π–πŽπ‹π•π„'𝐒 ππŽπƒπ‚π€π’π“
289 subscribers
126 photos
6 links
πŸ‰€ Welcome to the wolves podcast channel

π–‘Ÿ Everything in this channel
is copyrighted and inspired
by the internet.
π–‘‘ Ngobrol with wolve's π–‘‘
☏ @ofcwhitewolves
Download Telegram
β€” πŸŽ™Saya setuju banget, Kak Aru. Hal-hal kayak belum dewasa sepenuhnya atau komunikasi yang belum lancar tapi masih mau belajar, itu masih bisa ditoleransi. Karena dalam hubungan, tumbuh bareng itu penting. Tapi kalau udah masuk ke kekerasan, manipulasi, atau sikap yang bikin kita kehilangan rasa aman dan harga diri itu udah red flag serius yang ngga bisa dibiarkan.

β€” πŸŽ™Buat sobat wolve's yang lagi dengerin, semoga bisa lebih peka ngebedain mana yang bisa diperjuangkan, dan mana yang harus ditinggalkan demi jaga diri sendiri. Kadang, melepaskan itu bentuk sayang ke diri sendiri.
β€” πŸŽ™Ini juga yang sering banget kejadian ya, Kak. Banyak banget orang, terutama perempuan yang tetap bertahan dalam hubungan yang sebenarnya udah jelas-jelas ngga sehat. Alasannya macam-macam: karena rasa sayang, takut ditinggal, lama hubungan, atau sekadar takut sendirian. Padahal, kalau diterusin, justru malah bisa bikin kita kehilangan jati diri, kehilangan arah.

β€” πŸŽ™Makanya, saran dari kamu gimana sih caranya supaya perempuan bisa lebih sadar dan berani ambil keputusan? Kapan harus bertahan, dan kapan waktunya pergi demi nyelametin diri sendiri? Karena kadang, yang susah itu bukan cuma ninggalin orangnya… tapi ninggalin harapan yang udah keburu kita bangun bareng dia.
πŸŽ™β€” Sebagai perempuan ya kita emang harus bisa bersikap tegas, dalam artian harus bisa mengenali si cowok ini red flag atau nggak, karena kita juga yang bakalan susah untuk berbicara baik baik kalo udah sama cowok yang dirasa nggak beres atau red flag ini, kita harus bener bener mikir secara matang, dan nggak beresiko juga untuk diri kita sendiri. Jadi kita juga harus bisa tegas ke diri kita sendiri dalam mengambil keputusan ya, kayak kita harus bisa nih bilang apa yang nggak enak banget yang lagi kita rasain. Harus bisa dengerin apa yang di sampaikan dia juga, kita nggak boleh biarin dia sendirian dalam keadaan mood nggak bagus biar dia nggak memanipulasi diri sendiri. Kita juga harus ngasih tau batasan yang bener bener jelas, karena ini biar dia nggak melanggar privasi kita, biar dia juga faham apa yang kita izinkan dan nggak kita izinkan, terus jangan cari alasan untuk tetap membenarkan prilaku yang salah atau buruk dari pasangan. Ini biar nggak jadi kebiasaan ya kedepannya.
πŸŽ™ β€” Kalo untuk jawaban "kapan kita harus bertahan dalam hubungan sama cowok red flag?" itu sebenarnya balik ke diri kita sendiri, karena ya itu sih ya, soalnya pasti ada yang emang bertahan karena rasa penasaran nya, sayang itu lebih besar atau karena dia emang bener bener mau menghilangkan ke-egoisan nya, mulai terbuka, memberikan kepercayaan penuh ke pasangan, dan mau berubah ya walaupun itu di lakukan secara sedikit demi sedikit karena emang kan semuanya butuh proses juga.

πŸŽ™ β€” Dan kalo di tanya kapan waktu nya harus pergi itu sebenarnya gampang banget sih, ya itu kalo dia udah mulai memutar balikan fakta yang sebenarnya, merendahkan kita, membuat kita terus merasa bersalah, kekerasan fisik maupun verbal, terlalu mengontrol kita tanpa tau batas batasan kita sampe dia ngebantah dan melanggar apa yang mungkin itu udah bukan ranah dia, hubungan yang nggak setara, dalam artian kita nggak boleh ngeluh dan harus tetap happy walaupun nggak happy, terus selalu bohong walaupun udah ketahuan, karena menurut aku itu udah ngaco banget sih ya. Dan untuk yang terkahir kita harus bisa menyayangi diri sendiri sih ya, biar nggak kemakan omongan orang red flag, Ubah Perspektif, karena diri sendiri prioritas utama dalam hal keamanan diri, kesehatan psikis dan psikologis serta merasakan kebahagiaan. Dan harus ada batasan yang jelas karena dia nggak bisa menggantungkan kebahagiaan dan segala nya ke kita, dan yang terakhir harus siap untuk berpisah, jangan jadikan Segala rasa sayang, cinta, itu alasan untuk bertahan ya, karena kalo nurutin cinta tapi diri kita nggak bahagia sama dia sama aja ya, karena secinta dan sesayang apapun kita ke dia, tapi kalo dia nya nggak bisa memberi yang setimpal atau kita harus jadi orang lain demi dia itu sama aja kamu bersedia di remehkan, jadi lebih baik ya pergi aja, tinggalin cowok yang kayak gitu, karena kita berhak sih untuk bahagia walaupun nggak sama dia, kita tetep bisa bernafas dan merasa layak untuk bahagia.
β€” πŸŽ™Saya sepakat banget sama yang tadi kamu sampaikan, Kak Aru. Kadang tuh, kita terlalu fokus mempertahankan seseorang yang kita pikir bisa berubah, padahal yang harus kita pertahankan justru diri kita sendiri. Rasa sayang emang seringkali bikin kita buta, tapi kalau hubungan itu bikin kita kehilangan kendali, kehilangan batas, bahkan kehilangan rasa aman, itu bukan cinta yang sehat lagi.

β€” πŸŽ™Dan bener juga, bukan berarti semua harus ditinggal, tapi kita juga harus realistis. Kalau dia nunjukkin usaha buat berubah, masih bisa dikomunikasikan, mungkin layak diberi kesempatan. Tapi kalau udah main fisik, manipulatif, ngerendahin, atau nyuruh kita terus ngalah itu udah lampu merah. Jangan tunggu lebih parah baru sadar. Kamu, kalian, kita semua berhak kok buat bahagia tanpa harus terus ngasih ruang buat orang yang ngga bisa ngejaga kita.
β€” πŸŽ™Dari tadi kita sudah ngobrol panjang soal red flag, mulai dari definisinya, alasan kenapa masih banyak yang tertarik, sampai cara mengenali batas dalam hubungan. Semoga obrolan ini bisa bikin sobat wolve's yang lagi dengerin jadi lebih sadar, lebih sayang sama diri sendiri, dan tahu kapan harus bertahan atau justru melepaskan demi kebaikan kalian sendiri.

β€” πŸŽ™Sebelum kita tutup podcast hari ini, saya mau kasih waktu buat Kak Aru menyampaikan pesan atau wejangannya. Mungkin ada sobat wolve's yang lagi dengerin dan lagi berada di hubungan yang rumit, atau baru sadar kalau dirinya juga pernah ngerasain hal yang sama. Silakan, Kak Aru, ada pesan yang ingin disampaikan?
πŸŽ™ β€” Pesan aku untuk yang lagi atau setelah merasakan hubungan dengan orang orang red flag atau hubungan yang nggak sehat, itu jangan di jadikan patokan atau sama ratakan semua cowok ya, ada baiknya kamu bicarain dulu secara baik baik atau bahkan di cari tau dulu si cowok ini red flag yang bisa di toleransi atau nggak, karena emang ada beberapa cowok yang kesan cuek dari lahir tapi ternyata dia peduli banget sama kita, dan ada juga yang emang sok peduli dan berakhir dia red flag dan menunjukkan diri nya ini ingin menguasai apa apa tentang kehidupan kamu baik pribadi maupun nggak pribadi, terus kalo udah merasa nggak aman lebih baik lepasin aja, karena cowok nggak cuma satu, masih banyak cowok yang lebih baik, dan itu juga bisa jadi pelajaran untuk kita biar kedepannya nggak lagi lagi terjebak sama apa yang udah di alami, dan semoga juga kita nggak masuk lagi dan jangan sampe masuk ke dalam hubungan yang sama, ya itu sama cowok red flag ya, jadi harus lebih hati hati lagi untuk mempunyai hubungan sama cowok, karena emang diri kita juga pasti pengen bahagia ya sama pasangan tapi kalo pasangan nya nggak bisa berubah alias dia bener bener udah red flag parah dan berujung toxic ya udah lepasin aja, soalnya kita juga berhak untuk mendapatkan pasangan yang setara dalam artian bisa mengimbangi kita, nggak harus cowok itu gitu loh walaupun dia type kita karena mental dan fisik kita juga butuh sehat, kurang lebih itu aja sih pesan nya dari aku. Semoga bisa di fahami juga di terima dengan baik, dan maaf juga kalo ada yang kesinggung dan agak sedikit kurang sopan ya.
β€” πŸŽ™Makasih banyak Kak Aru, pesannya dalem bangetβ€”terutama buat sobat wolve's yang mungkin lagi ada di hubungan yang ngga sehat atau baru sadar pernah ngalamin. Intinya, kita semua berhak bahagia dan dicintai dengan cara yang sehat dan setara. Jadi, jangan ragu buat pilih diri sendiri kalau situasi udah bikin kamu lelah terus.

β€” πŸŽ™Terima kasih juga buat kalian yang udah dengerin WOLVE'S PODCAST kali ini. Semoga obrolan ini bisa jadi pengingat buat lebih sayang diri sendiri, lebih peka, dan berani bilang β€œcukup” saat dibutuhkan.

β€” πŸŽ™Saya Puja Shaarma dan Kak Arunika Alyssum pamit undur diri. Sampai jumpa di episode selanjutnya! Jangan lupa subscribe, share ke teman kalian, tinggalkan jejak, dan tetap jadi versi terbaik dari diri sendiri. Byeee! πŸ‘‹βœ¨
       πŸŽ™ 𝐋ive 𝐏odcast πŸŽ™
𝓝gobrol 𝓦ith 𝓦olve's

𝄋 β€’ Have you had any interesting experiences with friendship?...

πŸ«€πŸ’‘ Sometimes we have to feel the fear of losing someone we love πŸ”˜ including our best friends or hangout buddies πŸ’«

🌟 Here, we will discuss interesting facts about friendship and experiences in one circle πŸ«‚ Sharing experiences in the form of stories is more interesting than having to suppress feelings of fear.

πŸŽ™With special guest stars πŸŽ™
Mirae Janei've
GØKUHAI
LIVE at STUDIO WOLVES
Date : 10 // 01 // 26
Time : 20.00 wib


πŸŽ™Gimana isi nya? GASS Pantau terus channel spesial kita pada tanggal 10 Januari mendatang. Bintang tamu cantik dan manis dari instansi @GokuhaiDistrict nihh ‼️
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
❀24πŸ”₯11🀩10πŸ•Š8πŸ₯°7
/ open the door ; entering the room ; sat on the chair ; turn on the mic ; look at the camera ; start talking /


πŸŽ™οΈ β€” Halo semua, selamat malam dan selamat datang di Wolve's Podcast. Kali ini malam minggu kalian akan ditemani oleh perbincangan dengan sejuta topik, biar yang jomblo ga ngerasa kesepian (Disclaimer: saya juga jomblo). Malam ini saya akan membahas tentang sesuatu yang cukup menarik. Hayoo bisa tebak ga kira-kira apa topiknya?

πŸŽ™οΈ β€” β€œCircle Pertemanan: Tumbuh Bareng atau Sekadar Nongkrong?” whoaa, siapa nih yang relate? Atau ada yang lagi ngerasa gue tuh harus punya circle yang bisa diajak tumbuh bareng, atau yaudah buat main aja? Sebelum dimulai gak afdol nih kalau kita gak kenalan dulu, perkenalkan saya Liesbeth Fleurtje dan kalian bisa memanggil saya Lilis. Tentunya saya gak sendiri ya, kita kedatangan bintang tamu cantik yang tentunya akan menemani saya untuk berdiskusi. Boleh nih kakak cantik langsung perkenalkan diri aja! πŸ‘πŸ»
πŸ”₯7🀩6πŸ₯°3πŸ•Š1
/ open the door ; entering the room ; sat on the chair ; turn on the mic ; look at the camera ; start talking /


πŸŽ™ β€” ο»ΏKadang obrolan yang paling hangat justru lahir di malam hari, saat kita sama-sama meluangkan waktu untuk berhenti sejenak. Malam ini aku bersyukur bisa berada disini. Terimakasih untuk @OFCWHITEWOLVES yang sudah menghadirkan kesempatan ini dan untuk kalian semua yang ikut membersamai.

πŸŽ™ β€” Aku Mirae Janei've sebagai founder atau perwakilan dari @GokuhaiDistrict. Semoga kehadiranku di podcast ini bisa menjadi bagian kecil dari percakapan yang bermakna, tempat kita saling bertukar energi positif, sudut pandang, dan rasa nyaman sepanjang podcast berlangsung.
πŸ”₯6❀5πŸ₯°4🀩2