This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
β πWah, menurut saya penjelasan kamu tadi sangat menggambarkan realita yang sering terjadi ya, terutama soal harapan βdia bisa berubah.β Banyak perempuan bertahan karena harapan itu, padahal justru dirinya yang makin lelah dan kehilangan arah. Validasi dari cowok red flag yang tarik-ulur juga sering bikin kita terjebak dan bertahan karena perhatian kecil terasa begitu berarti. Padahal, validasi yang sehat datangnya dari hubungan yang stabil dan saling menghargaiβbukan dari ketidakpastian.
β πJadi, yuk refleksi lagi: kamu benar-benar sayang, atau cuma kejebak butuh diakui?
β πJadi, yuk refleksi lagi: kamu benar-benar sayang, atau cuma kejebak butuh diakui?
β πNah, dan satu hal lagi yang penting banget buat kita bahas nih kak. Kadang red flag itu ngga selalu berarti kita harus langsung pergi dari hubungan. Ada juga yang sifatnya masih bisa dibicarakan dan diselesaikan bareng, asal dua-duanya mau usaha dan saling terbuka. Tapi ya, kita juga harus peka. Karena ada red flag yang makin dibiarkan, justru makin bahaya, dan bisa berdampak besar ke mental atau bahkan keselamatan kita.
β πSaya pribadi percaya, komunikasi itu kuncinya β tapi tetap harus dibarengi sama batasan yang sehat. Karena sayang itu ngga cukup kalau kamu terus disakiti dan dimaklumi.
β πNah menurut Kak Aru, red flag seperti apa yang menurut kamu masih bisa ditoleransi dan diperbaiki dalam hubungan? Dan mana yang menurut kamu udah termasuk dalam kategori yang harus segera ditinggalkan?
β πSaya pribadi percaya, komunikasi itu kuncinya β tapi tetap harus dibarengi sama batasan yang sehat. Karena sayang itu ngga cukup kalau kamu terus disakiti dan dimaklumi.
β πNah menurut Kak Aru, red flag seperti apa yang menurut kamu masih bisa ditoleransi dan diperbaiki dalam hubungan? Dan mana yang menurut kamu udah termasuk dalam kategori yang harus segera ditinggalkan?
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
πβ Nah, iya komunikasi emang kunci nya sih, tapi kalo udah berbau "warning" itu sebaiknya harus di pikirin lagi ya, apa lagi kalo udah ada dia yang kayak mulai main fisik ke kita.
πβ Eum.. kalo untuk yang masih bisa di toleransi itu menurut aku kayak dia yang masih belum sepenuhnya matang, misal dia masih kayak anak anak atau kayak belum bisa mengolah emosi secara baik tapi mengusahakan untuk belajar dan berkembang, perbedaan pendapat ya, karena setiap orang baik keluarga, temen ataupun pasangan pasti punya pendapat nya sendiri sendiri kan, dan terkahir komunikasi yang mana dia juga males untuk memulai tapi mau nya ada kabar terus dari kamu, dan ini bisa di perbaiki secara baik baik ya, jadi masih ada toleransi nya.
πβ Dan kalo untuk yang nggak bisa di toleransi sama sekali itu semacam kekerasan fisik ataupun verbal, karena kekerasan dalam bentuk apapun itu nggak bisa di toleransi sama sekali dan sekecil apapun karena itu udah fatal, terus manipulasi atau bohong, karena ini bisa jadi rusak nya kepercayaan bahkan ngerugiin kita sebagai pasangannya, kurang bisa menghormati pasangan dalam artian bukan gilak hormat ya, tapi karena dia nggak bisa menghormati kita sebagai pasangan, kayak dia marah marah di depan umum dengan kata kata kasar, nggak bisa bilang maaf dan mengakui kesalahannya, melainkan kita yang harus melulu minta maaf, dan yang terakhir itu ketergantungan emosional nya yang berlebih sama pasangan, jadi dia kayak apa apa ngandelin pasangan, dan kalo kita nggak bisa nurutin apa yang dia ucap itu dia pasti marah, otomatis itu malah jadi beban untuk pasangan nya kan, karena kita nggak ada tanggung jawab apapun untuk mengabulkan apa yang dia mau kan, jadi menurut aku hubungan yang seperti ini sebaiknya cepet cepet harus di akhiri ya.
πβ Eum.. kalo untuk yang masih bisa di toleransi itu menurut aku kayak dia yang masih belum sepenuhnya matang, misal dia masih kayak anak anak atau kayak belum bisa mengolah emosi secara baik tapi mengusahakan untuk belajar dan berkembang, perbedaan pendapat ya, karena setiap orang baik keluarga, temen ataupun pasangan pasti punya pendapat nya sendiri sendiri kan, dan terkahir komunikasi yang mana dia juga males untuk memulai tapi mau nya ada kabar terus dari kamu, dan ini bisa di perbaiki secara baik baik ya, jadi masih ada toleransi nya.
πβ Dan kalo untuk yang nggak bisa di toleransi sama sekali itu semacam kekerasan fisik ataupun verbal, karena kekerasan dalam bentuk apapun itu nggak bisa di toleransi sama sekali dan sekecil apapun karena itu udah fatal, terus manipulasi atau bohong, karena ini bisa jadi rusak nya kepercayaan bahkan ngerugiin kita sebagai pasangannya, kurang bisa menghormati pasangan dalam artian bukan gilak hormat ya, tapi karena dia nggak bisa menghormati kita sebagai pasangan, kayak dia marah marah di depan umum dengan kata kata kasar, nggak bisa bilang maaf dan mengakui kesalahannya, melainkan kita yang harus melulu minta maaf, dan yang terakhir itu ketergantungan emosional nya yang berlebih sama pasangan, jadi dia kayak apa apa ngandelin pasangan, dan kalo kita nggak bisa nurutin apa yang dia ucap itu dia pasti marah, otomatis itu malah jadi beban untuk pasangan nya kan, karena kita nggak ada tanggung jawab apapun untuk mengabulkan apa yang dia mau kan, jadi menurut aku hubungan yang seperti ini sebaiknya cepet cepet harus di akhiri ya.
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
β πSaya setuju banget, Kak Aru. Hal-hal kayak belum dewasa sepenuhnya atau komunikasi yang belum lancar tapi masih mau belajar, itu masih bisa ditoleransi. Karena dalam hubungan, tumbuh bareng itu penting. Tapi kalau udah masuk ke kekerasan, manipulasi, atau sikap yang bikin kita kehilangan rasa aman dan harga diri itu udah red flag serius yang ngga bisa dibiarkan.
β πBuat sobat wolve's yang lagi dengerin, semoga bisa lebih peka ngebedain mana yang bisa diperjuangkan, dan mana yang harus ditinggalkan demi jaga diri sendiri. Kadang, melepaskan itu bentuk sayang ke diri sendiri.
β πBuat sobat wolve's yang lagi dengerin, semoga bisa lebih peka ngebedain mana yang bisa diperjuangkan, dan mana yang harus ditinggalkan demi jaga diri sendiri. Kadang, melepaskan itu bentuk sayang ke diri sendiri.
β πIni juga yang sering banget kejadian ya, Kak. Banyak banget orang, terutama perempuan yang tetap bertahan dalam hubungan yang sebenarnya udah jelas-jelas ngga sehat. Alasannya macam-macam: karena rasa sayang, takut ditinggal, lama hubungan, atau sekadar takut sendirian. Padahal, kalau diterusin, justru malah bisa bikin kita kehilangan jati diri, kehilangan arah.
β πMakanya, saran dari kamu gimana sih caranya supaya perempuan bisa lebih sadar dan berani ambil keputusan? Kapan harus bertahan, dan kapan waktunya pergi demi nyelametin diri sendiri? Karena kadang, yang susah itu bukan cuma ninggalin orangnyaβ¦ tapi ninggalin harapan yang udah keburu kita bangun bareng dia.
β πMakanya, saran dari kamu gimana sih caranya supaya perempuan bisa lebih sadar dan berani ambil keputusan? Kapan harus bertahan, dan kapan waktunya pergi demi nyelametin diri sendiri? Karena kadang, yang susah itu bukan cuma ninggalin orangnyaβ¦ tapi ninggalin harapan yang udah keburu kita bangun bareng dia.
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
πβ Sebagai perempuan ya kita emang harus bisa bersikap tegas, dalam artian harus bisa mengenali si cowok ini red flag atau nggak, karena kita juga yang bakalan susah untuk berbicara baik baik kalo udah sama cowok yang dirasa nggak beres atau red flag ini, kita harus bener bener mikir secara matang, dan nggak beresiko juga untuk diri kita sendiri. Jadi kita juga harus bisa tegas ke diri kita sendiri dalam mengambil keputusan ya, kayak kita harus bisa nih bilang apa yang nggak enak banget yang lagi kita rasain. Harus bisa dengerin apa yang di sampaikan dia juga, kita nggak boleh biarin dia sendirian dalam keadaan mood nggak bagus biar dia nggak memanipulasi diri sendiri. Kita juga harus ngasih tau batasan yang bener bener jelas, karena ini biar dia nggak melanggar privasi kita, biar dia juga faham apa yang kita izinkan dan nggak kita izinkan, terus jangan cari alasan untuk tetap membenarkan prilaku yang salah atau buruk dari pasangan. Ini biar nggak jadi kebiasaan ya kedepannya.
π β Kalo untuk jawaban "kapan kita harus bertahan dalam hubungan sama cowok red flag?" itu sebenarnya balik ke diri kita sendiri, karena ya itu sih ya, soalnya pasti ada yang emang bertahan karena rasa penasaran nya, sayang itu lebih besar atau karena dia emang bener bener mau menghilangkan ke-egoisan nya, mulai terbuka, memberikan kepercayaan penuh ke pasangan, dan mau berubah ya walaupun itu di lakukan secara sedikit demi sedikit karena emang kan semuanya butuh proses juga.
π β Dan kalo di tanya kapan waktu nya harus pergi itu sebenarnya gampang banget sih, ya itu kalo dia udah mulai memutar balikan fakta yang sebenarnya, merendahkan kita, membuat kita terus merasa bersalah, kekerasan fisik maupun verbal, terlalu mengontrol kita tanpa tau batas batasan kita sampe dia ngebantah dan melanggar apa yang mungkin itu udah bukan ranah dia, hubungan yang nggak setara, dalam artian kita nggak boleh ngeluh dan harus tetap happy walaupun nggak happy, terus selalu bohong walaupun udah ketahuan, karena menurut aku itu udah ngaco banget sih ya. Dan untuk yang terkahir kita harus bisa menyayangi diri sendiri sih ya, biar nggak kemakan omongan orang red flag, Ubah Perspektif, karena diri sendiri prioritas utama dalam hal keamanan diri, kesehatan psikis dan psikologis serta merasakan kebahagiaan. Dan harus ada batasan yang jelas karena dia nggak bisa menggantungkan kebahagiaan dan segala nya ke kita, dan yang terakhir harus siap untuk berpisah, jangan jadikan Segala rasa sayang, cinta, itu alasan untuk bertahan ya, karena kalo nurutin cinta tapi diri kita nggak bahagia sama dia sama aja ya, karena secinta dan sesayang apapun kita ke dia, tapi kalo dia nya nggak bisa memberi yang setimpal atau kita harus jadi orang lain demi dia itu sama aja kamu bersedia di remehkan, jadi lebih baik ya pergi aja, tinggalin cowok yang kayak gitu, karena kita berhak sih untuk bahagia walaupun nggak sama dia, kita tetep bisa bernafas dan merasa layak untuk bahagia.
π β Dan kalo di tanya kapan waktu nya harus pergi itu sebenarnya gampang banget sih, ya itu kalo dia udah mulai memutar balikan fakta yang sebenarnya, merendahkan kita, membuat kita terus merasa bersalah, kekerasan fisik maupun verbal, terlalu mengontrol kita tanpa tau batas batasan kita sampe dia ngebantah dan melanggar apa yang mungkin itu udah bukan ranah dia, hubungan yang nggak setara, dalam artian kita nggak boleh ngeluh dan harus tetap happy walaupun nggak happy, terus selalu bohong walaupun udah ketahuan, karena menurut aku itu udah ngaco banget sih ya. Dan untuk yang terkahir kita harus bisa menyayangi diri sendiri sih ya, biar nggak kemakan omongan orang red flag, Ubah Perspektif, karena diri sendiri prioritas utama dalam hal keamanan diri, kesehatan psikis dan psikologis serta merasakan kebahagiaan. Dan harus ada batasan yang jelas karena dia nggak bisa menggantungkan kebahagiaan dan segala nya ke kita, dan yang terakhir harus siap untuk berpisah, jangan jadikan Segala rasa sayang, cinta, itu alasan untuk bertahan ya, karena kalo nurutin cinta tapi diri kita nggak bahagia sama dia sama aja ya, karena secinta dan sesayang apapun kita ke dia, tapi kalo dia nya nggak bisa memberi yang setimpal atau kita harus jadi orang lain demi dia itu sama aja kamu bersedia di remehkan, jadi lebih baik ya pergi aja, tinggalin cowok yang kayak gitu, karena kita berhak sih untuk bahagia walaupun nggak sama dia, kita tetep bisa bernafas dan merasa layak untuk bahagia.
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
β πSaya sepakat banget sama yang tadi kamu sampaikan, Kak Aru. Kadang tuh, kita terlalu fokus mempertahankan seseorang yang kita pikir bisa berubah, padahal yang harus kita pertahankan justru diri kita sendiri. Rasa sayang emang seringkali bikin kita buta, tapi kalau hubungan itu bikin kita kehilangan kendali, kehilangan batas, bahkan kehilangan rasa aman, itu bukan cinta yang sehat lagi.
β πDan bener juga, bukan berarti semua harus ditinggal, tapi kita juga harus realistis. Kalau dia nunjukkin usaha buat berubah, masih bisa dikomunikasikan, mungkin layak diberi kesempatan. Tapi kalau udah main fisik, manipulatif, ngerendahin, atau nyuruh kita terus ngalah itu udah lampu merah. Jangan tunggu lebih parah baru sadar. Kamu, kalian, kita semua berhak kok buat bahagia tanpa harus terus ngasih ruang buat orang yang ngga bisa ngejaga kita.
β πDan bener juga, bukan berarti semua harus ditinggal, tapi kita juga harus realistis. Kalau dia nunjukkin usaha buat berubah, masih bisa dikomunikasikan, mungkin layak diberi kesempatan. Tapi kalau udah main fisik, manipulatif, ngerendahin, atau nyuruh kita terus ngalah itu udah lampu merah. Jangan tunggu lebih parah baru sadar. Kamu, kalian, kita semua berhak kok buat bahagia tanpa harus terus ngasih ruang buat orang yang ngga bisa ngejaga kita.
β πDari tadi kita sudah ngobrol panjang soal red flag, mulai dari definisinya, alasan kenapa masih banyak yang tertarik, sampai cara mengenali batas dalam hubungan. Semoga obrolan ini bisa bikin sobat wolve's yang lagi dengerin jadi lebih sadar, lebih sayang sama diri sendiri, dan tahu kapan harus bertahan atau justru melepaskan demi kebaikan kalian sendiri.
β πSebelum kita tutup podcast hari ini, saya mau kasih waktu buat Kak Aru menyampaikan pesan atau wejangannya. Mungkin ada sobat wolve's yang lagi dengerin dan lagi berada di hubungan yang rumit, atau baru sadar kalau dirinya juga pernah ngerasain hal yang sama. Silakan, Kak Aru, ada pesan yang ingin disampaikan?
β πSebelum kita tutup podcast hari ini, saya mau kasih waktu buat Kak Aru menyampaikan pesan atau wejangannya. Mungkin ada sobat wolve's yang lagi dengerin dan lagi berada di hubungan yang rumit, atau baru sadar kalau dirinya juga pernah ngerasain hal yang sama. Silakan, Kak Aru, ada pesan yang ingin disampaikan?
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
π β Pesan aku untuk yang lagi atau setelah merasakan hubungan dengan orang orang red flag atau hubungan yang nggak sehat, itu jangan di jadikan patokan atau sama ratakan semua cowok ya, ada baiknya kamu bicarain dulu secara baik baik atau bahkan di cari tau dulu si cowok ini red flag yang bisa di toleransi atau nggak, karena emang ada beberapa cowok yang kesan cuek dari lahir tapi ternyata dia peduli banget sama kita, dan ada juga yang emang sok peduli dan berakhir dia red flag dan menunjukkan diri nya ini ingin menguasai apa apa tentang kehidupan kamu baik pribadi maupun nggak pribadi, terus kalo udah merasa nggak aman lebih baik lepasin aja, karena cowok nggak cuma satu, masih banyak cowok yang lebih baik, dan itu juga bisa jadi pelajaran untuk kita biar kedepannya nggak lagi lagi terjebak sama apa yang udah di alami, dan semoga juga kita nggak masuk lagi dan jangan sampe masuk ke dalam hubungan yang sama, ya itu sama cowok red flag ya, jadi harus lebih hati hati lagi untuk mempunyai hubungan sama cowok, karena emang diri kita juga pasti pengen bahagia ya sama pasangan tapi kalo pasangan nya nggak bisa berubah alias dia bener bener udah red flag parah dan berujung toxic ya udah lepasin aja, soalnya kita juga berhak untuk mendapatkan pasangan yang setara dalam artian bisa mengimbangi kita, nggak harus cowok itu gitu loh walaupun dia type kita karena mental dan fisik kita juga butuh sehat, kurang lebih itu aja sih pesan nya dari aku. Semoga bisa di fahami juga di terima dengan baik, dan maaf juga kalo ada yang kesinggung dan agak sedikit kurang sopan ya.
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
β πMakasih banyak Kak Aru, pesannya dalem bangetβterutama buat sobat wolve's yang mungkin lagi ada di hubungan yang ngga sehat atau baru sadar pernah ngalamin. Intinya, kita semua berhak bahagia dan dicintai dengan cara yang sehat dan setara. Jadi, jangan ragu buat pilih diri sendiri kalau situasi udah bikin kamu lelah terus.
β πTerima kasih juga buat kalian yang udah dengerin WOLVE'S PODCAST kali ini. Semoga obrolan ini bisa jadi pengingat buat lebih sayang diri sendiri, lebih peka, dan berani bilang βcukupβ saat dibutuhkan.
β πSaya Puja Shaarma dan Kak Arunika Alyssum pamit undur diri. Sampai jumpa di episode selanjutnya! Jangan lupa subscribe, share ke teman kalian, tinggalkan jejak, dan tetap jadi versi terbaik dari diri sendiri. Byeee! πβ¨
β πTerima kasih juga buat kalian yang udah dengerin WOLVE'S PODCAST kali ini. Semoga obrolan ini bisa jadi pengingat buat lebih sayang diri sendiri, lebih peka, dan berani bilang βcukupβ saat dibutuhkan.
β πSaya Puja Shaarma dan Kak Arunika Alyssum pamit undur diri. Sampai jumpa di episode selanjutnya! Jangan lupa subscribe, share ke teman kalian, tinggalkan jejak, dan tetap jadi versi terbaik dari diri sendiri. Byeee! πβ¨
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM