π–πŽπ‹π•π„'𝐒 ππŽπƒπ‚π€π’π“
289 subscribers
126 photos
6 links
πŸ‰€ Welcome to the wolves podcast channel

π–‘Ÿ Everything in this channel
is copyrighted and inspired
by the internet.
π–‘‘ Ngobrol with wolve's π–‘‘
☏ @ofcwhitewolves
Download Telegram
πŸŽ™οΈ β€” Yeaay, tepuk tangan dulu dong πŸ‘πŸ»πŸ‘πŸ»πŸ‘πŸ» Nggak kerasa ya, obrolan kita malam ini sudah sampai di penghujung episode. Terima kasih banyak buat Ka Jonathan yang sudah meluangkan waktu, berbagi pandangan, pengalaman, dan cara memaknai Malam Satu Suro dengan sangat jujur dan terbuka.

πŸŽ™οΈ β€” Dari obrolan tadi, kita bisa lihat kalau Malam Satu Suro nggak melulu soal mitos atau hal-hal yang bikin takut, tapi juga bisa jadi momen buat refleksi diri, menenangkan pikiran, dan lebih sadar sama langkah hidup yang sedang kita jalani.

πŸŽ™οΈ β€” Tak terasa, Wolve's Podcast malam ini pun harus sampai di akhir. Terima kasih juga buat kalian semua yang sudah setia mendengarkan dari awal sampai akhir atau entah sambil rebahan, mikir, atau sekadar nemenin malam.

πŸŽ™οΈ β€” Semoga obrolan kita kali ini bisa memberi sudut pandang baru dan manfaat buat kalian semua. Dan kalau selama podcast ini ada kata-kata yang kurang berkenan, saya sebagai host mohon maaf sebesar-besarnya.
       πŸŽ™ 𝐋ive 𝐏odcast πŸŽ™
𝓝gobrol 𝓦ith 𝓦olve's

Λ—ΛΛ‹β˜…ΛŽΛŠΛ— Manusia tidak lahir membawa luka atau kekuatan β€” semuanya tumbuh dari rumah pertama bernama keluarga.

πŸ“° Dari cara bicara orang tua, dari pelukan atau bentakan, di sanalah karakter dibentuk perlahan tanpa kita sadar πŸ“°
Apakah segala ketakutan dan kekhawatiran pada anak terpengaruh dari cara didik? Bagaimana solusi seharusnya?!?!?

βœ… Akan kita bahas lengkap, With special guest from BIMASAKTI HOSPITAL πŸ’«
πŸŽ™ SPESIAL GUEST πŸŽ™
Mayisha Elowyn
Save the date
7/2/2026 - 20.00 wib
Studio wolves
πŸ‘¨β€πŸ‘©β€πŸ‘§β€πŸ‘¦ Family is the first psychologist in our life β€” it is from there that mentality is formed > emotions are introduced > and character is slowly sculpted πŸ“Œ
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
❀4πŸ₯°3πŸ”₯2🀩2πŸ•Š1
πŸŽ™β”€ -: ✧ [] Assalammualaikum, Shalom, Salam Sejahtera, Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Wei De Don Tian.

πŸŽ™β”€ -: ✧ Annyeonghaseyo yeorobunnn!! Selamat malam~ Bahagia sekaligus senang bisa menyapa kalian di PODCAST WOLVE'S hari ini‼️Sebelum kita masuk ke pembahasan malam hari ini izin ketua buat perkenalan dulu oke? Namaku
Shazia Chantrea Meredith, atau kerap disapa Shazia.

πŸŽ™β”€ -: ✧ Hari ini aku akan membahas tentang "Sedarah : Satu orang tua tapi pola asuh tetap berbeda, akankah berdampak sama?" aku yakin banget bakal ada banyak orang yang merasa relate dengan pembahasan pada malam ini entah sebagai anak pertama, anak tengah, maupun anak terakhir.

πŸŽ™β”€ -: ✧ Tapi sebelum saya lanjut ke pembahasan malam ini, tentunya saya gak sendirian ada bintang tamu dari
@OFCBIMASAKTIHOSPITAL yang telah berkenan meluangkan waktu untuk berbincang mengenai pro dan kontra dari pembahasan malam ini.

πŸŽ™β”€ -: ✧ Siapa kah bintang tamu kita pada malam hari ini? Mari kita persilangan kepada kak
@berletna untuk memperkenalkan diri terlebih dahulu.
πŸŽ™β”€ -: ✧ Terima kasih, Shazia. Hallo semuanya, selamat malam.
Perkenalkan, nama saya Mayisha Elowyn, akrab disapa Mayisha. Saya berprofesi sebagai dokter psikolog, malam ini saya merasa sangat berbahagia serta terhormat, bisa hadir pada malam hari ini sebagai perwakilan dari Bimasakti Hospital.
Semoga melalui diskusi ini kita bisa berbagi sudut pandang serta insight yang bermanfaat untuk kita semua ya, terimakasih.
❀3πŸ₯°3🀩2πŸ”₯1
πŸŽ™β”€ -: ✧ Halo kak Mayisha salam kenal yaa, gimana Wolve's udah kenal dan udah sayang belum nih? Jangan terlalu dalam ya sayangnya kita muncul gak setiap hari soalnya.

πŸŽ™β”€ -: ✧ Sebelum kita masuk ke pembahasan malam ini, mungkin biar kita saling mengenal bisa kali kak Mayisha share sedikit tentang peran kaka sebagai anak pertama, kedua, atau ketiga. Biar kita semua tahu sudut pandang bintang tamu diambil dari sudut yang mana, nanti setelah kak Mayisha dilanjut aku dehh biar semua juga tau hahaha
...
❀3πŸ₯°1
πŸŽ™β”€ -: ✧ Halo Hai Hei kak Shazia, salam kenal. Salam sejahtera juga untuk Wolve’s. Terima kasih atas sambutan meriahnya.

πŸŽ™β”€ -: ✧ Baik. Terkait peran dalam keluarga, saya sendiri berada pada posisi anak kedua. Dalam kajian psikologi keluarga, anak kedua sering berada pada peran adaptif, di mana individu belajar menyesuaikan diri dengan dinamika yang sudah terbentuk sebelumnya. Posisi ini umumnya membentuk pribadi yang cukup fleksibel, memiliki empati, serta mampu melihat suatu permasalahan dari berbagai sudut pandang.
Pengalaman tersebut, dikombinasikan dengan latar belakang saya sebagai dokter psikolog, menjadi dasar sudut pandang yang akan saya sampaikan dalam pembahasan pada malam hari ini.
❀7πŸ”₯3πŸ₯°1πŸ•Š1
πŸŽ™β”€ -: ✧ Wah ternyata kak Mayisha anak ke 2 nih Wolve's. Kalau aku sendiri sih di posisi sulung yaaa, jadi buat ngerasain perbedaan pola asuh cukup tau deh yaa.

πŸŽ™β”€ -: ✧ Nah udah saling kenal kan? Gimana kalau kita langsung ke pembahasan mulai dari si anak pertama. Nah mitos atau fakta sih, kalau anak pertama itu terkenal dengan sikap yang dewasa tapi terlihat seperti terpaksa karena tuntutan anak tertua? Gimana menurut kakak sendiri?
❀4
πŸŽ™β”€ -: ✧ Baik Kalau dilihat dari psikologi nih, sebenarnya ini bisa iya, bisa juga enggak. Anak pertama memang sering dapet tanggung jawab lebih besar, jadi wajar kalau mereka keliatan lebih dewasa dibanding adik-adiknya.
Kadang kedewasaan itu muncul karena tuntutan, tapi lama-lama justru jadi kebiasaan dan bagian dari diri mereka. Jadi nggak selalu merasa terpaksa, meskipun di awal mungkin ada tekanan.
Tapi kalau tuntutannya terlalu berat dan jarang diajak ngobrol soal perasaan, anak pertama bisa ngerasa harus selalu kuat dan menahan emosi sendiri. Nah, di situ yang perlu diperhatiin..

πŸŽ™β”€ -: ✧ Jadi intinya, sikap dewasa pada anak pertama itu nggak cuma karena dia anak sulung, tapi juga karena cara orang tua membangun komunikasi dan kasih dukungan. Kalau lingkungannya sehat, kedewasaan itu tumbuh lebih alami dan seimbang.
❀3πŸ”₯2πŸ₯°1🀩1
πŸŽ™β”€ -: ✧ Jadi emang itu salah satu sisi positif yang di bentuk oleh orang tua ya kak untuk si sulung, tapi emang harus diperhatikan dan menjaga komunikasi juga nih Wolve's biar gak menyimpang maksud baiknya.

πŸŽ™β”€ -: ✧ Tapi kak, ada juga berita tentang anak sulung yang orang tuanya ini gak ngasih motivasi tapi bermodal dorongan yang menuntut, sehingga membentuk karakter yang keras ke adik-adiknya nanti. Kalau menurut kaka hal ini wajar gak sih, atau harus segera dirubah?
❀3πŸ₯°1
πŸŽ™β”€ -: ✧ hal itu cukup sering terjadi dan bisa dipahami, tapi bukan berarti wajar untuk dibiarkan yaa.
Dalam psikologi perkembangan, anak sulung sering mendapat ekspektasi lebih besar dari orang tua. Kalau dorongan yang diberikan lebih banyak tuntutan tanpa motivasi, apresiasi, dan empati, anak bisa tumbuh dengan pola perfeksionis, mudah tertekan, dan cenderung kaku. Sikap keras ke adik biasanya bukan karena ingin berkuasa, tapi karena ia meniru pola didikan yang ia terima.

πŸŽ™β”€ -: ✧ Apakah harus diubah?
Iya, sebaiknya segera diperbaiki. Orang tua perlu menyeimbangkan antara tanggung jawab dan dukungan emosional. Anak sulung tetap butuh divalidasi perasaannya, diberi ruang untuk salah, dan tidak selalu diposisikan sebagai β€œyang harus kuat”.

πŸŽ™β”€ -: ✧ Dengan komunikasi yang sehat, orang tua bisa membantu anak sulung berkembang jadi sosok dewasa, bertanggung jawab, tapi tetap hangat dan empatik, bukan keras atau menekan adik-adiknya.
❀5πŸ”₯1