CFNews ❤️❤️
202 members
1.73K photos
9 files
10 links
Analisa resmi dari Cyber Futures.
www.cfforex.com
Download Telegram
to view and join the conversation
HSI Turun Saat Pembukaan Hari Ini


Bursa Hong Kong terpantau turun pada perdagangan Selasa ini menyusul reli lebih dari dua persen sehari sebelumnya di tengah kekhawatiran bahwa stimulus baru AS dapat tertunda hingga Maret.

Sementara saham di Asia turun pada perdagangan Selasa pagi karena indeks utama di Wall Street mengalami penutupan tertinggi baru semalam.

Indeks Kospi Korea Selatan juga turun 0.32%.

Untuk Selandia Baru dan Indonesia karena pasar global mempertimbangkan harapan stimulus fiskal AS dan kekhawatiran virus corona (COVID-19). Akibatnya, indeks MSCI untuk saham Asia Pasifik di luar Jepang naik 1.0% sementara Nikkei 225 Jepang naik lebih dari 0.40% pada pagi hari ini.

Perlu dicatat bahwa ASX 200 Australia naik 0.21% karena regulator obat Australia menyetujui vaksin Pfizer/BioNTech untuk peluncuran secara bertahap, yang direncanakan akhir Februari. Selain itu, wacana bahwa otoritas Beijing mungkin mengizinkan pengiriman batu bara Australia untuk memasuki negara tersebut jika mereka setuju sebelum larangan pada November, menurut Bloomberg, tampaknya telah meningkatan sentimen risiko pasar.

Sehari sebelumbya lonjakan saham perusahaan pendanaan CR Holdings hingga lebih dari 20% serta saham Tencent yang yang ditutup keuntungan lebih dari 10%, menjadi faktor pendukung utama kenaikan indeks saham Hangseng yang ditutup 2.12% lebih tinggi di awal pekan ini.

Selanjutnya, kurangnya data/peristiwa utama akan membuat pasar bergerak terbatas mendekati level rekor tertinggi. Namun, berita utama tentang virus, lockdown dan stimulus AS menjadi kunci yang harus diperhatikan.

Secara teknikal hari ini, pergerakan HSI diperkirakan menguji garis tren line hariannya. Bila terjadi pull back atas diperlukan area konfirmasi di kisarna 29950/00 untuk membuka peluang menuju ke level resistance hariannya. Sebaliknya bila terjadi breakd down dan mampu melampaui area level di kisaran 29425/75 membuka peluang menuju ke level support berikutnya.
Emas Potensi Kehilangan Kekuatan Rebound


Dollar AS terapresiasi di belakang penghindaran risiko, mengalami kenaikan terhadap mata uang rival yang berimbal hasil tinggi. Suasana pasar yang suram adalah hasil dari data ekonomi makro yang buruk dan berita terkait paket stimulus baru AS karena Presiden Joe Biden menghadapi pertentangan anggota parlemen dari Partai Republik dan Demokrat.

Investor juga menjadi berhati-hati menyusul rilis mengecewakan dari hasil survei bisnis IFO Jerman. Hal ini pada akhirnya dipandang sebagai salah satu faktor kunci yang memberikan sedikit peningkatan ke aset safe haven seperti emas.

Dengan latar belakang penundaan pasokan vaksin, data hari Senin semakin memicu kekhawatiran tentang potensi kejatuhan ekonomi dari penyakit virus corona yang terus meningkat dan membebani sentimen investor. Aliran anti-risiko diperkuat oleh penurunan intraday dalam imbal hasil obligasi Treasury AS, yang memberikan dorongan tambahan untuk logam kuning yang tidak memberikan hasil.

Pergerakan harga emas selalu mengalami fluktuasi akhir-akhir ini, seperti yang terjadi di awal pekan ini. Logam Mulia melepas hasil rebound di sesi Asia sebelumnya setelah berhasil menyentuh $ 1853 per troy ounce pada perdagangan hari Selasa ini.

Sementara itu, fokus utama akan tetap pada pembaruan kebijakan moneter FOMC terbaru pada hari Rabu. Ini akan diikuti oleh laporan Advance GDP AS diperkirakan menjadi 4.2% dari 33.4% yang akan membantu investor untuk menentukan langkah selanjutnya dari pergerakan terarah untuk emas.

Secara teknikal hari ini, pergerakan harga emas diperkirakan menguji garis tren line hariannya. Bila terjadi pull back atas diperlukan area konfirmasi di kisaran $1865/66 untuk membuka peluang menuju ke level resistance berikutnya. Sebaliknya bila terjadi break down dan mampu melampaui di level kisaran $1949/50 membuka peluang menuju ke level support hariannya.
USD/JPY Potensi Mengalami Penurunan Kembali


USD/JPY terpantau tidak memiliki bias arah yang jelas bergerak dalam kisaran di sekitar 103.65/95 pada hari Senin ditengah perubahan haluan dalam sentimen risiko globa seperti yang digambarkan oleh jatuhnya pasar ekuitas. Sentimen risiko global terpukul menyusul rilis mengecewakan hasil survei IFO Jerman.

Risalah dari pertemuan kebijakan moneter Bank of Japan (BOJ) bulan Desember menunjukkan para anggota setuju bahwa bank sentral tidak akan ragu untuk mengambil langkah-langkah pelonggaran tambahan jika perlu karena dampak covid-19.

"Beberapa anggota BOJ mengatakan bahwa dollar sedikit melemah terhadap yen, harus mewaspadai pergerakan pasar, termasuk valuta asing."

"Sebagian besar anggota mengatakan bahwa tepat untuk memeriksa langkah-langkah kebijakan BoJ atas dasar mempertahankan kerangka politik saat ini."

"Harus siap untuk menanggapi secara efektif kemungkinan perubahan dalam perkembangan ekonomi, harga dan keuangan."

"Meningkatkan profitabilitas usaha kecil dan menengah melalui digitalisasi sangat penting untuk memperkuat potensi pertumbuhan Jepang."

Gubernur Bank of Japan (BoJ) Haruhiko Kuroda mengatakan bahwa ekonomi domestik telah terpengaruh secara signifikan oleh pandemi virus corona.

(*)Kebangkitan virus, keadaan darurat dapat menghambat pemulihan ekonomi Jepang.

(**)Kebijakan yang paling penting adalah menghindari pengangguran dan kegagalan perusahaan.

(***)Kebijakan fiskal dan moneter telah berhasil mencegahnya.

Secara teknikal hari ini, pergerakan USD/JPY diperkirakan menyisir garis tren line hariannya. Bila terjadi kenaikan atau break up dan mampu melampaui area kisaran di 103.825/50 membuka peluang menuju ke level support hariannya. Sebaliknya bila terjadi penurunan diperlukan area kisaran di 103.525/50 untuk membuka peluang menuju ke level support berikutnya.
EUR/USD Potensi Melanjutkan Penurunan


EUR/USD terlihat telah memantul setelah mencapai posisi terendah baru kemarin di 1.2116 dan sekarang diperdagangkan di 1.2130-an pada saat penulisan.

Kementerian ekonomi Jerman memperkirakan ekonomi Jerman mencapai tingkat sebelum krisis pada pertengahan 2022, Reuters melaporkan pada hari Senin, mengutip draf dokumen pemerintah.

Rincian lebih lanjut dari laporan tersebut mengungkapkan bahwa kementerian melihat rasio hutang terhadap PDB sebesar 72.5% pada tahun 2021 dan 68.75% pada tahun 2024.

Secara teknikal hari ini, pergerakan, EUR/USD diperkirakan menguji garis tren line hariannya. Bila terjadi pull back atas diperlukan area konfirmasi di 1.21650/75 membuka peluang menuju ke level resistance hariannya. Sebaliknya bila terjadi break down membuka peluang menuju ke level support hariannya.
GBP/USD Potensi Lanjutkan Koreksi Lebih Dalam


GBPUSD ditutup turun walau masih di wilayah yang sama pada perdagangan Senin. Namun GBP/USD dalam tawaran beli mendekati perthengahan 1.36 pada perdagangan Asia pada hari Selasa ini. Dengan demikian, cable melakukan pembalikkan dari level tertinggi kemarin di 1.37232 sempat rebound hingga menyentuh kisaran level 1.36750 saat penulisan.

GBP/USD gagal mempertahankan dominasi bullishnya di atas level 1.37. Dominasi bearish GBP/USD hingga terkoreksi tajam mencetak level rendah 1,36489. Namun GBP/USD berhasil ditutup di atasnya, di level 1.36761.

Terkait virus corona, Inggris melaporkan penurunan lanjutan dalam penularan baru dan kematian baru, dan Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock mengatakan bahwa ada tanda-tanda awal tindakan terbaru melawan COVID-19 'berhasil.' Meski demikian, tidak ada niat untuk mencabut lockdown untuk saat ini, tetapi sebaliknya, tindakan yang lebih keras untuk pelancong sedang dipelajari.

Volatilitas sterling terpantau melayang di posisi terendah multi-bulan meskipun ada kekhawatiran virus corona baru di Inggris dan penguncian diperketak.

Secara teknikal hari ini, pergerakan GBP/USD terlihat sudah mem-break down garis tren line hariannya. Bila terjadi kenaikan diperlukan area konfirmasi di kisaran 1.36800/25 untuk membuka peluang menuju ke level resistance hariannya. Sebalinya bila terjadi penurunan diperlukan area konfirmasi di kisaran 1.36325/50 untuk membuka peluang menuju ke level support berikutnya.
HSI Menguat Saat Pembukaan


Bursa Hong Kong terpantau naik pada pembukaan perdagangan Rabu pagi kemudian jatuh karena para pemburu saham murah bergerak lalu ambil profit taking dengan mengikuti kerugian besar hari sebelumnya, dengan investor mengamati perkembangan stimulus di Amerika Serikat.

Sehari sebelumnya saham Hong Kong ditutup dengan kerugian besar turun kurang lebih 2.12% pada Selasa karena investor resah atas kepastian stimulus baru AS, sementara keputusan bank sentral China untuk menyerap kelebihan likuiditas di pasar keuangan daratan mengerem arus investasi lintas batas yang besar serta ditambah anjloknya saham HKEX hingga lebih dari 7%, meskipun data ekspor Hong Kong mencatat kenaikan di atas ekspektasi.

Secara teknikal hari ini, pergerakan HSI terlihat setelah jatuh pada pada sesi awal hingga ke level 29229 lalu mencoba rebound. Diperkirakan menguji garis tren line hariannya. Bila terjadi pull back bawah diperlukan area konfirmasi di 29200/50 untuk membuka peluang menuju ke level support berikutnya. Sebaliknya bila terjadi break up dan mampu melampaui area level di 29675/25 membuka peluang menuju ke level resistance hariannya.
Emas Bergerak Relatif Stabil


Suasana pasar buruk di awal hari tetapi membaik selama sesi Eropa, kemarin yang pada akhirnya merugikan dollar Amerika. Greenback melemah terhadap sebagian besar mata uang utama, meskipun investor berhati-hati sepanjang sesi AS kemarin. Kelemahan dollar menjadi perhatian, meski ekonomi menunjukkan sedikit cukup baik akibat pandemi. Namun, angka makroekonomi terbaru yang datang dari negara tersebut secara umum mengecewakan.

Keraguan atas besaran dan waktu stimulus AS memberikan sedikit dorongan untuk greenback, yang pada gilirannya, terlihat membebani komoditas yang berdenominasi dollar.

Beberapa Republikan terkemuka telah mengajukan keberatan atas label harga mahal dan menolak gagasan meloloskan paket stimulus $1.9 triliun yang diusulkan oleh Presiden AS Joe Biden. Ditambah, Pemimpin Mayoritas Demokrat Chuck Schumer lebih jauh mempertanyakan waktunya dan mengatakan bahwa kesepakatan komprehensif bisa empat hingga enam minggu lagi.

Eskalasi ketegangan AS-China di Laut Tiongkok Selatan juga membebani sentimen investor dan memperpanjang beberapa dukungan untuk aset safe-haven emas. Selera risiko yang lebih rendah diperkuat oleh nada yang lebih lemah di sekitar yield obligasi Treasury AS, yang lebih jauh berkolaborasi untuk membantu membatasi sisi bawah logam kuning non-yielding.

Harga emas tidak bereaksi banyak terhadap data konsumen AS yang nampaknya sedikit lebih optimis di tahun ini dibandingkan dengan yang diperkirakan para ekonom dan bergerak dalam kecenderungan stabil di tengah memudarnya sentimen risk on di pasar global.

Harga emas bergerak dalam range harga antara $1845 dan $1865 dan jika salah satu dari level tersebut diperkirakan mampu di break maka akan memperjelas arah pergerakan harga emas hingga akhir pekan ini.

Selain itu, investor mungkin juga menahan diri dari menempatkan taruhan agresif, lebih memilih wait and see jelang keputusan kebijakan moneter FOMC terbaru pada hari Kamis dini hari. Keputusan tersebut akan diikuti oleh rilis laporan PDB kuartal keempat AS Pendahuluan pada hari Kamis, yang akan membantu menentukan langkah pergerakan arah emas selanjutnya.

Fokus investor tetap pada agenda ekonomi AS, mulai Rabu ini dengan laporan Pesanan Barang Tahan Lama dan pengumuman Federal Reserve tentang kebijakan moneter pada Kamis dini hari WIB.

Secara teknikal hari ini, pergerakan harga emas diperkirakan menguji garis tren line hariannya. Bila terjadi pull back bawah diperlukan areaa konfirmasi di kisaran $1838/39 untuk membuka peluang menuju ke level support berikutnya. Sebaliknya bila terjadi break up dan mampu melampaui kisaran di level $1855/56 membuka peluang menuju ke level resistance hariannya.
USD/JPY Tetap Tertahan Dalam Kisaran Di Bawah 104.00


USD/JPY terpantau menutup hari kedua minggu ini dengan penurunan dan terus mengalami kesulitan untuk membuat langkah yang menentukan di kedua arah pada hari Rabu ini. Saat penulisan, pasangan ini telah naik sekitar 150 pip dari terendah intraday.

Presiden Joe Biden mengatakan bahwa dia siap untuk merundingkan kesepakatan stimulus $ 1.9 triliun yang diusulkannya dan pasar telah melihatnya berpotensi menciptakan penundaan dan menurunkan ruang lingkup. Senat telah menyetujui pencalonan Janet Yellen sebagai Menteri Keuangan.

Spekulasi meningkat menjelang keputusan Federal Reserve pada hari Kamis. Bank kemungkinan akan memberi sinyal bahwa penarikan stimulus belum dilakukan saat ini. Pengukuran Keyakinan Konsumen Conference Board akan dirilis hari ini.

Bank of Japan (BoJ) akan mempertimbangkan keluar dari kebijakan pelonggaran ketika inflasi mendekati 2%, kata Gubernur bank sentral Haruhiko Kuroda dalam pidato yang dijadwalkan pada hari Selasa kemarin.

"Kebijakan moneter memang memiliki beberapa batasan dalam upaya mencapai target inflasi."

"Kami telah melakukan yang terbaik tetapi masih belum mencapai inflasi 2%."

“Pada akhirnya, bank sentral bertanggung jawab untuk mencegah inflasi/deflasi yang berlebihan.”

Secara teknikal hari ini, pergerakan USD/JPY diperkirakan menguji garis tren line hariannya. Bila terjadi pull back atas diperlukan area konfirmasi di kisaran level 103.825/50 untuk membuka peluang menuju ke level resistance berikutnya. Sebaliknya bila terjadi break down diperlukan area konfirmasi di kisaran 103.525/50 untuk membuka peluang menuju ke level support berikutnya.
EUR/USD Naik Di Atas 1.2150 Di Tengah Dominannya Penawaran Jual Dollar AS


Bias langsung untuk EUR/USD tetap netral meskipun ada kenaikan pada hari Selasa ditengah kemelut perpolitikan di Italia dan penurunan dollar AS secara luas.

Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte diberitakan telah mengundurkan diri pada hari Selasa, mengantarkan fase ketidakstabilan politik atau pemilihan musim semi ini, seperti dicatat oleh analis makro Holger Zschaeptiz.

Namun pasar obligasi tidak menunjukkan tanda-tanda tekanan pada hari Selasa. Selisih antara imbal hasil obligasi pemerintah Italia dan Jerman 10-tahun turun lima basis poin menjadi 1.18% memperpanjang penurunan Senin dari 1.259%.

Menurut Zschaeptiz, dukungan Bank Sentral Eropa telah menjaga pasar obligasi tetap tenang di tengah ketidakpastian politik di Italia. Penurunan berkelanjutan dalam selisih hasil bisa menjadi pertanda baik bagi EUR/USD.

Secara teknikal hari ini, pergerakan EUR/USD terlihat bergerak di dekat garis tren line hariannya. Bila terjadi pull back atas diperlukan area konfirmasi di kisaran 1.21775/00 untuk membuka peluang menuju ke level resistance hariannya. Sebaliknya bila terjadi break down dan mampu melampaui level kisaran 1.21225/50 membuka peluang menuju ke level support hariannya.
GBP/USD Kembali di Atas 1.3700 Karena Greenback Melemah


GBP/USD terlihat dapat rebound pada perdagangan kemarin setelah menyentuh level terendah 1.36095 ditutup pada level 1.37363 ditengah selera risiko telah berubah secara signifikan menjadi lebih baik sejak pembukaan pasar Eropa kemarin, membebani dollar AS.

Sementara penjualan Ritel Inggris turun ke level terendah sejak bulan Mei pada bulan Januari, terpukul oleh langkah-langkah baru lockdown COVID-19, yang menekan toko-toko yang tidak penting untuk ditutup, data terbaru dari British Retail Consortium (BRC) menunjukkan pada kemarin.

"Badan perdagangan mengatakan bahwa anggotanya melihat harga rata-rata turun 2.2% pada bulan Januari dibandingkan dengan tahun sebelumnya, penurunan terbesar sejak kedalaman penguncian pertama Inggris pada Mei."

“Harga pangan naik 0.2%, kenaikan terkecil sejak Januari 2017, dan harga non-pangan turun 3.6%.”

Kepala Eksekutif BRC Helen Dickinson berkata "Penjualan pasca-Natal dan penguncian nasional menurunkan harga non-makanan – terutama untuk pakaian dan barang-barang DIY."

"Birokrasi terkait Brexit, kenaikan biaya pengiriman global dan harga komoditas pangan, serta beban penutupan paksa dan pembatasan bagi banyak bisnis ritel, berarti bahwa tekanan harga sedang menumpuk," tambahnya.

Secara teknikal hari ini, pergerakan GBP/USD diperkirakan menyisir garis tren line hariannya. Bila mengalami kenaikan diperlukan area konfirmasi di kisaran 1.37675/00 membuka peluang menuju ke level resistance berikutnya. Sebaliknya bila terjadi penurunan diperlukan area konfirmasi di kisaran level 1.36925/50 untuk membuka peluang menuju ke level support hariannya.