🧥 capsule is the key of heart.
1 subscriber
20 photos
3 links
📍Bandung. / Anak MIPA XII B di Lentara Raya. gaada special specialnya, yang orang tau tentang gue cuma akademis gue...dan raka mahardika.
Download Telegram
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Ada sesuatu dalam cara ia melihat—seolah matanya menyimpan cerita yang tidak ingin diceritakan, tapi berharap dimengerti. Diamnya bukan karena kosong, tapi karena terlalu penuh.

Ia hidup dalam hal-hal kecil. Warna-warna lembut, suara hujan yang turun pelan, cat air di ujung jemari, dan pagi yang belum diganggu siapa-siapa. Ada keindahan dalam cara ia menghargai dunia, meski dunia tak selalu memahami dirinya.

Tak banyak yang tahu betapa kuatnya ia. Bukan karena tidak pernah rapuh, tapi karena ia tahu cara bertahan, tanpa suara, tanpa pamrih.

Dan di tengah segala yang bising dan tergesa, ia tetap jadi jeda. Ruang tenang yang membuat orang lain ingin berhenti sejenak—dan tinggal.
Kehidupan mereka kali ini berjalan perlahan. Tidak meledak-ledak.

Mereka duduk di ruang yang sama tanpa banyak bicara. Ia menggambar, sementara yang satu lagi membaca atau hanya menatap langit yang mulai turun jingga. Tidak ada yang bertanya “kenapa diam?” karena mereka tahu, diam bukan berarti pergi. Diam, justru cara mereka tinggal.

Hari terasa ringan jika dimulai dengan suara sendok menyentuh gelas, aroma roti hangat, dan langkah pelan ke dapur. Mereka tidak saling menyuap atau tertawa keras. Tapi ada sekilas tatap yang cukup berkata: aku di sini.

Mereka pernah hancur. Pernah saling menjauh. Pernah tak saling sapa meski tahu rindu tinggal di antara mereka. Tapi hidup kali ini… lebih pelan. Lebih lembut. Mungkin karena mereka sudah lelah dengan kehilangan yang tergesa.

Tak ada yang tahu sampai kapan bisa seperti ini. Tapi untuk saat ini, mereka punya sore yang tenang, bahu untuk bersandar, dan kepercayaan yang dibangun ulang—dari hal-hal kecil yang nyaris tak terlihat.

Dan mungkin, itu sudah cukup.
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
ㅤhadiah dari raka, walau muka mukanya nyengir songong, yaudah lah ya.
ㅤㅤsimple, tapi cuma raka sekar yang bisa bertahan.
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM