Phillip Sekuritas Indonesia
JCI Indication (7 April, 2026)
*Bullish*
Support: 6,840 Resistance: 7,200
Bursa Asia menguat pada perdagangan Rabu pagi (08/04/26) setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa ia telah setuju untuk menangguhkan serangan terhadap Iran selama dua minggu.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga menyatakan bahwa angkatan bersenjata Iran akan menghentikan operasi defensif, serta menjamin jalur pelayaran di Selat Hormuz dapat dilalui dengan aman selama periode dua minggu melalui koordinasi militer.
Menyusul kabar gencatan senjata tersebut, harga minyak dunia mengalami penurunan. Kontrak WTI pengiriman Mei turun 16.02% menjadi USD 94.85 per barel. Harga bahkan sempat menyentuh level terendah USD 91.05 per barel sejak 26 Maret 2026.
Adapun Wall Street ditutup bervariasi pada perdagangan Selasa (7/3) dengan pasar memperhatikan tenggat yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump bagi Iran untuk membuka Selat Hormuz.
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0.18%, S&P 500 naik 0.08% dan Nasdaq Composite naik 0.10%.
News
PT Indocement Tbk (INTP) melakukan buyback saham saham sebesar IDR 437.87 miliar.
PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (CASH) akan melakukan right issue sebanyak 996.67 juta lembar saham dengan nilai total sebesar IDR 237.21 miliar.
PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) akan membagikan dividen sebesar IDR 450 miliar.
Technical Recommendations (Swing Trading)
MARK
Short Term Trend : Bullish
Medium Term Trend : Sideways
Trading Buy : 785
Target Price 1 : 855
Target Price 2 : 895
Stop Loss : 720
ESSA
Short Term Trend : Bullish
Medium Term Trend : Sideways
Trading Buy : 700
Target Price 1 : 755
Target Price 2 : 805
Stop Loss : 650
Sell on Strength (SoS)
INDY: April 2, 2026 (Recommendation Date)
Hit Target 1 3610 (+8.81%)
Ikuti Phillip Morning Webinar setiap hari bursa pukul 08.30 WIB melalui Zoom https://bit.ly/PhillipWebinar
Pembukaan rekening: https://www.poems.co.id/Home/OpenAccount
Disclaimer on | Customer Care: 021-57900900.
www.poems.co.id
JCI Indication (7 April, 2026)
*Bullish*
Support: 6,840 Resistance: 7,200
Bursa Asia menguat pada perdagangan Rabu pagi (08/04/26) setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa ia telah setuju untuk menangguhkan serangan terhadap Iran selama dua minggu.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga menyatakan bahwa angkatan bersenjata Iran akan menghentikan operasi defensif, serta menjamin jalur pelayaran di Selat Hormuz dapat dilalui dengan aman selama periode dua minggu melalui koordinasi militer.
Menyusul kabar gencatan senjata tersebut, harga minyak dunia mengalami penurunan. Kontrak WTI pengiriman Mei turun 16.02% menjadi USD 94.85 per barel. Harga bahkan sempat menyentuh level terendah USD 91.05 per barel sejak 26 Maret 2026.
Adapun Wall Street ditutup bervariasi pada perdagangan Selasa (7/3) dengan pasar memperhatikan tenggat yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump bagi Iran untuk membuka Selat Hormuz.
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0.18%, S&P 500 naik 0.08% dan Nasdaq Composite naik 0.10%.
News
PT Indocement Tbk (INTP) melakukan buyback saham saham sebesar IDR 437.87 miliar.
PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (CASH) akan melakukan right issue sebanyak 996.67 juta lembar saham dengan nilai total sebesar IDR 237.21 miliar.
PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) akan membagikan dividen sebesar IDR 450 miliar.
Technical Recommendations (Swing Trading)
MARK
Short Term Trend : Bullish
Medium Term Trend : Sideways
Trading Buy : 785
Target Price 1 : 855
Target Price 2 : 895
Stop Loss : 720
ESSA
Short Term Trend : Bullish
Medium Term Trend : Sideways
Trading Buy : 700
Target Price 1 : 755
Target Price 2 : 805
Stop Loss : 650
Sell on Strength (SoS)
INDY: April 2, 2026 (Recommendation Date)
Hit Target 1 3610 (+8.81%)
Ikuti Phillip Morning Webinar setiap hari bursa pukul 08.30 WIB melalui Zoom https://bit.ly/PhillipWebinar
Pembukaan rekening: https://www.poems.co.id/Home/OpenAccount
Disclaimer on | Customer Care: 021-57900900.
www.poems.co.id
Zoom
Join our Cloud HD Video Meeting
Zoom is the leader in modern enterprise cloud communications.
*Update April 8, 2026: - 09.11 WIB*
🔴 Suspend : SKYB
🟢 Unsuspend: -
🟡 UMA:
🔴 FCA IN: -
🟢 FCA OUT: -
🔴 Suspend : SKYB
🟢 Unsuspend: -
🟡 UMA:
🔴 FCA IN: -
🟢 FCA OUT: -
📩Phillip Sekuritas Indonesia📩
Market Review 8 April 2026
Bursa Asia hari ini, Rabu (08/04/26) ditutup menguat dengan indeks Nikkei naik 5.39%, Hang Seng naik 3.09% dan Shanghai Composite 2.69%.
Dari dalam negeri, IHSG ditutup menguat 4.42% ke 7,279.2 dengan semua sektor mengalami kenaikan terutama basic materials yang naik 8.79%, disusul infrastructure yang naik 6.27%.
Penguatan bursa Asia didorong oleh sentimen positif dari meredanya perang AS-Iran dengan gencatan senjata yang telah disetujui dalam dua minggu ke depan. Hal ini juga mendorong penurunan harga minyak dunia hingga dibawah USD 100 per barel.
📌 Statistik
IHSG: 7,279.209 | +308.181 poin | (+4.42%)
Volume (Shares) : 43.065 Billion
Total Value (IDR) :22.860 Trillion
Market Cap (IDR) : 12,774.970 Trillion
Saham naik : 623
Saham turun: 101
📊 Sektor Penekan (Bloomberg)
Basic Material: +57.127
Energy : +29.053
Finansial : +21.200
Top Gainers:
UNTR :31,100 | +1100 | +3.67%
MLPT :15,175 | +925 | +6.48%
SINI :11,800 | +850 | +7.76%
DSSA :67,000 | +750 | +1.13%
PTRO : 5,225 | +725 | +16.11%
Top Losers:
MKPI : 22,875 | -650 | -2.76%
ITMG : 26,175 | -475 | -1.78%
AADI : 10,200 | -350 | -3.32%
UNIC : 11,175 | -175 | -1.54%
MPRO : 9,350 | -150 | -1.58%
Ikuti Phillip Morning Webinar setiap hari bursa pukul 08.30 WIB.
Melalui Zoom Webinar: https://bit.ly/PhillipWebinar
*Disclaimer on | Customer Care: 021-57900900.
www.poems.co.id
Market Review 8 April 2026
Bursa Asia hari ini, Rabu (08/04/26) ditutup menguat dengan indeks Nikkei naik 5.39%, Hang Seng naik 3.09% dan Shanghai Composite 2.69%.
Dari dalam negeri, IHSG ditutup menguat 4.42% ke 7,279.2 dengan semua sektor mengalami kenaikan terutama basic materials yang naik 8.79%, disusul infrastructure yang naik 6.27%.
Penguatan bursa Asia didorong oleh sentimen positif dari meredanya perang AS-Iran dengan gencatan senjata yang telah disetujui dalam dua minggu ke depan. Hal ini juga mendorong penurunan harga minyak dunia hingga dibawah USD 100 per barel.
📌 Statistik
IHSG: 7,279.209 | +308.181 poin | (+4.42%)
Volume (Shares) : 43.065 Billion
Total Value (IDR) :22.860 Trillion
Market Cap (IDR) : 12,774.970 Trillion
Saham naik : 623
Saham turun: 101
📊 Sektor Penekan (Bloomberg)
Basic Material: +57.127
Energy : +29.053
Finansial : +21.200
Top Gainers:
UNTR :31,100 | +1100 | +3.67%
MLPT :15,175 | +925 | +6.48%
SINI :11,800 | +850 | +7.76%
DSSA :67,000 | +750 | +1.13%
PTRO : 5,225 | +725 | +16.11%
Top Losers:
MKPI : 22,875 | -650 | -2.76%
ITMG : 26,175 | -475 | -1.78%
AADI : 10,200 | -350 | -3.32%
UNIC : 11,175 | -175 | -1.54%
MPRO : 9,350 | -150 | -1.58%
Ikuti Phillip Morning Webinar setiap hari bursa pukul 08.30 WIB.
Melalui Zoom Webinar: https://bit.ly/PhillipWebinar
*Disclaimer on | Customer Care: 021-57900900.
www.poems.co.id
Zoom
Join our Cloud HD Video Meeting
Zoom is the leader in modern enterprise cloud communications.
Selamat pagi😁,
Phillip Morning Webinar akan live pukul 08.30 WIB. Simak pembahasan pasar dan ikuti sesi tanya jawab teknikal bersama analis kami.
Zoom : bit.ly/PhillipWebinar
Phillip Morning Webinar akan live pukul 08.30 WIB. Simak pembahasan pasar dan ikuti sesi tanya jawab teknikal bersama analis kami.
Zoom : bit.ly/PhillipWebinar
❤1
Update April 9, 2026: - 08.10 WIB
🔴 Suspend : SKYB, YPAS
🟢 Unsuspend: -
🟡 UMA: KUAS
🔴 FCA IN: -
🟢 FCA OUT: -
🔴 Suspend : SKYB, YPAS
🟢 Unsuspend: -
🟡 UMA: KUAS
🔴 FCA IN: -
🟢 FCA OUT: -
Phillip Sekuritas Indonesia
JCI Indication (9 April, 2026)
*Bullish*
Support: 7,000 Resistance: 7,500
Indeks saham di Asia Kamis pagi (9/4) dibuka beragam (mixed) meskipun indeks saham utama di Wall Street semalam ditutup naik tajam (lebih dari 2.5%) dan imbal hasil (yield) surat utang Pemerintah AS (US Treasury notes) bertenor 10 Tahun turun 4 bps menjadi 4.30% di tengah rasa lega investor setelah AS dan Iran menyepakati gencatan senjata selama dua minggu yang dapat menyebabkan pembukaan kembali Selat Hormuz.
Gencatan senjata ini bergantung pada persetujuan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz. Menurut pernyataan dari Menteri Luar Negeri Iran, Thereran akan menghentikan operasi defensif jika serangan terhadap Iran dihentikan,.
Tetapi, ketua Parlemen Iran Mohammad-Bagher Ghalibaf mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa tiga klausul dalam usulan gencatan senjata telah dilanggar oleh AS dan sekutu-sekutunya.
Realitas di lapangan memperlihatkan bahwa Selat Hormuz sebagian besar masih terblokir pada hari Rabu, karena pemilik kapal mencoba memahami apakah mereka dapat dengan aman melintasi jalur air yang vital tersebut.
Gencatan senjata yang rapuh antara AS dan Iran sempat meredakan kekhawatiran investor tentang guncangan harga minyak yang dapat menyebabkan inflasi yang lebih tinggi dan mendorong bank sentral AS (Federal Reserve). untuk menaikkan suku bunga.
FOMC Minutes atau transkripsi dari pertemuan kebikana Federal Reserve) tanggal 17-18 Maret lalu memberi indikasi bahwa penurunan suku bunga acuan lebih lanjut kemungkinan masih akan terjadi di masa depan meskipun inflasi yang tinggi masih menjadi sumber kekhawatiran.
Para pejabat tinggi Federal Reserve memperkirakan bahwa kenaikan harga minyak akibat perang AS-Iran akan meningkatkan inflasi dalam jangka pendek dan menunda penurunan inflasi kembali ke target 2%.
Para pejabat tinggi Federal Reserve juga mencatat bahwa konflik berkepanjangan di Timur Tengah kemungkinan akan menyebabkan lonjakan harga komoditas energi yang lebih lama dan pada gilirannya akan mengerek biaya produksi dan kemungkin besar akan direfleksikan pada angka Inflasi Inti (tanpa fluktuasi harga bahan energi dan pangan).
Mayoritas pejabat tinggi Federal Reserve memperingatkan bahwa perkembangan di Timur Tengah telah menambah ketidakpastian terhadap prospek ekonomi AS, khususnya memperbesar risiko inflasi yang lebih tinggi dan pelemahan dalam penciptaan lapangan kerja.
News
PT Bank Permata Tbk (BNLI) akan membagikan dividen IDR 1.27 triliun atau IDR 35 per lembar saham.
PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) sepanjang 2025 membukukan penjualan bersih sebesar IDR 2.91 triliun, tumbuh 10.71%
PT Vale Indonesia Tbk (INCO)membukukan laba bersih sebesar USD 76.1 juta sepanjang 2025, meningkat 32%
Technical Recommendations (Swing Trading)
BUVA
Short Term Trend : Bullish
Medium Term Trend : Bullish
Trading Buy : 1165
Target Price 1 : 1455
Target Price 2 : 1630
Stop Loss : 920
ENRG
Short Term Trend : Bullish
Medium Term Trend : Bullish
Trading Buy : 1625
Target Price 1 : 1855
Target Price 2 : 2030
Stop Loss : 1415
Sell on Strength (SoS)
AMMN: March 26, 2026 (Recommendation Date)
Hit Target 1 5450 (+10.07%)
Ikuti Phillip Morning Webinar setiap hari bursa pukul 08.30 WIB melalui Zoom https://bit.ly/PhillipWebinar
Pembukaan rekening: https://www.poems.co.id/Home/OpenAccount
Disclaimer on | Customer Care: 021-57900900.
www.poems.co.id
JCI Indication (9 April, 2026)
*Bullish*
Support: 7,000 Resistance: 7,500
Indeks saham di Asia Kamis pagi (9/4) dibuka beragam (mixed) meskipun indeks saham utama di Wall Street semalam ditutup naik tajam (lebih dari 2.5%) dan imbal hasil (yield) surat utang Pemerintah AS (US Treasury notes) bertenor 10 Tahun turun 4 bps menjadi 4.30% di tengah rasa lega investor setelah AS dan Iran menyepakati gencatan senjata selama dua minggu yang dapat menyebabkan pembukaan kembali Selat Hormuz.
Gencatan senjata ini bergantung pada persetujuan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz. Menurut pernyataan dari Menteri Luar Negeri Iran, Thereran akan menghentikan operasi defensif jika serangan terhadap Iran dihentikan,.
Tetapi, ketua Parlemen Iran Mohammad-Bagher Ghalibaf mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa tiga klausul dalam usulan gencatan senjata telah dilanggar oleh AS dan sekutu-sekutunya.
Realitas di lapangan memperlihatkan bahwa Selat Hormuz sebagian besar masih terblokir pada hari Rabu, karena pemilik kapal mencoba memahami apakah mereka dapat dengan aman melintasi jalur air yang vital tersebut.
Gencatan senjata yang rapuh antara AS dan Iran sempat meredakan kekhawatiran investor tentang guncangan harga minyak yang dapat menyebabkan inflasi yang lebih tinggi dan mendorong bank sentral AS (Federal Reserve). untuk menaikkan suku bunga.
FOMC Minutes atau transkripsi dari pertemuan kebikana Federal Reserve) tanggal 17-18 Maret lalu memberi indikasi bahwa penurunan suku bunga acuan lebih lanjut kemungkinan masih akan terjadi di masa depan meskipun inflasi yang tinggi masih menjadi sumber kekhawatiran.
Para pejabat tinggi Federal Reserve memperkirakan bahwa kenaikan harga minyak akibat perang AS-Iran akan meningkatkan inflasi dalam jangka pendek dan menunda penurunan inflasi kembali ke target 2%.
Para pejabat tinggi Federal Reserve juga mencatat bahwa konflik berkepanjangan di Timur Tengah kemungkinan akan menyebabkan lonjakan harga komoditas energi yang lebih lama dan pada gilirannya akan mengerek biaya produksi dan kemungkin besar akan direfleksikan pada angka Inflasi Inti (tanpa fluktuasi harga bahan energi dan pangan).
Mayoritas pejabat tinggi Federal Reserve memperingatkan bahwa perkembangan di Timur Tengah telah menambah ketidakpastian terhadap prospek ekonomi AS, khususnya memperbesar risiko inflasi yang lebih tinggi dan pelemahan dalam penciptaan lapangan kerja.
News
PT Bank Permata Tbk (BNLI) akan membagikan dividen IDR 1.27 triliun atau IDR 35 per lembar saham.
PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) sepanjang 2025 membukukan penjualan bersih sebesar IDR 2.91 triliun, tumbuh 10.71%
PT Vale Indonesia Tbk (INCO)membukukan laba bersih sebesar USD 76.1 juta sepanjang 2025, meningkat 32%
Technical Recommendations (Swing Trading)
BUVA
Short Term Trend : Bullish
Medium Term Trend : Bullish
Trading Buy : 1165
Target Price 1 : 1455
Target Price 2 : 1630
Stop Loss : 920
ENRG
Short Term Trend : Bullish
Medium Term Trend : Bullish
Trading Buy : 1625
Target Price 1 : 1855
Target Price 2 : 2030
Stop Loss : 1415
Sell on Strength (SoS)
AMMN: March 26, 2026 (Recommendation Date)
Hit Target 1 5450 (+10.07%)
Ikuti Phillip Morning Webinar setiap hari bursa pukul 08.30 WIB melalui Zoom https://bit.ly/PhillipWebinar
Pembukaan rekening: https://www.poems.co.id/Home/OpenAccount
Disclaimer on | Customer Care: 021-57900900.
www.poems.co.id
Zoom
Join our Cloud HD Video Meeting
Zoom is the leader in modern enterprise cloud communications.
❤4
📩Phillip Sekuritas Indonesia📩
Market Review 9 April 2026
Indeks saham di Asia Kamis sore (9/4) mayoritas ditutup melemah karena mulai munculnya keretakan dalam gencatan senjata antara AS dan Iran, mendorong harga minyak kembali naik mendekati USD100 per barel dan mengingatkan investor bahwa dampak dari konflik ini terhadap inflasi akan berlangsung lama.
Investor mengamati apakah gencatan senjata selama dua minggu antara AS dan Iran sudah mulai goyah pasca serangkaian serangan intensif Israel ke Libanon.
Israel telah melancarkan serangan terbesarnya ke Libanon sejak konflik dengan milisi Hizbullah yang didukung Iran dimulai bulan lalu, menewaskan lebih dari 250 orang pada hari Rabu.
Ketua Parlemen Iran menuduh AS dan sekutunya telah melanggar ketentuan perjanjian gencatan senjata. Iran kembali menutup Selat Hormuz sebagai respons terhadap serangan ke Libanon tersebut.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa pasukan AS akan tetap berada di kawasan Teluk Persia hingga kesepakatan tercapai dan semua ketentuan yang berlaku di patuhi.
Yang paling penting, hampir tidak ada tanda-tanda bahwa Selat Hormuz di buka kembali, sementara Iran memamerkan kendalinya atas jalur minyak vital tersebut dan menuntut biaya keamanan.
Dengan harga minyak mentah yang masih sekitar 40% lebih tinggi daripada sebelum konflik, lonjakan inflasi akan segera terlihat dalam data ekonomi di seluruh dunia.
Data Inflasi Inti (Core PCE Price Index) AS untuk bulan Februari yang akan dirilis hari Kamis nanti diperkirakan akan menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan sebesar 0.4% M/M selama dua bulan beruntun dan itu sebelum lonjakan harga komoditas energi.
FOMC Minutes atau transkripsi dari pertemuan kebikana Federal Reserve) tanggal 17-18 Maret lalu yang dirilis semalam memberi indikasi bahwa penurunan suku bunga acuan lebih lanjut kemungkinan masih akan terjadi di masa depan meskipun inflasi yang tinggi masih menjadi sumber kekhawatiran
📌 Statistik
IHSG: 7,307.589 | +28.380 poin | (+0.39%)
Volume (Shares) : 29.049 Billion
Total Value (IDR) :17.009 Trillion
Market Cap (IDR) : 12,956.901 Trillion
Saham naik : 278
Saham turun: 374
📊 Sektor Penopang (Bloomberg)
Energy : +14.242
Siklikal : +5.919
Basic Material : +1.989
Top Gainers:
ITMG :27,125 | +950 | +3.63%
BYAN :11,850 | +725 | +6.52%
TPIA : 5,200 | +720 | +16.07%
BREN : 5,700 | +700 | +14.00%
SINI :12,500 | +700 | +5.93%
Top Losers:
UNTR : 30,025 | -1075 | -3.46%
POLU : 14,100 | -875 | -5.84%
STTP : 9,550 | -550 | -5.45%
MEGA : 5,050 | -475 | -8.60%
BBCA : 6,475 | -275 | -4.07%
Ikuti Phillip Morning Webinar setiap hari bursa pukul 08.30 WIB.
Melalui Zoom Webinar: https://bit.ly/PhillipWebinar
*Disclaimer on | Customer Care: 021-57900900.
www.poems.co.id
Market Review 9 April 2026
Indeks saham di Asia Kamis sore (9/4) mayoritas ditutup melemah karena mulai munculnya keretakan dalam gencatan senjata antara AS dan Iran, mendorong harga minyak kembali naik mendekati USD100 per barel dan mengingatkan investor bahwa dampak dari konflik ini terhadap inflasi akan berlangsung lama.
Investor mengamati apakah gencatan senjata selama dua minggu antara AS dan Iran sudah mulai goyah pasca serangkaian serangan intensif Israel ke Libanon.
Israel telah melancarkan serangan terbesarnya ke Libanon sejak konflik dengan milisi Hizbullah yang didukung Iran dimulai bulan lalu, menewaskan lebih dari 250 orang pada hari Rabu.
Ketua Parlemen Iran menuduh AS dan sekutunya telah melanggar ketentuan perjanjian gencatan senjata. Iran kembali menutup Selat Hormuz sebagai respons terhadap serangan ke Libanon tersebut.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa pasukan AS akan tetap berada di kawasan Teluk Persia hingga kesepakatan tercapai dan semua ketentuan yang berlaku di patuhi.
Yang paling penting, hampir tidak ada tanda-tanda bahwa Selat Hormuz di buka kembali, sementara Iran memamerkan kendalinya atas jalur minyak vital tersebut dan menuntut biaya keamanan.
Dengan harga minyak mentah yang masih sekitar 40% lebih tinggi daripada sebelum konflik, lonjakan inflasi akan segera terlihat dalam data ekonomi di seluruh dunia.
Data Inflasi Inti (Core PCE Price Index) AS untuk bulan Februari yang akan dirilis hari Kamis nanti diperkirakan akan menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan sebesar 0.4% M/M selama dua bulan beruntun dan itu sebelum lonjakan harga komoditas energi.
FOMC Minutes atau transkripsi dari pertemuan kebikana Federal Reserve) tanggal 17-18 Maret lalu yang dirilis semalam memberi indikasi bahwa penurunan suku bunga acuan lebih lanjut kemungkinan masih akan terjadi di masa depan meskipun inflasi yang tinggi masih menjadi sumber kekhawatiran
📌 Statistik
IHSG: 7,307.589 | +28.380 poin | (+0.39%)
Volume (Shares) : 29.049 Billion
Total Value (IDR) :17.009 Trillion
Market Cap (IDR) : 12,956.901 Trillion
Saham naik : 278
Saham turun: 374
📊 Sektor Penopang (Bloomberg)
Energy : +14.242
Siklikal : +5.919
Basic Material : +1.989
Top Gainers:
ITMG :27,125 | +950 | +3.63%
BYAN :11,850 | +725 | +6.52%
TPIA : 5,200 | +720 | +16.07%
BREN : 5,700 | +700 | +14.00%
SINI :12,500 | +700 | +5.93%
Top Losers:
UNTR : 30,025 | -1075 | -3.46%
POLU : 14,100 | -875 | -5.84%
STTP : 9,550 | -550 | -5.45%
MEGA : 5,050 | -475 | -8.60%
BBCA : 6,475 | -275 | -4.07%
Ikuti Phillip Morning Webinar setiap hari bursa pukul 08.30 WIB.
Melalui Zoom Webinar: https://bit.ly/PhillipWebinar
*Disclaimer on | Customer Care: 021-57900900.
www.poems.co.id
Zoom
Join our Cloud HD Video Meeting
Zoom is the leader in modern enterprise cloud communications.
❤1