Ibrahim Vatih
3.25K subscribers
36 photos
1 video
40 links
Berbagi di kala sepi :D
Download Telegram
Punya rasa takut/khawatir terhadap sesuatu?

Coba definisikan rasa takut/khawatir tersebut.

Abis itu cari apa kira-kira dampak yang akan didapet kalau yang dikhawatirkan itu dateng/terjadi.

Misalnya, diomongin orang, ga ada penghasilan, pendapatan menurun, gagal investasi, dll.

Jangan-jangan selama ini kamu terlalu berlebihan dalam membayangkan rasa takut/khawatir.
Saya lebih suka belajar keras daripada kerja keras. Lebih suka belajar cerdas daripada kerja cerdas.

Dengan belajar keras dan belajar cerdas, saya ngga perlu kerja keras, dan bisa maksimal kerja cerdas.

Intinya, kalo saya dikasih waktu 12 bulan, saya akan belajar selama 10 bulan dan kerja selama 2 bulan.
Saya pernah ngulik seputar literasi keuangan.

Ada yang unik dan menarik.

Tapi perlu dicatat dulu ya, saya ngga expert soal keuangan, cuma ngerti dikit-dikit. Tapi saya bisa liat celahnya (Insya Allah begitu).

Hasil ngulik itu membawa saya pada satu kesimpulan menarik.

Ternyata, urusan keuangan seseorang bisa rampung kalau dia punya uang 100 juta.

Cukup dengan 100 juta, semua kebutuhan hidupnya Insya Allah akan terpenuhi dengan baik sampai akhir hayat.

Bisa beli rumah, kendaraan, umroh tiap tahun, haji furada (langsung berangkat), kembangin aset-aset, pergi ke manapun dia mau, sedekah ke mana aja, dst.

Gimana caranya?

Hmm, pertanyaan itu akan menarik untuk dijawab kalo subscriber Telegram udah 10k kali ya 🤑
Dari 0 ke 10 itu susah, tapi dari 10 ke 100 Insya Allah mudah.
Menurut saya, salah satu ciri produk bagus itu yang menyasar niche market, bukan broad.

Contohnya jual sepatu futsal, jualan voucher game, jual tanaman hias, jual pisau/golok, jual aksesoris gaming (kursi, keyboard, mouse).

Jangan jual sepatu pria, tapi jual sepatu futsal, sepatu gunung, sepatu safety.

Yang lain tinggal disesuaikan.

Cara jualnya belakangan aja, yang penting nemu produk bagus dulu.
Fasenya ada 3:

1. Time for money
2. Money for asset
3. Asset for money

Targetnya ada 2:

1. Jangan lama-lama di fase 1
2. Sesegera mungkin berada di fase 3
Gerak terlalu cepet ngga bagus, terlalu lambat juga ngga bagus.

Untuk dapetin kecepatan yang ideal, semua variabel harus dihitung.

Di postingan sebelumnya (coba scroll ke atas), saya bilang "Mau cepat? Pergilah sendiri. Mau jauh? Pergilah bersama."

Kalo kamu ada tim, jangan digenjot berlebihan (gerak terlalu cepet), kasian. Ini salah satu variabel yang harus dihitung.

Silahkan hitung variabel yang lain sampe akhirnya dapet kecepatan yang ideal.
90% masalah datang dari diri sendiri (internal), 10% nya datang dari orang lain (eksternal).

Ngga bijak, kurang hati-hati, terlalu nge-gas lupa nge-rem, banyak spekulasi sedikit amunisi, lompat ke tawakkal sebelum ikhtiar.

Jangan pernah buat masalah sendiri. Sekali kejebak, keluarnya susah. Bisa berbulan-bulan kamu stuck di situ.

Selalu pelajari pola dan selalu evaluasi diri setiap hari.
Apa yang kita pikirkan dan yakini tentang uang, akan mempengaruhi seberapa banyak uang yang bisa kita dapatkan.
Seseorang bisa dikatakan expert ketika dia bisa melakukan sesuatu yang ngga bisa dilakukan oleh 100 orang lain di sekitarnya.
Pentingnya sebuah authority.

Bisa jadi kamu adalah orang terbaik di dunia dalam suatu bidang. Tapi kalo ngga ada yang kenal sama kamu, ya sama aja.

Build your authority.
Cara efektif membangun authority adalah melalui testimoni, media, influencer, portfolio, karya, dan studi kasus.

Udah punya salah satunya? Good, kembangkan (tambah).

Atau belum punya sama sekali? Ya segera dibuat laaaaah.
Semakin kuat authority maka akan semakin banyak kesempatan/peluang yang dateng ke kita.
Daripada tangani 20 client/customer yang (masing-masing) bayar 500rb, mending tangani 2 client/customer yang (masing-masing) bayar 5 juta.

Kamu bisa dapetin jenis client/customer yang mewah itu kalo authority-mu kuat.
Pertama kali rekrut orang?

Saran saya jangan rekrut orang untuk pekerjaan yang kamu belum bisa lakukan, tapi rekrut orang untuk pekerjaan yang kamu malas lakukan.

Rumus ini sangat efektif kalau kamu baru pertama kali rekrut orang.

Tak kandani kowe.
Keluarin barang ngga terpakai.

Bisa dijual atau disedekahin. Dapet uang atau dapet pahala. Terserah.

Barang ngga terpakai itu untuk level awal bisa diartikan yang ngga digunakan lebih dari 3 bulan.

Dilisting dulu aja.

Nanti di fase ekstrimnya itu yang ngga terpakai lebih dari 2 pekan.

Ini termasuk bagian dari latihan manajemen.
Misalnya beli baju, banyak yang ngerasa ini kebutuhan yang ngga bisa ditunda.

Apalagi pas jadi korban iklan di sosmed.

Harus beli!

Padahal itu cuma memuaskan nafsu dan mata yang laper.

Sebenernya kita ngga terlalu butuh sama apa yang kita beli.

Betapa banyak baju masih bagus berjejer di lemari, itu ngga menjadikan kita mampu tahan diri, ya tetep aja beli. Sikat pak hajiiiii!
Kita sering banget beli sesuatu sambil disertai asumsi bahwa dengan beli itu akan bikin hidup jadi lebih baik.

Kenyataannya, abis dibeli nganggur aja di pojokan, ngga pernah dipake, dibaca, dipelajari.

Dan hidup kita tetep aja kayak biasanya, ngga ada yang berubah.

Belanja beginian ini yang perlu dievaluasi, ngapain dibeli kalo ngga ada fungsi?
Setiap mau beli sesuatu, tanya ke diri sendiri;

"Yang mau dibeli ini bener-bener kebutuhan atau bukan?"

"Ada manfaat untuk orang lain ngga?"
Yang ngga kalah parah adalah beli barang keluar duit banyak, ternyata untuk bisa dinikmati/dipakai juga perlu duit lagi.
Investasi mengandung resiko. Ngga investasi lebih mengandung resiko.

Investasi, resikonya bisa dikendalikan, bahkan di-zero-kan. Ngga investasi, resikonya ngga bisa dideskripsikan.