Sejak saat kejadian di markas deon mulai menjauhi rain, beberapa hari juga rain tidak masuk kuliah, tiba saatnya masa orientasi atau pengenalan kampus di mulai.
Mahasiswa baru berbaris rapi di lapangan kampus, rain sudah meminta ijin untuk di wakili oleh leon yang menjabat sebagai wakil presma menyampaikan sambutan.
Saat upacara mulai, rain baru datang dan hanya lewat begitu saja dengan menggunakan kacamata hitam dan headset tanpa menengok ke mahasiswa baru, namun seluruh mahasiswa baru reflek mengarahkan pandangan pada rain yang datang dari parkiran kampus.
Rain langsung menuju ke ruang bagian keuangan.
Beberapa saat kemudian rain keluar dari bagian keuangan kampus.
Leon menghampiri rain setelah upacara penyambutan maba selesai.
Leon:
Rain gimana? Masih belum di acc ya?
Rain:
Sudah, adakan poling suruh semua mahasiswa memilih hiburan apa yang mereka mau di malam puncak.
Leon:
Jangan bilang lu yang nalangin?
Rain:
Gua gak segabut itu
Rain menceritakan yang terjadi bahwa rain mengatur wartawan untuk mendesak kampus dengan menyebarkan rumor bahwa penerimaan maba tahun ini akan mengadakan malam puncak yang luar biasa.
Selain itu rain akan membocorkan laporan keuangan dan pengadaan sarpras kampus yang tidak real bila tidak di acc.
Rain:
Gua mau hasil voting besok
Leon:
Rain nanti lu muncul kan waktu perkenalan organisasi kampus organisasi kampus sama ormex?
Rain:
Iya,
Rain:
Leon, deon mana?
Leon:
Ada, dia di kantin ama cewek-cewek, tumben banget tu anak deket sama cewek-cewek.
Rain hanya mengangguk.
Waktu perkenalan tiba, Rain Leon dan Deon masuk ke ruangan bersama dengan seluruh ketua organisasi kampus dan ekstra kampus.
Saat perkenalan Alisha selaku ketua panitia memperkenalkan satu satu namun mahasiswa baru fokus pada 3 pria tampan di sebelah kanan.
Deon:
Saya deon, saya ketua DPM universitas.
Leon:
Saya Leon, saya wakil ketua BEM Universitas.
Rain:
Saya Rain, ketua BEM Universitas.
Maba 1:
Wah keren banget mereka
Maba 2:
Gila gila presma keren ganteng cool
Maba 3:
Ketua DPM sih gw
Yang lain pun ramai membicarakan ketua" Organisasi kampus dan yang paling mencolok adalah rain.
Deon:
Basi...
/menyeringai sambil berkata lirih lalu pergi duluan/
Entah kenapa deon merasa panas ketika maba maba mengincar Rain untuk di jadikan crush.
Sedangkan disisi lain Rain merasa aneh dengan sikap deon, namun enggan mengejar, karena alasannya untuk bolos setelah kejadian di markas itu adalah untuk memastikan dia masih waras bukan gay, tapi entah mengapa hati rain ingin dekat dengan deon.
Rain:
/memegang kepalanya sambil menggumam/
Lu harus waras rain jangan jeruk makan jeruk.
Perkenalanpun berakhir, semua bubar untuk mengerjakan tugas yang di bagi oleh panitai.
Brugh
Seorang mahasiswa baru menabrak rain dan menumpahkan susu coklat di baju rain juga almamater nya.
Rain:
Ish... Lu kalau mau deketin gua pake cara gini
Dasha:
Maaf maaf ga sengaja kak
/mengeluarkan tissue sambil membersihkan baju rain/
Tapi kak gw gak ada niatan deketin kakak pakai cara norak begini, kakak aja keluar dari ruangan mendadak.
Rain:
/melotot/
Kamu.... Sudahlah.
Rain mengabaikan dasha dan pergi ke toilet.
Mahasiswa baru berbaris rapi di lapangan kampus, rain sudah meminta ijin untuk di wakili oleh leon yang menjabat sebagai wakil presma menyampaikan sambutan.
Saat upacara mulai, rain baru datang dan hanya lewat begitu saja dengan menggunakan kacamata hitam dan headset tanpa menengok ke mahasiswa baru, namun seluruh mahasiswa baru reflek mengarahkan pandangan pada rain yang datang dari parkiran kampus.
Rain langsung menuju ke ruang bagian keuangan.
Beberapa saat kemudian rain keluar dari bagian keuangan kampus.
Leon menghampiri rain setelah upacara penyambutan maba selesai.
Leon:
Rain gimana? Masih belum di acc ya?
Rain:
Sudah, adakan poling suruh semua mahasiswa memilih hiburan apa yang mereka mau di malam puncak.
Leon:
Jangan bilang lu yang nalangin?
Rain:
Gua gak segabut itu
Rain menceritakan yang terjadi bahwa rain mengatur wartawan untuk mendesak kampus dengan menyebarkan rumor bahwa penerimaan maba tahun ini akan mengadakan malam puncak yang luar biasa.
Selain itu rain akan membocorkan laporan keuangan dan pengadaan sarpras kampus yang tidak real bila tidak di acc.
Rain:
Gua mau hasil voting besok
Leon:
Rain nanti lu muncul kan waktu perkenalan organisasi kampus organisasi kampus sama ormex?
Rain:
Iya,
Rain:
Leon, deon mana?
Leon:
Ada, dia di kantin ama cewek-cewek, tumben banget tu anak deket sama cewek-cewek.
Rain hanya mengangguk.
Waktu perkenalan tiba, Rain Leon dan Deon masuk ke ruangan bersama dengan seluruh ketua organisasi kampus dan ekstra kampus.
Saat perkenalan Alisha selaku ketua panitia memperkenalkan satu satu namun mahasiswa baru fokus pada 3 pria tampan di sebelah kanan.
Deon:
Saya deon, saya ketua DPM universitas.
Leon:
Saya Leon, saya wakil ketua BEM Universitas.
Rain:
Saya Rain, ketua BEM Universitas.
Maba 1:
Wah keren banget mereka
Maba 2:
Gila gila presma keren ganteng cool
Maba 3:
Ketua DPM sih gw
Yang lain pun ramai membicarakan ketua" Organisasi kampus dan yang paling mencolok adalah rain.
Deon:
Basi...
/menyeringai sambil berkata lirih lalu pergi duluan/
Entah kenapa deon merasa panas ketika maba maba mengincar Rain untuk di jadikan crush.
Sedangkan disisi lain Rain merasa aneh dengan sikap deon, namun enggan mengejar, karena alasannya untuk bolos setelah kejadian di markas itu adalah untuk memastikan dia masih waras bukan gay, tapi entah mengapa hati rain ingin dekat dengan deon.
Rain:
/memegang kepalanya sambil menggumam/
Lu harus waras rain jangan jeruk makan jeruk.
Perkenalanpun berakhir, semua bubar untuk mengerjakan tugas yang di bagi oleh panitai.
Brugh
Seorang mahasiswa baru menabrak rain dan menumpahkan susu coklat di baju rain juga almamater nya.
Rain:
Ish... Lu kalau mau deketin gua pake cara gini
Dasha:
Maaf maaf ga sengaja kak
/mengeluarkan tissue sambil membersihkan baju rain/
Tapi kak gw gak ada niatan deketin kakak pakai cara norak begini, kakak aja keluar dari ruangan mendadak.
Rain:
/melotot/
Kamu.... Sudahlah.
Rain mengabaikan dasha dan pergi ke toilet.
Dasha:
Ish ganteng tapi nyebelin, kok bisa sih jadi presma hah
/pergi/
Di dalam kamar mandi
Rain:
Berani banget tu cewek, ini kayanya harus ganti baju.
Rain keluar kamar mandi, dari lantai 3 dia melihat deon keluar dari kantin bersama seorang wanita.
Rain:
Oh jadi jauhin gua karena cewek
/seringai namun hati rain terasa sakit/
Rainpun turun ke lantai satu menuju ke kantor BEM untuk ganti baju, dia melihat dasha di hukum oleh Alisha.
Rain:
/berjalan mendekat/
Kenapa dihukum?
Alisha:
/kaget tiba tiba ada suara/
A anu rain, tadi dia nabrak kamu sampai baju kamu kotor semua
Rain:
Bukan dia yang salah, gua aja gak liat jalan
Alisha:
Tapi gw liat sendiri tadi
Rain:
Gua gpp, jangan di hukum
/saut rain dingin ❄/
Dasha:
Ternyata dia baik, tapi sikapnya ngeselin banget /ucap dasha dalam hati/
Rain:
Lu ikut gua
/menunjuk pada dasha/
Alisha:
Tapi rain
Rain:
/menarik tangan dasha/
Dasha:
/hanya menurut daripada di hukum oleh Alisha/
Ish ganteng tapi nyebelin, kok bisa sih jadi presma hah
/pergi/
Di dalam kamar mandi
Rain:
Berani banget tu cewek, ini kayanya harus ganti baju.
Rain keluar kamar mandi, dari lantai 3 dia melihat deon keluar dari kantin bersama seorang wanita.
Rain:
Oh jadi jauhin gua karena cewek
/seringai namun hati rain terasa sakit/
Rainpun turun ke lantai satu menuju ke kantor BEM untuk ganti baju, dia melihat dasha di hukum oleh Alisha.
Rain:
/berjalan mendekat/
Kenapa dihukum?
Alisha:
/kaget tiba tiba ada suara/
A anu rain, tadi dia nabrak kamu sampai baju kamu kotor semua
Rain:
Bukan dia yang salah, gua aja gak liat jalan
Alisha:
Tapi gw liat sendiri tadi
Rain:
Gua gpp, jangan di hukum
/saut rain dingin ❄/
Dasha:
Ternyata dia baik, tapi sikapnya ngeselin banget /ucap dasha dalam hati/
Rain:
Lu ikut gua
/menunjuk pada dasha/
Alisha:
Tapi rain
Rain:
/menarik tangan dasha/
Dasha:
/hanya menurut daripada di hukum oleh Alisha/
Rain:
/melepas tangan dasha di ruang BEM/
Udah tungguin gua disini lu harus tanggung jawab
Dasha:
Maksudnya?
Rain:
/mengeluarkan baju dari lemari pribadinya lalu membuka almamaternya juga bajunya di depan dasha, terlihat badan atletis rain/
Dasha:
Eh lu ngapain hah
/gugup campur takut/
Rain:
/dengan telanjang setengah badan memepetkan dasha ke tembok/
Dasha:
/menelan saliva kasar sambil tak mengalihkan pandangan dari wajah rain, karena terlalu takut dasha memejamkan mata/
Rain:
/melihat dasha lalu tersenyum meremehkan, rain melempar almamater dan bajunya yang kotor karena ketumpahan kopi ke wajah dasha/
Gak usah kepedean lu, tu cuci yang bersih, oh iya kemeja gua mahal jadi jangan di cuci tapi di loundry bilang aja kemeja gua merk LV.
Dasha:
/di lempar baju, dasha tersadar dan memungut baju rain lalu cepat cepat pergi membawanya karena malu/
Sialan prema sialan huh
/menggumam di jalan/
Brugh
/dasha menabrak seseorang/
Deon:
Lu gpp?
Dasha:
/menggeleng lalu cepat cepat pergi karena tau deon adalah teman rain, dasha berpikir mereka sama/
Disisi lain, deon memandangi baju yang di bawa oleh dasha sepertinya familiar lalu melihat almamater bernama rain, deon segera menuju ke ruangan dimana dasha keluar tadi yaitu ruang BEM.
Deon tidak sengaja mendapati rain tengah berganti baju.
Rain:
Eh bunny...
/tiba tiba rain ingat kejadian yang ia lihat saat deon bergandengan dengan cewek/
Maksud gua deon.
Deon:
/wajah kecewa nampak di raut deon karena ia mengira hal yang tidak tidak/
Ahh rupanya rain
/sambil tersenyum pahit/
Leon mana?
Rain:
Leon tadi pergi sama Michael cari bahan ngerjain maba.
Deon hanya mengangguk dan hendak pergi namun
Grep
Rain:
/memeluk deon dari belakang/
Kenapa lu jauhin gua belakangan ini?
Deon:
/kaget/
Bukannya kebalik ya, lu gak masuk hampir 3 hari buat jauhin gua kan hahahaha
/tertawa mengejek/
Kemudian deon melepas paksa pelukan rain dan melanjutkan perjalanannya mencari leon tanpa membalikkan badan melihat rain karena tangis deon ingin pecah.
Ia berjalan lurus dengan air mata kecewa pada rain karena dasha membawa baju rain sedangkan rain berganti baju di ruang BEM.
Deon:
Jadi ini, deon lu goblok suka sama dia, dia sejenis sama lu, lu tau dia dari dulu brengsek tapi lu malah ngerasa dia beda ke elu.
Goblok banget lu deon.
/gumam deon/
/melepas tangan dasha di ruang BEM/
Udah tungguin gua disini lu harus tanggung jawab
Dasha:
Maksudnya?
Rain:
/mengeluarkan baju dari lemari pribadinya lalu membuka almamaternya juga bajunya di depan dasha, terlihat badan atletis rain/
Dasha:
Eh lu ngapain hah
/gugup campur takut/
Rain:
/dengan telanjang setengah badan memepetkan dasha ke tembok/
Dasha:
/menelan saliva kasar sambil tak mengalihkan pandangan dari wajah rain, karena terlalu takut dasha memejamkan mata/
Rain:
/melihat dasha lalu tersenyum meremehkan, rain melempar almamater dan bajunya yang kotor karena ketumpahan kopi ke wajah dasha/
Gak usah kepedean lu, tu cuci yang bersih, oh iya kemeja gua mahal jadi jangan di cuci tapi di loundry bilang aja kemeja gua merk LV.
Dasha:
/di lempar baju, dasha tersadar dan memungut baju rain lalu cepat cepat pergi membawanya karena malu/
Sialan prema sialan huh
/menggumam di jalan/
Brugh
/dasha menabrak seseorang/
Deon:
Lu gpp?
Dasha:
/menggeleng lalu cepat cepat pergi karena tau deon adalah teman rain, dasha berpikir mereka sama/
Disisi lain, deon memandangi baju yang di bawa oleh dasha sepertinya familiar lalu melihat almamater bernama rain, deon segera menuju ke ruangan dimana dasha keluar tadi yaitu ruang BEM.
Deon tidak sengaja mendapati rain tengah berganti baju.
Rain:
Eh bunny...
/tiba tiba rain ingat kejadian yang ia lihat saat deon bergandengan dengan cewek/
Maksud gua deon.
Deon:
/wajah kecewa nampak di raut deon karena ia mengira hal yang tidak tidak/
Ahh rupanya rain
/sambil tersenyum pahit/
Leon mana?
Rain:
Leon tadi pergi sama Michael cari bahan ngerjain maba.
Deon hanya mengangguk dan hendak pergi namun
Grep
Rain:
/memeluk deon dari belakang/
Kenapa lu jauhin gua belakangan ini?
Deon:
/kaget/
Bukannya kebalik ya, lu gak masuk hampir 3 hari buat jauhin gua kan hahahaha
/tertawa mengejek/
Kemudian deon melepas paksa pelukan rain dan melanjutkan perjalanannya mencari leon tanpa membalikkan badan melihat rain karena tangis deon ingin pecah.
Ia berjalan lurus dengan air mata kecewa pada rain karena dasha membawa baju rain sedangkan rain berganti baju di ruang BEM.
Deon:
Jadi ini, deon lu goblok suka sama dia, dia sejenis sama lu, lu tau dia dari dulu brengsek tapi lu malah ngerasa dia beda ke elu.
Goblok banget lu deon.
/gumam deon/
📊 Rain sama siapa?
Deon [2]
Dasha [2]
Alisha [1]
👥 5 people have voted so far.
📖 Anonymous Vote
Deon [2]
Dasha [2]
Alisha [1]
👥 5 people have voted so far.
📖 Anonymous Vote
Hari ke dua orientasi
Alisha:
Dimana leon?
Deon:
Tu lagi ngerjain anak-anak
Alisha:
Gw harus ikut, gw mau ngerjain yang namanya dasha.
Deon:
Dasha? Kenapa?
Alisha:
Itu cewek kemarin yang nabrak rain pas gw hukum malah gw di marahin sama rain, cantik sih tapi gw ga suka rain belain dia.
Deon:
/berpikir ternyata memang rain dekat dengan dasha/
Emmmm iya.
Alisha masuk ke lapangan dimana maba berkumpul dengan memakai atribut lucu mereka.
Sedangkan dasha terlihat pucat di barisan tengah.
Alisha:
Oke jadi kali ini kita akan bermain suatu permainan yang seru yaitu pindah tissue.
Gw bakal tunjuk 1 orang per kelompok dan harus menyelesaikan permainan jika tidak kalian semua akan tetap di lapangan sampai siang.
Paham!!!
Semua maba:
Pahammmm
Alisha:
1. Ibra
2. Sean
3. Brian
4. Dasha
5. Rizky
6. Rian
7. Febri
Semua yang gw panggil maju!
Maba kelompok 4:
Kok dasha doang yang cewek
Iya ga beres
Jangan" Dasha nyinggung kating
Dasha:
Gw ga mau, masa yang lain cowok gw cewek sendiri.
Maba:
Maju maju maju
Ketua kelompok 4:
Kalo lu ga maju, kita semua bisa di jemur disini.
Dasha terpaksa maju karena seluruh maba meneriakinya, Alisha terlihat puas namun disisi lain ada deon yang melihat dasha di permalukan oleh Alisha.
Deon sangat ingin menolong namun ia ingat kejadian kemarin, ia menggenggam erat tangannya menahan diri.
Permainanpun di mulai, namun saat tissue harus dipindah oleh dasha, ia menolak hingga permainan gagal.
Seluruh maba di hukum atas kesalahan dasha.
"Brugh"
Dasha pingsan di tengah lapangan.
Leon:
Semua boleh istirahat
/menghimbau maba untuk istirahat/
Deon bantu gua angkat dasha...
Deon masuk ke lapangan membantu leon membawa dasha ke tenda ruang kesehatan.
Dasha mendapat perawatan di sana, lengannya di infus karena kurang cairan.
Sementara itu rain mendengar kabar itu mengadakan evaluasi dadakan.
Rain:
GUA BILANG APA, JANGAN SAMPAI ADA YANG SAKIT GUA GAK MAU ADA YANG SAKIT IKUT KEGIATAN, BAIK PANITIA MAUPUN PESERTA!
/dengan nada marah dan suara tinggi rain mengamuk semua panitia/
Saat itu seluruh panitia tidak berani menjawab rain, Tiba-tiba
Deon:
/berdiri menghadap rain, menatap mata rain yang penuh kemarahan/
Lu gak bisa sepenuhnya nyalahin mereka, dia juga salah.
DIA PUNYA MULUT TAPI GAK BISA BELA DIRINYA SENDIRI!!!
/membentak rain/
Rain:
DEON!!!
/pertama kalinya rain menggunakan nada tinggi ke deon, matanya yang marah mulai merasa bersalah/
Semuanya bubar
Seluruh kepanitiaan segera meninggalkan rain tapi rain menahan tangan deon yang sedang menahan tangis.
Kini tinggal rain dan deon di ruangan itu, rain menarik tangan deon hingga jatuh di pelukan rain.
Rain:
Maaf... Maafin gua... Maaf
Deon hanya sesegukan menumpahkan air matanya di pelukan rain.
Rain:
Gua salah, gua gak seharusnya marah... Maaf...
Deon:
Lu suka sama dasha?
Rain:
Kenapa nanya itu?
Deon:
JAWAB!!!
Rain:
Gua gak bisa nyeret lu dalam kesalahan deon maaf gua masih gak bisa jelasin perasaan gua, gua takut lu jauhin gua kalau gua bilang orang yang gua suka lu /batin rain/
Deon:
Jawab rain
Rain:
Iya
Deon langsung melepas pelukannya di tubuh rain dan pergi meninggalkan rain sendiri.
Alisha:
Dimana leon?
Deon:
Tu lagi ngerjain anak-anak
Alisha:
Gw harus ikut, gw mau ngerjain yang namanya dasha.
Deon:
Dasha? Kenapa?
Alisha:
Itu cewek kemarin yang nabrak rain pas gw hukum malah gw di marahin sama rain, cantik sih tapi gw ga suka rain belain dia.
Deon:
/berpikir ternyata memang rain dekat dengan dasha/
Emmmm iya.
Alisha masuk ke lapangan dimana maba berkumpul dengan memakai atribut lucu mereka.
Sedangkan dasha terlihat pucat di barisan tengah.
Alisha:
Oke jadi kali ini kita akan bermain suatu permainan yang seru yaitu pindah tissue.
Gw bakal tunjuk 1 orang per kelompok dan harus menyelesaikan permainan jika tidak kalian semua akan tetap di lapangan sampai siang.
Paham!!!
Semua maba:
Pahammmm
Alisha:
1. Ibra
2. Sean
3. Brian
4. Dasha
5. Rizky
6. Rian
7. Febri
Semua yang gw panggil maju!
Maba kelompok 4:
Kok dasha doang yang cewek
Iya ga beres
Jangan" Dasha nyinggung kating
Dasha:
Gw ga mau, masa yang lain cowok gw cewek sendiri.
Maba:
Maju maju maju
Ketua kelompok 4:
Kalo lu ga maju, kita semua bisa di jemur disini.
Dasha terpaksa maju karena seluruh maba meneriakinya, Alisha terlihat puas namun disisi lain ada deon yang melihat dasha di permalukan oleh Alisha.
Deon sangat ingin menolong namun ia ingat kejadian kemarin, ia menggenggam erat tangannya menahan diri.
Permainanpun di mulai, namun saat tissue harus dipindah oleh dasha, ia menolak hingga permainan gagal.
Seluruh maba di hukum atas kesalahan dasha.
"Brugh"
Dasha pingsan di tengah lapangan.
Leon:
Semua boleh istirahat
/menghimbau maba untuk istirahat/
Deon bantu gua angkat dasha...
Deon masuk ke lapangan membantu leon membawa dasha ke tenda ruang kesehatan.
Dasha mendapat perawatan di sana, lengannya di infus karena kurang cairan.
Sementara itu rain mendengar kabar itu mengadakan evaluasi dadakan.
Rain:
GUA BILANG APA, JANGAN SAMPAI ADA YANG SAKIT GUA GAK MAU ADA YANG SAKIT IKUT KEGIATAN, BAIK PANITIA MAUPUN PESERTA!
/dengan nada marah dan suara tinggi rain mengamuk semua panitia/
Saat itu seluruh panitia tidak berani menjawab rain, Tiba-tiba
Deon:
/berdiri menghadap rain, menatap mata rain yang penuh kemarahan/
Lu gak bisa sepenuhnya nyalahin mereka, dia juga salah.
DIA PUNYA MULUT TAPI GAK BISA BELA DIRINYA SENDIRI!!!
/membentak rain/
Rain:
DEON!!!
/pertama kalinya rain menggunakan nada tinggi ke deon, matanya yang marah mulai merasa bersalah/
Semuanya bubar
Seluruh kepanitiaan segera meninggalkan rain tapi rain menahan tangan deon yang sedang menahan tangis.
Kini tinggal rain dan deon di ruangan itu, rain menarik tangan deon hingga jatuh di pelukan rain.
Rain:
Maaf... Maafin gua... Maaf
Deon hanya sesegukan menumpahkan air matanya di pelukan rain.
Rain:
Gua salah, gua gak seharusnya marah... Maaf...
Deon:
Lu suka sama dasha?
Rain:
Kenapa nanya itu?
Deon:
JAWAB!!!
Rain:
Gua gak bisa nyeret lu dalam kesalahan deon maaf gua masih gak bisa jelasin perasaan gua, gua takut lu jauhin gua kalau gua bilang orang yang gua suka lu /batin rain/
Deon:
Jawab rain
Rain:
Iya
Deon langsung melepas pelukannya di tubuh rain dan pergi meninggalkan rain sendiri.
#Eps7
Sejak hari itu deon menghilang, leon bilang deon pindah kampus tapi leon tidak tau deon di pindah kemana oleh orang tua mereka, yang leon tau deon pergi kuliah di luar kota. Deon meminta orang tuanya merahasiakan itu.
Disisi lain Rain terus mencari keberadaan deon dengan alasan study banding ke kampus-kampus di luar kota.
Satu tahun pun berlalu, rain sama sekali tidak menemukan keberadaan deon.
Rain:
Gua kangen bangsat!
Rain yang merindukan deon terus bersikap nakal, setiap hari pulang malam, clubbing, mabuk-mabukan.
Disisi lain
Seseorang:
Ma... Pa... Kangen...
Mama leon & deon:
Anak mama akhirnya mau pulang
Ucap mamanya sambil memeluk deon
Leon:
Kemana selama ini, rain setahun nyari lu.
Leon pergi dari ruang santai karena marah pada saudaranya itu, karena melihat betapa rain menghawatirkan deon.
Tok tok tok
Deon:
Gua boleh masuk gak?
Leon:
Ya!
Deon duduk di sebelah leon, cukup lama mereka berdiam akhirnya deon memulai percakapannya.
Deon:
Leon, gimana kabar kalian?
Leon:
gua baik
Deon:
Rain?
Leon:
Kacau, dia sering mabuk mabukan sekarang
Deon:
Lu gak nanya kenapa gua pindah?
Leon:
Karena lu gay? Lu suka sama rain kan?
Apa yang salah? Itu orientasi sexual lu gua gak ikut campur.
Tapi apapun itu harusnya lu hadapi bukan lari.
Deon:
besok gua balik ke kampus lu lagi kok, gua ambil cuti sebenernya kemarin bukan pindah.
Gua boleh pinjem mobil gak?
Leon:
Bawa aja
Deon mengendarai mobil leon dengan terburu menuju suatu tempat, ya tentu saja ke basecamp mereka.
Benar saja, sampai di basecamp deon melihat rain yang duduk di pojok kamar yang biasa di tempati rain sedang mabuk, banyak botol alkohol kosong berserakan.
Deon:
rain? Kenapa gini? Siapa yang bikin kamu gini? Kamu patah hati? Sama siapa? Dasha?
Rain hanya bengong dan tersenyum memandangi bunnynya bawel. Rain kira itu bayangan karena dia terlalu mabuk.
Rain:
Lu, gua kangen banget sama lu tau gak! Hampir mati gua! Bisa-bisanya gua sampe kebayang lu disini bunny...
Deon memapah rain ke ranjang dan melepaskan pakaian rain karena basah kena minuman.
Rain bertelanjang dada, terlihat abs milik rain.
Deon:
Rain ini gua deon bukan bayangan lu, gua deon ish
Rain tiba tiba membalik posisinya menindih deon, deon kaget tidak bisa bergerak karena tangannya di kunci oleh rain.
Sejak hari itu deon menghilang, leon bilang deon pindah kampus tapi leon tidak tau deon di pindah kemana oleh orang tua mereka, yang leon tau deon pergi kuliah di luar kota. Deon meminta orang tuanya merahasiakan itu.
Disisi lain Rain terus mencari keberadaan deon dengan alasan study banding ke kampus-kampus di luar kota.
Satu tahun pun berlalu, rain sama sekali tidak menemukan keberadaan deon.
Rain:
Gua kangen bangsat!
Rain yang merindukan deon terus bersikap nakal, setiap hari pulang malam, clubbing, mabuk-mabukan.
Disisi lain
Seseorang:
Ma... Pa... Kangen...
Mama leon & deon:
Anak mama akhirnya mau pulang
Ucap mamanya sambil memeluk deon
Leon:
Kemana selama ini, rain setahun nyari lu.
Leon pergi dari ruang santai karena marah pada saudaranya itu, karena melihat betapa rain menghawatirkan deon.
Tok tok tok
Deon:
Gua boleh masuk gak?
Leon:
Ya!
Deon duduk di sebelah leon, cukup lama mereka berdiam akhirnya deon memulai percakapannya.
Deon:
Leon, gimana kabar kalian?
Leon:
gua baik
Deon:
Rain?
Leon:
Kacau, dia sering mabuk mabukan sekarang
Deon:
Lu gak nanya kenapa gua pindah?
Leon:
Karena lu gay? Lu suka sama rain kan?
Apa yang salah? Itu orientasi sexual lu gua gak ikut campur.
Tapi apapun itu harusnya lu hadapi bukan lari.
Deon:
besok gua balik ke kampus lu lagi kok, gua ambil cuti sebenernya kemarin bukan pindah.
Gua boleh pinjem mobil gak?
Leon:
Bawa aja
Deon mengendarai mobil leon dengan terburu menuju suatu tempat, ya tentu saja ke basecamp mereka.
Benar saja, sampai di basecamp deon melihat rain yang duduk di pojok kamar yang biasa di tempati rain sedang mabuk, banyak botol alkohol kosong berserakan.
Deon:
rain? Kenapa gini? Siapa yang bikin kamu gini? Kamu patah hati? Sama siapa? Dasha?
Rain hanya bengong dan tersenyum memandangi bunnynya bawel. Rain kira itu bayangan karena dia terlalu mabuk.
Rain:
Lu, gua kangen banget sama lu tau gak! Hampir mati gua! Bisa-bisanya gua sampe kebayang lu disini bunny...
Deon memapah rain ke ranjang dan melepaskan pakaian rain karena basah kena minuman.
Rain bertelanjang dada, terlihat abs milik rain.
Deon:
Rain ini gua deon bukan bayangan lu, gua deon ish
Rain tiba tiba membalik posisinya menindih deon, deon kaget tidak bisa bergerak karena tangannya di kunci oleh rain.
#Eps8
Rain yang berada di atas mencoba sadar, dia benar" Senang langsung mencium deon.
Emhhhhh...
Suara desah dan peraduan bergema di ruangan itu.
Rain melepaskan ciumannya...
Rain:
Maaf... Maafin gua...
Gua bohong waktu itu, gua gak ada perasaan sama dasha, gua bilang gua suka dia karena gua takut lu ilfil karena gua ngerasa gua gak lurus.
Gua gay, dan gua selalu kepancing saat lu di deket gua.
Deon:
Ssthhh jangan salahin diri sendiri lagi, gua juga mau ngaku gua sayang banget sama lu...
Rain yang mendengar itu langsung bereaksi mencium deon lagi.
Deon membalas ciuman rain, keduannya kini di ruang panas percintaan.
Rain menelanjangi dirinya dan deon.
Deon:
Rain... Pelan ya...
Menunjukan ekspresi meminta pada rain.
Rain:
I will bby boy, believe me it's just hurts in first time
Ucap rain sambil mengelus lembut rambut deon yang sudah nungging di depannya.
Rain memberikan pelicin di hole deon, memasukan miliknya perlahan hingga masuk sepenuhnya ke dalam hole deon.
Rain:
Ahhh emhhhhh sempithhh bby... Shit ini nikmat fuck...
Ucap rain yang memompa hole deon hingga kemerah-merahan, deon merasa perih nikmat di holenya.
Erangan demi erangan di keluarkan deon sambil meremas kuat seprai menahan sakit juga nikmat yang terus di gempurkan rain padanya.
Rain tidak menepati janjinya untuk bermain perlahan, semakin malam ia semakin brutal pada deon.
Bekas merah di leher, bokong dan cambukan belt di beberapa lokasi tubuh deon yang putih menjadi saksi permainan rain yang menjadi-jadi.
Malam berlalu, dua orang yang kelelahan itu baru menyadari hari mulai siang.
Deon:
Aghhhh sakit semua, raaaaiiiinnnnnnnnnnnn bangsat!
Teriak deon merasakan badannya sakit pegal dan perih, apalagi di daerah selangkangannya.
Rain yang tengah tidurpun kaget.
Rain:
Apa sayang emmmhhh?
Deon:
Katanya pelan apa, lihat ulahmu...
Rain:
Maaf sayang aku terlalu rindu padamu, tidak akan terjadi lagi, janji.
Rain yang berada di atas mencoba sadar, dia benar" Senang langsung mencium deon.
Emhhhhh...
Suara desah dan peraduan bergema di ruangan itu.
Rain melepaskan ciumannya...
Rain:
Maaf... Maafin gua...
Gua bohong waktu itu, gua gak ada perasaan sama dasha, gua bilang gua suka dia karena gua takut lu ilfil karena gua ngerasa gua gak lurus.
Gua gay, dan gua selalu kepancing saat lu di deket gua.
Deon:
Ssthhh jangan salahin diri sendiri lagi, gua juga mau ngaku gua sayang banget sama lu...
Rain yang mendengar itu langsung bereaksi mencium deon lagi.
Deon membalas ciuman rain, keduannya kini di ruang panas percintaan.
Rain menelanjangi dirinya dan deon.
Deon:
Rain... Pelan ya...
Menunjukan ekspresi meminta pada rain.
Rain:
I will bby boy, believe me it's just hurts in first time
Ucap rain sambil mengelus lembut rambut deon yang sudah nungging di depannya.
Rain memberikan pelicin di hole deon, memasukan miliknya perlahan hingga masuk sepenuhnya ke dalam hole deon.
Rain:
Ahhh emhhhhh sempithhh bby... Shit ini nikmat fuck...
Ucap rain yang memompa hole deon hingga kemerah-merahan, deon merasa perih nikmat di holenya.
Erangan demi erangan di keluarkan deon sambil meremas kuat seprai menahan sakit juga nikmat yang terus di gempurkan rain padanya.
Rain tidak menepati janjinya untuk bermain perlahan, semakin malam ia semakin brutal pada deon.
Bekas merah di leher, bokong dan cambukan belt di beberapa lokasi tubuh deon yang putih menjadi saksi permainan rain yang menjadi-jadi.
Malam berlalu, dua orang yang kelelahan itu baru menyadari hari mulai siang.
Deon:
Aghhhh sakit semua, raaaaiiiinnnnnnnnnnnn bangsat!
Teriak deon merasakan badannya sakit pegal dan perih, apalagi di daerah selangkangannya.
Rain yang tengah tidurpun kaget.
Rain:
Apa sayang emmmhhh?
Deon:
Katanya pelan apa, lihat ulahmu...
Rain:
Maaf sayang aku terlalu rindu padamu, tidak akan terjadi lagi, janji.
#Eps8
Rain dengan sigap menggendong deon ke kamar mandi
Rain: ayo mandi jangan teriak-teriak
Deon: ga mau dingin
Rain: kan pakai air hangat
Deon: masih dingin
Rain: nanti saya bikin kamu hangat di kamar mandi
Deon menunduk blush lalu memukul dada bidang Rain, merekapun ke kamar mandi.
Rain yang melihat keindahan badan telanjang deon tentu terangsang, otak cabul rain sudah ingin melahap deon.
Grep
Rain memeluk deon dari belakang, taklama kemudian dari terdengar suara gaduh dari dalam kamar mandi.
Deon: aaaghhhhhhhh rain sayang emmhhhhhhhhh fuck more daddy
Rain: saya suka panggilan itu bby eemmhhhh
Sambil memompa hole rain dengan intens tanpa jeda
Jlep
Memperdalam juniornya ke hole deon
Deon: fuck it's crazy cz you daddy ohhhhh aahhh ahhh yah di ssiiihh tu daddhhh
Rain: emmhhh ini nikmat sayang fuckkk
Rain menyalakan shower tanpa mencabut miliknya, hole deon di tumbuk keras oleh junior rain yang besar dan panjang.
Deon frustasi dengan kenikmatan yang di berikan rain, hanya bisa melenguh keras dan berpegangan pada meja rias di kamar mandi.
Deon: daddy ga tahan percepatlah aaaakkhhhhhhhhhh nikmat sekali
Rain: sebentar emmhhhh bby I'm coming
Deon: sshhhhhh fuckkkk dad fuck me ahhh
Rain: yess bby i will
Jlep
Rain menancapkan miliknya semakin dalam dan mengeluarkan cairannya di dalam hole deon
Rain: akkkkkkkhhhhhhhhhhhhhh
Rain dongak merasakan nikmat selang beberapa menit mencabut miliknya.
Aktifitas selesai mereka pun mandi bersama.
Rain dengan sigap menggendong deon ke kamar mandi
Rain: ayo mandi jangan teriak-teriak
Deon: ga mau dingin
Rain: kan pakai air hangat
Deon: masih dingin
Rain: nanti saya bikin kamu hangat di kamar mandi
Deon menunduk blush lalu memukul dada bidang Rain, merekapun ke kamar mandi.
Rain yang melihat keindahan badan telanjang deon tentu terangsang, otak cabul rain sudah ingin melahap deon.
Grep
Rain memeluk deon dari belakang, taklama kemudian dari terdengar suara gaduh dari dalam kamar mandi.
Deon: aaaghhhhhhhh rain sayang emmhhhhhhhhh fuck more daddy
Rain: saya suka panggilan itu bby eemmhhhh
Sambil memompa hole rain dengan intens tanpa jeda
Jlep
Memperdalam juniornya ke hole deon
Deon: fuck it's crazy cz you daddy ohhhhh aahhh ahhh yah di ssiiihh tu daddhhh
Rain: emmhhh ini nikmat sayang fuckkk
Rain menyalakan shower tanpa mencabut miliknya, hole deon di tumbuk keras oleh junior rain yang besar dan panjang.
Deon frustasi dengan kenikmatan yang di berikan rain, hanya bisa melenguh keras dan berpegangan pada meja rias di kamar mandi.
Deon: daddy ga tahan percepatlah aaaakkhhhhhhhhhh nikmat sekali
Rain: sebentar emmhhhh bby I'm coming
Deon: sshhhhhh fuckkkk dad fuck me ahhh
Rain: yess bby i will
Jlep
Rain menancapkan miliknya semakin dalam dan mengeluarkan cairannya di dalam hole deon
Rain: akkkkkkkhhhhhhhhhhhhhh
Rain dongak merasakan nikmat selang beberapa menit mencabut miliknya.
Aktifitas selesai mereka pun mandi bersama.
The owner of this channel has been inactive for the last 17 months. If they remain inactive for the next 30 days, they may lose their account and admin rights in this channel. The contents of the channel will remain accessible for all users.
The owner of this channel has been inactive for the last 17 months. If they remain inactive for the next 17 days, they may lose their account and admin rights in this channel. The contents of the channel will remain accessible for all users.
The owner of this channel has been inactive for the last 18 months. If they remain inactive for the next 8 days, they may lose their account and admin rights in this channel. The contents of the channel will remain accessible for all users.