Steptrader
2.88K subscribers
8.17K photos
34 videos
39 files
6.22K links
Official Channel dari STEPTRADER TELEGRAM (TIDAK ADA CHANNEL/GRUP TELEGRAM LAINNYA SELAIN INI !!)

SEGALA TULISAN DISINI BUKAN REKOMENDASI
(DO YOUR OWN RESEARCH)

Join Grup Priority : +628123543925
Download Telegram
Inflasi Indonesia Naik Menjadi 3,08% YoY Didorong oleh Kenaikan Harga Pangan pada Mei 2026

Inflasi Headline: 3,08% YoY
Inflasi Inti: 2,59% YoY
Inflasi Pangan Volatil: 6,24% YoY
Inflasi Harga yang Diatur: 2,07% YoY

Tingkat inflasi tahunan Indonesia meningkat menjadi 3,08% YoY pada Mei 2026, naik signifikan dari 2,42% YoY pada April 2026. Tekanan inflasi ini terutama didorong oleh komponen Pangan Volatil, yang naik tajam sebesar 6,24% YoY pada Mei 2026, lebih tinggi dari 3,37% YoY yang tercatat pada April 2026. Inflasi pada komponen Harga yang Diatur juga meningkat menjadi 2,07% YoY pada Mei 2026 dari 1,53% YoY pada April. 2026. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh kenaikan tarif transportasi udara, harga bahan bakar non-subsidi, dan harga rokok, menyusul kenaikan harga minyak global dan penyesuaian tarif cukai terbaru. Sementara itu, Inflasi Inti meningkat sebesar 2,59% YoY pada Mei 2026, naik dari 2,44% YoY pada April 2026.
Surplus Perdagangan Indonesia Menyempit Tajam di Tengah Lonjakan Impor pada April 2026

Neraca Perdagangan: US$ 0,09 miliar
Ekspor: US$ 25,30 miliar (21,98% YoY)
Impor: US$ 25,21 miliar (22,49% YoY)

Surplus Neraca Perdagangan Indonesia menurun menjadi US$0,09 miliar pada April 2026 dari US$3,32 miliar pada Maret 2026. Meskipun demikian, Neraca Perdagangan Indonesia terus mencatat surplus selama 72 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Hal ini didukung oleh surplus perdagangan non-minyak dan gas sebesar US$3,53 miliar pada April 2026, dengan lemak dan minyak hewani atau nabati, bahan bakar mineral, dan besi dan baja sebagai kontributor utama. Sementara itu, neraca perdagangan minyak dan gas mencatat defisit sebesar US$3,44 miliar pada April 2026, terutama didorong oleh defisit minyak mentah, produk minyak bumi, dan gas alam.
🚨 *Rupiah mencapai titik terendah sepanjang masa baru di Rp17.921 per dolar* karena saham dan obligasi mengalami penurunan secara bersamaan.

*Penyebabnya?*
Hari ini adalah hari penyelesaian T+2 untuk penyeimbangan ulang MSCI Jumat lalu — artinya arus kas keluar aktual dari penjualan dana pasif sedang diselesaikan sekarang, dan berdampak pada mata uang secara real time.

Disclaimer ON
Source : IPOT
*Rupiah Jadi Mata Uang Asia Terlemah, Indonesia Masuk Fase* *Twin Deficit*

Rupiah tercatat sebagai mata uang Asia dan Emerging Markets dengan pelemahan terdalam sepanjang tahun berjalan (*year-to-date*). Tekanan ini tidak lepas dari kondisi eksternal maupun fundamental domestik yang rapuh.

Pada kuartal I-2026, Indonesia resmi masuk fase *twin deficit*:
- *Current account deficit*: −1,1% PDB
- *Capital account deficit*: −1,3% PDB
Sehingga total *Balance of Payment (BoP)* tercatat negatif −2,4% PDB.

Secara sederhana, arus keluar dana lebih besar daripada arus masuk. Ekspor dan impor melemah, investasi asing langsung (FDI) menurun, sementara aliran portofolio juga tidak stabil. Tanpa penyangga yang kuat, beban tekanan akhirnya ditanggung penuh oleh rupiah.

Disclaimer ON
🚨 *JCI Crashes to 5,889 down ▼4,9% — New 2026 Low*
- Market pressure from speculation S&P could announce Indonesia's sovereign rating outlook.
- Moody's and Fitch already on Negative outlook.

*Disclaimer On*
1
Steptrader
Photo
*Ketidakpastian Kebijakan Tekan IHSG dan Rupiah*

Pasar keuangan Indonesia kembali mengalami tekanan pada 3 Juni 2026. IHSG turun ke level terendah dalam lima tahun, sementara rupiah melemah hingga mendekati Rp18.000 per dolar AS.

Investor menyoroti kombinasi sejumlah faktor, mulai dari pelemahan rupiah, arus keluar modal asing, meningkatnya kekhawatiran terhadap kondisi fiskal, hingga ketidakpastian arah kebijakan pemerintah.

Salah satu perhatian utama pasar adalah implementasi kebijakan ekspor satu pintu melalui Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Mulai tahun depan, DSI akan menjadi satu-satunya perusahaan perdagangan untuk komoditas strategis seperti batu bara, minyak sawit, dan ferroalloy. Kebijakan ini dinilai masih menyisakan sejumlah pertanyaan terkait mekanisme pelaksanaan dan dampaknya terhadap dunia usaha.

Di sisi lain, lembaga pemeringkat global mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko fiskal Indonesia. Fitch dan Moody's telah mengubah outlook peringkat Indonesia menjadi negatif, sementara S&P mempertahankan outlook stabil namun tetap menyoroti tekanan fiskal dan kenaikan biaya utang pemerintah.

Tekanan juga datang dari menyusutnya surplus perdagangan ke level terendah dalam enam tahun, tingginya harga minyak dunia akibat konflik Timur Tengah, serta kebutuhan belanja pemerintah untuk berbagai program prioritas.

Pelaku pasar saat ini menunggu kejelasan lebih lanjut terkait kebijakan ekspor, strategi peningkatan penerimaan negara, serta langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas fiskal dan nilai tukar rupiah. Ketidakpastian di area-area tersebut menjadi faktor utama yang membebani sentimen investor terhadap aset Indonesia.
IHSG turun ke level terendah 5 tahun
Rupiah lanjut melemah ke level terendah sepanjang masa
Perbandingan 4 crash besar IHSG sejak 1997
IHSG Babak Belur Karena Krisis Kepercayaan, Begini Kata BEI

Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan bahwa akan terus berupaya memulihkan kepercayaan investor di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar, yang salah satunya dipicu oleh krisis kepercayaan terhadap pemerintah, selain imbas faktor geopolitik dan rebalancing sejumlah penyedia indeks global (index provider).

Namun sejumlah analis menilai, upaya transformasi yang dilakukan regulator pasar modal saat ini belum sepenuhnya mampu mengimbangi kekhawatiran investor terhadap arah kebijakan pemerintah.

https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/110923/ihsg-babak-belur-karena-krisis-kepercayaan-begini-kata-bei
👏1
🔹Bertahan di area support level 2820, TINS mencoba rebound
🔸Rebound dari level tersebut, TINS berpotensi rally menuju arah 3700
🔹Namun jika kembali turun dan gagal bertahan di 2820, maka TINS akan lanjut downtrend
Disclaimer ON‼️
#BukanRekomendasi #NFA #AnalisaKembali #DYOR #NoPomPom‼️
 
Like ❤️ and Share 📣 this content jika kalian rasa bermanfaat
Follow Me ✔️ for more content
Upaya Indonesia mengendalikan inflasi, mendorong pertumbuhan, sekaligus menjaga stabilitas nilai tukar belum berjalan efektif. Akibatnya, Rupiah menjadi yang paling tertekan di antara mata uang negara berkembang sepanjang 2026 (YTD).
📅 *Agenda Penting Pasar yang Perlu Dicermati (Juni–Desember 2026)*

🔹 *16–17 Juni —* FOMC The Fed pertama di bawah kepemimpinan Kevin Warsh. Pasar akan mencermati arah suku bunga dan kebijakan moneter AS.

🔹 *17–18 Juni* — RDG Bank Indonesia. Pelaku pasar menunggu keputusan suku bunga BI di tengah tekanan pelemahan rupiah.

🔹 *18 Juni* — MSCI Market Accessibility Review. Evaluasi aksesibilitas pasar Indonesia, termasuk isu free float, transparansi kepemilikan saham, dan High Shareholding Concentration (HSC).

🔹 *22 Juni* — Efektif FTSE Russell Rebalancing. Delapan saham akan keluar dari indeks FTSE, berpotensi memengaruhi arus dana pasif.

🔹 *23 Juni* — MSCI Market Classification Review. Penentuan status Indonesia sebagai Emerging Market atau Frontier Market.

🔹 *11 Juni–19 Juli* — Piala Dunia FIFA 2026.

🔹 *Pertengahan–akhir 2026* — Potensi IPO SpaceX dan OpenAI yang berpotensi menjadi sentimen positif bagi sektor teknologi global.

🔹 *3 November* — Midterm Election AS untuk anggota DPR, Senat, dan Gubernur yang dapat memengaruhi arah kebijakan ekonomi dan pasar global.

- Disclaimer On -
2
1
😱1
IHSG face worst global lag since 1990-an
📊 IHSG kembali mengalami pekan yang brutal, anjlok -8,69% menjadi 5.594, menandai level terendah sejak 2020. Saham Indonesia kini menghadapi penurunan global terburuk sejak tahun 1990-an, turun sekitar -36% sejak awal tahun. Pasar terpukul oleh _perfect storm_ dari guncangan makroekonomi: surplus perdagangan yang mendekati nol, pelemahan rupiah, inflasi yang meningkat, ancaman tarif AS, dan kepanikan mendadak atas potensi penurunan peringkat kredit negara.

Disclaimer ON
Sell Indonesia, Total Outflow 2026 Sudah Capai Rp72,21 Triliun!

Narasi ‘Sell Indonesia’ kompak digaungkan media internasional seperti Bloomberg hingga The Strait Times, merespons menurunnya kepercayaan investor terhadap aset Indonesia. Tekanan dari narasi tersebut tecermin jelas di Bursa Efek Indonesia pada penutupan perdagangan Jumat (5/6/2026).

https://emitennews.com/news/sell-indonesia-total-outflow-2026-sudah-capai-rp7221-triliun