🔹AMMN rebound dari area support level 4000/4060
🔸Tetap bertahan diatas support tersebut dan bergerak naik, maka AMMN berpotensi rally menuju arah 4670/4810
🔹Namun jika kembali turun dan gagal bertahan di 4060 ketika koreksi, maka AMMN berpotensi mengakhiri uptrend-nya.
Disclaimer ON‼️
#BukanRekomendasi #NFA #AnalisaKembali #DYOR #NoPomPom‼️
Like ❤️ and Share 📣 this content jika kalian rasa bermanfaat
Follow Me ✔️ for more content
🔸Tetap bertahan diatas support tersebut dan bergerak naik, maka AMMN berpotensi rally menuju arah 4670/4810
🔹Namun jika kembali turun dan gagal bertahan di 4060 ketika koreksi, maka AMMN berpotensi mengakhiri uptrend-nya.
Disclaimer ON‼️
#BukanRekomendasi #NFA #AnalisaKembali #DYOR #NoPomPom‼️
Like ❤️ and Share 📣 this content jika kalian rasa bermanfaat
Follow Me ✔️ for more content
❤1
ftse-country-classification-update-2026.pdf
486.6 KB
ftse-country-classification-update-2026.pdf
Indonesia’s Secondary Emerging market status remains unchanged. FTSE Russell is not placing Indonesia on the
Watch List and will continue monitoring market developments and engaging with market participants as part of its ongoing assessment.
Indonesia’s Secondary Emerging market status remains unchanged. FTSE Russell is not placing Indonesia on the
Watch List and will continue monitoring market developments and engaging with market participants as part of its ongoing assessment.
❤1
🚨 *BREAKING NEWS: FTSE Russell Pertahankan Indonesia sebagai Secondary Emerging Market*
- FTSE Russell mempertahankan status Indonesia sebagai Secondary Emerging Market dalam evaluasi klasifikasi pasar Oktober 2026.
- Indonesia tidak masuk Watch List, sehingga terhindar dari risiko downgrade status pasar.
- FTSE tetap memantau efektivitas reformasi pasar modal, termasuk keterbukaan informasi pemegang saham, granularisasi data investor, peningkatan minimum free float, dan penguatan pengawasan pasar.
- FTSE sebelumnya menunda sejumlah penyesuaian indeks saham Indonesia pada periode Maret, Juni, dan September 2026.
- FTSE akan memberikan update terkait saham Indonesia menjelang index review Desember 2026, dengan mempertimbangkan kemajuan reformasi dan masukan dari pelaku pasar global.
_Disclaimer On_
- FTSE Russell mempertahankan status Indonesia sebagai Secondary Emerging Market dalam evaluasi klasifikasi pasar Oktober 2026.
- Indonesia tidak masuk Watch List, sehingga terhindar dari risiko downgrade status pasar.
- FTSE tetap memantau efektivitas reformasi pasar modal, termasuk keterbukaan informasi pemegang saham, granularisasi data investor, peningkatan minimum free float, dan penguatan pengawasan pasar.
- FTSE sebelumnya menunda sejumlah penyesuaian indeks saham Indonesia pada periode Maret, Juni, dan September 2026.
- FTSE akan memberikan update terkait saham Indonesia menjelang index review Desember 2026, dengan mempertimbangkan kemajuan reformasi dan masukan dari pelaku pasar global.
_Disclaimer On_
🗒️ *HIGHLIGHT NEWS: Cadangan Devisa RI Turun Tipis ke US$146,3 Miliar pada September*
* Cadangan devisa RI turun tipis menjadi US$146,3 miliar pada September 2026 dari US$146,5 miliar pada Agustus.
* Penurunan terutama dipengaruhi pembayaran utang luar negeri pemerintah yang jatuh tempo serta langkah stabilisasi rupiah oleh Bank Indonesia.
* Posisi cadangan devisa tetap kuat, setara 5,3 bulan impor atau 5,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.
* Level tersebut masih jauh di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
* BI melihat ketahanan sektor eksternal tetap solid, didukung cadangan devisa yang memadai dan arus masuk modal asing yang berkelanjutan.
Disclaimer On
BRI Danareksa Sekuritas
* Cadangan devisa RI turun tipis menjadi US$146,3 miliar pada September 2026 dari US$146,5 miliar pada Agustus.
* Penurunan terutama dipengaruhi pembayaran utang luar negeri pemerintah yang jatuh tempo serta langkah stabilisasi rupiah oleh Bank Indonesia.
* Posisi cadangan devisa tetap kuat, setara 5,3 bulan impor atau 5,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.
* Level tersebut masih jauh di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
* BI melihat ketahanan sektor eksternal tetap solid, didukung cadangan devisa yang memadai dan arus masuk modal asing yang berkelanjutan.
Disclaimer On
BRI Danareksa Sekuritas
❤1
FOMC Minutes: The Fed Buka Peluang Kenaikan Suku Bunga Lagi
https://ekonomi.bisnis.com/read/20261008/620/2010780/fomc-minutes-the-fed-buka-peluang-kenaikan-suku-bunga-lagi
https://ekonomi.bisnis.com/read/20261008/620/2010780/fomc-minutes-the-fed-buka-peluang-kenaikan-suku-bunga-lagi
Bisnis.com
FOMC Minutes: The Fed Buka Peluang Kenaikan Suku Bunga Lagi
Federal Reserve mempertimbangkan kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun 2026 karena inflasi AS masih tinggi. Mayoritas pejabat The Fed menilai langkah ini diperlukan untuk mengantisipasi inflasi yang bertahan di atas target.
Fed officials see another hike coming, but no sign as to when, minutes show
https://www.cnbc.com/2026/10/07/fed-officials-see-another-hike-coming-but-no-sign-as-to-when-minutes-show.html?__source=iosappshare%7Cnet.whatsapp.WhatsApp.ShareExtension
https://www.cnbc.com/2026/10/07/fed-officials-see-another-hike-coming-but-no-sign-as-to-when-minutes-show.html?__source=iosappshare%7Cnet.whatsapp.WhatsApp.ShareExtension
CNBC
Fed officials see another hike coming, but no sign as to when, minutes show
The Federal Reserve on Wednesday released minutes from its Sept. 15-16 policy meeting.
Belum ada katalis positif cukup kuat utk memdorong investor asing balik masuk ke pasar saham Indonesia
Steptrader
🛒Penjualan Retail Menguat Tipis🛍️
- *Penjualan Ritel Tahunan (YoY):* Tumbuh 1.3% YoY pada Agustus 2026, meningkat dibandingkan pertumbuhan Juli 2026 yang sebesar 1.1% YoY.
- *Kelompok Penopang Pertumbuhan:* Ditopang utama oleh subkelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau (+2.6% YoY) serta Suku Cadang dan Aksesori Otomotif (+3.9% YoY).
- *Kelompok yang Mengalami Kontraksi:* Penurunan terdalam terjadi pada kelompok Perlengkapan Rumah Tangga / Pakaian (-12.4% YoY), Peralatan Informasi dan Komunikasi (-10.9% YoY), serta Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (-5.7% YoY).
- *Penjualan Ritel Bulanan (MoM):* Naik 0.8% MoM pada Agustus 2026, membaik dari kontraksi 0.1% MoM pada bulan sebelumnya.
*💡Insight*
Penjualan ritel Indonesia *menunjukkan pemulihan bertahap setelah mengalami kontraksi* pada April–Juni 2026. Pertumbuhan kembali positif pada Juli sebesar 1.1% YoY dan meningkat menjadi 1.3% pada Agustus, tetapi *masih jauh di bawah pertumbuhan sekitar 5–6% pada akhir 2025 hingga awal 2026.*
Tren ini mengindikasikan konsumsi domestik mulai membaik, tetapi momentum pemulihannya masih relatif moderat dan belum kembali ke level pertumbuhan sebelumnya. Ke depan, keberlanjutan konsumsi akan *bergantung pada kemampuan daya beli menghadapi tekanan harga* , sehingga pemulihan berpotensi tetap *terkonsentrasi pada kebutuhan pokok dibandingkan belanja non-esensial*.
Disclaimer on
- *Kelompok Penopang Pertumbuhan:* Ditopang utama oleh subkelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau (+2.6% YoY) serta Suku Cadang dan Aksesori Otomotif (+3.9% YoY).
- *Kelompok yang Mengalami Kontraksi:* Penurunan terdalam terjadi pada kelompok Perlengkapan Rumah Tangga / Pakaian (-12.4% YoY), Peralatan Informasi dan Komunikasi (-10.9% YoY), serta Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (-5.7% YoY).
- *Penjualan Ritel Bulanan (MoM):* Naik 0.8% MoM pada Agustus 2026, membaik dari kontraksi 0.1% MoM pada bulan sebelumnya.
*💡Insight*
Penjualan ritel Indonesia *menunjukkan pemulihan bertahap setelah mengalami kontraksi* pada April–Juni 2026. Pertumbuhan kembali positif pada Juli sebesar 1.1% YoY dan meningkat menjadi 1.3% pada Agustus, tetapi *masih jauh di bawah pertumbuhan sekitar 5–6% pada akhir 2025 hingga awal 2026.*
Tren ini mengindikasikan konsumsi domestik mulai membaik, tetapi momentum pemulihannya masih relatif moderat dan belum kembali ke level pertumbuhan sebelumnya. Ke depan, keberlanjutan konsumsi akan *bergantung pada kemampuan daya beli menghadapi tekanan harga* , sehingga pemulihan berpotensi tetap *terkonsentrasi pada kebutuhan pokok dibandingkan belanja non-esensial*.
Disclaimer on