Steptrader
2.88K subscribers
8.17K photos
34 videos
39 files
6.22K links
Official Channel dari STEPTRADER TELEGRAM (TIDAK ADA CHANNEL/GRUP TELEGRAM LAINNYA SELAIN INI !!)

SEGALA TULISAN DISINI BUKAN REKOMENDASI
(DO YOUR OWN RESEARCH)

Join Grup Priority : +628123543925
Download Telegram
Steptrader
Photo
IDR: Apakah Kenaikan 50bp Berpengaruh?

IDR kembali berada di bawah tekanan dalam beberapa pekan terakhir. USD/IDR telah bergerak menuju area 17.700, dengan rupiah melemah lebih dari 2% selama sebulan terakhir dan hampir 9% selama setahun terakhir. Pergerakan baru-baru ini juga tampaknya semakin cepat, yang membantu menjelaskan mengapa Bank Indonesia merespons dengan kenaikan suku bunga kebijakan sebesar 50bp yang lebih besar dari perkiraan.

Kenaikan suku bunga tampak signifikan pada pandangan pertama, tetapi dampaknya terhadap IDR mungkin lebih terbatas daripada yang ditunjukkan oleh berita utama. BI telah menggunakan SRBI sebagai alat penting untuk menarik likuiditas rupiah, dengan lelang SRBI 6 bulan, 9 bulan, dan 12 bulan baru-baru ini menghasilkan nilai sekitar 6,2–6,45%. Dalam konteks tersebut, menaikkan suku bunga kebijakan menjadi 5,25% tidak secara material mengubah insentif bagi investor yang sudah memegang instrumen IDR jangka pendek melalui SRBI.

Latar belakang eksternal yang lebih luas juga tetap menantang. india, bersama dengan India dan Filipina, mencatatkan defisit neraca pembayaran tahun lalu. Perkiraan terbaru dari pihak penjual menunjukkan defisit neraca pembayaran Indonesia sekitar 0,5% dari PDB pada tahun 2025, dengan defisit kemungkinan akan tetap berada di bawah tekanan pada tahun 2026 karena neraca transaksi berjalan terpengaruh oleh harga energi yang lebih tinggi dan arus masuk modal tetap kurang mendukung.

Tantangannya adalah IDR relatif stabil selama dua tahun sebelumnya, meskipun terdapat kerentanan eksternal yang mendasar. Perkiraan nilai wajar publik tidak selalu mengarah ke 18.000–18.500, tetapi ada diskusi pasar yang berkembang bahwa mata uang tersebut mungkin perlu diperdagangkan lebih dekat ke kisaran tersebut jika arus masuk modal tetap lemah dan kepercayaan tidak membaik. Masalahnya bukan tentang perkiraan nilai wajar yang tepat, tetapi lebih tentang apakah investor percaya bahwa mata uang tersebut masih perlu menyesuaikan diri tanpa adanya arus masuk yang lebih kuat. Intervensi valuta asing yang berkelanjutan juga akan memberikan beban yang lebih berat pada cadangan, yang tidak terbatas.

Oleh karena itu, investor akan tetap fokus tidak hanya pada keputusan suku bunga BI, tetapi juga pada perkembangan kebijakan yang lebih luas. Pasar akan menginginkan kontinuitas kebijakan, kredibilitas kelembagaan, dan komitmen berkelanjutan terhadap orientasi pro-bisnis yang telah mendukung prospek investasi Indonesia selama dekade terakhir. Kenaikan 50bp tersebut menandakan kekhawatiran, tetapi pertanyaan yang lebih penting adalah apakah kebijakan tersebut dapat memulihkan kepercayaan pada kerangka makro yang lebih luas.

Disclaimer ON
🔹Rebound dari support 2980/3000, BBRI akan menguji area resistance 3360
🔸Breakout dan bertahan di atas 3360, BBRI akan membentuk pola double bottom reversal dan berpotensi rally menuju arah 3720
🔹Namun jika gagal break 3360 dan kembali turun, maka BBRI akan melanjutkan konsolidasinya
Disclaimer ON‼️
#BukanRekomendasi #NFA #AnalisaKembali #DYOR #NoPomPom‼️
 
Like ❤️ and Share 📣 this content jika kalian rasa bermanfaat
Follow Me ✔️ for more content
*EVALUASI INDEKS SRI-KEHATI, ESGSKEHATI, ESGQKEHATI, INVESTOR33*

(Periode Efektif 02 Juni 2026 - 30 November 2026)

*INDEKS SRI-KEHATI*
*Baru :* AKRA, ISAT
*Keluar :* SSMS, UNTR

*INDEKS ESGSKEHATI*
*Baru :* ACES, ARCI, BWPT, CARS, ISAT, MBMA, SMRA, TKIM
*Keluar :* BIRD, BJBR, BJTM, BTPS, ELSA, ENRG, JPFA, MAPA, MMLP, MPMX, SGRO, SSMS, TOTL, TOWR

*INDEKS ESGQKEHATI*
*Baru :* ACES, ARCI, AUTO, ELSA, ISAT, MYOR, TKIM
*Keluar :* BIRD, ESSA, JPFA, MAPI, MPMX, SGRO, SSMS

*INDEKS INVESTOR33*
*Baru :* BRPT
*Keluar :* EXCL

*(Listri, Source : IDX)*
*DANA ASING ROTASI KE SAHAM LEBIH DEFENSIF*
UBS Ramal BI Rate Naik Lagi Bulan Depan

Pergerakan rupiah yang kian volatil, telah memaksa Bank Indonesia (BI) mengerek suku bunga acuan secara agresif sebanyak 50 basis poin (bps) ke 5,25% bulan ini.
Ekonom UBS Grace Lim memperkirakan BI akan kembali menaikkan suku bunga masing-masing sebesar 25 bps pada Juni dan Agustus mendatang. Langkah ini diperkirakan akan ditempuh BI lantaran tekanan terhadap rupiah masih terus berlanjut.

https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/110318/ubs-ramal-bi-rate-naik-lagi-bulan-depan
1
AS-Iran Sepakati Draf Awal Gencatan Senjata Selama 60 Hari

Amerika Serikat (AS) dan Iran dilaporkan telah mencapai kesepakatan awal untuk memperpanjang masa gencatan senjata selama 60 hari. Langkah ini dibarengi dengan rencana dialog lanjutan terkait program nuklir Teheran, sebuah kabar yang memicu harapan baru bahwa konflik bersenjata selama tiga bulan ini akan segera menemui titik terang.

https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/110288/as-iran-sepakati-draf-awal-gencatan-senjata-selama-60-hari
1
Selamat Hari Raya Tri Suci Waisak 2026 buat teman² yang merayakannya 🙏
Rebalancing indeks MSCI periode Mei 2026 resmi efektif pada penutupan bursa tanggal 29 Mei 2026. Ke depan yang perlu dicermati adalah pengumuman MSCI Market Accessibility Review pada Juni 2026 sebagai katalis substansial:
1) Apakah pembekuan FIF/NOS, penambahan ke IMI, dan migrasi size–segment ke atas akan dicabut untuk review periode selanjutnya bulan Agustus 2026
2) Penegasan atau sinyal lebih lanjut bahwa risiko downgrade Indonesia ke frontier market sudah tidak menjadi ancaman.
🚨 *BREAKING NEWS*
FTSE Russell June 2026 — Indonesia Verdict Amendment: Zero additions. Four more deletions.

*Out*
- Large Cap: DSSA
- Mid Cap: *GOTO, NCKL*
- Micro Cap: *CNMA*, DAAZ, *DOID*, HILL, MLIA

Changes effective 22 June 2026. Deleted stocks face forced selling pressure heading into 19 June close — mark the date.

*Disclaimer On*
*IPOT*
Pemerintah resmi mulai menerapkan skema ekspor satu pintu melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) untuk komoditas strategis seperti batu bara, kelapa sawit, dan ferroalloy mulai 1 Juni 2026, dengan implementasi penuh ditargetkan pada 1 September 2026.

Secara teori, kebijakan ini bertujuan untuk:

• memperkuat pengawasan ekspor SDA
• mengurangi praktik under invoicing & transfer pricing
• menekan pelarian devisa hasil ekspor
• meningkatkan kontrol perdagangan komoditas strategis melalui BUMN

Jika skema ini benar-benar dijalankan dengan baik, transparan, dan tetap menciptakan win-win solution bagi pelaku usaha, potensi dampaknya cukup menarik.

Devisa hasil ekspor berpotensi lebih banyak masuk ke dalam negeri, yang dalam jangka panjang dapat membantu menopang stabilitas rupiah, bahkan membuka peluang penguatan nilai tukar jika eksekusinya efektif.

Semoga ini bisa menjadi salah satu langkah nyata untuk menjawab tantangan pelemahan rupiah yang terus terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
2
Update Economic Calendar
02 June 2026


INDONESIA MARKET :
Inflation Rate YoY (May)
Actual : 3.08%
Forecast : 2.97%
Previous : 2.42%

Inflation Rate MoM (May)
Actual : 0.28%
Forecast : 0.14%
Previous : 0.13%

Core Inflation Rate YoY (May)
Actual : 2.59%
Forecast : 2.52%
Previous : 2.44%

- Disclaimer On -
1
🔹Tertahan di area support level 1220, AKRA mencoba rebound
🔸Rebound dari level tersebut, AKRA berpotensi rally menuju arah 1390/1400
🔹Namun jika kembali turun dan gagal bertahan di 1220, maka AKRA akan lanjut downtrend
Disclaimer ON‼️
#BukanRekomendasi #NFA #AnalisaKembali #DYOR #NoPomPom‼️
 
Like ❤️ and Share 📣 this content jika kalian rasa bermanfaat
Follow Me ✔️ for more content
🔥2
Inflasi Indonesia Naik Menjadi 3,08% YoY Didorong oleh Kenaikan Harga Pangan pada Mei 2026

Inflasi Headline: 3,08% YoY
Inflasi Inti: 2,59% YoY
Inflasi Pangan Volatil: 6,24% YoY
Inflasi Harga yang Diatur: 2,07% YoY

Tingkat inflasi tahunan Indonesia meningkat menjadi 3,08% YoY pada Mei 2026, naik signifikan dari 2,42% YoY pada April 2026. Tekanan inflasi ini terutama didorong oleh komponen Pangan Volatil, yang naik tajam sebesar 6,24% YoY pada Mei 2026, lebih tinggi dari 3,37% YoY yang tercatat pada April 2026. Inflasi pada komponen Harga yang Diatur juga meningkat menjadi 2,07% YoY pada Mei 2026 dari 1,53% YoY pada April. 2026. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh kenaikan tarif transportasi udara, harga bahan bakar non-subsidi, dan harga rokok, menyusul kenaikan harga minyak global dan penyesuaian tarif cukai terbaru. Sementara itu, Inflasi Inti meningkat sebesar 2,59% YoY pada Mei 2026, naik dari 2,44% YoY pada April 2026.
Surplus Perdagangan Indonesia Menyempit Tajam di Tengah Lonjakan Impor pada April 2026

Neraca Perdagangan: US$ 0,09 miliar
Ekspor: US$ 25,30 miliar (21,98% YoY)
Impor: US$ 25,21 miliar (22,49% YoY)

Surplus Neraca Perdagangan Indonesia menurun menjadi US$0,09 miliar pada April 2026 dari US$3,32 miliar pada Maret 2026. Meskipun demikian, Neraca Perdagangan Indonesia terus mencatat surplus selama 72 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Hal ini didukung oleh surplus perdagangan non-minyak dan gas sebesar US$3,53 miliar pada April 2026, dengan lemak dan minyak hewani atau nabati, bahan bakar mineral, dan besi dan baja sebagai kontributor utama. Sementara itu, neraca perdagangan minyak dan gas mencatat defisit sebesar US$3,44 miliar pada April 2026, terutama didorong oleh defisit minyak mentah, produk minyak bumi, dan gas alam.
🚨 *Rupiah mencapai titik terendah sepanjang masa baru di Rp17.921 per dolar* karena saham dan obligasi mengalami penurunan secara bersamaan.

*Penyebabnya?*
Hari ini adalah hari penyelesaian T+2 untuk penyeimbangan ulang MSCI Jumat lalu — artinya arus kas keluar aktual dari penjualan dana pasif sedang diselesaikan sekarang, dan berdampak pada mata uang secara real time.

Disclaimer ON
Source : IPOT
*Rupiah Jadi Mata Uang Asia Terlemah, Indonesia Masuk Fase* *Twin Deficit*

Rupiah tercatat sebagai mata uang Asia dan Emerging Markets dengan pelemahan terdalam sepanjang tahun berjalan (*year-to-date*). Tekanan ini tidak lepas dari kondisi eksternal maupun fundamental domestik yang rapuh.

Pada kuartal I-2026, Indonesia resmi masuk fase *twin deficit*:
- *Current account deficit*: −1,1% PDB
- *Capital account deficit*: −1,3% PDB
Sehingga total *Balance of Payment (BoP)* tercatat negatif −2,4% PDB.

Secara sederhana, arus keluar dana lebih besar daripada arus masuk. Ekspor dan impor melemah, investasi asing langsung (FDI) menurun, sementara aliran portofolio juga tidak stabil. Tanpa penyangga yang kuat, beban tekanan akhirnya ditanggung penuh oleh rupiah.

Disclaimer ON
🚨 *JCI Crashes to 5,889 down ▼4,9% — New 2026 Low*
- Market pressure from speculation S&P could announce Indonesia's sovereign rating outlook.
- Moody's and Fitch already on Negative outlook.

*Disclaimer On*
1
Steptrader
Photo
*Ketidakpastian Kebijakan Tekan IHSG dan Rupiah*

Pasar keuangan Indonesia kembali mengalami tekanan pada 3 Juni 2026. IHSG turun ke level terendah dalam lima tahun, sementara rupiah melemah hingga mendekati Rp18.000 per dolar AS.

Investor menyoroti kombinasi sejumlah faktor, mulai dari pelemahan rupiah, arus keluar modal asing, meningkatnya kekhawatiran terhadap kondisi fiskal, hingga ketidakpastian arah kebijakan pemerintah.

Salah satu perhatian utama pasar adalah implementasi kebijakan ekspor satu pintu melalui Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Mulai tahun depan, DSI akan menjadi satu-satunya perusahaan perdagangan untuk komoditas strategis seperti batu bara, minyak sawit, dan ferroalloy. Kebijakan ini dinilai masih menyisakan sejumlah pertanyaan terkait mekanisme pelaksanaan dan dampaknya terhadap dunia usaha.

Di sisi lain, lembaga pemeringkat global mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko fiskal Indonesia. Fitch dan Moody's telah mengubah outlook peringkat Indonesia menjadi negatif, sementara S&P mempertahankan outlook stabil namun tetap menyoroti tekanan fiskal dan kenaikan biaya utang pemerintah.

Tekanan juga datang dari menyusutnya surplus perdagangan ke level terendah dalam enam tahun, tingginya harga minyak dunia akibat konflik Timur Tengah, serta kebutuhan belanja pemerintah untuk berbagai program prioritas.

Pelaku pasar saat ini menunggu kejelasan lebih lanjut terkait kebijakan ekspor, strategi peningkatan penerimaan negara, serta langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas fiskal dan nilai tukar rupiah. Ketidakpastian di area-area tersebut menjadi faktor utama yang membebani sentimen investor terhadap aset Indonesia.
IHSG turun ke level terendah 5 tahun