โ€  ๐‘ฎ๐‘น๐‘ถ๐‘พ ๐‘ฐ๐‘ต ๐‘ช๐‘ฏ๐‘น๐‘ฐ๐‘บ๐‘ป โ€ 
1.16K subscribers
1.31K photos
371 videos
7 files
2.24K links
"tempat dimana kamu akan merasakan dekat kembali dengan Tuhan"

Contact - @asistenGIC_bot
Download Telegram
โ€œTuhan memberi kita dua tangan, satu untuk menerima dan satu lagi untuk memberi.โ€
โ€“ Billy Graham

#๐‘ฎ๐‘ฐ๐‘ชQUOTES
โค2
Kejadian 12 : 2 - 3 (TB)
Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.โ€

#๐‘ฎ๐‘ฐ๐‘ชAYAT
Tujuan Tuhan ngasih kita berkat itu bukan supaya berhenti pada kita, melainkan diteruskan kepada orang lain ๐ŸŒธ

#๐‘ฎ๐‘ฐ๐‘ชREMINDER
โค2
OPEN HANDS, OPEN HEAVEN

Bacaan: Filipi 4:14-20

Kita semua pasti senang dengan yang namanya berkat. Terlebih lagi jika berkat itu sudah ada di depan mata, kita semakin giat berdoa agar Tuhan melancarkan dan menyingkirkan segala hambatan, seolah-olah tangan kita telah terbuka lebar untuk menerima dari Tuhan. Namun, di tengah kesungguhan doa itu, pernahkah kita memohon satu hal yang sangat penting, yaitu agar kita memiliki tangan yang terbuka untuk memberi. Sebab tangan yang benar-benar terbuka bukan hanya siap menerima, tetapi juga siap melepaskan. Seperti kata Pengkhotbah Billy Graham, "Tuhan memberi kita dua tangan, satu untuk menerima dan satu lagi untuk memberi."

Ketika melihat kehidupan Yesus, kita menemukan teladan yang sempurna. Ia datang untuk memberi. Ia memberikan hidup-Nya, kasih-Nya, bahkan seluruh diri-Nya bagi kita. Inilah hati yang seharusnya dimiliki setiap orang percaya, hati yang bukan hanya rindu diberkati, tetapi juga rindu menjadi saluran berkat bagi sesama.

Jemaat Filipi adalah contoh jemaat dengan tangan terbuka. Dalam Filipi 4:14-20, Rasul Paulus memuji mereka karena kesediaannya untuk mengambil bagian dalam pelayanannya, bahkan ketika mereka sendiri berada dalam keterbatasan. Jemaat Filipi bahkan memberi berulang kali, ini menunjukkan hati yang peka dan setia. Pemberian mereka bukan sekadar bantuan materi, melainkan sebuah "persembahan yang harum, suatu korban yang disukai dan yang berkenan kepada Allah" (ayat 18).

Paulus tidak menekankan jumlah yang mereka berikan, melainkan sikap hati di balik pemberian tersebut. Ia melihat bahwa tangan yang terbuka untuk memberi adalah bukti kedewasaan iman dan kepekaan terhadap pekerjaan Tuhan. Sebagai respons atas kemurahan hati mereka, Paulus berdoa dengan penuh keyakinan, "Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus" (Filipi 4:19). Janji ini menunjukkan prinsip rohani yang indah. Ketika tangan kita terbuka untuk memberi, surga pun terbuka mencurahkan pemeliharaan-Nya. Bukan berarti memberi menjadi sarana "membeli" berkat, melainkan sebagai ekspresi iman yang percaya bahwa Allah adalah sumber segala kecukupan.

Pada akhirnya, tangan yang terbuka melambangkan hati yang tidak terikat pada kepemilikan, tetapi percaya sepenuhnya pada pemeliharaan Tuhan. Seperti jemaat Filipi, kita dipanggil untuk memberi dengan kepekaan dan ketulusan, percaya bahwa Allah yang setia tidak akan pernah membiarkan anak-anak-Nya berkekurangan. [IR, LS]

Sumber: https://www.ndcministry.org/revive/cwq/open-hands--open-heaven
#๐‘ฎ๐‘ฐ๐‘ชRENUNGAN
โค1
Amsal 16 : 6 (TB)
Dengan kasih dan kesetiaan, kesalahan diampuni, karena takut akan Tuhan orang menjauhi kejahatan.

#๐‘ฎ๐‘ฐ๐‘ชAYAT
โค4
Jangan hanya berusaha terlihat baik di depan orang lain, tetapi jadilah pribadi yang benar di hadapan Tuhan.

#๐‘ฎ๐‘ฐ๐‘ชREMINDER
โค2
Mikha 6 : 8 (TB)
โ€œHai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut Tuhan dari padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?โ€

#๐‘ฎ๐‘ฐ๐‘ชAYAT
โค1
Kasih Tuhan bukan alasan untuk kita bisa hidup sembarangan; kasih Tuhan justru mengubah cara kita hidup.

#๐‘ฎ๐‘ฐ๐‘ชREMINDER
โค1
Di tengah dunia yang mengajarkan untuk menonjol, Tuhan Yesus mengajarkan kita untuk mengasihi, setia, dan tetap rendah hati ๐Ÿค

#๐‘ฎ๐‘ฐ๐‘ชREMINDER
โค1
Yohanes 14 : 15 (TB)
โ€Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.

#๐‘ฎ๐‘ฐ๐‘ชAYAT
โค2
DO YOU LOVE ME?

Bacaan: Yohanes 21:15-17

Saat kita benar-benar mengasihi seseorang, kita tidak tahan untuk membuktikan kasih itu melalui berbagai macam tindakan. Kita mungkin akan membuktikannya dengan menyediakan waktu untuk bertemu, kita akan membelikan makanan atau barang favorit orang tersebut, dan melalui berbagai macam cara lainnya. Allah begitu mengasihi kita, Ia membuktikannya dengan memberikan Anak-Nya yang tunggal bagi kita. Saat kita menyatakan bahwa kita mengasihi Tuhan Yesus, apakah kita juga benar-benar membuktikannya?

Tuhan Yesus berkata bahwa setiap orang yang mengasihi Dia akan menuruti segala perintah-Nya (Yohanes 14:15). Kata "menuruti" dalam ayat ini berasal dari kata "tereo" yang berarti patuh atau taat. Artinya, bukti kita mengasihi Tuhan adalah dengan mematuhi dan menaati perintah-perintah-Nya. Setiap perintah Tuhan yang kita patuhi adalah hal-hal yang menyenangkan bagi Tuhan. Ia rindu kita melakukan setiap perintah-Nya di dalam kehidupan kita, karena itulah yang berkenan kepada-Nya, dan pasti membawa kebaikan bagi hidup kita.

Di dalam Yohanes 21:15-18, Tuhan Yesus bertanya kepada Simon Petrus, "apakah engkau mengasihi Aku?" sebanyak tiga kali. Petrus menjawab pula sebanyak tiga kali bahwa ia mengasihi-Nya. Setiap kali Petrus menjawab bahwa ia mengasihi-Nya, Yesus memberikan sebuah perintah kepada Petrus untuk menggembalakan domba-domba, yaitu melayani jiwa-jiwa. Dan Petrus menaati perintah Yesus ini, hingga ia dikenal sebagai salah satu rasul yang paling berpengaruh. Setelah Roh Kudus dicurahkan, ia berkhotbah yang membuat tiga ribu orang diselamatkan. Ia sering melayani di luar kota Yerusalem, seperti Lida, Yope, Anthiokia, bahkan sampai ke Roma, di mana menurut sejarah ia dihukum mati disana dengan cara disalib terbalik.

Petrus adalah pribadi yang terbukti mengasihi Tuhan karena ia menuruti perintah-Nya. Marilah kita belajar seperti Petrus, yang membuktikan kasih-Nya kepada Tuhan dengan menuruti segala perintah-Nya. Kini, segala perintah Tuhan terdapat di dalam Alkitab. Tugas kita adalah membacanya, merenungkannya, dan melakukan setiap perintah-Nya yang terdapat di dalam Alkitab. Itulah tandanya kita mengasihi-Nya. [JA]

Sumber: https://www.ndcministry.org/revive/cw4/do-you-love-me-
#๐‘ฎ๐‘ฐ๐‘ชRENUNGAN
โค1๐Ÿค—1
Terkadang kita sibuk mengingat kegagalan kita, sementara Tuhan sedang memanggil kita untuk melangkah maju. Seperti Petrus, kita tidak ditentukan oleh momen saat jatuh, tetapi oleh respons kita ketika Tuhan memanggil kembali โœจ

#๐‘ฎ๐‘ฐ๐‘ชREMINDER
โค3