π–πŽπ‹π•π„'𝐒 ππŽπƒπ‚π€π’π“
289 subscribers
126 photos
6 links
πŸ‰€ Welcome to the wolves podcast channel

π–‘Ÿ Everything in this channel
is copyrighted and inspired
by the internet.
π–‘‘ Ngobrol with wolve's π–‘‘
☏ @ofcwhitewolves
Download Telegram
πŸŽ™β”€ -: ✧ Halo kak Mayisha salam kenal yaa, gimana Wolve's udah kenal dan udah sayang belum nih? Jangan terlalu dalam ya sayangnya kita muncul gak setiap hari soalnya.

πŸŽ™β”€ -: ✧ Sebelum kita masuk ke pembahasan malam ini, mungkin biar kita saling mengenal bisa kali kak Mayisha share sedikit tentang peran kaka sebagai anak pertama, kedua, atau ketiga. Biar kita semua tahu sudut pandang bintang tamu diambil dari sudut yang mana, nanti setelah kak Mayisha dilanjut aku dehh biar semua juga tau hahaha
...
❀3πŸ₯°1
πŸŽ™β”€ -: ✧ Halo Hai Hei kak Shazia, salam kenal. Salam sejahtera juga untuk Wolve’s. Terima kasih atas sambutan meriahnya.

πŸŽ™β”€ -: ✧ Baik. Terkait peran dalam keluarga, saya sendiri berada pada posisi anak kedua. Dalam kajian psikologi keluarga, anak kedua sering berada pada peran adaptif, di mana individu belajar menyesuaikan diri dengan dinamika yang sudah terbentuk sebelumnya. Posisi ini umumnya membentuk pribadi yang cukup fleksibel, memiliki empati, serta mampu melihat suatu permasalahan dari berbagai sudut pandang.
Pengalaman tersebut, dikombinasikan dengan latar belakang saya sebagai dokter psikolog, menjadi dasar sudut pandang yang akan saya sampaikan dalam pembahasan pada malam hari ini.
❀7πŸ”₯3πŸ₯°1πŸ•Š1
πŸŽ™β”€ -: ✧ Wah ternyata kak Mayisha anak ke 2 nih Wolve's. Kalau aku sendiri sih di posisi sulung yaaa, jadi buat ngerasain perbedaan pola asuh cukup tau deh yaa.

πŸŽ™β”€ -: ✧ Nah udah saling kenal kan? Gimana kalau kita langsung ke pembahasan mulai dari si anak pertama. Nah mitos atau fakta sih, kalau anak pertama itu terkenal dengan sikap yang dewasa tapi terlihat seperti terpaksa karena tuntutan anak tertua? Gimana menurut kakak sendiri?
❀4
πŸŽ™β”€ -: ✧ Baik Kalau dilihat dari psikologi nih, sebenarnya ini bisa iya, bisa juga enggak. Anak pertama memang sering dapet tanggung jawab lebih besar, jadi wajar kalau mereka keliatan lebih dewasa dibanding adik-adiknya.
Kadang kedewasaan itu muncul karena tuntutan, tapi lama-lama justru jadi kebiasaan dan bagian dari diri mereka. Jadi nggak selalu merasa terpaksa, meskipun di awal mungkin ada tekanan.
Tapi kalau tuntutannya terlalu berat dan jarang diajak ngobrol soal perasaan, anak pertama bisa ngerasa harus selalu kuat dan menahan emosi sendiri. Nah, di situ yang perlu diperhatiin..

πŸŽ™β”€ -: ✧ Jadi intinya, sikap dewasa pada anak pertama itu nggak cuma karena dia anak sulung, tapi juga karena cara orang tua membangun komunikasi dan kasih dukungan. Kalau lingkungannya sehat, kedewasaan itu tumbuh lebih alami dan seimbang.
❀3πŸ”₯2πŸ₯°1🀩1
πŸŽ™β”€ -: ✧ Jadi emang itu salah satu sisi positif yang di bentuk oleh orang tua ya kak untuk si sulung, tapi emang harus diperhatikan dan menjaga komunikasi juga nih Wolve's biar gak menyimpang maksud baiknya.

πŸŽ™β”€ -: ✧ Tapi kak, ada juga berita tentang anak sulung yang orang tuanya ini gak ngasih motivasi tapi bermodal dorongan yang menuntut, sehingga membentuk karakter yang keras ke adik-adiknya nanti. Kalau menurut kaka hal ini wajar gak sih, atau harus segera dirubah?
❀3πŸ₯°1
πŸŽ™β”€ -: ✧ hal itu cukup sering terjadi dan bisa dipahami, tapi bukan berarti wajar untuk dibiarkan yaa.
Dalam psikologi perkembangan, anak sulung sering mendapat ekspektasi lebih besar dari orang tua. Kalau dorongan yang diberikan lebih banyak tuntutan tanpa motivasi, apresiasi, dan empati, anak bisa tumbuh dengan pola perfeksionis, mudah tertekan, dan cenderung kaku. Sikap keras ke adik biasanya bukan karena ingin berkuasa, tapi karena ia meniru pola didikan yang ia terima.

πŸŽ™β”€ -: ✧ Apakah harus diubah?
Iya, sebaiknya segera diperbaiki. Orang tua perlu menyeimbangkan antara tanggung jawab dan dukungan emosional. Anak sulung tetap butuh divalidasi perasaannya, diberi ruang untuk salah, dan tidak selalu diposisikan sebagai β€œyang harus kuat”.

πŸŽ™β”€ -: ✧ Dengan komunikasi yang sehat, orang tua bisa membantu anak sulung berkembang jadi sosok dewasa, bertanggung jawab, tapi tetap hangat dan empatik, bukan keras atau menekan adik-adiknya.
❀5πŸ”₯1
πŸŽ™β”€ -: ✧ Jadi seperti itu ya kak, emang peran orang tua sebesar itu sebagai tempat pendidikan karakter dasar untuk anak-anak nya ya. Buat si sulung yang kurang mendapatkan apresiasi jangan terlalu keras ya ke adik-adiknya semangat selalu buat si sulung yang hebat.

πŸŽ™β”€ -: ✧ Tadi udah sempet dibahas sedikit nih sama kak Mayisha soal anak ke 2 tapi kayaknya Wolve's perlu penjelasan yang lebih rinci deh kak, apa benar kalau kebanyakan orang tua mendorong mereka untuk selalu "mengalah" dan membentuk sifat yang mudah menyesuaikan tempat?
πŸ”₯2🀩2
πŸŽ™β”€ -: ✧ Dari sudut pandang psikologi, hal itu benar , sering terjadi. Anak ke-2 berada di posisi tengah sehingga orang tua tanpa sadar lebih sering mendorong mereka untuk mengalah demi menjaga keseimbangan dalam keluarga. Pola ini kemudian membentuk kemampuan anak ke-2 untuk lebih peka, mudah beradaptasi, dan menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya.

πŸŽ™β”€ -: ✧ Sisi positifnya, anak ke-2 biasanya tumbuh dengan empati yang baik, fleksibel, dan pandai membaca situasi sosial. Namun, bila tuntutan untuk selalu mengalah terjadi terus-menerus tanpa diimbangi dengan perhatian pada perasaan dan pendapatnya, anak bisa belajar untuk menekan kebutuhan diri sendiri.

πŸŽ™β”€ -: ✧ Kesimpulannya, mengalah bukanlah hal yang keliru, selama orang tua tetap memberi ruang bagi anak ke-2 untuk didengar, dihargai, dan diakui perasaannya. Dengan begitu, kemampuan beradaptasi yang dimiliki akan berkembang secara sehat dan seimbang.
❀3πŸ”₯2
πŸŽ™β”€ -: ✧ Jadi ini termasuk fakta ya kak? Tapi kalau semisal orang tua mendorong untuk anak ke-dua selalu mengalah tanpa ada sela untuk mengutarakan hingga ke hal yang seharusnya milik dia semisal pakaian, makanan, atau kebutuhan basic yang harus mengalah sama kaka atau adeknya, kira-kira dampak paling fatal dari pola didik seperti ini apa aja ya kak?
❀2🀩1