FLASH: Direstui OJK, BGTG Eksekusi Rights Issue Rp 1,1 T
PT Bank Ganesha Tbk (BGTG) telah mengirimkan permohonan pencatatan hak memsan efek terlebih dahulu (HMETD) dan pra-pencatatan saham hasil melaksanaan HMETD kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) kemarin, Rabu (16/1).
PT Bank Ganesha Tbk (BGTG) telah mengirimkan permohonan pencatatan hak memsan efek terlebih dahulu (HMETD) dan pra-pencatatan saham hasil melaksanaan HMETD kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) kemarin, Rabu (16/1).
Hi Morning,
Tingginya volatilitas pasar saham global masih berfokus pada krisis perang Rusia-Ukraina, pengenaan sanksi² ekonomi yg bertujuan untuk terus mengisolasi ekonomi Rusia dengan global memberikan dampak pada ekonomi Rusia, Bank Sentral Rusia menaikkan suku bunga kebijakan menjadi 20% karena dropnya mata uang rubel mencapai 30% selama seminggu pasca invasi.
Komoditas Energy (Oil, Gas, Coal), Pangan dan Metal kembali melanjutkan penguatan pada senin malam setelah sempat turun di Jumat minggu lalu buntut ditambahnya sanksi² termasuk dibekukannya aset Bank Sentral Rusia & dihapuskannya akses SWIFT untuk Bank² Rusia.
Impact -- Meskipun naiknya harga komoditas seperti Coal, CPO & Nickel karena krisis perang ini menguntungkan Indonesia sebagai negara eksportir komoditas dan berkontribusi pada GDP, namun efek negatif kenaikan harga minyak dunia dan gas akan memicu tekanan biaya karena mayoritas kebutuhan minyak dan gas didapatkan dari impor, hal ini akan berpotensi membuat pemerintah menyesuaikan harga jual bagi BBM & Gas didalam negeri yg dikenal vital pada kenaikan inflasi & dapat mengganggu proses recovery ekonomi yg berjalan https://bloom.bg/3hr8qi5
—
Rilis data PMI Indonesia masih menunjukkan di level ekspansif (51.2) pada Februari 2022 meski turun jika dibandingkan Januari (53.7) krn terdapat kenaikan kasus Covid19 yg membebani. Meskipun begitu kasus Covid19 kembali menunjukkan trend penurunan dg tercatat sebanyak 25ribu kasus per-kemarin (vs. 64ribu kasus pada 16 Feb lalu). Terkini, pemerintah akan melakukan uji coba pembukaan akses wisatawan ke Bali tanpa memerlukan isolasi sebelum penerapan penuh di awal April nanti.
• ASII
Mencatatkan laba sebesar Rp 20.2 Triliun (+25% yoy) disepanjang tahun 2021 ditopang hampir seluruh lini bisnis (otomotif, pertambangan-alat berat & agribisnis).
• UNTR
Mencatatkan lonjakan laba sebesar +71% yoy menjadi Rp 10.3 Triliun ditopang kuatnya penjualan HE disepanjang tahun 2021 akibat booming harga batubara.
• BRIS
Berencana akan mengambil alih unit usaha syariah milik Bank BTN, Kementerian BUMN juga akan melakukan percepatan penyertaan modal negara melalui saham Dwiwarna di BSI pada
kuartal III/2022.
• BBHI
Dirumorkan memperluas jalur masuk ke ekosistem Bukalapak & Grab dengan membentuk usaha patungan bernama Allofresh (online grocery) https://bloom.bg/3hoItjl
Tingginya volatilitas pasar saham global masih berfokus pada krisis perang Rusia-Ukraina, pengenaan sanksi² ekonomi yg bertujuan untuk terus mengisolasi ekonomi Rusia dengan global memberikan dampak pada ekonomi Rusia, Bank Sentral Rusia menaikkan suku bunga kebijakan menjadi 20% karena dropnya mata uang rubel mencapai 30% selama seminggu pasca invasi.
Komoditas Energy (Oil, Gas, Coal), Pangan dan Metal kembali melanjutkan penguatan pada senin malam setelah sempat turun di Jumat minggu lalu buntut ditambahnya sanksi² termasuk dibekukannya aset Bank Sentral Rusia & dihapuskannya akses SWIFT untuk Bank² Rusia.
Impact -- Meskipun naiknya harga komoditas seperti Coal, CPO & Nickel karena krisis perang ini menguntungkan Indonesia sebagai negara eksportir komoditas dan berkontribusi pada GDP, namun efek negatif kenaikan harga minyak dunia dan gas akan memicu tekanan biaya karena mayoritas kebutuhan minyak dan gas didapatkan dari impor, hal ini akan berpotensi membuat pemerintah menyesuaikan harga jual bagi BBM & Gas didalam negeri yg dikenal vital pada kenaikan inflasi & dapat mengganggu proses recovery ekonomi yg berjalan https://bloom.bg/3hr8qi5
—
Rilis data PMI Indonesia masih menunjukkan di level ekspansif (51.2) pada Februari 2022 meski turun jika dibandingkan Januari (53.7) krn terdapat kenaikan kasus Covid19 yg membebani. Meskipun begitu kasus Covid19 kembali menunjukkan trend penurunan dg tercatat sebanyak 25ribu kasus per-kemarin (vs. 64ribu kasus pada 16 Feb lalu). Terkini, pemerintah akan melakukan uji coba pembukaan akses wisatawan ke Bali tanpa memerlukan isolasi sebelum penerapan penuh di awal April nanti.
• ASII
Mencatatkan laba sebesar Rp 20.2 Triliun (+25% yoy) disepanjang tahun 2021 ditopang hampir seluruh lini bisnis (otomotif, pertambangan-alat berat & agribisnis).
• UNTR
Mencatatkan lonjakan laba sebesar +71% yoy menjadi Rp 10.3 Triliun ditopang kuatnya penjualan HE disepanjang tahun 2021 akibat booming harga batubara.
• BRIS
Berencana akan mengambil alih unit usaha syariah milik Bank BTN, Kementerian BUMN juga akan melakukan percepatan penyertaan modal negara melalui saham Dwiwarna di BSI pada
kuartal III/2022.
• BBHI
Dirumorkan memperluas jalur masuk ke ekosistem Bukalapak & Grab dengan membentuk usaha patungan bernama Allofresh (online grocery) https://bloom.bg/3hoItjl
Bloomberg.com
Indonesia Considers Raising Gasoline Prices as Oil Spikes
Indonesia will consider raising gasoline prices after global oil costs surged, with the government still deciding on the magnitude and timing.
Hi Happy Monday !
Rich Commodities Indonesia membuktikan diri sebagai pemenang ditengah krisis perang Rusia-Ukraina yg membawa harga komoditas energy, metal hingga pangan meroket meski memicu kekhawatiran kenaikan inflasi global dan menyebabkan aksi selloff di bursa² saham dunia -- Namun di JCI, Foreign mencatatkan total netbuy hingga 3.6 Triliun selama 3 hari perdagangan diminggu kemarin dihiasi oleh saham² batubara dan metal yg diuntungkan atas kenaikan harga komoditas.
Diperdagangan pagi ini harga minyak dunia kembali naik ke level $125/barrel setelah US mempertimbangkan untuk memberlakukan larangan impor pada minyak dari Rusia sebagai tambahan sanksi, sementara itu diperdagangan sebelumnya harga komoditas lainnya seperti Coal melonjak +13.6% keatas level $407/ton, harga komoditas metal seperti Nickel +11.8%, Copper +3.9% & Timah +2.4% ikut melonjak ke level tertinggi sejak tahun 2008 akibat tekanan supply dari Rusia -- masih naiknya harga komoditas dan derasnya dana asing yg masuk akan menjadi motor penggerak bagi JCI diperdagangan minggu ini dg saham² batubara, oil, cpo, metal hingga emas menjadi penopang utama : ADRO, ITMG, MEDC, AALI, MDKA, BRMS, INCO, ANTM bisa terus diperhatikan.
• BRMS
RUPSLB pada tgl 04 Maret lalu menunjuk Agoes Projo sebagai Presiden Direktur BRMS, masuknya nama Agoes Projo untuk mengakomodir kepentingan Emirates Tarian Global Ventures SPV dg konglomerat Anthony Salim dibelakangnya. Agoes Projo saat ini juga menjabat sebagai Presiden Komisaris PT Amman Mineral Internasional -- spekulasi baru yg beredar adalah potensi backdoor listing Amman Mineral melalui BRMS : BRMS next TP @IDR 300.
• MDKA
Harga komoditas emas & copper naik, MDKA terus agresif ! dengan melakukan penambahan modal dan menjadi pemilik mayoritas di 2 perusahaan tambang emas yaitu PT Andalan Bersama Investama dan PT Pani Bersama Jaya aksi korporasi ini akan memberikan benefit kepada tambahan margin keuntungan perseroan ditengah kenaikan harga tembaga dan emas yg hari ini menyentuh level $2,000/troy ons -- Buy dengan TP terdekat @IDR 4,400.
Happy to discuss...
Rich Commodities Indonesia membuktikan diri sebagai pemenang ditengah krisis perang Rusia-Ukraina yg membawa harga komoditas energy, metal hingga pangan meroket meski memicu kekhawatiran kenaikan inflasi global dan menyebabkan aksi selloff di bursa² saham dunia -- Namun di JCI, Foreign mencatatkan total netbuy hingga 3.6 Triliun selama 3 hari perdagangan diminggu kemarin dihiasi oleh saham² batubara dan metal yg diuntungkan atas kenaikan harga komoditas.
Diperdagangan pagi ini harga minyak dunia kembali naik ke level $125/barrel setelah US mempertimbangkan untuk memberlakukan larangan impor pada minyak dari Rusia sebagai tambahan sanksi, sementara itu diperdagangan sebelumnya harga komoditas lainnya seperti Coal melonjak +13.6% keatas level $407/ton, harga komoditas metal seperti Nickel +11.8%, Copper +3.9% & Timah +2.4% ikut melonjak ke level tertinggi sejak tahun 2008 akibat tekanan supply dari Rusia -- masih naiknya harga komoditas dan derasnya dana asing yg masuk akan menjadi motor penggerak bagi JCI diperdagangan minggu ini dg saham² batubara, oil, cpo, metal hingga emas menjadi penopang utama : ADRO, ITMG, MEDC, AALI, MDKA, BRMS, INCO, ANTM bisa terus diperhatikan.
• BRMS
RUPSLB pada tgl 04 Maret lalu menunjuk Agoes Projo sebagai Presiden Direktur BRMS, masuknya nama Agoes Projo untuk mengakomodir kepentingan Emirates Tarian Global Ventures SPV dg konglomerat Anthony Salim dibelakangnya. Agoes Projo saat ini juga menjabat sebagai Presiden Komisaris PT Amman Mineral Internasional -- spekulasi baru yg beredar adalah potensi backdoor listing Amman Mineral melalui BRMS : BRMS next TP @IDR 300.
• MDKA
Harga komoditas emas & copper naik, MDKA terus agresif ! dengan melakukan penambahan modal dan menjadi pemilik mayoritas di 2 perusahaan tambang emas yaitu PT Andalan Bersama Investama dan PT Pani Bersama Jaya aksi korporasi ini akan memberikan benefit kepada tambahan margin keuntungan perseroan ditengah kenaikan harga tembaga dan emas yg hari ini menyentuh level $2,000/troy ons -- Buy dengan TP terdekat @IDR 4,400.
Happy to discuss...
Pada perdagangan akhir pekan lalu indeks di bursa Wall Street kembali ditutup melemah seiring masih adanya kekhawatiran investor akan dampak negatif dari perang antara Rusia dan Ukraina terhadap perekonomian. Lebih baiknya data ketenagakerjaan di bulan Februari juga tidak mampu membawa indeks ke teritori positif.
Technical Ideas
IHSG diprediksi akan bervariasi cenderung menguat dengan support 6,890 di level dan resist di level 6,970.
Bursa Amerika
DOW – 33,614 (-0.53%)
NASDAQ - 13,313 (-1.66%)
S&P500 – 4,328 (-0.79%)
Bursa Eropa
FTSE – London – 6,987 (-3.48%)
DAX – Jerman – 13,094 (-4.41%)
CAC – Perancis – 6,061 (-4.97%)
Bursa Asia
NIKKEI - Jepang - 25,985 (-2.23%)
HSI – Hongkong - 21,905 (-2.50%)
SHANGHAI – China – 3,447 (-0.96%)
STI - Singapore - 3,226 (-0.83%)
EIDO - ETF MSCI Indonesia 24.07 (+0.54%)
Nilai tukar USD-IDR – 14,386 (-0.05%)
Yield Obligasi US 10Y - 1.683 (-3.13%)
Yield Obligasi Indo 10Y – 6.637 (+1.33%)
Commodities
Minyak WTI – 127.02 (+9.80%)
Emas - 1,992 (+1.32%)
Minyak Sawit - 6,780 (-8.99%)
Batubara (Apr-2022) – 407.05 (+13.56%)
Timah – 47,540 (+2.43%)
Nikel – 30,063 (+11.77%)
Corporate Event
07 Maret 2022
1. RUPS: CPRI, AMIN
08 Maret 2022
1. RUPS: MSIN, ARNA
2. PubEx: ARNA
09 Maret 2022
1. IPO StartTrading : SMKM
2. CashDeviden CumDate: MEGA
3. RightIssue CumDate: ESIP
4. RightIssue StartTrading : BJBR
5. WarrantBonus CumDate : ESIP
6. RUPS: NOBU, TRIN
10 Maret 2022
1. IPO StartTrading : NANO, STAA
2. RUPS: BMRI, PYFA
3. PubEx: BNII
11 Maret 2022
1. RUPS : IIKP, MPPA
Disclaimer On
Source: IPOT, IPS Research, Investing, Barchart
Technical Ideas
IHSG diprediksi akan bervariasi cenderung menguat dengan support 6,890 di level dan resist di level 6,970.
Bursa Amerika
DOW – 33,614 (-0.53%)
NASDAQ - 13,313 (-1.66%)
S&P500 – 4,328 (-0.79%)
Bursa Eropa
FTSE – London – 6,987 (-3.48%)
DAX – Jerman – 13,094 (-4.41%)
CAC – Perancis – 6,061 (-4.97%)
Bursa Asia
NIKKEI - Jepang - 25,985 (-2.23%)
HSI – Hongkong - 21,905 (-2.50%)
SHANGHAI – China – 3,447 (-0.96%)
STI - Singapore - 3,226 (-0.83%)
EIDO - ETF MSCI Indonesia 24.07 (+0.54%)
Nilai tukar USD-IDR – 14,386 (-0.05%)
Yield Obligasi US 10Y - 1.683 (-3.13%)
Yield Obligasi Indo 10Y – 6.637 (+1.33%)
Commodities
Minyak WTI – 127.02 (+9.80%)
Emas - 1,992 (+1.32%)
Minyak Sawit - 6,780 (-8.99%)
Batubara (Apr-2022) – 407.05 (+13.56%)
Timah – 47,540 (+2.43%)
Nikel – 30,063 (+11.77%)
Corporate Event
07 Maret 2022
1. RUPS: CPRI, AMIN
08 Maret 2022
1. RUPS: MSIN, ARNA
2. PubEx: ARNA
09 Maret 2022
1. IPO StartTrading : SMKM
2. CashDeviden CumDate: MEGA
3. RightIssue CumDate: ESIP
4. RightIssue StartTrading : BJBR
5. WarrantBonus CumDate : ESIP
6. RUPS: NOBU, TRIN
10 Maret 2022
1. IPO StartTrading : NANO, STAA
2. RUPS: BMRI, PYFA
3. PubEx: BNII
11 Maret 2022
1. RUPS : IIKP, MPPA
Disclaimer On
Source: IPOT, IPS Research, Investing, Barchart
Selamat Sore,
Pada perdagangan hari ini indeks harga saham gabungan konsisten bergerak di zona merah dipicu oleh kembali terkoreksinya indeks di bursa Wall Street seiring masih berkecamuknya perang antara Rusia dan Ukraina. Sementara itu aksi jual investor asing pada saham berkapitalisasi besar dan melemahnya indeks regional seiring dengan rencananya AS dan sekutunya untuk melarang impor minyak mentah dan gas alam dari Rusia turut menjadi sentimen negatif tambahan bagi indeks.
*Jakarta Composite Index (JCI)*
Last : 6,869.06 -59.26 -0.86%
High : 6,917.93 Low : 6,843.81
*Statistik Pasar*
Nilai Transaksi (Rp) : 15.28 Triliun
Volume Transaksi (Lot) : 225.8 Juta
Frekuensi Transaksi (X) : 1.6 Juta
*KOMPAS100 Top 5 Gainer*
1. ANTM +15.10%
2. INCO +12.96%
3. INKP +10.10%
4. TKIM +10.04%
5. HRUM +9.13%
*KOMPAS100 Top 5 Loser*
1. ASSA -7.00%
2. BRPT -6.63%
3. SCMA -6.40%
4. ACES -6.34%
5. INDF -5.76%
*Jual/Beli Bersih Asing (Seluruh Pasar)* : + 48,05 Miliar
*Jual/Beli Bersih Asing (Pasar Reguler)* : - 78,34 Miliar
*5 saham paling banyak dibeli asing (Seluruh pasar)*
1. ANTM +192.6 Miliar
2. TLKM +170.7 Miliar
3. ASII +71.4 Miliar
4. INKP +62.7 Miliar
5. ITMG +57.6 Miliar
*5 saham paling banyak dijual asing (Seluruh pasar)*
1. BBCA -382.3 Miliar
2. BBRI -151.3 Miliar
3. PGAS -58.1Miliar
4. INDY -49.6 Miliar
5. INDF -43.3 Miliar
Pada perdagangan hari ini indeks harga saham gabungan konsisten bergerak di zona merah dipicu oleh kembali terkoreksinya indeks di bursa Wall Street seiring masih berkecamuknya perang antara Rusia dan Ukraina. Sementara itu aksi jual investor asing pada saham berkapitalisasi besar dan melemahnya indeks regional seiring dengan rencananya AS dan sekutunya untuk melarang impor minyak mentah dan gas alam dari Rusia turut menjadi sentimen negatif tambahan bagi indeks.
*Jakarta Composite Index (JCI)*
Last : 6,869.06 -59.26 -0.86%
High : 6,917.93 Low : 6,843.81
*Statistik Pasar*
Nilai Transaksi (Rp) : 15.28 Triliun
Volume Transaksi (Lot) : 225.8 Juta
Frekuensi Transaksi (X) : 1.6 Juta
*KOMPAS100 Top 5 Gainer*
1. ANTM +15.10%
2. INCO +12.96%
3. INKP +10.10%
4. TKIM +10.04%
5. HRUM +9.13%
*KOMPAS100 Top 5 Loser*
1. ASSA -7.00%
2. BRPT -6.63%
3. SCMA -6.40%
4. ACES -6.34%
5. INDF -5.76%
*Jual/Beli Bersih Asing (Seluruh Pasar)* : + 48,05 Miliar
*Jual/Beli Bersih Asing (Pasar Reguler)* : - 78,34 Miliar
*5 saham paling banyak dibeli asing (Seluruh pasar)*
1. ANTM +192.6 Miliar
2. TLKM +170.7 Miliar
3. ASII +71.4 Miliar
4. INKP +62.7 Miliar
5. ITMG +57.6 Miliar
*5 saham paling banyak dijual asing (Seluruh pasar)*
1. BBCA -382.3 Miliar
2. BBRI -151.3 Miliar
3. PGAS -58.1Miliar
4. INDY -49.6 Miliar
5. INDF -43.3 Miliar
Hi Morning,
Mayoritas pasar saham global dari Asia, Eropa & US terkonfirmasi masuk kedalam "Bear Market" setelah kenaikan harga komoditas mengancam naiknya inflasi dan mengganggu proses recovery ekonomi yg berjalan, embargo minyak Rusia yg direncanakan US memicu potensi serangan balasan dihentikannya supply gas Rusia ke negara² Eropa.
• S&P500 -3%
• MSCI World index -2.8%
Harga² Komoditas energy mulai dari Minyak, Gas & Batubara terus melanjutkan kenaikan diikuti kenaikan harga pangan dan biofuel (CPO), Metal Industri juga melonjak setelah partner² komoditas Rusia-Ukraina switching ke negara lain untuk menghindari imbas sanksi.
--
STRATEGY - STICK TO COMMODITIES
• Nickel
Melonjak hampir +90% kelevel $56,000/tone (tertinggi sepanjang sejarah) sebelumnya akhirnya ditutup naik +67% ke level $50,200/ton -- Pembatasan akses finansial ke Bank² penyedia jasa ekspor-impor Rusia menyebabkan pelaku ekspor beralih dari nickel Rusia ke pasar lain menyebabkan naiknya demand ditengah sudah-tertekannya supply. Seperti informasi kami sebelumnya Rusia merupakan salah satu penghasil nickel terbesar di Dunia : Buy INCO, ANTM & HRUM.
• Pulp & Paper
Krisis Rusia-Ukraina sebagai salah satu produsen kayu pembuat bahan pengemasan terbesar di eropa membuat harga pulp & papers melonjak sementara industri² di Eropa berburu opsi perdagangan lain, hal ini akan menguntungkan industri pulp & papers substitusi -- Buy : INKP & TKIM.
https://packagingeurope.com/comment/how-will-the-war-in-ukraine-affect-the-paper-and-pulp-industry/7947.article
--
anyway, Commodities Giant Indonesia sebenarnya banyak diuntungkan dari kenaikan harga² komoditas ini, namun begitu seperti 2 belah mata pedang, kenaikan komoditas juga akan memicu terjadinya lonjakan inflasi yg buruk bagi perekonomian. Jika bauran kebijakan fiskal melalui subsidi, atau insentif pajak dan moneter dr sisi supply bisa menjaga inflasi tetap stabil, Indonesia akan menjadi pilihan utama dari potensi perpindahan inflow dana global https://reut.rs/3KjYF1q
Dari domestik, kemarin pemerintah menurunkan level PPKM wilayah Aglomerasi Jabodetabek kembali ke level 2 (dari sebelumnya Level 3) karena membaiknya peningkatan kasus. Pemerintah juga mencabut kewajiban test Antigen/PCR bagi pelaku perjalanan Darat, Laut & Udara bagi yg sudah divaksinasi penuh sejalan dengan mulai dibukanya pintu kunjungan wisatawan mancanegara yg sudah divaksin tanpa memerlukan karantina -- Next, No PPKM & No Mask Mandate ? ✈️
https://m.bisnis.com/ekonomi-bisnis/read/20220307/98/1507739/luhut-syarat-naik-pesawat-dan-kapal-tak-perlu-pcr-atau-antigen-lagi
Mayoritas pasar saham global dari Asia, Eropa & US terkonfirmasi masuk kedalam "Bear Market" setelah kenaikan harga komoditas mengancam naiknya inflasi dan mengganggu proses recovery ekonomi yg berjalan, embargo minyak Rusia yg direncanakan US memicu potensi serangan balasan dihentikannya supply gas Rusia ke negara² Eropa.
• S&P500 -3%
• MSCI World index -2.8%
Harga² Komoditas energy mulai dari Minyak, Gas & Batubara terus melanjutkan kenaikan diikuti kenaikan harga pangan dan biofuel (CPO), Metal Industri juga melonjak setelah partner² komoditas Rusia-Ukraina switching ke negara lain untuk menghindari imbas sanksi.
--
STRATEGY - STICK TO COMMODITIES
• Nickel
Melonjak hampir +90% kelevel $56,000/tone (tertinggi sepanjang sejarah) sebelumnya akhirnya ditutup naik +67% ke level $50,200/ton -- Pembatasan akses finansial ke Bank² penyedia jasa ekspor-impor Rusia menyebabkan pelaku ekspor beralih dari nickel Rusia ke pasar lain menyebabkan naiknya demand ditengah sudah-tertekannya supply. Seperti informasi kami sebelumnya Rusia merupakan salah satu penghasil nickel terbesar di Dunia : Buy INCO, ANTM & HRUM.
• Pulp & Paper
Krisis Rusia-Ukraina sebagai salah satu produsen kayu pembuat bahan pengemasan terbesar di eropa membuat harga pulp & papers melonjak sementara industri² di Eropa berburu opsi perdagangan lain, hal ini akan menguntungkan industri pulp & papers substitusi -- Buy : INKP & TKIM.
https://packagingeurope.com/comment/how-will-the-war-in-ukraine-affect-the-paper-and-pulp-industry/7947.article
--
anyway, Commodities Giant Indonesia sebenarnya banyak diuntungkan dari kenaikan harga² komoditas ini, namun begitu seperti 2 belah mata pedang, kenaikan komoditas juga akan memicu terjadinya lonjakan inflasi yg buruk bagi perekonomian. Jika bauran kebijakan fiskal melalui subsidi, atau insentif pajak dan moneter dr sisi supply bisa menjaga inflasi tetap stabil, Indonesia akan menjadi pilihan utama dari potensi perpindahan inflow dana global https://reut.rs/3KjYF1q
Dari domestik, kemarin pemerintah menurunkan level PPKM wilayah Aglomerasi Jabodetabek kembali ke level 2 (dari sebelumnya Level 3) karena membaiknya peningkatan kasus. Pemerintah juga mencabut kewajiban test Antigen/PCR bagi pelaku perjalanan Darat, Laut & Udara bagi yg sudah divaksinasi penuh sejalan dengan mulai dibukanya pintu kunjungan wisatawan mancanegara yg sudah divaksin tanpa memerlukan karantina -- Next, No PPKM & No Mask Mandate ? ✈️
https://m.bisnis.com/ekonomi-bisnis/read/20220307/98/1507739/luhut-syarat-naik-pesawat-dan-kapal-tak-perlu-pcr-atau-antigen-lagi
Packaging Europe
How will the war in Ukraine affect the paper and pulp industry?
It's clear that Russia's invasion of Ukraine will have an effect on the price and flow of raw materials used by the packaging industry. The paper-based packaging sector is no exception. We spoke with Cepi to learn more about how the war is affecting the sector…
Selamat Sore,
Pada perdagangan hari ini indeks harga saham gabungan bergerak bervariasi dan akhirnya ditutup di zona merah. Kembali terkoreksinya indeks di bursa Wall Street seiring melonjaknya harga minyak mentah yang dikhawatirkan akan memicu inflasi dan memperlambat pertumbuhan ekonomi menjadi sentimen negatif yang menekan pergerakan indeks. Sementara itu aksi beli investor asing serta naiknya beberapa harga komoditas sempat menjadi sentimen positif untuk indeks harga saham gabungan.
Jakarta Composite Index (JCI)
Last : 6,814.18 -54.88 +0.80%
High : 6,929.86 Low : 6,814.18
Statistik Pasar
Nilai Transaksi (Rp) : 25.61 Triliun
Volume Transaksi (Lot) : 305.3 Juta
Frekuensi Transaksi (X) : 1.9 Juta
KOMPAS100 Top 5 Gainer
1. CTRA +10.61%
2. DOID +9.00%
3. SMRA +8.40%
4. MDKA +7.80%
5. ASII +7.76%
KOMPAS100 Top 5 Loser
1. HRUM -6.91%
2. EMTK -6.88%
3. INDY -6.80%
4. AGII -6.75%
5. ASSA -6.64%
Jual/Beli Bersih Asing (Seluruh Pasar) : + 613.74 Miliar
Jual/Beli Bersih Asing (Pasar Reguler) : + 569.11 Miliar
5 saham paling banyak dibeli asing (Seluruh pasar)
1. ASII +540.9 Miliar
2. TLKM +383.4 Miliar
3. ADRO +194.9 Miliar
4. ANTM +120.3 Miliar
5. MDKA +60.5 Miliar
5 saham paling banyak dijual asing (Seluruh pasar)
1. BBRI -288.5 Miliar
2. BBCA -182.2 Miliar
3. TOWR -74.5 Miliar
4. INCO -45.0 Miliar
5. DOID -44.8 Miliar
Pada perdagangan hari ini indeks harga saham gabungan bergerak bervariasi dan akhirnya ditutup di zona merah. Kembali terkoreksinya indeks di bursa Wall Street seiring melonjaknya harga minyak mentah yang dikhawatirkan akan memicu inflasi dan memperlambat pertumbuhan ekonomi menjadi sentimen negatif yang menekan pergerakan indeks. Sementara itu aksi beli investor asing serta naiknya beberapa harga komoditas sempat menjadi sentimen positif untuk indeks harga saham gabungan.
Jakarta Composite Index (JCI)
Last : 6,814.18 -54.88 +0.80%
High : 6,929.86 Low : 6,814.18
Statistik Pasar
Nilai Transaksi (Rp) : 25.61 Triliun
Volume Transaksi (Lot) : 305.3 Juta
Frekuensi Transaksi (X) : 1.9 Juta
KOMPAS100 Top 5 Gainer
1. CTRA +10.61%
2. DOID +9.00%
3. SMRA +8.40%
4. MDKA +7.80%
5. ASII +7.76%
KOMPAS100 Top 5 Loser
1. HRUM -6.91%
2. EMTK -6.88%
3. INDY -6.80%
4. AGII -6.75%
5. ASSA -6.64%
Jual/Beli Bersih Asing (Seluruh Pasar) : + 613.74 Miliar
Jual/Beli Bersih Asing (Pasar Reguler) : + 569.11 Miliar
5 saham paling banyak dibeli asing (Seluruh pasar)
1. ASII +540.9 Miliar
2. TLKM +383.4 Miliar
3. ADRO +194.9 Miliar
4. ANTM +120.3 Miliar
5. MDKA +60.5 Miliar
5 saham paling banyak dijual asing (Seluruh pasar)
1. BBRI -288.5 Miliar
2. BBCA -182.2 Miliar
3. TOWR -74.5 Miliar
4. INCO -45.0 Miliar
5. DOID -44.8 Miliar