📊 Rekam Jejak Aksi Demo vs IHSG: Mengapa Pasar Selalu Rebound?
Data 10 tahun terakhir membuktikan aksi demo tahunan di Indonesia memberi shock/kepanikan psikologis jangka pendek.
✅Pasar hampir selalu rebound setelahnya karena didorong oleh kembalinya kepastian hukum dan evaluasi kebijakan oleh pemerintah.
Dampak ke Pasar Saham:
Bagi investor yang jeli, koreksi pasar akibat sentimen demo sering kali merupakan "diskon" atau peluang emas untuk masuk ke saham-saham berfundamental kuat sebelum pemerintahan kembali kondusif dan pasar bergerak naik (rebound).
Aksi 411 & 212 (2016)
Saat Demo: IHSG sempat tertekan jangka pendek akibat kekhawatiran stabilitas keamanan nasional.
Pasca-Demo: Situasi berakhir damai dan diikuti konsolidasi politik pemerintah. IHSG langsung rebound kuat hingga mencetak rekor baru.
Demo Tolak Hasil Pilpres (Mei 2019)
Saat Demo: Aksi di depan Bawaslu berakhir ricuh, membuat transaksi bursa sepi dan menekan IHSG turun 0,20%.
Pasca-Demo: Begitu aparat melokalisir keamanan dan ada kepastian hukum dari Mahkamah Konstitusi (MK), IHSG langsung kembali stabil.
Demo RKUHP & UU KPK (September 2019)
Saat Demo: Gelombang unjuk rasa mahasiswa di berbagai kota membuat IHSG melemah 0,41% saat aksi, lalu turun lagi 1,11% esoknya.
Pasca-Demo: Tekanan mereda, pasar saham segera mengalami rebound teknis begitu massa membubarkan diri.
Demo Omnibus Law Cipta Kerja (Oktober 2020)
Saat Demo: Penolakan masif di berbagai kota memicu fluktuasi harian dan aksi ambil untung (profit taking).
Pasca-Demo: Tensi mereda dan regulasi mulai jelas, investor asing justru masuk melakukan aksi beli bersih (net buy) besar-besaran.
Demo UU Pilkada "Peringatan Darurat" (Agustus 2024)
Saat Demo: Eskalasi politik tinggi memicu kepanikan jangka pendek. IHSG merespons negatif dan ditutup melemah 0,87% ke level 7.488.
Pasca-Demo: DPR membatalkan revisi UU Pilkada, memberikan kepastian hukum yang membuat pasar langsung rebound kembali ke tren penguatannya.
Rangkaian Demo Tuntutan Kebijakan (Agustus 2025)
Saat Demo: Muncul ketegangan politik dan insiden bentrokan, memicu tekanan jual dari investor asing hingga IHSG sempat anjlok 2,3% secara intraday.
Pasca-Demo: Setelah tensi mereda dan ada komitmen evaluasi, dampaknya hanya temporer karena fundamental ekonomi makro tetap kokoh dan IHSG akhirnya menguat kembali.
➡️Rangkaian Demo (Agustus 2026)
Saat Demo: Volatilitas harian terjadi karena pelaku pasar memilih bersikap waspada (wait and see).
Perkiraan Pasca-Demo: Selama penanganan aparat tertib dan persuasif, pasar berpotensi cepat pulih (relief rally) begitu ketidakpastian keamanan hilang.
Sinarmas Sekuritas
Disclaimer on: this document is intended for information purposes only
Data 10 tahun terakhir membuktikan aksi demo tahunan di Indonesia memberi shock/kepanikan psikologis jangka pendek.
✅Pasar hampir selalu rebound setelahnya karena didorong oleh kembalinya kepastian hukum dan evaluasi kebijakan oleh pemerintah.
Dampak ke Pasar Saham:
Bagi investor yang jeli, koreksi pasar akibat sentimen demo sering kali merupakan "diskon" atau peluang emas untuk masuk ke saham-saham berfundamental kuat sebelum pemerintahan kembali kondusif dan pasar bergerak naik (rebound).
Aksi 411 & 212 (2016)
Saat Demo: IHSG sempat tertekan jangka pendek akibat kekhawatiran stabilitas keamanan nasional.
Pasca-Demo: Situasi berakhir damai dan diikuti konsolidasi politik pemerintah. IHSG langsung rebound kuat hingga mencetak rekor baru.
Demo Tolak Hasil Pilpres (Mei 2019)
Saat Demo: Aksi di depan Bawaslu berakhir ricuh, membuat transaksi bursa sepi dan menekan IHSG turun 0,20%.
Pasca-Demo: Begitu aparat melokalisir keamanan dan ada kepastian hukum dari Mahkamah Konstitusi (MK), IHSG langsung kembali stabil.
Demo RKUHP & UU KPK (September 2019)
Saat Demo: Gelombang unjuk rasa mahasiswa di berbagai kota membuat IHSG melemah 0,41% saat aksi, lalu turun lagi 1,11% esoknya.
Pasca-Demo: Tekanan mereda, pasar saham segera mengalami rebound teknis begitu massa membubarkan diri.
Demo Omnibus Law Cipta Kerja (Oktober 2020)
Saat Demo: Penolakan masif di berbagai kota memicu fluktuasi harian dan aksi ambil untung (profit taking).
Pasca-Demo: Tensi mereda dan regulasi mulai jelas, investor asing justru masuk melakukan aksi beli bersih (net buy) besar-besaran.
Demo UU Pilkada "Peringatan Darurat" (Agustus 2024)
Saat Demo: Eskalasi politik tinggi memicu kepanikan jangka pendek. IHSG merespons negatif dan ditutup melemah 0,87% ke level 7.488.
Pasca-Demo: DPR membatalkan revisi UU Pilkada, memberikan kepastian hukum yang membuat pasar langsung rebound kembali ke tren penguatannya.
Rangkaian Demo Tuntutan Kebijakan (Agustus 2025)
Saat Demo: Muncul ketegangan politik dan insiden bentrokan, memicu tekanan jual dari investor asing hingga IHSG sempat anjlok 2,3% secara intraday.
Pasca-Demo: Setelah tensi mereda dan ada komitmen evaluasi, dampaknya hanya temporer karena fundamental ekonomi makro tetap kokoh dan IHSG akhirnya menguat kembali.
➡️Rangkaian Demo (Agustus 2026)
Saat Demo: Volatilitas harian terjadi karena pelaku pasar memilih bersikap waspada (wait and see).
Perkiraan Pasca-Demo: Selama penanganan aparat tertib dan persuasif, pasar berpotensi cepat pulih (relief rally) begitu ketidakpastian keamanan hilang.
Sinarmas Sekuritas
Disclaimer on: this document is intended for information purposes only
*Bagaimana Proyeksi IHSG di Tengah Gelombang Demo?*
IHSG telah terkoreksi 1,48% ke 6.405 pada perdagangan terakhir menjelang aksi 27 Agustus, dengan investor cenderung wait and see. *Fokus selanjutnya adalah skala dan eskalasi aksi: apabila berlangsung kondusif, tekanan berpotensi bersifat sementara; namun perluasan aksi atau meningkatnya ketidakpastian dapat mendorong risk-off lebih lanjut.*
Secara teknikal, IHSG berpotensi menguji support 6.340–6.300, sementara 6.455–6.550 menjadi area resistance.
_*Disclaimer On - BRI Danareksa Sekuritas*_
IHSG telah terkoreksi 1,48% ke 6.405 pada perdagangan terakhir menjelang aksi 27 Agustus, dengan investor cenderung wait and see. *Fokus selanjutnya adalah skala dan eskalasi aksi: apabila berlangsung kondusif, tekanan berpotensi bersifat sementara; namun perluasan aksi atau meningkatnya ketidakpastian dapat mendorong risk-off lebih lanjut.*
Secara teknikal, IHSG berpotensi menguji support 6.340–6.300, sementara 6.455–6.550 menjadi area resistance.
_*Disclaimer On - BRI Danareksa Sekuritas*_
*Tok! DPR Sahkan UU Perampasan Aset Paling Lambat 15 Desember 2026*
Jakarta, CNBC Indonesia - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memastikan, Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset akan rampung pada tahun ini, dengan target pengesahan menjadi Undang-Undang pada 15 Desember 2026.
"Tadi sudah disampaikan menurut Kalender DPR RI paling lambat tanggal 15 Desember 2026, apakah dapat disetujui?" kata Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad kepada peserta rapat paripurna hari ini, Kamis (27/8/2026) dan dijawab setuju.
https://www.cnbcindonesia.com/news/20260827112135-4-762670/tok-dpr-sahkan-uu-perampasan-aset-paling-lambat-15-desember-2026
Jakarta, CNBC Indonesia - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memastikan, Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset akan rampung pada tahun ini, dengan target pengesahan menjadi Undang-Undang pada 15 Desember 2026.
"Tadi sudah disampaikan menurut Kalender DPR RI paling lambat tanggal 15 Desember 2026, apakah dapat disetujui?" kata Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad kepada peserta rapat paripurna hari ini, Kamis (27/8/2026) dan dijawab setuju.
https://www.cnbcindonesia.com/news/20260827112135-4-762670/tok-dpr-sahkan-uu-perampasan-aset-paling-lambat-15-desember-2026
10 Saham Ditendang MSCI, Risiko Asing Kabur Rp 13,45 Triliun
Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengeluarkan dua emiten Indonesia dari MSCI Global Standard Indexes. Perubahan tersebut dinilai berpotensi memicu total outflow sekitar US$753 juta atau setara Rp13,45 triliun dari pasar Indonesia.
https://share.google/7V4ciM71RaoQViRTH
Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengeluarkan dua emiten Indonesia dari MSCI Global Standard Indexes. Perubahan tersebut dinilai berpotensi memicu total outflow sekitar US$753 juta atau setara Rp13,45 triliun dari pasar Indonesia.
https://share.google/7V4ciM71RaoQViRTH
CNBC Indonesia
10 Saham Ditendang MSCI, Risiko Asing Kabur Rp 13,45 Triliun
MSCI mengeluarkan CPIN dan GOTO dari indeks global, berpotensi memicu outflow US$753 juta dari pasar Indonesia. Kualitas likuiditas saham jadi sorotan.
🔹Bertahan di support level 870/880, $HRUM potensi rebound uji last high 955
🔸Breakout dan maintain di atas level tersebut, $HRUM berpotensi lanjutkan rally menuju arah 1075
🔹Namun jika kembali turun dan gagal bertahan di 870 ketika koreksi, maka $HRUM akan kembali berkonsolidasi dan cenderung melemah ke area support 775-825 lagi.
Disclaimer ON‼️
#BukanRekomendasi #NFA #AnalisaKembali #DYOR #NoPomPom‼️
Like ❤️ and Share 📣 this content jika kalian rasa bermanfaat
Follow Me ✔️ for more content
🔸Breakout dan maintain di atas level tersebut, $HRUM berpotensi lanjutkan rally menuju arah 1075
🔹Namun jika kembali turun dan gagal bertahan di 870 ketika koreksi, maka $HRUM akan kembali berkonsolidasi dan cenderung melemah ke area support 775-825 lagi.
Disclaimer ON‼️
#BukanRekomendasi #NFA #AnalisaKembali #DYOR #NoPomPom‼️
Like ❤️ and Share 📣 this content jika kalian rasa bermanfaat
Follow Me ✔️ for more content
❤1
*S&P Global Manufacturing PMI Indonesia turun ke 49,8 pada Agustus 2026* dari 50,2 pada Juli, kembali masuk ke zona kontraksi (<50) setelah mencapai level tertinggi dalam lima bulan pada Juli.
> Pasar kini mengalihkan pandangan pada data inflasi Indonesia yg akan di rilis siang ini.
Disclaimer On
*IPOT*
> Pasar kini mengalihkan pandangan pada data inflasi Indonesia yg akan di rilis siang ini.
Disclaimer On
*IPOT*
*Update Economic Calender*
*01 September 2026*
INDONESIA MARKET :
Inflation Rate MoM (Aug)
Actual : 0.21%
Forecast : 0.2%
Previous : -0.14%
Inflation Rate YoY (Aug)
Actual : 3.19%
Forecast : 3.13%
Previous : 2.88%
Core Inflation Rate YoY (Aug)
Actual : 2.92%
Forecast : 2.8%
Previous : 2.76%
Phintraco Sekuritas
– Disclaimer On –
*01 September 2026*
INDONESIA MARKET :
Inflation Rate MoM (Aug)
Actual : 0.21%
Forecast : 0.2%
Previous : -0.14%
Inflation Rate YoY (Aug)
Actual : 3.19%
Forecast : 3.13%
Previous : 2.88%
Core Inflation Rate YoY (Aug)
Actual : 2.92%
Forecast : 2.8%
Previous : 2.76%
Phintraco Sekuritas
– Disclaimer On –
*MENKEU AS SCOTT BESSENT BERI SINYAL JEPANG AKAN NAIKKAN SUKU BUNGA UNTUK PERKUAT YEN*
Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan keyakinan bahwa pemerintah dan Bank of Japan akan mengambil langkah untuk memperkuat yen yang semakin memicu ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga BOJ pada pertemuan September 2026. Pernyataan ini disampaikan setelah Bessent bertemu dengan Gubernur BOJ Kazuo Ueda dan Menkeu Jepang Satsuki Katayama di sela G20, di mana ia menyerukan kenaikan suku bunga lebih lanjut serta kejelasan keberlanjutan fiskal Jepang meskipun Washington belum berniat melakukan intervensi pasar bersama Tokyo.
Sumber: IDN Financials, 31 Agustus 2026
Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan keyakinan bahwa pemerintah dan Bank of Japan akan mengambil langkah untuk memperkuat yen yang semakin memicu ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga BOJ pada pertemuan September 2026. Pernyataan ini disampaikan setelah Bessent bertemu dengan Gubernur BOJ Kazuo Ueda dan Menkeu Jepang Satsuki Katayama di sela G20, di mana ia menyerukan kenaikan suku bunga lebih lanjut serta kejelasan keberlanjutan fiskal Jepang meskipun Washington belum berniat melakukan intervensi pasar bersama Tokyo.
Sumber: IDN Financials, 31 Agustus 2026