http://www.facebook.com/suprahawido
Tulisan kami juga selalu kami posting di FB yang alamatnya di atas. Alamat di atas khusus posting tulisan kami. Dapat dimanfaatkan, jika ada faidahnya, semoga jadi jariyah.
Klik Like di link FB tersebut jika sahabat hendak mendapatkan notifikasi tulisan terbaru.
_Barakallahulana wa lakum._
Tulisan kami juga selalu kami posting di FB yang alamatnya di atas. Alamat di atas khusus posting tulisan kami. Dapat dimanfaatkan, jika ada faidahnya, semoga jadi jariyah.
Klik Like di link FB tersebut jika sahabat hendak mendapatkan notifikasi tulisan terbaru.
_Barakallahulana wa lakum._
Berikut ini tulisan khusus dari salah satu guru kami, semoga bermanfaat:
*Worldview Pancasila*
Oleh: Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi
Pancasila sebenarnya bukan hanya sekedar dasar Negara atau bernegara, tapi filosofi dasar dari Negara dan bernegara. Soekarno menyebut Pancasila sebagai philosophische grondslag” (filosofi dasar). Filosofi dasar sebenarnya tidak lain dari “Weltanschauung” (pandangan hidup) atau bahasa Inggeris-nya Worldview.
Worldview atau Weltanschauung adalah kepercayaan, perasaan dan apa-apa yang terdapat dalam pikiran orang yang berfungsi sebagai motor bagi keberlangsungan dan perubahan sosial dan moral (Ninian Smart). Secara praktis worldview berarti asas setiap perilaku manusia, sebab setiap aktifitas manusia mencerminkan pandangan hidupnya. (Alparslan Acikgence). Worldview dapat pula disejajarkan dengan paradigm yaitu seperangkat keyakinan mendasar yang memandu tindakan kita, baik tindakan keseharian maupun dalam penyelidikan Ilmiyah (Thomas Kuhn).
Jika Pancasila adalah sebuah worldview bangsa Indonesia, maka ia harus berfungsi menjadi motor bagi keberlangsungan dan perubahan sosial dan moral. Pancasila harus menjadi asas setiap perilaku bangsa Indonesia. Jika menjadi paradigma maka Pancasila harus memandu tindakan keseharian bangsa Indonesia.
Namun perlu diingat bahwa sebagai worldview Pancasila perlu meminjam penjelasan kepada agama-agama. Sila pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, misalnya, maksudnya adalah Tuhan dalam konsepsi agama-agama. Bukan sembarang Tuhan, bukan tuhan para penganut diest, atau theist, Tuhan orang-orang komunis atau tuhan aliran-aliran spiritual apapun. Jika tidak meminjam kepada agama-agama, Pancasila sendiri akan menjadi agama. Ini bertentangan dengan konsep awalnya.
Bagi Muslim sila kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa berarti tauhid. Seorang Muslim yang beriman kepada Tuhan Allah adalah seorang mukmin. Dalam teori worldview, keimanan kepada Tuhan berimplikasi kepada seluruh kehidupan seseorang. Maka dari itu, menjadi Mukmin dapat menjamin seseorang menjadi seorang Pancasilais sejati. Sebab iman dalam Islam adalah induk kebaikan. Implikasi dan implementasi serta bukti dari keimanan dalam Islam adalah berbuat baik kepada sesama manusia.
Nabi Muhammad saw menyatakan bahwa keimanan dibuktikan dengan 77 cabang jenis amal-amal ritual dan sosial. Seorang mukmin, misalnya, harus menghormati tetangga dan tamunya, berbuat baik pada siapapun, menyantuni fakir miskin, menghindarkan mara bahaya bagi orang lain, menyambung hubungan persaudaraan dan persahabatan; berkata yang baik-baik pada orang lain atau diam dan masih banyak lagi yang lainnya.
Jika semua cabang iman yang berjumlah 77 itu diperinci, maka keempat sila, selain yang pertama, hanyalah cabang-cabang dari keimanan seorang Muslim. Seorang yang telah mencapai tingkat mukmin pasti tidak akan melakukan tindak kekerasan, penganiayaan apalagi pembunuhan yang tanpa sebab. Al-Qur’an mengajarkan bahwa membunuh seorang manusia tanpa sebab maka seakan-akan ia telah membunuh seluruh umat manusia. Sebaliknya memelihara seorang manusia sama darajatnya dengan memelihara kehidupan manusia semuanya (al-Maidah 32). Maka tidak sejalan dengan teori worldview jika seorang Mukmin dituduh teroris, dan orang-orang atheis mengklaim Pancasilais.
Seorang Mukmin itu pasti berilmu dan berakhlaq. Ia mempunyai ilmu tentang mana yang benar (haqq) dan mana yang salah (batil). Ilmu seorang mukmin selalu disertai amal baik yang berbasis akhlaq. Maka dengan ilmunya itu seorang mukmin akan bersikap adil dan beradab dalam segala tindakannya menghadapi masalah politik, ekonomi social dan budaya. Disini sila kemanusiaan yang adil dan beradab sudah pasti menjadi amalan seorang mukmin.
Seorang mukmin adalah orang yang menghargai orang lain, menyambung hubungan silaturrahmi dengan sesama, menolong orang yang dalam kesusahan dan sebagainya. Oleh karena itu seorang mukmin tidak perlu diragukan lagi rasa persatuan, kesatuan dan persaudaraannya. Sejarah telah membuktikan bahwa persatuan nusantara tidak lepas dari peran para ulama.
Untuk sila keempat yang sangat
*Worldview Pancasila*
Oleh: Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi
Pancasila sebenarnya bukan hanya sekedar dasar Negara atau bernegara, tapi filosofi dasar dari Negara dan bernegara. Soekarno menyebut Pancasila sebagai philosophische grondslag” (filosofi dasar). Filosofi dasar sebenarnya tidak lain dari “Weltanschauung” (pandangan hidup) atau bahasa Inggeris-nya Worldview.
Worldview atau Weltanschauung adalah kepercayaan, perasaan dan apa-apa yang terdapat dalam pikiran orang yang berfungsi sebagai motor bagi keberlangsungan dan perubahan sosial dan moral (Ninian Smart). Secara praktis worldview berarti asas setiap perilaku manusia, sebab setiap aktifitas manusia mencerminkan pandangan hidupnya. (Alparslan Acikgence). Worldview dapat pula disejajarkan dengan paradigm yaitu seperangkat keyakinan mendasar yang memandu tindakan kita, baik tindakan keseharian maupun dalam penyelidikan Ilmiyah (Thomas Kuhn).
Jika Pancasila adalah sebuah worldview bangsa Indonesia, maka ia harus berfungsi menjadi motor bagi keberlangsungan dan perubahan sosial dan moral. Pancasila harus menjadi asas setiap perilaku bangsa Indonesia. Jika menjadi paradigma maka Pancasila harus memandu tindakan keseharian bangsa Indonesia.
Namun perlu diingat bahwa sebagai worldview Pancasila perlu meminjam penjelasan kepada agama-agama. Sila pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, misalnya, maksudnya adalah Tuhan dalam konsepsi agama-agama. Bukan sembarang Tuhan, bukan tuhan para penganut diest, atau theist, Tuhan orang-orang komunis atau tuhan aliran-aliran spiritual apapun. Jika tidak meminjam kepada agama-agama, Pancasila sendiri akan menjadi agama. Ini bertentangan dengan konsep awalnya.
Bagi Muslim sila kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa berarti tauhid. Seorang Muslim yang beriman kepada Tuhan Allah adalah seorang mukmin. Dalam teori worldview, keimanan kepada Tuhan berimplikasi kepada seluruh kehidupan seseorang. Maka dari itu, menjadi Mukmin dapat menjamin seseorang menjadi seorang Pancasilais sejati. Sebab iman dalam Islam adalah induk kebaikan. Implikasi dan implementasi serta bukti dari keimanan dalam Islam adalah berbuat baik kepada sesama manusia.
Nabi Muhammad saw menyatakan bahwa keimanan dibuktikan dengan 77 cabang jenis amal-amal ritual dan sosial. Seorang mukmin, misalnya, harus menghormati tetangga dan tamunya, berbuat baik pada siapapun, menyantuni fakir miskin, menghindarkan mara bahaya bagi orang lain, menyambung hubungan persaudaraan dan persahabatan; berkata yang baik-baik pada orang lain atau diam dan masih banyak lagi yang lainnya.
Jika semua cabang iman yang berjumlah 77 itu diperinci, maka keempat sila, selain yang pertama, hanyalah cabang-cabang dari keimanan seorang Muslim. Seorang yang telah mencapai tingkat mukmin pasti tidak akan melakukan tindak kekerasan, penganiayaan apalagi pembunuhan yang tanpa sebab. Al-Qur’an mengajarkan bahwa membunuh seorang manusia tanpa sebab maka seakan-akan ia telah membunuh seluruh umat manusia. Sebaliknya memelihara seorang manusia sama darajatnya dengan memelihara kehidupan manusia semuanya (al-Maidah 32). Maka tidak sejalan dengan teori worldview jika seorang Mukmin dituduh teroris, dan orang-orang atheis mengklaim Pancasilais.
Seorang Mukmin itu pasti berilmu dan berakhlaq. Ia mempunyai ilmu tentang mana yang benar (haqq) dan mana yang salah (batil). Ilmu seorang mukmin selalu disertai amal baik yang berbasis akhlaq. Maka dengan ilmunya itu seorang mukmin akan bersikap adil dan beradab dalam segala tindakannya menghadapi masalah politik, ekonomi social dan budaya. Disini sila kemanusiaan yang adil dan beradab sudah pasti menjadi amalan seorang mukmin.
Seorang mukmin adalah orang yang menghargai orang lain, menyambung hubungan silaturrahmi dengan sesama, menolong orang yang dalam kesusahan dan sebagainya. Oleh karena itu seorang mukmin tidak perlu diragukan lagi rasa persatuan, kesatuan dan persaudaraannya. Sejarah telah membuktikan bahwa persatuan nusantara tidak lepas dari peran para ulama.
Untuk sila keempat yang sangat
tipikal mendasari sistim kenegaraan Indonesia adalah asas kerakyatan dan permusyawaratan serta perwakilan. Musyawarah adalah ajaran Islam untuk menyelesaikan masalah. (QS Ali Imran 159; al-Syura 38). Tafsir dari ajaran ini meliputi sikap-sikap menghargai pendapat lain, komitmen melaksanakan hasil musyawarah, bersikap lembah lembut dalam bermusyawarah dan lain sebagainya.
Para founding father negeri ini dikenal dengan tradisi bermusyawarah untuk mencapai kompromi. Susunan sila-sila Pancasila sekalipun merupakan hasil musyawarah mereka. Bahkan negeri ini berdiri tegak merdeka hasil dari musyawarah.
Sila terakhir, keadilan social pun telah tercakup dalam rukun Islam. Rukun Islam yang ritualistik itu sebenarnya berdimensi sosial yang tinggi. Shalat bertujuan untuk mengelakkan perbuatan munkar; puasa untuk menekan nafsu syahwat hewani, zakat untuk memberi solusi problem sosial dari 8 jenis masyarakat. Ritual haji yang mabrur menghasilkan manusia tanpa cacat dosa pada Tuhan maupun dosa pada manusia.
Disini dapat dikatakan bahwa di dalam Pancasila terkandung worldview Islam. Bahkan tidak tidak berlebihan jika dikatakan bahwa bahasa kehidupan bangsa Indonesia adalah bahasa Islam atau bahasa Arab. Istilah kunci (technical term) di dalam Pancasila seperti “adil”, “adab”, “rakyat”, “musyawarah” dan “wakil” adalah bahasa Islam dan secara konseptual harus dilacak dari bahasa Islam.
Maka bukti apakah seseorang itu Pancasilais atau tidak, dapat dilacak terutamanya dari sila pertama. Seorang yang melakukan kejahatan seperti korupsi, membunuh, berzina, menipu dan lain-lain adalah orang yang melecehkan sila pertama Pancasila. Jadi orang yang tidak mengamalkan sila pertama itu tidak religius sekaligus tidak Pancasilais. Sebab orang yang sanggup meninggalkan sila pertama akan dengan mudah meninggalkan sila-sila yang lain.
Sebaliknya barangsiapa yang percaya pada Tuhan Yang Maha Esa, pasti akan menjalankan kepercayaannya itu dengan konsekuen. Orang yang mengaku dirinya Pancasilais mestinya religius. Dalam Islam orang yang percaya pada Tuhan Yang Maha Esa disebut orang yang beriman (Mukmin). Seorang yang telah mencapai derajat Mukmin ia pasti mengamalkan sila-sila kehidupan ini dengan sangat baik, apalagi sila-sila dalam Pancasila. Maka seorang Mukmin adalah seorang Pancasilais sejati. Wallahu a’lam.
Para founding father negeri ini dikenal dengan tradisi bermusyawarah untuk mencapai kompromi. Susunan sila-sila Pancasila sekalipun merupakan hasil musyawarah mereka. Bahkan negeri ini berdiri tegak merdeka hasil dari musyawarah.
Sila terakhir, keadilan social pun telah tercakup dalam rukun Islam. Rukun Islam yang ritualistik itu sebenarnya berdimensi sosial yang tinggi. Shalat bertujuan untuk mengelakkan perbuatan munkar; puasa untuk menekan nafsu syahwat hewani, zakat untuk memberi solusi problem sosial dari 8 jenis masyarakat. Ritual haji yang mabrur menghasilkan manusia tanpa cacat dosa pada Tuhan maupun dosa pada manusia.
Disini dapat dikatakan bahwa di dalam Pancasila terkandung worldview Islam. Bahkan tidak tidak berlebihan jika dikatakan bahwa bahasa kehidupan bangsa Indonesia adalah bahasa Islam atau bahasa Arab. Istilah kunci (technical term) di dalam Pancasila seperti “adil”, “adab”, “rakyat”, “musyawarah” dan “wakil” adalah bahasa Islam dan secara konseptual harus dilacak dari bahasa Islam.
Maka bukti apakah seseorang itu Pancasilais atau tidak, dapat dilacak terutamanya dari sila pertama. Seorang yang melakukan kejahatan seperti korupsi, membunuh, berzina, menipu dan lain-lain adalah orang yang melecehkan sila pertama Pancasila. Jadi orang yang tidak mengamalkan sila pertama itu tidak religius sekaligus tidak Pancasilais. Sebab orang yang sanggup meninggalkan sila pertama akan dengan mudah meninggalkan sila-sila yang lain.
Sebaliknya barangsiapa yang percaya pada Tuhan Yang Maha Esa, pasti akan menjalankan kepercayaannya itu dengan konsekuen. Orang yang mengaku dirinya Pancasilais mestinya religius. Dalam Islam orang yang percaya pada Tuhan Yang Maha Esa disebut orang yang beriman (Mukmin). Seorang yang telah mencapai derajat Mukmin ia pasti mengamalkan sila-sila kehidupan ini dengan sangat baik, apalagi sila-sila dalam Pancasila. Maka seorang Mukmin adalah seorang Pancasilais sejati. Wallahu a’lam.
*CARA SALING MENGHORMATI*
*PERTANYAAN*
_Dalam memandang perbedaan firqoh bgmn pak ust supaya bisa saling menghormati ya.. terkait wasathiyah itu agar tdk ada lg perdebatan.._
*JAWABAN*
📌 Hormat kepada seseorang dalam perkara ilmu hadir karena seseorang memiliki referensi yang jelas, metodologi yang benar, dan kesempurnaan adab dalam menuntut ilmu
📌 Hormat hadir karena saling memahami, sementara pemahaman hadir jika saling bertemu dan berbagi
📌 Hormat hadir karena keyakinan bahwa _'ashabiyyah hizbiyyah_, _ananiyah_, adalah sumber utama kerusakan adab dalam menuntut ilmu
📌 Hormat hadir karena kecintaan akan ilmu, keindahan keluasan khazanah, dan kerinduan kekuatan _tsaqafah_
📌 Hormat hadir karena keridhoan Allah adalah tujuan utama
_Wallāhu a'lam,_
@supraha
*PERTANYAAN*
_Dalam memandang perbedaan firqoh bgmn pak ust supaya bisa saling menghormati ya.. terkait wasathiyah itu agar tdk ada lg perdebatan.._
*JAWABAN*
📌 Hormat kepada seseorang dalam perkara ilmu hadir karena seseorang memiliki referensi yang jelas, metodologi yang benar, dan kesempurnaan adab dalam menuntut ilmu
📌 Hormat hadir karena saling memahami, sementara pemahaman hadir jika saling bertemu dan berbagi
📌 Hormat hadir karena keyakinan bahwa _'ashabiyyah hizbiyyah_, _ananiyah_, adalah sumber utama kerusakan adab dalam menuntut ilmu
📌 Hormat hadir karena kecintaan akan ilmu, keindahan keluasan khazanah, dan kerinduan kekuatan _tsaqafah_
📌 Hormat hadir karena keridhoan Allah adalah tujuan utama
_Wallāhu a'lam,_
@supraha
*REFLEKSI BAGI KAMI YANG MASIH PUNYA ANAK DALAM MASA PERTUMBUHAN*
1⃣ *SHALAT ITU KEBUTUHANMU NAK*
Dalam perspektif kami yang masih punya anak di masa pertumbuhan, terkadang, dengan aktifitas anak di sekolah yang tinggi, sering kita kasihan untuk mengajaknya ke Masjid.
_"Kasihan, anak saya sudah lelah seharian di Sekolah. Biarlah dia shalat Subuh dan Isya di rumah. Toh dia belum berkeluarga."_
Namun, berawal dari kita coba ubah persepsi bahwa manusia jika terus terbiasa bergerak sesuai arahan Rabbani, ia akan sehat dan kuat, lahirlah ide-ide baru, sehingga shalat di Masjid menjadi menarik bagi generasi muda.
_"Ayuh nak, bareng Bapak ke Masjid. Karena ini kunci kebaikanmu di dunia dan akhirat. Kamu akan jadi imam berkualitas bagi keluargamu kelak berawal bersama kebiasaan dan kesungguhanmu dalam menjaga shalat di Masjid."_
2⃣ *JILBAB ITU PAKAIANMU NAK*
Dulu mungkin kita sering berkeyakinan,
_"Ndak apa-apa anakku tidak pakai jilbab, yang penting hatinya berjilbab, yang penting shalatnya rajin, yang penting kalau ke sekolah dia pakai jilbab."_
Namun, kita segera tersadar, bahwa mencintai jilbab tidaklah instan, menghayati jilbab sebagai pakaian tidaklah tiba-tiba.
_"Anakku tercinta, cintailah jilbab, itulah bagian dari pakaian takwamu di dunia, kebiasaan yang akan membawamu bertemu istri-istri Nabi dan shahabiyah, adab yang akan menjadikanmu makhluk mulia di dunia dan akhirat. Bantulah Ayah agar tidak dihisab-Nya dengan mulai mencintai Jilbab, setiap kali engkau keluar rumah."_
3⃣ *KEPEMIMPINAN ITU TUGASMU KELAK NAK*
Dulu kita berpikir,
_"Tidak apa-apa dia menjadi buruh Non-Muslim, biarkanlah dia lebih sering bermain dengan Non-Muslim, biasa saja dia senang menyendiri dan tidak mau berorganisasi."_
Namun kita segera tersadar bahwa memiliki jiwa kepemimpinan tidaklah instan, ia membutuhkan pembiasaan dan dorongan aktif selain selalu mendapatkan asupan kisah-kisah pemimpin Islam. Hingga kini kita siap berkata:
_"Anakku tersayang, engkau dilahirkan untuk berjiwa khalifah. Engkau punya tugas besar menjadi guru peradaban. Bangunlah bisnismu sendiri, selalulah dekat dengan teman-temanmu yang shalih dengan tetap menjaga hubungan baik dengan Non-Muslim, aktiflah terlibat dalam aktifitas sosial keislaman agar engkau belajar bagaimana nikmatnya memimpin atau dipimpin dalam satu kerja besar mencari ridha Allah."_
Depok, 26 Syawwal 1438H
@supraha
Join Channel: t.me/supraha
1⃣ *SHALAT ITU KEBUTUHANMU NAK*
Dalam perspektif kami yang masih punya anak di masa pertumbuhan, terkadang, dengan aktifitas anak di sekolah yang tinggi, sering kita kasihan untuk mengajaknya ke Masjid.
_"Kasihan, anak saya sudah lelah seharian di Sekolah. Biarlah dia shalat Subuh dan Isya di rumah. Toh dia belum berkeluarga."_
Namun, berawal dari kita coba ubah persepsi bahwa manusia jika terus terbiasa bergerak sesuai arahan Rabbani, ia akan sehat dan kuat, lahirlah ide-ide baru, sehingga shalat di Masjid menjadi menarik bagi generasi muda.
_"Ayuh nak, bareng Bapak ke Masjid. Karena ini kunci kebaikanmu di dunia dan akhirat. Kamu akan jadi imam berkualitas bagi keluargamu kelak berawal bersama kebiasaan dan kesungguhanmu dalam menjaga shalat di Masjid."_
2⃣ *JILBAB ITU PAKAIANMU NAK*
Dulu mungkin kita sering berkeyakinan,
_"Ndak apa-apa anakku tidak pakai jilbab, yang penting hatinya berjilbab, yang penting shalatnya rajin, yang penting kalau ke sekolah dia pakai jilbab."_
Namun, kita segera tersadar, bahwa mencintai jilbab tidaklah instan, menghayati jilbab sebagai pakaian tidaklah tiba-tiba.
_"Anakku tercinta, cintailah jilbab, itulah bagian dari pakaian takwamu di dunia, kebiasaan yang akan membawamu bertemu istri-istri Nabi dan shahabiyah, adab yang akan menjadikanmu makhluk mulia di dunia dan akhirat. Bantulah Ayah agar tidak dihisab-Nya dengan mulai mencintai Jilbab, setiap kali engkau keluar rumah."_
3⃣ *KEPEMIMPINAN ITU TUGASMU KELAK NAK*
Dulu kita berpikir,
_"Tidak apa-apa dia menjadi buruh Non-Muslim, biarkanlah dia lebih sering bermain dengan Non-Muslim, biasa saja dia senang menyendiri dan tidak mau berorganisasi."_
Namun kita segera tersadar bahwa memiliki jiwa kepemimpinan tidaklah instan, ia membutuhkan pembiasaan dan dorongan aktif selain selalu mendapatkan asupan kisah-kisah pemimpin Islam. Hingga kini kita siap berkata:
_"Anakku tersayang, engkau dilahirkan untuk berjiwa khalifah. Engkau punya tugas besar menjadi guru peradaban. Bangunlah bisnismu sendiri, selalulah dekat dengan teman-temanmu yang shalih dengan tetap menjaga hubungan baik dengan Non-Muslim, aktiflah terlibat dalam aktifitas sosial keislaman agar engkau belajar bagaimana nikmatnya memimpin atau dipimpin dalam satu kerja besar mencari ridha Allah."_
Depok, 26 Syawwal 1438H
@supraha
Join Channel: t.me/supraha
*[HADIRILAH!!]*
_"Bagaimana bisa aku tersenyum dan bagaimana aku bisa makan dan minum dengan enak ketika Masjid Al-Aqsha ada di tangan orang-orang kafir!"_ (Shalahuddin Al-Ayyubi)
_Bebaskan Al-Aqsa.._
_Bebaskan Al-Aqsa.._
_Bebaskan Al-Aqsa.._
_Untuk pertama kalinya, umat muslim di Palestina *dilarang sholat Jum'at* yang disusul pelarangan shalat 5 waktu juga pengumandangan adzan di Masjid Al-Aqsa._
Untuk itu, Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) mengajak seluruh Umat Muslim untuk menghadiri acara *TABLIGH AKBAR* yang akan dilaksanakan pada:
Hari, tanggal: Jum'at, 21 Juli 2017
Waktu : 13.00-16.00 WIB
Tempat : Masjid Sunda Kelapa
(Jl. Taman Sunda Kelapa No. 16 Menteng, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia)
Menghadirkan orasi dari:
1. Fahrudin Alwi (Ketua FSLDK Indonesia)
2. Said Aldi Alaydrus (BKPRMI)
3. Yosse Hayatullah (Ketua JPRMI)
4. Muhammad Syukron Muchtar (FSLDK JADEBEK)
5. Fahmy Bahreisy (Ketua Al Irsyad)
6. Azzam Raizal Arifin (Ketua PUI)
7. Mujahid Rabbani (Ketua LDK Salim UNJ)
8. Kartika Nurrahman (Ketua KAMMI)
9. Ust. Suhartono (KNRP)
10. Ustz. Nurjannah (ADARA)
11. Ustz. Neno Warisman
12. Ustz. Oki Setiana Dewi
_Kami, pemuda Islam turut serta melawan penista Israel terkait penutupan Al-Aqsa. *Allahu Akbar!!*_
Didukung oleh:
©BKPRMI
©JPRMI
©FSLDK JADEBEK
©Al Irsyad
©PUI
©LDK Salim UNJ
©KAMMI
©KNRP
©ADARA
➖➖➖➖➖➖➖➖
Web: www.fsldkindonesia.org
Fanspage: FSLDK Indonesia
Instagram: @fsldkindonesia
Twitter: @fsldkindonesia
Line@: @yok1532s
Youtube: FSLDK Indonesia
Google+: FSLDK Indonesia
Email: info@fsldkindonesia.org
➖➖➖➖➖➖➖➖
©FSLDK Indonesia
_"Bagaimana bisa aku tersenyum dan bagaimana aku bisa makan dan minum dengan enak ketika Masjid Al-Aqsha ada di tangan orang-orang kafir!"_ (Shalahuddin Al-Ayyubi)
_Bebaskan Al-Aqsa.._
_Bebaskan Al-Aqsa.._
_Bebaskan Al-Aqsa.._
_Untuk pertama kalinya, umat muslim di Palestina *dilarang sholat Jum'at* yang disusul pelarangan shalat 5 waktu juga pengumandangan adzan di Masjid Al-Aqsa._
Untuk itu, Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) mengajak seluruh Umat Muslim untuk menghadiri acara *TABLIGH AKBAR* yang akan dilaksanakan pada:
Hari, tanggal: Jum'at, 21 Juli 2017
Waktu : 13.00-16.00 WIB
Tempat : Masjid Sunda Kelapa
(Jl. Taman Sunda Kelapa No. 16 Menteng, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia)
Menghadirkan orasi dari:
1. Fahrudin Alwi (Ketua FSLDK Indonesia)
2. Said Aldi Alaydrus (BKPRMI)
3. Yosse Hayatullah (Ketua JPRMI)
4. Muhammad Syukron Muchtar (FSLDK JADEBEK)
5. Fahmy Bahreisy (Ketua Al Irsyad)
6. Azzam Raizal Arifin (Ketua PUI)
7. Mujahid Rabbani (Ketua LDK Salim UNJ)
8. Kartika Nurrahman (Ketua KAMMI)
9. Ust. Suhartono (KNRP)
10. Ustz. Nurjannah (ADARA)
11. Ustz. Neno Warisman
12. Ustz. Oki Setiana Dewi
_Kami, pemuda Islam turut serta melawan penista Israel terkait penutupan Al-Aqsa. *Allahu Akbar!!*_
Didukung oleh:
©BKPRMI
©JPRMI
©FSLDK JADEBEK
©Al Irsyad
©PUI
©LDK Salim UNJ
©KAMMI
©KNRP
©ADARA
➖➖➖➖➖➖➖➖
Web: www.fsldkindonesia.org
Fanspage: FSLDK Indonesia
Instagram: @fsldkindonesia
Twitter: @fsldkindonesia
Line@: @yok1532s
Youtube: FSLDK Indonesia
Google+: FSLDK Indonesia
Email: info@fsldkindonesia.org
➖➖➖➖➖➖➖➖
©FSLDK Indonesia
*Apa Yang Terjadi Di Masjid Al-Aqsha?*
Hari Jumat (14/07/2017) tentara Israel menutup Al-Aqsha secara keseluruhan untuk pertama kalinya setelah kurun waktu 50 tahun penjajahan mereka. Dengan memakai dalih "Operasi Fedae" yang sengaja dilakukan di dalam Al-aqsha mereka menutup masjid sampai hari Ahad (16/07/2017). Dengan demikian penjaga maupun petugas Al-aqsha tidak diperkenankan utk memasukinya.
*Apakah Masjid Al-Aqsha masih ditutup?*
Atas perintah langsung dari Netanyahu, Al-aqsha sudah kembali dibuka sejak hari Ahad. Akan tetapi mereka telah memasang gerbang-gerbang elektronik/pagar detektor dengan alasan utk meningkatkan keamanan. Padahal kondisi tsb membuat Al-aqsha tak ubahnya seperti barak militer.
*Mengapa rakyat Palestina tidak dapat memasuki Masjid Al-Aqsha?*
Para Murabithun (Penjaga Al-Aqsha) menolak masuk Al-aqsha melalui pintu detektor. Sebab mereka menilai penguasaan Israel thd Al-aqsha semakin menguat. Jika mereka masuk ke masjid maka akan menunjukkan bahwa mereka menerima Al-aqsha dikuasai Yahudi.
*Mengapa para Murabitun/penjaga Al-Aqsha bersikap demikian?*
Sebab mereka sudah punya pengalaman serupa sebagaimana yang terjadi di Masjid Jericho yang sekarang sudah dikuasai penuh oleh Zionis. Posisi Al-Aqsha sebenarnya berada dibawah Jordanian Islamic Endowment, badan yang berwenang mengatur pintu keluar dan masuknya orang-orang di Al-aqsha. Sehingga aksi penutupan ini sungguh merusak kebebasan ritual ibadah umat Islam.
*Apa tujuan dibalik pembuatan pintu elektronik?*
Penekanan agar masjid Al-aqsha dapat segera dikuasai penuh sehingga dapat dilakukan yahudisasi secara bertahap serta untuk mempermalukan umat Islam.
*Apa yang diinginkan umat Islam Di Palestina?*
Mengembalikan persoalan ini ke kondisi awalnya di mana mereka dapat kembali mengontrol Al-Aqsha, menghilangkan pintu2 elektronik dan memelihara status Al-aqsha sesuai keaslian sejarahnya.
*Apa yang diinginkan umat Islam di Palestina dari warga dunia?*
Penghargaan dan penghormatan terhadap mesjid Al-aqsha. Juga bangkitnya kesadaran umat Islam akan pentingnya Al-aqsha dan dukungan terhadap para pejuang Al-quds. Serta tersebarnya kesadaran pada semua pihak tentang apa yang sesungguhnya terjadi di Masjid Al-aqsha.
Sumber: www.osmanlimirasi.org
~diterjemahkan oleh: Vienna, Adara Relief International
Hari Jumat (14/07/2017) tentara Israel menutup Al-Aqsha secara keseluruhan untuk pertama kalinya setelah kurun waktu 50 tahun penjajahan mereka. Dengan memakai dalih "Operasi Fedae" yang sengaja dilakukan di dalam Al-aqsha mereka menutup masjid sampai hari Ahad (16/07/2017). Dengan demikian penjaga maupun petugas Al-aqsha tidak diperkenankan utk memasukinya.
*Apakah Masjid Al-Aqsha masih ditutup?*
Atas perintah langsung dari Netanyahu, Al-aqsha sudah kembali dibuka sejak hari Ahad. Akan tetapi mereka telah memasang gerbang-gerbang elektronik/pagar detektor dengan alasan utk meningkatkan keamanan. Padahal kondisi tsb membuat Al-aqsha tak ubahnya seperti barak militer.
*Mengapa rakyat Palestina tidak dapat memasuki Masjid Al-Aqsha?*
Para Murabithun (Penjaga Al-Aqsha) menolak masuk Al-aqsha melalui pintu detektor. Sebab mereka menilai penguasaan Israel thd Al-aqsha semakin menguat. Jika mereka masuk ke masjid maka akan menunjukkan bahwa mereka menerima Al-aqsha dikuasai Yahudi.
*Mengapa para Murabitun/penjaga Al-Aqsha bersikap demikian?*
Sebab mereka sudah punya pengalaman serupa sebagaimana yang terjadi di Masjid Jericho yang sekarang sudah dikuasai penuh oleh Zionis. Posisi Al-Aqsha sebenarnya berada dibawah Jordanian Islamic Endowment, badan yang berwenang mengatur pintu keluar dan masuknya orang-orang di Al-aqsha. Sehingga aksi penutupan ini sungguh merusak kebebasan ritual ibadah umat Islam.
*Apa tujuan dibalik pembuatan pintu elektronik?*
Penekanan agar masjid Al-aqsha dapat segera dikuasai penuh sehingga dapat dilakukan yahudisasi secara bertahap serta untuk mempermalukan umat Islam.
*Apa yang diinginkan umat Islam Di Palestina?*
Mengembalikan persoalan ini ke kondisi awalnya di mana mereka dapat kembali mengontrol Al-Aqsha, menghilangkan pintu2 elektronik dan memelihara status Al-aqsha sesuai keaslian sejarahnya.
*Apa yang diinginkan umat Islam di Palestina dari warga dunia?*
Penghargaan dan penghormatan terhadap mesjid Al-aqsha. Juga bangkitnya kesadaran umat Islam akan pentingnya Al-aqsha dan dukungan terhadap para pejuang Al-quds. Serta tersebarnya kesadaran pada semua pihak tentang apa yang sesungguhnya terjadi di Masjid Al-aqsha.
Sumber: www.osmanlimirasi.org
~diterjemahkan oleh: Vienna, Adara Relief International
Wido Supraha
#IslamIsBeautiful TAHAPAN ILMU PADA JENJANG USIANYA (2) Manusia punya tahapan tumbuh kembang, dan tarbiyah membimbing Ayah Bunda untuk memprioritaskan ilmu sesuai tahapan tumbuh kembang. Tahapan umur 0-6 tahun adalah tahapan awal. Memaksakan pengajaran…
#IslamIsBeautiful
TAHAPAN ILMU PADA JENJANG USIANYA (3)
Tahukah kita apa rahasia lahirnya generasi muda cemerlang sejak di masa Nabi Muhammad ﷺ turun langsung membina generasi muda? Cara inilah yang kemudian mendorong generasi salaf meneruskan tradisi ilmiah tersebut dan lahirlah generasi yang tidak jauh berbeda dari generasi awal.
'Umar bin Abdul Aziz (63-101 H) telah hafal Al-Qur'ān di usia kecil, dan beliau ditetapkan menjadi Gubernur Madinah tepat pada usia 23 tahun.
Harun ar-Rasyid (148-193 H) menikah di usia 15 tahun, dan ditetapkan menjadi Khalifah di usia 20 tahun.
Imam asy-Syāfi'i (150-204 H) ditetapkan menjadi Mufti pada usia 15 tahun.
Imam al-Bukhari (196-256 H) diketahui serius mempelajari hadits di usia 17 tahun.
Abu Hamid al-Isfirayini (344-406 H) ditetapkan menjadi Mufti di usia 17 tahun.
Al-Fatih (1432 - 1481 M) diangkat menjadi Sulthan Turki di usia 20 tahun dan dua tahun kemudian, di usia 22 tahun, berhasil memimpin penaklukkan Konstantinopel.
Apakah rahasia tahapannya?
عَنْ جُنْدُبِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ كُنَّا مَعَ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- وَنَحْنُ فِتْيَانٌ حَزَاوِرَةٌ فَتَعَلَّمْنَا الإِيمَانَ قَبْلَ أَنْ نَتَعَلَّمَ الْقُرْآنَ ثُمَّ تَعَلَّمْنَا الْقُرْآنَ فَازْدَدْنَا بِهِ إِيمَانًا
_Dari Jundub bin ‘Abdillah r.a., ia berkata, kami dahulu bersama Nabi ﷺ, kami masih anak-anak yang mendekati baligh. Kami mempelajari iman sebelum mempelajari Al-Qur’ān. Lalu setelah itu kami mempelajari Al-Qur’ān hingga bertambahlah iman kami pada Al-Qur’ān._ *(HR. Ibnu Majah, no. 61)*
Rahasianya ada pada fokus Ayah Bunda pada penguatan pondasi iman. Iman adalah pelajaran sepanjang hidup dengan pondasi dasar di masa kecil. 77 Cabang Iman adalah tantangan untuk diamalkan.
Iman yang kokoh menjadi modal dasar mempelajari ilmu, sementara sumber dari segala sumber ilmu adalah Al-Qur'ān yang sebaiknya selesai dihafalkan dalam periode usia 7-14 tahun.
Ilmu lain diajarkan setelah Al-Qur'ān dan As-Sunnah, sehingga ia dapat berbahasa dengan bahasa Peradaban Islam.
...... (bersambung)
Depok, 28 Syawwal 1438 H
@supraha
Join Channel: t.me/supraha
TAHAPAN ILMU PADA JENJANG USIANYA (3)
Tahukah kita apa rahasia lahirnya generasi muda cemerlang sejak di masa Nabi Muhammad ﷺ turun langsung membina generasi muda? Cara inilah yang kemudian mendorong generasi salaf meneruskan tradisi ilmiah tersebut dan lahirlah generasi yang tidak jauh berbeda dari generasi awal.
'Umar bin Abdul Aziz (63-101 H) telah hafal Al-Qur'ān di usia kecil, dan beliau ditetapkan menjadi Gubernur Madinah tepat pada usia 23 tahun.
Harun ar-Rasyid (148-193 H) menikah di usia 15 tahun, dan ditetapkan menjadi Khalifah di usia 20 tahun.
Imam asy-Syāfi'i (150-204 H) ditetapkan menjadi Mufti pada usia 15 tahun.
Imam al-Bukhari (196-256 H) diketahui serius mempelajari hadits di usia 17 tahun.
Abu Hamid al-Isfirayini (344-406 H) ditetapkan menjadi Mufti di usia 17 tahun.
Al-Fatih (1432 - 1481 M) diangkat menjadi Sulthan Turki di usia 20 tahun dan dua tahun kemudian, di usia 22 tahun, berhasil memimpin penaklukkan Konstantinopel.
Apakah rahasia tahapannya?
عَنْ جُنْدُبِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ كُنَّا مَعَ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- وَنَحْنُ فِتْيَانٌ حَزَاوِرَةٌ فَتَعَلَّمْنَا الإِيمَانَ قَبْلَ أَنْ نَتَعَلَّمَ الْقُرْآنَ ثُمَّ تَعَلَّمْنَا الْقُرْآنَ فَازْدَدْنَا بِهِ إِيمَانًا
_Dari Jundub bin ‘Abdillah r.a., ia berkata, kami dahulu bersama Nabi ﷺ, kami masih anak-anak yang mendekati baligh. Kami mempelajari iman sebelum mempelajari Al-Qur’ān. Lalu setelah itu kami mempelajari Al-Qur’ān hingga bertambahlah iman kami pada Al-Qur’ān._ *(HR. Ibnu Majah, no. 61)*
Rahasianya ada pada fokus Ayah Bunda pada penguatan pondasi iman. Iman adalah pelajaran sepanjang hidup dengan pondasi dasar di masa kecil. 77 Cabang Iman adalah tantangan untuk diamalkan.
Iman yang kokoh menjadi modal dasar mempelajari ilmu, sementara sumber dari segala sumber ilmu adalah Al-Qur'ān yang sebaiknya selesai dihafalkan dalam periode usia 7-14 tahun.
Ilmu lain diajarkan setelah Al-Qur'ān dan As-Sunnah, sehingga ia dapat berbahasa dengan bahasa Peradaban Islam.
...... (bersambung)
Depok, 28 Syawwal 1438 H
@supraha
Join Channel: t.me/supraha
“Barangsiapa usianya melebihi empat puluh tahun, sedangkan kebaikannya masih belum melebihi kejahatannya, maka patutlah ia mempersiapkan dirinya untuk masuk neraka.”
(Imam al-Ghazali)
“Yang jauh itu waktu, Yang dekat itu kematian, Yang besar itu nafsu, Yang berat itu amanah, Yang mudah itu berbuat dosa, Yang panjang itu amal sholeh, Yang indah itu saling memaafkan.”
(Imam al-Ghazali)
(Imam al-Ghazali)
“Yang jauh itu waktu, Yang dekat itu kematian, Yang besar itu nafsu, Yang berat itu amanah, Yang mudah itu berbuat dosa, Yang panjang itu amal sholeh, Yang indah itu saling memaafkan.”
(Imam al-Ghazali)
Wido Supraha
#Pray4AlAqsha
🇯🇴 #Pray4AlQuds🕌
📚 *MEMBEDAH ULANG SERBA-SERBI YAHUDI (1)*
Yahudi, Bani Israil, Jew, Bangsa Ibrani
📌 *Yahudi* merujuk kepada Bani Israil yang kembali bertaubat _(tahawud)_ kepada Nabi Musa a.s. setelah menyembah patung anak sapi _(ijl)_ (lihat Q.S. 7:156) | Sering bergerak-gerak saat membaca kitab Yahudi _(yatahawwadu)_ | Nisbat kepada Yehudza, nama suku nisbat ke putra ke-4 Ya'qub a.s. atau Kerajaan Yehudza di Selatan pasca Bani Israil pecah dua. Ketiga rujukan menegaskan Yahudi sebagai sebutan baru. *#KlaimTerbantahkan*
📌 *Israil* merujuk nama kedua Ya'qub a.s., sehingga Bani Israil bernasab kepadanya | Israil dalam bahasa Arab berarti hamba atau pilihan Allah | Israil menurut Yahudi bermakna Ya'qub a.s. pernah bergulat _(isra)_ dengan Tuhan _(el)_ di sebuah lembah di Yordania, dan Tuhan kalah! (lihat Perjanjian Lama: Kitab Kejadian 32/25-29). Umat Islam mensucikan Allah dari pensifatan yang hina seperti anggapan Yahudi, _Subhanahu wa Ta'ala._
📌 *Ibrani* merujuk pada 'abir' atau 'abīr', kakek ke-5 dalam silsilah leluhur Ibrahim a.s. dalam Taurat | Ibrani merujuk pada Ibrahim a.s. yang disebut 'Abram Ibrani' karena pernah _abara_ (menyeberangi) sungai Eufrat atau Yordania.
📌 *Jew* digunakan oleh Barat, جو شو وا, atau dalam bahasa Arab, 'يو شو وا', merujuk kepada Yusya bin Nun, murid Musa a.s. yang membersamainya dalam perjalanan ilmiah menemui Khadir a.s., dan memimpin Bani Israil pasca wafatnya Musa a.s. dan Harun a.s. Yusya' bin Nun adalah Muslim!
📌 Nabi Ya'qub a.s. bukanlah pemeluk agama Yahudi karena Taurat baru diturunkan kemudian | Ibrahim a.s. juga bukan seorang Yahudi. (lihat Q.S. 3:65, 67) *#KlaimTerbantahkan*
📌 Palestina bukan tanah dan tumpah darah Yahudi karena manusia tertua penghuninya adalah orang-orang dari Kan'an dan Amuria dari semenanjung Arab di Utara, dan meski Ya'qub a.s. pernah hidup di gurun Naqab, Selatan Palestina, dan meski Ishaq a.s. dan Isma'il a.s lahir di Palestina, namun bagaimanapun keduanya adalah pendatang. *#KlaimTerbantahkan*
📌 Ibrahim lahir di Kerajaan 'Ur, dan mulai mengembara melewati Kerajaan Babilonia, Marrel (Kerajaan Asyuria), Harran (Lokasi wafatnya Bapaknya Ibrahim a.s.), Hebron (Khalil), Mesir hingga wafat dan dikuburkan di Hebron.
📌 Total kaum Yahudi hari ini, 92% adalah kaum Yahudi Khazar (Ashkinaze) yang memeluk Yahudi pada 8 M setelah sebelumnya pagan, sementar 8% berasal dari pagan Afrika, Asia, Pesisir Laut Tengah (Yahudi Shepardim dan Flascha), dan semuanya bukanlah keturunan Ya'qub a.s. *#KlaimTerbantahkan*
📌 Raja Yaman, Tubba', memaksa rakyatnya memeluk Yahudi dengan ancaman dibakar hidup-hidup, demikian pula kebijakan putranya saat melanjutkan kepemimpinannya. Maka Yahudi hari jelas bukanlah keturunan Ya'qub. Apalagi ada klaim seperti Yahudi China dan Yahudi Afghanistan. *#KlaimTerbantahkan*
📌 Negara Ilegal Israel membuka pintu kewarganegaraan dengan UU 5 Juni 1950 untuk kepulangan Yahudi seluruh dunia menjadi warga negara tanpa syarat | dan UU 14 April 1952 yang membuka kewarganegaraan untuk Yahudi Palestina, kemudian membuka diri untuk warga Arab Palestina dengan syarat telah tinggal di Palestina sejak 1948 dan bisa berbahasa Ibrani. Israel bukan lagi Negara Yahudi, dan semakin tidak punya justifikasi untuk menguasai Palestina. *#KlaimTerbantahkan*
🔑 Negara Ilegal Israel tidak punya justifikasi ilmiah dan sejarah untuk mengakui negara 🇯🇴 sebagai tanah Yahudi, disamping warganya pun seluruhnya multi etnis dan bukan keturunan Nabi Ya'qub a.s. Penjajahan wilayah Negeri Para Nabi atas dogma dan ajaran penuh kepalsuan dengan demikian harus dihapuskan sebagaimana amanat UUD 1945.
....... (bersambung)
Selasar UI, 29 Syawwal 1438 H
Wido Supraha
🌎 Join Channel: t.me/supraha
📚 *MEMBEDAH ULANG SERBA-SERBI YAHUDI (1)*
Yahudi, Bani Israil, Jew, Bangsa Ibrani
📌 *Yahudi* merujuk kepada Bani Israil yang kembali bertaubat _(tahawud)_ kepada Nabi Musa a.s. setelah menyembah patung anak sapi _(ijl)_ (lihat Q.S. 7:156) | Sering bergerak-gerak saat membaca kitab Yahudi _(yatahawwadu)_ | Nisbat kepada Yehudza, nama suku nisbat ke putra ke-4 Ya'qub a.s. atau Kerajaan Yehudza di Selatan pasca Bani Israil pecah dua. Ketiga rujukan menegaskan Yahudi sebagai sebutan baru. *#KlaimTerbantahkan*
📌 *Israil* merujuk nama kedua Ya'qub a.s., sehingga Bani Israil bernasab kepadanya | Israil dalam bahasa Arab berarti hamba atau pilihan Allah | Israil menurut Yahudi bermakna Ya'qub a.s. pernah bergulat _(isra)_ dengan Tuhan _(el)_ di sebuah lembah di Yordania, dan Tuhan kalah! (lihat Perjanjian Lama: Kitab Kejadian 32/25-29). Umat Islam mensucikan Allah dari pensifatan yang hina seperti anggapan Yahudi, _Subhanahu wa Ta'ala._
📌 *Ibrani* merujuk pada 'abir' atau 'abīr', kakek ke-5 dalam silsilah leluhur Ibrahim a.s. dalam Taurat | Ibrani merujuk pada Ibrahim a.s. yang disebut 'Abram Ibrani' karena pernah _abara_ (menyeberangi) sungai Eufrat atau Yordania.
📌 *Jew* digunakan oleh Barat, جو شو وا, atau dalam bahasa Arab, 'يو شو وا', merujuk kepada Yusya bin Nun, murid Musa a.s. yang membersamainya dalam perjalanan ilmiah menemui Khadir a.s., dan memimpin Bani Israil pasca wafatnya Musa a.s. dan Harun a.s. Yusya' bin Nun adalah Muslim!
📌 Nabi Ya'qub a.s. bukanlah pemeluk agama Yahudi karena Taurat baru diturunkan kemudian | Ibrahim a.s. juga bukan seorang Yahudi. (lihat Q.S. 3:65, 67) *#KlaimTerbantahkan*
📌 Palestina bukan tanah dan tumpah darah Yahudi karena manusia tertua penghuninya adalah orang-orang dari Kan'an dan Amuria dari semenanjung Arab di Utara, dan meski Ya'qub a.s. pernah hidup di gurun Naqab, Selatan Palestina, dan meski Ishaq a.s. dan Isma'il a.s lahir di Palestina, namun bagaimanapun keduanya adalah pendatang. *#KlaimTerbantahkan*
📌 Ibrahim lahir di Kerajaan 'Ur, dan mulai mengembara melewati Kerajaan Babilonia, Marrel (Kerajaan Asyuria), Harran (Lokasi wafatnya Bapaknya Ibrahim a.s.), Hebron (Khalil), Mesir hingga wafat dan dikuburkan di Hebron.
📌 Total kaum Yahudi hari ini, 92% adalah kaum Yahudi Khazar (Ashkinaze) yang memeluk Yahudi pada 8 M setelah sebelumnya pagan, sementar 8% berasal dari pagan Afrika, Asia, Pesisir Laut Tengah (Yahudi Shepardim dan Flascha), dan semuanya bukanlah keturunan Ya'qub a.s. *#KlaimTerbantahkan*
📌 Raja Yaman, Tubba', memaksa rakyatnya memeluk Yahudi dengan ancaman dibakar hidup-hidup, demikian pula kebijakan putranya saat melanjutkan kepemimpinannya. Maka Yahudi hari jelas bukanlah keturunan Ya'qub. Apalagi ada klaim seperti Yahudi China dan Yahudi Afghanistan. *#KlaimTerbantahkan*
📌 Negara Ilegal Israel membuka pintu kewarganegaraan dengan UU 5 Juni 1950 untuk kepulangan Yahudi seluruh dunia menjadi warga negara tanpa syarat | dan UU 14 April 1952 yang membuka kewarganegaraan untuk Yahudi Palestina, kemudian membuka diri untuk warga Arab Palestina dengan syarat telah tinggal di Palestina sejak 1948 dan bisa berbahasa Ibrani. Israel bukan lagi Negara Yahudi, dan semakin tidak punya justifikasi untuk menguasai Palestina. *#KlaimTerbantahkan*
🔑 Negara Ilegal Israel tidak punya justifikasi ilmiah dan sejarah untuk mengakui negara 🇯🇴 sebagai tanah Yahudi, disamping warganya pun seluruhnya multi etnis dan bukan keturunan Nabi Ya'qub a.s. Penjajahan wilayah Negeri Para Nabi atas dogma dan ajaran penuh kepalsuan dengan demikian harus dihapuskan sebagaimana amanat UUD 1945.
....... (bersambung)
Selasar UI, 29 Syawwal 1438 H
Wido Supraha
🌎 Join Channel: t.me/supraha