READING-WRITER. ( 2027 ) CHAPTER.
2 subscribers
7 photos
2 links
ㅤㅤㅤㅤ𐀶  2017‘s  soul‘s  |  ‘Serendipity :
ㅤㅤㅤㅤan quiet place, about story peace
ㅤㅤㅤㅤfullㅤofㅤlove, and still-warm.  🪷
Download Telegram
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
(crack under pressure) 👻🕷
ㅤㅤ00:𝟦ㅤㅤ 𝗌𝗐𝖾𝖾𝗍 but Sharp!ㅤㅤ


𖧷 . . . . . . .

Langit sore itu tidak benar-benar gelap, tapi juga tidak cukup terang untuk membuatnya merasa aman.

Ia duduk di tepi ranjang, memeluk lututnya sendiri, seolah tubuhnya adalah satu-satunya tempat yang masih mau menampungnya. Kamar itu sunyi, terlalu sunyi, sampai suara napasnya sendiri terdengar asing.

Di luar.. dunia berjalan seperti biasa, orang-orang tertawa, kendaraan berlalu, notifikasi ponsel berdenting sesekali. Tapi di dalam dirinya, semuanya terasa berhenti… atau mungkin justru berulang.

Trauma itu tidak pernah benar-benar pergi. Ia hanya bersembunyi.


Terkadang datang seperti bayangan tipis di sudut pikirannya. Terkadang juga seperti gelombang besar yang tiba-tiba menghantam tanpa aba-aba. Dan hari ini, gelombang itu datang lagi.. lebih tinggi, lebih dingin, lebih kejam.

Ia mencoba mengalihkan diri. Membuka ponsel, menggulir layar tanpa tujuan. Nama-nama yang ada di kontak berderet di sana, begitu banyak sampai ia sendiri tidak ingat kapan terakhir benar-benar berbicara dengan mereka. Ironis, pikirnya..

Dikelilingi banyak orang, tetapi tetap merasa seperti satu-satunya manusia di dunia.
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Jarinya sempat berhenti di satu nama. Lalu pindah ke nama lain. Berhenti lagi. Pindah lagi.

Tak ada yang benar-benar terasa “tepat”.

Bagaimana kalau mereka tidak mengerti?
Bagaimana kalau ia dianggap berlebihan?
Bagaimana kalau ia justru merepotkan?


Pertanyaan-pertanyaan itu menumpuk, menekan dadanya, membuat napasnya terasa lebih sempit. Ia akhirnya meletakkan ponselnya, menyerah bahkan sebelum mencoba.

Dan di situlah trauma itu mulai “memakan” dirinya.


Bukan secara nyata, tetapi rasanya seperti 𝗽𝗲𝗿𝗹𝗮𝗵𝗮𝗻-𝗹𝗮𝗵𝗮𝗻 𝗱𝗶𝘁𝗲𝗹𝗮𝗻 𝗱𝗮𝗿𝗶 𝗱𝗮𝗹𝗮𝗺. Menggerogoti pikirannya, membisikkan hal-hal yang tidak ingin ia dengar… bahwa ia sendirian, bahwa tidak ada yang benar-benar peduli, bahwa semua ini adalah sesuatu yang harus ia tanggung sendiri.

Ia tahu itu tidak sepenuhnya benar. Tetapi di saat seperti ini, kebenaran terasa jauh lebih lemah dibanding rasa takut.

Air matanya jatuh tanpa suara.

Ia tidak menangis keras, tidak terisak. Hanya air mata yang mengalir diam-diam, seperti hujan kecil yang tidak pernah diumumkan oleh langit.

Tangannya mengepal sedikit, mencoba menahan sesuatu yang bahkan tidak bisa ia jelaskan.

“gua harus gimana…” gumamnya pelan, hampir tak terdengar.

Tidak ada jawaban.
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Hanya sunyi yang kembali menjawabnya dengan cara yang sama…. 𝙠𝙤𝙨𝙤𝙣𝙜.

Namun di antara kekosongan itu, ada satu hal kecil yang masih bertahan. Sesuatu yang tidak sepenuhnya padam. Sebuah keinginan yang sangat sederhana, tapi terasa begitu jauh:

ingin dipahami…
tanpa harus menjelaskan terlalu banyak.
ingin ditemani…
tanpa harus merasa menjadi beban.


Ia mencoba bernapas lebih pelan. Mengingat hal-hal baik. Mengingat bahwa ia tidak sendiri.

O9.OO p.M!


Ia tahu, di luar sana ada seseorang yang peduli padanya… tapi karena hari itu, tubuh dan hatinya terasa terlalu lelah untuk berjalan ke arah mana pun.

Ada seseorang yang selalu menanyakan kabarnya. Seseorang yang sebenarnya ingin ia hubungi, ingin ia ceritakan semuanya.

Tapi anehnya, di saat seperti ini… jarak itu terasa jauh sekali.
Bukan karena orangnya jauh.
Bukan karena perasaannya hilang.

Melainkan karena ada bagian dalam dirinya yang tiba-tiba menutup,
seolah berkata,
jangan merepotkan siapa pun.”

Tangannya meraih ponsel. Layar menyala, memperlihatkan satu nama yang paling ia kenal. Ia menatapnya cukup lama.
Ia ingin mengetik sesuatu, ingin menekan ikon telepon di profilenya, tapi jarinya tidak bergerak.


Bukan karena ia tidak percaya.
Ia percaya…
bahkan sangat.
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Hanya saja, luka di dalam dirinya seringkali lebih keras suaranya dibanding keyakinan itu.

🧾 \


Membisikkan bahwa ia harus bisa sendiri, bahwa ia tidak boleh terlalu bergantung, bahwa perasaannya terlalu rumit untuk dimengerti.


Dan akhirnya, ia hanya diam.

Di tengah banyaknya orang yang ia kenal, di tengah adanya satu orang yang benar-benar ia sayang… ia tetap merasa tersesat di dalam dirinya sendiri.

Air matanya jatuh perlahan.

Ia tidak menangis keras. Hanya diam, membiarkan semuanya keluar tanpa suara, seolah takut
bahkan kesedihannya pun akan mengganggu orang lain.


Namun di antara rasa sesak itu, ada satu hal yang tetap ia pegang.
Bahwa ia tidak benar-benar sendiri.

Bahwa ada seseorang yang, jika ia cukup berani untuk membuka sedikit saja pintu itu, mungkin akan tetap tinggal… tanpa menghakimi, tanpa pergi.
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Ia menarik napas panjang, meski terasa berat. Mungkin hari ini ia belum bisa berbicara. Mungkin hari ini ia masih kalah oleh rasa takutnya sendiri.

Tapi di dalam dirinya, sekecil apa pun, masih ada bagian yang bertahan. Bagian yang tetap hidup, meski terus terluka.

Dan malam itu, di tengah sunyi yang memeluknya terlalu erat, ia hanya berbisik pelan pada dirinya sendiri…

Bertahan lagi, ya…

Dadanya terasa semakin sesak, seperti ruang di dalamnya menyempit sedikit demi sedikit. Ia memeluk dirinya lebih erat, seolah itu bisa menahan semuanya agar tidak runtuh.


Kepalanya berdenyut. Tangannya bergetar. Tubuhnya lelah.

Sampai akhirnya, tanpa ia sadari, 𝚝𝚞𝚋𝚞𝚑𝚗𝚢𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚢𝚎𝚛𝚊𝚑 𝚕𝚎𝚋𝚒𝚑 𝚍𝚞𝚕𝚞.

Ia terbaring di atas ranjang, napasnya masih berat, dadanya masih naik turun dengan tidak tenang.

Air matanya belum berhenti, masih mengalir diam-diam di sisi wajahnya.

Dan di antara sesak yang belum benar-benar hilang, ia tertidur.

Bukan karena semuanya sudah baik-baik saja, melainkan karena tubuhnya..

terlalu lelah untuk terus merasa rapuh.
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
READING-WRITER. ( 2027 ) CHAPTER. pinned «ㅤ[ 11.00 ] 🤓🌿 Mari berbicara seputar cara merawat sapi dan menanam padi! 🐄🌾 ‣ kirimkan pesan untuk gadis desa yang memesona ini 😉🖖🏻 ( 𖧷 . . . )»
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
READING-WRITER. ( 2027 ) CHAPTER. pinned «(crack under pressure) 👻🕷 ㅤㅤ00:𝟦ㅤㅤ 𝗌𝗐𝖾𝖾𝗍 but Sharp!ㅤㅤ 𖧷 . . . . . . . Langit sore itu tidak benar-benar gelap, tapi juga tidak cukup terang untuk membuatnya merasa aman. Ia duduk di tepi ranjang, memeluk lututnya sendiri, seolah tubuhnya adalah satu-satunya…»
ㅤㅤㅤ
ㅤㅤㅤ↺📝; Sebuah seni yang tercipta dari campuran perasaan-perasaan yang indah. menjadikan tulisan yang lebih dari kata indah. <3

ㅤㅤㅤBeri aku sapaan disini bila penasaran dengan seniku! 😉❤️‍🩹📄
READING-WRITER. ( 2027 ) CHAPTER. pinned «ㅤㅤㅤ( 𐚁‌ . . . ) ‣ 𝐌𝐈𝐌𝐏𝐈 𝐊𝐄𝐂𝐈𝐋 / ✪ Kala itu, di sebuah desa kecil yang selalu dibelai angin sore, hiduplah seorang anak yang jatuh cinta pada Gerak. Suatu petang, ia melihat sekelompok penari menari di alun-alun desa. Dalam sekejap, dunia…»