AS-Iran Sepakati Draf Awal Gencatan Senjata Selama 60 Hari
Amerika Serikat (AS) dan Iran dilaporkan telah mencapai kesepakatan awal untuk memperpanjang masa gencatan senjata selama 60 hari. Langkah ini dibarengi dengan rencana dialog lanjutan terkait program nuklir Teheran, sebuah kabar yang memicu harapan baru bahwa konflik bersenjata selama tiga bulan ini akan segera menemui titik terang.
https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/110288/as-iran-sepakati-draf-awal-gencatan-senjata-selama-60-hari
Amerika Serikat (AS) dan Iran dilaporkan telah mencapai kesepakatan awal untuk memperpanjang masa gencatan senjata selama 60 hari. Langkah ini dibarengi dengan rencana dialog lanjutan terkait program nuklir Teheran, sebuah kabar yang memicu harapan baru bahwa konflik bersenjata selama tiga bulan ini akan segera menemui titik terang.
https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/110288/as-iran-sepakati-draf-awal-gencatan-senjata-selama-60-hari
Bloomberg Technoz
AS-Iran Sepakati Draf Awal Gencatan Senjata Selama 60 Hari
Amerika Serikat (AS) dan Iran dilaporkan telah mencapai kesepakatan awal untuk memperpanjang masa gencatan senjata selama 60 hari.
❤1
Rebalancing indeks MSCI periode Mei 2026 resmi efektif pada penutupan bursa tanggal 29 Mei 2026. Ke depan yang perlu dicermati adalah pengumuman MSCI Market Accessibility Review pada Juni 2026 sebagai katalis substansial:
1) Apakah pembekuan FIF/NOS, penambahan ke IMI, dan migrasi size–segment ke atas akan dicabut untuk review periode selanjutnya bulan Agustus 2026
2) Penegasan atau sinyal lebih lanjut bahwa risiko downgrade Indonesia ke frontier market sudah tidak menjadi ancaman.
1) Apakah pembekuan FIF/NOS, penambahan ke IMI, dan migrasi size–segment ke atas akan dicabut untuk review periode selanjutnya bulan Agustus 2026
2) Penegasan atau sinyal lebih lanjut bahwa risiko downgrade Indonesia ke frontier market sudah tidak menjadi ancaman.
🚨 *BREAKING NEWS*
FTSE Russell June 2026 — Indonesia Verdict Amendment: Zero additions. Four more deletions.
*Out*
- Large Cap: DSSA
- Mid Cap: *GOTO, NCKL*
- Micro Cap: *CNMA*, DAAZ, *DOID*, HILL, MLIA
Changes effective 22 June 2026. Deleted stocks face forced selling pressure heading into 19 June close — mark the date.
*Disclaimer On*
*IPOT*
FTSE Russell June 2026 — Indonesia Verdict Amendment: Zero additions. Four more deletions.
*Out*
- Large Cap: DSSA
- Mid Cap: *GOTO, NCKL*
- Micro Cap: *CNMA*, DAAZ, *DOID*, HILL, MLIA
Changes effective 22 June 2026. Deleted stocks face forced selling pressure heading into 19 June close — mark the date.
*Disclaimer On*
*IPOT*
Pemerintah resmi mulai menerapkan skema ekspor satu pintu melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) untuk komoditas strategis seperti batu bara, kelapa sawit, dan ferroalloy mulai 1 Juni 2026, dengan implementasi penuh ditargetkan pada 1 September 2026.
Secara teori, kebijakan ini bertujuan untuk:
• memperkuat pengawasan ekspor SDA
• mengurangi praktik under invoicing & transfer pricing
• menekan pelarian devisa hasil ekspor
• meningkatkan kontrol perdagangan komoditas strategis melalui BUMN
Jika skema ini benar-benar dijalankan dengan baik, transparan, dan tetap menciptakan win-win solution bagi pelaku usaha, potensi dampaknya cukup menarik.
Devisa hasil ekspor berpotensi lebih banyak masuk ke dalam negeri, yang dalam jangka panjang dapat membantu menopang stabilitas rupiah, bahkan membuka peluang penguatan nilai tukar jika eksekusinya efektif.
Semoga ini bisa menjadi salah satu langkah nyata untuk menjawab tantangan pelemahan rupiah yang terus terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
Secara teori, kebijakan ini bertujuan untuk:
• memperkuat pengawasan ekspor SDA
• mengurangi praktik under invoicing & transfer pricing
• menekan pelarian devisa hasil ekspor
• meningkatkan kontrol perdagangan komoditas strategis melalui BUMN
Jika skema ini benar-benar dijalankan dengan baik, transparan, dan tetap menciptakan win-win solution bagi pelaku usaha, potensi dampaknya cukup menarik.
Devisa hasil ekspor berpotensi lebih banyak masuk ke dalam negeri, yang dalam jangka panjang dapat membantu menopang stabilitas rupiah, bahkan membuka peluang penguatan nilai tukar jika eksekusinya efektif.
Semoga ini bisa menjadi salah satu langkah nyata untuk menjawab tantangan pelemahan rupiah yang terus terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
❤2
Update Economic Calendar
02 June 2026
INDONESIA MARKET :
Inflation Rate YoY (May)
Actual : 3.08%
Forecast : 2.97%
Previous : 2.42%
Inflation Rate MoM (May)
Actual : 0.28%
Forecast : 0.14%
Previous : 0.13%
Core Inflation Rate YoY (May)
Actual : 2.59%
Forecast : 2.52%
Previous : 2.44%
- Disclaimer On -
02 June 2026
INDONESIA MARKET :
Inflation Rate YoY (May)
Actual : 3.08%
Forecast : 2.97%
Previous : 2.42%
Inflation Rate MoM (May)
Actual : 0.28%
Forecast : 0.14%
Previous : 0.13%
Core Inflation Rate YoY (May)
Actual : 2.59%
Forecast : 2.52%
Previous : 2.44%
- Disclaimer On -
❤1
🔹Tertahan di area support level 1220, AKRA mencoba rebound
🔸Rebound dari level tersebut, AKRA berpotensi rally menuju arah 1390/1400
🔹Namun jika kembali turun dan gagal bertahan di 1220, maka AKRA akan lanjut downtrend
Disclaimer ON‼️
#BukanRekomendasi #NFA #AnalisaKembali #DYOR #NoPomPom‼️
Like ❤️ and Share 📣 this content jika kalian rasa bermanfaat
Follow Me ✔️ for more content
🔸Rebound dari level tersebut, AKRA berpotensi rally menuju arah 1390/1400
🔹Namun jika kembali turun dan gagal bertahan di 1220, maka AKRA akan lanjut downtrend
Disclaimer ON‼️
#BukanRekomendasi #NFA #AnalisaKembali #DYOR #NoPomPom‼️
Like ❤️ and Share 📣 this content jika kalian rasa bermanfaat
Follow Me ✔️ for more content
🔥2
Inflasi Indonesia Naik Menjadi 3,08% YoY Didorong oleh Kenaikan Harga Pangan pada Mei 2026
Inflasi Headline: 3,08% YoY
Inflasi Inti: 2,59% YoY
Inflasi Pangan Volatil: 6,24% YoY
Inflasi Harga yang Diatur: 2,07% YoY
Tingkat inflasi tahunan Indonesia meningkat menjadi 3,08% YoY pada Mei 2026, naik signifikan dari 2,42% YoY pada April 2026. Tekanan inflasi ini terutama didorong oleh komponen Pangan Volatil, yang naik tajam sebesar 6,24% YoY pada Mei 2026, lebih tinggi dari 3,37% YoY yang tercatat pada April 2026. Inflasi pada komponen Harga yang Diatur juga meningkat menjadi 2,07% YoY pada Mei 2026 dari 1,53% YoY pada April. 2026. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh kenaikan tarif transportasi udara, harga bahan bakar non-subsidi, dan harga rokok, menyusul kenaikan harga minyak global dan penyesuaian tarif cukai terbaru. Sementara itu, Inflasi Inti meningkat sebesar 2,59% YoY pada Mei 2026, naik dari 2,44% YoY pada April 2026.
Inflasi Headline: 3,08% YoY
Inflasi Inti: 2,59% YoY
Inflasi Pangan Volatil: 6,24% YoY
Inflasi Harga yang Diatur: 2,07% YoY
Tingkat inflasi tahunan Indonesia meningkat menjadi 3,08% YoY pada Mei 2026, naik signifikan dari 2,42% YoY pada April 2026. Tekanan inflasi ini terutama didorong oleh komponen Pangan Volatil, yang naik tajam sebesar 6,24% YoY pada Mei 2026, lebih tinggi dari 3,37% YoY yang tercatat pada April 2026. Inflasi pada komponen Harga yang Diatur juga meningkat menjadi 2,07% YoY pada Mei 2026 dari 1,53% YoY pada April. 2026. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh kenaikan tarif transportasi udara, harga bahan bakar non-subsidi, dan harga rokok, menyusul kenaikan harga minyak global dan penyesuaian tarif cukai terbaru. Sementara itu, Inflasi Inti meningkat sebesar 2,59% YoY pada Mei 2026, naik dari 2,44% YoY pada April 2026.
Surplus Perdagangan Indonesia Menyempit Tajam di Tengah Lonjakan Impor pada April 2026
Neraca Perdagangan: US$ 0,09 miliar
Ekspor: US$ 25,30 miliar (21,98% YoY)
Impor: US$ 25,21 miliar (22,49% YoY)
Surplus Neraca Perdagangan Indonesia menurun menjadi US$0,09 miliar pada April 2026 dari US$3,32 miliar pada Maret 2026. Meskipun demikian, Neraca Perdagangan Indonesia terus mencatat surplus selama 72 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Hal ini didukung oleh surplus perdagangan non-minyak dan gas sebesar US$3,53 miliar pada April 2026, dengan lemak dan minyak hewani atau nabati, bahan bakar mineral, dan besi dan baja sebagai kontributor utama. Sementara itu, neraca perdagangan minyak dan gas mencatat defisit sebesar US$3,44 miliar pada April 2026, terutama didorong oleh defisit minyak mentah, produk minyak bumi, dan gas alam.
Neraca Perdagangan: US$ 0,09 miliar
Ekspor: US$ 25,30 miliar (21,98% YoY)
Impor: US$ 25,21 miliar (22,49% YoY)
Surplus Neraca Perdagangan Indonesia menurun menjadi US$0,09 miliar pada April 2026 dari US$3,32 miliar pada Maret 2026. Meskipun demikian, Neraca Perdagangan Indonesia terus mencatat surplus selama 72 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Hal ini didukung oleh surplus perdagangan non-minyak dan gas sebesar US$3,53 miliar pada April 2026, dengan lemak dan minyak hewani atau nabati, bahan bakar mineral, dan besi dan baja sebagai kontributor utama. Sementara itu, neraca perdagangan minyak dan gas mencatat defisit sebesar US$3,44 miliar pada April 2026, terutama didorong oleh defisit minyak mentah, produk minyak bumi, dan gas alam.
🚨 *Rupiah mencapai titik terendah sepanjang masa baru di Rp17.921 per dolar* karena saham dan obligasi mengalami penurunan secara bersamaan.
*Penyebabnya?*
Hari ini adalah hari penyelesaian T+2 untuk penyeimbangan ulang MSCI Jumat lalu — artinya arus kas keluar aktual dari penjualan dana pasif sedang diselesaikan sekarang, dan berdampak pada mata uang secara real time.
Disclaimer ON
Source : IPOT
*Penyebabnya?*
Hari ini adalah hari penyelesaian T+2 untuk penyeimbangan ulang MSCI Jumat lalu — artinya arus kas keluar aktual dari penjualan dana pasif sedang diselesaikan sekarang, dan berdampak pada mata uang secara real time.
Disclaimer ON
Source : IPOT
*Rupiah Jadi Mata Uang Asia Terlemah, Indonesia Masuk Fase* *Twin Deficit*
Rupiah tercatat sebagai mata uang Asia dan Emerging Markets dengan pelemahan terdalam sepanjang tahun berjalan (*year-to-date*). Tekanan ini tidak lepas dari kondisi eksternal maupun fundamental domestik yang rapuh.
Pada kuartal I-2026, Indonesia resmi masuk fase *twin deficit*:
- *Current account deficit*: −1,1% PDB
- *Capital account deficit*: −1,3% PDB
Sehingga total *Balance of Payment (BoP)* tercatat negatif −2,4% PDB.
Secara sederhana, arus keluar dana lebih besar daripada arus masuk. Ekspor dan impor melemah, investasi asing langsung (FDI) menurun, sementara aliran portofolio juga tidak stabil. Tanpa penyangga yang kuat, beban tekanan akhirnya ditanggung penuh oleh rupiah.
Disclaimer ON
Rupiah tercatat sebagai mata uang Asia dan Emerging Markets dengan pelemahan terdalam sepanjang tahun berjalan (*year-to-date*). Tekanan ini tidak lepas dari kondisi eksternal maupun fundamental domestik yang rapuh.
Pada kuartal I-2026, Indonesia resmi masuk fase *twin deficit*:
- *Current account deficit*: −1,1% PDB
- *Capital account deficit*: −1,3% PDB
Sehingga total *Balance of Payment (BoP)* tercatat negatif −2,4% PDB.
Secara sederhana, arus keluar dana lebih besar daripada arus masuk. Ekspor dan impor melemah, investasi asing langsung (FDI) menurun, sementara aliran portofolio juga tidak stabil. Tanpa penyangga yang kuat, beban tekanan akhirnya ditanggung penuh oleh rupiah.
Disclaimer ON
S&P Beri Peringkat BBB untuk Danantara Investment Management, Ini Alasannya | StockWatch
https://stockwatch.id/sp-beri-peringkat-bbb-untuk-danantara-investment-management-ini-alasannya/
https://stockwatch.id/sp-beri-peringkat-bbb-untuk-danantara-investment-management-ini-alasannya/
StockWatch
S&P Beri Peringkat BBB untuk Danantara Investment Management, Ini Alasannya
STOCKWATCH.ID (SINGAPURA) – S&P Global Ratings memberikan peringkat kredit jangka panjang 'BBB' dan peringkat kredit jangka pendek 'A-2' kepada Danantara Investment Management PT (DIM). Prospek...
❤1
Steptrader
Photo
*Ketidakpastian Kebijakan Tekan IHSG dan Rupiah*
Pasar keuangan Indonesia kembali mengalami tekanan pada 3 Juni 2026. IHSG turun ke level terendah dalam lima tahun, sementara rupiah melemah hingga mendekati Rp18.000 per dolar AS.
Investor menyoroti kombinasi sejumlah faktor, mulai dari pelemahan rupiah, arus keluar modal asing, meningkatnya kekhawatiran terhadap kondisi fiskal, hingga ketidakpastian arah kebijakan pemerintah.
Salah satu perhatian utama pasar adalah implementasi kebijakan ekspor satu pintu melalui Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Mulai tahun depan, DSI akan menjadi satu-satunya perusahaan perdagangan untuk komoditas strategis seperti batu bara, minyak sawit, dan ferroalloy. Kebijakan ini dinilai masih menyisakan sejumlah pertanyaan terkait mekanisme pelaksanaan dan dampaknya terhadap dunia usaha.
Di sisi lain, lembaga pemeringkat global mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko fiskal Indonesia. Fitch dan Moody's telah mengubah outlook peringkat Indonesia menjadi negatif, sementara S&P mempertahankan outlook stabil namun tetap menyoroti tekanan fiskal dan kenaikan biaya utang pemerintah.
Tekanan juga datang dari menyusutnya surplus perdagangan ke level terendah dalam enam tahun, tingginya harga minyak dunia akibat konflik Timur Tengah, serta kebutuhan belanja pemerintah untuk berbagai program prioritas.
Pelaku pasar saat ini menunggu kejelasan lebih lanjut terkait kebijakan ekspor, strategi peningkatan penerimaan negara, serta langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas fiskal dan nilai tukar rupiah. Ketidakpastian di area-area tersebut menjadi faktor utama yang membebani sentimen investor terhadap aset Indonesia.
Pasar keuangan Indonesia kembali mengalami tekanan pada 3 Juni 2026. IHSG turun ke level terendah dalam lima tahun, sementara rupiah melemah hingga mendekati Rp18.000 per dolar AS.
Investor menyoroti kombinasi sejumlah faktor, mulai dari pelemahan rupiah, arus keluar modal asing, meningkatnya kekhawatiran terhadap kondisi fiskal, hingga ketidakpastian arah kebijakan pemerintah.
Salah satu perhatian utama pasar adalah implementasi kebijakan ekspor satu pintu melalui Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Mulai tahun depan, DSI akan menjadi satu-satunya perusahaan perdagangan untuk komoditas strategis seperti batu bara, minyak sawit, dan ferroalloy. Kebijakan ini dinilai masih menyisakan sejumlah pertanyaan terkait mekanisme pelaksanaan dan dampaknya terhadap dunia usaha.
Di sisi lain, lembaga pemeringkat global mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko fiskal Indonesia. Fitch dan Moody's telah mengubah outlook peringkat Indonesia menjadi negatif, sementara S&P mempertahankan outlook stabil namun tetap menyoroti tekanan fiskal dan kenaikan biaya utang pemerintah.
Tekanan juga datang dari menyusutnya surplus perdagangan ke level terendah dalam enam tahun, tingginya harga minyak dunia akibat konflik Timur Tengah, serta kebutuhan belanja pemerintah untuk berbagai program prioritas.
Pelaku pasar saat ini menunggu kejelasan lebih lanjut terkait kebijakan ekspor, strategi peningkatan penerimaan negara, serta langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas fiskal dan nilai tukar rupiah. Ketidakpastian di area-area tersebut menjadi faktor utama yang membebani sentimen investor terhadap aset Indonesia.
IHSG Babak Belur Karena Krisis Kepercayaan, Begini Kata BEI
Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan bahwa akan terus berupaya memulihkan kepercayaan investor di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar, yang salah satunya dipicu oleh krisis kepercayaan terhadap pemerintah, selain imbas faktor geopolitik dan rebalancing sejumlah penyedia indeks global (index provider).
Namun sejumlah analis menilai, upaya transformasi yang dilakukan regulator pasar modal saat ini belum sepenuhnya mampu mengimbangi kekhawatiran investor terhadap arah kebijakan pemerintah.
https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/110923/ihsg-babak-belur-karena-krisis-kepercayaan-begini-kata-bei
Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan bahwa akan terus berupaya memulihkan kepercayaan investor di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar, yang salah satunya dipicu oleh krisis kepercayaan terhadap pemerintah, selain imbas faktor geopolitik dan rebalancing sejumlah penyedia indeks global (index provider).
Namun sejumlah analis menilai, upaya transformasi yang dilakukan regulator pasar modal saat ini belum sepenuhnya mampu mengimbangi kekhawatiran investor terhadap arah kebijakan pemerintah.
https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/110923/ihsg-babak-belur-karena-krisis-kepercayaan-begini-kata-bei
Bloomberg Technoz
IHSG Babak Belur Karena Krisis Kepercayaan, Begini Kata BEI
Penurunan IHSG salah satunya dipicu oleh krisis kepercayaan terhadap pemerintah, selain faktor geopolitik dan rebalancing penyedia indeks global.
👏1
🔹Bertahan di area support level 2820, TINS mencoba rebound
🔸Rebound dari level tersebut, TINS berpotensi rally menuju arah 3700
🔹Namun jika kembali turun dan gagal bertahan di 2820, maka TINS akan lanjut downtrend
Disclaimer ON‼️
#BukanRekomendasi #NFA #AnalisaKembali #DYOR #NoPomPom‼️
Like ❤️ and Share 📣 this content jika kalian rasa bermanfaat
Follow Me ✔️ for more content
🔸Rebound dari level tersebut, TINS berpotensi rally menuju arah 3700
🔹Namun jika kembali turun dan gagal bertahan di 2820, maka TINS akan lanjut downtrend
Disclaimer ON‼️
#BukanRekomendasi #NFA #AnalisaKembali #DYOR #NoPomPom‼️
Like ❤️ and Share 📣 this content jika kalian rasa bermanfaat
Follow Me ✔️ for more content