TeleBKL via @bing
Photo
Rafflesia arnoldi
Bunga ini sangat populer, paling sering mekar di HL (hutan lindung) Taba Penanjung Bengkulu Tengah, HL Lindung Bukit Daun Kepahiang, Hutan Padang Capo Seluma, Hutan Padang Guci Kaur, dan di HL Bengkulu Utara.
Ditemukan oleh Sir Stamford Raffles & Dr Joseph Arnold pada tahun 1818 di Lubuk Tapi, Ds. Pulo Lebar, Kec. Pino Raya, Kab. Bengkulu Selatan. dan dipublikasikan oleh Robert Brown.
Jenis terbesar di dunia dengan diameter 70-110 cm, dijuluki sebagai patma raksasa & mendapat predikat sebagai puspa langka nasional melalui Keppres No. 4 Thn 1993.
sumber tulisan: @pokdarwisrafflesia
Bunga ini sangat populer, paling sering mekar di HL (hutan lindung) Taba Penanjung Bengkulu Tengah, HL Lindung Bukit Daun Kepahiang, Hutan Padang Capo Seluma, Hutan Padang Guci Kaur, dan di HL Bengkulu Utara.
Ditemukan oleh Sir Stamford Raffles & Dr Joseph Arnold pada tahun 1818 di Lubuk Tapi, Ds. Pulo Lebar, Kec. Pino Raya, Kab. Bengkulu Selatan. dan dipublikasikan oleh Robert Brown.
Jenis terbesar di dunia dengan diameter 70-110 cm, dijuluki sebagai patma raksasa & mendapat predikat sebagai puspa langka nasional melalui Keppres No. 4 Thn 1993.
sumber tulisan: @pokdarwisrafflesia
Sumber
Rafflesia gadutensis Meijer
Dapat ditemukan di sisi barat Pegunungan Bukit Barisan tepatnya di Kab. Mukomuko & Kab. Bengkulu Utara, memiliki diameter 40-60 cm.
Gadutensis berasal dari kata ulu gadut yaitu nama bukit di perbatasan Prov. Sumatera Barat & Bengkulu. Dideskripsikan oleh Meijer 1984. Habitatnya dapat dijumpai di hutan lindung Boven Lais Kemumu & Kuro Tidur Kab. Bengkulu Utara.
Rafflesia gadutensis Meijer
Dapat ditemukan di sisi barat Pegunungan Bukit Barisan tepatnya di Kab. Mukomuko & Kab. Bengkulu Utara, memiliki diameter 40-60 cm.
Gadutensis berasal dari kata ulu gadut yaitu nama bukit di perbatasan Prov. Sumatera Barat & Bengkulu. Dideskripsikan oleh Meijer 1984. Habitatnya dapat dijumpai di hutan lindung Boven Lais Kemumu & Kuro Tidur Kab. Bengkulu Utara.
Sumber
Rafflesia hasseltii Suringar
Nerupakan jenis rafflesia yang paling cantik. Digambarkan oleh Suringar 1897, memiliki pola bercak & warna di helai bunga, oleh penduduk lokal dinamakan cendawan merah-putih, atau cendawan harimau (Zuhud dkk, 1998), memiliki diameter 35-70 cm. Di Bengkulu dapat dijumpai di perbatasan antara Ketenong II, Kab. Lebong.
Rafflesia hasseltii Suringar
Nerupakan jenis rafflesia yang paling cantik. Digambarkan oleh Suringar 1897, memiliki pola bercak & warna di helai bunga, oleh penduduk lokal dinamakan cendawan merah-putih, atau cendawan harimau (Zuhud dkk, 1998), memiliki diameter 35-70 cm. Di Bengkulu dapat dijumpai di perbatasan antara Ketenong II, Kab. Lebong.
Sumber
Rafflesia Bengkuluensis (Agus Susatya, Arianto & Mat-salleh 2005).
Jenis ini membawa nama Bengkulu, untuk menghormati Bengkulu sebagai lokasi pertama kali jenis ini dideskripsikan, memiliki diameter 50-55 cm. Mempunyai sebaran geografis terbatas di lembah Talang Tais atau wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Padang Guci Kab. Kaur.
Rafflesia Bengkuluensis (Agus Susatya, Arianto & Mat-salleh 2005).
Jenis ini membawa nama Bengkulu, untuk menghormati Bengkulu sebagai lokasi pertama kali jenis ini dideskripsikan, memiliki diameter 50-55 cm. Mempunyai sebaran geografis terbatas di lembah Talang Tais atau wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Padang Guci Kab. Kaur.
Sumber
Rafflesia Kemumu
Adalah jenis baru di Indonesia dari Bengkulu Utara. Spesies ini mirip dengan R. gadutensis dalam ukuran bunga saat mekar, tapi berbeda warna & tidak ada bintik di diaphragma bagian atas, susunan bintik pada dua lingkaran di windows dekat bukaan diaphragma, tipe & penyebaran ramentanya & jumlah anther.
Ditemukan & diteliti oleh Agus Susatya, Siti Nur Hidayati & Septian Riki pada tahun 2017 di hutan lindung Boven Lais Kemumu Bengkulu Utara.
Rafflesia Kemumu
Adalah jenis baru di Indonesia dari Bengkulu Utara. Spesies ini mirip dengan R. gadutensis dalam ukuran bunga saat mekar, tapi berbeda warna & tidak ada bintik di diaphragma bagian atas, susunan bintik pada dua lingkaran di windows dekat bukaan diaphragma, tipe & penyebaran ramentanya & jumlah anther.
Ditemukan & diteliti oleh Agus Susatya, Siti Nur Hidayati & Septian Riki pada tahun 2017 di hutan lindung Boven Lais Kemumu Bengkulu Utara.