Wido Supraha
4.02K subscribers
1.08K photos
159 videos
375 files
1.57K links
Bersama Meniti Jalan Menuju Jannah
Download Telegram
#IslamIsBeautiful
Shalawat Energi Membaharukan

Sahabat, mari sentiasa bershalawat. Tiada batasan dalam redaksi shalawat sepanjang yang kami ketahui, sehingga selain redaksi yang diajarkan Nabi Muhammad ﷺ, kita pun dapat menggunakan teks redaksi selainnya, selama kandungan maknanya tidak mengandung kesyirikan.

Di antara lafazh shalawat yang sering digunakan di tanah air adalah, sbb.:

اللَهُمَّ صَلِّ عَلَي سَيِّدِنَا مُحمَدٍ صَلاَةٌ تُنْجيْنَا بِهَا مِنَ جَمِيْعَ الأهَوْاَلِ وَالأَفَاتِ وَتَقْضِي لَنَا بها جَمِيعَ الحَاجَاتِ وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ السَيّئاتِ وَتَرْفَعُنَا بِهَا عِنْدَكَ أَعْلَي الدَرَجَاتِ وَتُبَلّغُنَا بِهَا أَقْصَي الغَايَاتِ مِنْ جَمِيْعِ الخَيرَاتِ فِي الحَيَاةِ وَبَعْدَ المَمَاتِ برحمتك يا أرحم الراحمين

Ya Allah limpahkanlah rahmat kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ, yang dengan shalawat itu, Engkau akan menyelamatkan kita dari semua keadaan yang menakutkan dan dari semua cobaan. Dan dengan shalawat itu, Engkau akan mengabulkan hajat kami. Dan dengan shalawat itu, Engkau akan membersihkan kita dari semua keburukan/kesalahan. Dan dengan shalawat itu, Engkau akan mengangkat kami ke derajat paling tinggi.Dan dengan shalawat itu pula, Engkau akan menyampaikan kami kepada tujuan yang paling sempurna dalam semua kebaikan, ketika hidup dan setelah mati. Dengan rahmatu-Mu, wahai Sang Pemberi Rahmat.

Join Channel: t.me/supraha
📚 *#MewaspadaiAliranEkstrim 02*
Benarkah jika seseorang beribadah dengan sesuatu yang Nabi Muhammad ﷺ tidak pernah melakukannya maka ibadah yang dilakukannya *PASTI* terhukumi _bid'ah_ ?

Nabi Muhammad ﷺ diketahui belum pernah melakukan shalat Ayat Takhwif, apakah kita boleh mengerjakannya? Mengetahui hakikatnya pun kita belum tahu ya.

Shalat ini dikerjakan saat kondisi ketakutan seperti karena perubahan alam yang ekstrim, sehingga disamakan dengan shalat gerhana.

Berkata asy-Syaikh Muhammad ibn Shālih al-'Utsaimin (w. 1421 H) rahimahullahu ta'ala:

القول الثالث: يصلى لكل آية تخويف... وهذا الأخير هو اختيار شيخ الإسلام ابن تيمية ـ رحمه الله ـ، له قوة عظيمة. وهذا هو الراجح. (الشرح الممتع على زاد المستقنع، محمد بن صالح بن محمد العثيمين (المتوفى: 1421هـ)، 5/ 194)

Pendapat ketiga: shalat setiap ada tanda atau fenomena alam yang menakutkan. Pendapat ini adalah pilihan dari Ibnu Taimiyyah (w. 728 H), dalilnya kuat dan inilah pendapat yang rajih. (Muhammad bin Shalih al-Utsaimin w. 1421 H, as-Syarh al-Mumti’, h. 5/ 194)

Mengapa Syaikh Utsaimin membolehkannya? Karena beliau melakukan Istidlal dengan salah satu sumber hukum dalam Islam yang dapat dijadikan pijakan dan landasan berpikir.

Mengerjakannya sama seperti tata cara shalat Gerhana.

Salam Ta'zhim,
Wido Supraha
Join Channel: t.me/supraha
Audio
Dr. Wido Supraha - Metodologi Kembali kepada Al-Qur'ān dan As-Sunnah Komprehensif 01
Media is too big
VIEW IN TELEGRAM
Wawancara Dr. Wido Supraha bersama Ulama Wanita Indonesia, Prof. Dr. Huzaemah Tauhid Tanggo, Ketua MUI Pusat Bidang Fatwa
Panduan-Program-CPPBT-PT-2018
1.7 MB
Panduan-Program-CPPBT-PT-2018
-Sahabat Adab-
Bantu Like & Share yah

https://youtu.be/IymFca4JwMo

Video ini diproduksi oleh tim kami dari Yayasan Adab Insan Mulia.
Audio
Dr. Wido Supraha - Hikmah Tarbiyah Nabi di masa mudanya.
Photo from Wido Supraha
Wido Supraha
Photo
"Saat dahulu kami bakar Masjid Al-Aqsha, aku tak bisa tidur sepanjang malam khawatir rakyat Arab memasuki negara Israel berbondong-bondong dari berbagai penjuru. Namun paginya saat matahari terbit ternyata kondisi aman. Sejak itu aku berpikir bahwa kami bisa berbuat apapun yang kami mau, karena yang kami hadapi ternyata hanyalah Umat yang Tidur."

(Perdana Menteri Israel, Golda Meir)
Sahabat mari kita sukseskan bersama.
🍂🌾 Tanya Jawab Metodologi Studi Islam

🔴 #MewaspadaiAliranEkstrim 0⃣3⃣

👳🏼 Oleh: Dr. Wido Supraha


🧕♂Pertanyaan:

Benarkah jika seseorang beribadah dengan sesuatu yang Nabi Muhammad ﷺ tidak pernah melakukannya maka ibadah yang dilakukannya *PASTI* terhukumi _bid'ah_ ?

🏜 Jawaban

Wa 'alaikumussalām wa rahmatullāh,

Berikut jawaban saya untuk pertanyaan yang sama dengan dalil ketiga.

عَنْ أَبِى سَعِيدٍ الْخُدْرِىِّ أَنَّ نَاسًا مِنْ أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَانُوا فى سَفَرٍ فَمَرُّوا بِحَىٍّ مِنْ أَحْيَاءِ الْعَرَبِ فَاسْتَضَافُوهُمْ فَلَمْ يُضِيفُوهُمْ. فَقَالُوا لَهُمْ هَلْ فِيكُمْ رَاقٍ فَإِنَّ سَيِّدَ الْحَىِّ لَدِيغٌ أَوْ مُصَابٌ. فَقَالَ رَجُلٌ مِنْهُمْ نَعَمْ فَأَتَاهُ فَرَقَاهُ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ فَبَرَأَ الرَّجُلُ فَأُعْطِىَ قَطِيعًا مِنْ غَنَمٍ فَأَبَى أَنْ يَقْبَلَهَا. وَقَالَ حَتَّى أَذْكُرَ ذَلِكَ لِلنَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم-. فَأَتَى النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- فَذَكَرَ ذَلِكَ لَهُ. فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَاللَّهِ مَا رَقَيْتُ إِلاَّ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ. فَتَبَسَّمَ وَقَالَ « وَمَا أَدْرَاكَ أَنَّهَا رُقْيَةٌ ». ثُمَّ قَالَ « خُذُوا مِنْهُمْ وَاضْرِبُوا لِى بِسَهْمٍ مَعَكُمْ »

Dari Abu Sa’id al-Khudri r.a., bahwa ada sekelompok sahabat Rasūlullāh ﷺ dahulu berada dalam perjalanan, lalu melewati suatu perkampungan 'Arab. Saat itu mereka meminta untuk dijamu, namun penduduk kampung tersebut enggan untuk menjamu. Penduduk kampung tersebut lantas berkata pada para  sahabat yang mampir, “Apakah di antara kalian ada yang bisa meruqyah, karena pembesar kampung tersebut tersengat binatang atau terserang demam.”
Di antara para sahabat lantas berkata, “Ada.” Lalu ia pun mendatangi pembesar tersebut dan ia meruqyahnya dengan membaca surat Al-Fatihah. Akhirnya, pembesar tersebut sembuh. Lalu yang membacakan ruqyah tadi diberikan seekor kambing, namun ia enggan menerimanya. Ia mau menerima, sampai kisah tadi diceritakan pada Nabi ﷺ. Lalu ia mendatangi Nabi ﷺ dan menceritakan kisahnya tadi pada beliau. Ia berkata, “Ya Rasūlullāh, aku tidaklah meruqyah kecuali dengan membaca surat Al Fatihah.” Rasūlullāh ﷺ lantas tersenyum dan berkata, “Bagaimana engkau bisa tahu Al Fatihah adalah ruqyah?”
Beliau pun bersabda, “Ambil kambing tersebut dari mereka dan potongkan untukku sebagiannya bersama kalian.”[1]

♦️ Perhatikanlah bahwa sahabat Nabi ber-Islam dengan metodologi yang benar. Ia terbiasa tadabbur Al-Qur'ān sehingga mendapatkan prinsip-prinsip ushul yang menjadikan sahabat berani melakukan sesuatu yang tidak pernah diketahuinya pernah dilakukan oleh Nabiuhammad ﷺ

♦️ Hasil tadabbur-nya mendorongnya di atas keyakinan yang kuat bahwa Surat al-Fatihah, Ummul Kitāb, Ummul Qur'ān, sebagai surat yang paling prioritas dijadikan sebagai ayat ruqyah

♦️ Hal ini dengan sangat jelas terlihat dari pertanyaan Nabi ﷺ:
“Bagaimana engkau bisa tahu Al Fatihah adalah ruqyah?”

♦️ Sahabat khawatir bukan pada perkara baru yang dibuatnya dalam persoalan ibadah, namun justeru yang dikhawatirkannya ada pada persoalan mu'amalah, hubungan manusia dengan manusia, dalam konteks ini terkait kebolehan menerima hadiah yang dianggap upah atas ruqyahnya

Wallāhu a'lam,

📚 Referensi
📕 HR. Bukhari No. 5736 dan Muslim No. 2201
__
💠 Facebook: www.facebook.com/wido.supraha
📷 Instagram: www.instagram.com/supraha
🐦 Twitter: www.twitter.com/supraha
📠 Telegram: telegram.me/supraha
#TadabburAyat

🍂 MAKNA AL-ILAH 🌾

👳🏼 Oleh: Dr. Wido Supraha


قُلْ لَوْ كَانَ مَعَهُ آلِهَةٌ كَمَا يَقُولُونَ إِذًا لَابْتَغَوْا إِلَىٰ ذِي الْعَرْشِ سَبِيلًا

Katakanlah (Muhammad), “Jika ada tuhan-tuhan di samping-Nya, sebagai-mana yang mereka katakan, niscaya tuhan-tuhan itu mencari jalan kepada Tuhan yang mempunyai ’Arsy.”

📕 Surat Al-Isrā' [17] ayat 42

♦️ Al-ilah adalah sesuatu yang kita meras tentram, terlindungi, merindui, hingga selalu cenderung kepadanya

♦️ Intensitas kedekat dengan al-Ilah akan membawa seseorang pada kecintaan dan ketundukan sempurna yang mengarah pada penghambaan, pada saat itu tanpa sadar ia telah menyembahnya

♦️ Muncullah kalimat konsep hidup seperti: "Aku tidak bisa hidupmu" atau "Aku rela menyerahkan segalanya untukmu", konsep-konsep penghambaan yang akan hina jima ditujukan kepada makhluk

♦️ Islam dengan demikian mendorong manusia untuk membersihkan jiwanya dari seluruh Ilah dan penghambaan kepada mereka, kecuali menghadirkan hanya satu Ilah semata, Allah Jalla Jalāluh.

♦️ Lahirlah konsep hidup, "Tidak ada yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah saja."

Wallāhu a'lam,
__
💠 Facebook: www.facebook.com/wido.supraha
📷 Instagram: www.instagram.com/supraha
🐦 Twitter: www.twitter.com/supraha
📠 Telegram: telegram.me/supraha
#IslamIsBeautiful
DAMPAK MENGKAJI DEMONSTRASI DENGAN FANATISME GOLONGAN
Hari ini muncul banyak kajian sempalan yang menghukumi demonstrasi itu haram, tanpa ada diskusi sama sekali. Bahkan terdapat di antara pengajarnya yang menyebutkan mereka yang berdemonstrasi laksana kebun binatang, yang lainnya menyebutkan agar pendemo layak dibunuh jika tidak mau dibubarkan, yang lainnya menghukumi bid'ah, dan banyak fatwa mulai dari sangat menggelikan sampai sangat mengkhawatirkan kerukunan bangsa.

Demonstrasi di negeri dimana demonstrasi dijadikan satu instrumen yang disediakan konstitusi untuk menyampaikan pendapat, demonstrasi yang tidak melahirkan kerusakan alam, demonstrasi yang tidak menghinakan pemimpin, demonstrasi yang berjalan tertib dalam skala masif, tidak pernah mau mereka kaji secara ilmiah. Demikianlah, bahaya menghadiri kajian-kajian sempalan yang hanya melahirkan manusia terdogma produk, bukan manusia yang berpikir mendalam.

Kajian yang saya posting ini cukup menarik, mendengarkan jawaban murid dari Fadilatusysyaikh Bin Bāz, imam Masjid Quba, yang mengajak mereka agar mengaji dengan metodologi yang benar agar tidak lahir fanatisme buta dan ekstrimisme. Klik linknya di: https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1529826917036653&id=581188611900493

Wido Supraha II
__
💠 Facebook: www.facebook.com/wido.supraha
📷 Instagram: www.instagram.com/supraha
🐦 Twitter: www.twitter.com/supraha
📠 Telegram: telegram.me/supraha