II Ukhuwah Salafiyyah II
8.99K members
2.35K photos
87 videos
39 files
2.83K links
•✦• Jalinkan Ukhuwah dengan bimbingan Kitab & Sunnah di atas pemahaman Salaf •✦•

Pertanyaan & Saran:
@AbulAbbas_MUS
Download Telegram
to view and join the conversation
🚇HUKUM-HUKUM YANG BERKAITAN DENGAN ZAKAT FITHRI [2]

Baca selengkapnya di: http://bit.ly/Fw390908
🚇BENARKAH 10 HARI PERTAMA RAMADHAN ADALAH RAHMAT?

SMS yang tidak benar, { Hari rabu (kemarin tanggal 10 ramadhan, pen) Telah berakhir 10 hari “Rahmat”, akan datang 10 hari “Ampunan”. Aku meminta kepada Allah di hari yang mulia ini agar kita menjadi termasuk orang-orang yang dikenai rahmat, kemudian diampuni, dan semoga Dia menyampaikan kita pada sepuluh terakhir, yaitu pembebasan dari neraka. }

Penjelasan Letak Kesalahan SMS Tersebut

—[1] SMS itu tegak di atas hadits tentang pembagian Ramadhan, bahwa: awalnya adalah rahmat, pertengahannya adalah ampunan, dan akhirnya adalah pembebasan dari api neraka.Ini adalah hadist yang tidak shahih.

~( Dinyatakan dha'if (lemah) oleh Al-'Uqaily, ibnu 'Ady, dan Adz-Dzahaby. ~ Al-Albani berkata tentang hadist tersebut, “sangat lemah" dan “munkar". )~

—[2] Bahwasannya bulan Ramadhan seluruhnya adalah rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka.

•• Sebagaimana hadist yang shahih tentang bulan Ramadhan,

— (artinya) “Allah memiliki orang-orang yang dibebaskan dari neraka, dan itu terjadi di setiap malam.”
“Barang siapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala, dia diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”

Begitu pula Lailatul Qadar adalah malam ampunan dan rahmat, dan itu terjadi pada sepuluh hari terakhir.

📚[Ditulis oleh Khalid bin Dhahwi azh-Zhafiri]

رسالة غير صحيحة: { اليوم الاربعاء، تنتهي عشر ”الرحمة“، وتبدأ عشر ”المغفره“، أسأل الله في هذا اليوم الفضيل أن نكون ممن شملتهم الرحمة ثم المغفرة وأن يبلغنا العتق من النار }

ولبيان ذلك

—[١] الرسالة الواردة قائمة على الحديث الوارد في تقسيم رمضان أن أوله رحمة وأوسطه مغفرة وآخره عتق من النار — وهو حديث لا يصح

~( ضعفه العقيلي وابن عدي والذهبي ~ وقال عنه الألباني: ضعيف جدا و منكر )~

—[2] أن شهر رمضان كله رحمة ومغفرة وعتق من النار

كما في الحديث الصحيح في رمضان:

— { ولله عتقاء من النار وذلك في كل ليلة }
— { ومن صام رمضان إيمانا واحتسابا غفر له من تقدم من ذنبه }

وكذا ليلة القدر ليلة مغفرة ورحمة وهي في العشر الأواخر.

📚[كتبه: خالد بن ضحوي الظفيري]

📮••••|Edisi| @ukhuwahsalaf / www.alfawaaid.net

// Sumber: @ManhajulAnbiya
#Fiqh #Ramadhan #puasa #hadits
🚇APAKAH DIBOLEHKAN JIKA SUDAH IKUT SHALAT TARAWIH BERJAMA'AH INGIN SHALAT MALAM (TAHAJJUD) LAGI DI RUMAH?

Al-Ustadz Abu Ibrahim Muhammad bin Umar as-Sewed hafizhahullah

[ Pertanyaan ]

Bagaimana hukumnya seorang yang shalat tarawih setelah isya' karena mengikuti jamaah bersama kaum muslimin kemudian di malam hari sepertiga malam terakhir dia shalatu lail (shalat malam) karena dia terbiasa melakukannya dalam rangka istiqomah dalam ketaatan kepada Allah. Apakah ini termasuk ghuluw atau bagaimana?

[ Jawaban ]

❒ Tidak termasuk ghuluw karena tidak dilarang. Walaupun kita katakan bahwa yang afdhal 11 rakaat, tetapi tidak dilarang untuk shalat lebih dari 11 atau untuk shalat yang dijuluki dengan shalatun nafilah.

(•) Hanya saja, satu keterangan yang penting dipegang, “Tidak ada 2 witir dalam satu malam.”

— Artinya, kalaupun malamnya shalat lagi, jangan witir karena sudah witir tadi di sore hari bersama kaum muslimin atau sebaliknya, ketika sore hari bersama kaum muslimin tidak ikut witir karena malamnya akan dia tambah dengan shalat nafilah. Berarti yang tidak boleh, 2 kali witir dalam satu malam.
— Adapun shalat nafilah, kapan saja diperbolehkan khususnya di malam hari diperbolehkan. Na'am.

(•) Tetapi saya katakan sekali lagi, sebaik-baik shalat Tarawih atau shalatu lail adalah 11 rakaat

— (berdalil, -pen.) dengan hadits A'isyah radhiyallahu ta'ala anha, bahwasanya: “Nabi [ﷺ] shalat (malam) pada bulan Ramadhan atau selain bulan Ramadhan, tidak pernah shalat lebih dari 11 rakaat ...” [Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim, -pen.]

📀 // Unduh video di:
- https://t.me/ukhuwahsalaf/6554 atau https://youtu.be/Cr2EK2_7GY8

Url: http://bit.ly/Fw390909
📮••••|Edisi| @ukhuwahsalaf / www.alfawaaid.net

// Sumber: @ForumBerbagiFaidah [FBF]
#Fiqh #Ramadhan #shalat #qiamulail #tarawih #nafilah #tahajjud #witir
🚇BOLEHKAH MELAKSANAKAN SHALAT TARAWIH EMPAT RAKAAT DENGAN SATU SALAM?

Fatwa al-Lajnah ad-Da'imah Li al-Buhuts al-'Ilmiah wa al-Iftaa' - Fatwa no. 2896

[ Pertanyaan 5 ]

Apakah dibolehkan melaksanakan shalat tarawih empat rakaat dengan satu kali salam?

[ Jawaban 5 ]

❒ Hendaklah salat tarawih dilaksanakan dua rakaat dua rakaat.

•• Ini berdasarkan jawaban Nabi [ﷺ] ketika beliau ditanya salah seorang sahabat perihal salat malam, “Salat malam itu dua rakaat dua rakaat. Apabila seseorang di antaramu takut terdesak tibanya waktu subuh, maka cukup salat witir satu rakaat saja.”

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu 'ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

📜KOMITE TETAP RISET ILMIAH DAN FATWA
◈ Ketua: Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz
◈ Wakil Ketua: Abdurrazzaq 'Afifi
◈ Anggota: Abdullah bin Ghudayyan, Abdullah bin Qu'ud

السؤال الخامس من الفتوى رقم ( 2896 )

[ س5 ]

هل يجوز لمن يصلي صلاة التراويح أن يصلي أربع ركعات بتسليمة واحدة؟

[ ج5 ]

يصلي التراويح ركعتين ركعتين، لما ثبت عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال لمن سأله عن صلاة الليل: { صلاة الليل مثنى مثنى، فإذا خشي أحدكم الفجر صلى واحدة توتر له ما قد صلى }[1]

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم.

اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء
الرئيس: عبد العزيز بن عبد الله بن باز
نائب الرئيس: عبد الرزاق عفيفي
عضو: عبد الله بن غديان، عبد الله بن قعود
______
[1] أخرجه مالك 1 / 123، والبخاري 3 / 16 في التهجد، باب كيف صلاة النبي صلى الله عليه وسلم، ومسلم برقم (749) في صلاة المسافرين باب صلاة الليل
مثنى مثنى ، وأبو داود برقم (1326) والترمذي برقم (537) والنسائي 3 / 227.

Url: http://bit.ly/Fw390910
📮••••|Edisi| @ukhuwahsalaf / www.alfawaaid.net

// Sumber: Al-Ukhuwwah @ukhwh
#Fiqh #Ramadhan #shalat #qiamulail #tarawih
🚇BOLEHKAH MELAKSANAKAN SHALAT TARAWIH EMPAT RAKAAT DENGAN SATU SALAM?

Baca selengkapnya di: http://bit.ly/Fw390910
🚇SHALAT TARAWEH EMPAT RAKAAT DENGAN SATU SALAM

Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz rahimahullah

[ Pertanyaan ]

Sebagian Imam shalat tarawih mereka mengumpulkan empat rakaat atau lebih dalam satu salam, tanpa duduk setelah dua rakaat, dan mereka menganggap kalau itu adalah termasuk sunnah. Apakah perbuatan ini memiliki dasar dalam syariat kita yang suci? [¹]

[ Jawaban ]

❒ Perbuatan ini tidak disyariatkan bahkan makruh atau haram menurut kebanyakan ulama.

•• Berdasarkan sabda Nabi [ﷺ]:

{ صلاة الليل مثنى مثنى }
“Shalat malam itu dua-dua.” [²] [Muttafaq alaih dari hadits Ibnu Umar radhiyallahu anhuma]

•• Dan berdasarkan hadits yang tetap dari Aisyah radhiyallahu anha berkata:

{ كان النبي صلى الله عليه وسلم يصلي من الليل إحدى عشرة ركعة يسلم من كل اثنتين ويوتر بواحدة }
“Dahulu Nabi [ﷺ] shalat malam sebelas rakaat, beliau salam setiap dua rakaat dan melakukan witir satu rakaat.” [³] [Muttafaq alaih] — Dan hadits-hadits yang semakna ini banyak.

// •• // •• // •• //

(( ※ )) Adapun hadits Aisyah yang masyhur:

{ أن النبي صلى الله عليه وسلم كان يصلي من الليل أربعاً فلا تسأل عن حسنهن وطولهن ثم يصلي أربعاً فلا تسأل عن حسنهم وطولهن }
“Sesungguhnya Nabi [ﷺ] dulu shalat empat rakaat, maka jangan engkau tanya akan bagusnya dan panjangnya.” [⁴] [Muttafaq alaihi]

✓- Maka yang dimaksud adalah, beliau itu melakukan salam pada setiap dua rakaat,

✘- bukanlah yang dimaksud adalah beliau malakukannya empat rakaat dengan satu salam berdasarkan hadits Aisyah yang telah lalu.

•• Dan juga berdasarkan dari beliau [ﷺ] dalam sabda beliau: “Shalat malam itu dua-dua rakaat.” — Sebagaimana telah lalu.

✓- Dan hadits-hadits tadi itu saling membenarkan satu dengan yang lainnya, saling menafsirkan yang satu dengan lainnya.

(•) Maka wajib atas setiap muslim untuk mengambil semuanya dan menafsirkan hadits yang masih mujmal (umum) dengan yang mubayyan (khusus).

Hanya Allahlah tempat meminta taufiq.

———
Catatan kaki:
[¹] — Dimuat di majalah Ad-Dakwah edisi 1578 pada 21/9/1417.
[²] — Dikeluarkan oleh Bukhri dalam Kitab ash-Shalah bab al-Hilaq wal Julus fil Masjid no 473. Dan Muslim dalam kitab Shalat al-Musafirin wa Qashrihaa Bab Shalat al-Lail Matsna Matsna wal Witru rak’atun min akhiri Al-Lail no749.
[³] — Dikeluarkan oleh Muslim dalam Kitab Shalat al-Musafirin wa Qashrihaa Bab Shalat al-Lail wa ‘adadu rakaati an-Nabiy shallallahu alaihi wasallam no. 736.
[⁴] — Dikeluarkan oleh Bukhari dalam kitab Al-Jumah bab Qiyam an-Nabi shallallahu alaihi wasallam no 1147. Dan Muslim dalam kitab Shalat al-Musafirin wa Qashrihaa Bab Shalat al-Lail wa ‘adadu rakaati an-Nabiy shallallahu alaihi wasallam no 738.

Url: http://bit.ly/Fw390911
📮••••|Edisi| @ukhuwahsalaf / www.alfawaaid.net

// Sumber: @ForumSalafy // Dari: BinBaz.Org.Sa { https://goo.gl/xxLTMv }

#Fiqh #Ramadhan #shalat #qiamulail #tarawih #tahajjud #witir
🚇SHALAT TARAWEH EMPAT RAKAAT DENGAN SATU SALAM

Baca selengkapnya di: http://bit.ly/Fw390911
🚇SHALAT MALAM

❒ Rasulullah [ﷺ] bersabda:

{ صلاة الليل مثنى مثنى وجوف الليل الآخر أجوبه دعوة. }

“Shalat malam itu dua dua (2 raka'at salam, 2 raka'at salam), dan pertengahan malam yang terakhir adalah waktu dikabulkanya doa-doa.”

📚[Dishahihkan oleh Al-Muhadist Al-Albaniy. Silsilah As Shohihah, 1919]

📮••••|Edisi| @ukhuwahsalaf / www.alfawaaid.net

// Sumber: @salafybanjarnegara // Dari: Channel Telegram Asy-Syaikh al-Albaniy rahimahullah
#Fiqh #Ramadhan #shalat #qiamulail #tarawih #tahajjud #witir
🚇LEBIH UTAMA MENCUKUPKAN DENGAN SHALAT TARAWIH YANG TELAH DIKERJAKAN BERSAMA IMAM

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah

[ Pertanyaan ]

Seorang dari Yaman barakallahu fihi bertanya: Wahai Syaikh kami yang mulia, Saya mengerjakan shalat tarawih bersama imam di sebuah masjid hingga selesai bersamanya. Sebagaimana yang telah shahih dari Rasulullah [ﷺ] bahwa itu akan dituliskan untuknya pahala shalat malam semalam penuh (karena telah dikerjakam bersama imam hingga selesai, pen). Jika saya kembali mengerjakan shalat malam (tahajjud) pada malam itu juga di sepertiga malam akhir, apakah perbuatan saya ini menyelisihi sunnah? Beri kami penjelasan tentang permasalahan ini.

[ Jawaban ]

❒ Pertanyaan ini sangat jeli. Yang demikian itu karena Nabi [ﷺ] pernah shalat bersama para shahabatnya hingga selesai. — Lalu para shahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, bagaimana jika Anda melanjutkan shalat malam bersama kami pada sisa waktu di malam ini?” Beliau menjawab: “Barang siapa berdiri bersama imam (dalam shalat tarawih) hingga selesai bersamanya, maka dituliskan untuknya pahala shalat malam semalam penuh.”

✓- (Dalam hadits ini) Nabi [ﷺ] tidak membimbing mereka agar mengerjakan shalat lagi di akhir waktu malam. — Di sini terdapat petunjuk, bahwa yang lebih utama adalah seorang mencukupkan dengan shalat yang telah dia kerjakan bersama imam.

Pertanyaan dari orang yaman ini sangat selaras dengan apa yang disebutkan dalam hadits ini. Maka dikatakan kepadanya: “Yang utama bagimu adalah engkau mencukupkan dengan shalat tarawih yang telah engkau kerjakan bersama imam hingga selesai bersamanya, karena barang siapa berdiri mengerjakan shalat malam/tarawih bersama imam hingga selesai bersamanya, maka dituliskan untuknya pahala shalat malam semalam penuh.”

✓- Tetapi jika dia ingin kembali mengerjakannya lagi di akhir waktu malam, maka tidak dosa atasnya insya Allah. — Dalam kondisi ini, maka hendaknya dia mengerjakan shalatnya dengan cara shalat dua raka'at-dua raka'at hingga terbit fajar (tiba waktu shubuh).

📚[Fatawa Nur 'ala ad-Darb, no: 273]

📀 // Unduh videonya di:
- https://t.me/ukhuwahsalaf/6561 atau https://youtu.be/Nu8cEd4-0KQ

Url: http://bit.ly/Fw390912 { Judul dari Admin }
📮••••|Edisi| @ukhuwahsalaf / www.alfawaaid.net

// Sumber: @ManhajulAnbiya
#Fiqh #Ramadhan #shalat #qiamulail #tarawih #tahajjud #witir
🚇LEBIH UTAMA MENCUKUPKAN DENGAN SHALAT TARAWIH YANG TELAH DIKERJAKAN BERSAMA IMAM

Baca selengkapnya di: http://bit.ly/Fw390912
🚇MENCUKUPKAN SHALAT TARAWIH DI AWAL MALAM BERSAMA IMAM PERTAMA HINGGA SELESAI

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah

[ Pertanyaan ]

Seseorang ketika bulan Ramadhan, dia mengerjakan shalat malam di awal waktu di sebuah masjid, kemudian dia kembali mengerjakannya di akhir waktu di masjid lain. Apakah pahala (shalat malam di akhir waktu) tersebut sama seperti (shalat malam di awal waktu)?

[ Jawaban ]

❒ Nabi [ﷺ] bersabda:

{ من قام مع الإمام حتى ينصرف -يعني: في قيام رمضان- كتب له قيام ليله }

“Barang siapa shalat malam bersama imam -yakni shalat Tarawih pada bulam Ramadhan- hingga selesai maka dituliskan untuknya pahala shalat malam seutuhnya”

(( ※ )) Jika seorang shalat bersama imam pertama, kemudian shalat kembali bersama imam kedua,
— maka tidak berlaku padanya bahwa 'dia shalat bersama imam hingga selesai'. Karena dia menjadikan shalat malamnya bersama dua imam.

Katakan kepadanya:
✓- Shalatlah engkau bersama imam pertama di awal waktu hingga selesai bersamanya.
✘- Atau (kalau tidak demikian) engkau akan terluput dari pahala (shalat malam seluruhnya).

📚[Liqa' al-Bab al-Maftuh, no: 176]

[ السؤال ]

فضيلة الشيخ، إذا كان الرجل في رمضان يصلي أول الليل في مسجد وآخر الليل في مسجد هل يكون الأجر مثله؟

[ الجواب ]

قال النبي صلى الله عليه وعلى آله وسلم: { من قام مع الإمام حتى ينصرف -يعني: في قيام رمضان- كتب له قيام ليله } فإذا صلى مع الإمام الأول ثم صلى مع الثاني لم يصدق عليه أنه صلى مع الإمام حتى ينصرف؛ لأنه جعل قيامه بين رجلين. فيقال له: إما أن تقوم مع هذا من أول الليل إلى آخره، وإما أن يفوتك الأجر.

📚[سلسلة لقاءات الباب المفتوح > لقاء الباب المفتوح 176]

📀 // Unduh audionya di:
- https://t.me/ukhuwahsalaf/6564

Url: http://bit.ly/Fw390913 { Judul dari Admin }
📮••••|Edisi| @ukhuwahsalaf / www.alfawaaid.net

// Sumber: @ManhajulAnbiya // Dari: BinOthaimeen•Net { https://goo.gl/rJgQwH }
#Fiqh #Ramadhan #shalat #qiamulail #tarawih #tahajjud #witir
🚇MENCUKUPKAN SHALAT TARAWIH DI AWAL MALAM BERSAMA IMAM PERTAMA HINGGA SELESAI

Baca selengkapnya di: http://bit.ly/Fw390913
🚇APAKAH LEBIH UTAMA BAGI WANITA UNTUK SHALAT TARAWIH DI RUMAHNYA ATAU DI MASJID?

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah

[ Pertanyaan ]

Banyak wanita shalat tarawih bersama laki-laki di masjid. Apakah yang lebih utama baginya shalat di masjid, ataukah shalat di rumah lebih utama? Terlebih lagi banyak di antara mereka mengatakan bahwa shalat di masjid lebih membantunya dan menjadikannya bersemangat apalagi bila ia tidak mampu membaca dari mushaf.

[ Jawaban ]

❒ Shalat wanita di rumahnya lebih utama.

(•) Namun bila shalatnya di masjid lebih menjadikannya bersemangat dan lebih khusyuk, dan ia khawatir bila shalat di rumah dia akan menyia-nyiakan shalatnya, terkadang shalat di masjid dalam keadaan seperti ini lebih utama.
— Karena keutamaan ini berhubungan dengan ibadah itu sendiri, sedangkan rumah berhubungan dengan tempat ibadah. Keutamaan yang ada di dalam ibadah lebih pantas untuk dijaga daripada keutamaan yang berhubungan dengan tempat ibadah.

(•) Namun wajib bagi wanita -bila ia keluar rumah- untuk keluar dalam keadaan tertutup, tidak berhias, dan tidak memakai wewangian. — Sehingga atas dasar ini, wanita yang datang dengan bakhur (dupa wangi) ke sisi masjid yang di situ para wanita shalat, yang datang membawa bakhur ini lebih dekat kepada dosa daripada kepada pahala. Karena kaum wanita menjadi memakai wewangian dengan bakhur ini, sehingga wanita (yang di situ) akan keluar dari masjid dalam keadaan memakai wewangian.

•• Padahal Rasulullah [ﷺ] bersabda,

{ أيما امرأة أصابت بخورا فلا تشهد معنا العشاء }

“Wanita mana saja yang terkena bau bakhur, janganlah ia shalat Isya bersama kami.”

Demikianlah. Seandainya diasumsikan ada wanita datang membawa bakhur. Ketika dia sampai ke masjid ia meletakkan bakhur itu. Dia tidak mengambilnya (bakhur itu tidak mengenainya) tidak pula orang yang di tempat itu. Yang terkena wewangian hanya tempat itu. Yang demikian ini tidak mengapa, hanya saja meninggalkannya lebih utama, agar orang yang tidak melakukan perkara yang seperti ini tidak mengikutinya.

📚[Al-Liqa' asy-Syahri 8]

[ السُّؤَالُ ]

كثير من النساء تصلي التراويح مع الرجال في المسجد فهل الأفضل لها هذا أم في البيت أفضل؟ خصوصاً وأن الكثير منهن تقول: إن ذلك مما يعينها ويشجعها خصوصاً إذا كانت لا تستطيع القراءة في المصحف؟

[ الجَوَابُ ]

صلاتها في البيت أفضل، لكن إذا كانت صلاتها في المسجد أنشط لها، وأخشع لها، وتخشى إن صلت في البيت أن تضيع صلاتها، فقد يكون المسجد هنا أفضل؛ لأن هذه المزية تتعلق بنفس العبادة، والبيت يتعلق بمكان العبادة، والمزية التي تكون في العبادة أولى بالمراعاة من المزية التي تكون في مكانها.

ولكن يجب على المرأة إذا خرجت أن تخرج متسترة، غير متبرجة ولا متطيبة، وعليه فالنساء اللاتي يأتين بالبخور في الجانب الذي يصلي فيه النساء هن إلى الإثم أقرب منهن إلى الأجر؛ لأن النساء يتطيبن بهذا البخور، فتخرج المرأة وهي متطيبة، وقد قال النبي صلى الله عليه وآله وسلم: { أيما امرأة أصابت بخوراً فلا تشهد معنا العشاء }.

نعم، لو فرض أن المرأة جاءت بالبخور، فإذا وصلت المسجد وضعت البخور ولا تأخذه لا هي ولا من في المكان وإنما تطيب المكان فقط، فهذا لا بأس به إلا أن تركه أولى؛ لئلا يقتدي بها من لا تصنع هذا الصنيع.

📚[سلسلة اللقاء الشهري > اللقاء الشهري 8]

📀 // Unduh audionya di:
- https://t.me/ukhuwahsalaf/6567

Url: http://bit.ly/Fw390914
📮••••|Edisi| @ukhuwahsalaf / www.alfawaaid.net

// Sumber: @MajalahQonitah // Dari: @Fatawinissa
#Fiqh #Ramadhan #shalat #qiamulail #tarawih #tahajjud #witir
🚇APAKAH LEBIH UTAMA BAGI WANITA UNTUK SHALAT TARAWIH DI RUMAHNYA ATAU DI MASJID?

Baca selengkapnya di: http://bit.ly/Fw390914
🚇HUKUM MEMBAYAR ZAKAT FITHRI DENGAN UANG

Al-'Allamah Shalih al-Fauzan hafizhahullah

❒ Segala puji hanya bagi Allah, Dzat yang dengan nikmat-Nya, segala amalan shalih menjadi sempurna. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada nabi kita, Muhammad, orang pertama yang mendahului untuk mengerjakan kebaikan. Dan semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada keluarga, para sahabat beliau, dan setiap orang yang berpegang teguh dengan sunnah beliau hingga hari pembalasan.

Adapun setelah itu, wahai kaum muslimin. Sesungguhnya Allah telah mensyariatkan berbagai macam ibadah bagi kalian pada akhir sebuah bulan yang sangat agung ini, berbagai macam ibadah yang akan membuat kalian semakin dekat kepada Allah.

[[⚙️]] Maka Allah mensyariatkan zakat fithri sebagai penyuci dari kesia-siaan dan dosa, bagi orang-orang yang berpuasa.

✓- Rasulullah [ﷺ] mewajibkan zakat ini atas anak kecil dan orang tua, laki-laki dan perempuan, orang merdeka maupun hamba sahaya.
✓- Zakat ini adalah zakat bagi setiap jiwa, memberi makan untuk orang-orang miskin, dan bantuan bagi orang-orang fakir.
✓- Seorang muslim menunaikan zakat ini dari dirinya sendiri dan orang-orang yang berada dalam tanggungannya seperti istri, anak-anak, dan semua yang wajib diberi nafkah olehnya. Dan disunnahkan untuk ditunaikan zakat dari seorang yang hamil (mengandung).

(( ※ )) Adapun tempat ditunaikan zakat tersebut adalah kota (negeri) di mana dia tinggal selama sebulan penuh itu.

✓- Jika orang yang berada dalam tanggungannya tersebut berada di kota lain, maka dia bisa menunaikan zakat mereka di kota tempat dia tinggal.
✓- Boleh juga meminta mereka (orang-orang yang berada dalam tanggungannya) untuk menunaikan zakat dari dirinya dan diri mereka di kota tempat mereka tinggal.

(( ※ )) Waktu ditunaikan zakat ini dimulai dengan terbenamnya matahari di malam Ied sampai waktu dilaksanakannya shalat Ied

✓- dan boleh untuk menyegerakan zakat tersebut sehari atau dua hari sebelum Ied.
✓- Adapun mengakhirkan membayar zakat hingga pagi hari Ied sebelum ditegakkannya shalat, ini lebih utama.

— Tetapi jika mengakhirkan pembayaran zakat setelah shalat Ied tanpa udzur maka dia berdosa, dan dia harus membayarnya pada hari tersebut. Namun jika dia tidak membayar zakat pada hari Ied tersebut, dia wajib membayarnya setelah hari itu sebagai qadha'. Dengan ini, menjadi jelaslah bahwa setiap orang yang mampu (berzakat) wajib untuk membayar zakat fithri.

(•) Waktu pembayaran zakat ini terbagi menjadi empat:

[1] Waktu dibolehkan berzakat, yaitu masa sehari atau dua hari sebelum Ied.
[2] Waktu yang utama, yaitu waktu antara terbenamnya matahari di malam Ied sampai waktu shalat Ied.
[3] Waktu pembayaran zakat tetapi dia mendapat dosa, yaitu setelah shalat Ied sampai akhir hari Ied tersebut.
[4] Waktu qadha', yaitu di hari-hari setelah hari Ied.

(( ※ )) Orang yang berhak mendapat zakat fithri ialah yang berhak mendapatkan zakat mal, yaitu golongan orang fakir dan miskin dan yang semisalnya.

— Maka seorang yang berzakat menunaikan zakatnya dengan memberikan kepada orang yang berhak atau yang mewakilinya, pada waktu ditunaikannya zakat. Tetapi tidak cukup dengan menitipkan kepada pihak yang bukan sebagai wakil dari orang yang berhak menerima zakat.
(02)
(( ※ )) Ukuran zakat fithri adalah satu Sha' gandum, kurma, kismis, aqith, ataupun jenis makanan serupa yang menjadi makanan pokok negeri tersebut

✓- seperti beras, jagung, jawawut, dan setiap jenis makanan pokok negeri itu.
✓- Takaran 1 Sha’ jika ditimbang sekitar 3 kg.

— Namun, tidak boleh menunaikan zakat dengan uang sebagai ganti bahan makanan, dikarenakan hal ini tidak sesuai dengan yang diperintahkan. Sementara, uang pun ada di zaman Rasulullah [ﷺ], sekiranya boleh membayar zakat fithri dengan uang niscaya beliau akan menjelaskan kepada umatnya.

— Adapun yang berfatwa tentang boleh menunaikan zakat fithri dengan uang, maka dia telah berfatwa sebatas pada ijtihadnya, sedangkan ijtihad bisa salah dan bisa benar.

— Perbuatan membayar zakat dengan uang ini menyelisihi sunnah, dan tidak pernah dinukilkan dari Nabi [ﷺ], juga tidak dinukil dari seorang pun dari sahabat beliau.

•• Al-Imam Ahmad berkata, “Tidak boleh membayar (zakat) dengan uang.” Dikatakan kepada beliau, “Ada sekelompok orang berkata, ‘Umar bin Abdul Aziz dulu memungut (zakat dengan) uang.” Maka beliau menjawab, “Mereka meninggalkan sabda Rasulullah [ﷺ] dan berkata, “Seseorang mengatakan begini, sementara Ibnu ‘Umar pernah berkata, ‘Rasulullah [ﷺ] mewajibkan zakat fithri dengan 1 sha' (bahan makanan).” Selesai.

// •• // •• // •• //

[[⚙️]] Wahai kaum muslimin, termasuk yang Allah syariatkan bagi kalian di akhir bulan ini adalah bertakbir dari terbenamnya matahari di malam Ied sampai ditegakkannya shalat.

•• Allah ta’ala berfirman:

{ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ }

“Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” [Al-Baqarah: 185]

// •• // •• // •• //

[[⚙️]] Pada akhir bulan ini, Allah juga mensyariatkan shalat Ied yang termasuk bentuk dzikir (mengingat) Allah ‘azza wa jalla yang paling sempurna.

Allah ta’ala berfirman:

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ تَزَكَّى وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِ فَصَلَّى

“Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman), dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia mengerjakan Shalat.” [Al-A’la: 14-15]

Sebagian salaf mengatakan bahwa yang dimaksud dalam ayat di atas ialah zakat fithri dan shalat Ied. Wallahu a’lam.

Semoga Allah senantiasa mencurahkan shalawat dan salam kepada nabi kita Muhammad, keluarga beliau, dan para sahabat beliau seluruhnya.

Url: http://bit.ly/Fw390915
📮••••|Edisi| @ukhuwahsalaf / www.alfawaaid.net

// Sumber: Manhajul-Anbiya•Net // Dari: AlFawzan•Af•Org•Sa { https://goo.gl/HCQP1g }
#Fiqh #Ramadhan #Zakat #Fithri #Shalat #Ied #Dzikir #Takbir
🚇HUKUM MEMBAYAR ZAKAT FITHRI DENGAN UANG

Baca selengkapnya di: http://bit.ly/Fw390915