Steptrader
Photo
*Ketidakpastian Kebijakan Tekan IHSG dan Rupiah*
Pasar keuangan Indonesia kembali mengalami tekanan pada 3 Juni 2026. IHSG turun ke level terendah dalam lima tahun, sementara rupiah melemah hingga mendekati Rp18.000 per dolar AS.
Investor menyoroti kombinasi sejumlah faktor, mulai dari pelemahan rupiah, arus keluar modal asing, meningkatnya kekhawatiran terhadap kondisi fiskal, hingga ketidakpastian arah kebijakan pemerintah.
Salah satu perhatian utama pasar adalah implementasi kebijakan ekspor satu pintu melalui Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Mulai tahun depan, DSI akan menjadi satu-satunya perusahaan perdagangan untuk komoditas strategis seperti batu bara, minyak sawit, dan ferroalloy. Kebijakan ini dinilai masih menyisakan sejumlah pertanyaan terkait mekanisme pelaksanaan dan dampaknya terhadap dunia usaha.
Di sisi lain, lembaga pemeringkat global mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko fiskal Indonesia. Fitch dan Moody's telah mengubah outlook peringkat Indonesia menjadi negatif, sementara S&P mempertahankan outlook stabil namun tetap menyoroti tekanan fiskal dan kenaikan biaya utang pemerintah.
Tekanan juga datang dari menyusutnya surplus perdagangan ke level terendah dalam enam tahun, tingginya harga minyak dunia akibat konflik Timur Tengah, serta kebutuhan belanja pemerintah untuk berbagai program prioritas.
Pelaku pasar saat ini menunggu kejelasan lebih lanjut terkait kebijakan ekspor, strategi peningkatan penerimaan negara, serta langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas fiskal dan nilai tukar rupiah. Ketidakpastian di area-area tersebut menjadi faktor utama yang membebani sentimen investor terhadap aset Indonesia.
Pasar keuangan Indonesia kembali mengalami tekanan pada 3 Juni 2026. IHSG turun ke level terendah dalam lima tahun, sementara rupiah melemah hingga mendekati Rp18.000 per dolar AS.
Investor menyoroti kombinasi sejumlah faktor, mulai dari pelemahan rupiah, arus keluar modal asing, meningkatnya kekhawatiran terhadap kondisi fiskal, hingga ketidakpastian arah kebijakan pemerintah.
Salah satu perhatian utama pasar adalah implementasi kebijakan ekspor satu pintu melalui Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Mulai tahun depan, DSI akan menjadi satu-satunya perusahaan perdagangan untuk komoditas strategis seperti batu bara, minyak sawit, dan ferroalloy. Kebijakan ini dinilai masih menyisakan sejumlah pertanyaan terkait mekanisme pelaksanaan dan dampaknya terhadap dunia usaha.
Di sisi lain, lembaga pemeringkat global mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko fiskal Indonesia. Fitch dan Moody's telah mengubah outlook peringkat Indonesia menjadi negatif, sementara S&P mempertahankan outlook stabil namun tetap menyoroti tekanan fiskal dan kenaikan biaya utang pemerintah.
Tekanan juga datang dari menyusutnya surplus perdagangan ke level terendah dalam enam tahun, tingginya harga minyak dunia akibat konflik Timur Tengah, serta kebutuhan belanja pemerintah untuk berbagai program prioritas.
Pelaku pasar saat ini menunggu kejelasan lebih lanjut terkait kebijakan ekspor, strategi peningkatan penerimaan negara, serta langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas fiskal dan nilai tukar rupiah. Ketidakpastian di area-area tersebut menjadi faktor utama yang membebani sentimen investor terhadap aset Indonesia.
IHSG Babak Belur Karena Krisis Kepercayaan, Begini Kata BEI
Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan bahwa akan terus berupaya memulihkan kepercayaan investor di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar, yang salah satunya dipicu oleh krisis kepercayaan terhadap pemerintah, selain imbas faktor geopolitik dan rebalancing sejumlah penyedia indeks global (index provider).
Namun sejumlah analis menilai, upaya transformasi yang dilakukan regulator pasar modal saat ini belum sepenuhnya mampu mengimbangi kekhawatiran investor terhadap arah kebijakan pemerintah.
https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/110923/ihsg-babak-belur-karena-krisis-kepercayaan-begini-kata-bei
Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan bahwa akan terus berupaya memulihkan kepercayaan investor di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar, yang salah satunya dipicu oleh krisis kepercayaan terhadap pemerintah, selain imbas faktor geopolitik dan rebalancing sejumlah penyedia indeks global (index provider).
Namun sejumlah analis menilai, upaya transformasi yang dilakukan regulator pasar modal saat ini belum sepenuhnya mampu mengimbangi kekhawatiran investor terhadap arah kebijakan pemerintah.
https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/110923/ihsg-babak-belur-karena-krisis-kepercayaan-begini-kata-bei
Bloomberg Technoz
IHSG Babak Belur Karena Krisis Kepercayaan, Begini Kata BEI
Penurunan IHSG salah satunya dipicu oleh krisis kepercayaan terhadap pemerintah, selain faktor geopolitik dan rebalancing penyedia indeks global.
👏1
🔹Bertahan di area support level 2820, TINS mencoba rebound
🔸Rebound dari level tersebut, TINS berpotensi rally menuju arah 3700
🔹Namun jika kembali turun dan gagal bertahan di 2820, maka TINS akan lanjut downtrend
Disclaimer ON‼️
#BukanRekomendasi #NFA #AnalisaKembali #DYOR #NoPomPom‼️
Like ❤️ and Share 📣 this content jika kalian rasa bermanfaat
Follow Me ✔️ for more content
🔸Rebound dari level tersebut, TINS berpotensi rally menuju arah 3700
🔹Namun jika kembali turun dan gagal bertahan di 2820, maka TINS akan lanjut downtrend
Disclaimer ON‼️
#BukanRekomendasi #NFA #AnalisaKembali #DYOR #NoPomPom‼️
Like ❤️ and Share 📣 this content jika kalian rasa bermanfaat
Follow Me ✔️ for more content
📅 *Agenda Penting Pasar yang Perlu Dicermati (Juni–Desember 2026)*
🔹 *16–17 Juni —* FOMC The Fed pertama di bawah kepemimpinan Kevin Warsh. Pasar akan mencermati arah suku bunga dan kebijakan moneter AS.
🔹 *17–18 Juni* — RDG Bank Indonesia. Pelaku pasar menunggu keputusan suku bunga BI di tengah tekanan pelemahan rupiah.
🔹 *18 Juni* — MSCI Market Accessibility Review. Evaluasi aksesibilitas pasar Indonesia, termasuk isu free float, transparansi kepemilikan saham, dan High Shareholding Concentration (HSC).
🔹 *22 Juni* — Efektif FTSE Russell Rebalancing. Delapan saham akan keluar dari indeks FTSE, berpotensi memengaruhi arus dana pasif.
🔹 *23 Juni* — MSCI Market Classification Review. Penentuan status Indonesia sebagai Emerging Market atau Frontier Market.
🔹 *11 Juni–19 Juli* — Piala Dunia FIFA 2026.
🔹 *Pertengahan–akhir 2026* — Potensi IPO SpaceX dan OpenAI yang berpotensi menjadi sentimen positif bagi sektor teknologi global.
🔹 *3 November* — Midterm Election AS untuk anggota DPR, Senat, dan Gubernur yang dapat memengaruhi arah kebijakan ekonomi dan pasar global.
- Disclaimer On -
🔹 *16–17 Juni —* FOMC The Fed pertama di bawah kepemimpinan Kevin Warsh. Pasar akan mencermati arah suku bunga dan kebijakan moneter AS.
🔹 *17–18 Juni* — RDG Bank Indonesia. Pelaku pasar menunggu keputusan suku bunga BI di tengah tekanan pelemahan rupiah.
🔹 *18 Juni* — MSCI Market Accessibility Review. Evaluasi aksesibilitas pasar Indonesia, termasuk isu free float, transparansi kepemilikan saham, dan High Shareholding Concentration (HSC).
🔹 *22 Juni* — Efektif FTSE Russell Rebalancing. Delapan saham akan keluar dari indeks FTSE, berpotensi memengaruhi arus dana pasif.
🔹 *23 Juni* — MSCI Market Classification Review. Penentuan status Indonesia sebagai Emerging Market atau Frontier Market.
🔹 *11 Juni–19 Juli* — Piala Dunia FIFA 2026.
🔹 *Pertengahan–akhir 2026* — Potensi IPO SpaceX dan OpenAI yang berpotensi menjadi sentimen positif bagi sektor teknologi global.
🔹 *3 November* — Midterm Election AS untuk anggota DPR, Senat, dan Gubernur yang dapat memengaruhi arah kebijakan ekonomi dan pasar global.
- Disclaimer On -
❤2
📊 IHSG kembali mengalami pekan yang brutal, anjlok -8,69% menjadi 5.594, menandai level terendah sejak 2020. Saham Indonesia kini menghadapi penurunan global terburuk sejak tahun 1990-an, turun sekitar -36% sejak awal tahun. Pasar terpukul oleh _perfect storm_ dari guncangan makroekonomi: surplus perdagangan yang mendekati nol, pelemahan rupiah, inflasi yang meningkat, ancaman tarif AS, dan kepanikan mendadak atas potensi penurunan peringkat kredit negara.
Disclaimer ON
Disclaimer ON
Sell Indonesia, Total Outflow 2026 Sudah Capai Rp72,21 Triliun!
Narasi ‘Sell Indonesia’ kompak digaungkan media internasional seperti Bloomberg hingga The Strait Times, merespons menurunnya kepercayaan investor terhadap aset Indonesia. Tekanan dari narasi tersebut tecermin jelas di Bursa Efek Indonesia pada penutupan perdagangan Jumat (5/6/2026).
https://emitennews.com/news/sell-indonesia-total-outflow-2026-sudah-capai-rp7221-triliun
Narasi ‘Sell Indonesia’ kompak digaungkan media internasional seperti Bloomberg hingga The Strait Times, merespons menurunnya kepercayaan investor terhadap aset Indonesia. Tekanan dari narasi tersebut tecermin jelas di Bursa Efek Indonesia pada penutupan perdagangan Jumat (5/6/2026).
https://emitennews.com/news/sell-indonesia-total-outflow-2026-sudah-capai-rp7221-triliun
Emitennews.com
Sell Indonesia, Total Outflow 2026 Sudah Capai Rp72,21 Triliun!
Narasi Sell Indonesia kembali menggema di pasar keuangan global. Diksi itu kompak digaungkan media internasional seperti Bloomberg hingga The Strait Times, mere
*Indonesia FX Reserves (USD), May 2026*
> Actual : $144.9B || Previous : $146.2B
Indonesia's foreign exchange reserves declined to USD 144.9B in May 2026 (vs USD 146.2B April 2026), marking the lowest level since June 2024 & 5-month consecutive declined. The decline was mainly driven by government external debt repayments and Bank Indonesia's efforts to stabilize the rupiah amid ongoing global market uncertainty.
*Disclaimer On*
*IPOT*
> Actual : $144.9B || Previous : $146.2B
Indonesia's foreign exchange reserves declined to USD 144.9B in May 2026 (vs USD 146.2B April 2026), marking the lowest level since June 2024 & 5-month consecutive declined. The decline was mainly driven by government external debt repayments and Bank Indonesia's efforts to stabilize the rupiah amid ongoing global market uncertainty.
*Disclaimer On*
*IPOT*
Detik Finance: *Skema Bagi Hasil Migas buat Tambang Batal!*
https://finance.detik.com/energi/d-8522574/skema-bagi-hasil-migas-buat-tambang-batal
https://finance.detik.com/energi/d-8522574/skema-bagi-hasil-migas-buat-tambang-batal
detikfinance
Skema Bagi Hasil Migas buat Tambang Batal!
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan skema gross split tidak akan diterapkan pada sektor mineral dan batu bara (minerba).
🚨 The JCI's drawdown has reached 41.7% from its January peak — *surpassing the Covid-19 crash* of 41.5%.
In 1st Session:
- JCI ▼2.9% in morning session, paring earlier ▼4% losses as metals rebound.
- 10-year bond yield surged 33 basis points — highest in over a year.
- Rupiah fell 0.9% to record low Rp18,180/$.
Stocks, bonds, and currency selling off simultaneously — a sign that pressure is broad-based across asset classes.
*Disclaimer On*
*IPOT*
In 1st Session:
- JCI ▼2.9% in morning session, paring earlier ▼4% losses as metals rebound.
- 10-year bond yield surged 33 basis points — highest in over a year.
- Rupiah fell 0.9% to record low Rp18,180/$.
Stocks, bonds, and currency selling off simultaneously — a sign that pressure is broad-based across asset classes.
*Disclaimer On*
*IPOT*
Imbal hasil obligasi pemerintah Indonesia naik tajam, setelah Cadangan Devisa Indonesia turun untuk bulan kelima berturut-turut pada Mei26 menjadi US$144,9 miliar — penurunan terpanjang sejak 2018. Cadangan devisa kemungkinan akan turun menjadi hampir US$140 miliar karena Rupiah masih menghadapi hambatan meskipun faktor musiman telah mencapai puncaknya pada Mei26
Disclaimer ON
Disclaimer ON
Pasar obligasi pemerintah Indonesia mengalami pergerakan yang sangat tajam. Imbal hasil obligasi pemerintah 10 tahun melonjak ▲36 basis poin menjadi 7,24% — level tertinggi dalam lebih dari setahun, dan naik lebih dari ▲120 basis poin dari titik terendah Januari.
- Sementara itu, Rupiah kemaren menyentuh rekor terendah lainnya, turun 1% menjadi Rp18.190 per dolar AS.
- Sementara itu, Rupiah kemaren menyentuh rekor terendah lainnya, turun 1% menjadi Rp18.190 per dolar AS.