*Perubahan Harga Minimum Saham Jadi Rp1/Lembar Efektif Hari Ini*
Per hari ini, Senin (28/9), BEI akan menerapkan perubahan batasan harga minimum saham di pasar reguler dan tunai dari Rp50/saham menjadi Rp1/saham. Penyesuaian batasan harga minimum ini turut diikuti dengan penyesuaian klasifikasi auto rejection, seperti yang telah diumumkan sebelumnya
Berikut daftar emiten dengan harga Rp50/saham per Jumat (25/9) yang tidak sedang disuspensi:
ASHA, ATLA, BABP, BBKP, BCAP, BKSW, BSBK, CPRO, DADA, EPAC, GOTO, HDIT, HOKI, KPIG, LPKR, MAXI, MDLN, NETV, PADI, PAMG, PNBS, RBMS, REAL, WEGE, WMUU, WOWS
[Sumber: BEI]
------------
Stockbit Group
Per hari ini, Senin (28/9), BEI akan menerapkan perubahan batasan harga minimum saham di pasar reguler dan tunai dari Rp50/saham menjadi Rp1/saham. Penyesuaian batasan harga minimum ini turut diikuti dengan penyesuaian klasifikasi auto rejection, seperti yang telah diumumkan sebelumnya
Berikut daftar emiten dengan harga Rp50/saham per Jumat (25/9) yang tidak sedang disuspensi:
ASHA, ATLA, BABP, BBKP, BCAP, BKSW, BSBK, CPRO, DADA, EPAC, GOTO, HDIT, HOKI, KPIG, LPKR, MAXI, MDLN, NETV, PADI, PAMG, PNBS, RBMS, REAL, WEGE, WMUU, WOWS
[Sumber: BEI]
------------
Stockbit Group
Steptrader
Photo
*PASAR OBLIGASI AS BERIKAN SINYAL PERINGATAN RESESI*
Pasar obligasi Amerika Serikat menunjukkan sinyal risiko perlambatan ekonomi setelah selisih imbal hasil obligasi 10 tahun terhadap 2 tahun menyempit hingga 17 basis poin pada pekan lalu, mendekati level inversi yang secara historis telah mendahului delapan resesi sejak 1960-an dan rata-rata terjadi 15 bulan sebelum kontraksi ekonomi dimulai.
Investor menilai kebijakan kenaikan suku bunga The Fed berisiko menekan pertumbuhan, dengan imbal hasil tenor 2 tahun kini di kisaran 4,9 persen dan 10 tahun mencapai 5,2 persen atau tertinggi sejak 2007, kondisi yang mulai menekan margin perbankan dan memicu koreksi saham sektor keuangan meskipun pasar ekuitas secara keseluruhan masih bertahan dekat rekor tertinggi.
Sementara sebagian manajer investasi seperti Columbia Threadneedle memposisikan portofolio untuk mengantisipasi inversi dalam enam bulan ke depan, sejumlah ekonom tetap optimistis terhadap ketahanan ekonomi AS berkat konsumsi domestik yang kuat, belanja modal berbasis kecerdasan buatan, serta dukungan kebijakan fiskal yang longgar, menciptakan dinamika pasar yang terbelah antara kekhawatiran moneter dan fundamental pertumbuhan jangka pendek.
Sumber : Bloomberg 27 September 2026
Pasar obligasi Amerika Serikat menunjukkan sinyal risiko perlambatan ekonomi setelah selisih imbal hasil obligasi 10 tahun terhadap 2 tahun menyempit hingga 17 basis poin pada pekan lalu, mendekati level inversi yang secara historis telah mendahului delapan resesi sejak 1960-an dan rata-rata terjadi 15 bulan sebelum kontraksi ekonomi dimulai.
Investor menilai kebijakan kenaikan suku bunga The Fed berisiko menekan pertumbuhan, dengan imbal hasil tenor 2 tahun kini di kisaran 4,9 persen dan 10 tahun mencapai 5,2 persen atau tertinggi sejak 2007, kondisi yang mulai menekan margin perbankan dan memicu koreksi saham sektor keuangan meskipun pasar ekuitas secara keseluruhan masih bertahan dekat rekor tertinggi.
Sementara sebagian manajer investasi seperti Columbia Threadneedle memposisikan portofolio untuk mengantisipasi inversi dalam enam bulan ke depan, sejumlah ekonom tetap optimistis terhadap ketahanan ekonomi AS berkat konsumsi domestik yang kuat, belanja modal berbasis kecerdasan buatan, serta dukungan kebijakan fiskal yang longgar, menciptakan dinamika pasar yang terbelah antara kekhawatiran moneter dan fundamental pertumbuhan jangka pendek.
Sumber : Bloomberg 27 September 2026
❤1
Fyi...
Daftar Saham Marjin dan Short Selling - Oktober 2026 :
Masuk : AGRS, AREA, CCSI, EKAD, FUJI, HGII, JRPT, KBLI, KKES, PICO, PZZA, SAPX, TTIM, TRJA, VOKS, VRNA, ZONE
Keluar : ADHI, GTRA, HAIS, ITMA, JIHD, LPCK, OBMD, PALM, PGAS, PNIN, RUIS, SILO, STAR, TRIS, UNTD, WINE
Daftar Efek Yang Dapat Ditransaksikan Secara Short Selling
1.ASII 2.BBCA 3.BRPT 4.BUMI 5.INDF
(Listri, Source IDX)
Daftar Saham Marjin dan Short Selling - Oktober 2026 :
Masuk : AGRS, AREA, CCSI, EKAD, FUJI, HGII, JRPT, KBLI, KKES, PICO, PZZA, SAPX, TTIM, TRJA, VOKS, VRNA, ZONE
Keluar : ADHI, GTRA, HAIS, ITMA, JIHD, LPCK, OBMD, PALM, PGAS, PNIN, RUIS, SILO, STAR, TRIS, UNTD, WINE
Daftar Efek Yang Dapat Ditransaksikan Secara Short Selling
1.ASII 2.BBCA 3.BRPT 4.BUMI 5.INDF
(Listri, Source IDX)
🔹SRTG rebound dari area support level 1685/1700
🔸Tetap bertahan diatas support tersebut dan bergerak naik melewati downtrend resistline di 1800, maka SRTG berpotensi rally menuju arah 1955.
🔹Namun jika kembali turun dan gagal bertahan di 1685 ketika koreksi, maka SRTG berpotensi melanjutkan pelemahannya.
Disclaimer ON‼️
#BukanRekomendasi #NFA #AnalisaKembali #DYOR #NoPomPom‼️
Like ❤️ and Share 📣 this content jika kalian rasa bermanfaat
Follow Me ✔️ for more content
🔸Tetap bertahan diatas support tersebut dan bergerak naik melewati downtrend resistline di 1800, maka SRTG berpotensi rally menuju arah 1955.
🔹Namun jika kembali turun dan gagal bertahan di 1685 ketika koreksi, maka SRTG berpotensi melanjutkan pelemahannya.
Disclaimer ON‼️
#BukanRekomendasi #NFA #AnalisaKembali #DYOR #NoPomPom‼️
Like ❤️ and Share 📣 this content jika kalian rasa bermanfaat
Follow Me ✔️ for more content
📑 *MARKET HIGHLIGHT - Historical IHSG Performance & Q3 Earnings*
- IHSG mencatat rata-rata return Oktober sebesar +1,16% berdasarkan historis 2016–2025.
- Secara historis, probabilitas IHSG menguat di Oktober mencapai 80%.
- Oktober juga merupakan periode publikasi laporan keuangan Q3, sehingga earnings menjadi salah satu fokus utama investor.
- Pergerakan saham akan dipengaruhi oleh pertumbuhan laba, margin, dan kinerja operasional masing-masing emiten.
- Historical pattern menjadi referensi, sementara fundamental dan kondisi makro tetap menjadi faktor penting dalam menentukan arah pasar.
_*Disclaimer On - BRI Danareksa Sekuritas*_
- IHSG mencatat rata-rata return Oktober sebesar +1,16% berdasarkan historis 2016–2025.
- Secara historis, probabilitas IHSG menguat di Oktober mencapai 80%.
- Oktober juga merupakan periode publikasi laporan keuangan Q3, sehingga earnings menjadi salah satu fokus utama investor.
- Pergerakan saham akan dipengaruhi oleh pertumbuhan laba, margin, dan kinerja operasional masing-masing emiten.
- Historical pattern menjadi referensi, sementara fundamental dan kondisi makro tetap menjadi faktor penting dalam menentukan arah pasar.
_*Disclaimer On - BRI Danareksa Sekuritas*_
🚨BREAKING NEWS: Prabowo Kirim Surpres Pemberhentian Kapolri Jenderal Listyo Sigit
Sumber: https://nasional.kompas.com/read/2026/10/01/09175251/breaking-news-prabowo-kirim-surpres-pemberhentian-kapolri-jenderal-listyo.
Sumber: https://nasional.kompas.com/read/2026/10/01/09175251/breaking-news-prabowo-kirim-surpres-pemberhentian-kapolri-jenderal-listyo.
KOMPAS.com
BREAKING NEWS: Prabowo Kirim Surpres Pemberhentian Kapolri Jenderal Listyo Sigit
Presiden Prabowo Subianto telah mengirim Surpres ke DPR, mengusulkan Komjen Suyudi sebagai calon Kapolri baru menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Uji kelayakan segera dilakukan.
Manufacturing PMI Indonesia Kembali Ekspansi ke 52,4 pada September 2026
- S&P Global Manufacturing PMI Indonesia naik ke 52,4 pada September 2026 dari 49,8 pada Agustus, menandai level tertinggi sejak Februari dan kembali ke zona ekspansi.
- Output dan new orders tumbuh pada laju tercepat sejak Februari, sementara permintaan ekspor meningkat untuk bulan kedua dan mencapai level tertinggi sejak Mei 2022.
- Aktivitas perekrutan meningkat pada laju tercepat sejak Februari 2025, sementara backlog of work mencatat kenaikan tertinggi dalam lima tahun.
- Perusahaan meningkatkan pembelian input pada laju tercepat sejak Februari, dengan persediaan input mencapai level tertinggi sejak Maret 2024.
- Tekanan biaya input melambat ke level terendah enam bulan, sementara output prices juga turun ke level terendah enam bulan. Confidence perusahaan tetap kuat.
Disclaimer On
- S&P Global Manufacturing PMI Indonesia naik ke 52,4 pada September 2026 dari 49,8 pada Agustus, menandai level tertinggi sejak Februari dan kembali ke zona ekspansi.
- Output dan new orders tumbuh pada laju tercepat sejak Februari, sementara permintaan ekspor meningkat untuk bulan kedua dan mencapai level tertinggi sejak Mei 2022.
- Aktivitas perekrutan meningkat pada laju tercepat sejak Februari 2025, sementara backlog of work mencatat kenaikan tertinggi dalam lima tahun.
- Perusahaan meningkatkan pembelian input pada laju tercepat sejak Februari, dengan persediaan input mencapai level tertinggi sejak Maret 2024.
- Tekanan biaya input melambat ke level terendah enam bulan, sementara output prices juga turun ke level terendah enam bulan. Confidence perusahaan tetap kuat.
Disclaimer On
Mulai 2027, Semua Pajak Gaji di Bawah Rp10 Juta Ditanggung Pemerintah!
Selengkapnya di sini: https://www.cnbcindonesia.com/news/20260930202755-4-772310/mulai-2027-semua-pajak-gaji-di-bawah-rp10-juta-ditanggung-pemerintah
Selengkapnya di sini: https://www.cnbcindonesia.com/news/20260930202755-4-772310/mulai-2027-semua-pajak-gaji-di-bawah-rp10-juta-ditanggung-pemerintah
CNBC Indonesia
Mulai 2027, Semua Pajak Gaji di Bawah Rp10 Juta Ditanggung Pemerintah!
Presiden Prabowo Subianto akan memperluas insentif pajak berupa pajak penghasilan (PPh) ditanggung pemerintah pada 2027.
Update Global Economic Calendar
1 Oktober 2026
INDONESIA MARKET
Balance of Trade (Aug)
Actual : $3.55 Bn
Forecast : $0.60 Bn
Previous : $0.13 Bn
Exports YoY (Aug)
Actual : 6.72%
Forecast : 4.20%
Previous : 6.05%
Imports YoY (Aug)
Actual : 19.09%
Forecast : 31.70%
Previous : 27.02%
By PHINTRACO SEKURITAS
1 Oktober 2026
INDONESIA MARKET
Balance of Trade (Aug)
Actual : $3.55 Bn
Forecast : $0.60 Bn
Previous : $0.13 Bn
Exports YoY (Aug)
Actual : 6.72%
Forecast : 4.20%
Previous : 6.05%
Imports YoY (Aug)
Actual : 19.09%
Forecast : 31.70%
Previous : 27.02%
By PHINTRACO SEKURITAS
Update Global Economic Calendar
1 Oktober 2026
INDONESIA MARKET
S&P Global Manufacturing PMI (Sep)
Actual : 52.40
Forecast : 54.10
Previous : 54.90
Inflation Rate YoY (Sep)
Actual : 3.28%
Forecast : 3.30%
Previous : 3.19%
Inflation Rate MoM (Sep)
Actual : 0.30%
Forecast : 0.31%
Previous : 0.21%
Core Inflation Rate YoY (Sep)
Actual : 2.84%
Forecast : 3.00%
Previous : 2.92%
By PHINTRACO SEKURITAS
1 Oktober 2026
INDONESIA MARKET
S&P Global Manufacturing PMI (Sep)
Actual : 52.40
Forecast : 54.10
Previous : 54.90
Inflation Rate YoY (Sep)
Actual : 3.28%
Forecast : 3.30%
Previous : 3.19%
Inflation Rate MoM (Sep)
Actual : 0.30%
Forecast : 0.31%
Previous : 0.21%
Core Inflation Rate YoY (Sep)
Actual : 2.84%
Forecast : 3.00%
Previous : 2.92%
By PHINTRACO SEKURITAS