*Stress Test Arus Dana | Standalone berisiko outflow berkepanjangan*
- Tiga skenario reklasifikasi diuji: Frontier (FM), Advanced Frontier, dan Standalone
- Standalone beri risiko downside jauh lebih besar karena Indonesia tak lagi kualifikasi alokasi benchmark EM maupun FM; kumulatif outflow hingga 4Q27 bisa capai US$14-16bn vs US$7-9bn di skenario FM/Advanced FM
- Active selling diasumsikan front-loaded di 4Q26 (~US$4bn), passive selling diperkirakan terjadi di 3Q27 menyusul keputusan final MSCI
- View: skala active selling akhir bergantung kemajuan enforcement, kepercayaan investor, dan valuasi; enforcement lebih kredibel bisa redam jual lanjutan sebelum keputusan final MSCI (estimasi)
*Disclaimer On*
BRI Danareksa Sekuritas
- Tiga skenario reklasifikasi diuji: Frontier (FM), Advanced Frontier, dan Standalone
- Standalone beri risiko downside jauh lebih besar karena Indonesia tak lagi kualifikasi alokasi benchmark EM maupun FM; kumulatif outflow hingga 4Q27 bisa capai US$14-16bn vs US$7-9bn di skenario FM/Advanced FM
- Active selling diasumsikan front-loaded di 4Q26 (~US$4bn), passive selling diperkirakan terjadi di 3Q27 menyusul keputusan final MSCI
- View: skala active selling akhir bergantung kemajuan enforcement, kepercayaan investor, dan valuasi; enforcement lebih kredibel bisa redam jual lanjutan sebelum keputusan final MSCI (estimasi)
*Disclaimer On*
BRI Danareksa Sekuritas
Pakar Ingatkan Efek MSCI ke Rupiah, Waspada Dana Kabur Bisa US$25 M
Jakarta, CNBC Indonesia - Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS) Anthony Budiawan memperingatkan risiko pelemahan rupiah bertambah seiring meningkatnya ketidakpastian pasar setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) membuka konsultasi terkait kemungkinan penurunan status pasar saham Indonesia dari emerging market menjadi standalone market.
Menurut Anthony, aksi jual saham oleh investor asing sejak akhir pekan lalu berpotensi memicu arus keluar modal (capital outflow) yang turut menekan nilai tukar rupiah.
https://www.cnbcindonesia.com/market/20261020183432-17-777960/pakar-ingatkan-efek-msci-ke-rupiah-waspada-dana-kabur-bisa-us-25-m
Jakarta, CNBC Indonesia - Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS) Anthony Budiawan memperingatkan risiko pelemahan rupiah bertambah seiring meningkatnya ketidakpastian pasar setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) membuka konsultasi terkait kemungkinan penurunan status pasar saham Indonesia dari emerging market menjadi standalone market.
Menurut Anthony, aksi jual saham oleh investor asing sejak akhir pekan lalu berpotensi memicu arus keluar modal (capital outflow) yang turut menekan nilai tukar rupiah.
https://www.cnbcindonesia.com/market/20261020183432-17-777960/pakar-ingatkan-efek-msci-ke-rupiah-waspada-dana-kabur-bisa-us-25-m
CNBC Indonesia
Pakar Ingatkan Efek MSCI ke Rupiah, Waspada Dana Kabur Bisa US$25 M
Anthony Budiawan memperingatkan risiko pelemahan rupiah akibat ketidakpastian pasar. Arus keluar modal asing dapat mencapai US$25 miliar, tekan nilai tukar.
*Bank Indonesia menahan suku bunga kebijakan BI7DRR di level 5.75% (Oktober 2026)*
- Deposit Facility Rate: 5% (vs 4.75)
- Lending Facility Rate: 6.5% (vs 6.5%)
- Loan Growth YoY (sep): 13.26% (vs 13.65 Agustus)
_Source : Bank Indonesia_
Disclaimer On
- Deposit Facility Rate: 5% (vs 4.75)
- Lending Facility Rate: 6.5% (vs 6.5%)
- Loan Growth YoY (sep): 13.26% (vs 13.65 Agustus)
_Source : Bank Indonesia_
Disclaimer On
Steptrader
*PENYESUAIAN KRITERIA EVALUASI IHSG*
*📊 BEI Ubah Metodologi IHSG, Efektif 2 November 2026*
1. *Saham HSC dikeluarkan dari perhitungan IHSG*, sementara saham Papan Akselerasi tetap tidak termasuk.
2. *Metode pembobotan tetap*, menggunakan kapitalisasi pasar berdasarkan free float, dengan batas bobot maksimum 9% per saham.
3. *Jadwal evaluasi berubah* dari Maret, Juni, September, Desember menjadi Januari, April, Juli, Oktober.
4. *Tanggal efektif penyesuaian* berubah menjadi hari bursa pertama Februari, Mei, Agustus, November.
5. *Evaluasi insidental diberlakukan.* Saham yang masuk atau keluar dari daftar HSC di luar periode evaluasi akan segera disesuaikan.
📌 *Kesimpulan:* Perubahan utama adalah pengecualian saham HSC, bukan perubahan metode pembobotan. Tujuannya agar IHSG lebih mencerminkan dinamika pasar.
1. *Saham HSC dikeluarkan dari perhitungan IHSG*, sementara saham Papan Akselerasi tetap tidak termasuk.
2. *Metode pembobotan tetap*, menggunakan kapitalisasi pasar berdasarkan free float, dengan batas bobot maksimum 9% per saham.
3. *Jadwal evaluasi berubah* dari Maret, Juni, September, Desember menjadi Januari, April, Juli, Oktober.
4. *Tanggal efektif penyesuaian* berubah menjadi hari bursa pertama Februari, Mei, Agustus, November.
5. *Evaluasi insidental diberlakukan.* Saham yang masuk atau keluar dari daftar HSC di luar periode evaluasi akan segera disesuaikan.
📌 *Kesimpulan:* Perubahan utama adalah pengecualian saham HSC, bukan perubahan metode pembobotan. Tujuannya agar IHSG lebih mencerminkan dinamika pasar.
Steptrader
Photo
📰 MSCI Jelaskan Duduk Perkara Konsultasi Usulan Downgrade Indonesia ke Standalone Market
▪️ Bloomberg melaporkan bahwa Managing Director MSCI, Raman Aylur Subramanian, mengatakan dalam pertemuan yang diselenggarakan oleh UBS Group AG pada Selasa (20/10) bahwa kasus Indonesia bukanlah masalah indeks, melainkan masalah pasar, serta perlu ada reformasi untuk menyingkirkan “bad actors”.
▪️ Subramanian juga menyebut bahwa langkah MSCI untuk membuka konsultasi terkait usulan downgrade pasar saham Indonesia ke standalone market didasarkan pada masukan para pelaku pasar, sembari menambahkan bahwa MSCI menerapkan kerangka kerja objektif dalam mencapai kesimpulannya.
▪️ Subramanian menekankan bahwa keberhasilan Indonesia untuk mencegah penurunan ganda status pasar ke standalone market akan bergantung pada kemampuannya meyakinkan MSCI dan investor global bahwa regulator di Indonesia dapat mengawasi pasar sahamnya secara efektif.
▪️ Narasumber Bloomberg menyebut bahwa MSCI telah memberi sinyal kepada pejabat Indonesia dalam pertemuan terbaru di New York dan Jakarta bahwa masalah pasar belum terselesaikan, serta menyarankan Indonesia untuk menyiapkan strategi pencegahan manipulasi pasar selain melalui sanksi keuangan seperti yang dilakukan oleh Hong Kong dan AS. MSCI juga menyoroti kekurangan Indonesia dalam teknologi dan sistem pengawasan untuk mengidentifikasi pola perdagangan tidak wajar dan mencegah penyalahgunaan pasar.
[Sumber: Bloomberg]
▪️ Bloomberg melaporkan bahwa Managing Director MSCI, Raman Aylur Subramanian, mengatakan dalam pertemuan yang diselenggarakan oleh UBS Group AG pada Selasa (20/10) bahwa kasus Indonesia bukanlah masalah indeks, melainkan masalah pasar, serta perlu ada reformasi untuk menyingkirkan “bad actors”.
▪️ Subramanian juga menyebut bahwa langkah MSCI untuk membuka konsultasi terkait usulan downgrade pasar saham Indonesia ke standalone market didasarkan pada masukan para pelaku pasar, sembari menambahkan bahwa MSCI menerapkan kerangka kerja objektif dalam mencapai kesimpulannya.
▪️ Subramanian menekankan bahwa keberhasilan Indonesia untuk mencegah penurunan ganda status pasar ke standalone market akan bergantung pada kemampuannya meyakinkan MSCI dan investor global bahwa regulator di Indonesia dapat mengawasi pasar sahamnya secara efektif.
▪️ Narasumber Bloomberg menyebut bahwa MSCI telah memberi sinyal kepada pejabat Indonesia dalam pertemuan terbaru di New York dan Jakarta bahwa masalah pasar belum terselesaikan, serta menyarankan Indonesia untuk menyiapkan strategi pencegahan manipulasi pasar selain melalui sanksi keuangan seperti yang dilakukan oleh Hong Kong dan AS. MSCI juga menyoroti kekurangan Indonesia dalam teknologi dan sistem pengawasan untuk mengidentifikasi pola perdagangan tidak wajar dan mencegah penyalahgunaan pasar.
[Sumber: Bloomberg]
🔹HMSP rebound dari area support level 580 dan menguji resistance level 655
🔸Breakout dan bertahan diatas 655, HMSP berpotensi lanjutkan rally menuju arah 725/780
🔹Namun jika gagal break 655 dan kembali bergerak turun, HMSP akan melanjutkan konsolidasinya dengan kecenderungan melemah ke kisaran 590-605.
Disclaimer ON‼️
#BukanRekomendasi #NFA #AnalisaKembali #DYOR #NoPomPom‼️
Like ❤️ and Share 📣 this content jika kalian rasa bermanfaat
Follow Me ✔️ for more content
🔸Breakout dan bertahan diatas 655, HMSP berpotensi lanjutkan rally menuju arah 725/780
🔹Namun jika gagal break 655 dan kembali bergerak turun, HMSP akan melanjutkan konsolidasinya dengan kecenderungan melemah ke kisaran 590-605.
Disclaimer ON‼️
#BukanRekomendasi #NFA #AnalisaKembali #DYOR #NoPomPom‼️
Like ❤️ and Share 📣 this content jika kalian rasa bermanfaat
Follow Me ✔️ for more content
Steptrader
https://www.wsj.com/world/middle-east/irans-fleet-of-shadow-tankers-has-run-out-of-oil-after-monthslong-u-s-blockade-0822b050?mod=e2tw
*BLOKADE AS MEMBUAT CADANGAN MINYAK LEPAS PANTAI IRAN LUDES*
Cadangan minyak terapung Iran dilaporkan habis pada pertengahan Oktober setelah berbulan-bulan blokade laut AS. Data Kpler mencatat stok yang sempat 135 juta barel pada Februari di perairan Malaysia dan Singapura menyusut hingga kurang dari 1 juta barel pada 5 Oktober dan kemudian ludes.
Selama ini puluhan tanker tersebut menjadi sumber miliaran dolar pemasukan dengan menjual minyak ke China. CENTCOM mengklaim blokade menghilangkan pendapatan US$25 miliar.
Kilang China kini beralih ke Brasil dan Afrika Barat, sementara penjualan minyak yang menyumbang 30-40% pendapatan pemerintah Iran tertekan di tengah pelemahan rial sepertiga sejak Juli.
Sumber : Wall Street Journal 21 Oktober 2026
Cadangan minyak terapung Iran dilaporkan habis pada pertengahan Oktober setelah berbulan-bulan blokade laut AS. Data Kpler mencatat stok yang sempat 135 juta barel pada Februari di perairan Malaysia dan Singapura menyusut hingga kurang dari 1 juta barel pada 5 Oktober dan kemudian ludes.
Selama ini puluhan tanker tersebut menjadi sumber miliaran dolar pemasukan dengan menjual minyak ke China. CENTCOM mengklaim blokade menghilangkan pendapatan US$25 miliar.
Kilang China kini beralih ke Brasil dan Afrika Barat, sementara penjualan minyak yang menyumbang 30-40% pendapatan pemerintah Iran tertekan di tengah pelemahan rial sepertiga sejak Juli.
Sumber : Wall Street Journal 21 Oktober 2026