π–πŽπ‹π•π„'𝐒 ππŽπƒπ‚π€π’π“
289 subscribers
126 photos
6 links
πŸ‰€ Welcome to the wolves podcast channel

π–‘Ÿ Everything in this channel
is copyrighted and inspired
by the internet.
π–‘‘ Ngobrol with wolve's π–‘‘
☏ @ofcwhitewolves
Download Telegram
πŸŽ™β€” betul hahaha

πŸŽ™β€” apa ya, kalau soal mitos atau larangan, gua rasa cara paling bijak itu dengan respect tanpa harus merasa terbebani ya. kita nggak harus percaya 100% secara kaku, tapi kita juga nggak perlu ngeremehin. anggep aja itu bagian dari warisan nilai atau cara orang tua dulu buat ngajarin kita soal kehati-hatian. intinya, tetep logis tapi jangan ninggalin rasa hormat sama tradisinya.
πŸŽ™οΈ β€” Bener. Dengan cara itu, kita tetap berdiri di posisi yang seimbang. Kita menghormati nilai-nilai yang diwariskan, tapi juga sadar kapan harus pakai logika dan kendali diri. Jadi tradisi tetap hidup sebagai pengingat, bukan sebagai beban yang bikin kita terkungkung guys.

πŸŽ™οΈ β€” Banyak cerita yang beredar soal Malam Satu Suro, mulai dari yang bikin takut sampai yang bikin orang jadi ekstra hati-hati. Tapi kalau kita coba tarik sedikit ke belakang dan lihat dari sudut pandang yang lebih tenang. Kalau kita lepaskan dari sisi mistisnya, apakah Malam Satu Suro bisa dilihat sebagai momen untuk berhenti sejenak dan refleksi diri menurut Ka Jonathan gimana?
πŸŽ™β€” setuju banget. kalau sisi mistisnya kita pinggirin bentar, satu suro itu sebenernya ruang refleksi yang mahal banget. suasana yang hening itu kan sebenernya ngajak kita buat 'ngobrol' sama diri sendiri, ya. nanya ke dalam hati, apa aja yang udah kita lakuin setahun belakangan dan apa yang mau kita perbaiki. jadi, sunyinya itu bukan serem, tapi sunyi yang menenangkan.
πŸŽ™οΈ β€” Iya, itu kerasa banget sih. Justru di sunyi itu kita dikasih ruang buat jujur sama diri sendiri, tanpa distraksi, tanpa tuntutan apa-apa. Jadi bukan sunyi yang menekan, tapi sunyi yang ngasih napas buat mikir, nerima, dan pelan-pelan ngebenerin arah.

πŸŽ™οΈ β€” Kalau kita tarik ke kehidupan sehari-hari, sebenarnya yang sering jadi pertanyaan bukan soal percaya atau nggaknya, tapi soal bagaimana kita bersikap. Dan antara kepercayaan, budaya, dan logika, seringkali kita harus cari titik tengah biar tetap waras tapi juga nggak kehilangan rasa hormat.

πŸŽ™οΈ β€” Dalam menyikapi Malam Satu Suro, menurut Ka Jonathan, sikap yang paling ideal itu seperti apa? Antara menjaga rasa hormat, tidak larut dalam ketakutan, dan tetap berpikir jernih.
πŸŽ™β€” ideal itu kalau kita bisa nemuin titik tengahnya sih. tetep respectful sama budaya dan kepercayaan yang ada, tapi nggak perlu parno atau takut berlebihan sampe bikin langkah kita terhenti. tetep berpikir jernih aja, lakuin hal-hal positif, dan bawa suasana satu suro ini buat makin mendekatkan diri ke tuhan atau introspeksi diri. stay grounded, tapi pikiran tetep terbuka.
πŸŽ™οΈ β€” Nah, itu pas banget sih. Ketika kita bisa tetap membumi tapi nggak menutup pikiran, Malam Satu Suro jadi momen yang sehat nggak menakutkan, tapi justru menguatkan. Kita jalanin hidup dengan tenang, hormat sama tradisi, dan tetap sadar arah yang kita tuju.

πŸŽ™οΈ β€” Dari obrolan kita malam ini, kelihatan kalau Malam Satu Suro nggak cuma berdiri di satu makna saja. Ada sisi budaya, ada kepercayaan yang diwariskan, ada juga cara personal setiap orang dalam memaknainya tergantung pengalaman, fase hidup, dan cara pandang masing-masing ya ka.

πŸŽ™οΈ β€” Setelah kita melihat Malam Satu Suro dari berbagai sudut pandang, apa makna malam ini bagi ka Jonathan saat ini? Dan pesan apa yang ingin Ka Jonathan sampaikan kepada pendengar?
πŸŽ™β€” buat gua, malam satu suro itu adalah malam untuk berdamai. berdamai sama masa lalu, dan bersiap buat masa depan. buat lu semua yang dengerin, pesen gua simpel aja sih: jangan cuma dapet seremnya, tapi ambil tenangnya. jadiin malam ini momen buat bener-bener dengerin kata hati kalian. mumpung lagi hening, coba tanya ke diri sendiri, what’s your next move? semangat buat langkah barunya.
πŸŽ™οΈ β€” Yeaay, tepuk tangan dulu dong πŸ‘πŸ»πŸ‘πŸ»πŸ‘πŸ» Nggak kerasa ya, obrolan kita malam ini sudah sampai di penghujung episode. Terima kasih banyak buat Ka Jonathan yang sudah meluangkan waktu, berbagi pandangan, pengalaman, dan cara memaknai Malam Satu Suro dengan sangat jujur dan terbuka.

πŸŽ™οΈ β€” Dari obrolan tadi, kita bisa lihat kalau Malam Satu Suro nggak melulu soal mitos atau hal-hal yang bikin takut, tapi juga bisa jadi momen buat refleksi diri, menenangkan pikiran, dan lebih sadar sama langkah hidup yang sedang kita jalani.

πŸŽ™οΈ β€” Tak terasa, Wolve's Podcast malam ini pun harus sampai di akhir. Terima kasih juga buat kalian semua yang sudah setia mendengarkan dari awal sampai akhir atau entah sambil rebahan, mikir, atau sekadar nemenin malam.

πŸŽ™οΈ β€” Semoga obrolan kita kali ini bisa memberi sudut pandang baru dan manfaat buat kalian semua. Dan kalau selama podcast ini ada kata-kata yang kurang berkenan, saya sebagai host mohon maaf sebesar-besarnya.
       πŸŽ™ 𝐋ive 𝐏odcast πŸŽ™
𝓝gobrol 𝓦ith 𝓦olve's

Λ—ΛΛ‹β˜…ΛŽΛŠΛ— Manusia tidak lahir membawa luka atau kekuatan β€” semuanya tumbuh dari rumah pertama bernama keluarga.

πŸ“° Dari cara bicara orang tua, dari pelukan atau bentakan, di sanalah karakter dibentuk perlahan tanpa kita sadar πŸ“°
Apakah segala ketakutan dan kekhawatiran pada anak terpengaruh dari cara didik? Bagaimana solusi seharusnya?!?!?

βœ… Akan kita bahas lengkap, With special guest from BIMASAKTI HOSPITAL πŸ’«
πŸŽ™ SPESIAL GUEST πŸŽ™
Mayisha Elowyn
Save the date
7/2/2026 - 20.00 wib
Studio wolves
πŸ‘¨β€πŸ‘©β€πŸ‘§β€πŸ‘¦ Family is the first psychologist in our life β€” it is from there that mentality is formed > emotions are introduced > and character is slowly sculpted πŸ“Œ
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
❀4πŸ₯°3πŸ”₯2🀩2πŸ•Š1
πŸŽ™β”€ -: ✧ [] Assalammualaikum, Shalom, Salam Sejahtera, Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Wei De Don Tian.

πŸŽ™β”€ -: ✧ Annyeonghaseyo yeorobunnn!! Selamat malam~ Bahagia sekaligus senang bisa menyapa kalian di PODCAST WOLVE'S hari ini‼️Sebelum kita masuk ke pembahasan malam hari ini izin ketua buat perkenalan dulu oke? Namaku
Shazia Chantrea Meredith, atau kerap disapa Shazia.

πŸŽ™β”€ -: ✧ Hari ini aku akan membahas tentang "Sedarah : Satu orang tua tapi pola asuh tetap berbeda, akankah berdampak sama?" aku yakin banget bakal ada banyak orang yang merasa relate dengan pembahasan pada malam ini entah sebagai anak pertama, anak tengah, maupun anak terakhir.

πŸŽ™β”€ -: ✧ Tapi sebelum saya lanjut ke pembahasan malam ini, tentunya saya gak sendirian ada bintang tamu dari
@OFCBIMASAKTIHOSPITAL yang telah berkenan meluangkan waktu untuk berbincang mengenai pro dan kontra dari pembahasan malam ini.

πŸŽ™β”€ -: ✧ Siapa kah bintang tamu kita pada malam hari ini? Mari kita persilangan kepada kak
@berletna untuk memperkenalkan diri terlebih dahulu.