𝐖𝐎𝐋𝐅𝐑𝐄𝐈𝐆𝐍 𝐒𝐇𝐈𝐓𝐏𝐎𝐒𝐓
22 subscribers
18 photos
14 videos
Download Telegram
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
❤️   💬   ↗️          ••            ⎙  

Liked by @OFFICIALWOLFREIGN and others

— edited by : @Na_jemiane

— spesial tag : @I1JohnChna @iWooyoungdup @Gadiccs @Ktetus


View all 127.000 comments
1 minutes ago • 𝗦𝗲𝗲 𝗧𝗿𝗮𝗻𝘀𝗹𝗮𝘁𝗶𝗼𝗻
─────────────────────
  ⌂           ⌕            ⊞           ♡
🔥1🆒1
Selamat datang di #Contrei
Hari ini yang membawakan kontennya adalah Jack dan Hyde, enjoy.
Bulan suci Ramadhan sudah tiba, dan pasti saja suasana ngabuburit sudah terasa di mana-mana. Dari pinggir jalan hingga pusat perbelanjaan, berbagai ragam takjil siap menyambut waktu berbuka puasa kita. Kali ini, kita akan membahas tentang makanan yang bukan hanya sekadar untuk menghilangkan dahaga dan lapar – tapi juga membawa makna budaya dan kebersamaan: TAKJIL!

Takjil bukan hanya tentang gorengan, kolak, atau es buah yang menggugah selera. Di balik setiap suapan dan tegukan, ada cerita tentang tradisi yang telah diwariskan dari generasi ke generasi, rasa cinta dari keluarga yang memasaknya, hingga kebaikan dari yang berbagi takjil gratis di sudut kota.
🤩2
1. Kolak

- Asal usul: Kata kolak berasal dari bahasa Arab "kul laka" yang berarti "makanlah" atau "khalik" yang berarti "pencipta". Hidangan ini dipercaya telah ada sejak masa penyebaran Islam di Jawa oleh para Wali Songo sebagai media dakwah. Rasa manis dan penggunaan bahan lokal seperti pisang dan ubi merupakan bentuk akulturasi budaya dalam praktik keagamaan.
❤‍🔥2
2. Bubur Sumsum

- Asal usul: Merupakan makanan tradisional dari Pulau Jawa, khususnya Jawa Tengah dan Jawa Timur. Nama "sumsum" diambil karena teksturnya yang lembut dan warnanya yang putih seperti sumsum tulang.
❤‍🔥2
3. Es Gempol Pleret

- Asal usul: Minuman tradisional ini berasal dari daerah Pleret di Jepara, Jawa Tengah, kemudian menyebar ke Semarang, Yogyakarta, dan Solo. Pada abad ke-18 dan 19, makanan ini menjadi hidangannya wajib dalam acara jamuan.
❤‍🔥2
4. Pukis

- Asal usul: Kue tradisional ini berasal dari Banyumas, Jawa Tengah. Bentuk setengah lingkaran dan rasa manisnya membuatnya menjadi salah satu takjil yang populer di berbagai daerah.
🤩2
Forwarded from ch arsip konten reigen
5. Bubur Pedas

- Asal usul: Takjil khas Aceh ini telah ada sejak masa kolonial Belanda. Saat itu, masyarakat Aceh berkumpul di masjid untuk berbuka bersama dengan menyantap bubur pedas, yang mencerminkan semangat gotong royong dan kebersamaan dalam budaya Aceh.
🤯2
6. Klepon

- Asal usul: Merupakan kue tradisional dari tanah Jawa, kemudian menyebar ke berbagai daerah di Indonesia. Di sumatera, klepon dikenal dengan nama "onde-onde". Warna hijau alaminya berasal dari pasta daun suji atau pandan.
🔥2
- Setiap daerah di Indonesia punya khas takjilnya sendiri – dari . Masing-masing punya cita rasa dan cerita yang membuatnya spesial.
- Takjil juga menjadi simbol kebersamaan. Saat kita berkumpul dengan keluarga atau berbagi dengan orang lain, kita merasakan kehangatan Ramadhan yang sesungguhnya.
- Di era sekarang, takjil juga berkembang – ada yang sehat, kreatif, namun tetap menjaga cita rasa tradisional yang kita kenal.


Jadi, takjil bukan hanya makanan untuk berbuka puasa. Ia adalah cerminan budaya, rasa kasih sayang, dan kebaikan yang menjadi inti dari bulan Ramadhan. Semoga cerita tentang takjil hari ini bisa membuat kita lebih menghargai setiap momen berbuka puasa bersama orang tersayang. Terima kasih sudah menyimak konten hari ini, semoga hari kalian tetap seru. Jack dan Hyde izin pamit undur diri, Bye #Contrei
❤‍🔥2