NASEHAT MENGHADAPI FITNAH ZAMAN INI
Telegram:
➢https://t.me/RumQn
Nasehat Syaikh ‘Abdurozzaq bin ‘Abdil Muhsin Al Badr حفظه الله تعالى menghadapi fitnah zaman ini:
1. Berdo’a
2. Mentadabburi Alqur’an
3. Menuntut ilmu
4. Mujahadah
5. Panutan Yang Benar, Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam
6. Mengingat hari akhirat
7. Berteman dengan Teman-teman yang sholeh
1. BERDO’A
Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan kepada kita do’a agar kita tetap istiqomah di jalannya dan mengikuti manhaj yang mulia ini. Do’a ini sangat penting untuk kita amalkan dan selalu berharap Allah ‘azza wajalla wafatkan kita didalam Iman dan Islam sesuai manhaj yang haq ini. Berikut do’anya:
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ
“YAA MUQOLLIBAL QULUUB TSABBIT QOLBII ‘ALAA DIINIK".
“Wahai Robb yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu..” [HR.Tirmidzi 3522, Ahmad 4/302, al-Hakim 1/525, Lihat Shohih Sunan Tirmidzi III no.2792]
2. MENTADABBURI ALQUR’AN
Tugas kita sebagai seorang muslim bukan hanya membaca Al Qur’an atau menghafalkannya. Walaupun itu memang sebuah perkara yang luar biasa dan merupakan sebuah amalan yang akan menjadi penerang hati kita. Juga mentadabburinya adalah hal yang penting lainnya.
Ini sabda Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam:
“خيركم من تعلم القرآن وعلمه” رواه البخاري(1).
“Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari al-Qur’an dan mengajarkannya..” (HR. al-Bukhari)
Dengan belajar Al Qur’an, insyaa Allah kita memiliki pondasi keimanan yang kokoh dalam menghadapi godaan di dunia ini.. aamiin ya Robbal ‘aalamiin.
3. MENUNTUT ILMU AGAMA
Menuntut ilmu agama sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam adalah salah satu benteng menghadapi fitnah zaman ini. Sekali lagi tentunya sesuai dengan tuntunan yang diajarkan oleh Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam.
Mengapa ini menjadi begitu penting..?
Sebab ilmu merupakan dasar kita berkata dan beramal sehingga kita dapat beribadah sesuai dengan sunnah Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam.
Dengan ilmu segala sesuatu diukur, diketahui halal dan haram, dipahami hukum-hukum syariat, dan dibedakan kebenaran dan kebatilan, serta jalan petunjuk dan kesesatan. Oleh karena itu Nabi shollallahu ‘alaihi wasalllam senantiasa berdo’a di pagi hari setelah shubuh:
«اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلًا صَالِحًا»
“Ya Allah, Aku memohon kepadamu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amal shalih yang diterima..” (HR Ahmad)
Do’a ini dimulai dengan meminta ilmu yang bermanfaat. Karena dengannya seorang hamba bisa membedakan antara rezeki yang baik dan buruk, dan antara amal sholeh dan amal kejelekan.
Adapun jika seorang hamba tidak memilik ilmu yang bermanfaat, bagaimana dia bisa membedakan halal dan haram, perkara baik dan buruk, serta amalan kebaikan dan kejelekan.
4. MUJAHADAH (bersungguh-sungguh)
Bersungguh-sungguh dalam melakukan segala sesuatu, terutama beribadah kepada Allah ‘azza wajalla. Kesungguhan inilah yang akan menjadi bekal kita dalam terus berusaha beribadah kepada Allah ‘azza wajalla. Tetap istiqomah hingga kematian nanti menjemput kita. Dengan bersungguh-sungguh insyaa Allah kita akan selalu berupaya memperbaiki diri.
Mujahadah tidaklah cukup sekali atau dua kali, namun ia harus dilakukan sepanjang hayat hingga ajal menjelang. Allah tabaroka wa ta’ala berfirman (yang artinya):
“Sembahlah Robbmu hingga datang kematian kepadamu..” (QS. Al Hijr: 99).
5. PANUTAN – TAULADAN YANG BENAR
Kepada siapa lagi kita meneladani hidup ini kalau tidak kepada Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam. Dengan mengikuti jejak Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam dan meneladani perilakunya lah insyaa Allah kita akan mendapatkan keuntungan di akhirat dan dunia ini. Dan meneladani Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam berarti kita mengambilnya melalui jalur yang benar, yaitu melalui para salafush sholih, sahabat, tabi’in dan tabiut tabi’in. Inilah salah satu bekal kita.
Telegram:
➢https://t.me/RumQn
Nasehat Syaikh ‘Abdurozzaq bin ‘Abdil Muhsin Al Badr حفظه الله تعالى menghadapi fitnah zaman ini:
1. Berdo’a
2. Mentadabburi Alqur’an
3. Menuntut ilmu
4. Mujahadah
5. Panutan Yang Benar, Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam
6. Mengingat hari akhirat
7. Berteman dengan Teman-teman yang sholeh
1. BERDO’A
Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan kepada kita do’a agar kita tetap istiqomah di jalannya dan mengikuti manhaj yang mulia ini. Do’a ini sangat penting untuk kita amalkan dan selalu berharap Allah ‘azza wajalla wafatkan kita didalam Iman dan Islam sesuai manhaj yang haq ini. Berikut do’anya:
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ
“YAA MUQOLLIBAL QULUUB TSABBIT QOLBII ‘ALAA DIINIK".
“Wahai Robb yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu..” [HR.Tirmidzi 3522, Ahmad 4/302, al-Hakim 1/525, Lihat Shohih Sunan Tirmidzi III no.2792]
2. MENTADABBURI ALQUR’AN
Tugas kita sebagai seorang muslim bukan hanya membaca Al Qur’an atau menghafalkannya. Walaupun itu memang sebuah perkara yang luar biasa dan merupakan sebuah amalan yang akan menjadi penerang hati kita. Juga mentadabburinya adalah hal yang penting lainnya.
Ini sabda Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam:
“خيركم من تعلم القرآن وعلمه” رواه البخاري(1).
“Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari al-Qur’an dan mengajarkannya..” (HR. al-Bukhari)
Dengan belajar Al Qur’an, insyaa Allah kita memiliki pondasi keimanan yang kokoh dalam menghadapi godaan di dunia ini.. aamiin ya Robbal ‘aalamiin.
3. MENUNTUT ILMU AGAMA
Menuntut ilmu agama sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam adalah salah satu benteng menghadapi fitnah zaman ini. Sekali lagi tentunya sesuai dengan tuntunan yang diajarkan oleh Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam.
Mengapa ini menjadi begitu penting..?
Sebab ilmu merupakan dasar kita berkata dan beramal sehingga kita dapat beribadah sesuai dengan sunnah Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam.
Dengan ilmu segala sesuatu diukur, diketahui halal dan haram, dipahami hukum-hukum syariat, dan dibedakan kebenaran dan kebatilan, serta jalan petunjuk dan kesesatan. Oleh karena itu Nabi shollallahu ‘alaihi wasalllam senantiasa berdo’a di pagi hari setelah shubuh:
«اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلًا صَالِحًا»
“Ya Allah, Aku memohon kepadamu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amal shalih yang diterima..” (HR Ahmad)
Do’a ini dimulai dengan meminta ilmu yang bermanfaat. Karena dengannya seorang hamba bisa membedakan antara rezeki yang baik dan buruk, dan antara amal sholeh dan amal kejelekan.
Adapun jika seorang hamba tidak memilik ilmu yang bermanfaat, bagaimana dia bisa membedakan halal dan haram, perkara baik dan buruk, serta amalan kebaikan dan kejelekan.
4. MUJAHADAH (bersungguh-sungguh)
Bersungguh-sungguh dalam melakukan segala sesuatu, terutama beribadah kepada Allah ‘azza wajalla. Kesungguhan inilah yang akan menjadi bekal kita dalam terus berusaha beribadah kepada Allah ‘azza wajalla. Tetap istiqomah hingga kematian nanti menjemput kita. Dengan bersungguh-sungguh insyaa Allah kita akan selalu berupaya memperbaiki diri.
Mujahadah tidaklah cukup sekali atau dua kali, namun ia harus dilakukan sepanjang hayat hingga ajal menjelang. Allah tabaroka wa ta’ala berfirman (yang artinya):
“Sembahlah Robbmu hingga datang kematian kepadamu..” (QS. Al Hijr: 99).
5. PANUTAN – TAULADAN YANG BENAR
Kepada siapa lagi kita meneladani hidup ini kalau tidak kepada Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam. Dengan mengikuti jejak Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam dan meneladani perilakunya lah insyaa Allah kita akan mendapatkan keuntungan di akhirat dan dunia ini. Dan meneladani Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam berarti kita mengambilnya melalui jalur yang benar, yaitu melalui para salafush sholih, sahabat, tabi’in dan tabiut tabi’in. Inilah salah satu bekal kita.
Telegram
Dakwah Media .
Sarana Dakwah media membimbing jalan hijrah.
“Dan orang-orang yang terdahulu – yang mula-mula (berhijrah dan memberi bantuan) dari orang-orang “Muhajirin” dan “ Anshor”, dan orang-orang yang menurut (jejak langkah) mereka dengan kebaikan (iman dan taat), Allah ridho akan mereka dan mereka pula ridho akan Dia, serta Ia menyediakan untuk mereka Syurga-syurga yang mengalir di bawahnya beberapa sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya, itulah kemenangan yang besar..” (Qs 9:100)
6. MENGINGAT HARI AKHIRAT
Mengingat hari akhirat akan selalu membuat kita waspada. Kembali ingat bahwa dunia sementara dan tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan akhirat. Dengan mengingat akhirat yang menjadi tujuan kita, insyaa Allah hati dan fikiran menjadi kembali fokus untuk mempersiapkan diri kita menghadapi hari akhirat dengan beramal sholeh sesuai ajaran Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam.
7. BERTEMAN DENGAN TEMAN-TEMAN YANG SHOLEH
Teman yang sholeh akan selalu mengingatkan kita jika kita lalai. Dengan berteman dengan teman-teman yang sholeh, insyaa Allah kita tidak tergelincir pada jurang maksiat. Karena teman-teman yang sholeh ini akan selalu mengingatkan kita untuk tetap istiqomah berada pada jalur yang benar.
Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ
“Seseorang akan mencocoki kebiasaan teman karibnya. Oleh karenanya, perhatikanlah siapa yang akan menjadi teman karib kalian..” (HR. Abu Daud no. 4833, Tirmidzi no. 2378, Ahmad 2/344, dari Abu Hurairah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan. Lihat Shohihul Jaami’ 3545).
Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
Sumber: https://bbg-alilmu.com/archives/58152
Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan link kajian Islam yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial yang Anda miliki. Semoga Allah Subhaanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.
📲 https://t.me/RumQn
•┈┈•••○○❁🌻🕌🌻❁○○•••┈┈•
6. MENGINGAT HARI AKHIRAT
Mengingat hari akhirat akan selalu membuat kita waspada. Kembali ingat bahwa dunia sementara dan tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan akhirat. Dengan mengingat akhirat yang menjadi tujuan kita, insyaa Allah hati dan fikiran menjadi kembali fokus untuk mempersiapkan diri kita menghadapi hari akhirat dengan beramal sholeh sesuai ajaran Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam.
7. BERTEMAN DENGAN TEMAN-TEMAN YANG SHOLEH
Teman yang sholeh akan selalu mengingatkan kita jika kita lalai. Dengan berteman dengan teman-teman yang sholeh, insyaa Allah kita tidak tergelincir pada jurang maksiat. Karena teman-teman yang sholeh ini akan selalu mengingatkan kita untuk tetap istiqomah berada pada jalur yang benar.
Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ
“Seseorang akan mencocoki kebiasaan teman karibnya. Oleh karenanya, perhatikanlah siapa yang akan menjadi teman karib kalian..” (HR. Abu Daud no. 4833, Tirmidzi no. 2378, Ahmad 2/344, dari Abu Hurairah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan. Lihat Shohihul Jaami’ 3545).
Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
Sumber: https://bbg-alilmu.com/archives/58152
Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan link kajian Islam yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial yang Anda miliki. Semoga Allah Subhaanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.
📲 https://t.me/RumQn
•┈┈•••○○❁🌻🕌🌻❁○○•••┈┈•
📚 UNIVERSITAS KEHIDUPAN 🎓
Telegram:
https://t.me/RumQn
📌 Jika semua yang kita kehendaki harus kita MILIKI, dari mana kita belajar IKHLAS.
📌 Jika semua yang kita impikan harus TERWUJUD, dari mana kita belajar SABAR.
📌 Jika setiap do’a kita harus DIKABULKAN, bagaimana kita dapat belajar IKHTIAR.
☑ Seorang yang dekat dengan ALLAH, bukan berarti tidak ada AIR MATA.
☑ Seorang yang TAAT pada ALLAH, bukan berarti tidak ada KEKURANGAN.
☑ Seorang yang TEKUN berdo’a, bukan berarti tidak ada masa-masa yang SULIT.
💎 Biarlah ALLAH yang berdaulat sepenuhnya atas hidup kita, karena ALLAH TAHU yang tepat untuk memberikan yang TERBAIK.
⏩ Ketika kerjamu tidak dihargai, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KEIKHLASAN.
⏩ Ketika usahamu dinilai tidak penting, maka saat itu kamu sedang belajar KESABARAN.
⏩ Ketika hatimu terluka yang teramat dalam, maka saat itu kamu sedang belajar tentang MEMAAFKAN.
⏩ Ketika kamu lelah dan merasa kecewa, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KESUNGGUHAN.
⏩ Ketika kamu merasa sepi dan sendiri, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETANGGUHAN.
⏩ Ketika kamu harus membayar biaya yang sebenarnya tidak perlu kamu tanggung, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KEMURAH-HATIAN.
💪 Tetap semangat….
Jaga keikhlasan....
Tetap sabar….
Tetap tersenyum…..
Karena kamu sedang menimba ilmu di UNIVERSITAS KEHIDUPAN.
📍ALLAH... menaruhmu di “tempatmu” yang sekarang, bukan karena “KEBETULAN”…
📌 Orang yang HEBAT tidak dihasilkan melalui kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan.
📌 MEREKA di bentuk melalui KESUKARAN, TANTANGAN & DERAI AIR MATA……
💔 Ya Allah, kuatkan kami yang lemah ini untuk Istiqomah di jalan-Mu hingga maut menjemput ...
آميــــــــــــــــــــن يَا رَبَّ العَالَمِينْ
────
🗒 Note: Mari terus sebarkan kebaikan. Kita tidak pernah tahu berapa banyak orang yang mendapatkan hidayah dengan sedikit langkah yang kita lakukan...
Hijrah muslimah
📲 https://t.me/Hjrhmsl
📲http://facebook.com/profile.php?id=100086098069780
📲https://www.youtube.com/@rumahqurandaarulamanatishs4224
•┈•◎❅❀🌷🌻💖🌻🌷❀❅◎•┈•
•┈•◎❅❀🌷🌻💖🌻🌷❀❅◎•┈•
Telegram:
https://t.me/RumQn
📌 Jika semua yang kita kehendaki harus kita MILIKI, dari mana kita belajar IKHLAS.
📌 Jika semua yang kita impikan harus TERWUJUD, dari mana kita belajar SABAR.
📌 Jika setiap do’a kita harus DIKABULKAN, bagaimana kita dapat belajar IKHTIAR.
☑ Seorang yang dekat dengan ALLAH, bukan berarti tidak ada AIR MATA.
☑ Seorang yang TAAT pada ALLAH, bukan berarti tidak ada KEKURANGAN.
☑ Seorang yang TEKUN berdo’a, bukan berarti tidak ada masa-masa yang SULIT.
💎 Biarlah ALLAH yang berdaulat sepenuhnya atas hidup kita, karena ALLAH TAHU yang tepat untuk memberikan yang TERBAIK.
⏩ Ketika kerjamu tidak dihargai, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KEIKHLASAN.
⏩ Ketika usahamu dinilai tidak penting, maka saat itu kamu sedang belajar KESABARAN.
⏩ Ketika hatimu terluka yang teramat dalam, maka saat itu kamu sedang belajar tentang MEMAAFKAN.
⏩ Ketika kamu lelah dan merasa kecewa, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KESUNGGUHAN.
⏩ Ketika kamu merasa sepi dan sendiri, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETANGGUHAN.
⏩ Ketika kamu harus membayar biaya yang sebenarnya tidak perlu kamu tanggung, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KEMURAH-HATIAN.
💪 Tetap semangat….
Jaga keikhlasan....
Tetap sabar….
Tetap tersenyum…..
Karena kamu sedang menimba ilmu di UNIVERSITAS KEHIDUPAN.
📍ALLAH... menaruhmu di “tempatmu” yang sekarang, bukan karena “KEBETULAN”…
📌 Orang yang HEBAT tidak dihasilkan melalui kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan.
📌 MEREKA di bentuk melalui KESUKARAN, TANTANGAN & DERAI AIR MATA……
💔 Ya Allah, kuatkan kami yang lemah ini untuk Istiqomah di jalan-Mu hingga maut menjemput ...
آميــــــــــــــــــــن يَا رَبَّ العَالَمِينْ
────
🗒 Note: Mari terus sebarkan kebaikan. Kita tidak pernah tahu berapa banyak orang yang mendapatkan hidayah dengan sedikit langkah yang kita lakukan...
Hijrah muslimah
📲 https://t.me/Hjrhmsl
📲http://facebook.com/profile.php?id=100086098069780
📲https://www.youtube.com/@rumahqurandaarulamanatishs4224
•┈•◎❅❀🌷🌻💖🌻🌷❀❅◎•┈•
•┈•◎❅❀🌷🌻💖🌻🌷❀❅◎•┈•
Telegram
Dakwah Media .
Sarana Dakwah media membimbing jalan hijrah.
┈┉┅━•❁༻﷽༺❁•━┅┉┈
🟤💥 Faedah (manfaat) Dzikir
══════════════════
Telegram:
➢https://t.me/RumQn
┈┉┅━•❖¤❁📖❁¤❖•━┅┉┈
📔📕📗📘📙
🌿🌾🌿
💬 Ibnul Qoyyim rahimahullah menjelaskan: pada dzikir itu ada lebih dari seratus faedah, di antaranya:
1. Dzikrullah dapat mengusir setan dan menekannya.
2. Dzikrullah membuat Allah yang maha penyayang ridho.
3 Dzikrullah dapat menghilangkan kesedihan dan gundah gulana.
4. Dzikrullah membuat hati menjadi senang dan bahagia.
5. Dzikrullah menguatkan hati dan badan.
6. Dzikrullah membuat wajah dan hati bercahaya.
7. Dzikrullah dapat mendatangkan rezeki.
8. Dzikrullah dapat mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala.
9. Dzikrullah dapat menghidupkan hati.
10. Dzikrullah adalah suplemen hati dan ruh.
11. Dzikrullah dapat menghilangkan kesalahan dan dosa.
12. Dzikrullah dapat menyelamatkan dari adzab Allah Ta'ala.
13. Dzikrullah dapat menyibukkan lisan dari ghibah, namimah, dusta, dan kata-kata keji dan batil.
14. Dzikrullah dengan menangis dalam kesendirian menjadi sebab seseorang mendapatkan nanungan Allah Ta'ala pada hari yang sangat panas di hari kiamat nanti.
15. Dzikrullah adalah ibadah yang paling mudah, paling utama dan mulia.
16. Dzikrullah dapat membangunkan hati dari tidur dan lalainya.
17. Bahwasannya dalam hati ada kekerasan, yang tidak dapat hilang kecuali dengan berdzikir kepada Allah.
18. Dzikrullah adalah obat dan penawaran dari kelalaian dan penyakit hati.
19. Dzikrullah dapat memudahkan yang sulit, meringankan yang berat.
20. Para malaikat memohonkan ampunan kepada Allah Ta'ala bagi orang-orang yang berdzikir, sebagaimana mereka memohonkan ampunan bagi orang-orang yang bertaubat.
21. Dzikrullah menjadikan doa menjadi mustajab.
📚 Disarikan dari kitab Jan yu Ats-Tsimâr
✍️ Ustadz Fuad Hamzah Baraba, lc حفظه الله
🌿🌾🌿
----------------------------------------------
⸙ᰰ Silakan dibagikan semoga bermanfaat.
📲 https://t.me/Hjrhmsl
📲http://facebook.com/profile.php?id=100086098069780
📲https://www.youtube.com/@rumahqurandaarul
══════════════════
بَارَكَ اللهُ فِيْكُمْ
•┈┈◎❅❀༻➰༺❀❅◎┈┈•
🟤💥 Faedah (manfaat) Dzikir
══════════════════
Telegram:
➢https://t.me/RumQn
┈┉┅━•❖¤❁📖❁¤❖•━┅┉┈
📔📕📗📘📙
🌿🌾🌿
💬 Ibnul Qoyyim rahimahullah menjelaskan: pada dzikir itu ada lebih dari seratus faedah, di antaranya:
1. Dzikrullah dapat mengusir setan dan menekannya.
2. Dzikrullah membuat Allah yang maha penyayang ridho.
3 Dzikrullah dapat menghilangkan kesedihan dan gundah gulana.
4. Dzikrullah membuat hati menjadi senang dan bahagia.
5. Dzikrullah menguatkan hati dan badan.
6. Dzikrullah membuat wajah dan hati bercahaya.
7. Dzikrullah dapat mendatangkan rezeki.
8. Dzikrullah dapat mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala.
9. Dzikrullah dapat menghidupkan hati.
10. Dzikrullah adalah suplemen hati dan ruh.
11. Dzikrullah dapat menghilangkan kesalahan dan dosa.
12. Dzikrullah dapat menyelamatkan dari adzab Allah Ta'ala.
13. Dzikrullah dapat menyibukkan lisan dari ghibah, namimah, dusta, dan kata-kata keji dan batil.
14. Dzikrullah dengan menangis dalam kesendirian menjadi sebab seseorang mendapatkan nanungan Allah Ta'ala pada hari yang sangat panas di hari kiamat nanti.
15. Dzikrullah adalah ibadah yang paling mudah, paling utama dan mulia.
16. Dzikrullah dapat membangunkan hati dari tidur dan lalainya.
17. Bahwasannya dalam hati ada kekerasan, yang tidak dapat hilang kecuali dengan berdzikir kepada Allah.
18. Dzikrullah adalah obat dan penawaran dari kelalaian dan penyakit hati.
19. Dzikrullah dapat memudahkan yang sulit, meringankan yang berat.
20. Para malaikat memohonkan ampunan kepada Allah Ta'ala bagi orang-orang yang berdzikir, sebagaimana mereka memohonkan ampunan bagi orang-orang yang bertaubat.
21. Dzikrullah menjadikan doa menjadi mustajab.
📚 Disarikan dari kitab Jan yu Ats-Tsimâr
✍️ Ustadz Fuad Hamzah Baraba, lc حفظه الله
🌿🌾🌿
----------------------------------------------
⸙ᰰ Silakan dibagikan semoga bermanfaat.
📲 https://t.me/Hjrhmsl
📲http://facebook.com/profile.php?id=100086098069780
📲https://www.youtube.com/@rumahqurandaarul
══════════════════
بَارَكَ اللهُ فِيْكُمْ
•┈┈◎❅❀༻➰༺❀❅◎┈┈•
👍1
┏══◉🧡﷽ ✨•═══════┓
DIDIKLAH ANAK DENGAN AGAMA
Telegram: https://t.me/RumQn
❝Keberhasilan orang tua tidak diukur dari pangkat, gelar, dan popularitas anaknya, melainkan bagaimana kedekatan anaknya dengan Allah.❞
Mendidik anak tujuan utamanya harus sholeh bukan pintar dunia dan kaya.
Karena tanpa kita didik kayapun rezeki anak sudah dijamin Allah ﷻ,
Tapi tidak ada jaminan tentang keimanannya, Maka orang tuanya lah yang harus berusaha untuk mendidik dan menanamkannya sejak dini.
Sufyan Al Tsauri rohimahullah mengatakan:
ينبغي للرجل أن يكره ولده على العلم فإنه مسئول عنه
"Seyogyanya setiap orang tua itu memaksakan anaknya terhadap ilmu agama. Karena kelak ia akan ditanya tentangnya". (Hilyatul auliya, 6/320)
Demikianlah seharusnya, hendaknya para orang tua lebih memperhatikan dan memprioritaskan pendidikan agama anaknya.
Bukan justru mencukupkan hanya dengan ilmu dunia dan memperhatikan karier dunianya saja, bahkan sampai rela bekerja keras siang malam demi untuk mendapatkan harta dan kekayaan dengan alasan sebagai simpanan masa depan anaknya.
Padahal sebaik-baik simpanan masa depan bukanlah harta warisan dan kesuksesan karier dunia anaknya, sebab rezeki sang anak dan masa depan sang anak sudah Allah jamin dan tetapkan.
Namun sebaik-baiknya simpanan adalah anak yang sholeh, yang mana kelak ia akan terus beristighfar dan mendoakan orang tuanya.
Bahkan kelak ketika orang tua sudah meninggal, ia akan lebih membutuhkan doa anak-anak sholehnya, daripada kekayaan dan prestasi dunia mereka.
رَبِّ هَبْ لِيْ مِنَ الصّٰلِحِيْنَ
رَبَّنَا هَبْ لَـنَا مِنْ اَزْوَا جِنَا وَذُرِّيّٰتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَّا جْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَا مًا
✍ Habibie Quote, 23/01/19
📲 https://t.me/Hjrhmsl
📲http://facebook.com/profile.php?id=100086098069780
📲https://www.youtube.com/@rumahqurandaarul
┗══════════•✨🧡◉══┛
DIDIKLAH ANAK DENGAN AGAMA
Telegram: https://t.me/RumQn
❝Keberhasilan orang tua tidak diukur dari pangkat, gelar, dan popularitas anaknya, melainkan bagaimana kedekatan anaknya dengan Allah.❞
Mendidik anak tujuan utamanya harus sholeh bukan pintar dunia dan kaya.
Karena tanpa kita didik kayapun rezeki anak sudah dijamin Allah ﷻ,
Tapi tidak ada jaminan tentang keimanannya, Maka orang tuanya lah yang harus berusaha untuk mendidik dan menanamkannya sejak dini.
Sufyan Al Tsauri rohimahullah mengatakan:
ينبغي للرجل أن يكره ولده على العلم فإنه مسئول عنه
"Seyogyanya setiap orang tua itu memaksakan anaknya terhadap ilmu agama. Karena kelak ia akan ditanya tentangnya". (Hilyatul auliya, 6/320)
Demikianlah seharusnya, hendaknya para orang tua lebih memperhatikan dan memprioritaskan pendidikan agama anaknya.
Bukan justru mencukupkan hanya dengan ilmu dunia dan memperhatikan karier dunianya saja, bahkan sampai rela bekerja keras siang malam demi untuk mendapatkan harta dan kekayaan dengan alasan sebagai simpanan masa depan anaknya.
Padahal sebaik-baik simpanan masa depan bukanlah harta warisan dan kesuksesan karier dunia anaknya, sebab rezeki sang anak dan masa depan sang anak sudah Allah jamin dan tetapkan.
Namun sebaik-baiknya simpanan adalah anak yang sholeh, yang mana kelak ia akan terus beristighfar dan mendoakan orang tuanya.
Bahkan kelak ketika orang tua sudah meninggal, ia akan lebih membutuhkan doa anak-anak sholehnya, daripada kekayaan dan prestasi dunia mereka.
رَبِّ هَبْ لِيْ مِنَ الصّٰلِحِيْنَ
رَبَّنَا هَبْ لَـنَا مِنْ اَزْوَا جِنَا وَذُرِّيّٰتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَّا جْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَا مًا
✍ Habibie Quote, 23/01/19
📲 https://t.me/Hjrhmsl
📲http://facebook.com/profile.php?id=100086098069780
📲https://www.youtube.com/@rumahqurandaarul
┗══════════•✨🧡◉══┛
┈┉┅━❀꧁ ﷽ ꧂❀━┅┉┈
🌻 Demi Allah, Bukan Kemiskinan Yang Aku Khawatirkan Menimpa Kalian 🌻
Telegram:➢ https://t.me/RumQn
Kebanyakan manusia takut terjatuh ke dalam kemiskinan. Mereka berusaha dengan berbagai cara untuk menghindarinya. Mereka begitu sedih dan berduka cita ketika mengalami kekurangan harta. Bahkan sampai-sampai di antara mereka ada yang menukar agamanya hanya untuk mendapatkan sebagian harta benda duniawi.
Seperti datang ke dukun, paranormal dan yang sejenisnya untuk meminta jimat, jampi-jampi dan sejenisnya kepada mereka. Atau memelihara/meminta bantuan makhluk halus (baca: jin) dalam rangka mendapat kekayaan. Dengan ini mereka telah menjual aqidah dan agamanya dengan kesenangan duniawi yang rendah dan sesaat.
Maka kemiskinan bukanlah sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Jangan sampai kita takut miskin atau tidak bisa makan. Jangan sampai selalu terbetik dalam hati kita, “Besok kita makan apa?” Jangan khawatir! Yang penting kita berusaha mencari rizki dengan cara yang halal, berdo’a dan bertawakkal kepada Allah.
Karena sesungguhnya Allah telah menjamin rizki seluruh makhluk-Nya.
“Dan tidak ada suatu yang melata pun (yakni manusia dan hewan) di muka bumi melainkan Allah-lah yang memberi rizkinya.” (QS. Huud:6)
Bahkan sesuatu yang harus kita khawatirkan adalah ketika dibentangkan dunia kepada kita. Yakni ketika kita diuji dengan banyaknya harta benda. Sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
“Demi Allah, bukan kemiskinan yang aku khawatirkan akan menimpa diri kalian. Akan tetapi, aku kahwatir jika dunia ini dibentangkan untuk kalian sebagaimana ia dibentangkan untuk orang-orang sebelum kalian sehingga kalian berlomba sebagaimana mereka berlomba, dan akhirnya kalian hancur sebagaimana mereka hancur.” (Hadits riwayat Muslim (2961) dan al-Bukhari (6425), dan Ibnu Abi ad-Dunya dalam kitab tentang Zuhud hal. 73)
Menghancurkan kalian artinya menghilangkan agama kalian yakni dikarenakan dunia, kalian menjadi lalai dan meninggalkan ketaatan kepada Allah.
🌐 Sumber: https://muslimah.or.id/205-demi-allah-bukan-kemiskinan-yang-aku-khawatirkan-menimpa-kalian.html
نسأل الله السلامة والعافية
┈┉┅━❀꧁ ❍ ꧂❀━┅┉┈
🌻 Demi Allah, Bukan Kemiskinan Yang Aku Khawatirkan Menimpa Kalian 🌻
Telegram:➢ https://t.me/RumQn
Kebanyakan manusia takut terjatuh ke dalam kemiskinan. Mereka berusaha dengan berbagai cara untuk menghindarinya. Mereka begitu sedih dan berduka cita ketika mengalami kekurangan harta. Bahkan sampai-sampai di antara mereka ada yang menukar agamanya hanya untuk mendapatkan sebagian harta benda duniawi.
Seperti datang ke dukun, paranormal dan yang sejenisnya untuk meminta jimat, jampi-jampi dan sejenisnya kepada mereka. Atau memelihara/meminta bantuan makhluk halus (baca: jin) dalam rangka mendapat kekayaan. Dengan ini mereka telah menjual aqidah dan agamanya dengan kesenangan duniawi yang rendah dan sesaat.
Maka kemiskinan bukanlah sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Jangan sampai kita takut miskin atau tidak bisa makan. Jangan sampai selalu terbetik dalam hati kita, “Besok kita makan apa?” Jangan khawatir! Yang penting kita berusaha mencari rizki dengan cara yang halal, berdo’a dan bertawakkal kepada Allah.
Karena sesungguhnya Allah telah menjamin rizki seluruh makhluk-Nya.
“Dan tidak ada suatu yang melata pun (yakni manusia dan hewan) di muka bumi melainkan Allah-lah yang memberi rizkinya.” (QS. Huud:6)
Bahkan sesuatu yang harus kita khawatirkan adalah ketika dibentangkan dunia kepada kita. Yakni ketika kita diuji dengan banyaknya harta benda. Sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
“Demi Allah, bukan kemiskinan yang aku khawatirkan akan menimpa diri kalian. Akan tetapi, aku kahwatir jika dunia ini dibentangkan untuk kalian sebagaimana ia dibentangkan untuk orang-orang sebelum kalian sehingga kalian berlomba sebagaimana mereka berlomba, dan akhirnya kalian hancur sebagaimana mereka hancur.” (Hadits riwayat Muslim (2961) dan al-Bukhari (6425), dan Ibnu Abi ad-Dunya dalam kitab tentang Zuhud hal. 73)
Menghancurkan kalian artinya menghilangkan agama kalian yakni dikarenakan dunia, kalian menjadi lalai dan meninggalkan ketaatan kepada Allah.
🌐 Sumber: https://muslimah.or.id/205-demi-allah-bukan-kemiskinan-yang-aku-khawatirkan-menimpa-kalian.html
نسأل الله السلامة والعافية
┈┉┅━❀꧁ ❍ ꧂❀━┅┉┈
بسْـــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم
🌑 GERHANA BULAN TOTAL
8 November 2022
Telegram:
➢ https://t.me/RumQn
Sumber: bmkg.go.id
https://bmkg.go.id/press-release/?p=gerhana-bulan-total-8-november-2022&tag=press-release&lang=ID
Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:
"Sesungguhnya matahari dan rembulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana tidak terjadi karena kematian atau kelahiran seseorang. Jika Kalian melihat gerhana maka berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah shalat dan bersedekahlah."
HR. Al-Bukhari : 1044
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Tata Cara Shalat Gerhana
1. Berniat dalam hati dan tidak dilafadzkan karena melafadzkan niat termasuk perkara yang tidak ada tuntunannya dari Nabi kita shallallahu'alahi wa sallam dan beliau shallallahu'alaihi wa sallam juga tidak pernah mengajarkan lafadz niat pada shalat tertentu kepada para sahabatnya.
2. Takbiratul ihram, yaitu bertakbir sebagaimana shalat biasa.
3. Membaca do'a istiftah dan berta'awudz, kemudian membaca surat Al Fatihah dan membaca surat yang panjang (seperti surat Al Baqarah) sambil dijaherkan (dikeraskan suaranya, bukan lirih) sebagaimana terdapat dalam hadits Aisyah:
"Nabi shallallahu'alaihi wa sallam menjaherkan bacaannya ketika shalat gerhana."
(HR. Bukhari no. 1065 dan Muslim no.901)
4. Kemudian ruku' sambil memanjangkannya.
5. Kemudian bangkit dari ruku' (i'tidal) sambil mengucap 'Sami'allahu liman hamidah, rabbana wal lakal hamd'
6. Setelah i'tidal ini tidak langsung sujud, namun dilanjutakan membaca surat Al Fatihah dan surat yang panjang. Berdiri yang kedua ini lebih singkat dari yang pertama.
7. Kemudian ruku' kembali (ruku' yang kedua) yang panjangnya lebih pendek dari ruku' sebelumnya.
8. Kemudian bangkit dari ruku' (i'tidal).
9. Kemudian sujud yang panjangnya sebagaimana ruku', lalu duduk di antara dua sujud kemudian sujud kembali.
10. Kemudian bangkit dari sujud lalu mengerjakan raka'at kedua sebagaimana raka'at yang pertama, hanya saja bacaannya dan gerakannya lebih singkat dari sebelumnya.
11. Tasyahud.
12. Salam.
13. Setelah itu imam menyampaikan khutbah kepada para jama'ah yang berisi anjuran untuk berdizikir, berdo'a, beristighfar, sedekah, dan membebaskan budak.
(Lihat Zaadul Ma'ad, Ibnul Qayyim, 349-356, Darul Fikr dan Shohih Fiqih Sunnah, 1:438)
____
Ditulis Oleh: Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal Hafizhahullah
Sumber: https://rumaysho.com/9044-tata-cara-shalat-gerhana-2.html
Dibagikan Oleh: Masjid Menara Iman
🍂 Semoga bermanfaat 🕌
>>>>>>>>🕌🕌<<<<<<<<
🌑 GERHANA BULAN TOTAL
8 November 2022
Telegram:
➢ https://t.me/RumQn
Sumber: bmkg.go.id
https://bmkg.go.id/press-release/?p=gerhana-bulan-total-8-november-2022&tag=press-release&lang=ID
Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:
"Sesungguhnya matahari dan rembulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana tidak terjadi karena kematian atau kelahiran seseorang. Jika Kalian melihat gerhana maka berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah shalat dan bersedekahlah."
HR. Al-Bukhari : 1044
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Tata Cara Shalat Gerhana
1. Berniat dalam hati dan tidak dilafadzkan karena melafadzkan niat termasuk perkara yang tidak ada tuntunannya dari Nabi kita shallallahu'alahi wa sallam dan beliau shallallahu'alaihi wa sallam juga tidak pernah mengajarkan lafadz niat pada shalat tertentu kepada para sahabatnya.
2. Takbiratul ihram, yaitu bertakbir sebagaimana shalat biasa.
3. Membaca do'a istiftah dan berta'awudz, kemudian membaca surat Al Fatihah dan membaca surat yang panjang (seperti surat Al Baqarah) sambil dijaherkan (dikeraskan suaranya, bukan lirih) sebagaimana terdapat dalam hadits Aisyah:
"Nabi shallallahu'alaihi wa sallam menjaherkan bacaannya ketika shalat gerhana."
(HR. Bukhari no. 1065 dan Muslim no.901)
4. Kemudian ruku' sambil memanjangkannya.
5. Kemudian bangkit dari ruku' (i'tidal) sambil mengucap 'Sami'allahu liman hamidah, rabbana wal lakal hamd'
6. Setelah i'tidal ini tidak langsung sujud, namun dilanjutakan membaca surat Al Fatihah dan surat yang panjang. Berdiri yang kedua ini lebih singkat dari yang pertama.
7. Kemudian ruku' kembali (ruku' yang kedua) yang panjangnya lebih pendek dari ruku' sebelumnya.
8. Kemudian bangkit dari ruku' (i'tidal).
9. Kemudian sujud yang panjangnya sebagaimana ruku', lalu duduk di antara dua sujud kemudian sujud kembali.
10. Kemudian bangkit dari sujud lalu mengerjakan raka'at kedua sebagaimana raka'at yang pertama, hanya saja bacaannya dan gerakannya lebih singkat dari sebelumnya.
11. Tasyahud.
12. Salam.
13. Setelah itu imam menyampaikan khutbah kepada para jama'ah yang berisi anjuran untuk berdizikir, berdo'a, beristighfar, sedekah, dan membebaskan budak.
(Lihat Zaadul Ma'ad, Ibnul Qayyim, 349-356, Darul Fikr dan Shohih Fiqih Sunnah, 1:438)
____
Ditulis Oleh: Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal Hafizhahullah
Sumber: https://rumaysho.com/9044-tata-cara-shalat-gerhana-2.html
Dibagikan Oleh: Masjid Menara Iman
🍂 Semoga bermanfaat 🕌
>>>>>>>>🕌🕌<<<<<<<<
Telegram
Dakwah Media .
Sarana Dakwah media membimbing jalan hijrah.
🍜🍔🍡 Serba Takut Makan Ini dan Itu?
Telegram:
➢ https://t.me/RumQn
[Rubrik: Faidah Ringkas]
Beberapa jamaah memberi tahu saya bahwa ada jamaah lain yang serba takut makan ini dan itu, infonya: Tidak makan nasi, tidak makan tepung, tidak makan gorengan, tidak makan mie instan. Alasannya makanan itu bahaya bagi kesehatan dan untuk diet agar kurus.
Saya jawab: Sebenarnya konsep makanan dalam Islam cukup sederhana dan tidak ribet. Ini ada dalam Al-Quran.
Allah berfirman,
وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوٓا
“Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan.” (QS. Al-A’raf: 31)
Ibnu Katsir menjelaskan tafsir ayat ini,
قال بعض السلف : جمع الله الطب كله في نصف آية : ( وكلوا واشربوا ولا تسرفوا )
“Sebagian salaf berkata bahwa Allah telah mengumpulkan semua ilmu kedokteran pada setengah ayat ini.” [Tafsir Ibnu Katsir 3/384, Dar Thaybah]
Jadi, selama makanan itu halal, thayyib dan tidak berlebihan, silakan dimakan.
- Hendaknya tidak anti atau terlalu takut makan nasi atau produk tepung, karena kita tetap butuh karbohidrat, bahkan sunnahnya adalah makan sesuai kebiasaan kaumnya sehingga kita orang indonesia biasa makan nasi atau jagung, asalkan tidak berlebihan.
- Hendaknya tidak anti dan terlalu takut makan gorengan, boleh saja asalkan tidak tiap hari dalam jumlah besar, sesekali dan lebih baik lagi gorengan rumah dengan minyak yang tidak berkali-kali dipakai menggoreng.
- Hendaknya tidak anti dan terlalu takut makan mie instan, asalkan tidak berlebihan setiap hari, maksimal 2x dalam sepekan.
- Begitu juga dengan makanan lainnya yang mengandung gula, boleh saja asalkan tidak berlebihan.
• Untuk menjadi sehat tidak hanya fokus pada makanan saja, tetapi perlu olahraga rutin, olahraga ini yang terpenting adalah rutin dan istiqomah meskipun hanya 10-15 menit sehari, semisal lari, jalan cepat atau bersepeda dan tidak harus olahraga berat. Islam pun menganjurkan olahraga bahkan ada olahraga yang disunnahkan seperti berenang, memanah dan berkuda.
• Tidak lupa juga melakukan intermitten fasting atau puasa, sebagai seorang muslim kita ada ibadah puasa senin-kamis, puasa dawud atau puasa 3 hari setiap bulan. Tapi kita perlu ingat, bahwa tujuan utama puasa adalah ibadah bukan untuk diet, sehat itu hanya efek sampingnya saja.
• Yang cukup penting adalah menjaga pikiran dan menjauhkan diri dari stress dan depresi dengan ridha terhadap takdir Allah.
• Bagaimana sederhana kan? Tidak perlu rumus yang rumit atau ribet dalam maknanan semisal hindari ini, hindari itu, hati-hati dengan ini dan hati-hati dengan itu (selama anda bukan pengindap penyakit tertentu yang ada pantangannya). Semoga Allah memberikan kesehatan kepada kaum muslimin.
✍ Penyusun: Ustadz dr. Raehanul Bahraen, M.Sc., Sp.PK. حفظه الله
Artikel: https://muslimafiyah.com/serba-takut-makan-ini-dan-itu.html
○○○🌿🍯○🍯○🍯○🍯🌿○○○
Telegram:
➢ https://t.me/RumQn
[Rubrik: Faidah Ringkas]
Beberapa jamaah memberi tahu saya bahwa ada jamaah lain yang serba takut makan ini dan itu, infonya: Tidak makan nasi, tidak makan tepung, tidak makan gorengan, tidak makan mie instan. Alasannya makanan itu bahaya bagi kesehatan dan untuk diet agar kurus.
Saya jawab: Sebenarnya konsep makanan dalam Islam cukup sederhana dan tidak ribet. Ini ada dalam Al-Quran.
Allah berfirman,
وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوٓا
“Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan.” (QS. Al-A’raf: 31)
Ibnu Katsir menjelaskan tafsir ayat ini,
قال بعض السلف : جمع الله الطب كله في نصف آية : ( وكلوا واشربوا ولا تسرفوا )
“Sebagian salaf berkata bahwa Allah telah mengumpulkan semua ilmu kedokteran pada setengah ayat ini.” [Tafsir Ibnu Katsir 3/384, Dar Thaybah]
Jadi, selama makanan itu halal, thayyib dan tidak berlebihan, silakan dimakan.
- Hendaknya tidak anti atau terlalu takut makan nasi atau produk tepung, karena kita tetap butuh karbohidrat, bahkan sunnahnya adalah makan sesuai kebiasaan kaumnya sehingga kita orang indonesia biasa makan nasi atau jagung, asalkan tidak berlebihan.
- Hendaknya tidak anti dan terlalu takut makan gorengan, boleh saja asalkan tidak tiap hari dalam jumlah besar, sesekali dan lebih baik lagi gorengan rumah dengan minyak yang tidak berkali-kali dipakai menggoreng.
- Hendaknya tidak anti dan terlalu takut makan mie instan, asalkan tidak berlebihan setiap hari, maksimal 2x dalam sepekan.
- Begitu juga dengan makanan lainnya yang mengandung gula, boleh saja asalkan tidak berlebihan.
• Untuk menjadi sehat tidak hanya fokus pada makanan saja, tetapi perlu olahraga rutin, olahraga ini yang terpenting adalah rutin dan istiqomah meskipun hanya 10-15 menit sehari, semisal lari, jalan cepat atau bersepeda dan tidak harus olahraga berat. Islam pun menganjurkan olahraga bahkan ada olahraga yang disunnahkan seperti berenang, memanah dan berkuda.
• Tidak lupa juga melakukan intermitten fasting atau puasa, sebagai seorang muslim kita ada ibadah puasa senin-kamis, puasa dawud atau puasa 3 hari setiap bulan. Tapi kita perlu ingat, bahwa tujuan utama puasa adalah ibadah bukan untuk diet, sehat itu hanya efek sampingnya saja.
• Yang cukup penting adalah menjaga pikiran dan menjauhkan diri dari stress dan depresi dengan ridha terhadap takdir Allah.
• Bagaimana sederhana kan? Tidak perlu rumus yang rumit atau ribet dalam maknanan semisal hindari ini, hindari itu, hati-hati dengan ini dan hati-hati dengan itu (selama anda bukan pengindap penyakit tertentu yang ada pantangannya). Semoga Allah memberikan kesehatan kepada kaum muslimin.
✍ Penyusun: Ustadz dr. Raehanul Bahraen, M.Sc., Sp.PK. حفظه الله
Artikel: https://muslimafiyah.com/serba-takut-makan-ini-dan-itu.html
○○○🌿🍯○🍯○🍯○🍯🌿○○○
┏🔴💎━━━🔵━━━💎🔴━━┓
🌏 DUNIA TEMPAT UJIAN √
Telegram:https://t.me/RumQn
Tidak seorang pun di dunia ini akan senantiasa berada dalam kenikmatan dan kebahagiaan, sekalipun ia seorang raja.
Demikian pula tidak seorang pun di dunia ini akan senantiasa berada dalam kepahitan dan kesedihan, sekalipun ia rakyat biasa.
Karena setiap insan semunya telah Allah tetapkan antara ujian kesedihan dan kebahagiaannya masing-masing.
• Ada yang diberi kesehatan namun tidak dengan kekayaan,
•Ada yang diberi harta namum tidak dengan ke shalihan.
• Ada yang diberi paras yang menawan namun tidak dengan kebaikan akhlak.
• Ada yang diberi jabatan dan pangkat namun tidak dengan kedaimainan rumah tangganya,
• Ada yang diberi kecerdasan namun tidak dengan fisik yang sempurna,
• Ada yang diberi pasangan hidup yang sabar namun tidak dengan keturunan,
• Ada yang berpenghasilan besar namun tidak dengan kebersamaan bersama keluarga dan saudara,
• Dan Ada yang memiliki penghasilan pas-pasan namun ia diberi keluarga yang harmonis, anak-anak yang shalih, dan kesehetan.
Begitulah sejatinya tidak ada manusia yang baik-baik saja di dunia ini, Sebab semua sedang berjuang dengan ujiannya masing-masing.
Dunia adalah tempatnya ujian...
Maka tak seorang pun yang tidak mendapat ujian,
Ujian bisa berupa kesusahan,
Bisa pula berupa kesenangan.
Dan ada dua sikap yang harus kita miliki jika ingin selamat dalam ujian,
Yaitu; sabar ketika mendapat kesusahan,
dan syukur ketika mendapat kesenangan.
✍ Habibie Quote: 15 Juli 2020
📲 https://t.me/Hjrhmsl
📲http://facebook.com/profile.php?id=100086098069780
📲https://www.youtube.com/@rumahqurandaarul
════════════
┗━━🔴💎━━━🔵━━━💎🔴┛
🌏 DUNIA TEMPAT UJIAN √
Telegram:https://t.me/RumQn
Tidak seorang pun di dunia ini akan senantiasa berada dalam kenikmatan dan kebahagiaan, sekalipun ia seorang raja.
Demikian pula tidak seorang pun di dunia ini akan senantiasa berada dalam kepahitan dan kesedihan, sekalipun ia rakyat biasa.
Karena setiap insan semunya telah Allah tetapkan antara ujian kesedihan dan kebahagiaannya masing-masing.
• Ada yang diberi kesehatan namun tidak dengan kekayaan,
•Ada yang diberi harta namum tidak dengan ke shalihan.
• Ada yang diberi paras yang menawan namun tidak dengan kebaikan akhlak.
• Ada yang diberi jabatan dan pangkat namun tidak dengan kedaimainan rumah tangganya,
• Ada yang diberi kecerdasan namun tidak dengan fisik yang sempurna,
• Ada yang diberi pasangan hidup yang sabar namun tidak dengan keturunan,
• Ada yang berpenghasilan besar namun tidak dengan kebersamaan bersama keluarga dan saudara,
• Dan Ada yang memiliki penghasilan pas-pasan namun ia diberi keluarga yang harmonis, anak-anak yang shalih, dan kesehetan.
Begitulah sejatinya tidak ada manusia yang baik-baik saja di dunia ini, Sebab semua sedang berjuang dengan ujiannya masing-masing.
Dunia adalah tempatnya ujian...
Maka tak seorang pun yang tidak mendapat ujian,
Ujian bisa berupa kesusahan,
Bisa pula berupa kesenangan.
Dan ada dua sikap yang harus kita miliki jika ingin selamat dalam ujian,
Yaitu; sabar ketika mendapat kesusahan,
dan syukur ketika mendapat kesenangan.
✍ Habibie Quote: 15 Juli 2020
📲 https://t.me/Hjrhmsl
📲http://facebook.com/profile.php?id=100086098069780
📲https://www.youtube.com/@rumahqurandaarul
════════════
┗━━🔴💎━━━🔵━━━💎🔴┛
Menyia-nyiakan Waktu, Godaan Setan yang Kerap Tak Disadari Manusia
Telegram:
➢ https://t.me/RumQn
IBLIS telah bersumpah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala akan menggoda manusia sampai hari kiamat untuk menjerumuskannya ke perbuatan dosa. Dengan demikan, manusia yang selalu dikelilingi berbagai godaan dan tipu daya iblis ataupun setan sejatinya meminta perlindungan kepada Allah.
Salah satu godaan setan paling nyata dan mudah kita lalaikan adalah waktu. Tak sedikit manusia melalaikan waktu yang bergulir dalam setiap harinya. Waktu tersebut dibiarkan berlalu begitu saja tanpa menyisakan nilai ibadah yang bisa mendulang pahala.
“Detik-detik kehidupan kita ini mahal sekali. Biasanya setan yang membuat kita lalai, misalnya membuang-buang waktu kosong yang seolah waktunya panjang”, ucap dai kondang Ustadz Khalid Basalamah, disadur dari channel YouTubenya, Khalid Basalamah Official, Senin (3/8/2020).
https://youtu.be/ngzgHg678PA
“Tapi giliran perihal ibadah, waktu rasanya berat. Seperti kalau masuk masjid dan lima menit harus nunggu waktu sholat. Apa biasanya bisikan setan? 5 menit lama sekali,” tambah Ustadz Khalid.
Hasutan setan ini seringkali tidak disadari, diwujudkan dalam bentuk rasa malas yang seolah menjadi hal wajar dan tidak merugikan siapapun yang melakukannya. Padahal, sebaik-baiknya waktu adalah yang digunakan untuk hal-hal bermanfaat dengan cara yang maksimal.
Lebih lanjut, Ustadz Khalid mengatakan bahwa sebenarnya waktu 5 menit tadi dapat digunakan untuk memanjatkan doa karena sangat mustajab, sebagaimana Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam pernah bersabda: “Doa yang tidak ditolak adalah pada saat adzan dan iqamah”, yakni tepat beberapa menit sebelum waktu sholat didirikan.
Masih banyak yang tak menyadari dan menyepelekan hal ini. Menunggu sholat beberapa menit bukan untuk menyebut nama Allah, tapi lebih memilih untuk sekadar duduk di depan masjid tanpa melakukan hal yang bermanfaat.
Inilah yang dinyatakan oleh Ustadz Khalid sebagai godaan setan, di mana merasa tak keberatan melakukan hal yang tak bermanfaat, tetap merasa begitu sulit untuk melakukan hal yang berkaitan dengan ibadah.
“Nunggu lama waktu sholat, orang bukannya cari masjid tapi malah milih nongkrong di depan. Lalu misalnya ke kafe, atau ke restoran, mau pesan makanan dan habis sehingga harus menunggu 15 menit, tapi tak keberatan untuk menunggu lama. Giliran 5 menit untuk nunggu sholat tidak mau, 5 menit atau bahkan satu menit saja untuk membaca Alquran, rasanya begitu berat. Itulah godaan setan,” tandas pendakwah asal Makassar ini.
والله تعالى أعلمُ بالـصـواب
✍ Habibie Quote: 15 Juli 2020
📲 https://t.me/Hjrhmsl
📲http://facebook.com/profile.php?id=100086098069780
📲https://www.youtube.com/@rumahqurandaarul
════════════
🕐 ---- 🕑🕒 --- 🕓🕕 ---- 🕖
Telegram:
➢ https://t.me/RumQn
IBLIS telah bersumpah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala akan menggoda manusia sampai hari kiamat untuk menjerumuskannya ke perbuatan dosa. Dengan demikan, manusia yang selalu dikelilingi berbagai godaan dan tipu daya iblis ataupun setan sejatinya meminta perlindungan kepada Allah.
Salah satu godaan setan paling nyata dan mudah kita lalaikan adalah waktu. Tak sedikit manusia melalaikan waktu yang bergulir dalam setiap harinya. Waktu tersebut dibiarkan berlalu begitu saja tanpa menyisakan nilai ibadah yang bisa mendulang pahala.
“Detik-detik kehidupan kita ini mahal sekali. Biasanya setan yang membuat kita lalai, misalnya membuang-buang waktu kosong yang seolah waktunya panjang”, ucap dai kondang Ustadz Khalid Basalamah, disadur dari channel YouTubenya, Khalid Basalamah Official, Senin (3/8/2020).
https://youtu.be/ngzgHg678PA
“Tapi giliran perihal ibadah, waktu rasanya berat. Seperti kalau masuk masjid dan lima menit harus nunggu waktu sholat. Apa biasanya bisikan setan? 5 menit lama sekali,” tambah Ustadz Khalid.
Hasutan setan ini seringkali tidak disadari, diwujudkan dalam bentuk rasa malas yang seolah menjadi hal wajar dan tidak merugikan siapapun yang melakukannya. Padahal, sebaik-baiknya waktu adalah yang digunakan untuk hal-hal bermanfaat dengan cara yang maksimal.
Lebih lanjut, Ustadz Khalid mengatakan bahwa sebenarnya waktu 5 menit tadi dapat digunakan untuk memanjatkan doa karena sangat mustajab, sebagaimana Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam pernah bersabda: “Doa yang tidak ditolak adalah pada saat adzan dan iqamah”, yakni tepat beberapa menit sebelum waktu sholat didirikan.
Masih banyak yang tak menyadari dan menyepelekan hal ini. Menunggu sholat beberapa menit bukan untuk menyebut nama Allah, tapi lebih memilih untuk sekadar duduk di depan masjid tanpa melakukan hal yang bermanfaat.
Inilah yang dinyatakan oleh Ustadz Khalid sebagai godaan setan, di mana merasa tak keberatan melakukan hal yang tak bermanfaat, tetap merasa begitu sulit untuk melakukan hal yang berkaitan dengan ibadah.
“Nunggu lama waktu sholat, orang bukannya cari masjid tapi malah milih nongkrong di depan. Lalu misalnya ke kafe, atau ke restoran, mau pesan makanan dan habis sehingga harus menunggu 15 menit, tapi tak keberatan untuk menunggu lama. Giliran 5 menit untuk nunggu sholat tidak mau, 5 menit atau bahkan satu menit saja untuk membaca Alquran, rasanya begitu berat. Itulah godaan setan,” tandas pendakwah asal Makassar ini.
والله تعالى أعلمُ بالـصـواب
✍ Habibie Quote: 15 Juli 2020
📲 https://t.me/Hjrhmsl
📲http://facebook.com/profile.php?id=100086098069780
📲https://www.youtube.com/@rumahqurandaarul
════════════
🕐 ---- 🕑🕒 --- 🕓🕕 ---- 🕖
┈┉┅━•❁༻﷽༺❁•━┅┉┈
🌺🍁 BERBUAT BAIKLAH DI SISA USIAMU 🍁🌺
══════════════════
Telegram:
➢ https://t.me/RumQn
┈┉┅━•❖¤❁📖❁¤❖•━┅┉┈
📔📕📗📘📙
🌿🌾🌿
Yang kemarin masih sekolah, sekarang telah bekerja.
Yang kemarin remaja sekarang, telah menikah.
Yang kemarin menikah, sekarang telah memiliki anak.
Kawan begitu cepat waktu berlalu, bulan berganti bulan, tahun telah berganti tahun.
Namun apakah kita akan terus seperti itu tidak ada perubahan dalam ketakwaan ?
Memang kita semua punya banyak kekurangan, pasti pernah punya salah dan dosa.
Tapi bukan berarti kita harus terus menerus berbuat salah dan dosa.
Maka ketahuilah, Jika bukan diri kita sendiri yang berniat merubah dan memulai berusaha berubah, maka juga akan sulit kita akan berubah menjadi lebih baik.
اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَ نْفُسِهِمْ ۗ
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri." (QS. Ar-Ra'd 13: Ayat 11)
Lantas mau sampai kapan kita begini terus ?
Karena itu tekadkan niat dan usaha mulai hari ini, bahwa kita harus berubah lebih baik dalam ketakwaan.
Dan berharap semoga Allah memperbaiki di sisa-sisa usia kita dan mengampuni dosa-dosa kita yang telah lalu.
Imam Fudhail Bin Iyadh rahimahullah pernah berkata dan patut kita jadikan renungan sekaligus motivasi bagi kita untuk memperbaiki diri,
تُحْسِنُ فِيمَا بَقِيَ يُغْفَرُ لَكَ مَا مَضَى وَمَا بَقِيَ , فَإِنَّكَ إِنْ أَسَأْتَ فِيمَا بَقِيَ أُخِذْتَ بِمَا مَضَى وَمَا بَقِيَ
"Berbuat baiklah di sisa usiamu, dengan itu akan diampuni dosa-dosamu yang telah lalu dan yang akan datang. Karena jika kamu masih rajin bermaksiat di sisa usiamu maka kamu akan dihukum karena dosamu yang telah lalu dan dosamu yang akan datang." (Hilyah Al Awliya’, 8/113).
Tidak ada satupun makhluk yang tahu berapa sisa usianya dan kapan ajalnya akan tiba, Karena itu jangan pernah sia-siakan kesempatan untuk segera memperbaiiki diri, sebab bisa jadi tatkala ajal tiba namun kita masih dalam melakukan dosa. Na'udzubillahmindalik.
✍ Habibie Quotes, 12/11/22
🌿🌾🌿
----------------------------------------------
⸙ᰰ Silakan dibagikan semoga bermanfaat.
══════════════════
بَارَكَ اللهُ فِيْكُمْ
📲 📲 https://t.me/Hjrhmsl
📲http://facebook.com/profile.php?id=100086098069780
📲https://www.youtube.com/@rumahqurandaarul
•┈┈◎❅❀༻➰༺❀❅◎┈┈•
🌺🍁 BERBUAT BAIKLAH DI SISA USIAMU 🍁🌺
══════════════════
Telegram:
➢ https://t.me/RumQn
┈┉┅━•❖¤❁📖❁¤❖•━┅┉┈
📔📕📗📘📙
🌿🌾🌿
Yang kemarin masih sekolah, sekarang telah bekerja.
Yang kemarin remaja sekarang, telah menikah.
Yang kemarin menikah, sekarang telah memiliki anak.
Kawan begitu cepat waktu berlalu, bulan berganti bulan, tahun telah berganti tahun.
Namun apakah kita akan terus seperti itu tidak ada perubahan dalam ketakwaan ?
Memang kita semua punya banyak kekurangan, pasti pernah punya salah dan dosa.
Tapi bukan berarti kita harus terus menerus berbuat salah dan dosa.
Maka ketahuilah, Jika bukan diri kita sendiri yang berniat merubah dan memulai berusaha berubah, maka juga akan sulit kita akan berubah menjadi lebih baik.
اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَ نْفُسِهِمْ ۗ
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri." (QS. Ar-Ra'd 13: Ayat 11)
Lantas mau sampai kapan kita begini terus ?
Karena itu tekadkan niat dan usaha mulai hari ini, bahwa kita harus berubah lebih baik dalam ketakwaan.
Dan berharap semoga Allah memperbaiki di sisa-sisa usia kita dan mengampuni dosa-dosa kita yang telah lalu.
Imam Fudhail Bin Iyadh rahimahullah pernah berkata dan patut kita jadikan renungan sekaligus motivasi bagi kita untuk memperbaiki diri,
تُحْسِنُ فِيمَا بَقِيَ يُغْفَرُ لَكَ مَا مَضَى وَمَا بَقِيَ , فَإِنَّكَ إِنْ أَسَأْتَ فِيمَا بَقِيَ أُخِذْتَ بِمَا مَضَى وَمَا بَقِيَ
"Berbuat baiklah di sisa usiamu, dengan itu akan diampuni dosa-dosamu yang telah lalu dan yang akan datang. Karena jika kamu masih rajin bermaksiat di sisa usiamu maka kamu akan dihukum karena dosamu yang telah lalu dan dosamu yang akan datang." (Hilyah Al Awliya’, 8/113).
Tidak ada satupun makhluk yang tahu berapa sisa usianya dan kapan ajalnya akan tiba, Karena itu jangan pernah sia-siakan kesempatan untuk segera memperbaiiki diri, sebab bisa jadi tatkala ajal tiba namun kita masih dalam melakukan dosa. Na'udzubillahmindalik.
✍ Habibie Quotes, 12/11/22
🌿🌾🌿
----------------------------------------------
⸙ᰰ Silakan dibagikan semoga bermanfaat.
══════════════════
بَارَكَ اللهُ فِيْكُمْ
📲 📲 https://t.me/Hjrhmsl
📲http://facebook.com/profile.php?id=100086098069780
📲https://www.youtube.com/@rumahqurandaarul
•┈┈◎❅❀༻➰༺❀❅◎┈┈•
┈┉┅━•❁༻﷽༺❁•━┅┉┈
🌺🍁 BERBUAT BAIKLAH DI SISA USIAMU 🍁🌺
══════════════════
Telegram:
➢ https://t.me/RumQn
┈┉┅━•❖¤❁📖❁¤❖•━┅┉┈
📔📕📗📘📙
🌿🌾🌿
Yang kemarin masih sekolah, sekarang telah bekerja.
Yang kemarin remaja sekarang, telah menikah.
Yang kemarin menikah, sekarang telah memiliki anak.
Kawan begitu cepat waktu berlalu, bulan berganti bulan, tahun telah berganti tahun.
Namun apakah kita akan terus seperti itu tidak ada perubahan dalam ketakwaan ?
Memang kita semua punya banyak kekurangan, pasti pernah punya salah dan dosa.
Tapi bukan berarti kita harus terus menerus berbuat salah dan dosa.
Maka ketahuilah, Jika bukan diri kita sendiri yang berniat merubah dan memulai berusaha berubah, maka juga akan sulit kita akan berubah menjadi lebih baik.
اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَ نْفُسِهِمْ ۗ
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri." (QS. Ar-Ra'd 13: Ayat 11)
Lantas mau sampai kapan kita begini terus ?
Karena itu tekadkan niat dan usaha mulai hari ini, bahwa kita harus berubah lebih baik dalam ketakwaan.
Dan berharap semoga Allah memperbaiki di sisa-sisa usia kita dan mengampuni dosa-dosa kita yang telah lalu.
Imam Fudhail Bin Iyadh rahimahullah pernah berkata dan patut kita jadikan renungan sekaligus motivasi bagi kita untuk memperbaiki diri,
تُحْسِنُ فِيمَا بَقِيَ يُغْفَرُ لَكَ مَا مَضَى وَمَا بَقِيَ , فَإِنَّكَ إِنْ أَسَأْتَ فِيمَا بَقِيَ أُخِذْتَ بِمَا مَضَى وَمَا بَقِيَ
"Berbuat baiklah di sisa usiamu, dengan itu akan diampuni dosa-dosamu yang telah lalu dan yang akan datang. Karena jika kamu masih rajin bermaksiat di sisa usiamu maka kamu akan dihukum karena dosamu yang telah lalu dan dosamu yang akan datang." (Hilyah Al Awliya’, 8/113).
Tidak ada satupun makhluk yang tahu berapa sisa usianya dan kapan ajalnya akan tiba, Karena itu jangan pernah sia-siakan kesempatan untuk segera memperbaiiki diri, sebab bisa jadi tatkala ajal tiba namun kita masih dalam melakukan dosa. Na'udzubillahmindalik.
✍ Habibie Quotes, 12/11/22
🌿🌾🌿
----------------------------------------------
⸙ᰰ Silakan dibagikan semoga bermanfaat.
══════════════════
بَارَكَ اللهُ فِيْكُمْ
📲 📲 https://t.me/Hjrhmsl
📲http://facebook.com/profile.php?id=100086098069780
📲https://www.youtube.com/@rumahqurandaarul
•┈┈◎❅❀༻➰༺❀❅◎┈┈•
🌺🍁 BERBUAT BAIKLAH DI SISA USIAMU 🍁🌺
══════════════════
Telegram:
➢ https://t.me/RumQn
┈┉┅━•❖¤❁📖❁¤❖•━┅┉┈
📔📕📗📘📙
🌿🌾🌿
Yang kemarin masih sekolah, sekarang telah bekerja.
Yang kemarin remaja sekarang, telah menikah.
Yang kemarin menikah, sekarang telah memiliki anak.
Kawan begitu cepat waktu berlalu, bulan berganti bulan, tahun telah berganti tahun.
Namun apakah kita akan terus seperti itu tidak ada perubahan dalam ketakwaan ?
Memang kita semua punya banyak kekurangan, pasti pernah punya salah dan dosa.
Tapi bukan berarti kita harus terus menerus berbuat salah dan dosa.
Maka ketahuilah, Jika bukan diri kita sendiri yang berniat merubah dan memulai berusaha berubah, maka juga akan sulit kita akan berubah menjadi lebih baik.
اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَ نْفُسِهِمْ ۗ
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri." (QS. Ar-Ra'd 13: Ayat 11)
Lantas mau sampai kapan kita begini terus ?
Karena itu tekadkan niat dan usaha mulai hari ini, bahwa kita harus berubah lebih baik dalam ketakwaan.
Dan berharap semoga Allah memperbaiki di sisa-sisa usia kita dan mengampuni dosa-dosa kita yang telah lalu.
Imam Fudhail Bin Iyadh rahimahullah pernah berkata dan patut kita jadikan renungan sekaligus motivasi bagi kita untuk memperbaiki diri,
تُحْسِنُ فِيمَا بَقِيَ يُغْفَرُ لَكَ مَا مَضَى وَمَا بَقِيَ , فَإِنَّكَ إِنْ أَسَأْتَ فِيمَا بَقِيَ أُخِذْتَ بِمَا مَضَى وَمَا بَقِيَ
"Berbuat baiklah di sisa usiamu, dengan itu akan diampuni dosa-dosamu yang telah lalu dan yang akan datang. Karena jika kamu masih rajin bermaksiat di sisa usiamu maka kamu akan dihukum karena dosamu yang telah lalu dan dosamu yang akan datang." (Hilyah Al Awliya’, 8/113).
Tidak ada satupun makhluk yang tahu berapa sisa usianya dan kapan ajalnya akan tiba, Karena itu jangan pernah sia-siakan kesempatan untuk segera memperbaiiki diri, sebab bisa jadi tatkala ajal tiba namun kita masih dalam melakukan dosa. Na'udzubillahmindalik.
✍ Habibie Quotes, 12/11/22
🌿🌾🌿
----------------------------------------------
⸙ᰰ Silakan dibagikan semoga bermanfaat.
══════════════════
بَارَكَ اللهُ فِيْكُمْ
📲 📲 https://t.me/Hjrhmsl
📲http://facebook.com/profile.php?id=100086098069780
📲https://www.youtube.com/@rumahqurandaarul
•┈┈◎❅❀༻➰༺❀❅◎┈┈•
•┈┈◎❅❀༻
┈┉┅━•❖¤❁📖❁¤❖•━┅┉┈
📔📕📗📘📙
🌿🌾🌿
Yang kemarin masih sekolah, sekarang telah bekerja.
Yang kemarin remaja sekarang, telah menikah.
Yang kemarin menikah, sekarang telah memiliki anak.
Kawan begitu cepat waktu berlalu, bulan berganti bulan, tahun telah berganti tahun.
Namun apakah kita akan terus seperti itu tidak ada perubahan dalam ketakwaan ?
Memang kita semua punya banyak kekurangan, pasti pernah punya salah dan dosa.
Tapi bukan berarti kita harus terus menerus berbuat salah dan dosa.
Maka ketahuilah, Jika bukan diri kita sendiri yang berniat merubah dan memulai berusaha berubah, maka juga akan sulit kita akan berubah menjadi lebih baik.
اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَ نْفُسِهِمْ ۗ
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri." (QS. Ar-Ra'd 13: Ayat 11)
Lantas mau sampai kapan kita begini terus ?
Karena itu tekadkan niat dan usaha mulai hari ini, bahwa kita harus berubah lebih baik dalam ketakwaan.
Dan berharap semoga Allah memperbaiki di sisa-sisa usia kita dan mengampuni dosa-dosa kita yang telah lalu.
Imam Fudhail Bin Iyadh rahimahullah pernah berkata dan patut kita jadikan renungan sekaligus motivasi bagi kita untuk memperbaiki diri,
تُحْسِنُ فِيمَا بَقِيَ يُغْفَرُ لَكَ مَا مَضَى وَمَا بَقِيَ , فَإِنَّكَ إِنْ أَسَأْتَ فِيمَا بَقِيَ أُخِذْتَ بِمَا مَضَى وَمَا بَقِيَ
"Berbuat baiklah di sisa usiamu, dengan itu akan diampuni dosa-dosamu yang telah lalu dan yang akan datang. Karena jika kamu masih rajin bermaksiat di sisa usiamu maka kamu akan dihukum karena dosamu yang telah lalu dan dosamu yang akan datang." (Hilyah Al Awliya’, 8/113).
Tidak ada satupun makhluk yang tahu berapa sisa usianya dan kapan ajalnya akan tiba, Karena itu jangan pernah sia-siakan kesempatan untuk segera memperbaiiki diri, sebab bisa jadi tatkala ajal tiba namun kita masih dalam melakukan dosa. Na'udzubillahmindalik.
✍ Habibie Quotes, 12/11/22
🌿🌾🌿
----------------------------------------------
⸙ᰰ Silakan dibagikan semoga bermanfaat.
══════════════════
بَارَكَ اللهُ فِيْكُمْ
📲══════https://t.me/RumQn
https://t.me/Hjrhmsl
📲http://facebook.com/profile.php?id=100086098069780
📲https://www.youtube.com/@rumahqurandaarul
•┈┈◎❅❀༻
┈┉┅━•❖¤❁📖❁¤❖•━┅┉┈
📔📕📗📘📙
.
•┈┈◎❅❀༻➰༺❀❅◎┈┈•
┈┉┅━•❖¤❁📖❁¤❖•━┅┉┈
📔📕📗📘📙
🌿🌾🌿
Yang kemarin masih sekolah, sekarang telah bekerja.
Yang kemarin remaja sekarang, telah menikah.
Yang kemarin menikah, sekarang telah memiliki anak.
Kawan begitu cepat waktu berlalu, bulan berganti bulan, tahun telah berganti tahun.
Namun apakah kita akan terus seperti itu tidak ada perubahan dalam ketakwaan ?
Memang kita semua punya banyak kekurangan, pasti pernah punya salah dan dosa.
Tapi bukan berarti kita harus terus menerus berbuat salah dan dosa.
Maka ketahuilah, Jika bukan diri kita sendiri yang berniat merubah dan memulai berusaha berubah, maka juga akan sulit kita akan berubah menjadi lebih baik.
اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَ نْفُسِهِمْ ۗ
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri." (QS. Ar-Ra'd 13: Ayat 11)
Lantas mau sampai kapan kita begini terus ?
Karena itu tekadkan niat dan usaha mulai hari ini, bahwa kita harus berubah lebih baik dalam ketakwaan.
Dan berharap semoga Allah memperbaiki di sisa-sisa usia kita dan mengampuni dosa-dosa kita yang telah lalu.
Imam Fudhail Bin Iyadh rahimahullah pernah berkata dan patut kita jadikan renungan sekaligus motivasi bagi kita untuk memperbaiki diri,
تُحْسِنُ فِيمَا بَقِيَ يُغْفَرُ لَكَ مَا مَضَى وَمَا بَقِيَ , فَإِنَّكَ إِنْ أَسَأْتَ فِيمَا بَقِيَ أُخِذْتَ بِمَا مَضَى وَمَا بَقِيَ
"Berbuat baiklah di sisa usiamu, dengan itu akan diampuni dosa-dosamu yang telah lalu dan yang akan datang. Karena jika kamu masih rajin bermaksiat di sisa usiamu maka kamu akan dihukum karena dosamu yang telah lalu dan dosamu yang akan datang." (Hilyah Al Awliya’, 8/113).
Tidak ada satupun makhluk yang tahu berapa sisa usianya dan kapan ajalnya akan tiba, Karena itu jangan pernah sia-siakan kesempatan untuk segera memperbaiiki diri, sebab bisa jadi tatkala ajal tiba namun kita masih dalam melakukan dosa. Na'udzubillahmindalik.
✍ Habibie Quotes, 12/11/22
🌿🌾🌿
----------------------------------------------
⸙ᰰ Silakan dibagikan semoga bermanfaat.
══════════════════
بَارَكَ اللهُ فِيْكُمْ
📲══════https://t.me/RumQn
https://t.me/Hjrhmsl
📲http://facebook.com/profile.php?id=100086098069780
📲https://www.youtube.com/@rumahqurandaarul
•┈┈◎❅❀༻
┈┉┅━•❖¤❁📖❁¤❖•━┅┉┈
📔📕📗📘📙
.
•┈┈◎❅❀༻➰༺❀❅◎┈┈•
Telegram
Dakwah Media .
Sarana Dakwah media membimbing jalan hijrah.
┏🍃🌺◎◎◎◎◎﷽◎◎◎◎◎◎┓
◎MEREKA YANG HIJRAH ◎
◎ TANPA MENYENTUH ◎
◎ BANGKU PESANTREN ◎
┗◎◎◎◎◎◎◎◎◎◎◎◎◎◎🌺🍃┛
Sedih...?
Sakit...?
Iri...?
Iyah!!!
Karena hijrah yang bagi mereka tak pernah menyentuh bangku pesantren sangatlah sulit dan sakit.
Mereka harus menganalisis ilmu.
Mereka harus sering belajar.
Handphone dan Laptop mereka pun penuh dengan ceramah ustadz dan ustadzah.
Mereka harus menguatkan diri sendiri untuk istiqomah.
Mereka yang sudah sampai di tahap ini, tidaklah mudah.
Mereka harus menguatkan mental, dan mereka harus mencari teman yang shalih dan shalihah.
Dan mereka harus merangkak dan berdiri lari dari masa jahiliyah.
Maka dari itu, janganlah berkecil hati.
Ilmu bisa dicari di mana saja dan kapan saja.
Namun, istiqomah itu sangatlah sulit.
لَا تَحْزَنْ اِنَّ اللّٰهَ مَعَنَا ۚ
"La tahzan innallaha ma'ana"
("Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita"). [Qs. At-Taubah [9]: ayat 40]
Maka, pertahankanlah apa yang sudah kamu pakai saat ini dan jalankanlah syari'at islam.
Karena kita tak tahu amalan mana yang akan membawa kita berada di Jannah-NYa.
Tidak harus menyentuh bangku pesantren.
Apabila sudah ada niat In Syaa ALLAH, ALLAH pun beri jalan.
Sebab, ALLAH tau hamba-NYa yang sedang usaha mengharapkan Ridho-NYa.
Senantiasalah Memohon, Berdo'a kepada Allah Subhanahu wa ta'ala, agar selalu memberikan kepada kita Istiqomah dalam Keta'atan kepada-Nya & Berdoalah agar tidak terjerumus Kembali Ke dalam Hal Keburukan.
Semoga bermanfaat,, Barokallahufiykum,,!!
https://t.me/RumQn
✿▰▱▰◑🍒🕌🍒◐▰▱▰✿
◎MEREKA YANG HIJRAH ◎
◎ TANPA MENYENTUH ◎
◎ BANGKU PESANTREN ◎
┗◎◎◎◎◎◎◎◎◎◎◎◎◎◎🌺🍃┛
Sedih...?
Sakit...?
Iri...?
Iyah!!!
Karena hijrah yang bagi mereka tak pernah menyentuh bangku pesantren sangatlah sulit dan sakit.
Mereka harus menganalisis ilmu.
Mereka harus sering belajar.
Handphone dan Laptop mereka pun penuh dengan ceramah ustadz dan ustadzah.
Mereka harus menguatkan diri sendiri untuk istiqomah.
Mereka yang sudah sampai di tahap ini, tidaklah mudah.
Mereka harus menguatkan mental, dan mereka harus mencari teman yang shalih dan shalihah.
Dan mereka harus merangkak dan berdiri lari dari masa jahiliyah.
Maka dari itu, janganlah berkecil hati.
Ilmu bisa dicari di mana saja dan kapan saja.
Namun, istiqomah itu sangatlah sulit.
لَا تَحْزَنْ اِنَّ اللّٰهَ مَعَنَا ۚ
"La tahzan innallaha ma'ana"
("Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita"). [Qs. At-Taubah [9]: ayat 40]
Maka, pertahankanlah apa yang sudah kamu pakai saat ini dan jalankanlah syari'at islam.
Karena kita tak tahu amalan mana yang akan membawa kita berada di Jannah-NYa.
Tidak harus menyentuh bangku pesantren.
Apabila sudah ada niat In Syaa ALLAH, ALLAH pun beri jalan.
Sebab, ALLAH tau hamba-NYa yang sedang usaha mengharapkan Ridho-NYa.
Senantiasalah Memohon, Berdo'a kepada Allah Subhanahu wa ta'ala, agar selalu memberikan kepada kita Istiqomah dalam Keta'atan kepada-Nya & Berdoalah agar tidak terjerumus Kembali Ke dalam Hal Keburukan.
Semoga bermanfaat,, Barokallahufiykum,,!!
https://t.me/RumQn
✿▰▱▰◑🍒🕌🍒◐▰▱▰✿