- *في هذه الأرض الفسيحة التي خلقها الله، لا أتوقع أن يراني أو يحبني الكثير من الرجال. كل ما أرجوه هو أن يرزقني الله برجل واحد يحبني ويرشدني إلى طريقه ويحترمني كامرأة.*
- *Di bumi Allah yang luas ini, aku tak berharap dilihat ataupun disukai oleh banyak lelaki. Aku hanya berharap, semoga Allah izinkan aku kelak dicintai oleh satu laki-laki yang bisa menuntunku menuju jalan-Nya dan memuliakanku sebagai perempuan.*
- *Di bumi Allah yang luas ini, aku tak berharap dilihat ataupun disukai oleh banyak lelaki. Aku hanya berharap, semoga Allah izinkan aku kelak dicintai oleh satu laki-laki yang bisa menuntunku menuju jalan-Nya dan memuliakanku sebagai perempuan.*
Bahasa Arab penyumbang terbesar
https://www.instagram.com/reel/DTHf8t5Eqny/?igsh=NHlkcjU0MnhwcGRn
https://www.instagram.com/reel/DTHf8t5Eqny/?igsh=NHlkcjU0MnhwcGRn
Instagram
@abanghandsome1453
Bahasa Arab penyumbang terbesar
DULU PERNAH (8)
"NGGA ADA ANGGARAN UNTUK BELI, AKHIRNYA BACA BUKU DI TOKO BUKU SAMPAI KHATAM"
(bagian 1)
20 tahun lalu, sejak mendapat doktrin bahwa ada 4 Faktor Utama kemunduran umat Islam, salah satunya karena ditinggalkannya bahasa Arab, ana hampir-hampir tak pernah berhenti mempelajarinya.
"aku harus bisa"
"aku adalah bagian dari umat"
"aku harus ikut menghapus faktor kemunduran ini"
Kira-kira itu yang berkecamuk di batin ana kala itu.
Rata-rata 6 jam sehari ana habiskan untuk bahasa Arab:
1. Baca buku teori
2. Buka kamus
3. Menghafal kosakata
4. Latihan baca kitab gundul
5. Menulis
6. Diskusi sama orang yang faham
7. Latihan menerjemahkan
8. Dengar siaran Radio Kuwait, gelombang SW (bukan FM)
9. dll
Mumpung baru Hijrah. Mumpung semangat belajar masih tinggi. Mumpung waktu masih luang.
Di Jatinangor, dekat kampus, ada Toko Buku yang paling lengkap tentang keislaman.
Namanya Toko Buku Ar Roja. Tidak besar. Kecil saja. Tapi lengkap. Dan pelayanannya ramah. Juga boleh utang. Hehe.
Mungkin sekitar 20 buku teori bahasa Arab ana beli dan baca di toko ini. Kang Wawan, pemilik sekaligus penjaga toko ini, sangat baik sekali.
Saat kehabisan anggaran untuk beli buku, dan ngga enak juga kalau utang, anapun duduk berlama-lama di toko Kang Wawan, sekedar membaca dan menghabiskan satu buku teori.
Kalau ada yang kenal dan ketemu beliau, tolong minta Japri ke ana.
Prinsip ana: baca saja sebanyak-banyaknya. Faham atau tidak. Suatu saat akan terbentuk peta pemahamannya.
Jadi, kalau satu buku ana baca tidak faham, ana selesaikan, lalu ganti buku lain.
Semua buku teori judulnya sama, itu-itu juga: Nahwu dan Sharaf.
Sampai ada puluhan bahkan ratusan teori Nahwu (penyusunan kalimat) dan Sharaf (pembentukan kata), karena masing-masing penulis buku itu punya pengalaman berbeda yang membuat mereka bisa bahasa Arab.
Mereka pun menuangkan tulisan tentang teori bahasa Arab dengan sistematika, isi, dan contoh penerapan yang dirasa mudah dipahami oleh pembaca berdasarkan pengalan masing-masing.
Sejauh bacaan ana terhadap buku-buku itu, akhirnya ana simpulkan, ini tips untuk membaca buku teori bahasa Arab yang efektif bagi pemula:
1. Bacalah buku yang tipis
2. Bacalah buku yang satu jilid saja, tidak berjilid-jilid
3. Bacalah buku yang disusun oleh orang Indonesia/Malaysia dan dalam bahasa Indonesia/Malaysia, bukan buku terjemahan.
4. Jika ada bab yang tidak faham, pindah ke halaman selanjutnya.
5. Jika seluruh isi buku itu tidak faham, pindah ke buku yang lainnya.
Prinsipnya, buku itu ditulis untuk memahamkan dan menjelaskan.
Jadi tidak ada buku yang sama sekali tak satupun orang yang dapat memahaminya.
Begitu juga pembaca, dari sekian buku pasti ada satu buku yang mencerahkan dan membuatnya faham.
Jadi, jangan bingung dengan banyaknya buku. Karena masing-masing buku punya konten, titik tekan, fokus dan sistematika berbeda.
Kalau gara-gara banyak buku di toko membuat Antum bingung lantas tidak segera mulai membaca, itulah awal dari masalah.
Ana biasa ditanya "buku apa yang bagus?" Ana jawab, "beli saja buku yang ditemukan. Semua buku bagus. Yang penting dibaca. Kalau tidak paham, simpan. Jangan kapok. Beli buku yang lain. Sumur pun tidak cukup sekali cangkul lantas menyemburkan air. Perlu berkali-kali. Kita jadi mahir bahasa Arab bukan karena membaca buku yang mudah. Tapi karena kita sabar membaca buku demi buku yang awalnya susah lama-lama jadi mudah"
Sekarang, jaman semakin berkembang. Banyak referensi Online.
Ana dan teman-teman juga menyediakan berbagai sarana belajar.
"Kebanyakan Link dan Channel, saya bingung". Itu komentar yang biasa ana dengar.
Ana jelaskan, bahwa berbagai Link itu ibarat buku yang jumlahnya banyak. Tak perlu bingung. Tinggal liat saja isinya, pelajari kontennya dan dapatkan hasilnya.
Tiap Link mengandung isi teknis penyajian berbeda-beda.
Jangan karena bingung, jadi ngga pernah mulai.
Karena ini soal mental. Walau cuma ada satu link, tetap saja ngga akan pernah mulai kalau kesadaran bahwa bahasa Arab itu urgen belum meresap di jiwa.
(bersambung)
"NGGA ADA ANGGARAN UNTUK BELI, AKHIRNYA BACA BUKU DI TOKO BUKU SAMPAI KHATAM"
(bagian 1)
20 tahun lalu, sejak mendapat doktrin bahwa ada 4 Faktor Utama kemunduran umat Islam, salah satunya karena ditinggalkannya bahasa Arab, ana hampir-hampir tak pernah berhenti mempelajarinya.
"aku harus bisa"
"aku adalah bagian dari umat"
"aku harus ikut menghapus faktor kemunduran ini"
Kira-kira itu yang berkecamuk di batin ana kala itu.
Rata-rata 6 jam sehari ana habiskan untuk bahasa Arab:
1. Baca buku teori
2. Buka kamus
3. Menghafal kosakata
4. Latihan baca kitab gundul
5. Menulis
6. Diskusi sama orang yang faham
7. Latihan menerjemahkan
8. Dengar siaran Radio Kuwait, gelombang SW (bukan FM)
9. dll
Mumpung baru Hijrah. Mumpung semangat belajar masih tinggi. Mumpung waktu masih luang.
Di Jatinangor, dekat kampus, ada Toko Buku yang paling lengkap tentang keislaman.
Namanya Toko Buku Ar Roja. Tidak besar. Kecil saja. Tapi lengkap. Dan pelayanannya ramah. Juga boleh utang. Hehe.
Mungkin sekitar 20 buku teori bahasa Arab ana beli dan baca di toko ini. Kang Wawan, pemilik sekaligus penjaga toko ini, sangat baik sekali.
Saat kehabisan anggaran untuk beli buku, dan ngga enak juga kalau utang, anapun duduk berlama-lama di toko Kang Wawan, sekedar membaca dan menghabiskan satu buku teori.
Kalau ada yang kenal dan ketemu beliau, tolong minta Japri ke ana.
Prinsip ana: baca saja sebanyak-banyaknya. Faham atau tidak. Suatu saat akan terbentuk peta pemahamannya.
Jadi, kalau satu buku ana baca tidak faham, ana selesaikan, lalu ganti buku lain.
Semua buku teori judulnya sama, itu-itu juga: Nahwu dan Sharaf.
Sampai ada puluhan bahkan ratusan teori Nahwu (penyusunan kalimat) dan Sharaf (pembentukan kata), karena masing-masing penulis buku itu punya pengalaman berbeda yang membuat mereka bisa bahasa Arab.
Mereka pun menuangkan tulisan tentang teori bahasa Arab dengan sistematika, isi, dan contoh penerapan yang dirasa mudah dipahami oleh pembaca berdasarkan pengalan masing-masing.
Sejauh bacaan ana terhadap buku-buku itu, akhirnya ana simpulkan, ini tips untuk membaca buku teori bahasa Arab yang efektif bagi pemula:
1. Bacalah buku yang tipis
2. Bacalah buku yang satu jilid saja, tidak berjilid-jilid
3. Bacalah buku yang disusun oleh orang Indonesia/Malaysia dan dalam bahasa Indonesia/Malaysia, bukan buku terjemahan.
4. Jika ada bab yang tidak faham, pindah ke halaman selanjutnya.
5. Jika seluruh isi buku itu tidak faham, pindah ke buku yang lainnya.
Prinsipnya, buku itu ditulis untuk memahamkan dan menjelaskan.
Jadi tidak ada buku yang sama sekali tak satupun orang yang dapat memahaminya.
Begitu juga pembaca, dari sekian buku pasti ada satu buku yang mencerahkan dan membuatnya faham.
Jadi, jangan bingung dengan banyaknya buku. Karena masing-masing buku punya konten, titik tekan, fokus dan sistematika berbeda.
Kalau gara-gara banyak buku di toko membuat Antum bingung lantas tidak segera mulai membaca, itulah awal dari masalah.
Ana biasa ditanya "buku apa yang bagus?" Ana jawab, "beli saja buku yang ditemukan. Semua buku bagus. Yang penting dibaca. Kalau tidak paham, simpan. Jangan kapok. Beli buku yang lain. Sumur pun tidak cukup sekali cangkul lantas menyemburkan air. Perlu berkali-kali. Kita jadi mahir bahasa Arab bukan karena membaca buku yang mudah. Tapi karena kita sabar membaca buku demi buku yang awalnya susah lama-lama jadi mudah"
Sekarang, jaman semakin berkembang. Banyak referensi Online.
Ana dan teman-teman juga menyediakan berbagai sarana belajar.
"Kebanyakan Link dan Channel, saya bingung". Itu komentar yang biasa ana dengar.
Ana jelaskan, bahwa berbagai Link itu ibarat buku yang jumlahnya banyak. Tak perlu bingung. Tinggal liat saja isinya, pelajari kontennya dan dapatkan hasilnya.
Tiap Link mengandung isi teknis penyajian berbeda-beda.
Jangan karena bingung, jadi ngga pernah mulai.
Karena ini soal mental. Walau cuma ada satu link, tetap saja ngga akan pernah mulai kalau kesadaran bahwa bahasa Arab itu urgen belum meresap di jiwa.
(bersambung)
- عِشْ حَيَاتَكَ كَمَا يَلِيقُ بِكَ. إِذَا تَعِبْتَ فَاسْتَرِحْ، وَافْعَلْ مَا تُحِبُّ، دُونَ أَنْ تَجْعَلَ الْآخَرِينَ وَطَنًا لَكَ، كُنْ وَطَنًا لِنَفْسِكَ.
- *Hiduplah selayak-layaknya. Jika lelah, beristirahatlah. Lakukan apa yang kamu sukai, tanpa perlu menjadikan manusia lain sebagai rumahmu, jadilah rumah untuk dirimu sendiri.*
- *Hiduplah selayak-layaknya. Jika lelah, beristirahatlah. Lakukan apa yang kamu sukai, tanpa perlu menjadikan manusia lain sebagai rumahmu, jadilah rumah untuk dirimu sendiri.*
Forwarded from Tabrani Ku
Ikuti kursus bahasa Arab online yang dirancang untuk aktivis dakwah agar mahir bahasa Arab & terampil membaca kitab Arab gundul.
TABRANI
Telaah Bahasa Arab Pada Kitab Nizhamul Islam, Takattul & Mafahim
CARA DAFTAR TABRANI
Ketik :
DAFTAR TABRANI
NAMA :
KOTA :
HP :
EMAIL :
Kirim Ke :
Abu Mushab
T.me/HendraSajadah1
wa.me/6285239192759
TABRANI
Telaah Bahasa Arab Pada Kitab Nizhamul Islam, Takattul & Mafahim
CARA DAFTAR TABRANI
Ketik :
DAFTAR TABRANI
NAMA :
KOTA :
HP :
EMAIL :
Kirim Ke :
Abu Mushab
T.me/HendraSajadah1
wa.me/6285239192759
📄*TIGA TIPE MANUSIA*
النَّاسُ ثَلَاثَةٌ: رَجُلٌ شَغَلَهُ مَعَاشُهُ عَنْ مَعَادِهِ فَهُوَ مِنَ الْهَالِكِينَ، وَرَجُلٌ شَغَلَهُ مَعَادُهُ عَنْ مَعَاشِهِ فَهُوَ مِنَ الْفَائِزِينَ، وَالْأَقْرَبُ إلَى الْاِعْتِدَالِ هُوَ الثَّالِثُ الَّذِي شَغَلَهُ مَعَاشُهُ لِمَعَادِهِ فَهُوَ مِنَ الْمُقْتَصِدِينَ.
1️⃣ Orang yang mata pencahariannya mengalihkan perhatiannya dari kehidupan akhirat, maka ia termasuk golongan yang celaka.
2️⃣ Orang yang kehidupan akhiratnya mengalihkan perhatiannya dari mata pencahariannya (di dunia), maka ia termasuk golongan yang beruntung.
3️⃣ Orang yang paling mendekati keseimbangan adalah tipe ketiga, yaitu orang yang disibukkan oleh mata pencahariannya demi (mendukung) kehidupan akhirat, maka ia termasuk golongan yang moderat (tengah-tengah)."
*📔Imam Abu Hamid al-Ghazali, _Ihya' 'Ulumiddin_, Juz II/hlm. 55.*
النَّاسُ ثَلَاثَةٌ: رَجُلٌ شَغَلَهُ مَعَاشُهُ عَنْ مَعَادِهِ فَهُوَ مِنَ الْهَالِكِينَ، وَرَجُلٌ شَغَلَهُ مَعَادُهُ عَنْ مَعَاشِهِ فَهُوَ مِنَ الْفَائِزِينَ، وَالْأَقْرَبُ إلَى الْاِعْتِدَالِ هُوَ الثَّالِثُ الَّذِي شَغَلَهُ مَعَاشُهُ لِمَعَادِهِ فَهُوَ مِنَ الْمُقْتَصِدِينَ.
Manusia terbagi menjadi tiga tipe:1️⃣ Orang yang mata pencahariannya mengalihkan perhatiannya dari kehidupan akhirat, maka ia termasuk golongan yang celaka.
2️⃣ Orang yang kehidupan akhiratnya mengalihkan perhatiannya dari mata pencahariannya (di dunia), maka ia termasuk golongan yang beruntung.
3️⃣ Orang yang paling mendekati keseimbangan adalah tipe ketiga, yaitu orang yang disibukkan oleh mata pencahariannya demi (mendukung) kehidupan akhirat, maka ia termasuk golongan yang moderat (tengah-tengah)."
*📔Imam Abu Hamid al-Ghazali, _Ihya' 'Ulumiddin_, Juz II/hlm. 55.*
📖Sumber Ilmu Islam📖This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
مَنْ عَمِلَ عَمَلاً
لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ
_“Barangsiapa melakukan suatu amalan yang bukan berasal dari kami,_
_maka amalan tersebut tertolak.”_
_(HR. Muslim)_
لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ
_“Barangsiapa melakukan suatu amalan yang bukan berasal dari kami,_
_maka amalan tersebut tertolak.”_
_(HR. Muslim)_
DULU PERNAH (9)
"MENGHAPAL 20 KATA PERHARI, AKHIRNYA MENYERAH"
Hapal itu ada dua tinjauan:
1. Proses Menghapal
2. Hasilnya Hapal
Banyak orang, termasuk ana dulu awal mula belajar #bahasaArab pakai Metode yang pertama, dengan cara memperbanyak kosakata.
Sehari bisa hapal 20 kata. Target 1 bulan 600 kata. Setahun jadinya entah berapa banyak.
Hari-hari pertama asik juga memang. Kemana-mana bawa kamus. Kuning sampulnya. Kamus Indonesia - Arab.
Setiap kata yang sudah dihapal, di-check list, dicontreng.
Eeeh, sekian hari dan minggu berlalu, coba-coba lihat kembali kata-kata yang kemarin-kemarin sudah dicontreng, ternyata banyak yang lepas. Lupa lagi. Ya karena memang jarang dipakai.
Banyak kosakata yang tidak praktis digunakan. Dan keletihan mengingat kembali hapalan yang lalu, itu lebih berat ketimbang menambah puluhan kata baru.
Tapi diantara yang masih nyangkut sampai sekarang cukup banyak. Diantaranya:
ضفدعة
dhifda'ah
dan
بِركَة
birkah
Untuk artinya, cari sendiri ya. Kurang enak kalau ana terjemahin di sini.
🙏
Ana serius lho. Jangan kira mengada-ada.
Di tengah kegalauan karena banyak hapalan kosakata yang lepas, ana diingatkan dan ditegur oleh guru ana, Mas Syafiq (almarhum), Mahasiswa Sastra Arab Unpad, tahun 93.
Waktu itu, di sekretariat Masjid Ibnu Sina, Unpad Jatinangor (tempat yang sangat bersejarah dan penuh cerita indah bagi hidup ana). Beliau memang menjadi salah satu penghuni sekretariat. Beliau ketika memperhatikan ana pegang kamus dan menghapalkan kosakata, langsung menegur "Bukan begitu caranya menghapal. Antum baca aja kitab. Kalau ada kata yang tidak dimengerti baru buka kamus".
Teguran beliau itu sekaligus menjawab kegalauan ana, tentang sering lepasnya hapalan kosakata.
Sejak itu ana ngga pernah menghapal lagi. Dalam artian memproses hapalan banyak kosakata setiap hari. Yang ana lakukan kemudian adalah latihan baca kitab bahasa Arab. Lalu jika ketemu kata yang tidak tahu artinya barulah buka kamus atau bertanya.
Dan karena banyak kata yang berulang ditemukan dalam kitab, akhirnya lama kelamaan hapal dengan sendirinya.
Metode seperti inilah yang ana terus pakai hingga sekarang. Dan juga ana ajarkan ke teman-teman lain.
Lihat 2 poin pada awal tulisan di atas. Bahwa ana lebih memilih yang ke-2. Bagi ana, hapal itu bukan Proses Menghapali. Tapi Hapal adalah Hasil yang diperoleh setelah kita melakukan praktik dan pembiasaan yang berulang-ulang.
Almarhum Mas Syafiq ini juga yang pernah beri tips kepada ana agar memperbanyak koleksi kitab. Walau belum bisa baca. Karena lama-lama kita terdorong untuk belajar agar bisa membaca kitab-kitab itu.
Ada satu lagi tips, kalau memang teman-teman gemar dengan yang namanya Hapalan sebagai sebuah proses. Kalaupun itu tetap mau dilakukan, maka yang ana terapkan seperti ini:
1. Pilih kosakata yang memang berhubungan dengan kegiatan kita sehari-hari. Misalnya CERMIN, GAYUNG/TIMBA, KAMAR MANDI, dll.
Ini adalah contoh-contoh kata yang memang tiap hari kita jumpai.
2. Setelah menemukan bahasa Arabnya, maka sebutkanlah (baik dalam hati atau di pikiran atau langsung ucapan lisan) setiap berjumpa dengan benda-benda itu. Saat bercermin misalnya, ucapkan "mir'âh". Tiap akan masuk kamar mandi, ucapkan "hammâm".
Jadi bukan menghapalkan kata-kata itu kemanapun dan di manapun. Itu malah yang tidak efektif menurut ana. Di taxi nyebut Hammâm, lagi di meja makan nyebut Hammâm, kemanapun nyebut Hammâm, maksudnya supaya hapal. Giliran mau masuk kamar mandi, malah nyanyi "du du du, du du". Arabnya malah ngga kesebut. Kan aneh.
Lihat saja anak-anak kecil, belajar bahasa apapun, mereka hanya bicara dan menyebut sesuatu setiap kali menjumpai bendanya. Hingga lama-lama kenal nama-nama semua benda.
Kalau Anda masih lakukan cara-cara menghapal yang tidak efektif, siap-siap seperti ana: NYERAH.
= = = = =
Share pengalaman ini ke rekan-rekan Antum, semoga jadi inspirasi.
Ajak juga semuanya untuk join di Channel ini:
t.me/Tabraniku
(Channel Solusi Baca Kitab Antum)
Menuju 1 Juta Subscribers
Dan Mari Dukung Misi: Ratakan Nusantara Dengan Bahasa Arab
"MENGHAPAL 20 KATA PERHARI, AKHIRNYA MENYERAH"
Hapal itu ada dua tinjauan:
1. Proses Menghapal
2. Hasilnya Hapal
Banyak orang, termasuk ana dulu awal mula belajar #bahasaArab pakai Metode yang pertama, dengan cara memperbanyak kosakata.
Sehari bisa hapal 20 kata. Target 1 bulan 600 kata. Setahun jadinya entah berapa banyak.
Hari-hari pertama asik juga memang. Kemana-mana bawa kamus. Kuning sampulnya. Kamus Indonesia - Arab.
Setiap kata yang sudah dihapal, di-check list, dicontreng.
Eeeh, sekian hari dan minggu berlalu, coba-coba lihat kembali kata-kata yang kemarin-kemarin sudah dicontreng, ternyata banyak yang lepas. Lupa lagi. Ya karena memang jarang dipakai.
Banyak kosakata yang tidak praktis digunakan. Dan keletihan mengingat kembali hapalan yang lalu, itu lebih berat ketimbang menambah puluhan kata baru.
Tapi diantara yang masih nyangkut sampai sekarang cukup banyak. Diantaranya:
ضفدعة
dhifda'ah
dan
بِركَة
birkah
Untuk artinya, cari sendiri ya. Kurang enak kalau ana terjemahin di sini.
🙏
Ana serius lho. Jangan kira mengada-ada.
Di tengah kegalauan karena banyak hapalan kosakata yang lepas, ana diingatkan dan ditegur oleh guru ana, Mas Syafiq (almarhum), Mahasiswa Sastra Arab Unpad, tahun 93.
Waktu itu, di sekretariat Masjid Ibnu Sina, Unpad Jatinangor (tempat yang sangat bersejarah dan penuh cerita indah bagi hidup ana). Beliau memang menjadi salah satu penghuni sekretariat. Beliau ketika memperhatikan ana pegang kamus dan menghapalkan kosakata, langsung menegur "Bukan begitu caranya menghapal. Antum baca aja kitab. Kalau ada kata yang tidak dimengerti baru buka kamus".
Teguran beliau itu sekaligus menjawab kegalauan ana, tentang sering lepasnya hapalan kosakata.
Sejak itu ana ngga pernah menghapal lagi. Dalam artian memproses hapalan banyak kosakata setiap hari. Yang ana lakukan kemudian adalah latihan baca kitab bahasa Arab. Lalu jika ketemu kata yang tidak tahu artinya barulah buka kamus atau bertanya.
Dan karena banyak kata yang berulang ditemukan dalam kitab, akhirnya lama kelamaan hapal dengan sendirinya.
Metode seperti inilah yang ana terus pakai hingga sekarang. Dan juga ana ajarkan ke teman-teman lain.
Lihat 2 poin pada awal tulisan di atas. Bahwa ana lebih memilih yang ke-2. Bagi ana, hapal itu bukan Proses Menghapali. Tapi Hapal adalah Hasil yang diperoleh setelah kita melakukan praktik dan pembiasaan yang berulang-ulang.
Almarhum Mas Syafiq ini juga yang pernah beri tips kepada ana agar memperbanyak koleksi kitab. Walau belum bisa baca. Karena lama-lama kita terdorong untuk belajar agar bisa membaca kitab-kitab itu.
Ada satu lagi tips, kalau memang teman-teman gemar dengan yang namanya Hapalan sebagai sebuah proses. Kalaupun itu tetap mau dilakukan, maka yang ana terapkan seperti ini:
1. Pilih kosakata yang memang berhubungan dengan kegiatan kita sehari-hari. Misalnya CERMIN, GAYUNG/TIMBA, KAMAR MANDI, dll.
Ini adalah contoh-contoh kata yang memang tiap hari kita jumpai.
2. Setelah menemukan bahasa Arabnya, maka sebutkanlah (baik dalam hati atau di pikiran atau langsung ucapan lisan) setiap berjumpa dengan benda-benda itu. Saat bercermin misalnya, ucapkan "mir'âh". Tiap akan masuk kamar mandi, ucapkan "hammâm".
Jadi bukan menghapalkan kata-kata itu kemanapun dan di manapun. Itu malah yang tidak efektif menurut ana. Di taxi nyebut Hammâm, lagi di meja makan nyebut Hammâm, kemanapun nyebut Hammâm, maksudnya supaya hapal. Giliran mau masuk kamar mandi, malah nyanyi "du du du, du du". Arabnya malah ngga kesebut. Kan aneh.
Lihat saja anak-anak kecil, belajar bahasa apapun, mereka hanya bicara dan menyebut sesuatu setiap kali menjumpai bendanya. Hingga lama-lama kenal nama-nama semua benda.
Kalau Anda masih lakukan cara-cara menghapal yang tidak efektif, siap-siap seperti ana: NYERAH.
= = = = =
Share pengalaman ini ke rekan-rekan Antum, semoga jadi inspirasi.
Ajak juga semuanya untuk join di Channel ini:
t.me/Tabraniku
(Channel Solusi Baca Kitab Antum)
Menuju 1 Juta Subscribers
Dan Mari Dukung Misi: Ratakan Nusantara Dengan Bahasa Arab
Telegram
Tabrani Ku
Agar Jago Baca Kitab Arab Gundul dan Tata Bahasa Arab
> *_Berkata: Musa bin ‘Imran berkata: “Wahai Tuhan, di mana aku mencari-Mu?” Allah menjawab: “Carilah Aku di sisi orang-orang yang hancur hatinya._*
Dalam kitab al-Zuhd, Imam Ahmad bin Hanbal mencatat riwayat tentang Nabi Musa yang bertanya kepada Allah. Berikut riwayatnya:
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ، حَدَّثَنِي أبِي، حَدَّثَنَا سَيَّارٌ، حَدَّثَنَا جَعْفَرٌ، عَنْ عِمْرَانَ الْقَصِيرِ قَالَ: قَالَ مُوسَى بْنُ عِمْرَانَ: أَيْ رَبِّ، أَيْنَ أَبْغِيكَ؟ قَالَ: ابْغِنِي عِنْدَ الْمُنْكَسِرَةِ قُلُوبُهُمْ؛ إِنِّي أَدْنُو مِنْهُمْ كُلَّ يَوْمٍ بَاعًا، وَلَوْلَا ذَلِكَ لَانْهَدَمُوا
_Abdullah bercerita, ayahku bercerita kepadaku, Sayyar bercerita, Ja’far bercerita, dari ‘Imran al-Qashiri, ia berkata: Musa bin ‘Imran berkata: “Wahai Tuhan, di mana aku mencari-Mu?” Allah menjawab: “Carilah Aku di sisi orang-orang yang hancur hatinya. Sesungguhnya Aku dekat dengan mereka setiap hari (sejarak) satu bâ’ (sekitar dua lengan). Jikalau tidak demkian, mereka pasti roboh (binasa).”_
_(Imam Ahmad bin Hanbal, al-Zuhd, Kairo: Dar al-Rayyan li al-Turats, 1992, h. 95)_
Dalam kitab al-Zuhd, Imam Ahmad bin Hanbal mencatat riwayat tentang Nabi Musa yang bertanya kepada Allah. Berikut riwayatnya:
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ، حَدَّثَنِي أبِي، حَدَّثَنَا سَيَّارٌ، حَدَّثَنَا جَعْفَرٌ، عَنْ عِمْرَانَ الْقَصِيرِ قَالَ: قَالَ مُوسَى بْنُ عِمْرَانَ: أَيْ رَبِّ، أَيْنَ أَبْغِيكَ؟ قَالَ: ابْغِنِي عِنْدَ الْمُنْكَسِرَةِ قُلُوبُهُمْ؛ إِنِّي أَدْنُو مِنْهُمْ كُلَّ يَوْمٍ بَاعًا، وَلَوْلَا ذَلِكَ لَانْهَدَمُوا
_Abdullah bercerita, ayahku bercerita kepadaku, Sayyar bercerita, Ja’far bercerita, dari ‘Imran al-Qashiri, ia berkata: Musa bin ‘Imran berkata: “Wahai Tuhan, di mana aku mencari-Mu?” Allah menjawab: “Carilah Aku di sisi orang-orang yang hancur hatinya. Sesungguhnya Aku dekat dengan mereka setiap hari (sejarak) satu bâ’ (sekitar dua lengan). Jikalau tidak demkian, mereka pasti roboh (binasa).”_
_(Imam Ahmad bin Hanbal, al-Zuhd, Kairo: Dar al-Rayyan li al-Turats, 1992, h. 95)_
- *لم يتغير شيء ، إن الطريقة التي أرى بها العالم ليست ممتعة كما كانت من قبل.*
- *Tidak ada yang berubah hanya saja caraku memandang dunia sudah tidak seasik dulu :"*
- *Tidak ada yang berubah hanya saja caraku memandang dunia sudah tidak seasik dulu :"*
❤1
Forwarded from Tabrani Ku
Ikuti kursus bahasa Arab online yang dirancang untuk aktivis dakwah agar mahir bahasa Arab & terampil membaca kitab Arab gundul.
TABRANI
Telaah Bahasa Arab Pada Kitab Nizhamul Islam, Takattul & Mafahim
CARA DAFTAR TABRANI
Ketik :
DAFTAR TABRANI
NAMA :
KOTA :
HP :
EMAIL :
Kirim Ke :
Abu Mushab
T.me/HendraSajadah1
wa.me/6285239192759
TABRANI
Telaah Bahasa Arab Pada Kitab Nizhamul Islam, Takattul & Mafahim
CARA DAFTAR TABRANI
Ketik :
DAFTAR TABRANI
NAMA :
KOTA :
HP :
EMAIL :
Kirim Ke :
Abu Mushab
T.me/HendraSajadah1
wa.me/6285239192759
- لَنْ تَنْتَهِيَ الْأُمُورُ إِذَا اسْتَمْرَرْتَ فِي التَّفْكِيرِ فِيهَا، فَعِشْ حَيَاتَكَ، أَمَّا صُعُوبَتُهَا أَوْ سُهُولَتُهَا، فَدَعْهَا لِلَّهِ يَحْكُمُ فِيهَا.
- *Tidak akan ada habisnya jika semuanya terus dipikirkan, jalani saja, soal sulit atau mudahnya, biar Allah yang menentukan.*
- *Tidak akan ada habisnya jika semuanya terus dipikirkan, jalani saja, soal sulit atau mudahnya, biar Allah yang menentukan.*
❤1
- أَجْمَلُ حُبٍّ هُوَ حِينَ تُحِبُّ شَخْصًا يُحَسِّنُ أَخْلَاقَكَ، وَيُهَدِّئُ نَفْسَكَ، وَيُطْمَئِنُّ قَلْبَكَ.
- *Cinta terindah adalah disaat kamu mencintai seseorang yang membuat akhlakmu semakin baik, jiwamu semakin damai dan hatimu semakin tenang.* 🤍
- *Cinta terindah adalah disaat kamu mencintai seseorang yang membuat akhlakmu semakin baik, jiwamu semakin damai dan hatimu semakin tenang.* 🤍
❤1
- *لا أريد أن أكون مثالا أعلى لأحد. سأعيش حياتي حسب قدراتي الخاصة، ولن أجبر نفسي على أن أكون محبوبا ولن أهتم إذا كنت مكروها أم لا*
- *Tidak ingin menjadi idaman siapapun, akan ku jalani hidup ini sesuai dengan kemampuan diriku sendiri, tidak memaksa untuk dicintai dan tidak peduli mau di benci.*
- *Tidak ingin menjadi idaman siapapun, akan ku jalani hidup ini sesuai dengan kemampuan diriku sendiri, tidak memaksa untuk dicintai dan tidak peduli mau di benci.*
❤1
ثم فجأة يأتي الله بالمساعدة من كل اتجاه.
lalu tanpa di sangka sangka Allah datangkan bantuan dari segala arah.
lalu tanpa di sangka sangka Allah datangkan bantuan dari segala arah.
❤1
Forwarded from Tabrani Ku
Ikuti kursus bahasa Arab online yang dirancang untuk aktivis dakwah agar mahir bahasa Arab & terampil membaca kitab Arab gundul.
TABRANI
Telaah Bahasa Arab Pada Kitab Nizhamul Islam, Takattul & Mafahim
CARA DAFTAR TABRANI
Ketik :
DAFTAR TABRANI
NAMA :
KOTA :
HP :
EMAIL :
Kirim Ke :
Abu Mushab
T.me/HendraSajadah1
wa.me/6285239192759
TABRANI
Telaah Bahasa Arab Pada Kitab Nizhamul Islam, Takattul & Mafahim
CARA DAFTAR TABRANI
Ketik :
DAFTAR TABRANI
NAMA :
KOTA :
HP :
EMAIL :
Kirim Ke :
Abu Mushab
T.me/HendraSajadah1
wa.me/6285239192759
تَأَنَّى - يَتَأَنِّيْ
Makna: Sabar, tidak tergesa-gesa.
تَمَنَّى - يَتَمَنَّى
Makna: Ingin, menginginkan, berharap, mendambakan
نَالَ - يَنَالُ
Makna: Memperoleh, mendapatkan, mencapai
Contoh:
Lihat gambar
Artinya: Barangsiapa yang bersabar, maka ia akan memperolah apa yang ia dambakan.
=====
T.me/Tabraniku
Makna: Sabar, tidak tergesa-gesa.
تَمَنَّى - يَتَمَنَّى
Makna: Ingin, menginginkan, berharap, mendambakan
نَالَ - يَنَالُ
Makna: Memperoleh, mendapatkan, mencapai
Contoh:
Lihat gambar
Artinya: Barangsiapa yang bersabar, maka ia akan memperolah apa yang ia dambakan.
=====
T.me/Tabraniku
https://www.facebook.com/share/p/1Bsk9Ja43C/
DULU PERNAH (10)
"KURSUS, PERTEMUAN PERTAMA SEKALIGUS TERAKHIR"
Setting dan Latarnya, di Masjid Al Hikmat, Ciséké, Jatinangor. Lagi dan lagi. Di Masjid yang sama. Yang di tulisan lalu sempat ana sebut.
Itu masjid masyarakat warga Ciséké. Pengurusnya Kang Asep, warga asli Ciséké. Ketua Karang Taruna, yang wawasannya cukup luas, enak diajak diskusi, retorikanya juga cukup OK. Sesekali kami undang beliau isi pengajian ke mahasiswa. Ketua DKM Al Hikmat adalah orang tua Kang Asep, purnawirawan TNI kalau tidak salah.
Kami, mahasiswa diberi kebebasan untuk meramaikan masjid itu dengan kursus bahasa Arab dan terutama kajian-kajian. Alhamdulillah.
Banyak sekali kenangan di Masjid ini. Tentang Cinta, juga kayanya ada tersangkut kenangan di sana. 😂
Udah, udah. Kembali ke soal nama Asep. 😄. Ada satu Asep lagi. Yaitu Dr. Asep Agus Handaka. Waktu itu belum Doktor. Masih Fresh Graduate dari Fakultas Pertanian, UNPAD. Kami memanggilnya Kang Munawwar (yang disinari cahaya). Yah, karena orangnya ngga bisa marah. Wajahnya mulus. Cerah selalu. Entah pakai kosmetik apa beliau. Bahkan sampai sekarang, ngga ada tampak perubahan sedikit pun di wajah beliau. Padahal sudah lebih 20 tahun berlalu.
Ana dengar kabar, Kang Munawwar buka kursus bahasa Arab, gratis.
Di Al Hikmat. Semangat sekali ana menyambutnya. Ana pun hadir di hari yang ditentukan.
Mungkin karena ana datang agak terlambat, jadi begitu duduk di Masjlis...(Majlis).....Masjlis....(Majlis)...Masjlis (Majlis), [Curhat dong Maaaah 😅]...
jadi begitu duduk di Majlis itu, yang pesertanya hanya tiga atau empat orang, di papan tulis sudah ada separuh tulisan Kang Munawwar. Isinya Tabel Wazan.
Kami pun menunggu, hingga beliau menyelesaikan penulisannya di white board. Penuh wahite board itu, isinya Tabel Wazn memanjang, seperti gambar di bawah tulisan ini. PENING! 😅
Tak ada kata dan tak ada suara. Beliau fokus menulis di white board.
Begitu usai, barulah beliau mengeluarkan kata-kata yang sangat menggemparkan dan mengejutkan: "ini dihapal ya"
😱😓😥😷🤒😵😪🤐🤕 🔫
Dan itu adalah sejarah paling dramatis sepanjang ana belajar bahasa Arab tatap muka.
Satu kali pertemuan, tiada banyak kata, tiada ramai ucapan, hanya satu pesan singkat "ini dihapal ya", dan kami pun pulang.
Lebih dramatis lagi, itu adalah pertemuan pertama dan terakhir kursus yang dibimbing oleh Kang Munawwar.
Entah apa, entah mengapa, entah bagaimana, tak ada pertemuan ke-2, apalagi ke-12, apalagi ke-21, lebih-lebih lagi ke-212.
Tapi ada hikmah besar yang ana dapat. Kang Munawwar adalah 1 dari sekitar 6 orang guru yang pernah mengajari ana dengan tatap muka, selama di Bandung.
Artinya, ada 6 karakteristik cara guru mengajar yang memperkaya memori ana. Yang di tahun-tahun berikutnya ana ramu semua karakter itu menjadi 1.
Tentu ada banyak improvisasi yang ana lakukan. Tapi keenam karakteristik itu ikut meramaikan warna.
Pesan penting di tulisan ini:
1. Jangan pernah berniat untuk berhenti kursus. Sampai kelompok kursus itu bubar. Ana, dari 6 guru itu, ana ngga pernah mundur dari 1 kelompok pun. Bubarnya kursus itulah yang membuat ana ikut terhenti
2. Manfaatkanlah setiap kesempatan. Siapapun yang buka kursus, di manapun itu, dan jangan tanya siapa yang ngajar. Karena bukan porsi Anda untuk menyeleksi guru. Asalkan sesuai dengan isi kantong Anda, ikut. Atau jika kontribusi biayanya tak sesuai isi saku, usahakan cari kerja tambahan, jangan ragu sama Arrazzaaq, Maha Pemberi Rezeki.
3. Kalau cita-cita untuk bisa #bahasaArab itu sudah mengalir di diri Antum, dan terus Antum rawat, maka itu lama-kelamaan akan jadi gelombang hebat. Arusnya akan terus menerjang. Dan tak ada yang bisa hentikan Antum untuk terus belajar, belajar, belajar, dan berlatih, berlatih, berlatih, serta praktik, praktik, praktik.
Bahkan kalau seluruh guru menutup kursus, seluruh kelompok kursus gulung tikar pun Anda takkan ikut berhenti. Selalu cari cara agar pengetahuan bahasa Arab terus bertambah, hari demi hari.
T.me/Tabraniku
#Tabrani
DULU PERNAH (10)
"KURSUS, PERTEMUAN PERTAMA SEKALIGUS TERAKHIR"
Setting dan Latarnya, di Masjid Al Hikmat, Ciséké, Jatinangor. Lagi dan lagi. Di Masjid yang sama. Yang di tulisan lalu sempat ana sebut.
Itu masjid masyarakat warga Ciséké. Pengurusnya Kang Asep, warga asli Ciséké. Ketua Karang Taruna, yang wawasannya cukup luas, enak diajak diskusi, retorikanya juga cukup OK. Sesekali kami undang beliau isi pengajian ke mahasiswa. Ketua DKM Al Hikmat adalah orang tua Kang Asep, purnawirawan TNI kalau tidak salah.
Kami, mahasiswa diberi kebebasan untuk meramaikan masjid itu dengan kursus bahasa Arab dan terutama kajian-kajian. Alhamdulillah.
Banyak sekali kenangan di Masjid ini. Tentang Cinta, juga kayanya ada tersangkut kenangan di sana. 😂
Udah, udah. Kembali ke soal nama Asep. 😄. Ada satu Asep lagi. Yaitu Dr. Asep Agus Handaka. Waktu itu belum Doktor. Masih Fresh Graduate dari Fakultas Pertanian, UNPAD. Kami memanggilnya Kang Munawwar (yang disinari cahaya). Yah, karena orangnya ngga bisa marah. Wajahnya mulus. Cerah selalu. Entah pakai kosmetik apa beliau. Bahkan sampai sekarang, ngga ada tampak perubahan sedikit pun di wajah beliau. Padahal sudah lebih 20 tahun berlalu.
Ana dengar kabar, Kang Munawwar buka kursus bahasa Arab, gratis.
Di Al Hikmat. Semangat sekali ana menyambutnya. Ana pun hadir di hari yang ditentukan.
Mungkin karena ana datang agak terlambat, jadi begitu duduk di Masjlis...(Majlis).....Masjlis....(Majlis)...Masjlis (Majlis), [Curhat dong Maaaah 😅]...
jadi begitu duduk di Majlis itu, yang pesertanya hanya tiga atau empat orang, di papan tulis sudah ada separuh tulisan Kang Munawwar. Isinya Tabel Wazan.
Kami pun menunggu, hingga beliau menyelesaikan penulisannya di white board. Penuh wahite board itu, isinya Tabel Wazn memanjang, seperti gambar di bawah tulisan ini. PENING! 😅
Tak ada kata dan tak ada suara. Beliau fokus menulis di white board.
Begitu usai, barulah beliau mengeluarkan kata-kata yang sangat menggemparkan dan mengejutkan: "ini dihapal ya"
😱😓😥😷🤒😵😪🤐🤕 🔫
Dan itu adalah sejarah paling dramatis sepanjang ana belajar bahasa Arab tatap muka.
Satu kali pertemuan, tiada banyak kata, tiada ramai ucapan, hanya satu pesan singkat "ini dihapal ya", dan kami pun pulang.
Lebih dramatis lagi, itu adalah pertemuan pertama dan terakhir kursus yang dibimbing oleh Kang Munawwar.
Entah apa, entah mengapa, entah bagaimana, tak ada pertemuan ke-2, apalagi ke-12, apalagi ke-21, lebih-lebih lagi ke-212.
Tapi ada hikmah besar yang ana dapat. Kang Munawwar adalah 1 dari sekitar 6 orang guru yang pernah mengajari ana dengan tatap muka, selama di Bandung.
Artinya, ada 6 karakteristik cara guru mengajar yang memperkaya memori ana. Yang di tahun-tahun berikutnya ana ramu semua karakter itu menjadi 1.
Tentu ada banyak improvisasi yang ana lakukan. Tapi keenam karakteristik itu ikut meramaikan warna.
Pesan penting di tulisan ini:
1. Jangan pernah berniat untuk berhenti kursus. Sampai kelompok kursus itu bubar. Ana, dari 6 guru itu, ana ngga pernah mundur dari 1 kelompok pun. Bubarnya kursus itulah yang membuat ana ikut terhenti
2. Manfaatkanlah setiap kesempatan. Siapapun yang buka kursus, di manapun itu, dan jangan tanya siapa yang ngajar. Karena bukan porsi Anda untuk menyeleksi guru. Asalkan sesuai dengan isi kantong Anda, ikut. Atau jika kontribusi biayanya tak sesuai isi saku, usahakan cari kerja tambahan, jangan ragu sama Arrazzaaq, Maha Pemberi Rezeki.
3. Kalau cita-cita untuk bisa #bahasaArab itu sudah mengalir di diri Antum, dan terus Antum rawat, maka itu lama-kelamaan akan jadi gelombang hebat. Arusnya akan terus menerjang. Dan tak ada yang bisa hentikan Antum untuk terus belajar, belajar, belajar, dan berlatih, berlatih, berlatih, serta praktik, praktik, praktik.
Bahkan kalau seluruh guru menutup kursus, seluruh kelompok kursus gulung tikar pun Anda takkan ikut berhenti. Selalu cari cara agar pengetahuan bahasa Arab terus bertambah, hari demi hari.
T.me/Tabraniku
#Tabrani
«إِذَا رَأَيْتَ النَّاسَ يَتَنَافَسُونَ عَلَى الدُّنْيَا، فَنَافِسْهُمْ عَلَى الْآخِرَةِ؛ فَالدُّنْيَا تَزُولُ، وَالْآخِرَةُ هِيَ الْبَاقِيَةُ. لَبَّيْكَ، إِنَّ الْعَيْشَ عَيْشُ الْآخِرَةِ.»
Ketika suatu hari engkau melihat manusia berlari—
saling mendahului, saling menyingkirkan—
demi dunia yang berkilau sesaat, maka berhentilah sejenak…
lalu pilih jalan yang berbeda.
Biarkan mereka berlomba mengumpulkan apa yang akan ditinggalkan,
dan engkau berlombalah mengejar apa yang akan menetap.
_Sebab dunia, seindah apa pun, akan memudar dan pergi tanpa pamit._
Sedangkan akhirat, meski tak terlihat,
adalah *rumah yang* *benar-benar menunggu.*
Dan di saat hatimu hampir terpesona oleh gemerlap dunia,
ucapkanlah dalam diam:
“Labbaik… sesungguhnya hidup yang sebenar-benarnya adalah hidup di akhirat.”
*Kalimat itu bukan penolakan terhadap dunia, melainkan pengingat agar hati tak pernah menjadikannya tujuan akhir.*
Ketika suatu hari engkau melihat manusia berlari—
saling mendahului, saling menyingkirkan—
demi dunia yang berkilau sesaat, maka berhentilah sejenak…
lalu pilih jalan yang berbeda.
Biarkan mereka berlomba mengumpulkan apa yang akan ditinggalkan,
dan engkau berlombalah mengejar apa yang akan menetap.
_Sebab dunia, seindah apa pun, akan memudar dan pergi tanpa pamit._
Sedangkan akhirat, meski tak terlihat,
adalah *rumah yang* *benar-benar menunggu.*
Dan di saat hatimu hampir terpesona oleh gemerlap dunia,
ucapkanlah dalam diam:
“Labbaik… sesungguhnya hidup yang sebenar-benarnya adalah hidup di akhirat.”
*Kalimat itu bukan penolakan terhadap dunia, melainkan pengingat agar hati tak pernah menjadikannya tujuan akhir.*
Forwarded from Rayah Channel
Rasulullah saw bersabda :
مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ فِى يَوْمِ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ
“Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jum’at, dia akan disinari cahaya di antara dua Jum’at.”
(HR. An Nasa’i dan Baihaqi).
#KhilafahAjaranIslam
#CintaIslamMedia
#CintaNabiCintaIslam
#CintaNabiTegakkanSyariah
#CintaNabiWujudkanKeadilan
#CintaNabiLenyapkanKezaliman
#CintaNabiIndonesiaBerkah
_________________________________
Follow us : @cinta_islam_media
Follow us : @cinta_islam_media
-------------------------------------------------------
Link fb : https://www.facebook.com/cinta.i.medina
Link FanPage : https://m.facebook.com/Cinta-Islam-Media-109137344199218/
Link Twitter : https://mobile.twitter.com/cintaislammedia
Link IG : https://www.instagram.com/cinta_islam_media/
#inspirasiislam #quotesislami #sahabatsurga #beraniberhijrah #belajarislam #ayonikah #puisiislam #dakwahvisual #hijrahsquad #pecintaalquran #negriakhirat #cintaislammedia
مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ فِى يَوْمِ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ
“Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jum’at, dia akan disinari cahaya di antara dua Jum’at.”
(HR. An Nasa’i dan Baihaqi).
#KhilafahAjaranIslam
#CintaIslamMedia
#CintaNabiCintaIslam
#CintaNabiTegakkanSyariah
#CintaNabiWujudkanKeadilan
#CintaNabiLenyapkanKezaliman
#CintaNabiIndonesiaBerkah
_________________________________
Follow us : @cinta_islam_media
Follow us : @cinta_islam_media
-------------------------------------------------------
Link fb : https://www.facebook.com/cinta.i.medina
Link FanPage : https://m.facebook.com/Cinta-Islam-Media-109137344199218/
Link Twitter : https://mobile.twitter.com/cintaislammedia
Link IG : https://www.instagram.com/cinta_islam_media/
#inspirasiislam #quotesislami #sahabatsurga #beraniberhijrah #belajarislam #ayonikah #puisiislam #dakwahvisual #hijrahsquad #pecintaalquran #negriakhirat #cintaislammedia
Forwarded from Rayah Channel
Bersedekah untuk Rumah Tahfidz, rumah untuk mencetak para hafidz hafidzah Indonesia wa bil khusus Program Tahfidz Al Qur'an di Daerah Minoritas Muslim di Nusa Tenggara Timur
Rumah Tahfidz Bait Qurany Mutiara Umat Kota Kupang berikhtiar untuk mencetak generasi muda Islam yang bukan hanya menghafal Al Qur'an tetapi berjiwa ulama besar.
Menguasai hadis-hadis, doa-doa dan berakhlakul karimah. Semoga ketika dewasa menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan Syariat Islam Kaffah. Membumikan Al Qur'an sebagai pedoman dan pandangan hidup manusia. Bukankah manusia tidak akan tersesat selama-lamanya selama istiqomah mengamalkan Kitabullah (Al Qur'an) dan Sunnah Nabi (Al Hadist).
Yuk dukung Rumah Tahfidz Bait Qurany Mutiara Umat Kota Kupang Prov NTT dengan bersedekah atau berinfaq. Mendukung programnya berarti turut serta dalam memperjuangkan dakwah Al Quran di bumi Flobamora.
Sayangilah keluarga Allah di bumi ini semoga Allah SWT menyayangi kita. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Allah mempunyai keluarga diantara manusia.” Para sahabatpun bertanya? “Siapakah mereka ya Rasulullah?” Rasul menjawab, “Para ahli Al Qur’an. Mereka keluarga Allah dan pilihan-pilihan-Nya” (HR Ahmad).
https://t.me/baitquranymutiaraumatNTT
Salurkan infaq terbaik anda bagi para Ahli Al Quran di bumi Flobamora ini. Untuk program Tahfiz di Pulau Timor NTT (minoritas Muslim). Salurkan sedekahnya ke rekening:
*BSI 7177886259*
*BNI 0281447956*
*BRI 736101011303531*
A.N.Hendra Mohammad Dahlan Bala
Konfirmasi ke WA 085239192759
Semoga Allah SWT melipatgandakan rezekinya, memberkahi pahalanya dan memudahkan masuk ke surganya Aamiin ya Rabb 'Aalamiin
BaarakaAllahu fiikum😊
Rumah Tahfidz Bait Qurany Mutiara Umat Kota Kupang berikhtiar untuk mencetak generasi muda Islam yang bukan hanya menghafal Al Qur'an tetapi berjiwa ulama besar.
Menguasai hadis-hadis, doa-doa dan berakhlakul karimah. Semoga ketika dewasa menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan Syariat Islam Kaffah. Membumikan Al Qur'an sebagai pedoman dan pandangan hidup manusia. Bukankah manusia tidak akan tersesat selama-lamanya selama istiqomah mengamalkan Kitabullah (Al Qur'an) dan Sunnah Nabi (Al Hadist).
Yuk dukung Rumah Tahfidz Bait Qurany Mutiara Umat Kota Kupang Prov NTT dengan bersedekah atau berinfaq. Mendukung programnya berarti turut serta dalam memperjuangkan dakwah Al Quran di bumi Flobamora.
Sayangilah keluarga Allah di bumi ini semoga Allah SWT menyayangi kita. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Allah mempunyai keluarga diantara manusia.” Para sahabatpun bertanya? “Siapakah mereka ya Rasulullah?” Rasul menjawab, “Para ahli Al Qur’an. Mereka keluarga Allah dan pilihan-pilihan-Nya” (HR Ahmad).
https://t.me/baitquranymutiaraumatNTT
Salurkan infaq terbaik anda bagi para Ahli Al Quran di bumi Flobamora ini. Untuk program Tahfiz di Pulau Timor NTT (minoritas Muslim). Salurkan sedekahnya ke rekening:
*BSI 7177886259*
*BNI 0281447956*
*BRI 736101011303531*
A.N.Hendra Mohammad Dahlan Bala
Konfirmasi ke WA 085239192759
Semoga Allah SWT melipatgandakan rezekinya, memberkahi pahalanya dan memudahkan masuk ke surganya Aamiin ya Rabb 'Aalamiin
BaarakaAllahu fiikum😊
Telegram
Bait Qur'any Mutiara Umat NTT
Channel Berisi Kegiatan Tahfiz Bait Qur'any Mutiara Umat Kab. TTS Provinsi Nusa Tenggara Timur (Daerah Minoritas Muslim)