This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
π β Pesan aku untuk yang lagi atau setelah merasakan hubungan dengan orang orang red flag atau hubungan yang nggak sehat, itu jangan di jadikan patokan atau sama ratakan semua cowok ya, ada baiknya kamu bicarain dulu secara baik baik atau bahkan di cari tau dulu si cowok ini red flag yang bisa di toleransi atau nggak, karena emang ada beberapa cowok yang kesan cuek dari lahir tapi ternyata dia peduli banget sama kita, dan ada juga yang emang sok peduli dan berakhir dia red flag dan menunjukkan diri nya ini ingin menguasai apa apa tentang kehidupan kamu baik pribadi maupun nggak pribadi, terus kalo udah merasa nggak aman lebih baik lepasin aja, karena cowok nggak cuma satu, masih banyak cowok yang lebih baik, dan itu juga bisa jadi pelajaran untuk kita biar kedepannya nggak lagi lagi terjebak sama apa yang udah di alami, dan semoga juga kita nggak masuk lagi dan jangan sampe masuk ke dalam hubungan yang sama, ya itu sama cowok red flag ya, jadi harus lebih hati hati lagi untuk mempunyai hubungan sama cowok, karena emang diri kita juga pasti pengen bahagia ya sama pasangan tapi kalo pasangan nya nggak bisa berubah alias dia bener bener udah red flag parah dan berujung toxic ya udah lepasin aja, soalnya kita juga berhak untuk mendapatkan pasangan yang setara dalam artian bisa mengimbangi kita, nggak harus cowok itu gitu loh walaupun dia type kita karena mental dan fisik kita juga butuh sehat, kurang lebih itu aja sih pesan nya dari aku. Semoga bisa di fahami juga di terima dengan baik, dan maaf juga kalo ada yang kesinggung dan agak sedikit kurang sopan ya.
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
β πMakasih banyak Kak Aru, pesannya dalem bangetβterutama buat sobat wolve's yang mungkin lagi ada di hubungan yang ngga sehat atau baru sadar pernah ngalamin. Intinya, kita semua berhak bahagia dan dicintai dengan cara yang sehat dan setara. Jadi, jangan ragu buat pilih diri sendiri kalau situasi udah bikin kamu lelah terus.
β πTerima kasih juga buat kalian yang udah dengerin WOLVE'S PODCAST kali ini. Semoga obrolan ini bisa jadi pengingat buat lebih sayang diri sendiri, lebih peka, dan berani bilang βcukupβ saat dibutuhkan.
β πSaya Puja Shaarma dan Kak Arunika Alyssum pamit undur diri. Sampai jumpa di episode selanjutnya! Jangan lupa subscribe, share ke teman kalian, tinggalkan jejak, dan tetap jadi versi terbaik dari diri sendiri. Byeee! πβ¨
β πTerima kasih juga buat kalian yang udah dengerin WOLVE'S PODCAST kali ini. Semoga obrolan ini bisa jadi pengingat buat lebih sayang diri sendiri, lebih peka, dan berani bilang βcukupβ saat dibutuhkan.
β πSaya Puja Shaarma dan Kak Arunika Alyssum pamit undur diri. Sampai jumpa di episode selanjutnya! Jangan lupa subscribe, share ke teman kalian, tinggalkan jejak, dan tetap jadi versi terbaik dari diri sendiri. Byeee! πβ¨
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
πgobrol π¦ith π¦olve's
π β’ Have you had any interesting experiences with friendship?...
π With special guest starsπ
Mirae Janei've
GΓKUHAI
LIVE at STUDIO WOLVES
Date : 10 // 01 // 26
Time : 20.00 wib
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
β€24π₯11π€©10π8π₯°7
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
/ open the door ; entering the room ; sat on the chair ; turn on the mic ; look at the camera ; start talking /
ποΈ β Halo semua, selamat malam dan selamat datang di Wolve's Podcast. Kali ini malam minggu kalian akan ditemani oleh perbincangan dengan sejuta topik, biar yang jomblo ga ngerasa kesepian (Disclaimer: saya juga jomblo). Malam ini saya akan membahas tentang sesuatu yang cukup menarik. Hayoo bisa tebak ga kira-kira apa topiknya?
ποΈ β βCircle Pertemanan: Tumbuh Bareng atau Sekadar Nongkrong?β whoaa, siapa nih yang relate? Atau ada yang lagi ngerasa gue tuh harus punya circle yang bisa diajak tumbuh bareng, atau yaudah buat main aja? Sebelum dimulai gak afdol nih kalau kita gak kenalan dulu, perkenalkan saya Liesbeth Fleurtje dan kalian bisa memanggil saya Lilis. Tentunya saya gak sendiri ya, kita kedatangan bintang tamu cantik yang tentunya akan menemani saya untuk berdiskusi. Boleh nih kakak cantik langsung perkenalkan diri aja! ππ»
π₯7π€©6π₯°3π1
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
/ open the door ; entering the room ; sat on the chair ; turn on the mic ; look at the camera ; start talking /
π β ο»ΏKadang obrolan yang paling hangat justru lahir di malam hari, saat kita sama-sama meluangkan waktu untuk berhenti sejenak. Malam ini aku bersyukur bisa berada disini. Terimakasih untuk @OFCWHITEWOLVES yang sudah menghadirkan kesempatan ini dan untuk kalian semua yang ikut membersamai.
π β Aku Mirae Janei've sebagai founder atau perwakilan dari @GokuhaiDistrict. Semoga kehadiranku di podcast ini bisa menjadi bagian kecil dari percakapan yang bermakna, tempat kita saling bertukar energi positif, sudut pandang, dan rasa nyaman sepanjang podcast berlangsung.
π₯6β€5π₯°4π€©2
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
ποΈ β Okaayy salam kenal kak janee π aduh saya jadi ga sabar nih buat ngobrol-ngobrol, dan para pendengar setia Wolve's Podcast juga pasti ga kalah sabar nih. Tanpa berlama-lama lagi, langsung saja kita mulai ya kak.
ποΈ β Ngomongin soal Circle atau lingkungan pertemanan pastinya udah gak asing lagi ya, circle sendiri memiliki arti yang sangat luas dan pemahaman masing-masing untuk sebagian orang. Kalau menurut saya circle itu adalah suatu kelompok atau lingkaran yang terdiri dari beberapa individu. Kalau saya sendiri suka mengelompokkan circle itu menjadi 2, ada yang memang circle ini suka ngajak main doang, ada yang memang circle tersebut mengajak kita untuk berkembang. Namun ada juga circle yang mereka sering ngajak main iya, ngajak untuk berkembang juga iya.
ποΈ β Nah kalau buat kak Jane nih, apa sih arti circle yang ada di pikiran kamu? Seberapa penting perannya di hidup kakak sekarang, dan apakah kak jane ngerasa circle itu sesuatu yang harus selalu ada atau bisa berubah seiring waktu?
ποΈ β Ngomongin soal Circle atau lingkungan pertemanan pastinya udah gak asing lagi ya, circle sendiri memiliki arti yang sangat luas dan pemahaman masing-masing untuk sebagian orang. Kalau menurut saya circle itu adalah suatu kelompok atau lingkaran yang terdiri dari beberapa individu. Kalau saya sendiri suka mengelompokkan circle itu menjadi 2, ada yang memang circle ini suka ngajak main doang, ada yang memang circle tersebut mengajak kita untuk berkembang. Namun ada juga circle yang mereka sering ngajak main iya, ngajak untuk berkembang juga iya.
ποΈ β Nah kalau buat kak Jane nih, apa sih arti circle yang ada di pikiran kamu? Seberapa penting perannya di hidup kakak sekarang, dan apakah kak jane ngerasa circle itu sesuatu yang harus selalu ada atau bisa berubah seiring waktu?
β€5π₯°4π2π₯1
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
π β Kalau ngomongin soal circle pertemanan, buat aku pribadi circle itu bukan cuma sekadar kumpulan orang yang sering bareng atau ngobrol tiap hari. Circle lebih ke ruang aman dan nyaman, tempat aku bisa jadi diri sendiri tanpa harus berpura-pura atau merasa dihakimi. Di situ aku bisa cerita, diam, ketawa, bahkan capek tanpa harus menjelaskan terlalu banyak.
π β Di fase hidup aku sekarang, peran circle masih cukup penting, tapi posisinya sudah berbeda. Circle bukan lagi pusat hidup atau sesuatu yang harus selalu ada setiap waktu. Mereka lebih jadi teman seperjalananβorang-orang yang saling menguatkan, saling ngingetin, dan saling mendukung tanpa harus saling menguasai arah hidup satu sama lain. Aku belajar bahwa punya circle bukan soal jumlah atau seberapa sering bareng, tapi soal kualitas hubungan dan rasa saling memahami.
π β Menurut aku juga, circle itu sesuatu yang sangat mungkin berubah seiring waktu, dan itu wajar. Manusia tumbuh, prioritas bergeser, cara pandang berubah, dan masing-masing punya fase hidupnya sendiri. Ada circle yang bertahan lama karena sama-sama mau tumbuh, ada juga yang hanya singgah untuk ngasih pelajaran. Dulu aku sempat mikir kehilangan circle itu sesuatu yang menakutkan, kayak kegagalan dalam bersosialisasi. Tapi sekarang aku sadar, berubahnya circle bukan berarti kita salah atau gagal. Kadang justru itu tanda kita sedang berkembang, belajar mengenali diri sendiri, dan lebih selektif dalam menjaga hubungan yang benar-benar sehat dan bermakna.
π β Di fase hidup aku sekarang, peran circle masih cukup penting, tapi posisinya sudah berbeda. Circle bukan lagi pusat hidup atau sesuatu yang harus selalu ada setiap waktu. Mereka lebih jadi teman seperjalananβorang-orang yang saling menguatkan, saling ngingetin, dan saling mendukung tanpa harus saling menguasai arah hidup satu sama lain. Aku belajar bahwa punya circle bukan soal jumlah atau seberapa sering bareng, tapi soal kualitas hubungan dan rasa saling memahami.
π β Menurut aku juga, circle itu sesuatu yang sangat mungkin berubah seiring waktu, dan itu wajar. Manusia tumbuh, prioritas bergeser, cara pandang berubah, dan masing-masing punya fase hidupnya sendiri. Ada circle yang bertahan lama karena sama-sama mau tumbuh, ada juga yang hanya singgah untuk ngasih pelajaran. Dulu aku sempat mikir kehilangan circle itu sesuatu yang menakutkan, kayak kegagalan dalam bersosialisasi. Tapi sekarang aku sadar, berubahnya circle bukan berarti kita salah atau gagal. Kadang justru itu tanda kita sedang berkembang, belajar mengenali diri sendiri, dan lebih selektif dalam menjaga hubungan yang benar-benar sehat dan bermakna.
π₯6β€4π₯°2
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
ποΈ β Jadi circle pertemanan menurut kakak tuh bukan sekadar kumpulan orang ya, tapi juga bisa jadi ruang aman untuk menjadi diri sendiri. Saya setuju bahwa circle juga bahkan pasti berubah seiring pertumbuhan diri, dan itu merupakan proses berkembang ya. Kelak kita akan memilih hubungan yang lebih sehat serta bermakna di kemudian hari.
ποΈ β Okay, selain arti dari circle tadi nih. Menurut kak Jane, circle pertemanan yang sehat itu seperti apa sih? Apakah harus selalu bikin kita berkembang dan produktif bareng, atau cukup jadi tempat pulang dan cerita? Dan sejauh mana pertemanan bisa dibilang bermakna tanpa harus punya tujuan yang sama?
ποΈ β Okay, selain arti dari circle tadi nih. Menurut kak Jane, circle pertemanan yang sehat itu seperti apa sih? Apakah harus selalu bikin kita berkembang dan produktif bareng, atau cukup jadi tempat pulang dan cerita? Dan sejauh mana pertemanan bisa dibilang bermakna tanpa harus punya tujuan yang sama?
π₯5π€©3β€2π₯°2
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
π β Menurut aku, circle pertemanan yang sehat itu bukan soal seberapa sibuk atau produktif kita bareng, tapi seberapa kita jadi diri sendiri di dalamnya. Circle yang sehat bikin kita ngerasa diterima tanpa harus selalu berakting.
π β Berkembang dan produktif bareng itu bonus, tapi bukan kewajiban. Kadang circle justru berperan sebagai tempat pulang, tempat cerita tanpa takut dihakimi dan menurut aku, itu sama pentingnya dengan circle yang mendorong kita buat maju.
π β Soal tujuan, menurut aku pertemanan tetap bisa bermakna walaupun ga punya tujuan yang sama. Kita ga harus jalan di arah yang sama, yang penting masih bisa saling menghargai proses masing-masing, saling dukung, dan ga saling menjatuhkan. Selama ada rasa peduli, saling tumbuh dengan caranya sendiri dan kehadiran yang tulus, di situ pertemanan jadi punya arti.
π β Berkembang dan produktif bareng itu bonus, tapi bukan kewajiban. Kadang circle justru berperan sebagai tempat pulang, tempat cerita tanpa takut dihakimi dan menurut aku, itu sama pentingnya dengan circle yang mendorong kita buat maju.
π β Soal tujuan, menurut aku pertemanan tetap bisa bermakna walaupun ga punya tujuan yang sama. Kita ga harus jalan di arah yang sama, yang penting masih bisa saling menghargai proses masing-masing, saling dukung, dan ga saling menjatuhkan. Selama ada rasa peduli, saling tumbuh dengan caranya sendiri dan kehadiran yang tulus, di situ pertemanan jadi punya arti.
π₯5π€©3β€2π₯°2