MSCI Weighs Downgrade of Indonesia to Remove From Global Indexes
https://www.bloomberg.com/news/articles/2026-10-15/indonesia-s-emerging-market-status-under-consultation-msci-says
https://www.bloomberg.com/news/articles/2026-10-15/indonesia-s-emerging-market-status-under-consultation-msci-says
Bloomberg.com
Indonesia Stocks Sink Most in 28 Years on MSCI Downgrade Warning
Indonesian stocks suffered their worst rout in nearly three decades after MSCI Inc. warned the country’s emerging-market status was in jeopardy, raising the prospect of its removal from global indexes and stoking fears of foreign capital flight.
Steptrader
Photo
MSCI telah mengusulkan perubahan klasifikasi Indonesia dari Pasar Berkembang menjadi Pasar Mandiri. Dalam usulan tersebut, MSCI menyoroti isu transparansi kepemilikan saham, dugaan adanya perdagangan terkoordinasi, serta lemahnya penegakan aturan di pasar saham Indonesia. Oleh karena itu, MSCI tetap membekukan perubahan indeks tertentu pada saham Indonesia hingga ada pemberitahuan lebih lanjut.
Risiko aliran modal keluar (capital outflow) berpotensi meningkat apabila investor global mengurangi eksposur terhadap saham Indonesia. Saham-saham berkapitalisasi besar (big caps) diperkirakan akan terdampak oleh penyesuaian portofolio investor yang mengikuti indeks MSCI. Selain itu, sentimen investor asing berpotensi memburuk, yang dapat meningkatkan tekanan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan likuiditas pasar. Keputusan final dari MSCI dijadwalkan paling lambat akhir Juni 2027, sehingga ketidakpastian masih berlanjut.
Kesimpulannya, situasi ini berdampak negatif bagi sentimen pasar saham Indonesia. Namun, besarnya dampak aktual akan bergantung pada keputusan final MSCI, respons regulator, serta implementasi reformasi pasar.
Disclaimer On
Risiko aliran modal keluar (capital outflow) berpotensi meningkat apabila investor global mengurangi eksposur terhadap saham Indonesia. Saham-saham berkapitalisasi besar (big caps) diperkirakan akan terdampak oleh penyesuaian portofolio investor yang mengikuti indeks MSCI. Selain itu, sentimen investor asing berpotensi memburuk, yang dapat meningkatkan tekanan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan likuiditas pasar. Keputusan final dari MSCI dijadwalkan paling lambat akhir Juni 2027, sehingga ketidakpastian masih berlanjut.
Kesimpulannya, situasi ini berdampak negatif bagi sentimen pasar saham Indonesia. Namun, besarnya dampak aktual akan bergantung pada keputusan final MSCI, respons regulator, serta implementasi reformasi pasar.
Disclaimer On
*MSCI Kaji Ulang Klasifikasi Pasar Saham Indonesia*
Bloomberg, MSCI memulai konsultasi atas proposal untuk mengubah klasifikasi indeks saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market, menurut pernyataan penyedia indeks tersebut pada Kamis.
Konsultasi ini dilakukan setelah MSCI memperingatkan bahwa sejumlah pelaku pasar menyampaikan kekhawatiran terhadap pasar saham Indonesia, termasuk kurangnya transparansi struktur kepemilikan saham dan dugaan perilaku perdagangan yang terkoordinasi.
https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/124758/msci-kaji-ulang-klasifikasi-pasar-saham-indonesia
Bloomberg, MSCI memulai konsultasi atas proposal untuk mengubah klasifikasi indeks saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market, menurut pernyataan penyedia indeks tersebut pada Kamis.
Konsultasi ini dilakukan setelah MSCI memperingatkan bahwa sejumlah pelaku pasar menyampaikan kekhawatiran terhadap pasar saham Indonesia, termasuk kurangnya transparansi struktur kepemilikan saham dan dugaan perilaku perdagangan yang terkoordinasi.
https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/124758/msci-kaji-ulang-klasifikasi-pasar-saham-indonesia
Bloomberg Technoz
Buka Opsi Downgrade, MSCI Nilai RI Tak Layak Emerging Market
MSCI memulai konsultasi atas proposal untuk mengubah klasifikasi indeks saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.
Steptrader
Photo
*INTI PENGUMUMAN MSCI* :
MSCI mengusulkan Indonesia yang *saat ini berada di Emerging Market Menjadi Standalone Market*
Reminder *Urutan klasifikasi indeks MSCI*
1.Developed Markets (Pasar Maju),
2.Emerging Markets (Pasar Berkembang)
3.Frontier Markets (Pasar Perintis)
4.Advanced Frontier Markets
5.Standalone Markets ‼️
_Standalone Market berada di bawah Emerging Markets dan Frontier Markets_
Karena *ketidaktransparanan kepemilikan saham*
MSCI akan tetap memberlakukan pembekuan terhadap sejumlah perubahan terkait indeks untuk saham2 indonesia yg timbul dari index review hingga November 2026
MSCI memberikan kesempatan bagi pelaku pasar untuk menyampaikan *masukan atas usul perubahan klasifikasi indeks MSCI Indonesia hingga 30 April 2027*
*Keputusan final juni 2027*
*(Listri, Source MSCI)*
Disclaimer On
MSCI mengusulkan Indonesia yang *saat ini berada di Emerging Market Menjadi Standalone Market*
Reminder *Urutan klasifikasi indeks MSCI*
1.Developed Markets (Pasar Maju),
2.Emerging Markets (Pasar Berkembang)
3.Frontier Markets (Pasar Perintis)
4.Advanced Frontier Markets
5.Standalone Markets ‼️
_Standalone Market berada di bawah Emerging Markets dan Frontier Markets_
Karena *ketidaktransparanan kepemilikan saham*
MSCI akan tetap memberlakukan pembekuan terhadap sejumlah perubahan terkait indeks untuk saham2 indonesia yg timbul dari index review hingga November 2026
MSCI memberikan kesempatan bagi pelaku pasar untuk menyampaikan *masukan atas usul perubahan klasifikasi indeks MSCI Indonesia hingga 30 April 2027*
*Keputusan final juni 2027*
*(Listri, Source MSCI)*
Disclaimer On
❤2
*MSCI INDEX – INDONESIA STOCK EXPOSURE*
*Standard Cap — Total US$5,237.35mn*
1. BBCA – Bank Central Asia: 1,671.73
2. BBRI – Bank Rakyat Indonesia: 1,033.60
3. BMRI – Bank Mandiri: 830.59
4. TLKM – Telkom Indonesia: 536.73
5. ASII – Astra International: 408.93
6. BBNI – Bank Negara Indonesia: 246.43
7. BRMS – Bumi Resources Minerals: 197.40
8. UNTR – United Tractors: 157.24
9. BRPT – Barito Pacific: 154.70
*Small Cap — Total US$709.32mn*
1. INDF – Indofood Sukses Makmur: 56.01
2. MDKA – Merdeka Copper Gold: 48.53
3. ENRG – Energi Mega Persada: 40.93
4. ADRO – Alamtri Resources Indonesia: 39.40
5. CPIN – Charoen Pokphand Indo: 37.66
6. BUMI – Bumi Resources: 34.31
7. AADI – Adaro Andalan Indonesia: 34.30
8. AMRT – Sumber Alfaria Trijaya: 29.65
9. PGAS – Perusahaan Gas Negara: 28.30
10. KLBF – Kalbe Farma: 25.43
11. INKP – Indah Kiat Pulp & Paper: 24.28
12. PTBA – Bukit Asam: 23.60
13. PTRO – Petrosea: 21.23
14. AKRA – AKR Corporindo: 20.57
15. EXCL – XLSmart Telecom: 20.34
16. INCO – Vale Indonesia: 17.56
17. MEDC – Medco Energi: 17.03
18. JPFA – Japfa Comfeed: 16.71
19. ITMG – Indo Tambangraya Megah: 15.40
20. GGRM – Gudang Garam: 15.28
21. TOWR – Sarana Menara Nusantara: 13.90
22. CMRY – Cisarua Mountain Dairy: 13.79
23. MTEL – Dayamitra Telekomunikasi: 13.04
24. BBTN – Bank Tabungan Negara: 11.99
25. MAPA – MAP Aktif Adiperkasa: 11.71
26. BFIN – BFI Finance: 10.83
27. INTP – Indocement: 10.26
28. PWON – Pakuwon Jati: 10.11
29. AVIA – Avia Avian: 9.32
30. CTRA – Ciputra Development: 9.05
31. EMTK – Elang Mahkota Teknologi: 8.54
32. JSMR – Jasa Marga: 7.73
33. WIFI – Solusi Sinergi Digital: 6.34
34. RAJA – Rukun Raharja: 6.21
*Grand total: ~US$5.95bn* in passive AUM tracking these names (US$ mn, as of 15 Oct 2026). Both totals reconcile with the sums. Note the big four banks alone are ~US$3.8bn, or about 64% of the potential outflow.
❗_Disclamer on_
*Standard Cap — Total US$5,237.35mn*
1. BBCA – Bank Central Asia: 1,671.73
2. BBRI – Bank Rakyat Indonesia: 1,033.60
3. BMRI – Bank Mandiri: 830.59
4. TLKM – Telkom Indonesia: 536.73
5. ASII – Astra International: 408.93
6. BBNI – Bank Negara Indonesia: 246.43
7. BRMS – Bumi Resources Minerals: 197.40
8. UNTR – United Tractors: 157.24
9. BRPT – Barito Pacific: 154.70
*Small Cap — Total US$709.32mn*
1. INDF – Indofood Sukses Makmur: 56.01
2. MDKA – Merdeka Copper Gold: 48.53
3. ENRG – Energi Mega Persada: 40.93
4. ADRO – Alamtri Resources Indonesia: 39.40
5. CPIN – Charoen Pokphand Indo: 37.66
6. BUMI – Bumi Resources: 34.31
7. AADI – Adaro Andalan Indonesia: 34.30
8. AMRT – Sumber Alfaria Trijaya: 29.65
9. PGAS – Perusahaan Gas Negara: 28.30
10. KLBF – Kalbe Farma: 25.43
11. INKP – Indah Kiat Pulp & Paper: 24.28
12. PTBA – Bukit Asam: 23.60
13. PTRO – Petrosea: 21.23
14. AKRA – AKR Corporindo: 20.57
15. EXCL – XLSmart Telecom: 20.34
16. INCO – Vale Indonesia: 17.56
17. MEDC – Medco Energi: 17.03
18. JPFA – Japfa Comfeed: 16.71
19. ITMG – Indo Tambangraya Megah: 15.40
20. GGRM – Gudang Garam: 15.28
21. TOWR – Sarana Menara Nusantara: 13.90
22. CMRY – Cisarua Mountain Dairy: 13.79
23. MTEL – Dayamitra Telekomunikasi: 13.04
24. BBTN – Bank Tabungan Negara: 11.99
25. MAPA – MAP Aktif Adiperkasa: 11.71
26. BFIN – BFI Finance: 10.83
27. INTP – Indocement: 10.26
28. PWON – Pakuwon Jati: 10.11
29. AVIA – Avia Avian: 9.32
30. CTRA – Ciputra Development: 9.05
31. EMTK – Elang Mahkota Teknologi: 8.54
32. JSMR – Jasa Marga: 7.73
33. WIFI – Solusi Sinergi Digital: 6.34
34. RAJA – Rukun Raharja: 6.21
*Grand total: ~US$5.95bn* in passive AUM tracking these names (US$ mn, as of 15 Oct 2026). Both totals reconcile with the sums. Note the big four banks alone are ~US$3.8bn, or about 64% of the potential outflow.
❗_Disclamer on_
❤1
🚨 *Breaking!* OJK menjatuhkan sanksi kepada 835 pihak terkait pelanggaran pasar modal dengan total denda mencapai Rp390 miliar. Dalam penyelidikan dugaan manipulasi saham, OJK juga menjatuhkan denda *Rp1,5 triliun kepada Dian Swastatika Sentosa (DSSA), Rp500 miliar kepada Barito Renewables (BREN), serta Rp100 miliar kepada Petrindo Jaya Kreasi (CUAN)* terkait dugaan manipulasi harga saham, termasuk saat IPO.
> Penegakan hukum ini menjadi bagian dari upaya memperkuat transparansi dan integritas pasar modal Indonesia, terutama di tengah tekanan IHSG dan kekhawatiran investor terhadap tata kelola pasar. (Bloomberg, CNBC)
Disclaimer On
*IPOT*
> Penegakan hukum ini menjadi bagian dari upaya memperkuat transparansi dan integritas pasar modal Indonesia, terutama di tengah tekanan IHSG dan kekhawatiran investor terhadap tata kelola pasar. (Bloomberg, CNBC)
Disclaimer On
*IPOT*
❤2
BEI menurunkan batas Auto Rejection Bawah (ARB) dari 15% menjadi 7%, efektif mulai 19 Oktober hingga 31 Desember 2026. Sementara ketentuan ARA tetap.
Dengan kebijakan ini, secara praktis IHSG hampir tidak mungkin mencapai batas penurunan 8% yang memicu trading halt dalam kondisi perdagangan normal.
Kebijakan ini diharapkan dapat meredam volatilitas dan menjaga stabilitas pasar di tengah tekanan yang terjadi.
Disclaimer On
Dengan kebijakan ini, secara praktis IHSG hampir tidak mungkin mencapai batas penurunan 8% yang memicu trading halt dalam kondisi perdagangan normal.
Kebijakan ini diharapkan dapat meredam volatilitas dan menjaga stabilitas pasar di tengah tekanan yang terjadi.
Disclaimer On
🚨 *BREAKING NEWS: BEI dan OJK Temui MSCI Sore Ini, Klarifikasi Status Pasar Indonesia*
- BEI dan OJK dijadwalkan menggelar pertemuan virtual dengan MSCI pada Senin (19/10/2026) sore untuk meminta klarifikasi terkait rencana perubahan klasifikasi Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.
- Otoritas ingin memahami alasan di balik pengumuman MSCI yang dinilai muncul di luar jadwal evaluasi reguler, yang sebelumnya diperkirakan berlangsung pada November 2026.
- BEI juga akan meminta penjelasan mengenai pertimbangan MSCI, termasuk perkembangan komunikasi dan pengakuan atas progres reformasi pasar modal Indonesia sebelumnya.
- Pertemuan ini merupakan respons atas kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi dampak perubahan klasifikasi terhadap persepsi investor.
- Hasil pertemuan dijadwalkan disampaikan kepada publik melalui konferensi pers setelah agenda berlangsung.
_*Disclaimer On_*
BRI Danareksa Sekuritas
- BEI dan OJK dijadwalkan menggelar pertemuan virtual dengan MSCI pada Senin (19/10/2026) sore untuk meminta klarifikasi terkait rencana perubahan klasifikasi Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.
- Otoritas ingin memahami alasan di balik pengumuman MSCI yang dinilai muncul di luar jadwal evaluasi reguler, yang sebelumnya diperkirakan berlangsung pada November 2026.
- BEI juga akan meminta penjelasan mengenai pertimbangan MSCI, termasuk perkembangan komunikasi dan pengakuan atas progres reformasi pasar modal Indonesia sebelumnya.
- Pertemuan ini merupakan respons atas kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi dampak perubahan klasifikasi terhadap persepsi investor.
- Hasil pertemuan dijadwalkan disampaikan kepada publik melalui konferensi pers setelah agenda berlangsung.
_*Disclaimer On_*
BRI Danareksa Sekuritas
Pagi ini IHSG anjlok hingga ▼5,4% melanjutkan koreksi pada Jumat lalu, sekaligus membawa indeks ke level terendah sejak 2020. Tekanan meluas ke pasar obligasi dan rupiah, dgn yield obligasi pemerintah tentor 10 tahun naik 12 bps ke level tertinggi dalam 4 bulan dan rupiah melemah 0,2%.
Di sisi lain, *OJK dan BEI dijadwalkan bertemu sore ini dgn MSCI utk meminta klarifikasi* atas ancaman reklasifikasi tsb.
https://bloom.bg/3VVl2pc
Disclaimer On
Di sisi lain, *OJK dan BEI dijadwalkan bertemu sore ini dgn MSCI utk meminta klarifikasi* atas ancaman reklasifikasi tsb.
https://bloom.bg/3VVl2pc
Disclaimer On
*BEI Bakal Keluarkan Seluruh Saham HSC dari Perhitungan IHSG*
Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan dua inisiatif baru dalam rangkaian reformasi pasar modal, menyusul pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) pekan lalu. Salah satunya, BEI akan mengeluarkan seluruh saham yang masuk daftar High Shareholding Concentration (HSC) dari perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
https://www.cnbcindonesia.com/market/20261019171133-17-777602/bei-bakal-keluarkan-seluruh-saham-hsc-dari-perhitungan-ihsg
Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan dua inisiatif baru dalam rangkaian reformasi pasar modal, menyusul pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) pekan lalu. Salah satunya, BEI akan mengeluarkan seluruh saham yang masuk daftar High Shareholding Concentration (HSC) dari perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
https://www.cnbcindonesia.com/market/20261019171133-17-777602/bei-bakal-keluarkan-seluruh-saham-hsc-dari-perhitungan-ihsg
CNBC Indonesia
BEI Bakal Keluarkan Seluruh Saham HSC dari Perhitungan IHSG
Bursa Efek Indonesia umumkan dua inisiatif baru untuk reformasi pasar modal, termasuk pengeluaran saham HSC dari IHSG demi transparansi dan kredibilitas.
BEI akan mengeluarkan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (High Shareholding Concentration/HSC) dari perhitungan IHSG, menyusul pertemuan antara BEI dan perwakilan MSCI pada Senin sore.