eps 45

"Pernah nonton motoGP?"

🏍🏍🏍🏍🏍🏍

Pernah nonton pertandingan motoGP ndak kak? 😁

Sebenernya dalam redaksi bahasa arabnya adalah saat pacuan kuda sih. Nah, kita ganti aja ke motoGP yaa, biar lebih kekinian, yang penting esensinya dapet.

Nah, dalam motoGP tuh ada yang namanya jump start atau bahasa lainnya adalah nyolong start.

Kan saat start tuh ada hitungannya yaa kak, ada lampu merah, juga hijau, dan saat lampunya hijau, baru deh pembalapnya boleh tancap gas.

Di area start nya kan ada pembatas-pembatasnya yang itu gak boleh dilewatin, sebelum hitungan start berakhir.

Tentu kena penalty dong, kena pelanggaran, ketika ada pembalap yang lewatin batas startnya, kan belum mulai, masak nyelonong duluan.

Nah, jump start dalam bahasa arab, itu disebut furuth فرط melampaui batas yang sudah ditetapkan.

Pada episode Al Kahfi Chat kali ini, kita akan membahas ayat


وَا صْبِرْ  نَـفْسَكَ  مَعَ  الَّذِيْنَ  يَدْعُوْنَ  رَبَّهُمْ  بِا لْغَدٰوةِ  وَا لْعَشِيِّ  يُرِ يْدُوْنَ  وَجْهَهٗ  وَلَا  تَعْدُ  عَيْنٰكَ  عَنْهُمْ   ۚ تُرِ يْدُ  زِ يْنَةَ  الْحَيٰوةِ  الدُّنْيَا   ۚ وَ  لَا  تُطِعْ  مَنْ  اَغْفَلْنَا  قَلْبَهٗ  عَنْ  ذِكْرِنَا  وَا تَّبَعَ  هَوٰٮهُ  وَكَا نَ  اَمْرُهٗ  فُرُطًا

”Dan bersabarlah engkau (Muhammad) bersama orang yang menyeru Tuhannya pada pagi dan senja hari dengan mengharap keridaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia; dan janganlah engkau mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti keinginannya dan keadaannya sudah melewati batas.”
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 28)

Kalau kita lihat di bagian akhir ayat ini ada kata furuthaa, melampaui batas.

So, kalau kita maknai, Allah tuh udah tetapin garisnya nih, udah tetapin batasan-batasannya. Lalu ada orang yang tetap aja melampaui batas.

Nah siapakah orang itu?

 وَ  لَا  تُطِعْ  مَنْ  اَغْفَلْنَا  قَلْبَهٗ  عَنْ  ذِكْرِنَا  وَا تَّبَعَ  هَوٰٮهُ

janganlah engkau mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti keinginannya

Adalah orang-orang yang mengikuti hawa nafsunya الهوى

Secara bahasa nih kak Al Hawaa itu artinya kosong, udara hampa.

Orang-orang yang mengikuti hawa nafsunya, hatinya tuh sebenernya kosong. Gak ada ingetnya kepada Allah.

Dan kerennya lagi adalah, kata هواه itu bisa diartikan terjatuh

Sebab orang yang mengikuti hawa nafsu, ngikutin syahwatnya, pasti endingnya akan jatuh pada kemalangan, kesengsaraan, kesedihan, kesusahan.

Gak ada ceritanya orang yang ngikutin syahwat hawa nafsu, terus happy ending.

Dan tau ndak kak?

dalam qur'an tuh ada sebuah nama, yang nama itu akar katanya sama dengan هوى hawa, yaitu kata هاوية Haawiyah.

yapp, betul, nama itu gak asing lagi, itu adalah nama salah satu neraka. Neraka Haawiyah.


فَاُ مُّهٗ  هَاوِيَةٌ  
"maka tempat kembalinya adalah Neraka Hawiyah."


وَمَاۤ  اَدْرٰٮكَ  مَا  هِيَهْ  
"Dan tahukah kamu apakah Neraka Hawiyah itu?"


نَا رٌ  حَا مِيَةٌ
"(Yaitu) api yang sangat panas."
(QS. Al-Qari'ah 101: Ayat 11)

🥺😭 Allahumma ajirna minannar

Jatuh dari kursi aja sakit, apa lagi jatuh kedalam neraka dengan api yang panas. 🔥

Masyaa’Allah, betapa sayangnya Allah ke kita, ngingetin kita agar tidak terjatuh ke dalam neraka-Nya.

Kak,
Nafsu/syahwat itu memang adalah hal yang indah, hal yang menarik. Sebab itu sudah di design demikian untuk sebagai ujian bagi kita, bagi manusia.

Dan yang perlu kita ingat adalah, setiap syahwat, setiap hawa nafsu, pasti itu berujung kepada jatuhnya diri kita dalam kemalangan, kesengsaraan.

Ini jadi reminder banget, se indah apapun godaannya, yuk tahan dulu 😊 Sampai nanti pada waktunya.

Bismillah, semoga Allah selalu menjaga dalam keistiqomahan iman, dikuatkan imannya, dimudahkan segala urusannya. Barakallah fik, semoga Allah selalu memberikan keberkahan buat kaka dan keluarga. Aamiin.

Jangan lupa perbanyak shalawat dan baca al kahfi yaa 😊
💬 Al Kahfi's Chat Eps 46

"tahu digoreng ..."

Boleh banget lo kak, kalo mau share chat ini ke orang tersayang kakak 🙂

🌶🌶🌶🌶🌶🌶

Ada yang pernah dikasih tahu goreng ndk? 🤤

Dulu waktu kecil tuh takut banget yang namanya makan cabe 🌶. Mulai berani tuh kelas 3 SD kek nya, itu pun satu doang, cabe satu, tahu goreng nya 5 😅

Terus ada tahu goreng versi upgrade, namanya jadi tahu isi. hehe
Pernah makan ndak kak?

Ada tuh varian pedas sama varian biasa kan. Dan karena dulu waktu kecil ndak berani makan pedas, ibuk tuh ngerti banget tuh. Makanya saat nawarin makanan apa aja, selalu dibilangin

”ini yang gurih, ini yang pedes”

Sekilas nih, itu kan kayak opsi yang ibu mempersilahkan kita, mau makan yang mana, terserah pilih yang mana.

Nah gimana kalau kalimatnya jadi gini,

”ini yang gurih, ini yang pedes. Awas lidahnya terasa kayak terbakar, terus jadi sakit perut, nanti ke kamar mandi bolak balik”

Kita dikasih tau konsekwensi kalau makan pedes itu gimana.

Secara ndak langsung nih kak
itu kan, ibu tuh pengen banget tuk jangan makan yang pedes kan yaa.

Okay, sekarang kita lihat ayat ke 29 di surah Al Kahfi:

 فَمَنْ  شَآءَ  فَلْيُؤْمِنْ  وَّمَنْ  شَآءَ  فَلْيَكْفُرْ 

”barang siapa menghendaki (beriman) hendaklah dia beriman, dan barang siapa menghendaki (kafir) biarlah dia kafir.”

Sering banget ada yang makek ayat ini buat moment ketika melihat orang memilih kekafiran, lihat orang murtad di sosmed, lalu dia ngutip ayat ini.

Seolah Allah tuh mempersilahkan orang-orang untuk kafir.

“yaa klo mau beriman yaa silahkan, kalau mau kafir juga silahkan”

Padahal kalau kita lihat ayat lengkapnya, lihat deh kak...

وَقُلِ  الْحَـقُّ  مِنْ  رَّبِّكُمْ   ۗ فَمَنْ  شَآءَ  فَلْيُؤْمِنْ  وَّمَنْ  شَآءَ  فَلْيَكْفُرْ   ۚ اِنَّاۤ  اَعْتَدْنَا  لِلظّٰلِمِيْنَ  نَا رًا   ۙ اَحَا طَ  بِهِمْ  سُرَا دِقُهَا   ۗ وَاِ نْ  يَّسْتَغِيْثُوْا  يُغَا ثُوْا  بِمَآءٍ  كَا لْمُهْلِ  يَشْوِى  الْوُجُوْهَ   ۗ بِئْسَ  الشَّرَا بُ   ۗ   وَسَآءَتْ  مُرْتَفَقًا

”Dan katakanlah (Muhammad), Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; barang siapa menghendaki (beriman) hendaklah dia beriman, dan barang siapa menghendaki (kafir) biarlah dia kafir.

Sesungguhnya Kami telah menyediakan neraka bagi orang zalim, yang gejolaknya mengepung mereka. Jika mereka meminta pertolongan (minum), mereka akan diberi air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan wajah. (Itulah) minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek.”


(QS. Al-Kahf Ayat 29)

Nah, setelah potongan ayat itu, setelahnya Allah tuh ngasih ancaman, konsekwensi kalau kafir itu resikonya gimana.

So, lihat gimana Allah itu menyayangi hamba-hamba-Nya. Allah tuh sama sekali gak pengen hamba-hamba-Nya jadi kafir, jadi gak beriman.

Dan secara tidak langsung, ini juga ngasih tau ke kita, bahwa ketika kok ada orang yang masuk neraka, jatuh pada kekafiran, itu bukan karena Allah menghendaki keburukan, tapi itu adalah pilihan manusia sendiri.

”Kok Allah tega sih masukin orang ke dalam neraka?"

Wait, itu pilihan manusianya sendiri, jangan nyalahin Allah dong 🥺

Kak, hidup itu memang pilihan, tapi Allah Yang Maha Baik, itu gak pernah pengen tuk kita memilih hal yang buruk. Maka, saat kita dihadapkan dalam sebuah pilihan, pilihlah yang Allah mau.

Sebelum memilih, renungin dulu, Allah suka nggak dengan pilihan kita, Allah ridha ndak dengan pilihan, keputusan kita. Sebab apa yang baik menurut Allah, pasti baik menurut kita.

اَللّٰهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّـبَاعَهُ وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ

“Ya Allah, tunjukkanlah kepada kami kebenaran, sehinggga kami dapat mengikutinya. Dan tunjukkanlah kepada kami kejelekan sehingga kami dapat menjauhinya”.

Semangat terus yaa kak😊

Sebab setiap hari kita dihadapkan dengan memilih, semoga Allah memberikan kita kemudahan dan petunjuk dalam memilih langkah setiap harinya, hingga keputusan yang kita ambil, Allah ridha dengannya.
Barakallah fikum, semoga Allah selalu memberikan keberkahan, kemudahan langkah, kuatnya bahu untuk menopang beban, kelapangan rizki untuk sedekah, serta ketenangan hati untuk menghadapi segala sesuatunya. Sehat selalu buat kaka dan keluarga 😊 Aamiin
💬 Al Kahfi's Chat Eps 47

"hearing vs listening ..."

🎧🎧🎧🎧🎧🎧

Apa bedanya hearing dengan listening?

Jawaban ala kadarnya, yaa kalau hearing belum tentu listening, tapi kalau listening pasti hearing 😁 hehe

Kalau bahasa indonesianya apa yaa kak?

Hmm…mendengar dan menyimak kali yaa 🤔

Konon, indra manusia yang selalu aktif terus itu adalah indra pendengaran, bahkan saat kita tertidur, pendengaran kita tuh masih aktif. Bedanya, hanya kadang sebatas mendengarkan, tidak menyimak.

Atau kayak bedanya melihat dan memperhatikan. Kita setiap hari mungkin melihat berbagai macam hal, tapi sedikit kan yaa yang bisa kita perhatikan.

Nah, “melakukan sesuatu” itu dalam bahasa arab bisa disebut dengan ‘Amal عمل bisa juga Fi’il فعل

Bedanya, gampangannya kayak tadi. Hearing, mendengar itu fi’il, tapi listening, menyimak itu adalah amal.

Amal tuh diperlukan yang namanya niat atau kesadaran dalam melakukannya. Dan itulah yang dinilai dan dibalas oleh Allah


اِنَّ  الَّذِيْنَ  اٰمَنُوْا  وَعَمِلُوا  الصّٰلِحٰتِ  اِنَّا  لَا  نُضِيْعُ  اَجْرَ  مَنْ  اَحْسَنَ  عَمَلًا  

”Sungguh, mereka yang beriman dan mengerjakan kebajikan, Kami benar-benar tidak akan menyia-nyiakan pahala orang yang mengerjakan perbuatan yang baik itu.”

(QS. Al-Kahf Ayat 30)

Pada bagian akhir Allah mention dengan kata ‘Amala. Masya’Allah, maka ini adalah rahmah-Nya Allah, sayangnya Allah ke kita.

Bayangin aja nih kak , misal nih pendengaran aja. Berapa banyak yang kita dengar setiap harinya, baik itu adalah hal yang baik maupun hal yang buruk.

Iya, kalau hal baik mah gak papa, balasannya juga baik. Tapi kalau hal yang buruk itu gmn? Kita ngedenger juga? Terus apakah dibalas juga? Kan gak sengaja denger.

Maka dari itu, untung ayatnya pakek ‘Amal, bukan Fi’il.
So, yang dihitung adalah yang kita niatkan untuk menyimaknya saja.

Ini reminder banget tentang pentingnya kita tuh ngejaga niat dalam setiap kegiatan sehari-hari kita. Jalan doang nih, misal ke kampus, ke kantor gitu. Sayang banget kalau kita ngelangkahin kaki tuh, gak diawali dengan niat karena Allah. Why? Yaa bakalan jadi langkah yang sia-sia.

Tapi, kalau kita niatkan setiap langkahnya untuk dapetin ridha-Nya Allah, maka setiap langkahnya akan menjadi amal shalih.

Mau makan, jangan sekedar biar kenyang. Kalau gitu mah, hewan juga bisa. Kita sebagai muslim, niatin, mau makan, biar nambah energi, untuk tenaga ibadah ke Allah.

Mau tidur, niatin untuk memenuhi hak-hak tubuh untuk istirahat, menjaga amanah tubuh yang dititipin dari Allah, niatin biar bisa bangun lagi buat shalat.

Maka sungguh, mencari pahala, mencari balasan kebaikan dari Allah tuh mudah banget, setiap detiknya kita tuh punya kesempatan untuk beramal shalih. Mulai segala aktivitas dengan niat ibadah kepada Allah, mulai segalanya dengan bismillah, dan lakukan yang terbaik.

Sebab amal yang ahsan, amal yang maksimal, amal yang terbaik yang bisa kita lakukan itu…

 لَا  نُضِيْعُ  اَجْرَ  مَنْ  اَحْسَنَ  عَمَلًا  

Allah gak bakal menyia-nyiakan amal itu, gak mungkin bagi Allah untuk tidak membalasnya. Baik balasan di dunia maupun balasan di akhirat.

Semangat selalu kak 😊 Barakallah fikum, semoga Allah selalu memberikan keberkahan, kesehatan, kelapangan rizqi, kemudahan dalam setiap urusan, keringanan hati dalam berbuat taat dan keistiqomahan buat kakak dan keluarga. 🙂Aamiin
💬 Al Kahfi's Chat Eps 48

"tempat anti bosen"


🪑🪑🪑🪑🪑🪑

Suka rombak-rombak susunan barang-barang di rumah ndak kak?😁

Atau posisi barang-barang di kamar deh. Atau biasanya The Queen of Home alias ibuk, pernah liat atau bantuin mindah-mindahin perabotan rumah ndak?

Biasanya dalam beberapa bulan sekali, atau setahun sekali deh, kadang tuh posisi lemari yang biasanya ngehadep depan, biasanya digeser, dirubah posisinya.

Posisi kasur, posisi pernak-pernik, beberapa perabotan, kadang tuh dirubah-rubah posisinya, pindah sana-sini. Tujuannya buat apa?

Karena ibu yang paling sering stay di rumah, dibandingkan ayah yang tiap hari berangkat kerja. Saat ibu ditanya kenapa posisinya dirubah mulu, ”biar ganti suasana” 🥰

Kamar hotel tuh terlihat begitu bagus saat pertama kali kita masukinnya. Tapi kalau udah 1 bulan di kamar itu gimana? Atau kalau udah 1 tahun tinggal disana, gimana? Bosen ndak?

Seindah dan semegah apapun rumah, dalam kurun waktu tertentu, pasti bakalan bosen, direnovasi, atau ganti cat, atau ganti-ganti posisi perabotan di dalamnya.

Manusia itu bisa bosen, fitrahnya ingin tinggal tuh ditempat yang always fresh, selalu ingin dengan suasana baru.

Hmmm….terus gimana dengan Surga kelak?

Pernah kepikiran ndak kak kalau “bakalan bosen ndak sih penghuni surga itu?”

Iya, tempatnya emang indah, tapi kalau disitu terus menerus, dalam waktu yang lama, gimana?


اُولٰٓئِكَ  لَهُمْ  جَنّٰتُ  عَدْنٍ  تَجْرِ يْ  مِنْ  تَحْتِهِمُ  الْاَ نْهٰرُ  يُحَلَّوْنَ  فِيْهَا  مِنْ  اَسَاوِرَ  مِنْ  ذَهَبٍ  وَّ  يَلْبَسُوْنَ  ثِيَا بًا  خُضْرًا  مِّنْ  سُنْدُسٍ  وَّاِسْتَبْرَقٍ  مُّتَّكِـئِيْنَ  فِيْهَا  عَلَى  الْاَ رَآئِكِ   ۗ نِعْمَ  الثَّوَا بُ   ۗ وَحَسُنَتْ  مُرْتَفَقًا

”Mereka itulah yang memperoleh Surga 'Adn, yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; (dalam surga itu) mereka diberi hiasan gelang emas dan mereka memakai pakaian hijau dari sutra halus dan sutra tebal, sedang mereka duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang indah. (Itulah) sebaik-baik pahala dan tempat istirahat yang indah;”
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 31)



جَنّٰتُ  عَدْنٍ
Surga ‘Adn

Kata ‘Adnun, kalau kita cek di kitabnya Imam Raghib Al Asfahany, ia punya makna ketetapan atau yang menetap.

Sebuah tempat untuk menetap dalam waktu yang lama. Bahkan kelak manusia itu akan kekal di dalam surga.

Bayangin deh kak
Tinggal disebuah tempat, menetap dalam waktu yang sangat lama. Di sebuah tempat yang banyak banget sungai-sungainya, lalu pakek pakaian warna hijau, kainnya terbuat dari sutra, di tangan memakai gelang emas, lalu lagi santai, duduk diatas dipan-dipan yang bagus banget.

Hari pertama exited banget mungkin, tapi kemudian, gimana dalam 1 tahun kemudian, 10 tahun kemudian, 20 tahun kemudian? Apakah bakalan bosen?

Maka jawabannya ada juga di ayat dalam surah Al Kahfi

خٰلِدِيْنَ  فِيْهَا  لَا  يَـبْغُوْنَ  عَنْهَا  حِوَلًا

”mereka kekal di dalamnya, mereka tidak ingin pindah dari sana.”
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 108)

Berarti memang benar bahwa surga itu adalah tempat yang tidak akan terbayang oleh pikiran kita, itu adalah tempat yang beyond expectation, beyond imagination. Keindahan surga itu berbeda dengan keindahan dunia.

Rumus keindahan dunia, berbeda dengan yang di surga.

Keindahan di dunia, seindah apapun itu, pasti membuat diri kita bosen. Tapi Keindahan di surga, Allah udah garansi, manusia gak bakalan bosen, dan gak bakalan mau pindah dari sana.

Dan untuk memperolehnya…

اِنَّ  الَّذِيْنَ  اٰمَنُوْا  وَعَمِلُوا  الصّٰلِحٰتِ  اِنَّا  لَا  نُضِيْعُ  اَجْرَ  مَنْ  اَحْسَنَ  عَمَلًا  

”Sungguh, mereka yang beriman dan mengerjakan kebajikan, Kami benar-benar tidak akan menyia-nyiakan pahala orang yang mengerjakan perbuatan yang baik itu.”
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 30)

Masya’ Allah, Iman dan Amal Shalih.

Bismillah yaa, semoga Allah selalu menguatkan iman, memudahkan kakak untuk berbuat kebaikan, beramal shalih, juga selalu di-istiqomahkan dalam ketaatan kepada Allah. 😊 Barakallah fikum.

Jangan lupa perbanyak baca shalawat dan baca Al Kahfinya.
💬 Al Kahfi's Chat Eps 49

Pernah lihat tanaman anggur ndak kak? atau pernah pergi jalan-jalan ke kebun anggur gitu?

Sekilas tentang budidaya tanaman anggur tuh masyaa’Allah banget deh.

Itu kan tanaman merambat yaa, bukan tanaman yang punya pohon gede gitu. Merambat dengan ranting-ranting yang kecil, terus biasanya di rambatin ke atap gitu, atau dijadikan kayak atap gitu deh.

Terus kalau udah panen, udah berbuah, buahnya jadi kayak gelantungan gitu diatas.

Dan pohon anggur ini, termasuk tanaman yang lemah banget, dalam artian karena dia merambat dengan ranting-ranting kecil, mudah banget dong, kalau tertimpa apa gitu, jadi patah.

Terus apa lagi kalau ada angin kencang, kalau keterpa langsung, hancur dah tanaman itu.

Nah, untuk mengatasi terpaan angin yang kencang, biasanya para pembudidaya anggur itu menanam tanaman-tanaman pohon yang kokoh di sekeliling, mengitari kebun anggur.

Biar kalau ada angin kenceng, setidaknya bisa mengurangi dampak secara langsung.

Dan tau ndak kak, di Quran tuh ada cara budidaya anggur loh


وَا ضْرِبْ  لَهُمْ  مَّثَلًا  رَّجُلَيْنِ  جَعَلْنَا  لِاَ حَدِهِمَا  جَنَّتَيْنِ  مِنْ  اَعْنَا بٍ  وَّحَفَفْنٰهُمَا  بِنَخْلٍ  وَّجَعَلْنَا  بَيْنَهُمَا  زَرْعًا  

”Dan berikanlah (Muhammad) kepada mereka sebuah perumpamaan, dua orang laki-laki, yang seorang (yang kafir) Kami beri dua buah kebun anggur dan Kami kelilingi kedua kebun itu dengan pohon-pohon kurma dan di antara keduanya (kebun itu) Kami buatkan ladang." (QS. Al-Kahf 18: Ayat 32)

Di Al Kahfi, dikisahkan tentang kondisi dari kebun anggur, dimana di sekelilingnya ditanamin pohon-pohon kurma.

Nah, ada hal menarik di ayat ini.

Saat Allah mention anggur, itu langsung buah anggurnya  اَعْنَا بٍ

tapi saat kurma, itu Allah ndak mention langsung kurma تَمْر tapi Allah mention   بِنَخْلٍ   pohon pohon kurma.

So, saat anggur itu buahnya aja,
saat tentang kurma, itu keseluruhan tanamannya, artinya include akar, batang, pelepah, daun, bunga, buah.

Dan Allah itu, saat menyebutkan sesuatu dalam Al Quran, adalah menyebutkan yang paling bermanfaat.

Anggur, yang bisa dimanfaatkan yaitu buahnya

Tapi kurma, masyaa’Allah, itu adalah tanaman yang bermanfaat dari semua pohonnya, dari akar sampai buah, semuanya, itu punya manfaat masing-masing.

Maka begitu indah pemilihan kata di dalam Al Quran, setiap kata nya, punya manfaat, punya hikmah sendiri-sendiri.

Juga setiap hurufnya itu 10 kebaikan, sebagaimana sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam

“Siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan الم satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.”
(HR. Tirmidzi dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 6469)

Seperti biasa, jangan lupa baca Al Kahfi dan perbanyak shalawat yaa 😊
💬 Alkahfi'sChat eps #50

Masih main-main di kebun seperti episode kemarin nih kak 🤭

Kalau kita main ke kebun, ladang atau sawah deh. Lalu disana terlihat tanaman yang beragam. Ada juga yang menanam padi, nanam cabai, nanam jagung dan tanaman lainnya.

Nah, pernah perhatiin nggak? 🤔

Misal nih yaa, di dalam satu petak sawah, itu ditanami jagung semuanya. Misal isinya ada 100 tanaman jagung. Coba deh cek, apakah dari 100 pohon itu berbuah semuanya?

Kalau ada 100 tanaman cabai misal di sawah, apakah 100 cabai itu berbuah sempurna? Apakah semuanya, 100 tanaman itu sama-sama lebat buahnya?

Kayaknya enggak deh. Pasti ada satu atau dua pohon yang nggak berbuah atau paling mungkin, buahnya kecil, gak sempurna, gak 100% berbuah dengan baik.

*كِلْتَا*  الْجَـنَّتَيْنِ  اٰتَتْ  اُكُلَهَا  وَلَمْ  تَظْلِمْ  مِّنْهُ  شَيْـئًـا  ۙ وَّفَجَّرْنَا  خِلٰـلَهُمَا  نَهَرًا 

"Kedua kebun itu menghasilkan buahnya, dan tidak berkurang (buahnya) sedikit pun, dan di celah-celah kedua kebun itu Kami alirkan sungai,"
(QS. Al-Kahf Ayat 33)

Kak di dalam bahasa arab, secara jumlah kata itu dibagi menjadi 3;

Mufrad, nih adalah kata tunggal.
Mutsana, ini adalah kata yang punya makna jumlahnya tuh ada 2
Jamak, kata yang jumlahnya lebih dari 2 alias 3 dan seterusnya

Beda kalau di dalam bahasa indonesia, adanya cuman kata tunggal dan jamak. Klo di english ada single and plural.

Nah kalau kita cek ayatnya, disitu ada kata كلتا itu adalah bentuk mutsana (double) dari kata كل (single)

Sebenernya bentuknya bisa كلتا atau كلا, bedanya yang satu versi untuk kata gender feminine satunya kata maskulin.

Nah, kalau kita lihat lagi ayatnya

*كِلْتَا*  الْجَـنَّتَيْنِ

“*Kedua* kebun itu…”

Kata kiltaa kan artinya udah *kedua* tapi diayat itu ditambah jannataini, yang kata الْجَـنَّتَيْنِ ini adalah bentuk mutsana (double) juga.

Maa syaa Allah.

Kiltaa = kedua (both)
Jannataini = dua surga

*كِلْتَا*  الْجَـنَّتَيْنِ  اٰتَتْ  اُكُلَهَا

*"Kedua* (dua) kebun itu menghasilkan buahnya

Kalau kita terjemahin secara bahasa, ini terkesan rancu, tapi kalau kita belajar bahasa arabnya, sungguh ini punya makna taukid penekanan. Untuk menggambarkan bahwa setiap pohon yang ada di dalam surga itu 100% semuanya menghasilkan buah yang sempurna.

Nggak ada satupun pohon yang nggak ada buahnya, nggak ada satupun pohon yang buahnya kecil gak sempurna atau sejenisnya.

Semua pohon 💯 % berbuah sempurna. 😍 Maa syaa Allah. Itu yang melihat aja, serius udah nyenengin banget.

Allahumma inni as alukal jannah 😊 Semoga kaka dan keluarga di izinkan oleh Allah memasukin surga dan melihat indahnya kebun-kebun yang ada di dalamnya 😊 Barakallah fikum.

Happy friday mubarrak, jangan lupa perbanyak shalawat dan baca Al Kahfi yaa kak 😊

See you di episode Al Kahfi Chat selanjutnya 🙂 In syaa Allah

*Info spesial buat kaka*

_quranreview x dopmet dhuafa_ turut mengajak kakak untuk ikut andil dalam membantu perjuangan saudara sesama muslim kita di Palestina https://digital.dompetdhuafa.org/donasi/solidaritaspalestina
💬 Al Kahfi’s Chat eps #51

"nyebelin banget sih.."

⌛️⌛️⌛️⌛️⌛️⌛️⌛️

Beberapa orang kaya tuh emang kadang nyebelin gak sih kak? 😮‍💨 Hmmm

Iya sih nggak semua, pasti ada yang nggak nyebelin, ada juga yang ramah, humble, dermawan banget. Tapi pernah nggak nemuin orang yang kayak gini…

Ini sekedar cerita aja sih, kemarin aku tuh habis beli mobil baru yaa, masak garansinya tuh susah banget diurus

Nggak ada angin, nggak ada hujan gitu. Lagi di tongkrongan, tiba-tiba aja si paling inisiatif, tiba-tiba cerita, ”Ternyata bisnis tuh pusing yaa, karyawan aku 50 aja kayak susah banget ngaturnya

Bawaannya tuh kayak suka banget pamer, yang secara nggak langsung itu jadi ngerendahin lawan bicaranya.

Jadi kemarin aku tuh habis bangun rumah sih, habis 3 M, btw kamu masih ngontrak di tempat yang dulu itu yaa?

Kalau kaka menemukan orang-orang yang sejenis ini, nggak usah kaget, mereka bukan jenis orang baru, bukan tipe manusia yang baru. Soalnya udah ada kok di Quran, spesies manusia kayak gitu.

وَكَا نَ  لَهٗ  ثَمَرٌ  ۚ فَقَا لَ  لِصَا حِبِهٖ  وَهُوَ  يُحَاوِرُهٗۤ  اَنَاۡ  اَكْثَرُ  مِنْكَ  مَا لًا  وَّاَعَزُّ  نَفَرًا

"dan dia memiliki kekayaan besar, maka dia berkata kepada kawannya (yang beriman) ketika bercakap-cakap dengan dia, Hartaku lebih banyak daripada hartamu dan pengikutku lebih kuat." (Al-Kahf : 34)

Ayat ini bercerita tentang pemilik 2 kebun, yang kebunnya tuh 100% berbuah lebat yang seolah-olah hampir kayak di surga, yang udah kita bahas di Al Kahfi Chat episode kemarin.

Jadi ada satu orang, yang orang ini tuh punya kebun dua, yang dua-duanya tuh luar biasa banget hasilnya.

وَكَا نَ  لَهٗ  ثَمَرٌ

Lalu dia gak hanya punya kebun aja, tapi Allah gambarkan ثَمَرٌ, punya kekayaan yang besar banget, tajir melintir deh.

Nah uniknya, diayat diatas, ada yg aku bold itu kan, ada kata wahuwa yuhaawiruhu. Padahal nih bisa aja kan, ayatnya itu langsung

dia berkata kepada kawannya, ‘hartaku lebih banyak daripada hartamu…

Bisa aja gitu kan, tapi ayatnya tuh ada wahuha yuhawiruhu.

"dia berkata kepada kawannya (yang beriman) ketika bercakap-cakap dengan dia, Hartaku lebih banyak daripada hartamu dan pengikutku lebih kuat."

Tau ndak kak, ayat ini tuh seolah ngasih tau, bahwa nih orang tuh kayak hyperactive gitu deh 😅 Si paling inisiatif dalam urusan pamer. Nggak ada angin, nggak ada hujan, tiba-tiba ngobrol sama temennya

 اَنَاۡ  اَكْثَرُ  مِنْكَ  مَا لًا

“eh tau nggak, FYI aja sih ini, ternyata kebun akun tuh lebih luas loh ternyata dari punyamu, yang dari situ profit aku jelas lebih banyak daripada punyamu”

وَّاَعَزُّ  نَفَرًا

“oh iyaa, gegara kebun akun yang luas ini, jadinya karyawan aku lebih banyak sih, maklum kalau bisnis sukses ya gini, butuh SDM banyak”

Astaghfirullah 😮‍💨

Ini adalah contoh orang yang buruk saat diberikan nikmat oleh Allah. Al Quran sudah memberikan peringatan jangan sampai seperti itu.

yaitu mudah banget menyebutkan kelebihan diri, gampang banget menceritakan keberhasilan diri di depan orang lain.

Termasuk kalau jaman sekarang update status keberhasilan bisnis di sosmed, cerita prestasi anak, update harmonisnya rumah tangga.

“Kan biar jadi inspirasi bagi orang lain gak sih?”

Maka yang menjadi pertanyaan, “Beneran bisa menjaga niat tetep lurus seperti itu? beneran bisa ngejaga hati agar tidak terpeleset dalam rasa ujub, riya’ pamer, ingin merasa dianggap lebih baik dibandingkan lainnya?” 😊

Maka, yuk kak menjaga hati atas nikmat yang udah dikaruniakan oleh Allah. Jangan sampai kebahagiaan kita itu, ternyata menjadi rasa sakit hati bagi orang lain, sebab mereka mengetahuinya.

Lebih parahnya lagi, malah membuat mereka jadi tidak bersyukur kepada Allah, sebab merasa Allah tidak adil dalam membagi nikmat-Nya.

Tak semua orang juga akan bahagia, saat kita bahagia. Lalu bukankah kita juga tetap bahagia, meskipun kita orang lain tidak tau kebahagiaan kita? 🥰
1👍1