*EVALUASI INDEKS SRI-KEHATI, ESGSKEHATI, ESGQKEHATI, INVESTOR33*
(Periode Efektif 02 Juni 2026 - 30 November 2026)
*INDEKS SRI-KEHATI*
*Baru :* AKRA, ISAT
*Keluar :* SSMS, UNTR
*INDEKS ESGSKEHATI*
*Baru :* ACES, ARCI, BWPT, CARS, ISAT, MBMA, SMRA, TKIM
*Keluar :* BIRD, BJBR, BJTM, BTPS, ELSA, ENRG, JPFA, MAPA, MMLP, MPMX, SGRO, SSMS, TOTL, TOWR
*INDEKS ESGQKEHATI*
*Baru :* ACES, ARCI, AUTO, ELSA, ISAT, MYOR, TKIM
*Keluar :* BIRD, ESSA, JPFA, MAPI, MPMX, SGRO, SSMS
*INDEKS INVESTOR33*
*Baru :* BRPT
*Keluar :* EXCL
*(Source : IDX)*
(Periode Efektif 02 Juni 2026 - 30 November 2026)
*INDEKS SRI-KEHATI*
*Baru :* AKRA, ISAT
*Keluar :* SSMS, UNTR
*INDEKS ESGSKEHATI*
*Baru :* ACES, ARCI, BWPT, CARS, ISAT, MBMA, SMRA, TKIM
*Keluar :* BIRD, BJBR, BJTM, BTPS, ELSA, ENRG, JPFA, MAPA, MMLP, MPMX, SGRO, SSMS, TOTL, TOWR
*INDEKS ESGQKEHATI*
*Baru :* ACES, ARCI, AUTO, ELSA, ISAT, MYOR, TKIM
*Keluar :* BIRD, ESSA, JPFA, MAPI, MPMX, SGRO, SSMS
*INDEKS INVESTOR33*
*Baru :* BRPT
*Keluar :* EXCL
*(Source : IDX)*
❤1
Indonesia has postponed the full implementation of its state-controlled export monopoly for coal and other strategic commodities until January 1, 2027, giving exporters and international buyers a longer transition period to adjust to the sweeping policy shift.
More: https://sxcoal.com/MqRmjw
More: https://sxcoal.com/MqRmjw
Sxcoal
Indonesia to implement state-led coal export mechanism in phases, but supply squeeze is already biting - Sxcoal
Indonesia would adopt a phased rollout of its state-controlled export monopoly for coal and other strategic commodities, deferring full implementation until January 1, 2027, to provide exporters and i
🤡1
⚠️ *BREAKING — Isu Ekspor Satu Pintu Ditunda ke 2027 DIBANTAH, Airlangga: Tetap 1 Juni 2026*
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto *membantah kabar bahwa skema ekspor komoditas strategis via DSI ditunda hingga awal 2027.* "Tetap mulai 1 Juni 2026, secara bertahap," tegasnya, Jumat (22/5/2026).
*Poin Utama*
- Beredar kabar implementasi penuh diundur ke 1 Januari 2027, antara lain dari portal data komoditas Sxcoal — dibantah pemerintah
- Tahap I (1 Jun-31 Agu 2026): eksportir wajib alihkan transaksi ke BUMN yang ditunjuk
- Mulai 1 September 2026: seluruh transaksi ekspor sepenuhnya lewat BUMN
- Menyasar sawit, batu bara, dan ferroalloy
*Disclaimer On - BRI Danareksa Sekuritas*
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto *membantah kabar bahwa skema ekspor komoditas strategis via DSI ditunda hingga awal 2027.* "Tetap mulai 1 Juni 2026, secara bertahap," tegasnya, Jumat (22/5/2026).
*Poin Utama*
- Beredar kabar implementasi penuh diundur ke 1 Januari 2027, antara lain dari portal data komoditas Sxcoal — dibantah pemerintah
- Tahap I (1 Jun-31 Agu 2026): eksportir wajib alihkan transaksi ke BUMN yang ditunjuk
- Mulai 1 September 2026: seluruh transaksi ekspor sepenuhnya lewat BUMN
- Menyasar sawit, batu bara, dan ferroalloy
*Disclaimer On - BRI Danareksa Sekuritas*
❤2
*FTSE GLOBAL EQUITY INDEX SERIES QUARTERLY REVIEW JUNE 2026*
The following quarterly review changes will become effective on Mon 22 June 2026 (i.e. after the close of business on Friday, 19 June 2026)
Please note: Index review changes included within the attached files may be subject to revision until close of business Friday, 05 June 2026. Effective Monday, 08 June 2026, the index review changes will be considered final. Any subsequent changes will generally only be considered in exceptional circumstances, in accordance with the FTSE Russell recalculation policy and guidelines.
*INDONESIA*
*• Large Cap*
*Inclusions* : -
*Exclusions* : DSSA
*• Mid Cap*
*Inclusions* : -
*Exclusions* : -
*• Small Cap*
*Inclusions* : -
*Exclusions* : -
*• Micro Cap*
*Inclusions* : -
*Exclusions* : DAAZ, HILL, MLIA
================================
*(Listri | Source : FTSE - Disclaimer On)*
The following quarterly review changes will become effective on Mon 22 June 2026 (i.e. after the close of business on Friday, 19 June 2026)
Please note: Index review changes included within the attached files may be subject to revision until close of business Friday, 05 June 2026. Effective Monday, 08 June 2026, the index review changes will be considered final. Any subsequent changes will generally only be considered in exceptional circumstances, in accordance with the FTSE Russell recalculation policy and guidelines.
*INDONESIA*
*• Large Cap*
*Inclusions* : -
*Exclusions* : DSSA
*• Mid Cap*
*Inclusions* : -
*Exclusions* : -
*• Small Cap*
*Inclusions* : -
*Exclusions* : -
*• Micro Cap*
*Inclusions* : -
*Exclusions* : DAAZ, HILL, MLIA
================================
*(Listri | Source : FTSE - Disclaimer On)*
❤1
Steptrader
Photo
IDR: Apakah Kenaikan 50bp Berpengaruh?
IDR kembali berada di bawah tekanan dalam beberapa pekan terakhir. USD/IDR telah bergerak menuju area 17.700, dengan rupiah melemah lebih dari 2% selama sebulan terakhir dan hampir 9% selama setahun terakhir. Pergerakan baru-baru ini juga tampaknya semakin cepat, yang membantu menjelaskan mengapa Bank Indonesia merespons dengan kenaikan suku bunga kebijakan sebesar 50bp yang lebih besar dari perkiraan.
Kenaikan suku bunga tampak signifikan pada pandangan pertama, tetapi dampaknya terhadap IDR mungkin lebih terbatas daripada yang ditunjukkan oleh berita utama. BI telah menggunakan SRBI sebagai alat penting untuk menarik likuiditas rupiah, dengan lelang SRBI 6 bulan, 9 bulan, dan 12 bulan baru-baru ini menghasilkan nilai sekitar 6,2–6,45%. Dalam konteks tersebut, menaikkan suku bunga kebijakan menjadi 5,25% tidak secara material mengubah insentif bagi investor yang sudah memegang instrumen IDR jangka pendek melalui SRBI.
Latar belakang eksternal yang lebih luas juga tetap menantang. india, bersama dengan India dan Filipina, mencatatkan defisit neraca pembayaran tahun lalu. Perkiraan terbaru dari pihak penjual menunjukkan defisit neraca pembayaran Indonesia sekitar 0,5% dari PDB pada tahun 2025, dengan defisit kemungkinan akan tetap berada di bawah tekanan pada tahun 2026 karena neraca transaksi berjalan terpengaruh oleh harga energi yang lebih tinggi dan arus masuk modal tetap kurang mendukung.
Tantangannya adalah IDR relatif stabil selama dua tahun sebelumnya, meskipun terdapat kerentanan eksternal yang mendasar. Perkiraan nilai wajar publik tidak selalu mengarah ke 18.000–18.500, tetapi ada diskusi pasar yang berkembang bahwa mata uang tersebut mungkin perlu diperdagangkan lebih dekat ke kisaran tersebut jika arus masuk modal tetap lemah dan kepercayaan tidak membaik. Masalahnya bukan tentang perkiraan nilai wajar yang tepat, tetapi lebih tentang apakah investor percaya bahwa mata uang tersebut masih perlu menyesuaikan diri tanpa adanya arus masuk yang lebih kuat. Intervensi valuta asing yang berkelanjutan juga akan memberikan beban yang lebih berat pada cadangan, yang tidak terbatas.
Oleh karena itu, investor akan tetap fokus tidak hanya pada keputusan suku bunga BI, tetapi juga pada perkembangan kebijakan yang lebih luas. Pasar akan menginginkan kontinuitas kebijakan, kredibilitas kelembagaan, dan komitmen berkelanjutan terhadap orientasi pro-bisnis yang telah mendukung prospek investasi Indonesia selama dekade terakhir. Kenaikan 50bp tersebut menandakan kekhawatiran, tetapi pertanyaan yang lebih penting adalah apakah kebijakan tersebut dapat memulihkan kepercayaan pada kerangka makro yang lebih luas.
Disclaimer ON
IDR kembali berada di bawah tekanan dalam beberapa pekan terakhir. USD/IDR telah bergerak menuju area 17.700, dengan rupiah melemah lebih dari 2% selama sebulan terakhir dan hampir 9% selama setahun terakhir. Pergerakan baru-baru ini juga tampaknya semakin cepat, yang membantu menjelaskan mengapa Bank Indonesia merespons dengan kenaikan suku bunga kebijakan sebesar 50bp yang lebih besar dari perkiraan.
Kenaikan suku bunga tampak signifikan pada pandangan pertama, tetapi dampaknya terhadap IDR mungkin lebih terbatas daripada yang ditunjukkan oleh berita utama. BI telah menggunakan SRBI sebagai alat penting untuk menarik likuiditas rupiah, dengan lelang SRBI 6 bulan, 9 bulan, dan 12 bulan baru-baru ini menghasilkan nilai sekitar 6,2–6,45%. Dalam konteks tersebut, menaikkan suku bunga kebijakan menjadi 5,25% tidak secara material mengubah insentif bagi investor yang sudah memegang instrumen IDR jangka pendek melalui SRBI.
Latar belakang eksternal yang lebih luas juga tetap menantang. india, bersama dengan India dan Filipina, mencatatkan defisit neraca pembayaran tahun lalu. Perkiraan terbaru dari pihak penjual menunjukkan defisit neraca pembayaran Indonesia sekitar 0,5% dari PDB pada tahun 2025, dengan defisit kemungkinan akan tetap berada di bawah tekanan pada tahun 2026 karena neraca transaksi berjalan terpengaruh oleh harga energi yang lebih tinggi dan arus masuk modal tetap kurang mendukung.
Tantangannya adalah IDR relatif stabil selama dua tahun sebelumnya, meskipun terdapat kerentanan eksternal yang mendasar. Perkiraan nilai wajar publik tidak selalu mengarah ke 18.000–18.500, tetapi ada diskusi pasar yang berkembang bahwa mata uang tersebut mungkin perlu diperdagangkan lebih dekat ke kisaran tersebut jika arus masuk modal tetap lemah dan kepercayaan tidak membaik. Masalahnya bukan tentang perkiraan nilai wajar yang tepat, tetapi lebih tentang apakah investor percaya bahwa mata uang tersebut masih perlu menyesuaikan diri tanpa adanya arus masuk yang lebih kuat. Intervensi valuta asing yang berkelanjutan juga akan memberikan beban yang lebih berat pada cadangan, yang tidak terbatas.
Oleh karena itu, investor akan tetap fokus tidak hanya pada keputusan suku bunga BI, tetapi juga pada perkembangan kebijakan yang lebih luas. Pasar akan menginginkan kontinuitas kebijakan, kredibilitas kelembagaan, dan komitmen berkelanjutan terhadap orientasi pro-bisnis yang telah mendukung prospek investasi Indonesia selama dekade terakhir. Kenaikan 50bp tersebut menandakan kekhawatiran, tetapi pertanyaan yang lebih penting adalah apakah kebijakan tersebut dapat memulihkan kepercayaan pada kerangka makro yang lebih luas.
Disclaimer ON
🔹Rebound dari support 2980/3000, BBRI akan menguji area resistance 3360
🔸Breakout dan bertahan di atas 3360, BBRI akan membentuk pola double bottom reversal dan berpotensi rally menuju arah 3720
🔹Namun jika gagal break 3360 dan kembali turun, maka BBRI akan melanjutkan konsolidasinya
Disclaimer ON‼️
#BukanRekomendasi #NFA #AnalisaKembali #DYOR #NoPomPom‼️
Like ❤️ and Share 📣 this content jika kalian rasa bermanfaat
Follow Me ✔️ for more content
🔸Breakout dan bertahan di atas 3360, BBRI akan membentuk pola double bottom reversal dan berpotensi rally menuju arah 3720
🔹Namun jika gagal break 3360 dan kembali turun, maka BBRI akan melanjutkan konsolidasinya
Disclaimer ON‼️
#BukanRekomendasi #NFA #AnalisaKembali #DYOR #NoPomPom‼️
Like ❤️ and Share 📣 this content jika kalian rasa bermanfaat
Follow Me ✔️ for more content
*EVALUASI INDEKS SRI-KEHATI, ESGSKEHATI, ESGQKEHATI, INVESTOR33*
(Periode Efektif 02 Juni 2026 - 30 November 2026)
*INDEKS SRI-KEHATI*
*Baru :* AKRA, ISAT
*Keluar :* SSMS, UNTR
*INDEKS ESGSKEHATI*
*Baru :* ACES, ARCI, BWPT, CARS, ISAT, MBMA, SMRA, TKIM
*Keluar :* BIRD, BJBR, BJTM, BTPS, ELSA, ENRG, JPFA, MAPA, MMLP, MPMX, SGRO, SSMS, TOTL, TOWR
*INDEKS ESGQKEHATI*
*Baru :* ACES, ARCI, AUTO, ELSA, ISAT, MYOR, TKIM
*Keluar :* BIRD, ESSA, JPFA, MAPI, MPMX, SGRO, SSMS
*INDEKS INVESTOR33*
*Baru :* BRPT
*Keluar :* EXCL
*(Listri, Source : IDX)*
(Periode Efektif 02 Juni 2026 - 30 November 2026)
*INDEKS SRI-KEHATI*
*Baru :* AKRA, ISAT
*Keluar :* SSMS, UNTR
*INDEKS ESGSKEHATI*
*Baru :* ACES, ARCI, BWPT, CARS, ISAT, MBMA, SMRA, TKIM
*Keluar :* BIRD, BJBR, BJTM, BTPS, ELSA, ENRG, JPFA, MAPA, MMLP, MPMX, SGRO, SSMS, TOTL, TOWR
*INDEKS ESGQKEHATI*
*Baru :* ACES, ARCI, AUTO, ELSA, ISAT, MYOR, TKIM
*Keluar :* BIRD, ESSA, JPFA, MAPI, MPMX, SGRO, SSMS
*INDEKS INVESTOR33*
*Baru :* BRPT
*Keluar :* EXCL
*(Listri, Source : IDX)*
UBS Ramal BI Rate Naik Lagi Bulan Depan
Pergerakan rupiah yang kian volatil, telah memaksa Bank Indonesia (BI) mengerek suku bunga acuan secara agresif sebanyak 50 basis poin (bps) ke 5,25% bulan ini.
Ekonom UBS Grace Lim memperkirakan BI akan kembali menaikkan suku bunga masing-masing sebesar 25 bps pada Juni dan Agustus mendatang. Langkah ini diperkirakan akan ditempuh BI lantaran tekanan terhadap rupiah masih terus berlanjut.
https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/110318/ubs-ramal-bi-rate-naik-lagi-bulan-depan
Pergerakan rupiah yang kian volatil, telah memaksa Bank Indonesia (BI) mengerek suku bunga acuan secara agresif sebanyak 50 basis poin (bps) ke 5,25% bulan ini.
Ekonom UBS Grace Lim memperkirakan BI akan kembali menaikkan suku bunga masing-masing sebesar 25 bps pada Juni dan Agustus mendatang. Langkah ini diperkirakan akan ditempuh BI lantaran tekanan terhadap rupiah masih terus berlanjut.
https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/110318/ubs-ramal-bi-rate-naik-lagi-bulan-depan
Bloomberg Technoz
UBS Ramal BI Rate Naik Lagi Bulan Depan
Pergerakan rupiah yang kian volatil, telah memaksa BI mengerek suku bunga acuan 50 basis poin (bps) ke 5,25% bulan ini.
❤1
AS-Iran Sepakati Draf Awal Gencatan Senjata Selama 60 Hari
Amerika Serikat (AS) dan Iran dilaporkan telah mencapai kesepakatan awal untuk memperpanjang masa gencatan senjata selama 60 hari. Langkah ini dibarengi dengan rencana dialog lanjutan terkait program nuklir Teheran, sebuah kabar yang memicu harapan baru bahwa konflik bersenjata selama tiga bulan ini akan segera menemui titik terang.
https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/110288/as-iran-sepakati-draf-awal-gencatan-senjata-selama-60-hari
Amerika Serikat (AS) dan Iran dilaporkan telah mencapai kesepakatan awal untuk memperpanjang masa gencatan senjata selama 60 hari. Langkah ini dibarengi dengan rencana dialog lanjutan terkait program nuklir Teheran, sebuah kabar yang memicu harapan baru bahwa konflik bersenjata selama tiga bulan ini akan segera menemui titik terang.
https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/110288/as-iran-sepakati-draf-awal-gencatan-senjata-selama-60-hari
Bloomberg Technoz
AS-Iran Sepakati Draf Awal Gencatan Senjata Selama 60 Hari
Amerika Serikat (AS) dan Iran dilaporkan telah mencapai kesepakatan awal untuk memperpanjang masa gencatan senjata selama 60 hari.
❤1
Rebalancing indeks MSCI periode Mei 2026 resmi efektif pada penutupan bursa tanggal 29 Mei 2026. Ke depan yang perlu dicermati adalah pengumuman MSCI Market Accessibility Review pada Juni 2026 sebagai katalis substansial:
1) Apakah pembekuan FIF/NOS, penambahan ke IMI, dan migrasi size–segment ke atas akan dicabut untuk review periode selanjutnya bulan Agustus 2026
2) Penegasan atau sinyal lebih lanjut bahwa risiko downgrade Indonesia ke frontier market sudah tidak menjadi ancaman.
1) Apakah pembekuan FIF/NOS, penambahan ke IMI, dan migrasi size–segment ke atas akan dicabut untuk review periode selanjutnya bulan Agustus 2026
2) Penegasan atau sinyal lebih lanjut bahwa risiko downgrade Indonesia ke frontier market sudah tidak menjadi ancaman.
🚨 *BREAKING NEWS*
FTSE Russell June 2026 — Indonesia Verdict Amendment: Zero additions. Four more deletions.
*Out*
- Large Cap: DSSA
- Mid Cap: *GOTO, NCKL*
- Micro Cap: *CNMA*, DAAZ, *DOID*, HILL, MLIA
Changes effective 22 June 2026. Deleted stocks face forced selling pressure heading into 19 June close — mark the date.
*Disclaimer On*
*IPOT*
FTSE Russell June 2026 — Indonesia Verdict Amendment: Zero additions. Four more deletions.
*Out*
- Large Cap: DSSA
- Mid Cap: *GOTO, NCKL*
- Micro Cap: *CNMA*, DAAZ, *DOID*, HILL, MLIA
Changes effective 22 June 2026. Deleted stocks face forced selling pressure heading into 19 June close — mark the date.
*Disclaimer On*
*IPOT*
Pemerintah resmi mulai menerapkan skema ekspor satu pintu melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) untuk komoditas strategis seperti batu bara, kelapa sawit, dan ferroalloy mulai 1 Juni 2026, dengan implementasi penuh ditargetkan pada 1 September 2026.
Secara teori, kebijakan ini bertujuan untuk:
• memperkuat pengawasan ekspor SDA
• mengurangi praktik under invoicing & transfer pricing
• menekan pelarian devisa hasil ekspor
• meningkatkan kontrol perdagangan komoditas strategis melalui BUMN
Jika skema ini benar-benar dijalankan dengan baik, transparan, dan tetap menciptakan win-win solution bagi pelaku usaha, potensi dampaknya cukup menarik.
Devisa hasil ekspor berpotensi lebih banyak masuk ke dalam negeri, yang dalam jangka panjang dapat membantu menopang stabilitas rupiah, bahkan membuka peluang penguatan nilai tukar jika eksekusinya efektif.
Semoga ini bisa menjadi salah satu langkah nyata untuk menjawab tantangan pelemahan rupiah yang terus terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
Secara teori, kebijakan ini bertujuan untuk:
• memperkuat pengawasan ekspor SDA
• mengurangi praktik under invoicing & transfer pricing
• menekan pelarian devisa hasil ekspor
• meningkatkan kontrol perdagangan komoditas strategis melalui BUMN
Jika skema ini benar-benar dijalankan dengan baik, transparan, dan tetap menciptakan win-win solution bagi pelaku usaha, potensi dampaknya cukup menarik.
Devisa hasil ekspor berpotensi lebih banyak masuk ke dalam negeri, yang dalam jangka panjang dapat membantu menopang stabilitas rupiah, bahkan membuka peluang penguatan nilai tukar jika eksekusinya efektif.
Semoga ini bisa menjadi salah satu langkah nyata untuk menjawab tantangan pelemahan rupiah yang terus terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
❤2
Update Economic Calendar
02 June 2026
INDONESIA MARKET :
Inflation Rate YoY (May)
Actual : 3.08%
Forecast : 2.97%
Previous : 2.42%
Inflation Rate MoM (May)
Actual : 0.28%
Forecast : 0.14%
Previous : 0.13%
Core Inflation Rate YoY (May)
Actual : 2.59%
Forecast : 2.52%
Previous : 2.44%
- Disclaimer On -
02 June 2026
INDONESIA MARKET :
Inflation Rate YoY (May)
Actual : 3.08%
Forecast : 2.97%
Previous : 2.42%
Inflation Rate MoM (May)
Actual : 0.28%
Forecast : 0.14%
Previous : 0.13%
Core Inflation Rate YoY (May)
Actual : 2.59%
Forecast : 2.52%
Previous : 2.44%
- Disclaimer On -
❤1
🔹Tertahan di area support level 1220, AKRA mencoba rebound
🔸Rebound dari level tersebut, AKRA berpotensi rally menuju arah 1390/1400
🔹Namun jika kembali turun dan gagal bertahan di 1220, maka AKRA akan lanjut downtrend
Disclaimer ON‼️
#BukanRekomendasi #NFA #AnalisaKembali #DYOR #NoPomPom‼️
Like ❤️ and Share 📣 this content jika kalian rasa bermanfaat
Follow Me ✔️ for more content
🔸Rebound dari level tersebut, AKRA berpotensi rally menuju arah 1390/1400
🔹Namun jika kembali turun dan gagal bertahan di 1220, maka AKRA akan lanjut downtrend
Disclaimer ON‼️
#BukanRekomendasi #NFA #AnalisaKembali #DYOR #NoPomPom‼️
Like ❤️ and Share 📣 this content jika kalian rasa bermanfaat
Follow Me ✔️ for more content
🔥2
Inflasi Indonesia Naik Menjadi 3,08% YoY Didorong oleh Kenaikan Harga Pangan pada Mei 2026
Inflasi Headline: 3,08% YoY
Inflasi Inti: 2,59% YoY
Inflasi Pangan Volatil: 6,24% YoY
Inflasi Harga yang Diatur: 2,07% YoY
Tingkat inflasi tahunan Indonesia meningkat menjadi 3,08% YoY pada Mei 2026, naik signifikan dari 2,42% YoY pada April 2026. Tekanan inflasi ini terutama didorong oleh komponen Pangan Volatil, yang naik tajam sebesar 6,24% YoY pada Mei 2026, lebih tinggi dari 3,37% YoY yang tercatat pada April 2026. Inflasi pada komponen Harga yang Diatur juga meningkat menjadi 2,07% YoY pada Mei 2026 dari 1,53% YoY pada April. 2026. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh kenaikan tarif transportasi udara, harga bahan bakar non-subsidi, dan harga rokok, menyusul kenaikan harga minyak global dan penyesuaian tarif cukai terbaru. Sementara itu, Inflasi Inti meningkat sebesar 2,59% YoY pada Mei 2026, naik dari 2,44% YoY pada April 2026.
Inflasi Headline: 3,08% YoY
Inflasi Inti: 2,59% YoY
Inflasi Pangan Volatil: 6,24% YoY
Inflasi Harga yang Diatur: 2,07% YoY
Tingkat inflasi tahunan Indonesia meningkat menjadi 3,08% YoY pada Mei 2026, naik signifikan dari 2,42% YoY pada April 2026. Tekanan inflasi ini terutama didorong oleh komponen Pangan Volatil, yang naik tajam sebesar 6,24% YoY pada Mei 2026, lebih tinggi dari 3,37% YoY yang tercatat pada April 2026. Inflasi pada komponen Harga yang Diatur juga meningkat menjadi 2,07% YoY pada Mei 2026 dari 1,53% YoY pada April. 2026. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh kenaikan tarif transportasi udara, harga bahan bakar non-subsidi, dan harga rokok, menyusul kenaikan harga minyak global dan penyesuaian tarif cukai terbaru. Sementara itu, Inflasi Inti meningkat sebesar 2,59% YoY pada Mei 2026, naik dari 2,44% YoY pada April 2026.