#IslamIsBeautiful
TASYAKKUR INSISTS 14TH
Di antara persoalan-persoalan yang dibahas pada sesi ketiga atau penutup simposium INSISTS kemarin adalah:
1. Problem Dualisme pada Ilmu Humaniora, dimana banyak realita manusia yang meragukan kebenaran dan membenarkan keraguan.
2. Problem Filsafat Perempuan yang Keliru sehingga melahirkan Feminisme sejatinya karena ketidakbahagiaan wanita menjadi 'the other' sehingga mengarah pada krisis eksistensialis. Padahal sejarah peradaban Islam diisi dengan Perempuan yang juga turut mengisi tugas publik dengan tetap sejalan dengan Feminin Role. Oleh karenanya, secara internal perempuan didorong untuk kembali menghidupkan tradisi berpikir mendalam bersama kekuatan pensucian jiwa.
3. Problem Agama Kebatinan sesungguhnya berawal berawal dari teori asal usul agama kepada Animisme dan Dinamisme yang diperberat dengan problem ketiadaan catatan sejarah faktual. Praktis agama asli yang ada di Indonesia bersifat sinkretik. Ketika Kebatinan tidak mau beragama dengan agama formal maka kebatinan menjadi agama yang benar-benar baru dan umumnya berawal dari tanggal pendirinya.
4. Problem Ketahanan Keluarga yang diperberat dengan Kebijakan Perundangan di Indonesia yang menjauhkan dari nilai-nilai Islam. Di antara produk yang perlu dikritisi seperti RUU Pengasuhan Anak dan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual, karena terkait dengan konsep-konsep Islam seperti konsep tentang seksualitas, konsep perkawinan, definisi keluarga, dan seterusnya. Gerakan yang tidak menyukai lestarinya nilai-nilai luhur bangsa telah bekerja dalam waktu yang sangat lama, dan sangat penting untuk melahirkan lebih banyak pakar di Bidang Ketahanan Keluarga seperti Prof. Dr. Euis Sunarti.
Salam Ta'zhim,
Wido Supraha
Join Channel: t.me/supraha
TASYAKKUR INSISTS 14TH
Di antara persoalan-persoalan yang dibahas pada sesi ketiga atau penutup simposium INSISTS kemarin adalah:
1. Problem Dualisme pada Ilmu Humaniora, dimana banyak realita manusia yang meragukan kebenaran dan membenarkan keraguan.
2. Problem Filsafat Perempuan yang Keliru sehingga melahirkan Feminisme sejatinya karena ketidakbahagiaan wanita menjadi 'the other' sehingga mengarah pada krisis eksistensialis. Padahal sejarah peradaban Islam diisi dengan Perempuan yang juga turut mengisi tugas publik dengan tetap sejalan dengan Feminin Role. Oleh karenanya, secara internal perempuan didorong untuk kembali menghidupkan tradisi berpikir mendalam bersama kekuatan pensucian jiwa.
3. Problem Agama Kebatinan sesungguhnya berawal berawal dari teori asal usul agama kepada Animisme dan Dinamisme yang diperberat dengan problem ketiadaan catatan sejarah faktual. Praktis agama asli yang ada di Indonesia bersifat sinkretik. Ketika Kebatinan tidak mau beragama dengan agama formal maka kebatinan menjadi agama yang benar-benar baru dan umumnya berawal dari tanggal pendirinya.
4. Problem Ketahanan Keluarga yang diperberat dengan Kebijakan Perundangan di Indonesia yang menjauhkan dari nilai-nilai Islam. Di antara produk yang perlu dikritisi seperti RUU Pengasuhan Anak dan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual, karena terkait dengan konsep-konsep Islam seperti konsep tentang seksualitas, konsep perkawinan, definisi keluarga, dan seterusnya. Gerakan yang tidak menyukai lestarinya nilai-nilai luhur bangsa telah bekerja dalam waktu yang sangat lama, dan sangat penting untuk melahirkan lebih banyak pakar di Bidang Ketahanan Keluarga seperti Prof. Dr. Euis Sunarti.
Salam Ta'zhim,
Wido Supraha
Join Channel: t.me/supraha
#IslamIsBeautiful
AL-QUR'ĀN MENDORONG MANUSIA UNTUK MENJADI KHALIFAH SEJATI
Siang ini membersamai jamaah ibu-ibu di Bintaro yang luar biasa semangatnya dalam berinteraksi dengan Al-Qur'ān.
Berikut sedikit di antara yang saya sampaikan bahwa seluruh makna dan kandungan Al-Qur’an dapat ditemukan dalam Surat al-Fatihah, sehingga menjadi pembuka sekaligus kunci dalam memahami seluruh rangkaian surat dalam Al-Qur’an al-Karim.
Surat Al-Baqarah adalah surat pertama yang diturunkan setelah hijrah. Surat ini menjelaskan seluruh aspek yang dibutuhkan seorang pemimpin untuk menjadi khalifah dan bertanggung jawab atas tegaknya kebaikan di muka bumi.
Surat Ali-‘Imran memiliki tema besar agar manusia dengan jiwa kepemimpinannya sentiasa menjaga keteguhan (ats-tsabat) dalam kebenaran dan ketaqwaan dalam menegakkan kebenaran di muka bumi di atas manhaj yang lurus.
Surat An-Nisa mengingatkan manusia agar dalam menjalankan fungsi kekhalifahannya, memprioritaskan tegaknya keadilan dan selalu berkasih sayang kepada orang-orang lemah. Pembiasaan menegakkan keadilan dan kasih sayang itu berawal kepada istrinya dan keluarganya, dan penghayatan kepada 42 dari asmaul husna yang mendorong kepada keadilan dan kasih sayang.
Surat Al-Maidah menjadi satu-satunya surat yang diawali dengan Ya ayyuhalladzina amanu, 16 dari 88 untaian seruan ini terdapat dalam surat ini. Di awali dengan perintah untuk menunaikan setiap akad yang telah disetujui beserta hukum halal haram di atas bumi, agar bumi sentiasa dijaga oleh orang-orang yang menghormati janji.
Surat Al-An’am menjadi satu-satunya surat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw secara penuh hanya dalam waktu satu malam, dan menjadi surat pertama dalam rangkaian surat yang seluruh ayatnya diturunkan di kota Makkah setelah Al-Fatihah. Surat ini mengingatkan para khalifah di muka bumi untuk sentiasa mengokohkan kualitas tauhidnya, sehingga ayat penutup dari surat ini pun mengingatkan kembali fungsi manusia sebagai khalifah-khalifah di muka bumi, sehingga terangkai hingga ke Surat Al-Baqarah.
Surat Al-A’raf menjadi surat pertama yang ditutup dengan ayat sajdah, 1 dari 15 ayat-ayat sajdah dalam Al-Qur’an. Surat ini mengingatkan para khalifah bahwa pertentangan antara kebenaran dan kebatilan, haq dan bathil, adalah sebuah keniscayaan, sujud adalah cara Allah Swt untuk menenangkan jiwa dan menjaga spirit perjuangan untuk teguh pada kebenaran.
Surat Al-Anfal menjadi surat kedua yang diturunkan secara penuh setelah Surat Al-An’am, dan menjadi surat pertama yang diturunkan setelah perang Badar, peperangan pertama yang dilakukan kaum Muslimin, Surat Yaumul Furqan, yang memisahkan antara haq dan bathil, memisahkan zaman kaum muslimin dalam fase kelemahan dan kekuatan, padahal 313 orang kaum muslimin yang tidak siap melawan 1000 orang kaum musyrikin, padahal 1 orang pejuang berkuda dari kaum muslimin melawan 3000 pejuang berkuda dari kaum musyrikin. Ada paduan unsur materi dengan keimanan di dalamnya.
Surat At-Taubah menjadi surat yang diturunkan setelah peperangan, namun peperang yang terakhir. Surat ini mengingatkan manusia dari sifat nifaq dan pentingnya taubat sebagai puncak interaksi hamba dengan Allah.
Surat Yunus mengandung pokok iman kepada Qadha dan Qadar dan dorongan agar sentiasa mengokohkan kualitasnya dalam menjalan tugas menjaga bumi dan seisinya.
***
Surat Hud mengajarkan keseimbangan hidup bahwa sekeras apapun tekanan dalam menjalani tugas menjaga bumi jangan sampai hilang harapan, bertindak tanpa rencana, dan bahkan pasrah memihak musuh. Keseimbangan ini muncul karena kualitas istiqomah dalam kesabaran. Surat ini diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw dalam kondisi tekanan berat dan mengandung kisah dakwah para Nabi sebelumnya dalam tekanan yang juga berat. ..... (to be continued)
Salam Ta'zhim,
Wido Supraha
Join Channel: t.me/supraha
AL-QUR'ĀN MENDORONG MANUSIA UNTUK MENJADI KHALIFAH SEJATI
Siang ini membersamai jamaah ibu-ibu di Bintaro yang luar biasa semangatnya dalam berinteraksi dengan Al-Qur'ān.
Berikut sedikit di antara yang saya sampaikan bahwa seluruh makna dan kandungan Al-Qur’an dapat ditemukan dalam Surat al-Fatihah, sehingga menjadi pembuka sekaligus kunci dalam memahami seluruh rangkaian surat dalam Al-Qur’an al-Karim.
Surat Al-Baqarah adalah surat pertama yang diturunkan setelah hijrah. Surat ini menjelaskan seluruh aspek yang dibutuhkan seorang pemimpin untuk menjadi khalifah dan bertanggung jawab atas tegaknya kebaikan di muka bumi.
Surat Ali-‘Imran memiliki tema besar agar manusia dengan jiwa kepemimpinannya sentiasa menjaga keteguhan (ats-tsabat) dalam kebenaran dan ketaqwaan dalam menegakkan kebenaran di muka bumi di atas manhaj yang lurus.
Surat An-Nisa mengingatkan manusia agar dalam menjalankan fungsi kekhalifahannya, memprioritaskan tegaknya keadilan dan selalu berkasih sayang kepada orang-orang lemah. Pembiasaan menegakkan keadilan dan kasih sayang itu berawal kepada istrinya dan keluarganya, dan penghayatan kepada 42 dari asmaul husna yang mendorong kepada keadilan dan kasih sayang.
Surat Al-Maidah menjadi satu-satunya surat yang diawali dengan Ya ayyuhalladzina amanu, 16 dari 88 untaian seruan ini terdapat dalam surat ini. Di awali dengan perintah untuk menunaikan setiap akad yang telah disetujui beserta hukum halal haram di atas bumi, agar bumi sentiasa dijaga oleh orang-orang yang menghormati janji.
Surat Al-An’am menjadi satu-satunya surat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw secara penuh hanya dalam waktu satu malam, dan menjadi surat pertama dalam rangkaian surat yang seluruh ayatnya diturunkan di kota Makkah setelah Al-Fatihah. Surat ini mengingatkan para khalifah di muka bumi untuk sentiasa mengokohkan kualitas tauhidnya, sehingga ayat penutup dari surat ini pun mengingatkan kembali fungsi manusia sebagai khalifah-khalifah di muka bumi, sehingga terangkai hingga ke Surat Al-Baqarah.
Surat Al-A’raf menjadi surat pertama yang ditutup dengan ayat sajdah, 1 dari 15 ayat-ayat sajdah dalam Al-Qur’an. Surat ini mengingatkan para khalifah bahwa pertentangan antara kebenaran dan kebatilan, haq dan bathil, adalah sebuah keniscayaan, sujud adalah cara Allah Swt untuk menenangkan jiwa dan menjaga spirit perjuangan untuk teguh pada kebenaran.
Surat Al-Anfal menjadi surat kedua yang diturunkan secara penuh setelah Surat Al-An’am, dan menjadi surat pertama yang diturunkan setelah perang Badar, peperangan pertama yang dilakukan kaum Muslimin, Surat Yaumul Furqan, yang memisahkan antara haq dan bathil, memisahkan zaman kaum muslimin dalam fase kelemahan dan kekuatan, padahal 313 orang kaum muslimin yang tidak siap melawan 1000 orang kaum musyrikin, padahal 1 orang pejuang berkuda dari kaum muslimin melawan 3000 pejuang berkuda dari kaum musyrikin. Ada paduan unsur materi dengan keimanan di dalamnya.
Surat At-Taubah menjadi surat yang diturunkan setelah peperangan, namun peperang yang terakhir. Surat ini mengingatkan manusia dari sifat nifaq dan pentingnya taubat sebagai puncak interaksi hamba dengan Allah.
Surat Yunus mengandung pokok iman kepada Qadha dan Qadar dan dorongan agar sentiasa mengokohkan kualitasnya dalam menjalan tugas menjaga bumi dan seisinya.
***
Surat Hud mengajarkan keseimbangan hidup bahwa sekeras apapun tekanan dalam menjalani tugas menjaga bumi jangan sampai hilang harapan, bertindak tanpa rencana, dan bahkan pasrah memihak musuh. Keseimbangan ini muncul karena kualitas istiqomah dalam kesabaran. Surat ini diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw dalam kondisi tekanan berat dan mengandung kisah dakwah para Nabi sebelumnya dalam tekanan yang juga berat. ..... (to be continued)
Salam Ta'zhim,
Wido Supraha
Join Channel: t.me/supraha
#IslamIsBeautiful
Alhamdulillah, hari ini kembali bumi Allah bergetar dengan kembalinya seorang manusia ke jalan Islam melalui Grha Muallaf Bali. Kita doakan agar beliau tetap istiqomah dan semangat.
Alhamdulillah, hari ini kembali bumi Allah bergetar dengan kembalinya seorang manusia ke jalan Islam melalui Grha Muallaf Bali. Kita doakan agar beliau tetap istiqomah dan semangat.
#IslamIsBeautiful
Indah, mengharukan sekaligus keteladanan, melihat kedua ulama besar dunia ini saling menguatkan dalam cinta, namun mengapa sebagian 'murid'nya justru saling berjauhan?
Indah, mengharukan sekaligus keteladanan, melihat kedua ulama besar dunia ini saling menguatkan dalam cinta, namun mengapa sebagian 'murid'nya justru saling berjauhan?
Wido Supraha
#SirahNabawiyah
Dalam kajian rutin kitab Sirah Nabawiyah yg saya pandu di Masjid Nurul Faizin TB Depok, kemarin kita memasuki Bab Perang Bani Quraizhah.
Ada yang menarik ketika melihat perintah Nabi ﷺ kepada 3000 pasukan yang berangkat secara bergelombang, yakni:
لَا يُصَلِّيَنَّ أَحَدٌ الْعَصْرَ إِلَّا فِي بَنِي قُرَيْظَةَ
Janganlah ada satupun yang shalat ‘Ashar kecuali di perkampungan Bani Quraizhah [HR. Bukhâri, al-Fath, 15/293, no. 4119]
📌 Jika kita secara zhahir membaca hadits tersebut, maka yg terjadi sebagaimana sebagian gelombang sahabat Nabi ﷺ, mereka ada yg shalat 'Ashar di waktu 'Isya, karena memang tibanya waktu itu
📌 Namun ada juga yang ternyata tidak melaksanakan perintah itu secara harfiah, mungkin karena memandang perintah Allah ﷻ untuk dapat menegakkan Shalat tepat pada waktunya, sehingga sebagian shalat 'Ashar meski belum tiba di Bani Quraizhah.
💡Hal yang menarik perhatian adalah pengakuan para sahabat Nabi ﷺ dimana di antara mereka tidak saling mengomentari keputusan pelaksanaan shalat.
💡Lebih menarik lagi ketika ternyata Nabi Muhammad ﷺ hanya tersenyum melihat kedua kelompok amal yg dilakukan sahabat-sahabatnya.
📚 Sedikit pelajaran yang dapat kita ambil adalah bahwa untuk kembali kepada As-Sunnah tidak serta merta ketika membaca hadits dapat langsung dipahami dan diamalkan sesuai teks hadits, bahkan meyakini hanya itu yang benar atau memaksa pihak lain melaksanakan hanya sesuai teks tersebut.
Kembali kepada Sunnah sejatinya adalah melalui metodologi yang komprehensif, mengikuti langkah yang telah diambil oleh para ulama, sehingga sebuah teks hadits mampu melahirkan manusia penuh hikmah.
Salam Ta'zhim,
Wido Supraha
Join Channel: t.me/supraha
Ada yang menarik ketika melihat perintah Nabi ﷺ kepada 3000 pasukan yang berangkat secara bergelombang, yakni:
لَا يُصَلِّيَنَّ أَحَدٌ الْعَصْرَ إِلَّا فِي بَنِي قُرَيْظَةَ
Janganlah ada satupun yang shalat ‘Ashar kecuali di perkampungan Bani Quraizhah [HR. Bukhâri, al-Fath, 15/293, no. 4119]
📌 Jika kita secara zhahir membaca hadits tersebut, maka yg terjadi sebagaimana sebagian gelombang sahabat Nabi ﷺ, mereka ada yg shalat 'Ashar di waktu 'Isya, karena memang tibanya waktu itu
📌 Namun ada juga yang ternyata tidak melaksanakan perintah itu secara harfiah, mungkin karena memandang perintah Allah ﷻ untuk dapat menegakkan Shalat tepat pada waktunya, sehingga sebagian shalat 'Ashar meski belum tiba di Bani Quraizhah.
💡Hal yang menarik perhatian adalah pengakuan para sahabat Nabi ﷺ dimana di antara mereka tidak saling mengomentari keputusan pelaksanaan shalat.
💡Lebih menarik lagi ketika ternyata Nabi Muhammad ﷺ hanya tersenyum melihat kedua kelompok amal yg dilakukan sahabat-sahabatnya.
📚 Sedikit pelajaran yang dapat kita ambil adalah bahwa untuk kembali kepada As-Sunnah tidak serta merta ketika membaca hadits dapat langsung dipahami dan diamalkan sesuai teks hadits, bahkan meyakini hanya itu yang benar atau memaksa pihak lain melaksanakan hanya sesuai teks tersebut.
Kembali kepada Sunnah sejatinya adalah melalui metodologi yang komprehensif, mengikuti langkah yang telah diambil oleh para ulama, sehingga sebuah teks hadits mampu melahirkan manusia penuh hikmah.
Salam Ta'zhim,
Wido Supraha
Join Channel: t.me/supraha
📚 ARAB DAN JAZIRAH ARAB
Secara bahasa, Arab berarti gurun tandus nan kering. Adapun Jazirah bermakna semenanjung.
Disebut Jazirah Arab, karena semenanjung wilayah Arab ini penuh dengan gurun tandus, tanpa sungai dan curah hujan, sehingga banyak bangsa tidak tertarik menguasainya karena dianggap tidak memiliki potensi ekonomi.
Sudah kebayang kan, mengapa Islam justru disempurnakan dari negeri dengan kondisi ekstrim seperti itu?
Salam Ta'zhim,
Wido Supraha
t.me/supraha
Secara bahasa, Arab berarti gurun tandus nan kering. Adapun Jazirah bermakna semenanjung.
Disebut Jazirah Arab, karena semenanjung wilayah Arab ini penuh dengan gurun tandus, tanpa sungai dan curah hujan, sehingga banyak bangsa tidak tertarik menguasainya karena dianggap tidak memiliki potensi ekonomi.
Sudah kebayang kan, mengapa Islam justru disempurnakan dari negeri dengan kondisi ekstrim seperti itu?
Salam Ta'zhim,
Wido Supraha
t.me/supraha
Telegram
Wido Supraha
Bersama Meniti Jalan Menuju Jannah
📚 AL-FĀTIHAH, ANTARA TARGHIB DAN TARHIB
Ketika ayat kedua disebutkan Rabb al-'Ālamīn, segera manusia teringat bahwa seluruh alam ini dalam kekuasaan-Nya, sehingga hendaknya manusia berada dalam ketakutan untuk tidak bersyukur, bersujud dan memuji-Nya.
Ketika ayat ketiga disebutkan ternyata Allah menegaskan dua asmā-Nya yang justru menguatkan harapan manusia.
Ketika ayat keempat dihadirkan, ternyata Allah hadirkan kembali sifat-Nya sebagai Penguasa dan Raja Hari Akhir dan Hari Pembalasan.
⚖ Berada di antara motivasi dan ancaman, targhib dan tarhib, adalah bagian dari cara Allah untuk meneguhkan qalbu yang mudah terbolak balik.
Salam Ta'zhim,
Wido Supraha
t.me/supraha
Ketika ayat kedua disebutkan Rabb al-'Ālamīn, segera manusia teringat bahwa seluruh alam ini dalam kekuasaan-Nya, sehingga hendaknya manusia berada dalam ketakutan untuk tidak bersyukur, bersujud dan memuji-Nya.
Ketika ayat ketiga disebutkan ternyata Allah menegaskan dua asmā-Nya yang justru menguatkan harapan manusia.
Ketika ayat keempat dihadirkan, ternyata Allah hadirkan kembali sifat-Nya sebagai Penguasa dan Raja Hari Akhir dan Hari Pembalasan.
⚖ Berada di antara motivasi dan ancaman, targhib dan tarhib, adalah bagian dari cara Allah untuk meneguhkan qalbu yang mudah terbolak balik.
Salam Ta'zhim,
Wido Supraha
t.me/supraha
Telegram
Wido Supraha
Bersama Meniti Jalan Menuju Jannah
Wido Supraha
#IslamIsBeautiful
#IslamIsBeautiful
📚 *Diskusi dengan dua pendekar Islamisasi Muslim Jadid*
Bertemu dua pendekar, Ustadz Fadhlan Gharamatan dan Ustadz Abu Deedat, langsung dimanfaatkan untuk mengambil faidah.
Ustadz Abu Deedat sekarang fokus di pembinaan Muslim Jadid, di pesantrennya di Bintaro. Saya jadi ingat, Ustadz Pande Nababan di Bekasi, dan Ustadzah Irena Handono di Sentul. Ada pendekar lain di setiap wilayah. Dalam sharingnya, Ustadz Abu Deedat menyampaikan pentingnya membina para muallaf, karena hasil temuan beliau, ada 3 jenis muallaf, 1) Kembali Islam karena faktor ekonomi; 2) Kembali Islam karena faktor siasat penyusupan; dan 3) Kembali Islam karena faktor kebenaran.
Lain faidah dari Ustadz Garamatan. Beliau ditolak di Pulau Seribu karena dianggap terlalu keras. Beliau jg menyampaikan, kalau di Indonesia, sandal hilang, maka di Filipina, sandal dan kaki yang bisa hilang. Dalam undangan ke Belanda yg ke-7 kali dalam waktu dekat, rencananya beliau akan ke Komnas HAM Internasional, untuk menyampaikan bahwa Nabi Isa a.s. telah dihinakan sebagian manusia dengan membunuhnya, menelanjanginya, menyalibnya dan memakunya. Dibawa ke mana-mana, padahal beliau mengajarkan untuk menutup aurat. Beliau juga sharing seorang Muslim yg terpana ketika beliau mskan pisang dengan dikuliti, padahal mereka makan dengan kulitnya. Beliau menjelaskan bahkan sunat pun diwajibkan karena lebih bersih. Akhirnya beliau kembali ke Islam tapi di Majeliz Dzikir Arifin Ilham.
Demikian sharing saya,
Salam Ta'zhim,
Wido Supraha
t.me/supraha
📚 *Diskusi dengan dua pendekar Islamisasi Muslim Jadid*
Bertemu dua pendekar, Ustadz Fadhlan Gharamatan dan Ustadz Abu Deedat, langsung dimanfaatkan untuk mengambil faidah.
Ustadz Abu Deedat sekarang fokus di pembinaan Muslim Jadid, di pesantrennya di Bintaro. Saya jadi ingat, Ustadz Pande Nababan di Bekasi, dan Ustadzah Irena Handono di Sentul. Ada pendekar lain di setiap wilayah. Dalam sharingnya, Ustadz Abu Deedat menyampaikan pentingnya membina para muallaf, karena hasil temuan beliau, ada 3 jenis muallaf, 1) Kembali Islam karena faktor ekonomi; 2) Kembali Islam karena faktor siasat penyusupan; dan 3) Kembali Islam karena faktor kebenaran.
Lain faidah dari Ustadz Garamatan. Beliau ditolak di Pulau Seribu karena dianggap terlalu keras. Beliau jg menyampaikan, kalau di Indonesia, sandal hilang, maka di Filipina, sandal dan kaki yang bisa hilang. Dalam undangan ke Belanda yg ke-7 kali dalam waktu dekat, rencananya beliau akan ke Komnas HAM Internasional, untuk menyampaikan bahwa Nabi Isa a.s. telah dihinakan sebagian manusia dengan membunuhnya, menelanjanginya, menyalibnya dan memakunya. Dibawa ke mana-mana, padahal beliau mengajarkan untuk menutup aurat. Beliau juga sharing seorang Muslim yg terpana ketika beliau mskan pisang dengan dikuliti, padahal mereka makan dengan kulitnya. Beliau menjelaskan bahkan sunat pun diwajibkan karena lebih bersih. Akhirnya beliau kembali ke Islam tapi di Majeliz Dzikir Arifin Ilham.
Demikian sharing saya,
Salam Ta'zhim,
Wido Supraha
t.me/supraha
Telegram
Wido Supraha
Bersama Meniti Jalan Menuju Jannah