Steptrader
2.82K subscribers
8.47K photos
34 videos
40 files
6.28K links
Official Channel dari STEPTRADER TELEGRAM (TIDAK ADA CHANNEL/GRUP TELEGRAM LAINNYA SELAIN INI !!)

SEGALA TULISAN DISINI BUKAN REKOMENDASI
(DO YOUR OWN RESEARCH)

Join Grup Priority : +628123543925
Download Telegram
* Disiplin fiskal: Menegaskan kembali batas defisit 3% dan batas rasio utang terhadap PDB 60% sebagai pilar utama kredibilitas.

- Dua mesin pertumbuhan: APBN fokus pada perlindungan sosial dan infrastruktur dasar; Danantara fokus pada efisiensi BUMN dan investasi.

- Sektor swasta harus memimpin: Dengan pengeluaran pemerintah hanya sekitar 9–14% dari PDB, target pertumbuhan 8% bergantung pada peningkatan investasi swasta.

- Peran kelembagaan yang jelas: Kementerian Keuangan, BI, Danantara, dan regulator harus berkoordinasi erat sambil tetap menghormati mandat masing-masing.

- Mempertahankan lebih banyak hasil ekspor di dalam negeri: Kebijakan ini bertujuan untuk mengurangi kebocoran ekspor komoditas dan mempertahankan lebih banyak devisa di dalam negeri.

https://youtu.be/ZYt6dzd59I8?si=qVROT9BJn-Drnagf

Disclaimer On
*BIG MONEY TRACKER*
*Monday, 5 October 2026*
*Foreign Flows | Outflow US$281mn WTD, semua pasar EM tercatat jual*

- YTD outflow Indonesia melebar ke US$4,75bn dari US$4,47bn; Korea (-US$6,21bn) dan India (-US$2,54bn) terbesar di regional
- Asing jual Rp5,03tr sepanjang pekan, net sell di semua lima hari; GOTO jadi outflow terbesar (-Rp1.096,6bn)
- Empat bank besar gabungan outflow ~Rp1,43tr; Metal (-Rp314bn) dan Coal (-Rp248bn) ikut net sell
- Inflow terbesar: EMAS (+Rp107,0bn), UNTR (+Rp77,2bn), ENRG, DSSA

Disclaimer On
BRI Danareksa Sekuritas
❤1
🔹ADRO rebound dari area support level 2390
🔸Tetap bertahan diatas support tersebut dan rebound, maka ADRO berpotensi rally menuju arah 2840/2860
🔹Namun jika kembali turun dan gagal bertahan di 2390 ketika koreksi, maka ADRO berpotensi mengakhiri uptrend-nya.
Disclaimer ON‼️
#BukanRekomendasi #NFA #AnalisaKembali #DYOR #NoPomPom‼️
 
Like ❤️ and Share 📣 this content jika kalian rasa bermanfaat
Follow Me ✔️ for more content
❤1
*DANA ASING JADI PENENTU ARAH IHSG*
🔹AMMN rebound dari area support level 4000/4060
🔸Tetap bertahan diatas support tersebut dan bergerak naik, maka AMMN berpotensi rally menuju arah 4670/4810
🔹Namun jika kembali turun dan gagal bertahan di 4060 ketika koreksi, maka AMMN berpotensi mengakhiri uptrend-nya.
Disclaimer ON‼️
#BukanRekomendasi #NFA #AnalisaKembali #DYOR #NoPomPom‼️
 
Like ❤️ and Share 📣 this content jika kalian rasa bermanfaat
Follow Me ✔️ for more content
❤1
ftse-country-classification-update-2026.pdf
486.6 KB
ftse-country-classification-update-2026.pdf

Indonesia’s Secondary Emerging market status remains unchanged. FTSE Russell is not placing Indonesia on the
Watch List and will continue monitoring market developments and engaging with market participants as part of its ongoing assessment.
❤1
Good News : FTSE baru saja mengeluarkan report bahwa Indonesia stay in Emerging Market
Status Indonesia sebagai Secondary Emerging Market tetap tidak berubah
🚨 *BREAKING NEWS: FTSE Russell Pertahankan Indonesia sebagai Secondary Emerging Market*

- FTSE Russell mempertahankan status Indonesia sebagai Secondary Emerging Market dalam evaluasi klasifikasi pasar Oktober 2026.
- Indonesia tidak masuk Watch List, sehingga terhindar dari risiko downgrade status pasar.
- FTSE tetap memantau efektivitas reformasi pasar modal, termasuk keterbukaan informasi pemegang saham, granularisasi data investor, peningkatan minimum free float, dan penguatan pengawasan pasar.
- FTSE sebelumnya menunda sejumlah penyesuaian indeks saham Indonesia pada periode Maret, Juni, dan September 2026.
- FTSE akan memberikan update terkait saham Indonesia menjelang index review Desember 2026, dengan mempertimbangkan kemajuan reformasi dan masukan dari pelaku pasar global.

_Disclaimer On_
🗒️ *HIGHLIGHT NEWS: Cadangan Devisa RI Turun Tipis ke US$146,3 Miliar pada September*

* Cadangan devisa RI turun tipis menjadi US$146,3 miliar pada September 2026 dari US$146,5 miliar pada Agustus.
* Penurunan terutama dipengaruhi pembayaran utang luar negeri pemerintah yang jatuh tempo serta langkah stabilisasi rupiah oleh Bank Indonesia.
* Posisi cadangan devisa tetap kuat, setara 5,3 bulan impor atau 5,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.
* Level tersebut masih jauh di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
* BI melihat ketahanan sektor eksternal tetap solid, didukung cadangan devisa yang memadai dan arus masuk modal asing yang berkelanjutan.

Disclaimer On
BRI Danareksa Sekuritas
❤1
IHSG masih menunggu katalis yang kuat utk membalikan arus dana asing setelah keputusan FTSE mempertahankan klasifikasi Indonesia sbg secondary emerging market
MSCI diprediksi masih akan membekukan pasar saham Indonesia di evaluasi November
Belum ada katalis positif cukup kuat utk memdorong investor asing balik masuk ke pasar saham Indonesia
Masih percaya dgn omongannya? 😏
❤1
🛒Penjualan Retail Menguat Tipis🛍️
Steptrader
🛒Penjualan Retail Menguat Tipis🛍️
- *Penjualan Ritel Tahunan (YoY):* Tumbuh 1.3% YoY pada Agustus 2026, meningkat dibandingkan pertumbuhan Juli 2026 yang sebesar 1.1% YoY.
- *Kelompok Penopang Pertumbuhan:* Ditopang utama oleh subkelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau (+2.6% YoY) serta Suku Cadang dan Aksesori Otomotif (+3.9% YoY).
- *Kelompok yang Mengalami Kontraksi:* Penurunan terdalam terjadi pada kelompok Perlengkapan Rumah Tangga / Pakaian (-12.4% YoY), Peralatan Informasi dan Komunikasi (-10.9% YoY), serta Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (-5.7% YoY).
- *Penjualan Ritel Bulanan (MoM):* Naik 0.8% MoM pada Agustus 2026, membaik dari kontraksi 0.1% MoM pada bulan sebelumnya.

*💡Insight*
Penjualan ritel Indonesia *menunjukkan pemulihan bertahap setelah mengalami kontraksi* pada April–Juni 2026. Pertumbuhan kembali positif pada Juli sebesar 1.1% YoY dan meningkat menjadi 1.3% pada Agustus, tetapi *masih jauh di bawah pertumbuhan sekitar 5–6% pada akhir 2025 hingga awal 2026.*

Tren ini mengindikasikan konsumsi domestik mulai membaik, tetapi momentum pemulihannya masih relatif moderat dan belum kembali ke level pertumbuhan sebelumnya. Ke depan, keberlanjutan konsumsi akan *bergantung pada kemampuan daya beli menghadapi tekanan harga* , sehingga pemulihan berpotensi tetap *terkonsentrasi pada kebutuhan pokok dibandingkan belanja non-esensial*.

Disclaimer on