Belum ada katalis positif cukup kuat utk memdorong investor asing balik masuk ke pasar saham Indonesia
Steptrader
🛒Penjualan Retail Menguat Tipis🛍️
- *Penjualan Ritel Tahunan (YoY):* Tumbuh 1.3% YoY pada Agustus 2026, meningkat dibandingkan pertumbuhan Juli 2026 yang sebesar 1.1% YoY.
- *Kelompok Penopang Pertumbuhan:* Ditopang utama oleh subkelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau (+2.6% YoY) serta Suku Cadang dan Aksesori Otomotif (+3.9% YoY).
- *Kelompok yang Mengalami Kontraksi:* Penurunan terdalam terjadi pada kelompok Perlengkapan Rumah Tangga / Pakaian (-12.4% YoY), Peralatan Informasi dan Komunikasi (-10.9% YoY), serta Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (-5.7% YoY).
- *Penjualan Ritel Bulanan (MoM):* Naik 0.8% MoM pada Agustus 2026, membaik dari kontraksi 0.1% MoM pada bulan sebelumnya.
*💡Insight*
Penjualan ritel Indonesia *menunjukkan pemulihan bertahap setelah mengalami kontraksi* pada April–Juni 2026. Pertumbuhan kembali positif pada Juli sebesar 1.1% YoY dan meningkat menjadi 1.3% pada Agustus, tetapi *masih jauh di bawah pertumbuhan sekitar 5–6% pada akhir 2025 hingga awal 2026.*
Tren ini mengindikasikan konsumsi domestik mulai membaik, tetapi momentum pemulihannya masih relatif moderat dan belum kembali ke level pertumbuhan sebelumnya. Ke depan, keberlanjutan konsumsi akan *bergantung pada kemampuan daya beli menghadapi tekanan harga* , sehingga pemulihan berpotensi tetap *terkonsentrasi pada kebutuhan pokok dibandingkan belanja non-esensial*.
Disclaimer on
- *Kelompok Penopang Pertumbuhan:* Ditopang utama oleh subkelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau (+2.6% YoY) serta Suku Cadang dan Aksesori Otomotif (+3.9% YoY).
- *Kelompok yang Mengalami Kontraksi:* Penurunan terdalam terjadi pada kelompok Perlengkapan Rumah Tangga / Pakaian (-12.4% YoY), Peralatan Informasi dan Komunikasi (-10.9% YoY), serta Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (-5.7% YoY).
- *Penjualan Ritel Bulanan (MoM):* Naik 0.8% MoM pada Agustus 2026, membaik dari kontraksi 0.1% MoM pada bulan sebelumnya.
*💡Insight*
Penjualan ritel Indonesia *menunjukkan pemulihan bertahap setelah mengalami kontraksi* pada April–Juni 2026. Pertumbuhan kembali positif pada Juli sebesar 1.1% YoY dan meningkat menjadi 1.3% pada Agustus, tetapi *masih jauh di bawah pertumbuhan sekitar 5–6% pada akhir 2025 hingga awal 2026.*
Tren ini mengindikasikan konsumsi domestik mulai membaik, tetapi momentum pemulihannya masih relatif moderat dan belum kembali ke level pertumbuhan sebelumnya. Ke depan, keberlanjutan konsumsi akan *bergantung pada kemampuan daya beli menghadapi tekanan harga* , sehingga pemulihan berpotensi tetap *terkonsentrasi pada kebutuhan pokok dibandingkan belanja non-esensial*.
Disclaimer on
*POPULARITAS TRUMP TERUS MELEMAH MENJELANG PEMILU PARUH WAKTU*
Survei terbaru Financial Times bersama Focaldata menunjukkan Presiden AS Donald Trump masih kesulitan perbaiki tingkat persetujuan hanya beberapa pekan sebelum pemilu paruh waktu. Hanya seperempat pemilih terdaftar menilai positif kinerjanya kelola lapangan kerja dan ekonomi sementara dukungan atas penanganan inflasi bahkan lebih rendah sekitar 20 persen. Lebih dari dua pertiga responden menilai ekonomi AS bergerak ke arah salah.
Data ketenagakerjaan September menambah kekhawatiran dengan penciptaan hanya 29.000 pekerjaan jauh di bawah ekspektasi. Secara keseluruhan tingkat persetujuan Trump bertahan rendah di 34 persen dan 45 persen pemilih menilai keberadaannya justru menyulitkan kandidat Republik. Cook Political Report menilai kondisi elektoral Republik memburuk dengan 18 kursi DPR bergeser ke arah Demokrat dan proyeksi tambahan 9-19 kursi bagi Demokrat pada November.
Survei FT menunjukkan keunggulan Demokrat atas Republik lebih dari lima poin. Kebijakan terkait AI dan Iran juga menuai penolakan, sekitar dua pertiga responden dukung aturan federal mengikat bagi perusahaan AI berlawanan dengan pendekatan Trump yang tekankan inovasi cepat pengawasan sukarela. Persetujuan penanganan konflik Iran turun lebih dari tujuh poin sejak Mei dengan kurang dari seperempat pemilih mendukung, mayoritas inginkan kesepakatan segera.
Meski basis tergerus loyalitas Republik tetap tinggi sekitar 80 persen pemilih Trump 2024 masih berencana pilih kandidat Republik meski persetujuan turun dari 80 persen menjadi di bawah 70 persen sejak Mei. Survei dilakukan daring 2-4 Oktober 2026 terhadap 2.275 pemilih terdaftar margin kesalahan plus minus 2,5 persen.
Sumber : Financial Times 11 Oktober 2026
Survei terbaru Financial Times bersama Focaldata menunjukkan Presiden AS Donald Trump masih kesulitan perbaiki tingkat persetujuan hanya beberapa pekan sebelum pemilu paruh waktu. Hanya seperempat pemilih terdaftar menilai positif kinerjanya kelola lapangan kerja dan ekonomi sementara dukungan atas penanganan inflasi bahkan lebih rendah sekitar 20 persen. Lebih dari dua pertiga responden menilai ekonomi AS bergerak ke arah salah.
Data ketenagakerjaan September menambah kekhawatiran dengan penciptaan hanya 29.000 pekerjaan jauh di bawah ekspektasi. Secara keseluruhan tingkat persetujuan Trump bertahan rendah di 34 persen dan 45 persen pemilih menilai keberadaannya justru menyulitkan kandidat Republik. Cook Political Report menilai kondisi elektoral Republik memburuk dengan 18 kursi DPR bergeser ke arah Demokrat dan proyeksi tambahan 9-19 kursi bagi Demokrat pada November.
Survei FT menunjukkan keunggulan Demokrat atas Republik lebih dari lima poin. Kebijakan terkait AI dan Iran juga menuai penolakan, sekitar dua pertiga responden dukung aturan federal mengikat bagi perusahaan AI berlawanan dengan pendekatan Trump yang tekankan inovasi cepat pengawasan sukarela. Persetujuan penanganan konflik Iran turun lebih dari tujuh poin sejak Mei dengan kurang dari seperempat pemilih mendukung, mayoritas inginkan kesepakatan segera.
Meski basis tergerus loyalitas Republik tetap tinggi sekitar 80 persen pemilih Trump 2024 masih berencana pilih kandidat Republik meski persetujuan turun dari 80 persen menjadi di bawah 70 persen sejak Mei. Survei dilakukan daring 2-4 Oktober 2026 terhadap 2.275 pemilih terdaftar margin kesalahan plus minus 2,5 persen.
Sumber : Financial Times 11 Oktober 2026
"8 emerging markets to consider in 2027: HSBC"
https://www.investing.com/news/stock-market-news/8-emerging-markets-to-consider-in-2027-hsbc-4942478
https://www.investing.com/news/stock-market-news/8-emerging-markets-to-consider-in-2027-hsbc-4942478
Investing.com
8 emerging markets to consider in 2027: HSBC By Investing.com
Net Sell Asing Menggunung Rp 111 Triliun, IHSG Butuh Penyelamat
https://investor.id/market/457717/net-sell-asing-menggunung-rp-111-triliun-ihsg-butuh-penyelamat
https://investor.id/market/457717/net-sell-asing-menggunung-rp-111-triliun-ihsg-butuh-penyelamat
investor.id
Net Sell Asing Menggunung Rp 111 Triliun, IHSG Butuh Penyelamat
Net sell asing mencapai Rp 111 triliun. IHSG menghadapi tekanan besar, sementara evaluasi MSCI November 2026 berpotensi menjadi katalis.
🔹Bertahan di area support level 3380, BBNI mencoba rebound.
🔸Apabila naik melewati 3520, maka BBNI akan membentuk pola double bottom reversal dan berpotensi rally menuju arah 3660
🔹Namun jika kembali turun dan gagal bertahan di 3380 ketika koreksi, maka BBNI berpotensi melanjutkan downtrend.
Disclaimer ON‼️
#BukanRekomendasi #NFA #AnalisaKembali #DYOR #NoPomPom‼️
Like ❤️ and Share 📣 this content jika kalian rasa bermanfaat
Follow Me ✔️ for more content
🔸Apabila naik melewati 3520, maka BBNI akan membentuk pola double bottom reversal dan berpotensi rally menuju arah 3660
🔹Namun jika kembali turun dan gagal bertahan di 3380 ketika koreksi, maka BBNI berpotensi melanjutkan downtrend.
Disclaimer ON‼️
#BukanRekomendasi #NFA #AnalisaKembali #DYOR #NoPomPom‼️
Like ❤️ and Share 📣 this content jika kalian rasa bermanfaat
Follow Me ✔️ for more content
❤1
🔹ENRG rebound dari area support level 880/890
🔸Bertahan dan rebound dari support tersebut, ENRG berpotensi rally menuju arah 1120/1150
🔹Namun jika kembali turun dan gagal bertahan di 880 ketika koreksi, maka ENRG berpotensi melanjutkan downtrend.
Disclaimer ON‼️
#BukanRekomendasi #NFA #AnalisaKembali #DYOR #NoPomPom‼️
Like ❤️ and Share 📣 this content jika kalian rasa bermanfaat
Follow Me ✔️ for more content
🔸Bertahan dan rebound dari support tersebut, ENRG berpotensi rally menuju arah 1120/1150
🔹Namun jika kembali turun dan gagal bertahan di 880 ketika koreksi, maka ENRG berpotensi melanjutkan downtrend.
Disclaimer ON‼️
#BukanRekomendasi #NFA #AnalisaKembali #DYOR #NoPomPom‼️
Like ❤️ and Share 📣 this content jika kalian rasa bermanfaat
Follow Me ✔️ for more content
🚨 *BREAKING NEWS: PPI AS September 2026 Melonjak 1,3% MoM, Jauh di Atas Ekspektasi*
- Producer Price Index (PPI) AS naik 1,3% MoM, kenaikan tertajam sejak Maret 2022 dan jauh di atas konsensus pasar sebesar 0,5%.
- Inflasi PPI tahunan melonjak menjadi 6,3% YoY, tertinggi sejak Desember 2022.
- Lonjakan harga energi sebesar 10,8% MoM menjadi pendorong utama, seiring dampak konflik Timur Tengah terhadap biaya energi global.
- Biaya transportasi dan pergudangan naik 3,4%, sementara biaya perdagangan meningkat 1,4% MoM.
- Harga pangan naik 1,2% akibat ketegangan geopolitik dan cuaca buruk. Sementara itu, core PPI meningkat 0,7% MoM.
Cenderung negatif untuk IHSG karena lonjakan PPI AS berpotensi memperkuat tekanan inflasi dan membatasi ruang pelonggaran suku bunga The Fed. Risiko kenaikan yield US Treasury dan penguatan dolar AS juga dapat menambah tekanan terhadap rupiah serta arus modal asing ke pasar domestik.
Disclaimer On
BRI Danareksa Sekuritas
- Producer Price Index (PPI) AS naik 1,3% MoM, kenaikan tertajam sejak Maret 2022 dan jauh di atas konsensus pasar sebesar 0,5%.
- Inflasi PPI tahunan melonjak menjadi 6,3% YoY, tertinggi sejak Desember 2022.
- Lonjakan harga energi sebesar 10,8% MoM menjadi pendorong utama, seiring dampak konflik Timur Tengah terhadap biaya energi global.
- Biaya transportasi dan pergudangan naik 3,4%, sementara biaya perdagangan meningkat 1,4% MoM.
- Harga pangan naik 1,2% akibat ketegangan geopolitik dan cuaca buruk. Sementara itu, core PPI meningkat 0,7% MoM.
Cenderung negatif untuk IHSG karena lonjakan PPI AS berpotensi memperkuat tekanan inflasi dan membatasi ruang pelonggaran suku bunga The Fed. Risiko kenaikan yield US Treasury dan penguatan dolar AS juga dapat menambah tekanan terhadap rupiah serta arus modal asing ke pasar domestik.
Disclaimer On
BRI Danareksa Sekuritas
❤2
MSCI Weighs Downgrade of Indonesia to Remove From Global Indexes
https://www.bloomberg.com/news/articles/2026-10-15/indonesia-s-emerging-market-status-under-consultation-msci-says
https://www.bloomberg.com/news/articles/2026-10-15/indonesia-s-emerging-market-status-under-consultation-msci-says
Bloomberg.com
Indonesia Stocks Sink Most in 28 Years on MSCI Downgrade Warning
Indonesian stocks suffered their worst rout in nearly three decades after MSCI Inc. warned the country’s emerging-market status was in jeopardy, raising the prospect of its removal from global indexes and stoking fears of foreign capital flight.