π–πŽπ‹π•π„'𝐒 ππŽπƒπ‚π€π’π“
289 subscribers
126 photos
6 links
πŸ‰€ Welcome to the wolves podcast channel

π–‘Ÿ Everything in this channel
is copyrighted and inspired
by the internet.
π–‘‘ Ngobrol with wolve's π–‘‘
☏ @ofcwhitewolves
Download Telegram
/ door slowly opens ; step into the room calmly ; take a seat with composure ; adjust posture ; set the microphone in place ; power on the mic ; pause briefly ; eyes focus on the camera ; begin speaking /

πŸŽ™οΈ β€” Halo semua, selamat malam dan selamat datang di Wolve's Podcast. Malam ini kita ketemu di suasana yang katanya penuh makna, penuh cerita, dan sering bikin orang mikir dua kali buat melangkah keluar rumah. Tenang, kita aman cukup duduk, dengerin, dan biarin obrolan malam ini nemenin kalian. Buat kalian yang lagi dengerin sendirian, lagi overthinking, atau cuma rebahan sambil bengong, podcast ini hadir buat jadi teman di tengah sunyinya malam.

πŸŽ™οΈ β€” Malam ini aku bakal ngajak kalian ngebahas satu topik yang tiap tahun selalu punya aura berbeda. Ada yang nganggep sakral, ada yang takut karena mitos, ada juga yang justru melihatnya sebagai waktu buat refleksi diri.

Topik kita malam ini: "Malam Satu Suro: Antara Sakral, mitos, Atau Refleksi diri"

Nah, kalau dengar Malam Satu Suro, kalian lebih kepikiran pantangan dan cerita mistis, atau justru momen buat berhenti sebentar dan ngelihat ke dalam diri sendiri?

πŸŽ™οΈ β€” Sebelum masuk lebih jauh ke pembahasan, kenalan dulu ya biar obrolannya nggak terasa kayak suara anonim di tengah malam. Perkenalkan, aku Γ‰nrique SΓ©raphin Nocturne de ValΓ©rian Ashenmont, tapi kalian bisa panggil aku Riku, dan malam ini aku bakal nemenin kalian sebagai host.

Dan tentu aja, aku nggak sendirian. Malam ini aku ditemani oleh bintang tamu Keren yang akan berbagi pandangan, pengalaman, dan cara memaknai Malam Satu Suro dari sudut pandangnya sendiri.

Langsung aja, boleh nih perkenalkan diri untuk para pendengar Wolve's Podcast. πŸ‘πŸ»πŸŽ™οΈ
πŸ”₯2❀1
halo warga wolve's, ada pepatah mengatakan, tak kenal maka tak sayang, maka dari itu kita kenalan dulu. kenalin gua jonathan biasanya temen temen panggil gua jo. gua dari babeh nih, hahahaha
πŸŽ™οΈ β€” Salam kenal ka Jonathan, Mari kita langsung mulai podcast nya. Suasana malam ini serem banget, tapi untungnya saya ga sendiri si. Langsung kita mulai dari sesi pertama, malam Satu Suro itu adalah malam pergantian tahun dalam kalender Jawa. yang barengan juga sama 1 Muharram.

πŸŽ™οΈ β€” Malam ini sering dianggap spesial, bukan cuma karena tanggalnya, tapi karena banyak orang percaya kalau suasananya memang beda dari malam-malam biasanya. Buat sebagian orang, Katanya Malam Satu Suro identik sama mitos, pantangan, dan cerita-cerita yang katanya " nggak boleh macem-macem".

πŸŽ™οΈ β€” Kalau mendengar kata Malam Satu Suro, setiap orang biasanya punya pandangan yang berbeda. Menurut Ka Jonathan, Malam Satu Suro itu dimaknai sebagai apa?
πŸŽ™β€” wah, kalau ngomongin malam satu suro ya... buat gua pribadi, ini lebih ke momen yang punya 'bobot' tersendiri sih. bukan cuma soal kalender, tapi kayak ada suasana yang beda aja di udara. kalau ditanya maknanya apa, buat gua satu suro itu momen reset. waktu di mana kita diingetin kalau satu fase udah selesai, dan kita bakal masuk ke lembaran baru dengan energi yang lebih tenang.
πŸŽ™οΈ β€” Wah jadi Malam satu suro itu ibarat reset waktu gitu ya ka, iya bener juga si. biasanya saya juga lumayan ngerasain apa bedanya gitu, dampaknya si lumayan besar.

πŸŽ™οΈ β€” Selanjutnya nih ka, kalau yang saya liat dari makna kaka nya. Malam satu Suro itu momen reset. waktu di mana kita diingetin kalau satu fase udah selesai, dan kita bakal masuk ke lembaran baru dengan energi yang lebih tenang. Kalau boleh tau Di tengah kehidupan sekarang yang serba cepat dan modern, apakah Malam Satu Suro masih punya tempat tersendiri menurut Ka Jonathan? Atau justru maknanya mulai berubah seiring waktu?
πŸŽ™β€” jujur ya, di jaman yang apa apa serba instan dan berisik kayak sekarang, malam satu suro justru jadi makin relevan sih menurut gua. dia punya tempat spesial karena dia nawarin 'kesunyian' yang jarang kita dapetin sehari-hari. maknanya mungkin nggak berubah ya, tapi fungsinya jadi lebih krusial, semacam pause button di tengah hiruk pikuk dunia modern supaya kita nggak kehilangan arah.
πŸŽ™οΈ β€” Menarik banget sih itu ka. Justru di tengah dunia yang makin rame dan serba cepat, keberadaan "pause" kayak gitu memang kerasa penting. Malam Satu Suro jadi bukan soal takut atau mitos, tapi soal ngasih ruang buat diri sendiri biar tetap sadar dan nggak kebawa arus. Ya ga si ka, hahaha.

πŸŽ™οΈ β€” Kalau di tarik lagi nih ka. Kita sering dengar berbagai cerita, larangan, atau mitos soal Malam Satu Suro. Menurut Ka Jonathan, bagaimana cara paling bijak untuk menyikapi hal-hal seperti ini?
πŸŽ™β€” betul hahaha

πŸŽ™β€” apa ya, kalau soal mitos atau larangan, gua rasa cara paling bijak itu dengan respect tanpa harus merasa terbebani ya. kita nggak harus percaya 100% secara kaku, tapi kita juga nggak perlu ngeremehin. anggep aja itu bagian dari warisan nilai atau cara orang tua dulu buat ngajarin kita soal kehati-hatian. intinya, tetep logis tapi jangan ninggalin rasa hormat sama tradisinya.
πŸŽ™οΈ β€” Bener. Dengan cara itu, kita tetap berdiri di posisi yang seimbang. Kita menghormati nilai-nilai yang diwariskan, tapi juga sadar kapan harus pakai logika dan kendali diri. Jadi tradisi tetap hidup sebagai pengingat, bukan sebagai beban yang bikin kita terkungkung guys.

πŸŽ™οΈ β€” Banyak cerita yang beredar soal Malam Satu Suro, mulai dari yang bikin takut sampai yang bikin orang jadi ekstra hati-hati. Tapi kalau kita coba tarik sedikit ke belakang dan lihat dari sudut pandang yang lebih tenang. Kalau kita lepaskan dari sisi mistisnya, apakah Malam Satu Suro bisa dilihat sebagai momen untuk berhenti sejenak dan refleksi diri menurut Ka Jonathan gimana?
πŸŽ™β€” setuju banget. kalau sisi mistisnya kita pinggirin bentar, satu suro itu sebenernya ruang refleksi yang mahal banget. suasana yang hening itu kan sebenernya ngajak kita buat 'ngobrol' sama diri sendiri, ya. nanya ke dalam hati, apa aja yang udah kita lakuin setahun belakangan dan apa yang mau kita perbaiki. jadi, sunyinya itu bukan serem, tapi sunyi yang menenangkan.
πŸŽ™οΈ β€” Iya, itu kerasa banget sih. Justru di sunyi itu kita dikasih ruang buat jujur sama diri sendiri, tanpa distraksi, tanpa tuntutan apa-apa. Jadi bukan sunyi yang menekan, tapi sunyi yang ngasih napas buat mikir, nerima, dan pelan-pelan ngebenerin arah.

πŸŽ™οΈ β€” Kalau kita tarik ke kehidupan sehari-hari, sebenarnya yang sering jadi pertanyaan bukan soal percaya atau nggaknya, tapi soal bagaimana kita bersikap. Dan antara kepercayaan, budaya, dan logika, seringkali kita harus cari titik tengah biar tetap waras tapi juga nggak kehilangan rasa hormat.

πŸŽ™οΈ β€” Dalam menyikapi Malam Satu Suro, menurut Ka Jonathan, sikap yang paling ideal itu seperti apa? Antara menjaga rasa hormat, tidak larut dalam ketakutan, dan tetap berpikir jernih.