🚨 *Breaking!* OJK menjatuhkan sanksi kepada 835 pihak terkait pelanggaran pasar modal dengan total denda mencapai Rp390 miliar. Dalam penyelidikan dugaan manipulasi saham, OJK juga menjatuhkan denda *Rp1,5 triliun kepada Dian Swastatika Sentosa (DSSA), Rp500 miliar kepada Barito Renewables (BREN), serta Rp100 miliar kepada Petrindo Jaya Kreasi (CUAN)* terkait dugaan manipulasi harga saham, termasuk saat IPO.
> Penegakan hukum ini menjadi bagian dari upaya memperkuat transparansi dan integritas pasar modal Indonesia, terutama di tengah tekanan IHSG dan kekhawatiran investor terhadap tata kelola pasar. (Bloomberg, CNBC)
Disclaimer On
*IPOT*
> Penegakan hukum ini menjadi bagian dari upaya memperkuat transparansi dan integritas pasar modal Indonesia, terutama di tengah tekanan IHSG dan kekhawatiran investor terhadap tata kelola pasar. (Bloomberg, CNBC)
Disclaimer On
*IPOT*
❤2
BEI menurunkan batas Auto Rejection Bawah (ARB) dari 15% menjadi 7%, efektif mulai 19 Oktober hingga 31 Desember 2026. Sementara ketentuan ARA tetap.
Dengan kebijakan ini, secara praktis IHSG hampir tidak mungkin mencapai batas penurunan 8% yang memicu trading halt dalam kondisi perdagangan normal.
Kebijakan ini diharapkan dapat meredam volatilitas dan menjaga stabilitas pasar di tengah tekanan yang terjadi.
Disclaimer On
Dengan kebijakan ini, secara praktis IHSG hampir tidak mungkin mencapai batas penurunan 8% yang memicu trading halt dalam kondisi perdagangan normal.
Kebijakan ini diharapkan dapat meredam volatilitas dan menjaga stabilitas pasar di tengah tekanan yang terjadi.
Disclaimer On
🚨 *BREAKING NEWS: BEI dan OJK Temui MSCI Sore Ini, Klarifikasi Status Pasar Indonesia*
- BEI dan OJK dijadwalkan menggelar pertemuan virtual dengan MSCI pada Senin (19/10/2026) sore untuk meminta klarifikasi terkait rencana perubahan klasifikasi Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.
- Otoritas ingin memahami alasan di balik pengumuman MSCI yang dinilai muncul di luar jadwal evaluasi reguler, yang sebelumnya diperkirakan berlangsung pada November 2026.
- BEI juga akan meminta penjelasan mengenai pertimbangan MSCI, termasuk perkembangan komunikasi dan pengakuan atas progres reformasi pasar modal Indonesia sebelumnya.
- Pertemuan ini merupakan respons atas kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi dampak perubahan klasifikasi terhadap persepsi investor.
- Hasil pertemuan dijadwalkan disampaikan kepada publik melalui konferensi pers setelah agenda berlangsung.
_*Disclaimer On_*
BRI Danareksa Sekuritas
- BEI dan OJK dijadwalkan menggelar pertemuan virtual dengan MSCI pada Senin (19/10/2026) sore untuk meminta klarifikasi terkait rencana perubahan klasifikasi Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.
- Otoritas ingin memahami alasan di balik pengumuman MSCI yang dinilai muncul di luar jadwal evaluasi reguler, yang sebelumnya diperkirakan berlangsung pada November 2026.
- BEI juga akan meminta penjelasan mengenai pertimbangan MSCI, termasuk perkembangan komunikasi dan pengakuan atas progres reformasi pasar modal Indonesia sebelumnya.
- Pertemuan ini merupakan respons atas kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi dampak perubahan klasifikasi terhadap persepsi investor.
- Hasil pertemuan dijadwalkan disampaikan kepada publik melalui konferensi pers setelah agenda berlangsung.
_*Disclaimer On_*
BRI Danareksa Sekuritas
Pagi ini IHSG anjlok hingga ▼5,4% melanjutkan koreksi pada Jumat lalu, sekaligus membawa indeks ke level terendah sejak 2020. Tekanan meluas ke pasar obligasi dan rupiah, dgn yield obligasi pemerintah tentor 10 tahun naik 12 bps ke level tertinggi dalam 4 bulan dan rupiah melemah 0,2%.
Di sisi lain, *OJK dan BEI dijadwalkan bertemu sore ini dgn MSCI utk meminta klarifikasi* atas ancaman reklasifikasi tsb.
https://bloom.bg/3VVl2pc
Disclaimer On
Di sisi lain, *OJK dan BEI dijadwalkan bertemu sore ini dgn MSCI utk meminta klarifikasi* atas ancaman reklasifikasi tsb.
https://bloom.bg/3VVl2pc
Disclaimer On
*BEI Bakal Keluarkan Seluruh Saham HSC dari Perhitungan IHSG*
Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan dua inisiatif baru dalam rangkaian reformasi pasar modal, menyusul pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) pekan lalu. Salah satunya, BEI akan mengeluarkan seluruh saham yang masuk daftar High Shareholding Concentration (HSC) dari perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
https://www.cnbcindonesia.com/market/20261019171133-17-777602/bei-bakal-keluarkan-seluruh-saham-hsc-dari-perhitungan-ihsg
Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan dua inisiatif baru dalam rangkaian reformasi pasar modal, menyusul pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) pekan lalu. Salah satunya, BEI akan mengeluarkan seluruh saham yang masuk daftar High Shareholding Concentration (HSC) dari perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
https://www.cnbcindonesia.com/market/20261019171133-17-777602/bei-bakal-keluarkan-seluruh-saham-hsc-dari-perhitungan-ihsg
CNBC Indonesia
BEI Bakal Keluarkan Seluruh Saham HSC dari Perhitungan IHSG
Bursa Efek Indonesia umumkan dua inisiatif baru untuk reformasi pasar modal, termasuk pengeluaran saham HSC dari IHSG demi transparansi dan kredibilitas.
❤1
BEI akan mengeluarkan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (High Shareholding Concentration/HSC) dari perhitungan IHSG, menyusul pertemuan antara BEI dan perwakilan MSCI pada Senin sore.
🔹ACES rebound dari area support level 308/318
🔸Bertahan dan rebound dari support tersebut, ACES berpotensi rally menuju arah 368/378
🔹Namun jika kembali turun dan gagal bertahan di 308 ketika koreksi, maka ACES berpotensi melanjutkan downtrend.
Disclaimer ON‼️
#BukanRekomendasi #NFA #AnalisaKembali #DYOR #NoPomPom‼️
Like ❤️ and Share 📣 this content jika kalian rasa bermanfaat
Follow Me ✔️ for more content
🔸Bertahan dan rebound dari support tersebut, ACES berpotensi rally menuju arah 368/378
🔹Namun jika kembali turun dan gagal bertahan di 308 ketika koreksi, maka ACES berpotensi melanjutkan downtrend.
Disclaimer ON‼️
#BukanRekomendasi #NFA #AnalisaKembali #DYOR #NoPomPom‼️
Like ❤️ and Share 📣 this content jika kalian rasa bermanfaat
Follow Me ✔️ for more content
❤1
Kemenkeu Waspadai Efek MSCI, Defisit APBN Berisiko Melebar
https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20261021064151-532-1417739/kemenkeu-waspadai-efek-msci-defisit-apbn-berisiko-melebar
https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20261021064151-532-1417739/kemenkeu-waspadai-efek-msci-defisit-apbn-berisiko-melebar
ekonomi
Kemenkeu Waspadai Efek MSCI, Defisit APBN Berisiko Melebar
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mewaspadai risiko penurunan klasifikasi pasar modal Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI).
*Equity Strategy: MSCI Downgrade Risk | Target IHSG Dec26 dipangkas ke 6.000*
- Downgrade ke Standalone berpotensi picu gelombang outflow aktif lanjutan; kombinasi passive dan active selling diestimasi US$4,3-13,1bn, base case US$7,5bn
- Target IHSG Dec26 dipangkas ke 6.000 dari 7.200 (8,5x P/E FY27F); potensi recovery ke 7.600 di end-2027
- IHSG trading mendekati -3SD, PBV sektor bank turun ke 1,2-1,3x (juga dekat -3SD), implied CoE melonjak ke 14-15% vs rata-rata historis 9,5%
- Empat bank besar serap Rp67tr net sell asing YTD, 61% dari total outflow
- Prefer kombinasi saham non-MSCI dan konstituen MSCI terpilih dengan partisipasi asing lebih resilient
*Disclaimer On*
BRI Danareksa Sekuritas
- Downgrade ke Standalone berpotensi picu gelombang outflow aktif lanjutan; kombinasi passive dan active selling diestimasi US$4,3-13,1bn, base case US$7,5bn
- Target IHSG Dec26 dipangkas ke 6.000 dari 7.200 (8,5x P/E FY27F); potensi recovery ke 7.600 di end-2027
- IHSG trading mendekati -3SD, PBV sektor bank turun ke 1,2-1,3x (juga dekat -3SD), implied CoE melonjak ke 14-15% vs rata-rata historis 9,5%
- Empat bank besar serap Rp67tr net sell asing YTD, 61% dari total outflow
- Prefer kombinasi saham non-MSCI dan konstituen MSCI terpilih dengan partisipasi asing lebih resilient
*Disclaimer On*
BRI Danareksa Sekuritas
❤1
*Preseden Historis Downgrade di Pasar Lain | Relevansi terbatas untuk Indonesia*
- Argentina (2021, EM→Standalone): hanya tersisa tiga konstituen EM saat downgrade dikonfirmasi, kontrol modal jadi pemicu utama
- Nigeria (2023-24, FM→Standalone): kendala repatriasi FX, eksposur indeks lebih kecil
- Pakistan (2021, EM→FM): ukuran dan likuiditas pasar kurang, berpotensi ada offsetting demand FM
- Rusia (2022, EM→Standalone): eksposur indeks jauh lebih besar tapi dipicu sanksi ekstraordiner
- Turki (2026): kekhawatiran integritas pasar serupa, tapi MSCI beri index freeze, bukan downgrade langsung
- Eksposur MSCI Indonesia yang tersisa (0,43%) masih jauh di atas Argentina saat dihapus (~0,12%), berpotensi picu outflow absolut lebih besar meski basis investor domestik lebih dalam
*Disclaimer On*
BRI Danareksa Sekuritas
- Argentina (2021, EM→Standalone): hanya tersisa tiga konstituen EM saat downgrade dikonfirmasi, kontrol modal jadi pemicu utama
- Nigeria (2023-24, FM→Standalone): kendala repatriasi FX, eksposur indeks lebih kecil
- Pakistan (2021, EM→FM): ukuran dan likuiditas pasar kurang, berpotensi ada offsetting demand FM
- Rusia (2022, EM→Standalone): eksposur indeks jauh lebih besar tapi dipicu sanksi ekstraordiner
- Turki (2026): kekhawatiran integritas pasar serupa, tapi MSCI beri index freeze, bukan downgrade langsung
- Eksposur MSCI Indonesia yang tersisa (0,43%) masih jauh di atas Argentina saat dihapus (~0,12%), berpotensi picu outflow absolut lebih besar meski basis investor domestik lebih dalam
*Disclaimer On*
BRI Danareksa Sekuritas
*Estimasi Potensi Outflow | Kombinasi passive dan active selling US$4,3-13,1bn*
- Passive outflow diestimasi US$2,5-6,0bn (base case US$4,0bn), dengan asumsi downgrade penuh ke Standalone dan keluar dari indeks komposit MSCI
- Active selling pose ketidakpastian lebih besar: dari foreign holdings ~US$35,4bn non-passive, sensitivitas 5/10/20% beri potensi outflow tambahan US$1,8/3,5/7,1bn
- Kombinasi base case: US$7,5bn; dampak aktual bergantung timing dan konsentrasi jual, terutama di bank besar (~72% bobot indeks Standard MSCI Indonesia)
- Kapasitas beli institusi domestik (dana pensiun dan asuransi ~Rp2.706tr) bisa jadi offset parsial, tapi perlu kenaikan alokasi ekuitas ~7ppt untuk fully offset base case outflow, realistisnya bertahap
*Disclaimer On*
BRI Danareksa Sekuritas
- Passive outflow diestimasi US$2,5-6,0bn (base case US$4,0bn), dengan asumsi downgrade penuh ke Standalone dan keluar dari indeks komposit MSCI
- Active selling pose ketidakpastian lebih besar: dari foreign holdings ~US$35,4bn non-passive, sensitivitas 5/10/20% beri potensi outflow tambahan US$1,8/3,5/7,1bn
- Kombinasi base case: US$7,5bn; dampak aktual bergantung timing dan konsentrasi jual, terutama di bank besar (~72% bobot indeks Standard MSCI Indonesia)
- Kapasitas beli institusi domestik (dana pensiun dan asuransi ~Rp2.706tr) bisa jadi offset parsial, tapi perlu kenaikan alokasi ekuitas ~7ppt untuk fully offset base case outflow, realistisnya bertahap
*Disclaimer On*
BRI Danareksa Sekuritas
*Stress Test Arus Dana | Standalone berisiko outflow berkepanjangan*
- Tiga skenario reklasifikasi diuji: Frontier (FM), Advanced Frontier, dan Standalone
- Standalone beri risiko downside jauh lebih besar karena Indonesia tak lagi kualifikasi alokasi benchmark EM maupun FM; kumulatif outflow hingga 4Q27 bisa capai US$14-16bn vs US$7-9bn di skenario FM/Advanced FM
- Active selling diasumsikan front-loaded di 4Q26 (~US$4bn), passive selling diperkirakan terjadi di 3Q27 menyusul keputusan final MSCI
- View: skala active selling akhir bergantung kemajuan enforcement, kepercayaan investor, dan valuasi; enforcement lebih kredibel bisa redam jual lanjutan sebelum keputusan final MSCI (estimasi)
*Disclaimer On*
BRI Danareksa Sekuritas
- Tiga skenario reklasifikasi diuji: Frontier (FM), Advanced Frontier, dan Standalone
- Standalone beri risiko downside jauh lebih besar karena Indonesia tak lagi kualifikasi alokasi benchmark EM maupun FM; kumulatif outflow hingga 4Q27 bisa capai US$14-16bn vs US$7-9bn di skenario FM/Advanced FM
- Active selling diasumsikan front-loaded di 4Q26 (~US$4bn), passive selling diperkirakan terjadi di 3Q27 menyusul keputusan final MSCI
- View: skala active selling akhir bergantung kemajuan enforcement, kepercayaan investor, dan valuasi; enforcement lebih kredibel bisa redam jual lanjutan sebelum keputusan final MSCI (estimasi)
*Disclaimer On*
BRI Danareksa Sekuritas