II Ukhuwah Salafiyyah II
9.03K members
2.38K photos
92 videos
40 files
2.88K links
•✦• Jalinkan Ukhuwah dengan bimbingan Kitab & Sunnah di atas pemahaman Salaf •✦•

Pertanyaan & Saran:
@AbulAbbas_MUS
Download Telegram
to view and join the conversation
Tentang menerima khabar tsiqah, bahwa itu taqlid?
Ust. Qomar Suaidi
Tentang menerima khabar tsiqah, bahwa itu taqlid? - Ust. Qomar Suaidi
🚇NASEHAT AL-IMAM IBNU BAZ RAHIMAHULLAH: “WASPADALAH DARI KEMAKSIATAN”

❱ Al-Imam an-Nashih Ibnu Baz 'alaihi rahmatullah berkata:


■ Bertakwalah kepada Allah -wahai hamba Allah sekalian-,
(•) hati-hatilah dari kejelekan,
(•) waspadalah dari segala bentuk kemaksiatan.
(•) Senantiasalah bertaubat pasti engkau akan selamat.


“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang di bawah dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.” [An-Nisa’: 48]

※ Engkau berada pada keadaan yang mengkhawatirkan jika engkau meninggal
(•) di atas perbuatan maksiat,
(•) riba,
(•) zina,
(•) durhaka kepada orang tua,
(•) minum minuman yang memabukkan,
(•) menzhalimi dan memusuhi orang lain,
(•) ghibah,
(•) dan namimah.


※ Engkau berada dalam keadaan yang membahayakan, koreksi dirimu, bersungguh-sungguhlah untuk melawan hawa nafsumu, segeralah bertaubat sebelum datang ajal.

ﻳﻘﻮﻝ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺍﻟﻨﺎﺻﺢ ﺍﺑﻦ ﺑﺎﺯ ﻋﻠﻴﻪ ﺭﺣﻤﺔ ﺍﻟﻠﻪ :

ﻓﺎﺗﻖ ﺍﻟﻠﻪ - ﻳﺎ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻠﻪ - ﻭﺍﺣﺬﺭ ﺍﻟﺴﻴﺌﺎﺕ، ﺍﺣﺬﺭ ﺍﻟﻤﻌﺎﺻﻲ ﻛﻠﻬﺎ، ﻭﺍﻟﺰﻡ ﺍﻟﺘﻮﺑﺔ ﺩﺍﺋﻤﺎً ﻟﻌﻠﻚ ﺗﻨﺠﻮ:

《 ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻻ ﻳَﻐْﻔِﺮُ ﺃَﻥْ ﻳُﺸْﺮَﻙَ ﺑِﻪِ ﻭَﻳَﻐْﻔِﺮُ ﻣَﺎ ﺩُﻭﻥَ ﺫَﻟِﻚَ ﻟِﻤَﻦْ ﻳَﺸَﺎﺀُ 》 ‏[النساء: ٤٨‏]

ﻓﺄﻧﺖ ﻋﻠﻰ ﺧﻄﺮ ﺇﺫﺍ ﻣﺖ ﻋﻠﻰ ﻣﻌﺼﻴﺔ؛ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺮﺑﺎ، ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺰﻧﺎ، ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻌﻘﻮﻕ، ﻋﻠﻰ ﺷﺮﺏ ﺍﻟﻤﺴﻜﺮ، ﻋﻠﻰ ﻇﻠﻢ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻭﺍﻟﻌﺪﻭﺍﻥ ﻋﻠﻴﻬﻢ، ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻐﻴﺒﺔ ﻭﺍﻟﻨﻤﻴﻤﺔ، ﻓﺄﻧﺖ ﻋﻠﻰ ﺧﻄﺮ؛ ﻓﺤﺎﺳﺐ ﻧﻔﺴﻚ، ﻭﺟﺎﻫﺪ ﻧﻔﺴﻚ، ﻭﺑﺎﺩﺭ ﺑﺎﻟﺘﻮﺑﺔ ﻗﺒﻞ ﺃﻥ ﻳﻬﺠﻢ ﺍﻷﺟﻞ.

📚[ﻣﻦ ﺗﻔﺴﻴﺮ ﺳﻮﺭﺓ ﺍﻟﻔﺎﺗﺤﺔ]

Url: http://www.alfawaaid.net/2017/09/nasehat-al-imam-ibnu-baz-rahimahullah.html

📮••••|Edisi| @ukhuwahsalaf / www.alfawaaid.net
₪ Dari Channel Telegram @hikmahsalafiyyah // Dari situs: Mahad-asSalafy.Com // Sumber: http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=143083

#Manhaj #taubat #sebelum #ajal_dtg_menjemput #maksiat #riba #zina #durhaka #ghibah #namimah
🚇NASIHAT UMAR BIN AL-KHATHTHAB RADHIALLAHU 'ANHU

◈ Wadi’ah al-Anshari mengatakan bahwa dia mendengar Umar bin al-Khaththab radhiallahu ‘anhu menasihati seseorang,

لاَ تَكَلَّمْ فِيمَا لاَ يَعْنِيكَ، وَاعْرِفْعَدُوَّكَ، وَاحْذَرْ صَدِيقَكَ إِلاَّ الْأَمِينَ،وَلاَ أَمِينَ إِلاَّ مَنْ يَخْشَى اللهَ، وَتَمْشِي مَعَ الْفَاجِرِ فَيُعَلِّمَكَ مِنْفُجُورِهِ، وَ تُطَلِّعْهُ عَلَى سِرِّكَ، وَلاَتُشَاوِرْ فِي أَمْرِكَ إِلاَّ الَّذِينَ يَخْشَوْنَاللهَ عَزَّ وَجَلَّ

※ “Janganlah engkau berbicara dalam urusan yang tidak engkau perlukan.

※ Kenali musuhmu.

※ Waspadalah dari temanmu,
… kecuali yang tepercaya. Tidak ada orang tepercaya kecuali yang takut kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

※ Janganlah engkau berjalan bersama orang yang rusak,
… sehingga dia akan mengajarimu sebagian keburukannya.
… Jangan pula engkau beri tahukan rahasiamu kepadanya.

※ Janganlah engkau bermusyawarah tentang urusanmu kecuali dengan orang-orang yang takut kepada Allah ‘azza wa jalla.”

📚[Shifatu ash-Shafwah hlm. 109]

Url: http://www.alfawaaid.net/2017/09/nasihat-umar-bin-al-khaththab.html

📮••••|Edisi| @ukhuwahsalaf / www.alfawaaid.net
₪ Dari Channel Telegram @ForumSalafy // Sumber: http://asysyariah.com/nasihat-umar-bin-al-khaththab-radhiallahu-anhu

#Manhaj #nasehat #Umar_alKhattab #mutiara_salaf
🚇NASIHAT ALI BIN ABI THALIB RADHIALLAHU 'ANHU

❱ Asy-Sya’bi rahimahullah mengatakan bahwa Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu berkata,


“Wahai sekalian manusia, ambillah kalimat-kalimat ini dariku. Seandainya kalian menaiki binatang tunggangan hingga mencelakainya, kalian belum tentu mendapati yang semisalnya.

لاَ يَرْجُوَنَّ عَبْدًا إِلاَّ رَبَّهُ، وَ يَخَافَنَّ إِلاَّ ذَنْبَهُ، وَ يَسْتَحِي إِذَا لَمْ يَعْلَمْ أَنْ يَتَعَلَّمَ، وَلاَيَسْتَحِي إِذَا سُئِلَ عَمَّا يَعْلَمُ أَنْ يَقُولَ:أَعْلَمُ؛ وَاعْلَمُوا أَنَّ الصَّبْرَ مِنَ الْإِيْمَانِ بِمَنْزِلَةِ الرَّأْسِ مِنَ الْجَسَدِ، وَ خَيْرَ فِيالْجَسَدِ رَأْسَ لَهُ

■ Hendaknya seorang hamba benar-benar:

※ [1] tidak berharap selain kepada Rabbnya,

※ [2] tidak khawatir selain terhadap dosanya,

※ [3] tidak malu untuk belajar ketika tidak tahu,

※ [4] tidak malu untuk menjawab, ‘Aku tidak tahu,’ ketika ditanya tentang sesuatu yang tidak diketahuinya,


Dan ketahuilah, kedudukan sabar bagi iman layaknya kepala bagi jasad tidak ada kebaikan pada jasad yang tidak berkepala.”

📚[Shifatu ash-Shafwah hlm. 121]

Url: http://www.alfawaaid.net/2017/09/nasihat-ali-bin-abi-thalib-radhiallahu.html

📮••••|Edisi| @ukhuwahsalaf / www.alfawaaid.net
₪ Dari Channel Telegram @ForumSalafy // Sumber: http://asysyariah.com/nasihat-ali-bin-abi-thalib-radhiallahu-anhu

#Manhaj #nasehat #Ali_binAbiThalib #mutiara_salaf
🚇JIKA ULAMA MENTABDI’ SESEORANG, APAKAH WAJIB TATSABBUT KEPADA KEDUA BELAH PIHAK

❱ Asy-Syaikh Muhammad bin Hady hafizhahullah


[ Pertanyaan ]

Bolehkah mengatakan bahwa jika ulama telah mencela seseorang dan mentabdi’nya maka wajib atas seorang penuntut ilmu untuk tatsabbut (meneliti, klarifikasi, cross cek dan semisalnya –pent) kepada kedua belah pihak dan memperhatikan perkataan kedua belah pihak serta tidak memvonis kecuali setelah melakukan tatsabbut?

[ Jawaban ]

■ Sekarang ini kita sering mendengar ucapan semacam ini didengung-dengungkan.
(•) Jika para ulama sudah berbicara sebagaimana yang dikatakan oleh yang mengatakan tadi yaitu oleh si penanya,
(•) jika orang-orang yang mentabdi’ atau mencela seseorang tersebut adalah ahlul ilmi,
(•) dan mereka telah mencelanya dan memvonisnya sebagai seorang mubtadi’,

[↑] maka sesungguhnya wajib untuk kembali kepada perkataan ahlul ilmi. Maksimalnya jika engkau ingin mengetahui sebab kenapa mereka mentabdi’nya maka hal itu boleh bagimu.

※ Adapun klaim harus melakukan tatsabbut maka bagaimana harus melakukan tatsabbut sedangkan mereka adalah para ulama sebagaimana yang engkau katakan?! Adapun pihak yang dicela dan divonis sebagai mubtadi’ maka tidak teranggap, jika Ahlus Sunnah telah menjelaskan keadaan orang tersebut.

[✘] Kita tidak mengetahui kaedah semacam ini dari para pendahulu kita yang shalih radhiyallahu anhum.
[✔️] Setelah memperhatikan perkataan para ulama Ahlus Sunnah jika mereka mencela seseorang, menjelaskan keadaannya, dan memvonisnya sebagai seorang mubtadi’, maka wajib untuk mengikuti mereka.

※ Jika engkau ingin mengetahui kenapa para ulama tersebut memvonisnya sebagai seorang mubtadi’ maka ini babnya tersendiri.
(•) Engkau ingin mengetahui dalil-dalil mereka dan mengetahui bid’ah yang ada padanya, ini adalah bab lain.
(•) Tujuannya adalah agar engkau mengetahui rinciannya,
(•) bukan karena engkau meragukan para ulama tersebut.
… Jadi wajib untuk hal ini diketahui.

※ Adapun dengan engkau menjadikan seorang yang divonis sebagai mubtadi’ yang telah divonis oleh ahlul ilmi sederajat atau selevel dengan ahlul ilmi, maka hal ini menyelisihi jalan yang ditempuh oleh para Salaf rahimahumullah.

※ Jadi jika para ulama Ahlus Sunnah yang dikenal dengan kekokohan agama dan ilmu serta amanahnya telah menjelaskan keadaan seseorang, maka tidak boleh untuk mengatakan bahwa harus melakukan tatsabbut pada perkataan mereka.

[ السؤال ]

يقول: هل يجوز أن يُقال إن العلماء إذا تَكَلَّموا في شخص وبَدَّعوه يجب على طالب العلم أن يَتَثَبَّت من الطرفين؟ وينظر في أقوال الطرفين؟ ولا يحكم إلَّا بعد التَّثبت؟

[ الجواب ]

هذا الآن نسمع الدَّندنة عليه كثيرًا، إذا تَكَلَّم العلماء كما يقول هذا المتكلم السائل، إذا كان الذين بدَّعوا أو تَكَلَّموا في هذا الشخص هم أهلُ العلم، وتَكَلَّموا عليه وبَدَّعوه، فإنَّه يجب المصير إلى كلام أهل العلم، وغاية ما في الأمر أنَّك إذا طلبت ما السبب الذي بَدَّعوه من أجله؛ فلكَ ذلك.

أمَّا دعوى التثبت كيف تَثَبَّت وهم علماء كما تقول؟ وأمَّا من طُعن فيه وبُدَّع؛ فلا عبرة به إذا تَكَلَّم فيه أهل السنة، ما عرفنا هذا عن سلفنا الصالح – رضي الله عنهم –، النظر في كلام علماء السُّنة إذا طعنوا في شخصٍ وتَكَلَّموا فيه وبَدَّعوه وَجَبَ اتَّباعهم، وإذا أَرَدْتَّ أن تعرف لماذا بَدَّعوه هذا بابٌ آخر، تعرف أدلتهم وتعرف البدعة التي عنده، هذا بابٌ آخر، حتى تعرف التفاصيل، لا من باب أنَّك تشك في هؤلاء العلماء، فيجب أن يُعلم هذا، وأمَّا أن تجعل هذا المبتدع الذي بَدَّعه أهل العلم نِدًّا لأهل العلم؛ فهذا خلاف ما عليه السلف - رحمهم الله تعالى- فإذا تَكَلَّم العلماء – علماء السُّنة المعروفين بالدِّيانة والعلم والأمانة- في شخص ما يُقال يَتَثَبَّت في كلامهم. نعم.

Url: http://www.alfawaaid.net/2017/09/jika-ulama-mentabdi-seseorang-apakah.html

Dengarkan:
📀[ Audio ] http://bit.ly/2eOkHwL
📀[ Telegram ] https://t.me/ukhuwahsalaf/4512

📮••••|Edisi| @ukhuwahsalaf / www.alfawaaid.net
₪ Dari Channel Telegram @ForumSalafy // Sumber: http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=147622

#Manhaj #tabayyun #tatstsabbut #menjawab #syubhat_tabayyun #tabayyun_ala_hizbiyyun #tahdzir #tabdi_
🚇BUKANKAH AGAMA ITU MUDAH?

❱ Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah


■ Dari sebagian manusia mencari-cari alasan dengan kemudahan islam

(•) sehingga dia membolehkan dirinya mengerjakan yang haram
(•) dan meninggalkan yang wajib

Ξ dengan mengatakan: “Agama ini mudah!”.

(▲) Iya benar agama ini mudah tapi bukan berarti dia berusaha melepaskan diri dari syari'at dan mengikuti hawa nafsunya.

📚[Majalis Syahri Romadhon 178]

Url: http://www.alfawaaid.net/2017/09/bukankah-agama-itu-mudah.html

📮••••|Edisi| @ukhuwahsalaf / www.alfawaaid.net
₪ Dari Channel Telegram @Berbagiilmuagama - Alih bahasa: Abu Arifah Muhammad Bin Yahya Bahraisy

#Fawaid #Nasehat #Agama_itu_mudah
🚇SIKAP HIKMAH TERHADAP KESALAHAN SEORANG SALAFY

❱ Asy-Syaikh Rabi' bin Hady al-Madkhaly hafizhahullah berkata:


ﻓﺎﺣﺮﺻﻮﺍ -ﺑﺎﺭﻙ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻴﻜﻢ- ﻋﻠﻰ ﺍﻷﺧﻮَّﺓ، ﻭﺇﺫﺍ ﺣﺼﻞ ﺑﻴﻨﻜﻢ ﺷﻲﺀ ﻣﻦ ﺍﻟﻨُّﻔﺮَﺓ ﻓﺘﻨﺎﺳﻮﺍ ﺍﻟﻤﺎﺿﻲ، ﻭﺃﺧﺮﺟﻮﺍ ﺻﻔﺤﺎﺕ ﺑﻴﻀﺎﺀ ﺟﺪﻳﺪﺓ ﺍﻵﻥ، ﻭﺃﻧﺎ ﺃﻗﻮﻝ ﻹﺧﻮﺍﻧﻲ ﺍﻟﺴﻠﻔﻴﻴﻦ ﺟﻤﻴﻌﺎً: ﺍﻟﺬﻱ ﻳُﻘَﺼِّﺮُ ﻣﺎ ﻧﺴﻘﻄﻪ ﻭﻧﻬﻠﻜﻪ! ﺑﻞ ﺍﻟﺬﻱ ﻳُﺨﻄِﺊ ﻣﻨَّﺎ ﻧﻌﺎﻟﺠﻪ ﺑﺎﻟﻠُّﻄﻒ ﻭﺍﻟﺤﻜﻤﺔ، ﻭﻧُﻮَﺟِّﻪ ﻟﻪ ﺍﻟﻤﺤﺒﺔ ﻭﺍﻟﻤﻮﺩﺓ...، ﺣﺘﻰ ﻳَﺆُﻭﺏَ، ﻭﺇﻥ ﺑﻘﻲ ﻓﻴﻪ ﺿﻌﻒ ﻣﺎ ﻧﺴﺘﻌﺠﻞ ﻋﻠﻴﻪ، ﻭﺇﻻ -ﻭﺍﻟﻠﻪِ- ﻣﺎ ﻳﺒﻘﻰ ﺃﺣﺪ!

■ “Hendaklah kalian –semoga Allah memberkahi kalian-
(•) semangat untuk menjaga ukhuwwah,
(•) dan jika terjadi sedikit saja kerenggangan diantara kalian maka hendaknya kalian melupakan apa yang telah lalu
(•) dan hendaklah sekarang kalian membuka lembaran-lembaran baru yang putih bersih.

[↑] Dan saya katakan kepada saudara-saudaraku Salafiyyun semuanya: Orang yang memiliki kekurangan tidak kita jatuhkan dan kita binasakan. Bahkan siapa yang salah diantara kita maka kita berusaha memperbaikinya
(•) dengan kelembutan dan hikmah,
(•) kita menasehatinya dengan penuh kecintaan dan kasih sayang
(•) dan seterusnya sampai dia bertaubat.

※ Dan jika pada dirinya masih ada kelemahan maka kita tidak terburu-buru menyikapinya. Kalau tidak demikian maka -demi Allah- tidak akan tersisa seorang pun (semua binasa dan tidak ada yang selamat -pent).”

📚[An-Nashihah lis Salafiyyin fil Jazair]

Url: http://www.alfawaaid.net/2017/09/sikap-hikmah-terhadap-kesalahan-seorang.html

📮••••|Edisi| @ukhuwahsalaf / www.alfawaaid.net
₪ Dari Channel Telegram @ForumSalafy // Sumber: https://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=143594

#Manhaj #menyikapi #kesalahan #seorang_salafy #dengan_hikmah #kelembutan #taanni

Tambahan Faidah:
※ Apa Ketentuan Seseorang Keluar Dari Salafiyyah?
- http://bit.ly/2wTEAuE
※ Kapan Seseorang (Dianggap) Keluar Dari Manhaj Salafy?
- http://bit.ly/2xTTi45
🚇KENAPA RODJA HARUS DI TAHDZIR?

Ustadz bukankah dakwah itu harus hikmah? Kalau ustadz menyinggung rodja dihadapan manusia yang kebanyakan belum paham tentang penyimpangan rodja kemudian lari karena tindakan seperti ini menyinggung rodja, bukankah hal tersebut membikin fitnah dan bukan termasuk hikmah?

❱ Disampaikan oleh Al-Ustadz Abu 'Ibrahim Muhammad bin 'Umar as-Sewed hafizhahullah

۩ Ikhwani fiddien a'azzakumullah,
※ Yang namanya hikmah, adalah sesuai dengan kitab wa sunnah.
※ Yang namanya hikmah adalah sesuai dengan dalil-dalil.

Kalau orang tidak tau, bagaimana dalilnya? Memerintahkannya!! Ya diberitau. Mereka ngga tau penyimpangan rodja? Kita kasih tau penyimpangan rodja. Kalau lari? Itu bukan karena kita. Kenapa? Kok diberitau mereka sesat kok malah lari dari kita? Bukan dari yang sesat larinya?

Ikhwani fiddien a'azzakumullah, itu bukan salah kita, sama sekali. Yang jelas, kita harus menyampaikan dengan bukti-bukti. Karena kalau tidak, niscaya mereka hanya akan mendapatkan fitnah saja tetapi tidak ngerti sebabnya apa? Sehingga harus benar-benar jelas sebagaimana tadi sudah disebutkan penyimpangan-penyimpangan dalam radio Rodja.

Saya pernah didatangi orang awam yang bingung. “Kenapa kok rombongan ustadz ...” Bilangnya rombongan. “Rombongan ustadz itu kok mencerca radio yang saya anggap paling bagus? TV yang paling bagus? Paling dekat dengan Sunnah?”

Ξ Iya, justru karena mereka mengaku sebagai Ahlus Sunnah, maka saya sebut. Tetapi radio yang lain ngga saya sebut.
(•) Bejadnya RCTI,,
(•) Bejadnya SCTV.
(•) Bejadnya seluruh chanel.. chanel.. chanel..
(•) Dengan berbagai macam mengumbar aurat,,

Ξ Kita kenapa engga bicarakan? Bukan karena mereka tidak menyimpang, tidak sesat. Bukan!! Karena sudah terlalu jelas penyimpangannya. Tetapi yang ini samar-samar! Kamu ngga taukan? “Iya saya ngga tau penyimpangannya.”

(•) Di dalamnya ada seorang murji'ah aliran sesat murji'ah mengajar di situ.
(•) Ada seorang khawarij yang mengkafir-kafirkan kaum muslimin. Namanya Arifi ngajar di situ.
(•) Ada seorang politikus hizby yang memiliki partai tertentu ada di situ.

“Masa ustadz ada?” Ada, saya punya buktinya. “Oh, kalau gitu ya pantas”, katanya. Orang awam bisa paham!!

※ Maka itu hanya alasan saja, alasan hizbiyun, hizbiyun gaya baru. “Orang awam itukan ngga ngerti tentang penyimpangan rodja. Kalau kita bicara rodja mereka akan lari.” Karena ngga tau kita kasih tau, masa ngga bisa paham? Masa ngga bisa mengerti kalimat ini, bahasa Indonesia dengan baik dan benar?

Karena mereka ngga ngerti tentang penyimpangan rodja? Kita beritau penyimpangan rodja. “Ini, ini, ini penyimpangannya, hati-hati itu bukan Ahlus Sunnah”, atau “Itu adalah bukan orang-orang yang mengajarkan Salaf, tidak!!”,

“Mereka mencampurkan antara
(•) Salafiyah dengan hizbiyah!!
(•) Salafiyah dengan rodja'iyah!!
(•) Salafiyah dengan khawarij!!”
… Dicampur aduk jadi satu.
(•) “Dan tabligh akbar membela calon presiden, oleh tokoh-tokoh rodja, TV rodja, radio rodja. Yang bicaranya Ali Hasan Abdul Hamid.”

Ξ Masa kurang jelas, penyimpangan mereka!!

Video: https://www.youtube.com/embed/UpgH16Bx0DI
Url: http://www.alfawaaid.net/2017/09/kenapa-rodja-harus-di-tahdzir.html

📮••••|Edisi| @ukhuwahsalaf / www.alfawaaid.net
₪ Di transkip oleh admin WA Ilmiah Di Atas Sunnah (Dengan sedikit pengubahsuaian)

#VideoFawaid #Manhaj #mejelaskan_alHaq #membantah_kebathilan #prinsip #ahlussunnah #ikhwani #sururi #turatsi #halabi #ruhaili #rodja #hizbi
🚇TERUS TERANG DAN MENASEHATI

■ Ketika berteman dengan orang-orang yang baik, seseorang terkadang mendapatkan nasihat yang keras. Akan tetapi, ketika bersahabat dengan orang-orang yang buruk, dia akan sering mendapatkan basa-basi dan sanjungan.

◈ Semoga Allah ‘azza wa jalla merahmati Malik bin Dinar ketika mengatakan,

إِنَّك إِنْ تَنْقُلِ الْحِجَارَةَ مَعَ الْأَبْرَارِ خَيْرٌ لَكَ مِنْ أَنْ تَأْكُلَ الْحَلْوَى مَعَ الْفُجَّارِ

“Sungguh, engkau memindahkan batu bersama orang-orang yang baik, itu lebih baik daripada engkau memakan manisan bersama orang-orang yang jelek.”

◈ Ibnu Qudamah rahimahullah mengatakan:

※ “Sulit didapatkan pada masa ini seorang teman yang memiliki sifat ini (terus terang dan menasihati). Sebab, jarang sekali ada kawan yang tidak memberikan sanjungan, justru memberi tahu kekurangan.
[] Dahulu, salaf mencintai orang yang mengingatkan mereka tentang berbagai kekurangan mereka.
[✘] Adapun kita sekarang, biasanya menjadikan orang yang mengetahui kekurangan kita sebagai orang yang paling dibenci.

[↑] Ini adalah tanda lemahnya iman.”

📚[Mukhtashar Minhajil Qashidin hlm. 147]

◈ Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah mengatakan:

※ “Saudaramu ialah yang menasihati, mengingatkan, dan memperingatkan dirimu.

[✘] Orang yang tidak memerhatikanmu, berpaling darimu, dan berbasabasi denganmu, bukanlah saudaramu.

※ Saudaramu yang sejati ialah
(•) orang yang menasihatimu,
(•) memberimu wejangan,
(•) mengingatkanmu, dan
(•) mengajakmu kepada jalan Allah ‘azza wa jalla.

[] Ia menjelaskan kepadamu jalan keselamatan sehingga engkau bisa menitinya.
[] Selain itu, dia memperingatkanmu dari jalan kebinasaan dan akibat buruknya sehingga engkau bisa menjauhinya.”

📚[Majmu’ Fatawa wa Maqalat Mutanawwi’ah, 21/14]

📮••••|Edisi| @ukhuwahsalaf / www.alfawaaid.net
₪ Dari Channel Telegram @hikmahsalafiyyah // Sumber: http://asysyariah.com/terus-terang-dan-menasihati

#Manhaj #menasehati #sesama_saudara #semanhaj
🚇MENGUAK TABIR MANHAJ RODJAIYUN HALABIYUN [ LIHATLAH...! DI MANA MEREKA TUMBUH DAN MENGENAL DAKWAH ]

■ Sekilas tentang fenomena yang ada pada “Halabiyun Rodjaiyun”, mereka para da'i-da'i Rodja tumbuh dan mengenal dakwah dari ma'had-ma'had hizbi Surury Turatsiy dan bahkan pendiri al-Irsyad (Ahmad Surkati as-Sudani) seorang yang menyimpang aqidahnya:

[ Tahdzir Asy-Syaikh Muhammad bin Hadi hafizhahullah wa ro’aah menjelaskan tentang ma'had al-Irsyad ]

“Bahwa ma'had-ma'had al-Irsyad adalah ma'had-ma'had Surury dan ma'had-ma'had Turasiy.” [ ¹ ]

* * *

Ξ Allah berfirman:

◈ { وَإِذَا رَأَيْتَ الَّذِينَ يَخُوضُونَ فِي آيَاتِنَا فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ حَتَّىٰ يَخُوضُوا فِي حَدِيثٍ غَيْرِهِ ۚ وَإِمَّا يُنْسِيَنَّكَ الشَّيْطَانُ فَلَا تَقْعُدْ بَعْدَ الذِّكْرَىٰ مَعَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ }

Artinya: “Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, Maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain. Dan jika syaitan menjadikan kamu lupa (akan larangan ini), Maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang zalim itu sesudah teringat (akan larangan itu).” [Surat Al-An'am 68]

Ξ Berkata Ibnu Jarir At-Thobari rahimahullahu ta’ala:

◈ { وفي هذه الآية الدلالة الواضحة على النهي عن مجالسة أهل الباطل من كل نوع من المبتدعة والفسقة عند خوضهم في باطلهم. }

“Dan pada ayat ini dalil menjelaskan atas larangan untuk duduk di majelis ahlul bathil dari setiap model mubtadi'i dan kefasikan-kefasikan mereka.” [ ² ]

Ξ Berkata Fudhail Bin I'yad rahimahullahu ta’ala, Bersabda Nabi -ﷺ-:

◈ { الأرواح جنود مجندة فما تعارف منها ائتلف، وما تناكر منها اختلف. }

“Ruh-ruh itu bagaikan tentara yang tersusun. Jika saling mengenal maka akan bersatu, dan jika saling mengingkari maka akan berpisah.” [ ³ ]

Beliau berkata:

◈ { فلا يمكن أن يكون صاحب سنة يمالي صاحب بدعة إلا من النفاق. }

“Maka tidak mungkin akan didapatkan seorang pengikut sunnah condong kepada pelaku bid'ah kecuali dari kalangan munafiq.”

Ξ Dan Berkata al-'Amasy rahimahullahu ta’ala:

◈ { كانوا لا يسألون عن الرجل بعد ثلاث: ممشاه ومدخله وألفه من الناس. }

“Dahulu para ulama mereka tidak bertanya tentang seseorang setelah (mengetahui tiga hal):
[1] Berjalan dengan siapa
[2] Berkumpul dengan siapa
[3] Siapa temannya dari kalangan manusia.”


Ξ Dan Adalah Imam Al-'Auzaa'iy rahimahullahu ta’ala:

◈ { من ستر عنا بدعته لم يخف علينا ألفته. }

“Siapa yang tersembunyi terhadap kami akan bid'ahnya, tidak tersembunyi atas kami akan teman dekatnya (kecondongan hatinya).”

Ξ Dan berkata Amr bin Qois al-malaaiy rahimahullahu ta’ala:

◈ { إذا رأيت الشاب أول ما ينشأ مع أهل السنة والجماعة فارجه، وإذا رأيته مع أهل البدع فآيس منه فإن الشاب على أول نشوئه. }

“Jika kamu melihat seorang pemuda awal tumbuhnya bersama Ahlussunnah wal jama'ah maka harapkanlah (dia). Dan jika kamu melihat seorang pemuda tumbuh bersama ahlul bid'ah maka berputus-asalah darinya. Maka sungguh seorang pemuda dilihat di awal kala pertumbuhannya (dalam mengenal dakwah).”

Ξ Dan bercerita Hamaad bin Zaid dan berkata Kepada saya Yunus rahimahumallahu ta’ala:

◈ { يا حماد إني لأرى الشاب على كل حالة منكرة ولا آيس من خيره، حتى أراه يصحب صاحب بدعة فعندها أعلم أنه قد عطب. }

“Ya Hamaad! Sungguh saya, jika melihat seorang pemuda tumbuh di atas setiap keadaan yang mungkar (di atas perbuatan mungkar) dan saya tidak putus asa dari kebaikannya, sampai saya melihat dia bersahabat dengan pelaku bid'ah maka di sisinya saya mengetahui bahwasannya dia sungguh telah rusak (hancur).”
(02)
Berkata pentahqiq:

“Dan sebab ini maka sepantasnya bagi seseorang untuk mengetahui siapa sahabatnya, sehingga dia tidak mendapatkan teman yang telah di jarh atau kurang (aqidah dan manhajnya) dari arah sahabatnya, maka sungguh demikian itu dari faqihnya seseorang,

Ξ sebagaimana yang dikeluarkan Ibnu Bathoh dari Abi Qilaabah dari Abi Darda radhiyallahu 'anhu:

◈ { من فقه الرجل ممشاه ومدخله ومخرجه. }

“Termasuk faqihnya seseorang berjalan bersama siapa dan masuk (Berkumpul) bersama siapa dan keluar bersama siapa.”

* * *
- كتاب الرد على المبتدعة لابن البنا
- تحقيق: د. عبد المنعم عبد الغفور
- باب المجانبة والمقاربة، 177-183

Url: http://www.alfawaaid.net/2017/03/artikel-menguak-tabir-manhaj-rodjaiyun.html

Catatan
[ ¹ ] Simak selengkapnya di sini:
https://www.youtube.com/embed/sChX274PTAU
(Pada menit ke 18-15 detik sampai 18-35)
[ ² ] Al-mu'taqodus shohiihu lifadhilati Asy-Syaikh Abdus Salam bin Barjas rahimahullahu ta’ala, 100.
[ ³ ] HR Bukhari & Muslim, dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.

📮••••|Edisi| @ukhuwahsalaf / www.alfawaaid.net
₪ Dari Channel Telegram @fawaid_ilmiyahwaldurus

#Manhaj #jasmerah #ikhwani #sururi #turatsi #ruhaili #halabi #rodja
🚇TIDAK ADA IKHTILATH (CAMPUR BAUR LAKI PEREMPUAN) YANG DIPERBOLEHKAN

[ Meluruskan kengawuran tokoh Halabi Rodja, Abdul Hakim Abdat ]

❱ Disampaikan oleh Al-Ustadz Muhammad bin Umar as-Sewed hafizhahullah

[ Pertanyaan ]

Ustadz tolong jelaskan tentang ikhtilat, ana dengar ada yang diharamkan ada juga yang dibolehkan?

[ Jawaban ]

■ Ikhtilath yang dibolehkan ndak ada. Masa ada ikhtilath yang diperbolehkan? Ikhtilath haram, Baarakallahu fiikum.

(•) Tercampurnya laki-laki & perempuan satu ruangan
(•) dalam keadaan tidak ada pemisah,
Ξ itu namanya ikhtilath.

(•) Tetapi kalau di luar sana
(•) bukan dalam ruangan, kamu melihat ada akhwat dari sana jalan ke sini, dari sini jalan ke sana.
Ξ Itu di luar, bukan di dalam ruangan bukan dikatakan ikhtilath.

[✘] Jangan berkata, “Itu ikhtilath yang gak apa-apa, ikhtilath yang boleh.” Akhirnya membikin bingung.

Akhirnya nanti kayak fulan, ustadz hizbi di Jakarta, “Kalau ngak mau ikhtilath, bikin pulau perempuan, bikin pulau laki-laki,” kata Abdul Hakim Abdat.

※ Ikhwani fiddin a'azzakumullah, Ini ngawur wur.!! Mengapa? Karena dia tidak memahami apa makna ikhtilath.!! Dicampur satu ruangan masjid, atau ruangan kelas, atau ruangan kantor, itu ikhtilath.

※ Tetapi ketika di luar sana, ya ngak ada penghubung atau ngak ada penutupnya mereka sehingga dikatakan ikhtilath!? Akhirnya berfikir seperti tadi, “Lho, kalau ngak boleh ikhtilath harus bikin pulau sendiri, laki-laki pulau sendiri, perempuan .. (pulau sendiri, pen).”

[✘] Itu kebodohan. Itu adalah kebodohan.

Url: http://www.alfawaaid.net/2017/09/tidak-ada-ikhtilath-campur-baur.html

Dengarkan:
📀[ Audio ] http://bit.ly/2w0Tzpi
📀[ Telegram ] https://t.me/ukhuwahsalaf/4520

📚[Kajian Masjid Agung Baitussalam Purwokerto // Sabtu, 11 Rabiul Awal 1438H ~ 10.12.2016M]

{ Judul dari Admin }
📮••••|Edisi| @ukhuwahsalaf / www.alfawaaid.net
₪ Audio dari Channel Telegram @TJAsatidzahIndonesia

#Fiqh #Ibadah #ikhtilat #ikhtilath #campurbaur #abdulhakimabdat #halabi #turatsi #sururi #rodja
Audio
Tidak Ada Ikhtilath Yang Diperbolehkan - Ust. Muhammad as-Sewed
🚇WAJIB UNTUK KITA MENJELASKAN AL HAQ (KEBENARAN)

❱ Berkata Syaikh Shalih al Fauzan hafizhahullah:


{ نحن نری اﻷخطاء ونسكت ، ونترك الناس يهيمون؟ لا، هذا ما يجوز أبدا، يجب أن نبين الحق من الباطل، رضي من رضي، وسخط من سخط. }

■ “Kita melihat berbagai kesalahan lalu kita diam saja, dan membiarkan manusia dalam keadaan bingung?

(●) Tidak! Ini tidak boleh selamanya. Wajib untuk kita menjelaskan al Haq dari yang bathil. Ridha-lah orang yang ridha dan marahlah orang yang marah.”

📚[Al-Ajwibah al-Mufidah 'an-Asilatil Manaahijil Jadidah, 238]

Url: http://www.alfawaaid.net/2017/08/wajib-untuk-kita-menjelaskan-al-haq.html

📮••••|Edisi| @ukhuwahsalaf / www.alfawaaid.net
₪ Dari Channel Telegram @HikmahSalafiyyah

#Manhaj #menjelaskan #kebenaran #alHaq
KELOMPOK KHAWARIJ MEMANFAATKAN TRAGEDI ROHINGYA UNTUK KEPENTINGAN MEREKA
•••
IG @gfawaid
https://telegram.me/gambarfawaid
#GAMBAR_FAWAID #Rohingya #myanmar #burma
🚇DIANTARA BUKTI BAHWA KEBENARAN TIDAK DIUKUR DENGAN JUMLAH

[ ¹ ] ❱ Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah berkata:


إذا كان الإسلام يعود كما بدأ، فما أجهل من استدل بكثرة الناس.

■ “Jika Islam akan kembali seperti semula (dianggap asing, sebagaimana diberitakan oleh Rasulullah), maka alangkah bodohnya orang yang berdalil bahwa kebenaran dinilai dengan banyaknya orang yang mengikuti.”

📚[Ad-Durarus Saniyyah, jilid 1 hlm. 41]

•••

🚇PENGHIBUR BAGI AL-GHURABA' (ORANG-ORANG ASING DI ATAS SUNNAH)

[ ² ] ❱ Berkata Asy-Syaikh Abdullah Aba Bathin rahimahullah:

■ “Seorang insan jika al-Haq menjadi jelas baginya, niscaya Ia tidak ketakutan dari sedikitnya orang-orang yang sejalan dengannya dan banyaknya orang-orang yang berseberangan dengannya, terlebih pada akhir zaman ini.

◈ Dan perkataan orang jahil (orang bodoh): “Seandainya ini adalah suatu kebenaran niscaya tidaklah samar atas Fulan ini dan Fulan itu,”

◈ Ini adalah pengakuan kaum kuffar di dalam ucapan mereka: “Sekiranya itu adalah suatu kebaikan niscaya mereka (kaum mukminin) tidaklah mendahului kami kepadanya.”

◈ Dan sungguh Ali radhiallahu 'anhu, Ia berkata: “Kenalilah AL-HAQ niscaya kalian akan mengenali ahlinya (para pemegangnya) ...”

※ Dan adapun orang yang berada di dalam kebimbangan dan kerancuan maka seluruh syubhat (perkara rancu) akan laris kepadanya. Maka seandainya kebanyakan manusia di hari ini di atas al-Haq, niscaya Islam tidaklah menjadi asing. Dan demi Allah ia (Islam) di hari ini benar-benar di dalam keterasingan.” - Selesai.

📚[Ad-Durar as-Sunniyah 10/400 - 401]

■ والإنسانُ إذا تبيَّـنَ له الحق، لم يستوحش من قلّة المُوافقين، وكثرة المُخالفين، لا سِيَّما في آخر هذا الزمان.

◈ وقولُ الجاهل: لو كان هذا حقاً ما خَفيَ على فلانٍ و فلانٍ،

◈ هذه دعوى الكفار في قولِهم: لو كان خيراً ما سبقونا إليه.

◈ وقد قال عليٌّ -رضي الله عنه-: اعرف الحقَ تعرف أهله ..

※ وأما الذي في حيرةٍ و لَبسٍ: فكلُ شبهةٍ تروجُ عليه .. فلو كان أكثر الناسِ اليومَ على الحق؛ لم يكن الإسلامُ غريباً .. وهو والله اليومَ في غايةِ الغربة. أ.هــ

📚[الدرر السنية: 10 - 401/400]

Url: http://www.alfawaaid.net/2017/09/kebenaran-tidak-diukur-berdasarkan.html

📮••••|Edisi| @ukhuwahsalaf / www.alfawaaid.net

//-₪-//
[ ¹ ] Dari Channel Telegram @ForumSalafy // Sumber: https://twitter.com/fzmhm12121/status/821559474351652864
[ ² ] Dari Channel Telegram @salafykolaka

#Manhaj #kebenaran #alhaq #tidak_diukur #dgn_jumlah #alGhuraba #asing #penghibur_hati

Tambahan Faidah:
※ Parameter Kebenaran
- http://bit.ly/2wWaqqt
※ Parameter Kebenaran (02)
- http://bit.ly/2w2FDes
[🎙] Kajian Ilmiyah Kota Tuban
🚇GHULUW BAG- 2 (SEBUAH MAKAR SYAITHON)

Ξ Disampaikan oleh Al-Ustadz Muhammad Afifuddin as-Sidawy hafizhahullah

› 01. Sesi 1 - Durasi: 1:15:24
› 02. Sesi 2 & TJ - Durasi: 31:40

Dengarkan / Download Audio melalui:
🌏[ Telegram ] https://t.me/Mp3_kajian/801
📀[ Web ] http://www.alfawaaid.net/2017/09/audio-fenomena-ghuluw-bag-2-sebuah.html

(•) Rumah Ta'lim Manhajul Anbiya - Tuban // Sabtu, 18 Dzulhijjah 1438H ~ 9 Sep 2017M

₪ Dari Channel Telegram @AudioFIAS
#RekamanAudio #Tuban
🚇DO'AKAN KAUM MUSLIMIN ROHINGYA, DAN SERAHKAN URUSAN SELEBIHNYA KEPADA PEMERINTAH UNTUK MENANGANINYA

[ Disertai Nasehat Agar Mewaspadai Program Bantuan Dan Penggalangan Dana Oleh Kelompok Radikal atau Kelompok Lainnya Yang Menyalurkannya Tanpa Melalui Pemerintah ]

❱ Disampaikan oleh Al-Ustadz Muhammad Afifuddin as-Sidawy hafizhahullah

[ Pertanyaan ]

※ Kebetulan pagi hari tadi saya melihat orang berdemonstrasi menyuarakan “Cinta Muslim Rohingya” dengan membagikan selebaran kertas yang isinya mendoakan dengan membaca al-Fatihah seribu kali. Kegiatan dilakukan di dekat patung Tuban. Apakah perkara yang dilakukan termasuk perkara ghuluw? Bagaimana sebagai seorang yang mengerti ilmu menyikapi keadaan yang terjadi terhadap muslimin Rohingya?

[ Jawaban ]

Fatwa yang disampaikan oleh para ulama kita ialah bahwasanya menanggapi dan mengatasi problem-problem yang dihadapi oleh kaum muslimin Rohingya di Burma atau di Myanmar sana, itu semua dikembalikan kepada pemerintah. Semuanya dikembalikan kepada pihak penguasa!!

Apalagi penguasa kita terutama NKRI secara nyata telah melakukan upaya-upaya untuk itu. Betul? Khabarnya, satu-satunya yang dikasi izin untuk masuk hanya Indonesia. Betul? Tak tahu atau apa cuma berita aja itu..??

Betul ya.. luar biasa..!! Serahkan kepada mereka.

Itu fatwa ulama sekarang ini, demikian. Serahkan kepada pemerintah masing-masing. Adapun individu kita hanya mendoakan. Mendoakan kebaikkan untuk mereka. Mendoakan kemaslahatan untuk mereka. Mendoakan keselamatan untuk mereka, mendoakan supaya mereka diberi kemudahan, diberi kelancaran, diberi keselamatan, dihilangkan dari kezhaliman-kezhaliman, kekerasan dan segala macamnya.

Yang bisa, mampu untuk lebih daripada itu silahkan, (memberi) bantuan kemanusiaan tapi “diberikan kepada yang berwajib.”

Diingatkan oleh para ulama sekarang ini, khusus untuk kasus Rohingya ini dimanfaatkan oleh beberapa pihak yang tidak bertanggungjawab. Dimanfaatkan oleh kaum khawarij untuk melawan pemerintah yang di sana. Menghasung, menghasut kaum muslimin untuk memberontak, dalam keadaan tidak punya kekuatan. Tidak punya kekuatan, tidak punya kekuasaan, lemah, hati-hati..!!

Sebagian pihak juga memanfaatkan kondisi yang ada untuk penggalangan dana bukan untuk Rohingya, tapi untuk jama'ahnya masing-masing atas nama Rohingya. Ini juga terjadi.

Sehingga, didoakan untuk mereka semua (Muslimin Rohingya), muslimin punya senjata yang sangat ampuh, yakni doa. Yang punya lebih daripada itu silahkan memberi bantuan kemanusiaan, tetapi diberikan kepada tangan-tangan amanah. Serahkan kepada pihak penguasa untuk (membantu) mereka semua. Baarakallahu fiikum. Sehingga bukan berarti kita diam, bukan berarti kita membiarkan, tapi semua ada cara..!! Ada cara..!!

Fungsinya apa misalkan antum sebagian kaum muslimin, sekelompok orang, seratus, seribu, dua ribu orang kumpul di analun Tuban ... menyerukan, “Cinta Rohingya..!!” “Rohingya..!!” “Rohingya..!!” “Rohingya..!!”, soalnya kaum muslimin di sananya masih dibantai..??

Akan lebih bagus ketika kita masing-masing muslimin, di masjid masing-masing, di waktu-waktu yang mustajab, di tempat-tempat yang mustajab doa kepada Allah.

الدعاء سلاح المؤمن

“Doa itu sejata orang-orang yang beriman”, kata rasul -ﷺ-.

Itu senjatanya kaum muslimin yang tidak dimiliki oleh kaum non muslim. Kita punya senjata, maka doa, doakan untuk mereka semua. Doakan kehancuran untuk orang-orang kafir, doakan kebinasaan untuk orang-orang kafir, doakan keselamatan untuk kaum muslimin, supaya dikasi keselamatan, hidup bahagia, ada ketenteraman, doakan. Doakan ya ikhwah.