🔹ACES rebound dari area support level 308/318
🔸Bertahan dan rebound dari support tersebut, ACES berpotensi rally menuju arah 368/378
🔹Namun jika kembali turun dan gagal bertahan di 308 ketika koreksi, maka ACES berpotensi melanjutkan downtrend.
Disclaimer ON‼️
#BukanRekomendasi #NFA #AnalisaKembali #DYOR #NoPomPom‼️
Like ❤️ and Share 📣 this content jika kalian rasa bermanfaat
Follow Me ✔️ for more content
🔸Bertahan dan rebound dari support tersebut, ACES berpotensi rally menuju arah 368/378
🔹Namun jika kembali turun dan gagal bertahan di 308 ketika koreksi, maka ACES berpotensi melanjutkan downtrend.
Disclaimer ON‼️
#BukanRekomendasi #NFA #AnalisaKembali #DYOR #NoPomPom‼️
Like ❤️ and Share 📣 this content jika kalian rasa bermanfaat
Follow Me ✔️ for more content
❤1
Kemenkeu Waspadai Efek MSCI, Defisit APBN Berisiko Melebar
https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20261021064151-532-1417739/kemenkeu-waspadai-efek-msci-defisit-apbn-berisiko-melebar
https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20261021064151-532-1417739/kemenkeu-waspadai-efek-msci-defisit-apbn-berisiko-melebar
ekonomi
Kemenkeu Waspadai Efek MSCI, Defisit APBN Berisiko Melebar
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mewaspadai risiko penurunan klasifikasi pasar modal Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI).
*Equity Strategy: MSCI Downgrade Risk | Target IHSG Dec26 dipangkas ke 6.000*
- Downgrade ke Standalone berpotensi picu gelombang outflow aktif lanjutan; kombinasi passive dan active selling diestimasi US$4,3-13,1bn, base case US$7,5bn
- Target IHSG Dec26 dipangkas ke 6.000 dari 7.200 (8,5x P/E FY27F); potensi recovery ke 7.600 di end-2027
- IHSG trading mendekati -3SD, PBV sektor bank turun ke 1,2-1,3x (juga dekat -3SD), implied CoE melonjak ke 14-15% vs rata-rata historis 9,5%
- Empat bank besar serap Rp67tr net sell asing YTD, 61% dari total outflow
- Prefer kombinasi saham non-MSCI dan konstituen MSCI terpilih dengan partisipasi asing lebih resilient
*Disclaimer On*
BRI Danareksa Sekuritas
- Downgrade ke Standalone berpotensi picu gelombang outflow aktif lanjutan; kombinasi passive dan active selling diestimasi US$4,3-13,1bn, base case US$7,5bn
- Target IHSG Dec26 dipangkas ke 6.000 dari 7.200 (8,5x P/E FY27F); potensi recovery ke 7.600 di end-2027
- IHSG trading mendekati -3SD, PBV sektor bank turun ke 1,2-1,3x (juga dekat -3SD), implied CoE melonjak ke 14-15% vs rata-rata historis 9,5%
- Empat bank besar serap Rp67tr net sell asing YTD, 61% dari total outflow
- Prefer kombinasi saham non-MSCI dan konstituen MSCI terpilih dengan partisipasi asing lebih resilient
*Disclaimer On*
BRI Danareksa Sekuritas
❤1
*Preseden Historis Downgrade di Pasar Lain | Relevansi terbatas untuk Indonesia*
- Argentina (2021, EM→Standalone): hanya tersisa tiga konstituen EM saat downgrade dikonfirmasi, kontrol modal jadi pemicu utama
- Nigeria (2023-24, FM→Standalone): kendala repatriasi FX, eksposur indeks lebih kecil
- Pakistan (2021, EM→FM): ukuran dan likuiditas pasar kurang, berpotensi ada offsetting demand FM
- Rusia (2022, EM→Standalone): eksposur indeks jauh lebih besar tapi dipicu sanksi ekstraordiner
- Turki (2026): kekhawatiran integritas pasar serupa, tapi MSCI beri index freeze, bukan downgrade langsung
- Eksposur MSCI Indonesia yang tersisa (0,43%) masih jauh di atas Argentina saat dihapus (~0,12%), berpotensi picu outflow absolut lebih besar meski basis investor domestik lebih dalam
*Disclaimer On*
BRI Danareksa Sekuritas
- Argentina (2021, EM→Standalone): hanya tersisa tiga konstituen EM saat downgrade dikonfirmasi, kontrol modal jadi pemicu utama
- Nigeria (2023-24, FM→Standalone): kendala repatriasi FX, eksposur indeks lebih kecil
- Pakistan (2021, EM→FM): ukuran dan likuiditas pasar kurang, berpotensi ada offsetting demand FM
- Rusia (2022, EM→Standalone): eksposur indeks jauh lebih besar tapi dipicu sanksi ekstraordiner
- Turki (2026): kekhawatiran integritas pasar serupa, tapi MSCI beri index freeze, bukan downgrade langsung
- Eksposur MSCI Indonesia yang tersisa (0,43%) masih jauh di atas Argentina saat dihapus (~0,12%), berpotensi picu outflow absolut lebih besar meski basis investor domestik lebih dalam
*Disclaimer On*
BRI Danareksa Sekuritas
*Estimasi Potensi Outflow | Kombinasi passive dan active selling US$4,3-13,1bn*
- Passive outflow diestimasi US$2,5-6,0bn (base case US$4,0bn), dengan asumsi downgrade penuh ke Standalone dan keluar dari indeks komposit MSCI
- Active selling pose ketidakpastian lebih besar: dari foreign holdings ~US$35,4bn non-passive, sensitivitas 5/10/20% beri potensi outflow tambahan US$1,8/3,5/7,1bn
- Kombinasi base case: US$7,5bn; dampak aktual bergantung timing dan konsentrasi jual, terutama di bank besar (~72% bobot indeks Standard MSCI Indonesia)
- Kapasitas beli institusi domestik (dana pensiun dan asuransi ~Rp2.706tr) bisa jadi offset parsial, tapi perlu kenaikan alokasi ekuitas ~7ppt untuk fully offset base case outflow, realistisnya bertahap
*Disclaimer On*
BRI Danareksa Sekuritas
- Passive outflow diestimasi US$2,5-6,0bn (base case US$4,0bn), dengan asumsi downgrade penuh ke Standalone dan keluar dari indeks komposit MSCI
- Active selling pose ketidakpastian lebih besar: dari foreign holdings ~US$35,4bn non-passive, sensitivitas 5/10/20% beri potensi outflow tambahan US$1,8/3,5/7,1bn
- Kombinasi base case: US$7,5bn; dampak aktual bergantung timing dan konsentrasi jual, terutama di bank besar (~72% bobot indeks Standard MSCI Indonesia)
- Kapasitas beli institusi domestik (dana pensiun dan asuransi ~Rp2.706tr) bisa jadi offset parsial, tapi perlu kenaikan alokasi ekuitas ~7ppt untuk fully offset base case outflow, realistisnya bertahap
*Disclaimer On*
BRI Danareksa Sekuritas
*Stress Test Arus Dana | Standalone berisiko outflow berkepanjangan*
- Tiga skenario reklasifikasi diuji: Frontier (FM), Advanced Frontier, dan Standalone
- Standalone beri risiko downside jauh lebih besar karena Indonesia tak lagi kualifikasi alokasi benchmark EM maupun FM; kumulatif outflow hingga 4Q27 bisa capai US$14-16bn vs US$7-9bn di skenario FM/Advanced FM
- Active selling diasumsikan front-loaded di 4Q26 (~US$4bn), passive selling diperkirakan terjadi di 3Q27 menyusul keputusan final MSCI
- View: skala active selling akhir bergantung kemajuan enforcement, kepercayaan investor, dan valuasi; enforcement lebih kredibel bisa redam jual lanjutan sebelum keputusan final MSCI (estimasi)
*Disclaimer On*
BRI Danareksa Sekuritas
- Tiga skenario reklasifikasi diuji: Frontier (FM), Advanced Frontier, dan Standalone
- Standalone beri risiko downside jauh lebih besar karena Indonesia tak lagi kualifikasi alokasi benchmark EM maupun FM; kumulatif outflow hingga 4Q27 bisa capai US$14-16bn vs US$7-9bn di skenario FM/Advanced FM
- Active selling diasumsikan front-loaded di 4Q26 (~US$4bn), passive selling diperkirakan terjadi di 3Q27 menyusul keputusan final MSCI
- View: skala active selling akhir bergantung kemajuan enforcement, kepercayaan investor, dan valuasi; enforcement lebih kredibel bisa redam jual lanjutan sebelum keputusan final MSCI (estimasi)
*Disclaimer On*
BRI Danareksa Sekuritas
Pakar Ingatkan Efek MSCI ke Rupiah, Waspada Dana Kabur Bisa US$25 M
Jakarta, CNBC Indonesia - Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS) Anthony Budiawan memperingatkan risiko pelemahan rupiah bertambah seiring meningkatnya ketidakpastian pasar setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) membuka konsultasi terkait kemungkinan penurunan status pasar saham Indonesia dari emerging market menjadi standalone market.
Menurut Anthony, aksi jual saham oleh investor asing sejak akhir pekan lalu berpotensi memicu arus keluar modal (capital outflow) yang turut menekan nilai tukar rupiah.
https://www.cnbcindonesia.com/market/20261020183432-17-777960/pakar-ingatkan-efek-msci-ke-rupiah-waspada-dana-kabur-bisa-us-25-m
Jakarta, CNBC Indonesia - Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS) Anthony Budiawan memperingatkan risiko pelemahan rupiah bertambah seiring meningkatnya ketidakpastian pasar setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) membuka konsultasi terkait kemungkinan penurunan status pasar saham Indonesia dari emerging market menjadi standalone market.
Menurut Anthony, aksi jual saham oleh investor asing sejak akhir pekan lalu berpotensi memicu arus keluar modal (capital outflow) yang turut menekan nilai tukar rupiah.
https://www.cnbcindonesia.com/market/20261020183432-17-777960/pakar-ingatkan-efek-msci-ke-rupiah-waspada-dana-kabur-bisa-us-25-m
CNBC Indonesia
Pakar Ingatkan Efek MSCI ke Rupiah, Waspada Dana Kabur Bisa US$25 M
Anthony Budiawan memperingatkan risiko pelemahan rupiah akibat ketidakpastian pasar. Arus keluar modal asing dapat mencapai US$25 miliar, tekan nilai tukar.
*Bank Indonesia menahan suku bunga kebijakan BI7DRR di level 5.75% (Oktober 2026)*
- Deposit Facility Rate: 5% (vs 4.75)
- Lending Facility Rate: 6.5% (vs 6.5%)
- Loan Growth YoY (sep): 13.26% (vs 13.65 Agustus)
_Source : Bank Indonesia_
Disclaimer On
- Deposit Facility Rate: 5% (vs 4.75)
- Lending Facility Rate: 6.5% (vs 6.5%)
- Loan Growth YoY (sep): 13.26% (vs 13.65 Agustus)
_Source : Bank Indonesia_
Disclaimer On