WarisanSalaf.Com
11.1K members
242 photos
1 video
34 files
1.25K links
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Download Telegram
to view and join the conversation
๐ŸŒทโœ… KELEMBUTAN ALLAH KEPADA UMAT INI

๐Ÿ”˜ Al 'Allamah Ubaid bin Abdillah Al Jabiri hafizhahullah Ta'ala berkata,

๐Ÿ’ข "Kelembutan Allah Subhanahu wa Ta'ala atas ummat ini, tatkala Allah tidak menyegerakan siksaan bagi mereka sebagaimana Allah menyegerakan siksaan bagi para pendusta rasul-rasul (terdahulu,pen)."

๐Ÿ“– In'amul Baari bi Syarhi Kitab Al I'tisham min Shahih Al Bukhari (hal.223)


[ ู‚ุงู„ ุงู„ุนู„ุงู…ุฉ ุนุจูŠุฏ ุจู† ุนุจุฏ ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุฌุงุจุฑูŠ ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡ ููŠ ((ุฅู†ุนุงู… ุงู„ุจุงุฑูŠ ุจุดุฑุญ ูƒุชุงุจ ุงู„ุงุนุชุตุงู… ู…ู† ุตุญูŠุญ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ)) (ุต 223): ((ู„ุทูู‡ ุณุจุญุงู†ู‡ ูˆุชุนุงู„ู‰ ุจู‡ุฐู‡ ุงู„ุฃู…ุฉุ› ุฅุฐ ู„ู… ูŠุนุงุฌู„ู‡ู… ุจุงู„ุนู‚ูˆุจุฉ ูƒู…ุง ุนุฌู„ ู„ู„ู…ูƒุฐุจูŠู† ุฑุณู„ู‡ู… ุนู‚ูˆุจุชู‡ู…)) ุงู‡ู€.


๐Ÿ“ Diterjemahkan oleh: Al-Ustadz Abu Ja'far hafizhahullah
ใ€ฐใ€ฐโžฐใ€ฐใ€ฐ
๐Ÿ‰ Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
๐Ÿ Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
๐Ÿ’ป Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
โœ…๐Ÿ“– PEMBAHASAN KITAB SHIYAM DARI BULUGHUL MAROM (Bagian 6โƒฃ)
โ€”โ€”โ€”โ€”โ€”โ€”โ€”โ€”โ€”โ€”

โœณ๏ธ HADITS KEDUA (LANJUTAN)
๐Ÿ“ก (Larangan berpuasa pada Hari Syak -hari yang diragukan-)


๐ŸŒดDari Shahabat โ€˜Ammar bin Yasir Rodhiyallahu โ€˜anhu, bahwasanya beliau berkata:

ู…ูŽู†ู’ ุตูŽุงู…ูŽ ุงูŽู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงูŽู„ู‘ูŽุฐููŠ ูŠูุดูŽูƒู‘ู ูููŠู‡ู ููŽู‚ูŽุฏู’ ุนูŽุตูŽู‰ ุฃูŽุจูŽุง ุงูŽู„ู’ู‚ูŽุงุณูู…ู - ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ุŒ

โ€œBarangsiapa berpuasa pada Hari Syak โ€“hari yang diragukan- , maka dia telah durhaka (bermaksiat) kepada Abul Qosim (yakni Rasulullah) Shollallahu โ€˜alaihi waSallam.โ€

ใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐ

โœณ๏ธ FAEDAH-FAEDAH HADITS:

1โƒฃ Di dalam hadits ini terkandung larangan untuk berpuasa pada โ€œHari Syakโ€ yaitu hari yang diragukan; dimana datangnya bulan Romadhon belum bisa dipastikan, karena hilal terhalangi sesuatu pada malam ke-30 (akhir tanggal 29 Syaโ€™ban, sebagaimana telah kita lewati penjelasannya). (Taudhihul- Ahkam 3/134)

2โƒฃ Larangan tersebut diambil dari ucapan Shahabat โ€˜Ammar bin Yasir Rodhiyallahu โ€˜anhu yang artinya โ€œBarangsiapa berpuasa pada Hari Syak โ€“hari yang diragukan- , maka dia telah durhaka (bermaksiat) kepada Abul-Qosim (yaitu Rasulullah) Shollallahu โ€˜alaihi waSallam.โ€
Secara tidak langsung, ucapan 'Ammar bin Yasir Rodhiyallahu 'anhu merupakan larangan dari Rasulullah Shollallahu โ€˜alaihi waSallam. (Lihat Fathu Dzil-Jalal 3/172)

3โƒฃ Bentuk hadits yang seperti ini diistilahkan dengan โ€œMauquf Lafzhon & Marfuโ€™ Hukmanโ€, sebagaimana dijelaskan oleh al-Imam ash-Shonโ€™ani Rohimahullah dalam Subulus Salam (1/558).

๐Ÿ”ปIstilah โ€œMauqufโ€ artinya semua yang disandarkan kepada Shahabat, berupa ucapan, perbuatan, maupun semisalnya. (At-Tadzkiroh; hal. 15; karya Al-Imam Ibnul Mulaqqin Rohimahullah)

๐Ÿ”ปSedangkan definisi โ€œMarfuโ€™โ€ adalah semua yang disandarkan kepada Nabi Shollallahu โ€˜alaihi waSallam, berupa ucapan, perbuatan, persetujuan, maupun sifat beliau; meliputi akhlak dan bentuk tubuhnya (Mustholahul Hadits hal.30; karya Asy-Syaikh Ibnu 'Utsaimin Rohimahullah)

๐Ÿ‘‰Mauquf Lafzhon; maksudnya secara lafadz hadits ini mauquf karena yang mengucapkan adalah seorang Shahabat.
๐Ÿ”ปAdapun Marfuโ€™ Hukman; secara hukum hadits ini marfuโ€™ (disandarkan kepada Nabi Shollallahu โ€˜alaihi waSallam) karena kandungan maknanya adalah larangan dari Rasulullah Shollallahu โ€˜alaihi waSallam. (Lihat Fathu Dzil-Jalal 3/172)

4โƒฃ Puasa pada โ€œHari Syakโ€ hukumnya haram, karena dikategorikan ke dalam perbuatan maksiat kepada Rasulullah Shollallahu โ€˜alaihi waSallam (Berdasarkan pendapat terpilih). (Fathu Dzil-Jalal 3/174 & Taudhihul Ahkam 3/134)

Wallahu Aโ€™lam Bisshowaab

โœ…(Bersambung Insya Allah,...)

โ–ถ๏ธ Ikuti terus pelajaran Kitab Shiyam dari Bulughul Marom di channel ini.

๐Ÿ“ Ditulis oleh Al-Ustadz Abdul Hadi Pekalongan Hafizhahullahu Ta'ala.

#ahkamshiyam #puasaramadhan #kitabshiyam

ใ€ฐใ€ฐโžฐใ€ฐใ€ฐ
๐Ÿ‰ Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
๐Ÿ Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
๐Ÿ’ป Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
โœ…๐Ÿ“– PEMBAHASAN KITAB SHIYAM DARI BULUGHUL MAROM (Bagian 7โƒฃ)
โ€”----------------โ€”

โœณ๏ธ HADITS KEDUA (LANJUTAN dari sebelumnya ...)
๐Ÿ“ก (Larangan berpuasa pada Hari Syak -hari yang diragukan-)


๐ŸŒดDari Shahabat โ€˜Ammar bin Yasir Rodhiyallahu โ€˜anhu, bahwasanya beliau berkata:

ู…ูŽู†ู’ ุตูŽุงู…ูŽ ุงูŽู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงูŽู„ู‘ูŽุฐููŠ ูŠูุดูŽูƒู‘ู ูููŠู‡ู ููŽู‚ูŽุฏู’ ุนูŽุตูŽู‰ ุฃูŽุจูŽุง ุงูŽู„ู’ู‚ูŽุงุณูู…ู - ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ุŒ

โ€œBarangsiapa berpuasa pada Hari Syak โ€“hari yang diragukan- , maka dia telah durhaka (bermaksiat) kepada Abul Qosim (yakni Rasulullah) Shollallahu โ€˜alaihi waSallam.โ€

ใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐ

โœณ๏ธ FAEDAH-FAEDAH HADITS:


5โƒฃ Bolehnya menyebut Nabi Shollallahu โ€˜alaihi wa Sallam dalam bentuk penyampaian kabar dengan selain gelar kerasulan atau kenabian (seperti Rasulullah atau Nabi Allah); contohnya, โ€œTelah berkata Muhammad Shollallahu โ€˜alaihi wa Sallamโ€, atau seperti dalam hadits, โ€œTelah durhaka kepada Abul Qosim Shollallahu โ€˜alaihi wa Sallamโ€.

๐Ÿ”ปBeliau Shollallahu โ€˜alaihi waSallam tidak boleh dipanggil (atau diseru) dengan nama saja maupun nama kunyah (*). (Misal Shahabat memanggil Nabi Shollallahu 'alaihi waSallam dengan namanya: "Wahai Muhammad!", pen) (Lihat Fathu Dzil-Jalal 3/174 & Taudhihul Ahkam 3/135)

(*) Nama Kunyah adalah nama yang di awali dengan Abu atau Ummu, seperti Abu Abdillah dan Ummu al-Khoir.

๐Ÿ‘‰Pelarangan tersebut dijelaskan oleh Shahabat Ibnu โ€˜Abbas Rodhiyallahu โ€˜anhuma ketika menjelaskan firman Allah Taโ€™ala,

ู„ูŽุง ุชูŽุฌู’ุนูŽู„ููˆุง ุฏูุนูŽุงุกูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุณููˆู„ู ุจูŽูŠู’ู†ูŽูƒูู…ู’ ูƒูŽุฏูุนูŽุงุกู ุจูŽุนู’ุถููƒูู…ู’ ุจูŽุนู’ุถู‹ุง

โ€œJanganlah kalian jadikan panggilan Rasul diantara kalian seperti panggilan sebahagian kalian kepada sebahagian (yang lain). [An-Nur:63]

๐Ÿ”ปBeliau Rodhiyallahu โ€˜anhuma mengatakan, โ€œDahulu para shahabat memanggil Rasul dengan (nama atau kunyahnya): โ€œWahai Muhammad, Wahai Abul Qosimโ€, hingga Allah โ€˜Azza waJalla melarang mereka dari perkara itu, dalam rangka mengagungkan Nabi-Nya Shollallahu โ€˜alaihi wa Sallam.
Kemudian setelah itu mereka pun mengatakan: โ€œWahai Rasulullah, Wahai Nabi Allah.โ€
(HR. Abu Nuโ€™aim dalam Dalailun Nubuwwah no.4, lihat pula Tafsir Ibnu Katsir 6/88)

โœ๏ธCatatan: Al-Imam Ibnu Katsir Rohimahullah menjelaskan, bahwa penafsiran ini adalah satu dari dua penafsiran yang zhohirnya sesuai konteks ayat, Wallahu aโ€™lam.

โ˜‘๏ธ Asy-Syaikh Ibnu โ€˜Utsaimin Rohimahullah menjelaskan, bahwa menyebut Rasulullah Shollallahu โ€˜alaihi waSallam dengan gelar kerasulan lebih utama. (Lihat Fathu Dzil-Jalal 3/174)

โœ… TENTANG PENYEBUTAN NAMA ABUL QOSIM
๐Ÿ”ปSebagian Ulama menjelaskan, bahwa Al-Qosim nama putra Rasul yang pertama dari istri beliau Khodijah Rodhiyallahu โ€˜anha. Sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Hisyam Rohimahullah dalam sirohnya, (1/174).
๐Ÿ”ปSebagian yang lain menjelaskan, Itu adalah julukan Rasulullah Shollallahu โ€˜alaihi waSallam. Sebagaimana dalam hadits:

ูˆูŽุงู„ู„ู‡ู ุงู„ู…ูุนู’ุทููŠ ูˆูŽุฃูŽู†ูŽุง ุงู„ู‚ูŽุงุณูู…ู

โ€œDan Allah lah yang Maha memberi, sedangkan aku hanya pembagi (Yang membagi sesuai dengan perintah Allah Taโ€™ala, pen.).โ€ (HR. Al-Bukhori no.3116, dari Shahabat Muโ€™awiyah Rodhiyallahu โ€˜anhu)

โ–ถ๏ธ Asy-Syaikh Ibnu โ€˜Utsaimin menyebutkan dua kemungkinan tersebut tanpa menyebutkan yang terpilih. (Lihat Fathu Dzil-Jalal 3/173-174)

6โƒฃ Bolehnya menyampaikan hadits secara makna (walaupun tidak sama persis dengan aslinya, pen), Sebagaimana kita dapatkan dalam hadits ini. (Lihat Fathu Dzil-Jalal 3/174)

๐Ÿ‘‰Al-Imam As-Sakhowi Rohimahullah menjelaskan, bahwa Periwayatan hadits secara makna diperbolehkan berdasarkan pendapat yang benar, (hal ini khusus) bagi orang-orang yang mengetahui sisi pendalilan lafadz hadits dan maknanya. (At-Taudhihul Abhar hal.179)

Wallahu Aโ€™lam Bisshowaab

โœ…(Bersambung Insya Allah,...)

๐ŸŒ Ikuti terus pelajaran Kitab Shiyam dari Bulughul Marom di channel ini.

๐Ÿ“ Ditulis oleh Al-Ustadz Abdul Hadi Pekalongan Hafizhahullahu Ta'ala.

#ahkamshiyam #puasaramadhan #kitabshiyam

ใ€ฐใ€ฐโžฐใ€ฐใ€ฐ
๐Ÿ‰ Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
๐Ÿ Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
๐Ÿ’ป Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
๐Ÿ•‹โ–ถ๏ธ 3 FUNGSI HADITS NABI SHALLALLAHU 'ALAIHI WA SALLAM BAGI AL-QUR'ANUL KARIM


โœ…Fungsi sunnah bagi Al-Qur'an ada tiga bagian:

1โƒฃ Mendukung dan menguatkan hukum-hukum yang disebutkan di dalam Al-Qur'an secara global,

๐Ÿ”— seperti perintah untuk shalat, puasa, zakat, haji, dan yang lainnya tanpa perincian rukun dan hukum-hukumnya.

๐Ÿ‘‰๐Ÿป Contohnya Seperti Sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam,

โ˜‘๏ธ "Islam dibangun di atas lima perkara: Persaksian bahwasanya tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi selain Allah dan Muhammad utusan Allah, menegakkan shalat, membayar zakat, puasa ramadhan, dan haji di baitullah." (HR. Al-Bukhari no.8 dan Muslim no.22)

๐Ÿ”ท Hadits ini mendukung firman Allah Ta'ala,
"Tegakkanlah shalat dan tunaikanlah zakat." (QS. Al-Baqarah:110)

2โƒฃ Merinci hukum-hukum yang disebutkan dalam Al-Qur'an, meliputi: men-taqyid (mengikat/membatasi) ayat yang mutlak, merinci ayat yang global, atau mengkhususkan ayat yang masih umum.

๐Ÿ‘‰๐Ÿป Contohnya seperti hadits-hadits yang merinci hukum-hukum shalat, zakat, puasa, haji, jual beli, nikah, dan selainnyya.

๐Ÿ“ก Ini adalah fungsi terbesar Sunnah Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam terhadap Al-Qur'an.

3โƒฃ Menyebutkan hukum-hukum yang Al-Qur'an diam atasnya, tidak ada penyebutan wajib dan tidak pula meniadakannya.

Contohnya seperti hadits-hadits yang menerangkan haramnya menikahi seorang wanita dan bibinya sekaligus, penghitungan warisan kakek, dan yang lainnya.

๐Ÿ“š Inilah pembagian yang disebutkan oleh al-Imam Asy-Syafi'i, Ibnul Qoyyim, dan selain keduanya.

Wallahu a'lam
Semoga bermanfaat

๐ŸŒ Panduan: Kitab At-Tamassuk bis Sunnah fil 'Aqoidi wal Ahkam Karya Dr. Dhiyaur Rahman al-A'zhami
๐Ÿ“ Oleh: Tim Warisan Salaf
ใ€ฐใ€ฐโžฐใ€ฐใ€ฐ
๐Ÿ‰ Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
๐Ÿ Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
๐Ÿ’ป Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
โœ… Insya Allah siang ini kita akan melanjutkan pembahasan KITAB SHIYAM dari BULUGHUL MAROM karya Al-Hafizh Ibnu Hajar al-'Asqolani rahimahullah..

โœณ๏ธ Jika ada yang mau ditanyakan tentang materi sebelumnya, silahkan mengirimnya ke no

โ˜Ž๏ธ 085276328934 (SMS/WA/TELEGRAM)

๐Ÿ“ผ Pertanyaan akan kami teruskan kepada pemateri yaitu al-Ustadz Abdul Hadi Pekalongan hafizhahullahu Ta'ala.

๐Ÿ“ก Mohon maaf, pertanyaan tidak boleh keluar dari pelajaran.


Admin Warisan Salaf
โœ…๐Ÿ“– PEMBAHASAN KITAB SHIYAM DARI BULUGHUL MAROM (Bagian 8โƒฃ)
โ€”----------------โ€”

โœณ๏ธ HADITS KETIGA DAN KEEMPAT
(Cara Menetapkan Masuknya Bulan Romadhon)

โ–ถ๏ธ HADITS KETIGA
Dari Shahabat Ibnu โ€˜Umar Rodhiyallahu โ€˜anhu; Beliau mengatakan: โ€œAku pernah mendengar Rasulullah Shollallahu โ€˜alaihi waSallam bersabda:

ุฅูุฐูŽุง ุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชูู…ููˆู‡ู ููŽุตููˆู…ููˆุง, ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชูู…ููˆู‡ู ููŽุฃูŽูู’ุทูุฑููˆุง, ููŽุฅูู†ู’ ุบูู…ู‘ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ููŽุงู‚ู’ุฏูุฑููˆุง ู„ูŽู‡ู - ู…ูุชู‘ูŽููŽู‚ูŒ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู

โ€œJika kalian telah melihatnya (yakni hilal Romadhon), berpuasalah Kalian! Dan jika kalian telah melihatnya (yakni hilal Syawwal), berbukalah kalian (maksudnya ber-Idul Fithri). Jika (hilal) tertutup awan, tentukanlah (jumlah)nya.โ€

Dalam riwayat Muslim (lafadznya):

ููŽุฅูู†ู’ ุฃูุบู’ู…ููŠูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ููŽุงู‚ู’ุฏูุฑููˆุง ู„ูŽู‡ู ุซูŽู„ูŽุงุซููŠู†ูŽ .

โ€œJika (hilal) tertutup awan, maka tetapkan (jumlah)nya menjadi 30 (hari).โ€

Dalam riwayat Al-Bukhori (lafadznya):

ููŽุฃูŽูƒู’ู…ูู„ููˆุง ุงูŽู„ู’ุนูุฏู‘ูŽุฉูŽ ุซูŽู„ูŽุงุซููŠู†ูŽ

โ€œMaka sempurnakanlah jumlahnya menjadi 30 (hari).โ€

โ–ถ๏ธ HADITS KEEMPAT

Dari Shahabat Abu Huroiroh Radhiyallahu โ€˜anhu, dalam riwayat Al-Bukhori (dikatakan);

ููŽุฃูŽูƒู’ู…ูู„ููˆุง ุนูุฏู‘ูŽุฉูŽ ุดูŽุนู’ุจูŽุงู†ูŽ ุซูŽู„ูŽุงุซููŠู†ูŽ

โ€œMaka sempurnakanlah bilangan (bulan) Syaโ€™ban menjadi 30 (hari).โ€

ใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐ

โœณ๏ธ CATATAN: Kami sebutkan hadits ketiga dan keempat dalam satu pembahasan, karena kedua hadits tersebut saling berkaitan.

โœณ๏ธ TAKHRIJ HADITS
๐Ÿ“ก Hadits yang ketiga diriwayatkan dari shahabat Ibnu โ€˜Umar Rodhiyallahu โ€˜anhuma oleh al-Bukhori no.1900,1907, Muslim no.1080-(4), 1080-(7), 1080-(8), Ahmad no.6323, an-Nasaโ€™i no.2120, Ibnu Majah no.1654, Al-Hakim dalam Al-Mustadrok no.1539, dan selain mereka.

๐Ÿ“ก Lafadz tambahan Muslim terdapat pada Shohih Muslim no.1080-(4)

๐Ÿ“ก Lafadz tambahan Al-Bukhori terdapat pada Shohih Al-Bukhori no.1907.

๐Ÿ”— Hadits yang keempat diriwayatkan dari Shahabat Abu Huroiroh Rodhiyallahu โ€˜anhu oleh Al-Bukhori no. 1909.

โœ… MAKNA KOSAKATA
1โƒฃ Hilal artinya bulan sabit, bulan yang terbit pada tanggal satu bulan Qomariyah. (KBBI)

2โƒฃ Kata โ€œhilalโ€ dalam tanda kurung; bertujuan memperjelas makna kata ganti di dalam hadits.

๐Ÿ”— Hal ini berdasarkan beberapa riwayat yang menyebutkan lafadz โ€œhilalโ€ dengan jelas. Di antaranya dalam Shohih Muslim no.1080-(7), Rasulullah Shollallahu โ€˜alaihi waSallam bersabda:

ุงู„ุดู‘ูŽู‡ู’ุฑู ุชูุณู’ุนูŒ ูˆูŽุนูุดู’ุฑููˆู†ูŽุŒ ููŽุฅูุฐูŽุง ุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชูู…ู ุงู„ู’ู‡ูู„ูŽุงู„ูŽ ููŽุตููˆู…ููˆุง

โ€œSatu bulan ada 29 (hari), Jika kalian telah melihat hilal (Romadhon); berpuasalah kalian!โ€

3โƒฃ Kata โ€œ ููŽุงู‚ู’ุฏูุฑูุง ู„ูŽู‡ูโ€ artinya โ€œtentukanlah (jumlah)nyaโ€.
๐Ÿ”— Makna lafadz ini diperjelas dengan riwayat-riwayat yang disebutkan setelahnya:

๐Ÿ’ก Dalam shohih Muslim no. 1080-(4), โ€œmaka tetapkan (jumlah)nya menjadi 30 (hari).โ€

๐Ÿ’ก Dalam Shohih Al-Bukhori no.1907,โ€œmaka sempurnakanlah jumlahnya menjadi 30 (hari).โ€

๐Ÿ’ก Dalam Shohih Al-Bukhori no.1909 hadits Abu Huroiroh Rodhiyallahu โ€˜anhu,
ููŽุฃูŽูƒู’ู…ูู„ููˆุง ุนูุฏู‘ูŽุฉูŽ ุดูŽุนู’ุจูŽุงู†ูŽ ุซูŽู„ูŽุงุซููŠู†ูŽ

โ€œmaka sempurnakanlah bilangan (bulan) Syaโ€™ban menjadi 30 (hari).โ€

๐ŸŒฑ โ€œTidak diragukan lagi, bahwa orang yang paling tahu dengan (maksud) ucapan adalah yang mengucapkannya.โ€ Kata Asy-Syaikh Ibnu โ€˜Utsaimin Rohimahullah. (Lihat Fathu Dzil-Jalal 3/175)

โ–ถ๏ธ Sehingga makna "tentukanlah (jumlah)nya" adalah menyempurnakan jumlah hari menjadi 30, jika hilal tertutup sesuatu.

๐Ÿ”— Sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah Shollallahu 'alaihi waSallam dalam riwayat-riwayat tersebut..

Wallahu Aโ€™lam Bisshowaab

โœ…(Bersambung Insya Allah,...)

๐ŸŒ Ikuti terus pelajaran Kitab Shiyam dari Bulughul Marom di channel ini.

๐Ÿ“ Ditulis oleh Al-Ustadz Abdul Hadi Pekalongan Hafizhahullahu Ta'ala.

#ahkamshiyam #puasaramadhan #kitabshiyam

ใ€ฐใ€ฐโžฐใ€ฐใ€ฐ
๐Ÿ‰ Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
๐Ÿ Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
๐Ÿ’ป Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
โœ…๐Ÿ•‹ SUNNAH YANG DITINGGALKAN: MAKMUM SUJUD SETELAH IMAM SEMPURNA SUJUD

โ–ถ๏ธ Dari al-Barra' bin Azib radhiallahu 'anhu berkata

ูƒุงู†ูˆุง ูŠุตู„ูˆู† ู…ุน ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…ุŒ ูุฅุฐุง ุฑูƒุน ุฑูƒุนูˆุงุŒ ูˆุฅุฐุง ู‚ุงู„: " ุณู…ุน ุงู„ู„ู‡ ู„ู…ู† ุญู…ุฏู‡ " ู„ู… ูŠุฒุงู„ูˆุง ู‚ูŠุงู…ุง ุญุชู‰ ูŠุฑูˆู‡ ู‚ุฏ ูˆุถุน ูˆุฌู‡ู‡ (ูˆููŠ ู„ูุธ: ุฌุจู‡ุชู‡) ููŠ ุงู„ุฃุฑุถุŒ ุซู… ูŠุชุจุนูˆู†ู‡

๐Ÿ”ท "Dahulu (para sahabat) shalat bersama Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Apabila beliau ruku' maka mereka ruku', dan apabila beliau mengucapkan
ุณู…ุน ุงู„ู„ู‡ ู„ู…ู† ุญู…ุฏู‡
"sami'allahu liman hamidah"

Mereka tetap berdiri hingga mereka melihat beliau telah meletakkan wajahnya (dalam satu lafazh: dahinya) di tanah, kemudian mereka mengikuti beliau." (HR. Muslim 2/46 dan Abu Daud no.622)


โœ… Asy-Syaikh al-Albani rahimahullah berkata dalam Ash-Shahihah (6/225)

๐Ÿ“– "Aku mengeluarkan hadits ini di sini dikarenakan 2 hal:

1โƒฃ Yang pertama: Bahwasanya mayoritas orang-orang yang shalat mereka tidak melakukan apa yg terkandung dalam hadits ini yaitu MENUNDA SUJUD hingga imam meletakkan dahinya di tanah. Aku tidak memperkecualikan seorangpun dari mereka, bahkan juga orang yg bersemangat mengikuti sunnah dari mereka (lalai dari perkara ini).

โ€ผ๏ธ Bisa jadi karena kejahilan (ketidak tahuan mereka) atau memang karena lalai darinya, kecuali siapa yang di kehendaki Allah dan itu sedikit sekali.

๐Ÿ“ก An-Nawawi rahimahullah dalam Syarah Muslim berkata,

๐Ÿ”— "Dalam hadits ini (menjelaskan) inilah adab dari adab-adab shalat, yaitu bahwasanya YANG SUNNAH adalah agar ma'mum tidak menunduk untuk sujud hingga imam meletakkan dahinya di tanah, kecuali apabila dia tau kondisinya bahwa jika dia menunda sampai batas ini maka imam akan bangkit dari sujud sebelum ia sempat sujud.

๐Ÿ“ก Shahabat-shahabat kami (yakni dari madzhab syafi'i) rahimahumullah ta'ala berkata:

๐Ÿ’ข "Dalam hadits ini dan hadits lainnya yang secara keseluruhannya menyimpulkan bahwasanya YANG SUNNAH bagi makmum adalah agar menunda sebentar dari imam, yaitu dengan memulai (melakukan) suatu rukun setelah imam (sempurna) melakukannya, dan sebelum ia (imam) selesai darinya."


๐ŸŒ Sumber: Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah (6/226)
๐Ÿ“ Diterjemahkan oleh: Al-Ustadz Abu Ja'far hafizhahullah
ใ€ฐใ€ฐโžฐใ€ฐใ€ฐ
๐Ÿ‰ Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
๐Ÿ Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
๐Ÿ’ป Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
โœ…๐Ÿ“– PEMBAHASAN KITAB SHIYAM DARI BULUGHUL MAROM (Bagian 9โƒฃ)
โ€”----------------โ€”

โœณ๏ธ HADITS KETIGA DAN KEEMPAT (Lanjutan...)
(Cara Menetapkan Masuknya Bulan Romadhon)

........

ใ€ฐใ€ฐ
โœณ๏ธ PENJELASAN HADITS
โ–ถ๏ธ Di dalam hadits ini Rasulullah Shollallahu โ€˜alaihi wa Sallam memerintahkan kita โ€“umat Islam- untuk berpuasa romadhon jika hilal ramadhan terlihat. Dan memerintahkan kita untuk berbuka โ€“berhari raya Idul Fithri- jika hilal Syawwal terlihat.

Apabila hilal tertutup sesuatu; baik hilal Romadhon maupun Syawwal, maka jumlah bulan digenapkan menjadi 30 hari. Yang demikian itu bertujuan untuk menghilangkan keragu-raguan dan kebingungan, sehingga mereka berada di atas keyakinan (tatkala menjalankan ibadah Puasa maupun ber-Idul Fithri, pen). (Lihat Fathu Dzil-Jalal 3/176)

โœณ๏ธ FAEDAH-FAEDAH HADITS

1โƒฃ Puasa di bulan Romadhon wajib dilaksanakan jika hilal Romadhon telah terlihat. Demikian pula dengan berbuka (Hari Raya Idul Fithri) wajib diselenggarakan jika hilal Syawwal telah terlihat. (Lihat Taudhihul Ahkam 3/138)

๐Ÿ‘‰๐Ÿป hukum wajib diambil dari lafadz perintah yang disebutkan di dalam hadits, serta dalil-dalil lain yang semakna.

2โƒฃ Pelaksanaan ibadah puasa Romadhon dan penetapan hari raya Idul Fithri tergantung rukyatul hilal (pengamatan hilal). Artinya, puasa Romadhon dimulai jika hilal Romadhon telah terlihat, demikian pula hari raya Idul Fithri diselenggarakan jika hilal Syawwal telah terlihat.

๐Ÿ‘‰๐Ÿป Pengamatan hilal boleh dilakukan dengan mata telanjang, ataupun dengan bantuan alat, semisal: teropong maupun teleskop. (Lihat Fathu Dzil-Jalal 3/177 & Taudhihul Ahkam 3/138)

Hal ini sesuai zhohir hadits yang bersifat umum, tidak dikhususkan dengan mata telanjang saja. (Lihat Fathu Dzil-Jalal 3/177)

3โƒฃ Dianjurkan menyebarkan berita tentang masuknya bulan Romadhon seluas dan secepat mungkin. (Taudhihul Ahkam 3/138)


Wallahu Aโ€™lam Bisshowaab

โœ…(Bersambung Insya Allah,...)

๐ŸŒ Ikuti terus pelajaran Kitab Shiyam dari Bulughul Marom di channel ini.

๐Ÿ“ Ditulis oleh Al-Ustadz Abdul Hadi Pekalongan Hafizhahullahu Ta'ala.

#ahkamshiyam #puasaramadhan #kitabshiyam

ใ€ฐใ€ฐโžฐใ€ฐใ€ฐ
๐Ÿ‰ Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
๐Ÿ Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
๐Ÿ’ป Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
โœ…๐Ÿ“– PEMBAHASAN KITAB SHIYAM DARI BULUGHUL MAROM (Bagian 1โƒฃ0โƒฃ)
โ€”----------------โ€”

โœณ๏ธ HADITS KETIGA DAN KEEMPAT (Lanjutan...)
(Cara Menetapkan Masuknya Bulan Romadhon)

........

ใ€ฐใ€ฐ

โœณ๏ธ LANJUTAN FAEDAH-FAEDAH HADITS

4โƒฃ Syariat ini โ€“alhamdulillah- tidak membiarkan celah yang bisa membingungkan umat. Faedah ini diambil dari lafadz (yang artinya); โ€œJika hilal tertutup awan, maka sempurnakanlah jumlahnya menjadi 30 (hari).โ€

โ–ถ๏ธ Bayangkan jika tidak ada solusi, tatkala hilal tidak terlihat. Bisa jadi kita akan mengatakan, โ€œJangan-jangan hilal muncul tapi di balik awanโ€, atau โ€œbisa jadi hilal muncul tapi tertutup gunungโ€, atau โ€œtertutup debu (asap)โ€ (walhasil, akan muncul kebingungan, pen).

โ–ถ๏ธ Solusi tersebut menghilangkan kebingungan tadi untuk selamanya. Sehingga ketika didapatkan kondisi hilal tak terlihat, kita tinggal menggenapkan jumlahnya menjadi 30 hari, tanpa harus bingung lagi. (Lihat Selengkapnya pada kitab Fathu Dzil-Jalal 3/179-180)

5โƒฃ Faedah berikutnya: โ€œBangunan di atas pondasi lebih diperhitungkanโ€, diambil dari lafadz (yang artinya): โ€œTentukanlah (jumlah)nya.โ€ atau โ€œSempurnakanlah bilangan (bulan) Syaโ€™ban menjadi 30 (hari).โ€ (Fathu Dzil-Jalal 3/180)

๐Ÿ‘‰๐Ÿป (maksud dari istilah ini adalah hukum yang dibangun di atas pondasi keyakinan, tidak bisa digeser dengan hukum yang dibangun di atas keragu-raguan, pen)

๐Ÿ’ข Contoh Kasus: Saat hilal Romadhon tak terlihat pada tanggal 29 Syaโ€™ban karena tertutup mendung. Keyakinan berada di bulan Syaโ€™ban sampai tanggal 30 belum bisa tergeser, karena masuknya bulan Romadhon masih diragukan.

๐Ÿ’ฏ Oleh karena itu, hukum asal akan tetap berlaku sampai keadaannya dipastikan telah berubah. (Lihat selengkapnya pada kitab Fathu Dzil-Jalal 3/180)


โœ…(Bersambung Insya Allah,...)

๐ŸŒ Ikuti terus pelajaran Kitab Shiyam dari Bulughul Marom di channel ini.

๐Ÿ“ Ditulis oleh Al-Ustadz Abdul Hadi Pekalongan Hafizhahullahu Ta'ala.

#ahkamshiyam #puasaramadhan #kitabshiyam

ใ€ฐใ€ฐโžฐใ€ฐใ€ฐ
๐Ÿ‰ Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
๐Ÿ Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
๐Ÿ’ป Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
โœ…๐Ÿ“– PEMBAHASAN KITAB SHIYAM DARI BULUGHUL MAROM (Bagian 1โƒฃ1โƒฃ)
โ€”โ€”โ€”โ€”โ€”โ€”โ€”โ€”โ€”โ€”

โœณ๏ธ HADITS KETIGA DAN KEEMPAT (Lanjutan...)
(Cara Menetapkan Masuknya Bulan Romadhon)

........

ใ€ฐใ€ฐ

โœณ๏ธ LANJUTAN FAEDAH-FAEDAH HADITS



6โƒฃ Faedah berikutnya; โ€œHisab Falaky (atau perhitungan astronomi (*)) tidak boleh dijadikan sandaran dalam penentuan hilal (awal bulan), dan bahkan tidak sah jika hukum-hukum terkait disandarkan kepadanya.

๐Ÿ‘‰๐Ÿป Karena hanya rukyatul hilal sandaran dalam penentuan masuknya awal bulan yang sesuai dengan syariโ€™at. Sebagaimana dijelaskan oleh Asy-Syaikh Al-Bassam Rohimahullah. (Lihat Taudhihul Ahkam 3/139)

(*) Astronomi adalah ilmu tentang matahari, bulan, bintang, dan planet-planet lainnya; disebut pula dengan ilmu falak. (KBBI)

๐Ÿ”— Beliau kemudian menukilkan penjelasan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rohimahullah, โ€œTidak diragukan lagi, bahwa di dalam sunnah yang shohih dan atsar-atsar Shahabat (yakni kesepakatan mereka (**), pen) telah ditetapkan ketidak bolehan penyandaran kepada hisab (perhitungan astronomi).
(Sehingga) Orang yang menyandarkan penentuan hilal (awal bulan) kepada hisab (perhitungan astronomi), (bisa dikatakan) dia telah berbuat bidโ€™ah di dalam agama; sebagaimana dia tersesat di dalam syariโ€™at,... (Taudhihul Ahkam 3/139; & Lihat pula Al-Fatawa Al-Kubro; 2/464, Majmuโ€™ Fatawa 25/207)

(**) Kata โ€œkesepakatanโ€ tercantum di dalam Al-Fatawa Al-Kubro dan Majmuโ€™ Fatawa.

โœณ๏ธ Berikut ini dalil yang dibawakan Syaikhul Islam Rohimahullah, kami cantumkan teks lengkapnya beserta penjelasan Al-Hafizh Ibnu Hajar Rohimahullah:

1โƒฃ Hadits dari Shahabat Ibnu โ€˜Umar Rodhiyallahu โ€˜anhu, bahwasanya Rasulullah Shollallahu โ€˜alaihi waSallam pernah bersabda:

ุฅู†ู‘ูŽุง ุฃูู…ู‘ูŽุฉูŒ ุฃูู…ู‘ููŠู‘ูŽุฉูŒ ู„ูŽุง ู†ูŽูƒู’ุชูุจู ูˆูŽ ู„ูŽุง ู†ูŽุญู’ุณูุจูุŒ ุงู„ุดู‘ูŽู‡ู’ุฑู ู‡ูƒูŽุฐูŽุง ูˆ ู‡ูƒูŽุฐูŽุง ูˆ ู‡ูƒูŽุฐูŽุง ุŒ -ูˆูŽุนูŽู‚ูŽุฏูŽ ุงู„ู’ุฅูุจู’ู‡ูŽุงู…ูŽ ูููŠ ุงู„ุซู‘ูŽุงู„ูุซูŽุฉู-ุŒ ูˆ ุงู„ุดู‘ูŽู‡ู’ุฑู ู‡ูƒูŽุฐูŽุง ูˆ ู‡ูƒูŽุฐูŽุง ูˆ ู‡ูƒูŽุฐูŽุง ุŒ -ูŠูŽุนู’ู†ููŠ ุชูŽู…ูŽุงู…ูŽ ุซูŽู„ูŽุงุซููŠู†ูŽ-.

โ€œSesungguhnya kami adalah masyarakat yang ummi (buta huruf (***); yang tidak bisa menulis dan berhitung. Satu bulan (ada) sekian, sekian, dan sekian, -beliau melipat jempolnya pada hitungan ketiga- (mengisyaratkan 29 hari, pen), atau Satu bulan (ada) sekian, sekian, dan sekian, -yakni sempurna 30 hari-.โ€ (HR. Al-Bukhori no.1913 dan Muslim no.1080-(15), dengan lafadz Muslim.)

(***) Tidak bisa baca tulis.

2โƒฃ Hadits dari Shahabat Ibnu โ€˜Umar dan Abu Huroiroh Rodhiyallahu โ€˜anhuma, bahwasanya Rasulullah Shollallahu โ€˜alaihi waSallam pernah bersabda:

ุตููˆู…ููˆุง ู„ูุฑูุคู’ูŠูŽุชูู‡ู ูˆูŽุฃูŽูู’ุทูุฑููˆุง ู„ูุฑูุคู’ูŠูŽุชูู‡ู

๐ŸŒด โ€œBerpuasalah kalian karena melihatnya (yakni hilal Romadhon), dan berbukalah kalian karena melihatnya (yakni hilal Syawwal)โ€ (HR. Al-Bukhori no.1909 dan Muslim no.1080-(4), 1080-(18), 1080-(19))

๐ŸŒป Al-Hafizh Ibnu Hajar Rohimahullah menjelaskan, bahwa maksud dari โ€œberhitungโ€ di sini adalah perhitungan astronomi (atau hisab falaky). Dimana saat itu, orang yang mengenalnya sangat sedikit sekali.

โ–ถ๏ธ (Bukan perhitungan bilangan, buktinya pada lafadz: โ€œsekian, sekian, sekianโ€ Rasulullah Shollallahu โ€˜alaihi waSallam menunjukkan bilangan 29 dan 30, pen)

๐Ÿ”˜ Oleh karena itu, hukum puasa dan yang semisalnya dikaitkan dengan rukyatul hilal, agar mereka (kaum muslimin) terbebas dari kesulitan mempraktekkan ilmu hisab (astronomi). (Fathul Bari 4/127)

โ˜‘๏ธ Kita dapatkan penjelasan dalam hadits, bahwa Rasulullah Shollallahu โ€˜alaihi waSallam tidak memerintahkan kita untuk bertanya kepada ahli hisab (astronomi) tatkala hilal tak terlihat, namun yang beliau perintahkan adalah menggenapkan jumlah hari menjadi 30. (Lihat selengkapnya di Fathul-Bari 4/127)

๐Ÿ’ฏ Sehingga seluruh kaum muslimin berkesempatan untuk melihat hilal.

Wallahu Aโ€™lam Bisshowaab

โœ…(Bersambung Insya Allah,...)

๐ŸŒ Ikuti terus pelajaran Kitab Shiyam dari Bulughul Marom di channel ini.

๐Ÿ“ Ditulis oleh Al-Ustadz Abdul Hadi Pekalongan Hafizhahullahu Ta'ala.

#ahkamshiyam #puasaramadhan #kitabshiyam

ใ€ฐใ€ฐโžฐใ€ฐใ€ฐ
๐Ÿ‰ Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
๐Ÿ Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
๐Ÿ’ป Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
๐Ÿ“ก๐Ÿ•‹ MENJAWAB ADZAN YANG DIDENGAR LEBIH DARI SATU MASJID

โœ… Oleh: Asy Syaikh Al 'Allamah Shalih bin Muhammad Al Luhaidan hafizhahullah.

๐Ÿ“– Pertanyaan: "Ketika kami mendengar lebih dari satu adzan di satu tempat dalam waktu yg bersamaan, manakah yang akan kami jawab (adzannya); orang yang pertama kali adzan ataukah yang paling dekat (dengan kami) ?"

๐Ÿ“š Beliau menjawab,
๐Ÿ”— "Apakah memudharatkanmu jika engkau menjawab adzan yg ini, yang ini, dan yang ini, dan engkau mendapatkan pahala? Tidak memudharatkan.
๐Ÿ”ธ Nabi shallallahu alaihi wa sallam tidaklah memerintahkan dengan satu perintah agar engkau menjawab satu ADZAN TERTENTU, akan tetapi nabi mengkhabarkan bahwa siapa yg menjawab muadzin maka ia mendapat pahala, jika ia menjawabnya. Kemudian ia mengucapkan:

(( ุงู„ู„ู‡ู… ุฑุจ ู‡ุฐู‡ ุงู„ุฏุนูˆุฉ ุงู„ุชุงู…ุฉ ูˆุงู„ุตู„ุงุฉ ุงู„ู‚ุงุฆู…ุฉ ุขุช ู…ุญู…ุฏุง ุงู„ูˆุณูŠู„ุฉ ูˆุงู„ูุถูŠู„ุฉ ูˆุงู„ุฏุฑุฌุฉ ุงู„ุฑููŠุนุฉ ))
ALLAHUMMA RABBA HADZIHID DA'WATIT TAAMMAH WASH SHOLATIL QOIMAH ATI MUHAMMADAN AL-WASILATA WAL FADHILAH WAD DAROJATAR ROFI'AH

โ–ถ๏ธ Maka dia akan beruntung dengan syafaat nabi shallallahu 'alaihi wa sallam jika ia melakukan perbuatan tersebut (bersumber,pen) dari iman

โ€”โ€”โ€”โ€”โ€”โ€”


ุงู„ุฅุฌุงุจูŽุฉู ุนูู†ู’ุฏูŽ ุณูŽูŽู…ูŽุงุนู ุฃูŽุฐุงู†ู ุฃูŽูƒุซูŽุฑูŽ ู…ูู†ู’ ู…ูŽุณุฌูุฏ
ู„ู„ุดู‘ูŽูŠุฎ ุงู„ุนูŽู„ู‘ุงู…ูŽุฉ ุตูŽุงู„ูุญ ุจู†ู ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏ ุงู„ู„ูุญูŽูŠู’ุฏูŽุงู†ู’ ุญููุธูŽู‡ู ุงู„ู„ู‡-:

ุงู„ุณู‘ูุคูŽุงู„ู: ุนู†ุฏู…ุง ู†ุณู…ุน ุฃูƒุซุฑ ู…ู† ุฃุฐุงู† ููŠ ู…ูƒุงู† ูˆุงุญุฏ ูˆูˆู‚ุช ูˆุงุญุฏ ุฃูŠู‡ู…ุง ู†ูุฌูŠุจ ู…ู† ูŠูุฃุฐู‘ู† ุงู„ุฃูˆู„ ุฃูˆ ู…ู† ู‡ูˆ ุฃู‚ุฑุจุŸ
ุงู„ุฌูŽูˆูŽุงุจู: ู‡ู„ ูŠุถุฑูƒ ุฃู†ูƒ ุชุฌุงูˆุจ ู‡ุฐุง ูˆู‡ุฐุง ูˆู‡ุฐุง ูˆุชุญุตู„ ุนู„ู‰ ุงู„ุฃุฌุฑุ› ู„ุง ูŠุถุฑุŒ ุงู„ู†ู‘ูŽุจูŠ ู„ู… ูŠุฃู…ุฑ ุฃู…ุฑ ุจุฃู†ูƒ ุชุฌุงูˆุจ ุฃูŠ ู…ุคุฐู†ุŒ ู„ูƒู† ุฃุฎุจุฑ ุฃู† ู…ู† ุฌุงูˆุจ ุงู„ู…ุคุฐู† ุตุงุฑ ู„ู‡ ุงู„ุฃุฌุฑ ุฅุฐุง ุฌุงูˆุจุŒ ุซู… ู‚ุงู„ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู… ุฑุจ ู‡ุฐู‡ ุงู„ุฏุนูˆุฉ ุงู„ุชุงู…ุฉ ูˆุงู„ุตู„ุงุฉ ุงู„ู‚ุงุฆู…ุฉ ุขุชู ู…ุญู…ุฏู‹ุง ุงู„ูˆุณูŠู„ุฉ ูˆุงู„ูุถูŠู„ุฉ ูˆุงู„ุฏุฑุฌุฉ ุงู„ุฑููŠุนุฉ ูุงุฒ ุจุดูุงุนุฉ ุงู„ู†ู‘ูŽุจูŠ -๏ทบ- ุฅุฐุง ูุนู„ ู‡ุฐุง ุงู„ูุนู„ ุนู† ุฅูŠู…ุงู†



๐ŸŒ Sumber Suara: https://goo.gl/WpqoYA
๐Ÿ“ Diterjemahkan oleh: Al-Ustadz Abu Ja'far hafizhahullah
ใ€ฐใ€ฐโžฐใ€ฐใ€ฐ
๐Ÿ‰ Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
๐Ÿ Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
๐Ÿ’ป Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
๐Ÿ“ก๐Ÿ’ข TAMBAHAN KETERANGAN: MENJAWAB ADZAN YANG DIDENGAR LEBIH DARI SATU MASJID

โœ… Oleh: Asy-Syaikh Al 'Allamah Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah

Ketika menjelaskan lafazh hadits:

(( ูู‚ูˆู„ูˆุง ู…ุซู„ ู…ุง ูŠู‚ูˆู„ ))

"Maka ucapkanlah seperti yg di ucapkan oleh muadzdzin".

ใ€ฐใ€ฐ
โœณ๏ธ Beliau rahimahullah menjelaskan,
โ–ถ๏ธ "Demikian pula jika engkau mendengar beberapa muadzin apakah engkau akan menjawab semuanya??

โ˜‘๏ธ Kita katakan: Apabila mereka beradzan dengan SATU SUARA, dengan pengertian muadzin kedua memulai (adzan) sebelum muadzin pertama menyelesaikannya, maka sibukkanlah dirimu (dengan menjawab,pen) muadzin yg pertama dan tidak ada keharusan bagimu (menjawab) muadzin kedua,

๐Ÿ”— Adapun jika engkau mendengar muadzin kedua setelah (muadzin) yg pertama selesai, maka ikutilah dia, karna itu adalah kebaikan dan masuk dalam keumuman sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam:

(( ูู‚ูˆู„ูˆุง ู…ุซู„ ู…ุง ูŠู‚ูˆู„ ))
"Maka ucapkanlah seperti yg di ucapkan oleh muadzin".

๐Ÿ”ท Akan tetapi para ulama rahimahumullah membatasi atas hal ini (menjawab muadzin kedua,pen) APABILA DIA BELUM SHOLAT.

๐Ÿ”˜ Adapun jika dikumandangkan adzan (yang pertama) kemudian ia sholat, lalu setelah itu dia mendengar adzan, mereka (para ulama) mengatakan, JANGAN MENJAWABNYA, karena dia bukan orang yang diseru dgn adzan tersebut, dia telah menunaikan apa yg di wajibkan atasnya, maka tidak butuh untuk mengikuti (dgn menjawab,pen) muadzin.

โ€ผ๏ธ Akan tetapi pendapat ini perlu ditinjau ulang, karena bertentangan dengan keumuman sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam:

(( ุฅุฐุง ุณู…ุนุชู… ุงู„ู…ุคุฐู† ูู‚ูˆู„ูˆุง ู…ุซู„ ู…ุง ูŠู‚ูˆู„ ุงู„ู…ุคุฐู† ))
"Apabila kalian mendengar muadzin (mengumandangkan adzan), maka ucapkanlah seperti yg di ucapkan oleh muadzin."

๐Ÿ’ข Dan beliau tidak mengecualikan apapun.

โ€ผ๏ธ Dan ucapan mereka, IA TIDAK DISERU DENGAN ADZAN TERSEBUT

๐Ÿ’ข Kita katakan: ia sekarang tidak diseru dgn adzan tersebut, akan tetapi yang akan datang mesti dia akan diseru untuk sholat,

โ–ถ๏ธ DAN PERMASALAHNNYA DISINI MUDAH,

โ˜‘๏ธ Kita katakan, jawablah muadzin meskipun engkau telah menunaikan sholat, dan engkau berada di atas kebaikan, dan tidak akan memudharatkanmu apapun. Allah lah yg memberi taufiq".

๐ŸŒ Sumber: Syarah riyadhus shalihin (3/260-261)
๐Ÿ“ Diterjemahkan oleh: Al-Ustadz Abu Ja'far hafizhahullah
ใ€ฐใ€ฐโžฐใ€ฐใ€ฐ
๐Ÿ‰ Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
๐Ÿ Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
๐Ÿ’ป Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
โ–ถ๏ธโœ… AMALAN MULIA YANG DILAKUKAN ANAK ADAM

๐Ÿ“ก Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu, rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda,

ู…ุง ุนู…ู„ ุงุจู† ุขุฏู… ุดูŠุฆุง ุฃูุถู„ ู…ู† ุงู„ุตู„ุงุฉ ูˆุตู„ุงุญ ุฐุงุช ุงู„ุจูŠู† ูˆุฎู„ู‚ ุญุณู†

๐Ÿ”ท "Tidaklah seorang anak adam melalukan suatu amalan yang lebih afdhal daripada shalat, mendamaikan dua orang yang berselisih, dan perangai yang bagus."


๐ŸŒ Shahihul Jami' (no.5645) dan Ash-Shahihah (no.1448)
๐Ÿ“ Oleh: Tim Warisan Salaf
ใ€ฐใ€ฐโžฐใ€ฐใ€ฐ
๐Ÿ‰ Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
๐Ÿ Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
๐Ÿ’ป Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
โœ…๐Ÿ“ก PERMUSUHAN SYAITHAN

๐Ÿ’ข Sebagian salaf berkata:
๐Ÿ”ท "Apabila Iblis dan bala tentaranya berkumpul tidaklah mereka bergembira dengan sesuatu seperti kegembiraan mereka dengan tiga perkara:

1โƒฃ Seorang mukmin membunuh mukmin (yang lain),

2โƒฃ Seseorang yang mati di atas kekufuran, dan

3โƒฃ Hati yang padanya ada rasa takut terhadap kemiskinan.


โ€”โ€”โ€”โ€”โ€”โ€”โ€”-
ู‚ุงู„ ุจุนุถ ุงู„ุณูŽู„ูŽู: ุฅูุฐุง ุงุฌุชู…ุน ุฅุจู„ูŠุณ ูˆุฌู†ูˆุฏู‡ ู„ู… ูŠูุฑุญูˆุง ุจุดูŠุก ูƒูุฑุญู‡ู… ุจุซู„ุงุซุฉ ุฃูŽุดูŠุงุกูŽ: ู…ุคู…ู† ู‚ุชู„ ู…ุคู…ู†ุงู‹ุŒ ูˆุฑุฌู„ ูŠู…ูˆุช ุนู„ู‰ ุงู„ูƒูุฑุŒ ูˆู‚ู„ุจ ููŠู‡ ุฎูˆู ุงู„ูู‚ุฑ

๐ŸŒ Sumber: Thoriqul Hijrotain li Ibnil Qoyyim (1/33)
๐Ÿ“ Diterjemahkan oleh: Al-Ustadz Abu Ja'far hafizhahullah
ใ€ฐใ€ฐโžฐใ€ฐใ€ฐ
๐Ÿ‰ Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
๐Ÿ Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
๐Ÿ’ป Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
๐Ÿ“š๐Ÿ“– JADWAL PELAJARAN SELAMA BULAN RAMADHAN 1437 H

๐Ÿ”— Bismillah. Selama bulan ramadhan kami membatasi hanya ada dua pelajaran inti saja, yang terkait dengan bulan ramadhan, yaitu

1โƒฃ Pelajaran Kitab Shiyam dari Bulughul Marom yang dibimbing oleh Al-Ustadz Abdul Hadi hafizhahullah (alhamdulillah saat ini sudah memasuki pelajaran ke 11)

2โƒฃ Fatwa Ramadhan pilihan yang diterjemahkan dari Majmu' Fatawa Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah (Insya Allah akan dimulai hari Jum'at tanggal 27 mei 2016).

โ˜‘๏ธ Oleh karena itu, beberapa pelajaran yang selama ini berjalan, seperti Tsalatsatul Ushul, Fikih Muyassar, dan Adab Sehari-hari sementara kita hentikan hingga bulan Syawwal, biidznillah

๐ŸŒธ Adakalanya kami akan menyelingi di antara dua pelajaran inti di atas dengan faedah-faedah ringan dari ulama kita.

๐Ÿ•‹ Semoga kita diberi kemudahan untuk mengikuti dan memahami setiap pelajaran di channel yang kita cintai ini. Amin

๐Ÿ“ก Jazakumullahu Khairan

๐ŸŒท Admin Warisan Salaf
Abu Rufaidah al-Maidany
โœ…๐Ÿ“ก ALLAH MENYERU PADA HARI KIAMAT, "DIMANAKAH TETANGGAKU" ?

โ˜‘๏ธ Dari Anas bin Malik radhiallahu 'anhu, ia berkata, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda,

ุฅู† ุงู„ู„ู‡ ู„ูŠู†ุงุฏูŠ ูŠูˆู… ุงู„ู‚ูŠุงู…ุฉ: ุฃูŠู† ุฌูŠุฑุงู†ูŠุŒ ุฃูŠู† ุฌูŠุฑุงู†ูŠุŸ ู‚ุงู„: ูุชู‚ูˆู„ ุงู„ู…ู„ุงุฆูƒุฉ: ุฑุจู†ุง! ูˆู…ู† ูŠู†ุจุบูŠ ุฃู† ูŠุฌุงูˆุฑูƒุŸ ููŠู‚ูˆู„: ุฃูŠู† ุนู…ุงุฑ ุงู„ู…ุณุงุฌุฏุŸ

๐Ÿ“ก "Sesungguhnya Allah akan menyeru pada hari kiamat: "Dimana tetanggaku? Dimana tetanggaku?"

๐Ÿ‘‰โ€‹ Para malaikat menyatakan: "wahai Rabb kami, siapakah yang pantas menjadi tetangga-Mu?"

๐Ÿ•‹ Maka Allah menyatakan: "Dimana orang-orang yang memakmurkan masjid-masjid?."


๐Ÿ”— Syaikh al-Albani rahimahullah berkata, "Sanad (hadits)nya bagus"

๐ŸŒ Sumber: Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah (no.2728)
๐Ÿ“ Diterjemahkan oleh: Al-Ustadz Abu Ja'far hafizhahullah
ใ€ฐใ€ฐโžฐใ€ฐใ€ฐ
๐Ÿ‰ Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
๐Ÿ Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
๐Ÿ’ป Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
๐Ÿ“กโœ… MENYAMBUT DATANGNYA BULAN RAMADHAN (1โƒฃ)


๐Ÿ“š Ditulis Oleh: Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah

๐Ÿ•‹ Bismillahirrahmanirrahim
๐Ÿ”— Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad, keluarga, dan seluruh para sahabatnya.

๐Ÿ‘‰๐Ÿป Dari Muhammad bin Shalih al-Utsaimin kepada siapa saja dari kalangan hamba Allah kaum mukminin yang sampai kepadanya, semoga Allah menuntun kita dan mereka kepada jalan hidayah dan kebenaran, amin.

ุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡

ุฃู…ุง ุจุนุฏ:

โ˜‘๏ธ Terkait dengan kedatangan bulan Ramadhan, saya akan menyampaikan kepada saudara-saudaraku kata-kata, dengan harapan semoga Allah menjadikan amalan kita sebagai amalan yang ikhlas mengharap wajah-Nya dan mengikuti apa yang dibawa oleh Nabi shallallahu โ€˜alihi wa sallam.

๐Ÿ“ก Maka aku sampaikan dengan memohon pertolongan dari Allah:

1โƒฃ Tidak diragukan bahwa termasuk nikmat Allah atas hamba-Nya adalah Ia memberi karunia atas mereka dengan bulan yang mulia ini, yang Allah menjadikannya sebagai musim/waktu untuk kebaikan, dan memanfaatkannya untuk mengerjakan amalan saleh. Allah memberikan nikmat kepada mereka pada bulan Ramadhan nikmat yang telah lalu dan nikmat yang mengalir terus menerus.

๐Ÿ”˜ Pada bulan ini Allah menurunkan al-Qurโ€™an sebagai petunjuk bagi manusia dan bukti dari petunjuk dan pembeda.

๐Ÿ”˜ Pada bulan ini terjadi perang Badr Kubra yang Allah muliakan padanya Islam dan pemeluknya, dan padanya juga Allah hinakan kesyirikan dan pelakunya. Disebutlah hari itu dengan hari pembeda.

๐Ÿ”˜ Pada bulan ini dihasilkan fath (kemenangan) agung yang Allah mensucikan Baitul Haram dari berhala-berhala dan setelahnya manusia masuk ke dalam agama Allah dengan berbondong-bondong.

๐Ÿ”˜ Pada bulan ini umat nabi Muhammad shallallahu โ€˜alihi wa sallam. diberi lima perangai yang tidak diberikan kepada umat sebelum mereka.

๐ŸŒท Aroma mulut orang yang puasa di sisi Allah lebih baik dari pada aroma misk, dan para malaikat berististighfar untuk mereka sampai mereka berbuka. Dan sungguh Allah menghiasi janah-Nya setiap hari kemudian berfirman,

ูŠูˆุดูƒ ุนุจุงุฏูŠ ุงู„ุตุงู„ุญูˆู† ุฃู† ูŠู„ู‚ูˆุง ุนู†ู‡ู… ุงู„ู…ุคูˆู†ุฉ ูˆุงู„ุฃุฐู‰ ูˆูŠุตูŠุฑูˆุง ุฅู„ูŠูƒุŒ ูˆุชุตูุฏ ููŠู‡ ู…ุฑุฏุฉ ุงู„ุดูŠุงุทูŠู† ูู„ุง ูŠุฎู„ุตูˆู† ููŠู‡ ุฅู„ู‰ ู…ุง ูƒุงู†ูˆุง ูŠุฎู„ุตูˆู† ุฅู„ูŠู‡ ููŠ ุบูŠุฑู‡ุŒ ูˆูŠุบูุฑ ู„ู‡ู… ููŠ ุขุฎุฑ ู„ูŠู„ุฉุŒ ู‚ูŠู„: ูŠุง ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุฃู‡ูŠ ู„ูŠู„ุฉ ุงู„ู‚ุฏุฑุŸ ู‚ุงู„: ยซู„ุงุŒ ูˆู„ูƒู† ุงู„ุนุงู…ู„ ุฅู†ู…ุง ูŠูˆูู‰ ุฃุฌุฑู‡ ุฅุฐุง ู‚ุถู‰ ุนู…ู„ู‡

๐ŸŒธ โ€œHampir-hampir para hamba-Ku yang saleh dilemparkan dari mereka perbekalan dan gangguan lalu mereka menuju kepadamu. Para setan yang jahat dibelenggu sehingga tidak bisa menuju kepada tempat-tempat yang biasanya mereka menujunya pada selain bulan Ramadhan. Dan Allah memberikan ampunan kepada mereka (para hamba yang saleh-pen) pada penghujung malam.โ€

๐Ÿ‘‰๐Ÿป Ada yang bertanya kepada Rasulullah: โ€œApakah malam itu adalah lailatul qadar?โ€ beliau menjawab, โ€œTidak. Hanya saja setiap orang yang beramal akan diberikan pahalanya ketika ia telah selesai menunaikan amalannya.โ€

๐ŸŒด Dan barang siapa yang berpuasa Ramadhan karena berlandaskan keimanan dan mengharapkan apa yang ada di sisi Allah, Allah akan mengampuni untuknya semua yang telah lalu dari dosa-dosanya. Dan barang siapa yang berdiri (untuk shalat) pada bulan Ramadhan karena berdasar keimanan dan mengharapkan (wajah Allah-pen), Allah akan mengampuni untuknya dosa-dosanya yang telah lalu. Barang siapa yang berdiri shalat pada lailatul qadar karena berdasar keimanan dan mengharapkan (wajah Allah-pen), Allah akan mengampuni untuknya dosa-dosanya yang telah lalu.


๐ŸŒป Bersambung .....


๐Ÿ“ Judul Asli: ุงุณุชู‚ุจุงู„ ุดู‡ุฑ ุฑู…ุถุงู†
๐ŸŒ Sumber: Majmu' Fatawa wa Rasail Ibnu Utsaimin (19/18)
๐Ÿ“– Diterjemahkan Oleh: Al-Ustadz Fathul Mujib


#menyambutramadhan #shiyam #puasa
ใ€ฐใ€ฐโžฐใ€ฐใ€ฐ

๐Ÿ‰ Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
๐Ÿ Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
๐Ÿ’ป Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
๐Ÿ“กโœ… MENYAMBUT DATANGNYA BULAN RAMADHAN (2โƒฃ)


๐Ÿ“š Ditulis Oleh: Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah

........

2โƒฃ Shalat tarawih yang kita laksanakan ketika Ramadhan dan pada saat malam Ramadhan karena beriman dan berharap mendapatkan pahala yang telah disediakan. Telah sah dari Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda,

ู…ู† ู‚ุงู… ู…ุน ุงู„ุฅู…ุงู… ุญุชู‰ ูŠู†ุตุฑู ูƒุชุจ ู„ู‡ ู‚ูŠุงู… ู„ูŠู„ุฉ

๐ŸŒด โ€œBarang siapa yang berdiri bersama imam hingga selesai, maka dituliskan untuknya pahala berdiri satu malam penuh.โ€

โœณ๏ธ Ini adalah nikmat yang besar yang tidak sepantasnya bagi seorang muslim untuk melewatkannya. Bahkan sudah sepantasnya untuk senantiasa mendapatkan dan menjaga shalat tarawih bersama imam dari rakaโ€™at pertama hingga selesai.

โ˜‘๏ธ Banyak dari kaum muslimin yang menyia-nyiakannya dengan berpindah dari satu masjid ke masjid yang lain. Ia mengikuti satu salam atau dua salam dalam masjid pertama dan pada masjid yang lain juga hanya satu atau dua kali salam sehingga luputlah darinya berdiri bersama imam hingga selesai. Mereka telah menghalangi diri mereka dari kebaikan yang banyak ini, yaitu qiyamul lail.

๐Ÿ”˜ Dan yang sepantasnya bagi seorang muslim ketika ingin memilih masjid tertentu, hendaklah memilih masjid yang ia inginkan dari rakaโ€™at pertama dan tetap di dalam masjid itu hingga imam selesai mendirikan shalat tarawih.

๐ŸŒป Bersambung .....

๐Ÿ“ Judul Asli: ุงุณุชู‚ุจุงู„ ุดู‡ุฑ ุฑู…ุถุงู†
๐ŸŒ Sumber: Majmu' Fatawa wa Rasail Ibnu Utsaimin (19/18)
๐Ÿ“– Diterjemahkan Oleh: Al-Ustadz Fathul Mujib


#menyambutramadhan #shiyam #puasa
ใ€ฐใ€ฐโžฐใ€ฐใ€ฐ
๐Ÿ‰ Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
๐Ÿ Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
๐Ÿ’ป Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
โœ…๐Ÿ“– PEMBAHASAN KITAB SHIYAM DARI BULUGHUL MAROM (Bagian 1โƒฃ2โƒฃ)
โ€”----------------โ€”

โœณ๏ธ HADITS KETIGA DAN KEEMPAT (Lanjutan...)
(Cara Menetapkan Masuknya Bulan Romadhon)

........

ใ€ฐใ€ฐ

โœณ๏ธ LANJUTAN FAEDAH-FAEDAH HADITS

7โƒฃ โ€œApakah diharuskan bagi setiap muslim untuk melihat hilal secara serentak?โ€

Pertanyaan tersebut merupakan pendalaman masalah dari lafadz:

โ€œ ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชูู…ููˆู‡ู ููŽุตููˆู…ููˆุง โ€

โ€œJika kalian telah melihatnya (yakni hilal Romadhon), berpuasalah Kalian!โ€

๐Ÿ“ก Asy-Syaikh Ibnu โ€˜Utsaimin Rohimahullah menjelaskan, "Bahwa maksud yang dimaukan Rasulullah Shollallahu โ€˜alaihi wa Sallam dari lafadz tersebut adalah, โ€œJika โ€œkalianโ€ (yakni kaum muslimin) telah melihat hilal sesuai dengan ketentuan syariat (*).โ€

โ€ผ๏ธ (Jangan sampai kita memahami bahwa setiap muslim harus melihat hilal, pen)

๐Ÿ‘‰๐Ÿป Karena jika diharuskan bagi setiap muslim untuk melihat hilal, niscaya orang buta akan terkecualikan, karena dia tidak mampu melihat.

(*) Ketentuan syariat yang dimaksud adalah hilal harus terlihat oleh minimal dua orang (muslim). (Fathu Dzil-Jalal 3/177)

โ˜‘๏ธ Dalil yang menunjukkan ketentuan tersebut terdapat dalam hadits riwayat Ahmad no.18895 dan An-Nasa`i no.2116:

ูˆูŽุฅูู†ู’ ุดูŽู‡ูุฏูŽ ุดูŽุงู‡ูุฏูŽุงู†ู ู…ูุณู’ู„ูู…ูŽุงู†ูุŒ ููŽุตููˆู…ููˆุง ูˆูŽุฃูŽูู’ุทูุฑููˆุง

๐ŸŒด โ€œJika (ada) dua orang muslim yang menyaksikan (hilal), maka berpuasalah dan (atau) berbukalah!โ€.
(Hadits ini diriwayatkan dari beberapa Shahabat Nabi tanpa disebutkan namanya. Dan dinyatakan Shohih oleh Asy-Syaikh Al-Albani Rohimahullah di dalam kitab Shohih Al-Jamiโ€™ no. 3811 dan Al-Irwa` no.909).

๐Ÿ’ข Catatan: Terjadi khilaf (silang pendapat) di kalangan para Ulama; Jika yang berhasil melihat hilal hanya satu orang saja. Insya Allah pembahasan ini akan kita bahas pada pelajaran hadits berikutnya.

๐Ÿ“š (Lihat selengkapnya penjelasan Asy-Syaikh Ibnu โ€˜Utsaimin Rohimahullah di kitab Fathu Dzil-Jalal 3/177)

Wallahu Aโ€™lam Bisshowaab

โœ…(Bersambung Insya Allah,...)

๐ŸŒ Ikuti terus pelajaran Kitab Shiyam dari Bulughul Marom di channel ini.

๐Ÿ“ Ditulis oleh Al-Ustadz Abdul Hadi Pekalongan Hafizhahullahu Ta'ala.

#ahkamshiyam #puasaramadhan #kitabshiyam

ใ€ฐใ€ฐโžฐใ€ฐใ€ฐ
๐Ÿ‰ Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
๐Ÿ Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
๐Ÿ’ป Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
๐Ÿ“กโœ… MENYAMBUT DATANGNYA BULAN RAMADHAN (3โƒฃ)


๐Ÿ“š Ditulis Oleh: Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah

........


3โƒฃ Dan banyak saudara-saudara kita dari kalangan imam masjid yang mempercepat shalat tarawihnya ketika rukuk dan sujud dengan tingkat kecepatan yang sangat sehingga menyebabkan shalat menjadi kurang dan memberatkan para makmum yang lemah.

๐ŸŒด Bahkan sebagian dari mereka melakukan gerakan dengan cepat sehingga menyebabkan hilangnya tumaโ€™ninah yang menjadi salah satu rukun shalat. Padahal tidak sah shalat tanpa tumaโ€™ninah.

๐Ÿ“ก Apabila tidak menyebabkan hilangnya tumaโ€™ninah, akan tetapi menyebabkan sulitnya makmum untuk mengikuti gerakannya karena tidak mungkin bisa mengikutinya dengan sempurna dengan tingkat kecepatan yang seperti itu.

๐Ÿ”— Para ulama -semoga Allah merahmati mereka- telah mengatakan, โ€œDimakruhkan bagi imam melakukan gerakan shalat dengan cepat yang menyebabkan makmum tidak bisa melakukan gerakan yang disunnahkan.โ€

๐Ÿ”ท Lalu bagaimana halnya ketika gerakan yang cepat itu menghalangi para makmum melakukan gerakan yang wajib?!

๐ŸŒท Maka nasihatku untuk semua para imam masjid agar bertakwa kepada Allah Taโ€™ala pada diri mereka dan pada orang-orang yang di belakang mereka dari kaum muslimin.

๐ŸŒธ Hendaklah mereka melaksanakan shalat tarawih dengan tumaโ€™ninah.

โœณ๏ธ Hendaklah mereka mengetahui bahwa ketika shalat mereka sedang berada di hadapan Pelindung mereka yang mendekatkan diri kepada-Nya dengan membaca firman-Nya, takbir dan mengagungkan-Nya serta memuji-Nya dan berdoa kepada-Nya dengan apa yang mereka senangi dari kebaikan dunia dan akhirat.

๐Ÿ’ฏ Sehingga mereka berada dalam kebaikan apabila menambahkan waktu selama seperempat jam atau sekitar itu. Waktu yang sedikit ini sangat ringan sebenarnya, segala puji bagi Allah.

๐ŸŒป Bersambung .....

๐Ÿ“ Judul Asli: ุงุณุชู‚ุจุงู„ ุดู‡ุฑ ุฑู…ุถุงู†
๐ŸŒ Sumber: Majmu' Fatawa wa Rasail Ibnu Utsaimin (19/19)
๐Ÿ“– Diterjemahkan Oleh: Al-Ustadz Fathul Mujib

#menyambutramadhan #shiyam #puasa
ใ€ฐใ€ฐโžฐใ€ฐใ€ฐ
๐Ÿ‰ Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
๐Ÿ Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
๐Ÿ’ป Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
โœ…๐Ÿ“– PEMBAHASAN KITAB SHIYAM DARI BULUGHUL MAROM (Bagian 1โƒฃ3โƒฃ)
โ€”----------------โ€”

(Cara Menetapkan Masuknya Bulan Romadhon)

ใ€ฐใ€ฐ

โœณ๏ธ LANJUTAN FAEDAH HADITS

8โƒฃ โ€œApakah seluruh kaum muslimin di dunia ini harus berpuasa; jika hilal terlihat di satu tempat (matlak (*))?โ€

(*) Matlak adalah daerah tempat terbit matahari, terbit fajar, atau terbit bulan. (KBBI)

๐Ÿ”— Pertanyaan tersebut juga merupakan pendalaman masalah dari lafadz: โ€œJika kalian telah melihatnya (yakni hilal Romadhon), berpuasalah Kalian!โ€

โœณ๏ธ Asy-Syaikh Ibnu โ€˜Utsaimin Rohimahullah menjelaskan, "Bahwa dalam permasalahan ini ada tiga pendapat yang memiliki bobot (sisi pendalilan, pen).

1โƒฃ Pendapat Pertama: Jika hilal terlihat di satu matlak; maka hukum terkait (seperti: puasa Romadhon dan Idul Fithri, pen) juga berlaku bagi kaum muslimin (di seluruh dunia); di manapun mereka berada. (Istilahnya: Satu matlak untuk seluruh dunia, pen).

2โƒฃ Pendapat Kedua: Jika hilal terlihat di satu tempat; maka hukum terkait hanya berlaku bagi mereka yang matlak-nya sama.

3โƒฃ Pendapat Ketiga: Jika hilal terlihat di suatu negara (dalam pemerintahan yang sama, pen); maka hukum terkait hanya berlaku bagi mereka yang tinggal dalam satu negara tersebut. Pendapat ini sering diamalkan pada masa sekarang ini. (Lihat Fathu Dzil-Jalal 3/179)

โœ”๏ธ Adapun Pendapat yang benar adalah pendapat kedua, menurut Asy-Syaikh Ibnu โ€˜Utsaimin Rohimahullah; Yang menyatakan jika hilal terlihat di satu matlak; maka hukum terkait berlaku bagi mereka yang matlaknya sama. Dan ini adalah pendapat Syaikhul Islam Rohimahullah, yang dikuatkan dengan zhohir Al-Qur`an dan Sunnah." (Lihat Fathu Dzil-Jalal 3/179)

๐Ÿ“– Dalil dari Al-Qur`an Allah Taโ€™ala berfirman: โ€œBarangsiapa di antara kalian menyaksikan hilal awal bulan (**) (di negeri tempat tinggalnya), maka hendaknya ia berpuasa pada bulan itu.โ€ (Al-Baqoroh:185)
(**) Lihat Tafsir Ibnu Katsir (1/503).

๐Ÿ“ก Asy-Syaikh Ibnu โ€˜Utsaimin Rohimahullah menjelaskan, "bahwa mereka yang tidak melihat hilal -karena beda matlak- tidak wajib berpuasa (pada saat itu)." (Lihat Fathu Dzil-Jalal 3/178)

โ–ถ๏ธ Dalil dari As-Sunnah yang menguatkan pendapat kedua; adalah hadits tentang kisah Shahabat Kuraib Rodhiyallahu โ€˜anhu yang diutus bertemu Muโ€™awiyah Rodhiyallahu โ€˜anhu di Syam oleh Ummul-Fadhel binti Harits Rodhiyallahu โ€˜anha. (Ringkas cerita) Hilal Romadhon terlihat di Syam pada malam Jumโ€™at. Sedangkan di Madinah hilal Romadhon terlihat pada malam Sabtu.

Shahabat Kuraib menyatakan: โ€œApakah kita tidak mengikuti rukyatul hilal yang dilakukan oleh Muโ€™awiyah di Syam beserta puasanya?โ€

Shahabat Ibnu โ€˜Abbas menjawab dengan tegas: โ€œTidak! Seperti inilah Rasulullah Shollallahu โ€˜alaihi waSallam memerintahkan kita.โ€ Sehingga Shahabat Ibnu โ€˜Abbas dan yang lainnya tetap melanjutkan puasa sampai tanggal 30 atau sampai melihat hilal. (HR. Muslim no.1087-(28))

๐Ÿ’ข Asy-Syaikh Ibnu โ€˜Utsaimin Rohimahullah menjelaskan, hadits ini adalah dalil yang jelas tentang perbedaan matlak. (Lihat Fathu Dzil-Jalal 3/178)

๐Ÿ”ถ Permisalan yang cukup jelas terdapat dalam hadits (yang artinya); โ€œJika malam telah datang dari arah sini, siang telah menghilang dari tempat ini, dan matahari telah tenggelam; maka tibalah saat bagi orang berpuasa halal untuk berbuka (***).โ€ (HR. Al-Bukhori no.1954 dan Muslim no.1100-(51), dari Shahabat โ€˜Umar ibnul-Khotthob Rodhiyallahu โ€˜anhu)

(***) Lihat Fathul-Bari (4/197).

๐Ÿ”ท Asy-Syaikh Ibnu โ€˜Utsaimin Rohimahullah menjelaskan (Tentang hadits tadi); Tatkala matahari terbenam pada matlak suatu kaum; Hal itu tidak menjadikan kaum lain yang beda matlak boleh berbuka; karena matahari masih di hadapan mereka. (Lihat Fathu Dzil-Jalal 3/178)

๐Ÿ”˜ Sehingga perbedaan matlak merupakan perkara yang jelas dan diperhitungkan.

Wallahu Aโ€™lam Bisshowaab

โœ…(Bersambung Insya Allah,...)

๐ŸŒ Ikuti terus pelajaran Kitab Shiyam dari Bulughul Marom di channel ini.

๐Ÿ“ Ditulis oleh Al-Ustadz Abdul Hadi Pekalongan

#ahkamshiyam #puasaramadhan #kitabshiyam

๐ŸŒท Dipublikasikan oleh: Warisan Salaf