π–πŽπ‹π•π„'𝐒 ππŽπƒπ‚π€π’π“
288 subscribers
126 photos
6 links
πŸ‰€ Welcome to the wolves podcast channel

π–‘Ÿ Everything in this channel
is copyrighted and inspired
by the internet.
π–‘‘ Ngobrol with wolve's π–‘‘
☏ @ofcwhitewolves
Download Telegram
      🎀 𝐋ive 𝐏odcast 🎀
𝓝gobrol 𝓦ith 𝓦olve's

πŸ”The 친ꡬ journey towards development and leaving the era of civilization ⭐ The excitement of social media radiates information πŸ’± about the latest and advanced technology.

Will teenagers be able to adapt to changing times???πŸ«™


Jadilah remaja yang bijak dan kreatif dalam menghadapi Era robot/perkembangan teknologi

@OFCWHITEWOLVES
with
@VOLTAGECEN7ER
Save the time
Sabtu, 21 Juni 2025
20.00 WIB
at studio wolve's
βš™οΈ Bersama bintang tamu
SPESIAL

tn. ADNAN APDITADANIAR. ⚑️

Don't forget! Today!
LIVE! WATCH TOGETHER!!!


Presented by @ofcwhitewolvesπŸ’™
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
/ open the door ; entering the room ; sat on the chair ; turn on the mic ; look at the camera ; start talking /


πŸŽ™ β€” hello semuanya ~ apa kabarnya nih? semoga kita selalu sehat dan selalu dalam lindungan Tuhan YME ya!

πŸŽ™ β€” Perkenalkan nama saya, Sajela Raquel AdriennΓ©, biasa di panggil Sajela atau Jela. di podcast malam hari ini saya gak sendirian nih, saya di temani oleh bintang tamu kita. penasaran gak si? yuk kita sambut bapak founder dari @VOLTAGECEN7ER β€” Kak Adnan.
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
/ open the door ; entering the room ; sat on the chair ; turn on the mic ; start talking /


halo selamat malam semuanya. makasih atas sambutan hangatnya ya, Kak Sajela. makasih juga buat undangannya dari @OFCWHITEWOLVES, dan makasih juga buat kalian yang udah nyimak podcast malam ini, seneng banget bisa ada disini.

perkenalkan, saya adnan apditadaniar. mungkin beberapa dari kalian kenal saya sebagai founder dari @VOLTAGECEN7ER, tapi malam ini saya hadir sebagai diri saya sendiri.

senang bisa jadi bagian dari podcast ini, dan semoga kita bisa saling berbagi energi yang baik malam ini.
πŸŽ™ β€” Nah, itu dia perkenalkan singkat dari bintang tamu kita yang ganteng ini. So guys, judul podcast malam ini adalah "Remaja vs Era Digital: Siapa yang Mengendalikan Siapa?" yang membahas Remaja di Era Digital yang mungkin punya banyak di era ini struggle.

πŸŽ™ β€” Penasaran banget gak sih sama pembahasan kita malam ini? yuk langsung aja tanpa harus banyak basa-basi lagi.
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
πŸŽ™ β€” Di era digital, remaja menghadapi tantangan besar berupa derasnya arus informasi, paparan media sosial, dan tekanan untuk selalu terhubung dengan dunia maya, yang sering kali menimbulkan kecanduan gawai serta gangguan fokus belajar. Kehidupan di media sosial juga memicu tekanan sosial karena remaja terdorong untuk tampil sempurna dan mengukur nilai diri melalui jumlah β€˜like’ atau komentar, sehingga menimbulkan rasa cemas, takut tertinggal, dan perbandingan diri yang tidak sehat. Akibatnya, banyak remaja mengalami krisis identitas karena kebingungan membedakan antara citra diri di dunia maya dan jati diri yang sebenarnya, yang jika tidak diimbangi dengan bimbingan dan dukungan lingkungan yang positif, dapat berdampak pada kesehatan mental dan perkembangan kepribadian mereka.
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
πŸŽ™ β€” Kalau yang saya lihat ya, sekarang tuh banyak dari remaja yang kayak punya semua fasilitas, seperti: internet cepat, info tinggal cari, dan semuanya bisa diakses lewat handphone. Tapi di sisi lain, kayak makin kesini tuh makin banyak juga tekanan, ekspektasi, bahkan krisis identitas.

πŸŽ™ β€” Menurut Kak Adnan, jadi remaja sekarang tuh beneran lebih gampang atau sebenernya justru lebih ribet dibanding zaman dulu nih?
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
πŸŽ™ β€” saya setuju sama penjelasan yang tadi Kak Jela sampaikan. rasanya emang makin ke sini, hidup sebagai remaja tuh gak cuma soal sekolah atau pertemanan aja, tapi juga soal gimana kita ngehadapin dunia yang terus menuntut seperti lewat sosial media.

πŸŽ™ β€” untuk pertanyaan "jadi remaja sekarang tuh lebih gampang atau lebih ribet dibanding zaman dulu?"... menurut saya sih jawabannya gk sesimpel itu
πŸŽ™ β€” klo dilihat dari fasilitasnya, remaja sekarang memang lebih dimudahkan. teknologi berkembang pesat, akses ke informasi terbuka luas, dan semuanya bisa dijangkau dalam satu genggaman. kita bisa belajar apapun, darimanapun, kapanpun. bahkan hal-hal yang dulunya butuh bertemu langsung atau datang ke tempat khusus, sekarang cukup dari HP.

πŸŽ™ β€” dan dari situlah tantangannya muncul. karena ketika semuanya serba mudah, tuntutannya pun ikut naik. remaja gak cuman dituntut buat bisa memanfaatkan teknologi, tapi juga harus cepat tanggap, harus update, dan harus siap bersaing dengan kecepatan dunia. karena sekarang semuanya terekspose, kita juga hidup dalam pengawasan tanpa sadar. bukan cuma dari orang tua atau lingkungan dekat, tapi dari mata dunia, lewat media sosial. tekanan itu gk kelihatan, tapi terasa.

πŸŽ™ β€” dulu mungkin lebih susah nyari informasi, tapi lebih sedikit yang harus kita kejar. sekarang semua serba tersedia, tapi kita terus-terusan ngerasa tertinggal. jadi klo ditanya gampang atau ribet, menurut saya gampang secara alat, tapi jauh lebih rumit secara arah, beban, dan cara kita memaknai diri di tengah arus itu
πŸŽ™ β€” Wah, keren banget ya pendapat dari kak Adnan, dan saya juga setuju sih. setiap zaman memang ada enak dan gak enaknya terutama jika kita compare antara zaman dulu yang susah banget dapet informasi tapi tekanan dari dunia maya itu sedikit dibanding sekarang yang lebih gampang dapet informasi melalui internet tapi malah dapet banyak tekanan.

πŸŽ™ β€” Media sosial, yang awalnya bertujuan untuk mempermudah komunikasi dan berbagi informasi, kini sering menjadi pemicu rasa insecure karena banyak orang tanpa sadar membandingkan diri mereka dengan kehidupan orang lain yang tampak sempurna di layar, sehingga memengaruhi kepercayaan diri dan kesehatan mental jika tidak digunakan secara bijak.
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
πŸŽ™ β€” Saya pernah baca data WHO dan UNICEF β€” angka kesehatan mental remaja tuh makin naik. Banyak banget anak muda yang ngerasa insecure, gak cukup keren, gak cukup β€˜pantas’, cuma karena ngelihat postingan orang lain.

πŸŽ™ β€” Kalau menurut Kak Adnan sendiri, kenapa sih rasa gak percaya diri atau insecure itu bisa makin umum terjadi sekarang?
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
πŸŽ™ β€” eh iya, saya juga sempat baca soal itu, Kak. dan pas saya liat-liat di sekitar juga, emang makin banyak remaja yang keliatan ngerasa gk cukup, entah karena ngebandingin diri sama pencapaian orang lain, penampilan, atau hal-hal kecil yang muncul di media sosial setiap hari.

πŸŽ™ β€” rasa insecure atau minder sekarang sudah menjadi hal umum ya. dan menurut saya, rasa insecure itu tumbuh bukan semata-mata karena kita gk percaya diri, tapi karena lingkungan digital kita sekarang tuh sangat mudah bikin kita merasa kurang
πŸŽ™ β€” karena sekarang standar untuk merasa cukup jadi makin kabur, kita jadi terlalu sering melihat β€˜versi jadi’ orang lain tanpa pernah tahu prosesnya. dan itu muncul setiap hari entah dari postingan, story, video singkat, dan algoritma media sosial yang gak pernah berhenti menyodorkan pencapaian orang lain atau suatu hal yang baru ke depan mata kita.

πŸŽ™ β€” kita akhirnya tumbuh dalam suasana yang mengharuskan untuk selalu β€œon”, selalu β€œterlihat baik” dan mulai membentuk identitas dari apa yang dikatakan dunia luar, bukan dari proses kenal diri yang pelan dan pribadi. dan ketika ekspektasi itu gk bisa kita kejar, muncul rasa gk layak. padahal, bukan karena kita gk cukup, tpi karena kita terus membandingkan diri dengan potongan yang sudah disaring sempurna oleh orang lain.

πŸŽ™ β€” jadi menurut saya, rasa insecure itu menjadi hal umum bukan karena kita makin lemah, tapi karena kita terlalu sering disodori hal-hal yang membuat kita lupa melihat diri sendiri apa adanya
πŸŽ™ β€” Kalau saya sih, setuju banget ya. karena remaja zaman sekarang lebih berkamuflase agar disukai banyak orang karena rasa insecure atau semacamnya. dan sekarang juga banyak informasi seperti: algoritma media sosial, notifikasi kabar dari teman atau pun orang lain, yang akhirnya bikin kita tambah insecure atau cemas. ujung-ujungnya bikin kita lupa sama diri kita sendiri.

πŸŽ™β€” Dulu sosial media kan tujuannya biar kita bisa lebih saling terhubung satu sama lain dan bisa dapet ilmu baru juga. Tapi sekarang, kok kayaknya malah makin bikin overthinking, susah fokus, bahkan bikin cemas ya?

πŸŽ™ β€” Kamu sendiri ngerasa medsos tuh lebih banyak bantu atau lebih banyak ganggunya buat remaja sekarang?
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM